Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Sem3-kmb1-reguler-ganjil:022-2023

Total questions: 41

Worksheet time: 2hrs 3mins

Name
Class
Date
1.

Ny R, 49 tahun, masuk RS dengan keluhan sesak nafas, batuk-batuk dan tubuh terasa lemah. Klien mengeluh dalam beberapa hari ino sering batuk disertai sesak nafas. klien mengeluh sulit mengeluarkan lendir. warna lendir kekuningan. Respirasi pasien 28x/menit dan pada aukultasi dada terdengar ronchi. pasien tampak lebah dengan rentang gerak (ROM) pasien menurun.

Apakah masalah keperawatan utama dari kasus tersebut?

a)

Bersihan jalan nafas tidak efektif

b)

Gangguan ventilasi spontan

c)

Gangguan pertukaran gas

d)

Gangguan mobilitas fisik

e)

Pola nafas tidak efektif

2.

Ny J, 42 tahun, mengeluh batuk-batuk dan sulit mengeluarkan lendirnya. Hal ini membuat klien merasa sesak dan cemas dengan kondisinya.

Apakah tindakan edukasi keperawatan yang harus dilakukan?

a)

Kolaborasi pemberian mukolotik dan ekspektoran

b)

Monitor tanda dan gejalan infeksi saluran nafas

c)

Atur posisi semi-fowler atau fowler pasien

d)

Buang sekret pada pempat sputum

e)

Ajarkan klien latihan batuk efektif

3.

Ny M, 55 tahun, telah dirawat di RS selama 5 hari dengan diagnosa medis pneumonia, kondisi pasian tampak lemah dengan tingkat aktivitas dibantu sebagian, ROM menurun dan tonus otot lemah.

Apa tindakan terapeutik keperawatan yang dapat dilakukan?

a)

Jelaskan metode aktivitas fisik sehari-hari yang bisa ditoleler

b)

Fasilitasi latihan range of motion dan aktivitas fisik bertahap

c)

Anjurkan melakukan aktivitas fisik sesuai kemampuan

d)

Monitor respon fisik, emosional terhadap aktivitas

e)

Kolaborasi dengan terapi okupasi/fisioterapis

4.

Ny W, 61 tahun, masuk RS dengan dengan keluhan sesak nafas dan kesadaran menurun. klien tampak sesak, pucat dan berkeringat dingin. respirasi 28x/menit, auskultasi weezing +. Hasil pemeriksaan lab menunkukkan saturasi O2 79mmHg, PCO2 48 mmHg, Ph 7.30

Apakah masalah keperawatan utama dari kasus tersebut?

a)

Gangguan perfusi jaringan perifer/serebral

b)

Bersihan jalan nafas tidak efektif

c)

Gangguan pertukaran gas

d)

Gangguan mobilitas fisik

e)

Pola nafas tidak efektif

5.

Ny C, 57 tahun, terbaring lebah di ruang rawat dengan keluhan sesak nafas dan kesadaran menurun. klien tampak lemah, pucat dan telah terpasang oksigen simple mask 7 liter/menit.

Apa tindakan observasi keperawatan yang dapat dilakukan?

a)

Bersihkan sekret pada mulut, hidung dan trakea

b)

Pertahankan kepatenan jalan nafas

c)

Atur posisi semi fowler atau fowler

d)

Monitor efektifitas terapi oksigen

e)

Pemberian oksigen tambahan

6.

Tn. AB, 66 tahun, masuk dengan keluhan kelemahan tubuh, demam, menggigil sudah 3 hari. SB. 38.4oC, R. 25x/menit, N.102x/menit, TD. 130/70mmHg. Kulit terasa hangat dengan turgor kulit kering. Hasil foto rongen menunjukkan adanya peradangan paru yang meluas dengan hasil pemeriksaan sputim BTA +.

Apa tindakan kolaborasi keperawatan yang dapat dilakukan?

a)

Sediakan lingkungan yang dingin dan nyaman

b)

Pemberian cairan dan elektrolit intravena

c)

Monitor suhu tubuh

d)

Berikan caira oral

e)

Berikan kompres

7.

Tn. GT, 56 tahun ,masuk RS dengan keluhan utama kelemakan dan batuk tidak sembuh-sembuh. Klien mengatakan sudah minum obat batuk, tapi tidak ada perbaikan kondisi. Pasien mengeluh tidak nafsu makan dan berat badannya turun 10kg dari 70kg sebelum sakit. klien tampak lemah, pucat, turgor kulit kering. hasil pemeriksaan sputum BTA (+)

Apa masalah keperawatan dari kasus tersebut?

a)

Bersihan jalan nafas tidak efektif

b)

Gangguan perfusi jaringan

c)

Intoleransi aktivitas

d)

Resiko infeksi

e)

Defisit nutrisi

8.

Th. CR, 71 tahun, terbaring lebah dengan terpasang non-rebreating mask 10l/menit. dari hasil analisa gas dara menunjukkan bahwa klien mengalami perubahan membran alveoli-kaliper yang mengakibatkan kekurangan oksigenasi dan eliminasi carbondiaksida.

Apa luaran keperawatan yang diharapkan?

a)

PCO2 menurun dan PO2 meningkat

b)

PCO2 menurun dan PO2 menurun

c)

PCO2 meningkat dan PO2 meningkat

d)

PCO2 meningkat dan PO2 menurun

e)

Ph darah normal

9.

Th. AY, 59 tahun, masuk RS dengan keluhan utama batuk berdarah disertai sesak nafas. klien tampak tegang dan gelisa. Klien kawatir dengan kondisinya. RR. 26x/menit, TD. 150/90mmHg, N. 89x/menit. klien mengeluh dada berdebar-debar (palpitasi) dan kurang dapat beristirahat/tidur.

Apa masalah keperawatan dari kasus tersebut?

a)

Bersihan jalan nafas tidak efektif

b)

Penurunan cardiac output

c)

Pola nafas tidak efektif

d)

Gangguan pola tidur

e)

Ansietas

10.

Th. SB, 63 tahun, mengeluh sulit beristirahat dan tidur. pasien mengatakan resing terjaga saat titur malam dan merasa tidak puas dengan tidur malamnya.

Apa tindakan ekukasi keperawatan yang dapat dilakukan?

a)

Modifikasi lingkungan (kebisingan, suku ruangann tempat tidur dll)

b)

Pengaruran posisi yang nyaman bagi pasien

c)

Ajarkan relaksasi otot autegenik

d)

Tetapkan jadwal tidur/istirahat

e)

Pemberian obat tidur

11.

Th. GW, 59 tahun, masuk RS dengan keluhan batuk disertai sesak nafas. Pasien memiliki riwatat putus obat dari program pengobatan TB tapi saat ini rutin menjalankan pengobatal tradisional akar rumput. Pasien dan keluarga percaya karena beberapa testimoni kesembuhan yang disampaikan oleh sanak-saudara mereka.

Apa masalah keperawatan diatas?

a)

Kurangnya dukungan keluarga

b)

Pola nafas tidak efektif

c)

Defisit pengetahuan

d)

Ketidakpatuhan

e)

Ansietas

12.

Ny. RT, 47 tahun masuk dengan keluhan utama nyeri. Nyeri terjadi tiba-tiba sesudah pasien melakukan aktivitas olahraga,  nyeri yang dirsa seperti ditutuk tutuk dengan skala nyeri 7

Apa pengkajian nyeri PQRST lanjutan dari  kasus tersebut?

a)

Provokatif / Paliatif (Penyebab)

b)

Qualitas / Quantitas

c)

Region / Radiasi (Penyebaran)

d)

Skala Seviritas (Keparahan)

e)

Timing (Waktu)

13.

Ny. HR, 63 tahun, dirawat di ruangan Mawar dengan keluhan nyeri dada akibat srangan jantung yang dialami pasien 2 hari yang lalu. saat ini pasien terpasang O2 6 liter, invus RL dan menerima obat analgesik. Saat ini kondisi pasien masih tampak meringis dan tampak berhati-hati untuk melakukan pergerakan. Skala nyeri saat ini adalah 5

Apa tindakan terapeutik keperawatan yang bisa perawat lakukan?

a)

Monitor lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas, intensitas nyeri

b)

Berikan teknik non farmakologi seperti terapi musik

c)

Berikan obat analgesik tambahan

d)

Ajarkan teknik relaksasi nafas dalam

e)

Jelaskan strategi untuk meredahkan nyeri

14.

Ny. GG, 56 tahun masuk RS dengan keluhan sesak nafas dan jantung berdebar-debar. Klein tampak pucat dan lemah. Pada pemeriksaan EKG diperoleh gangguan irama jantung aritmia. Heart rate 121x/menit, distensi vena jugularis +, nadi perifer teraba lemah.

Apa masalah keperawatan utama dri kasus tersebut?

a)

Penurunan curah jantung

b)

Perfusi perifer tidak efektif

c)

Perfusi serebral tidak efektif

d)

Intoleransi aktivitas

e)

Gangguan pola nafas

15.

Ny. DJ, 60 tahun masuk RS dengan keluhan sesak nafas dan jantung berdebar-debar. Klein tampak pucat dan lemah. Pengisian kapiler >3 detik. Akral teraba dingin. Warna kuklit pucat. Turgor kulit menurun.

Apa masalah keperawatan utama dari kasus tersebut?

a)

Penurunan curah jantung

b)

Perfusi perifer tidak efektif

c)

Perfusi serebral tidak efektif

d)

Intoleransi aktivitas

e)

Gangguan pola nafas

16.

Ny. KL, 72 tahun dirawat di ruang Asoka karena mengalami serangan jantung untuk ke II kalinya. Saat ini kondisi pasien terbaring lemah, tampak pucat dengan ekspresi jawah meringis. aktivitas pasien dibantu sebagian. klien tampak sangat berhati-hati dalam bergerak.  Hasil EKG meninjukan adanya gangguan irama jantung

Apa tindakan observasi keperawatan yang dapat dilakukan?

a)

Monitor EKG 12 sadapan

b)

Posisikan pasien semi fowler/fowler

c)

Kolaborasi pemberian obat antiaritmia

d)

Berikan terapi relaksasi

e)

Anjurkan aktivitas fisik sesuai toleransi

17.

Tn UY, 63 tahun dirawat di ruang Melati mengeluh lelah,sesak nafas, tidak nyaman dan lemah sesudah melakukan aktivitas. Frekuensi jantung meningkat >20% dari kondisi istirahat, Tekanan darah berubah >20% dari kondisi istirahat. Gambaran EKG menunjukkan aritmia saat/setelah aktivitas dan  menunjukkan iskemia. klien tampak Sianosis

Apa masalah keperawatan dari kasus tersebut?

a)

Intolerans aktivitas

b)

Penurunan curah jantung

c)

Perfusi perifer tidak efektif

d)

Pola nafas tidak efektif

e)

Gangguan irama jantung

18.

Th. OH, 75 tahun masuk RS dengan keluhan sesak nafas. Tekanan darah menurun, Nadi perifer teraba lemah. Capillary refill time > 3 detik. Oliguria +. Warna kulit pucat dan sianosis. Oleh dokter pasien diindikasikan mengalami penurunan curah jantung akibat dari serangan jantung yang dialami pasien untuk yang ke II kalinya.

Apa kemungkinan penyebab dari kasus tersebut?

a)

Perubahan irama jantung

b)

Perubahan frekuensi jantung

c)

Perubahan kontraktilitas jantung

d)

Perubahan preload

e)

Perubahan afterload

19.

Th. MN, 58 tahun dirawat di ruangan Cempaka memiliki keluhan sesak nafas dan ortopneu. Pasien tampak edema edema perifer. Berat badan meningkat dalam waktu singkat. Jugular venous pressure (jvp) meningkat.

Apa masalah keperawatan dari kasus tersebut?

a)

Hipervolemia

b)

Gangguan perfusi jaringan

c)

Penurunan cardiac output

d)

Gangguan pertukaran ga

e)

Gangguan pola nafas

20.

Th. KL, 47 tahun dirawat di ruang Bogenfil memiliki keluhan sesak nafas. Pasien tampak edema anasarka. Berat badan meningkat drastis dalam waktu singkat. Jugular venous pressure (jvp) meningkat. oleh dokter, pasien diindikasikan mengalami masalah kelebihan volume cairan akibat dari gagal jantung yang dialaminya.

Apa tindakan kolaborasi keperawatan yang dapat dilakukan?

a)

Posisikan pasien pada posisi fowler tinggi

b)

Pemberian diuretik

c)

Pemberian ifus NaCl

d)

Timbang BB rutin dan hitung balance cairan

e)

Batasi intak cairan pasien

21.

Th. ZN, 61 tahun dirawat di ruangan Lily dengan keluhan utama saat masuk nyeri dada disertai sesak nafas. Saat ini pasien mengeluh tubuh pegal-pegal dan lemah.  nadi perifer pasien menurun dan teraba lemah, pengisian kaliper > 3 detik. Akral teraba dingin, warna kulit pucat, dan turgor kulit menurun. Klien diindikasikan mengalami gangguan perfusi jaringan perifer akibat dari penurunan curah jantung

Apa tindakan keperawatan yang dapat dilakukan?

a)

Hindari pemasangan infus didaerah dengan keterbatasan perfusi

b)

Pengukuran tekanan darah pada ekstremitas kaki

c)

Ganti posisi klien miring kiri dan kanan tiap minimal 2 jam sekali

d)

Tingkatkan latihan gerak pada daerah ekstremitas

e)

Berikan posisi trendelenburg

22.

Ny. TL, 59 tahun dirawat di ruang Cenpaka mengeluh belum mandi karena kelemahan yang dirasakannya. klien merasa malu karena dirinya bau. Kondisi klien tampak terbaring lemah, pucat dan lusuh tidak terawat. Aktivitas klien dibantu sebagian oleh keluarga dan perawat. Hb pasien :8.1 [g/dL].

Apa masalah keperawatan pasien tersebut?

a)

Defisit perawatan diri

b)

Intoleransi aktivitas

c)

Perfusi perifer tidak efektif

d)

Gangguan mobilitas fisik

e)

Kurang pengetahuan

23.

Ny. BT, umur 48 tahun masuk RS dengan keluhan pusing, badan terasah lemah dan kepala pusing/pening. klien tampak pucat, akrar teraba dingin dengan nadi perifer lemah. Hp pasien 8 g/dL. Pasien menunjukkan tanda-tanda penurunan sirkulasi darah pada level kapiler yang dapat mengganggu metabolisme  tubuh.

Apa kemungkinan penyebab dari masalah keperawatan tersebut?

a)

Penurunan konsentrasi hemoglobin

b)

Hiperglikemia

c)

Kekurangan volume cairan

d)

Penurunan aliran darah arteri

e)

Peningkatan tekanan darah

24.

Ny. WE, umur 53 tahun masuk RS dengan keluhan pusing, badan terasah lemah dan kepala pusing/pening. klien tampak pucat, akrar teraba dingin dengan nadi perifer lemah. Hp pasien 8 g/dL. Pasien menunjukkan tanda-tanda penurunan sirkulasi darah pada level kapiler yang dapat mengganggu metabolisme  tubuh.

Apa luaran keperawatan yang dapat di ditetapkan?

a)

Asuman Vitamin B dan Fe meningkat

b)

Kadar gula darah dalam batas normal

c)

Balance cairan dalam batas normal

d)

Pengisian kapiler <3 detik

e)

Nafsu makan meningkat

25.

Ny. NN, 45 tahun, dirawat di ruang Rose dengan keluhan mudah lelah sesudah beraktivitas disertai sesak nafas. TK pasien meningkat hingga 20% dari kondisi instirahat. pasien tampak pucat. klien tampak menglami ketidakcukupan energi untuk untuk melakukan aktifitas sehari-hari.

Apa tindakan terapeutik keperawatan yang dapat dilakukan?

a)

Lakukan latihan rentang gerak pasif dan/atau aktif

b)

Berikan asupan nutrisi Tinggi Kalori Tinggi Protein (TKTP)

c)

Anjurkan pasien melakukan aktivitas secara bertahap

d)

Berikan motivasi dan dukungan emosional bagi pasien

e)

Berikan suplemen penambah darah

26.

Ny JE, 36 tahun, masuk RS dikarenakan pusing di rumah. pasien mengatakan saat itu dia merasa lemah dan pening kepala akibat kurangnya istirahat dan asupan makanan beberapa hari belakangan ini. Saat pemeriksaan Hb pasien 9 g/dL. Setelah dirawat selama 3 hari, pasien diersiapkan untuk pulang

Apa tindakan edukasi untuk persiapan pasien pulang yang dapat perawat sampaikan?

a)

Jelaskan tentang faktor-faktor resiko Anemia

b)

Jelaskan patofisiologi terjadinya Anemia

c)

Jelaskan jadwal konsultasi berikut

d)

Jelaskan tanda dan gejala Anemia

e)

Jelaskan kemungkina komplikasi Anemia

27.

Tn. AA, 34 tahun, masuk RS dengan keluhan utama batuk, sesak dan berkeringat dingin sejak 1 minggu belakangan ini. kondisi pasien tampak lemah dan sesak dengan RR 28x/menit. Saat ini telah terpasan O2 4 liter/menit.

Apa masalah keperawatan dari kasus tersebut?

a)

Pola nafas tidak efektif

b)

Bersihan jalan nafas tidak efektif

c)

Gangguan pertukaran gas

d)

Intoleransi aktivitas

e)

Perfusi jaringan tidak efektif

28.

Ny. FF, 47 tahun, masuk RS dengan keluhan utama sesak dan kelemakan. RR 24x/menit, HR. 82x/menit, TD 140/90. Hb 11g/DL. Kadar leukosit 70.000 / mm3. Oleh dokter, pasien  didiagnosa mengalami keganasan leukosit darah.

Apa masalah keperawatan resiko yang dapat dialami oleh pasien?

a)

Resiko infeksi

b)

Resiko penurunan curah jantung

c)

Resiko gangguan perfusi jaringan

d)

Resiko gangguan pertukaran gas

e)

Resiko cedera

29.

Ny. EP, 35 tahun, memiliki kadar leukosit 52.000 / mm3. Oleh dokter, pasien  didiagnosa mengalami keganasan leukosit darah.

Apa tindakan terapeutik keperawatan untuk mencegah infeksi?

a)

Pertahankan teknik aseptik pada pasien berisiko tinggi

b)

Jelaskan pasien mencuci tangan dengan benar

c)

Pemberian imunikasi

d)

Monitor tanda-tanda infeksi dan peradangan

e)

Anjurkan meningkatkan stamina dengan asupan nutrisi dan cairan

30.

Th. RG, 55 tahun mengalami masalah pola nafas tidak efektif. Perawat kemudian memberikan terapi relaksasi dengan mengencangkan dan melemaskan otot-otot pada satu bagian tubuh pada satu waktu untuk memberikan perasaan relaksasi secara fisik.

Apa nama/jenis tindakan yang dimaksud?

a)

Teknik relaksasi meditatif

b)

Teknik relaksasi nafas dalam

c)

Teknik relaksasi guide imaginary

d)

Teknik relaksasi Jacobson

e)

Teknik relaksasi otot progresif

31.

Th. VT, 46 tahun mengalami masalah defisit perawatan diri. Perawat kemudian melakukan prosedur modifikasi perilaku dengan menggunakan reinforcement positif yaitu pemberian satu kepingan (isyarat/tanda) sesegera mungkin setiap kali setelah perilaku sasaran muncul.

Apa metode/nama/jenis tindakan yang dimaksud?

a)

Social support

b)

Hipnosis

c)

Edukasi

d)

Token ekonomi

e)

Spiritual support

32.

Ny. HJ, 54 tahun mengalami masalah gangguan perfusi jaringan perifer. Perawat kemudian melakukan prosedur terapi komplementer berupa menggunakan pemijatan dengan menggunakan kekuatan jari dibantu minyak.

Apa metode/nama/jenis tindakan yang dimaksud?

a)

Terapi akupuntur

b)

Terapi hipnosis

c)

Terapi minyak

d)

Terapi akupresur

e)

Terapi meditatif

33.

Ny. CS, 47 tahun mengalami masalah hipertensi yang kemudian meningkatkan beban kerja jantung. Perawat kemudian melakukan  terapi komplementer yaitu dengan merendam kaki pasien dengan air hangat pagi dan sore selama 30 menit.

Apa tujuan dari terapi tersebut?

a)

Menurunkan tekanan darah

b)

Meningkatkan volume sirkulasi

c)

Menurunkan cardiac output

d)

Meningkatkan perfusi serebral

e)

Meningkatkan relaksasi otot

34.

Ny. GJ, 66 tahun mengalami masalah penurunan curah jantung sehingga pasien terjadi edema anasarka. perawat kemudian membatasi asupan cairan pasien, monitoring intake dan output cairan, melakukan posisi semi fowler, monitor hasil hemakonsentrasi dan tekanan onkotik plasma.

Apa tujuan dari terapi tersebut?

a)

Manajemen resiko syok

b)

Manajemen hipovolemia

c)

Manajemen asam-basa

d)

Manajemen hemo-konsentrasi

e)

Manajemen hipervolemia

35.

Th. RT, 63 tahun, pasien dengan gagal jantung mengeluh mengalami gangguan pola tidur.  Perawat kemudian mengatur posisi yang nyaman dan tepat untuk pasien dengan gagal jantung.

Apa posisi yang dimaksud?

a)

Posisi litotomi

b)

Posisi supine

c)

Posisi lateral kanan

d)

Posisi semi fowler

e)

Posisi trendelenburg

36.

Th. UT, 59 tahun, adalah pasien dengan keluhan nyeri sedang. Perawat kemudian melakukan pemberian terapi non-farmakologi relaksasi.

Apa  pilihan teknik relaksasi yang dapat perawat lakukan?

a)

Guide imaginary

b)

Aromaterapi

c)

Analgesik

d)

Menonton TV

e)

Distraksi

37.

Ny. QT, 36 tahun mengalami demam dengan SB 38.7oC. perawat kemdudian melakukan kompres hangat yang menggabungkan tekhnik kompres blok pada pembuluh darah supervisialis dengan tekhnik seka.

Apa metode/nama/jenis tindakan yang dimaksud?

a)

Kompres usap

b)

Kompres dengan buli-buli

c)

Kompres suam-suam kuku

d)

Kompres tepid water sponge

e)

Kompres rendam

38.

Th. LO, 48 tahun mengalami masalah keperawatan pola nafas tidak efektif. Perawat kemudian melatih pernapasan pasien yang menggunakan kontrol napas dan menahan nafas untuk mengatasi  hiperventilasi dan rendahnya karbondioksida.

Apa metode/nama/jenis tindakan yang dimaksud?

a)

Teknik nafas dalam

b)

Teknik Buteyko

c)

Teknil butterfly

d)

Teknik nafas dalam + batuk efektif

e)

Teknik Meditasi

39.

Th. BO, 64 tahun memiliki masalah gangguan pertukaran gas. Perawat kemudian memberikan latihan otot pernafasan untuk pasien guna meningkatkan ventilasi dengan meningkatkan koordinasi respirasi, daya tahan dan kekuatan otot pernafasan.

Apa metode/nama/jenis tindakan yang dimaksud?

a)

Teknik relaksasi Jacobson

b)

Teknik Buteyko

c)

Inspiratory Muscle Training

d)

Teknik relaksasi otot progresif

e)

Teknik nafas dalam

40.

Ny. AK, 65 tahun masuk RS dengan keluhan batuk berdahak yang sulit dikeluarga. Perawat kemudian melakukan pengkajian fisik.

Apa hasil pegkajian paru yang mungkin saat auskultasi dari kasus tersebut?

a)

Vocal-fremitus

b)

Bronco-vesikuler

c)

Sonor

d)

Weezing

e)

Ronchi

41.

Ny. KY, 52 tahun masuk RS dengan keluhan utama nyeri dada disertai sesak nafas. Perawat kemudian melakukan pemeriksaan auskultasi pada apex jantung untuk menghitung heart rate pasien.

Dimana titik lokasi stetoskop yang tepat untuk mendengarkan heart rate pasien?

a)

ICS I Mid-clavikula kiri

b)

ICS II Mid-clavikula kiri

c)

ICS III Mid-clavikula kiri

d)

ICS IV Mid-clavikula kiri

e)

ICS V Mid-clavikula kiri