wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

SAS PKN Kelas 7

Total questions: 63

Worksheet time: 32mins

Name
Class
Date
1.

Perubahan pertama UUD NRI Tahun 1945 berlangsung pada tahun

a)

2002

b)

2000

c)

2001

d)

1999

2.

Amandemen ke dua berlangsung pada tanggal

a)

9 November 2001

b)

  18 Agustus 2000

c)

9 November 2002

d)

  8 Agustus 2001

3.

Ketua PPKI adalah

a)

  Soepomo

b)

  Moh. Hatta

c)

  Ir. Soekarno

d)

  Dr. Radjiman Widyodiningrat

4.

Panitia kecil beranggotakan

a)

9 orang

b)

8 orang

c)

7 orang

d)

6 orang

5.

Sistematikan UUD NRI 1945 yang dapat diamandemen yaitu

a)

pembukaan

b)

bentuk negara

c)

batang tubuh

d)

preambule

6.

Amandemen ketiga berlangsung pada masa kepemimpinan

a)

Ir. Soekarno

b)

B.J. Habibie

c)

Megawati

d)

  Abdurahman Wahid

7.

Kepala negara dan kepala pemerintahan di Indonesia dijabat oleh

a)

DPR

b)

MPR

c)

Presiden

d)

DPD

8.

Negara Indonesia adalah negara kesatuan yang berbentuk republik. Pernyataan tersebut ditegaskan dalam UUD NRI Tahun 1945

a)

  Pasal 1 ayat 3

b)

Pasal 1 ayat 2

c)

Pasal 1 ayat 1

d)

A.  Pasal 1 Ayat 4

9.

Berikut ini merupakan salah satu wilayah Indonesia yang berada di wilayah barat yaitu

a)

Sulawesi

b)

NTT

c)

Bali

d)

Maluku

10.

Wilayah dengan kondisi penduduk yang kurang padat, serta banyak kegiatan pertaniannya disebut dengan daerah

a)

kota

b)

pesawahan

c)

pedesaan

d)

pegunungan

11.

Bersikap mandiri, merupakan salah satu menguatkan persatuan dan kesatuan dalam lingkungan

a)

sekolah

b)

keluarga

c)

masyarakat

d)

negara

12.

Tindakan menyebarluaskan berita hoax merupakan salah satu tindakan perpecahan dalam lingkungan

a)

sekolah

b)

keluarga

c)

masyarakat

d)

negara

13.

Pembahasan berkaitan penetapan wilayah negara berlangsung pada sidang

a)

BPUPK

b)

PPKI

c)

Panitia kecil

d)

kemerdekaan

14.

Diakuinya negara lain, merupakan syarat berdirinya negara yang disebut dengan

a)

De Jure

b)

De Facto

c)

koordinasi

d)

koalisi

15.

Batas wilayah Indonesia bagian Selatan yaitu

a)

Papua

b)

Samudra Hindia

c)

Samudra Pasifik

d)

Malaysia

16.

Salah satu ciri negara kesatuan yaitu memiliki satu badan perwakilan yang mewakili seluruh rakyat, berikut ini salah satu lembaga perwakilan yang mewakili seluruh rakyat di Indonesia adalah

a)

MA

b)

KY

c)

Presiden

d)

DPD

17.

Kondisi masyarakat ketika masa kerajaan Tarumanegara menunjukan keadaan masyarakat dalam keadaan damai dan makmur. Hal tersebut menandakan bahwa nilai Pancasila telah tercermin dalam kehidupan masyarakat khususnya nilai

a)

Ketuhanan

b)

Persatuan

c)

Kemanusiaan

d)

Keadilan sosial

18.

Puncak masa kebangkitan nasional ditandai dengan peristiwa para pemuda bersumpah untuk “bertumpah darah, berbangsa, dan berbahasa yang satu, yakni Indonesia.” Peristiwa tersebut dikenal dengan

a)

Sumpah palapa

b)

Sumpah pemuda

c)

Sumpah anak muda

d)

Sumpah bersama

19.

Membuat rencana atau menyiapkan segala hal yang diperlukan untuk menjadikan Indonesia merdeka, merupakan tugas dari badan

a)

BPUPK

b)

PPKI

c)

Panitia kecil

d)

Panitia sembilan

20.

Tanggal 29 April 1945 merupakan tanggal berdirinya

a)

PPKI

b)

BPUPK

c)

Panitia kecil

d)

Panitia sembilan

21.

Hari lahirnya Pancasila diperingati pada tanggal

a)

10 November

b)

17 Agustus

c)

  18 Agustus

d)

  1 Juni

22.

Panitia yang menampung hasil rumusan pidato terkait dasar negara yaitu

a)

PPKI

b)

BPUPK

c)

Panitia kecil

d)

Panitia sembilan

23.

Pada tanggal berapa Soepomo menyampaikan rumusan pidato dasar negara

a)

  1 Juni 1945

b)

29 Mei 1945

c)

31 Mei 1945

d)

30 Mei 1945

24.

Bentuk negara Indonesia adalah negara

a)

Kesatuan

b)

Republik

c)

kerajaan

d)

presidensial

25.

Hasil pelaksanaan sidang pertama BPUPK yaitu berkaitan dengan proses

a)

Rancangan dasar hukum negara

b)

  Rancangan dasar negara

c)

Rancangan undang-undang

d)

Rancangan landasan konstitusi negara

26.

Sistematika dalam UUD NRI Tahun 1945 yang tidak dapat dirubah yaitu

a)

  Aturan Peralihan

b)

Aturan tambahan

c)

  Batang tubuh

d)

  Pembukaan

27.

Berapa jumlah pasal dalam UUD NRI Tahun 1945 setelah dilakukan amandemen

a)

16

b)

17

c)

37

d)

194

28.

      Berapa kali UUD NRI 1945 mengalami amandemen?

a)

2

b)

3

c)

4

d)

5

29.

Lembaga negara yang berwenang mengamademen UUD NRI Tahun 1945 adalah

a)

DPR

b)

MPR

c)

DPD

d)

DPRD

30.

   Sebagai manusia yang cerdas dan berakal, maka kita wajib mendahulukan… terlebih dahulu

a)

hak

b)

norma

c)

kewajiban

d)

kepentingan

31.

Mengucapkan salam kepada guru merupakan contoh penerapan norma

a)

norma sosial

b)

norma agama

c)

norma sosial

d)

norma hukum

32.

UUD NRI Tahun 1945 disebut juga dengan landasan

a)

idiil

b)

konstitusi

c)

dasar

d)

bermasyarakat

33.

Perumusan UUD NRI Tahun 1945 berlangsung pada sidang

a)

BPUPK

b)

PPKI

c)

panitia kecil

d)

kemerdekaan

34.

Tanggal berapa proses pengesahan dasar hukum negara Indonesia

a)

17 Agustus 1945

b)

18 Agustus 1945

c)

16 Agustus 1945

d)

  15 Agustus 1945

35.

Untuk mengatur kehidupan masyarakat agar kehidupan berlangsung secar teratur, damai dan aman maka diperlukan adanya sebuah…. untuk mengatur kehidupan masyarakat

a)

hukuman

b)

jadwal

c)

norma

d)

undang-undang

36.

Setiap manusia dikaruniai hati Nurani oleh Tuhan agar dapat membedakan perbuatan baik dan buru, anugerah tersebut menjadi sumber lahirnya norma

a)

agama

b)

sosial

c)

susila

d)

hukum

37.

Aturan yang bersumber pada aturan bernegara guna mengatur tingkah laku warga negara disebut dengan norma

a)

norma sosial

b)

norma agama

c)

norma susila

d)

norma hukum

38.

Aturan yang dijadikan sebagai pedoman dalam bertingkah laku di masyarakat disebut dengan

a)

norma sosial

b)

norma agama

c)

norma sosila

d)

norma hukum

39.

Sebutkan 3 contoh penerapan upaya persatuan dalam lingkungan bangsa dan negara

(a)  

40.

    Mengapa Indonesia memilih bentuk negara kesatuan?

(a)  

41.

Jelaskan 3 (tiga) akibat pelanggaran terhadap norma bagi masyarakat.

(a)  

42.

Buatlah sistematika UUD NRI Tahun 1945

(a)  

43.

   Indonesia merupakan bangsa yang beragam dari suku, etnis, agama, Bahasa dan budaya. Dengan adanya keberagaman ini menjadi kekayaan dan keindahan bagi bangsa kita. Oleh karena itu masyarakat kita wajib memiliki sifat nasionalisme dan terus mendorong keberagaman tersebut menjadi kekuatan menjadi persatuan dan kesatuan guna mewujudkan Indonesia menjadi lebih baik lagi. Dalam mewujudkan sikap nasionalisme dibutuhkan adanya sikap toleransi. Berilah pendapat saudara terkait contoh sikap toleransi berdasarkan uraian diatas.

(a)  

44.

1. Indonesia merupakan negara kepulauan yang penuh dengan kekayaan serta keragaman budaya, suku, bangsa, kepercayaan, agama, Bahasa  daerah dan masih banyaklainnya. Meskipun dengan keberagaman budaya Indonesia tetaplah sesuai dengan semboyangnya Bhinneka TunggalIka yang artinya…

a)

Satu tetap berbeda

b)

Berbeda-beda tetapi bersatu jua

c)

Berbeda-beda tetapi bersama jua

d)

Berbeda-beda tapi teteap satu jua

45.

2. Keberagaman yang ada di Indonesia bukan hanya dari segi agama dan kepercayaan melainkan terdiri dari beberapa macam diantaranya  keberagaman suku, budaya, ras dan lain. Nah keberagaman yang berdasarkan ciri fisik dan garis keturunan disebut…

a)

Keberagaman budaya

b)

Keberagaman suku

c)

Keberagaman etnis

d)

Keberagaman Ras

46.

 3. Upacara adat pada gambar berikut berasal dari …

a)

Bandung

b)

Bali

c)

Makassar

d)

Jawa

47.

Perhatikan wacana berikut untuk menjawab soal nomor 4!

SEJARAH BHINNEKA TUNGGAL IKA

Negara Indonesia memiliki lambang negara berupa burung Garuda dengan perisai yang berisikan Pancasila. Di bawah lambang tertulis semboyan negara di atas pita putih yang dicengkram oleh cakar burung Garuda. Menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No 66 tahun 1951 tentang Lambang Negara, semboyan tersebut ditulis dalam bahasa Jawa kuno yang berbunyi “Bhinneka Tunggal Ika” dengan arti berbeda-beda tetapi tetap satu jua. Sejarah Bhinneka Tunggal Ika Sejarah semboyan bangsa Indonesia Bhinneka Tunggal Ika dimulai sekitar abad ke-14 pada masa Kerajaan Majapahit. Semboyan Bhinneka Tunggal Ika terdapat dalam kitab kakawin Sutasoma Majapahit yang tersohor yaitu Hayam Wuruk. Dalam kakawin Sutasoma, Mpu Tantular membuat kita tersebut sebagai titik temu agama-agama yang berbeda di Nusantara. Kakawin mpu tantular mengajarkan toleransi antar agama dan menjadi ajaran yang dianut oleh pemeluk agama Hindu dan Buddha. Frasa Bhinneka Tunggal Ika dimuat dalam tulisan berjudul Verspreide Geschriften yang dtulis oleh seorang orientalis ahli bahasa Belanda bernama Johan Hendrik Casper Kern. Tulisan Hendrik Kern tersebut dibaca oleh Mohammad Yamin sekitar tujuh abad setelah kakawin Sutasoma dibuat. Moh Yamin kemudian membawa frasa tersebut pada sidang BPUPKI pertama (29 Mei hingga 1 Juni 1945). Dilansir dari situs resmi Republik Indonesia, Moh Yamin menyebut frasa Bhinneka Tunggal Ika, lalu I Gusti Bagus Sugriwa sontak meneruskan frasa tersebut dengan “Tan hana dharma mangrwa” yang berarti tidak ada kerancuan dalam kebenaran. Menurut Mohammad Hatta, semboyan Bhinneka Tunggal Ika juga diusulkan oleh Soekarno saat perancangan simbol negara Garuda Pancasila. Semboyan Bhinneka Tunggal Ika kemudian dimasukkan ke dalam Garuda Pancasila. Dilansir dari Ditjen Kebudayaan Republik Indonesia, lambang negara dirancang oleh Sultan Hamid II atau Syarif Abdul Hamid Alkadrie dan diumumkan ke publik pada tanggal 15 febuari 1950. Semboyan Bhinneka Tunggal Ika dianggap mewakili pandangan negara Indonesia dan dapat memperteguh kedaulatan bangsa. Menyatukan masyarakat Indonesia yang berbeda-beda menjadi satu kedaulatan negara Indonesia tanpa adanya diskriminasi.Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Sejarah Bhinneka Tunggal Ika", Klik untuk baca: https://www.kompas.com/skola/read/2021/04/28/180743569/sejarah-bhinneka-tunggal-ika.Penulis :Silmi Nurul UtamiEditor : Serafica Gischa

4. Setelah membaca artikel diatas  jelaska secara singkat mengenai sejarah bhinneka tunggal ika ?

4 lines
48.

Perhatikan wacana berikut untuk menjawab soal nomor 5!

SEJARAH BHINNEKA TUNGGAL IKA

Negara Indonesia memiliki lambang negara berupa burung Garuda dengan perisai yang berisikan Pancasila. Di bawah lambang tertulis semboyan negara di atas pita putih yang dicengkram oleh cakar burung Garuda. Menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No 66 tahun 1951 tentang Lambang Negara, semboyan tersebut ditulis dalam bahasa Jawa kuno yang berbunyi “Bhinneka Tunggal Ika” dengan arti berbeda-beda tetapi tetap satu jua. Sejarah Bhinneka Tunggal Ika Sejarah semboyan bangsa Indonesia Bhinneka Tunggal Ika dimulai sekitar abad ke-14 pada masa Kerajaan Majapahit. Semboyan Bhinneka Tunggal Ika terdapat dalam kitab kakawin Sutasoma Majapahit yang tersohor yaitu Hayam Wuruk. Dalam kakawin Sutasoma, Mpu Tantular membuat kita tersebut sebagai titik temu agama-agama yang berbeda di Nusantara. Kakawin mpu tantular mengajarkan toleransi antar agama dan menjadi ajaran yang dianut oleh pemeluk agama Hindu dan Buddha. Frasa Bhinneka Tunggal Ika dimuat dalam tulisan berjudul Verspreide Geschriften yang dtulis oleh seorang orientalis ahli bahasa Belanda bernama Johan Hendrik Casper Kern. Tulisan Hendrik Kern tersebut dibaca oleh Mohammad Yamin sekitar tujuh abad setelah kakawin Sutasoma dibuat. Moh Yamin kemudian membawa frasa tersebut pada sidang BPUPKI pertama (29 Mei hingga 1 Juni 1945). Dilansir dari situs resmi Republik Indonesia, Moh Yamin menyebut frasa Bhinneka Tunggal Ika, lalu I Gusti Bagus Sugriwa sontak meneruskan frasa tersebut dengan “Tan hana dharma mangrwa” yang berarti tidak ada kerancuan dalam kebenaran. Menurut Mohammad Hatta, semboyan Bhinneka Tunggal Ika juga diusulkan oleh Soekarno saat perancangan simbol negara Garuda Pancasila. Semboyan Bhinneka Tunggal Ika kemudian dimasukkan ke dalam Garuda Pancasila. Dilansir dari Ditjen Kebudayaan Republik Indonesia, lambang negara dirancang oleh Sultan Hamid II atau Syarif Abdul Hamid Alkadrie dan diumumkan ke publik pada tanggal 15 febuari 1950. Semboyan Bhinneka Tunggal Ika dianggap mewakili pandangan negara Indonesia dan dapat memperteguh kedaulatan bangsa. Menyatukan masyarakat Indonesia yang berbeda-beda menjadi satu kedaulatan negara Indonesia tanpa adanya diskriminasi.Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Sejarah Bhinneka Tunggal Ika", Klik untuk baca: https://www.kompas.com/skola/read/2021/04/28/180743569/sejarah-bhinneka-tunggal-ika.Penulis :Silmi Nurul UtamiEditor : Serafica Gischa

5. Siapa yang merancang lambang negara tersebut?

4 lines
49.

Perhatikan wacana berikut untuk menjawab soal nomor 6!

SEJARAH BHINNEKA TUNGGAL IKA

Negara Indonesia memiliki lambang negara berupa burung Garuda dengan perisai yang berisikan Pancasila. Di bawah lambang tertulis semboyan negara di atas pita putih yang dicengkram oleh cakar burung Garuda. Menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No 66 tahun 1951 tentang Lambang Negara, semboyan tersebut ditulis dalam bahasa Jawa kuno yang berbunyi “Bhinneka Tunggal Ika” dengan arti berbeda-beda tetapi tetap satu jua. Sejarah Bhinneka Tunggal Ika Sejarah semboyan bangsa Indonesia Bhinneka Tunggal Ika dimulai sekitar abad ke-14 pada masa Kerajaan Majapahit. Semboyan Bhinneka Tunggal Ika terdapat dalam kitab kakawin Sutasoma Majapahit yang tersohor yaitu Hayam Wuruk. Dalam kakawin Sutasoma, Mpu Tantular membuat kita tersebut sebagai titik temu agama-agama yang berbeda di Nusantara. Kakawin mpu tantular mengajarkan toleransi antar agama dan menjadi ajaran yang dianut oleh pemeluk agama Hindu dan Buddha. Frasa Bhinneka Tunggal Ika dimuat dalam tulisan berjudul Verspreide Geschriften yang dtulis oleh seorang orientalis ahli bahasa Belanda bernama Johan Hendrik Casper Kern. Tulisan Hendrik Kern tersebut dibaca oleh Mohammad Yamin sekitar tujuh abad setelah kakawin Sutasoma dibuat. Moh Yamin kemudian membawa frasa tersebut pada sidang BPUPKI pertama (29 Mei hingga 1 Juni 1945). Dilansir dari situs resmi Republik Indonesia, Moh Yamin menyebut frasa Bhinneka Tunggal Ika, lalu I Gusti Bagus Sugriwa sontak meneruskan frasa tersebut dengan “Tan hana dharma mangrwa” yang berarti tidak ada kerancuan dalam kebenaran. Menurut Mohammad Hatta, semboyan Bhinneka Tunggal Ika juga diusulkan oleh Soekarno saat perancangan simbol negara Garuda Pancasila. Semboyan Bhinneka Tunggal Ika kemudian dimasukkan ke dalam Garuda Pancasila. Dilansir dari Ditjen Kebudayaan Republik Indonesia, lambang negara dirancang oleh Sultan Hamid II atau Syarif Abdul Hamid Alkadrie dan diumumkan ke publik pada tanggal 15 febuari 1950. Semboyan Bhinneka Tunggal Ika dianggap mewakili pandangan negara Indonesia dan dapat memperteguh kedaulatan bangsa. Menyatukan masyarakat Indonesia yang berbeda-beda menjadi satu kedaulatan negara Indonesia tanpa adanya diskriminasi.Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Sejarah Bhinneka Tunggal Ika", Klik untuk baca: https://www.kompas.com/skola/read/2021/04/28/180743569/sejarah-bhinneka-tunggal-ika.Penulis :Silmi Nurul UtamiEditor : Serafica Gischa

6. Apa fungsi dari semboyang Bhinneka Tunggal IKa?

4 lines
50.

7. Bangsa Indonesia selalu berupaya mewujudkan masyarakat multicultural yang menghargai semboyang Bhinneka Tungga Ika. Adapun sikap yang perlu dikembanglan untuk mewujudkan semboyang tersebut adalah…

a)

Menilai budaya secara subyektif

b)

Menganggap budaya sendiri paling baik dan benar

c)

Menerima dan menghargai perbedaan kebudayaan

d)

Mengutamakan pemimpin yang berasal dari golongan sendiri

51.

8. (1) Letak strategis wilayah Indonesia

    (2) Kondisi negara kepulauan

    (3) Perbedan kondisi alam

    (4) Pendididkan penduduk

Yang termasuk faktor penyebab keberagaman suku dan budaya di Indonesia ditunjukkan oleh nomor..

a)

1,2 dan 3

b)

1,2 dan 4

c)

2,3 dan 4

d)

1,3 dan 4

52.

9. Bagi seorang pelajar dan memiliki semangat kebangsaan dalam mempertahankan keberagaman budaya bangsa Indonesia dilaksanakan dengan, kecuali…

a)

Menguasai satu seni budaya sesuai dengan minat dan kesenangannya

b)

Merasa bangga terhadap budaya bangsa sendiri

c)

Menyingkirkan budaya asing yang masuk ke dalam budaya Indonesia

d)

Budaya asing yang masuk ke Indonesia

53.

Perhatikan wacana berikut untuk menjawab soal nomor 10!

Indonesia adalah negara kepulauan yang memiliki Keragaman budaya, ras, suku bangsa, kepercayaan, agama, dan bahasa. Sesuai semboyang Bhineka Tunggal Ika, maka meskipun memiliki Keragaman budaya, Indonesia tetap satu.

Keragaman yang ada di Indonesia adalah kekayaan dan keindahan bangsa Indonesia. Untuk itu pemerintah akan terus mendorong keragaman tersebut menjadi suatu kesatuan untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan nasional menuju indonesia yang lebih baik.

10. Apasih pentingnya kita memepelajari keberagaman Indonesia?

4 lines
54.

Perhatikan wacana berikut untuk menjawab soal nomor 11!

Indonesia adalah negara kepulauan yang memiliki Keragaman budaya, ras, suku bangsa, kepercayaan, agama, dan bahasa. Sesuai semboyang Bhineka Tunggal Ika, maka meskipun memiliki Keragaman budaya, Indonesia tetap satu.

Keragaman yang ada di Indonesia adalah kekayaan dan keindahan bangsa Indonesia. Untuk itu pemerintah akan terus mendorong keragaman tersebut menjadi suatu kesatuan untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan nasional menuju indonesia yang lebih baik.

11. Sebutkan keberagaman yang ada di Indonesia?

4 lines
55.

Perhatikan wacana berikut untuk menjawab soal nomor 12!

Indonesia adalah negara kepulauan yang memiliki Keragaman budaya, ras, suku bangsa, kepercayaan, agama, dan bahasa. Sesuai semboyang Bhineka Tunggal Ika, maka meskipun memiliki Keragaman budaya, Indonesia tetap satu.

Keragaman yang ada di Indonesia adalah kekayaan dan keindahan bangsa Indonesia. Untuk itu pemerintah akan terus mendorong keragaman tersebut menjadi suatu kesatuan untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan nasional menuju indonesia yang lebih baik.

12. Degan adanya keberagaman yang menyebabkan terjadinya perbedaan baik dari segi agama maupun ras, apa yang harus dilakukan agar bangsa Indonesia tetap satu?

4 lines
56.

13. Manusia merupakan makhluk hidup yang selalu berinteraksi dengan sesame, tidak dapat hidup sendiri dan sangat membutuhkan peran orang lain hal inilah yang menguatka bahwa manusia adalah  makhluk…

a)

Individual

b)

Pribadi

c)

Sosial

d)

Humanis

57.

14. Perhatikan pernyataan berikut

     (1) Mempererat rasa kekeluargaan

     (2) Menghindari adanya perbedaan di masyarakat

     (3) Menyelesaikan masalah secara bersama-sama

     (4) Menghilangkan hubungan saling ketergantungan

Tujuan gotong royong ditunjukkan oleh nomor..

a)

1 dan 2

b)

1 dan 3

c)

2 dan 3

d)

2 dan 4

58.

15. Perhatikan pernyataan berikut

     (1) Sikap mementingkan diri sendiri diatas kepentingan umum

     (2) Perkembangan zaman yang meneyebabkan masyarakat semakin beragam

     (3) Masuknya budaya asing yang tidak sesuai dengan nilai-nilai budaya Indonesia

     (4) Adanya kemajuan di berbagai bidang kehidupan yang menuntut setiap orang untuk meneyesuaikan diri

     (5) Berkembangnya sikap materialistis yang selalu menilai segala sesuatu berdasarkan kebendaan (harta dan uang)

Faktor penyebab memudarnya gotong royong di masyarakat ditujukan oleh nomor…

a)

1,3 dan 5

b)

1,2 dan 3

c)

2,4 dan 5

d)

1,3 dan 5

59.

Perhatikan wacana berikut untuk menjawab soal nomor 16!

GOTONG ROYONG

Gotong royong merupakan satu di antara ciri khas dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Secara garis besar, gotong royong tertuang dalam Pancasila yaitu sila ketiga 'Persatuan Indonesia'.Gotong royong sudah mendarah daging, bahkan menjadi kepribadian bangsa dan merupakan budaya yang telah berakar kuat dalam kehidupan masyarakat. Sebagai bagian dari kehidupan bermasyarakat, hampir seluruh daerah di Indonesia menanamkan nilai gotong royong. Gotong royong berasal dari kata 'gotong' yang berarti bekerja, dan 'royong' yang berarti bersama. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), gotong royong mempunyai arti bekerja bersama-sama (tolong-menolong, bantu-membantu) di antara anggota-anggota suatu komunitas. Menurut ahli bernama Sakjoyo dan Pujiwati Sakjoyo, gotong royong merupakan adat istiadat tolong-menolong antara warga dalam berbagai macam lapangan aktivitas sosial, baik berdasarkan hubungan tetangga kekerabatan yang berdasarkan efisien yang sifatnya praktis dan ada pula aktivitas kerja sama yang lain. Gotong royong dapat dilakukan di mana saja. Berikut ini beberapa contoh gotong royong yang dapat dilakukan, yaitu Membersihkan kelas bersama-sama, Mengerjakan kegiatan kerja bakti seperti membersihkan halaman sekolah bersama-sama,  Mengerjakan tugas kelompok bersama-sama secara adil.Sampai saat ini, gotong royong masih melekat dalam masyarakat. Perilaku gotong royong bukan hanya tentang menyelesaikan pekerjaan, tetapi sekaligus untuk mempererat hubungan masyarakat.

16. Apa manfaat dari gotong royong>

4 lines
60.

Perhatikan wacana berikut untuk menjawab soal nomor 17!

GOTONG ROYONG

Gotong royong merupakan satu di antara ciri khas dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Secara garis besar, gotong royong tertuang dalam Pancasila yaitu sila ketiga 'Persatuan Indonesia'.Gotong royong sudah mendarah daging, bahkan menjadi kepribadian bangsa dan merupakan budaya yang telah berakar kuat dalam kehidupan masyarakat. Sebagai bagian dari kehidupan bermasyarakat, hampir seluruh daerah di Indonesia menanamkan nilai gotong royong. Gotong royong berasal dari kata 'gotong' yang berarti bekerja, dan 'royong' yang berarti bersama. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), gotong royong mempunyai arti bekerja bersama-sama (tolong-menolong, bantu-membantu) di antara anggota-anggota suatu komunitas. Menurut ahli bernama Sakjoyo dan Pujiwati Sakjoyo, gotong royong merupakan adat istiadat tolong-menolong antara warga dalam berbagai macam lapangan aktivitas sosial, baik berdasarkan hubungan tetangga kekerabatan yang berdasarkan efisien yang sifatnya praktis dan ada pula aktivitas kerja sama yang lain. Gotong royong dapat dilakukan di mana saja. Berikut ini beberapa contoh gotong royong yang dapat dilakukan, yaitu Membersihkan kelas bersama-sama, Mengerjakan kegiatan kerja bakti seperti membersihkan halaman sekolah bersama-sama,  Mengerjakan tugas kelompok bersama-sama secara adil.Sampai saat ini, gotong royong masih melekat dalam masyarakat. Perilaku gotong royong bukan hanya tentang menyelesaikan pekerjaan, tetapi sekaligus untuk mempererat hubungan masyarakat.

17. Sebutkan nilai-nilai yang terkandung dalam gotong royong?

4 lines
61.

Perhatikan wacana berikut untuk menjawab soal nomor 18!

GOTONG ROYONG

Gotong royong merupakan satu di antara ciri khas dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Secara garis besar, gotong royong tertuang dalam Pancasila yaitu sila ketiga 'Persatuan Indonesia'.Gotong royong sudah mendarah daging, bahkan menjadi kepribadian bangsa dan merupakan budaya yang telah berakar kuat dalam kehidupan masyarakat. Sebagai bagian dari kehidupan bermasyarakat, hampir seluruh daerah di Indonesia menanamkan nilai gotong royong. Gotong royong berasal dari kata 'gotong' yang berarti bekerja, dan 'royong' yang berarti bersama. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), gotong royong mempunyai arti bekerja bersama-sama (tolong-menolong, bantu-membantu) di antara anggota-anggota suatu komunitas. Menurut ahli bernama Sakjoyo dan Pujiwati Sakjoyo, gotong royong merupakan adat istiadat tolong-menolong antara warga dalam berbagai macam lapangan aktivitas sosial, baik berdasarkan hubungan tetangga kekerabatan yang berdasarkan efisien yang sifatnya praktis dan ada pula aktivitas kerja sama yang lain. Gotong royong dapat dilakukan di mana saja. Berikut ini beberapa contoh gotong royong yang dapat dilakukan, yaitu Membersihkan kelas bersama-sama, Mengerjakan kegiatan kerja bakti seperti membersihkan halaman sekolah bersama-sama,  Mengerjakan tugas kelompok bersama-sama secara adil.Sampai saat ini, gotong royong masih melekat dalam masyarakat. Perilaku gotong royong bukan hanya tentang menyelesaikan pekerjaan, tetapi sekaligus untuk mempererat hubungan masyarakat.

18. Bagaimana karakter seseorang yang sering ikut gotong royong?

4 lines
62.

19. Tarik sebuah garis untuk menghubungkan norma dengan contohnya19.

63.

20. Melakukann ronda (siskamling) pada malam hari demi menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan merupakan Kerjasama dalam lingkungan masyarakat

a)

Benar

b)

Salah