Font size
WorksheetsIslam dan Moderasi Beragama
Total questions: 71
Worksheet time: 1hrs 15mins
1. Perhatikan Q.S. Al-Hujurat ayat 13 berikut ini!
يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَاۤىِٕلَ لِتَعَارَفُوْا ۚ اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْ ۗاِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ
Pada penggalan ayat yang bergaris bawah di atas memiliki arti “ Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.". Asbabun Nuzul ayat ini berkaitan dengan peristiwa yang sangat erat dengan sikap moderasi dalam beragama, yaitu perbedaan suku, ras, bangsa tidak menjadi alasan untuk tidak saling menghormati.
Berikut ini peristiwa yang menyebabkan ayat ini turun adalah ....
Bilal bin Rabah naik ke atas Ka'bah dan menyerukan azan pada peristiwa fathul Makkah
Muadz bin jabal dikirim ke Yaman untuk berdakwah oleh rasulullah SAW
Abdurahman bin Auf menginfakkan hasil perniagaannya untuk penduduk Madinah
Rasulullah SAW berhijrah dari Makkah menuju Madinah
Utsman bin Affan membeli sumur dari seorang Yahudi
1. Perhatikan Q.S. Al-Baqarah 256 berikut ini !
لَا إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ ۖ قَدْ تَبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ ۚ فَمَنْ يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِنْ بِاللَّهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَىٰ لَا انْفِصَامَ لَهَا ۗ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ
Pada penggalan ayat yang bergaris bawah di atas memiliki arti “ tidak ada paksaan dalam agama”. Kesimpulan ungkapan tersebut memiliki makna....
Agama tidak boleh memaksa pemeluknya untuk beribadah
Dalam beragama asas kebebasan sangat dijunjung tinggi
Kebebasan seseorang dalam beragama terikat dengan kebebasan beragama orang lain
Tidak ada unsur pemaksaan untuk memeluk agama Islam
Setiap agama tidak memaksa pemeluknya
Kata moderasi berasal dari bahasa latin moderatio, yang berarti ke- sedang-an (tidak berlebihan dan tidak kekurangan). Lantas, yang dimaksud dengan moderasi beragama, yaitu sebagai berikut ...
Taklid
Ekstream
mengedepankan keseimbangan dalam hal keyakinan
mengedepankan kesepakatan golongan dalam hal keyakinan
Berlebih-lebihan
Menggambarkan watak Islam adalah moderat dalam hal bertindak, dan kesimbangan dalam segala urusan yang baik tindakan, ucapan atau pikiran. Hal berikut merupakan penjelasan dari ...
Keimanan
Moderasi beragama
Syari’at Islam
Kerukunan beragama
Ekstrimisme beragama
Yang akan menggambarkan bahwa seseorang itu moderat dalam beragama mencakup empat indikator berikut ini, kecuali ...
Komitmen kebangsaan
Toleransi
Anti- kekerasan
Humanisme
Penerimaan Terhadap Budaya
Moderasi beragama merupakan sesuatu yang kontradiktif dengan paham radikalisme beragama. Karena pemahaman yang tidak menyeluruh tentang Islam dalam konteks radix atau akar tadi, menimbulkan pemahaman yang keliru tentang Islam. Pengertian dari radikalisme yang tepat yaitu ...
Gejala umum yang bisa terjadi dalam suatu masyarakat yang ditandai oleh tindakan-tindakan keras, ekstrim, dan anarkis sebagai wujud penolakan terhadap gejala yang dihadapi.
kemampuan untuk berpikir dan bertindak sesuai dengan mata hati (conscience) dan determinasi
sebuah ideologi, pandangan filsafat, dan tradisi politik yang didasarkan pada pemahaman bahwa kebebasan dan persamaan hak adalah nilai politik yang utama
keyakinan (kepercayaan) yang terlalu kuat terhadap ajaran (politik, agama, dan sebagainya)
Sebuah sikap menerima atau menghormati pandangan atau tindakan orang lain, sekalipun pandangan atau tindakan itu belum tentu disetujuinya.
Berikut ini merupakan ciri-ciri radikalisme beragama, kecuali ...
Mengklaim kebenaran tunggal dan menyesatkan kelompok lain yang tak sependapat
Berlebihan dalam beragama yang tidak pada tempatnya
Individu ataupun kelompok sosial terjamin hak-haknya sebagai manusia yang merdeka dan bermartabat
Kasar dalam berinteraksi, keras dalam berbicara dan emosional dalam berdakwah
Mudah mengkafirkan orang lain yang berbeda pendapat
Penangkalan dengan mengajarkan pencerahan kepada masyarakat tentang paham radikal beragama, sehingga tidak terjadi pembiaran berkembangnya paham radikal beragama, hal ini merupakan pengertian dari salah satu pencegahan radikalisme beragama yang disebut dengan ...
Rehabilitasi
Reedukasi
Resosialisasi
Pembinaan wawasan kebangsaan
Pembinaan keagamaan
Islam memiliki konsep kehidupan yaitu Islam rahmatan lil alamin, yaitu ...
Ajaran Islam yang mendasar dan sekaligus menegakkan keseimbangan dalam penciptaan dan kesatuan kehidupan
Mencintai tanah air sebagian dari iman
Islam yang memberikan kedamaian dan menyebarkan nilai kasih sayang kepada seluruh alam
Ajaran Islam yang menyeluruh meliputi semua zaman, kehidupan, dan eksistensi manusia
Teladan yang baik bagi umat manusia
Berikut ini merupakan implementasi moderasi dalam level pengelola negara, antara lain ...
Kesiapan mengikuti semua petunjuk-Nya
Diberi mandat untuk memimpin dan mengelola bumi
Khalifah atau wakil Tuhan di bumi
Menciptakan kemashlahatan bersama
Menciptakan Sumber Daya Manusia yang moderat
Saat ini banyak ditemukan perumahan yang dikembangkan sebagai hunian khusus bagi kelompok agama tertentu. Perumahan ini dikembangkan dengan aturan-aturan tertentu yang diyakini sebagai wujud dari implementasi hukum agama. Dalam konteks perumahan eksklusif Muslim, Sosiolog Imam B. Prasojo menemukan fenomena perumahan yang hanya khusus bagi Muslim. Pemilik rumah di perumahan ini dilarang menjual rumah kecuali kepada orang yang beragama Islam. Di perumahan ini juga ada beberapa peraturan, di antaranya: tak ada musik; shalat harus berjemaah; mengaji harus di masjid perumahan; perempuan tidak boleh keluar malam; dsb. Terkait narasi diatas, berikut yang termasuk sikap ektrimisme beragama adalah.... .....
Senantiasa menjalankan ajaran agama yang dianutnya dengan sungguh-sungguh
Tidak mengikuti ibadah pemeluk agama lain tapi cukup menghormatinya
Tidak menyetujui adanya kezhaliman yang terjadi di masyarakat
Senantiasa mengajak kepada yang baik dan mencegah seseorang untuk melakukan keburukan
Mendakwahkan ajaran agamanya kepada pemeluk agama lain yang menolaknya
Dikisahkan bahwa suatu ketika al-Asy’ats bin Qais dan seorang Yahudi menghadap Rasulullah. Al-Asy’ats mengadu kepada Rasulullah karena tanahnya diambil seorang Yahudi tersebut. Setelah mendengar curhatan dan keluh kesah al-Asy’ats, Rasulullah tidak langsung menyalahkan seorang Yahudi dan memintanya untuk mengembalikan tanah yang diperebutkan tersebut kepada al-Asy'ats. Rasulullah malah bertanya kepada al-Asy’ats apakah dirinya memiliki bukti kepemilikan atas tanah tersebut. Al-Asy’ats mengaku tidak memilikinya. Rasulullah kemudian meminta seorang Yahudi tersebut untuk bersumpah bahwa tanah itu memang miliknya, bukan milik al-Asy’ats sebagaimana yang dituduhkan. Rupanya al-Asy’ats keberatan dengan cara Rasulullah itu. Ia mengklaim, kalau seandainya disuruh bersumpah untuk memenangkan persengketaan tanah itu maka seorang Yahudi tersebut akan melakukan hal itu dan mengambil tanahnya.
Dalam konteks moderasi beragama, sikap Rasulullah SAW dalam kisah diatas menunjukkan bahwa Rasulullah SAW memiliki sikap....
Menjunjung kemaslahatan umum
Adil
Anti kekerasan
Penghormatan terhadap tradisi
Komitmen terhadap kebangsaan
Suatu hari anak Gubernur Mesir Amr bin Ash, memukul seorang petani miskin. Sang petani tidak menerima perlakuan itu, ia kemudian protes dan menemui Umar bin Khattab seraya menuntut agar Khalifah menghukumnya dengan setimpal.
Khalifah Umar lalu memanggil Abdullah, anak Gubernur itu dan berkata kepadanya, ‘sejak kapan kamu memperbudak orang padahal ibunya melahirkan ia dalam keadaan merdeka?. Abdullah diam dalam ketakutan yang luar biasa. Umar lalu mempersilahkan petani miskin tadi untuk membalasnya.
Prilaku Umar bin Khattab pada kasus tersebut apabila dikaitkan dengan prilaku yang terjadi di lingkungan kelas adalah....
Guru memberi teguran yang sangat keras kepada siswa yang tidak disiplin di kelas
Ahmad memberi bantuan hukum kepada Fatoni yang terkena kasus pidana
Panji telah melakukan kesalahan kepada temannya, maka ia harus bersedia menerima sanksi
Maysitoh memberi kesempatan kepada Hadijah untuk meminta maaf atas kesalahannya
Bahrul Ulum tiba-tiba memukul orang yang telah melakukan penganiyaan terhadap dirinya
Diriwayatkan Imam At-Tirmizi, beliau (Rasulullah) pernah mengatakan betapa indahnya engkau wahai negeriku (Mekkah). Betapa saya sangat cinta kepadamu. Seandainya kaumku tidak mengeluarkanku darimu, tentu saya tidak akan bertempat tinggal selain dirimu,"
Ucapan itu dilontarkan Nabi Muhammad saat keluar dari Makkah seraya berlinangan air mata. Rasulullah sangat terpaksa meninggalkan negeri tempat tumpah darahnya. Prilaku Rasulullah SAW pada kisah tersebut apabila dikaitkan dengan prilaku yang terjadi di lingkungan masyarakat adalah....
Pergi keluar negeri untuk menghindari kasus hukum yang menjeratnya
Memprioritaskan barang -barang impor dari luar negeri yang sangat baik kualitasnya
Mendukung suku dan agamanya meskipun berada di pihak yang salah
Mempertentangkan antara ajaran agama yang dianutnya dan hukum yang berlaku di negaranya
Bersikap terbuka kepada seluruh anak bangsa tanpa melihat agamanya
Pandangan dan sikap keagamaan yang menonjolkan superioritas kelompok, menutup diri, dan tidak mengakui pandangan dan keberadaan kelompok lain yang berbeda keyakinan.
Peryataan diatas merupakan penegertian dari ....
Eksklusivisme beragama
Intoleransi
Ekstremisme beragama
Ekstremisme kekerasan
Terorisme
keyakinan dan/atau praktik beragama ultra-konservatif yang bertujuan meniadakan kehadiran pandangan dan keyakinan kelompok lain yang berbeda keyakinan dengan atau tanpa kekerasan.
Peryataan diatas merupakan penegertian dari ...
Eksklusivisme beragama
Intoleransi
Ekstremisme beragama
Ekstremisme kekerasan
Terorisme
Pada dasarnya semua umat beragama (dalam hal ini manusia sebagai pelaku) sangat mendambakan perdamaian, kasih sayang, cinta kasih dan hidup bahagia bersama orang-orang yang dicintainya. Secara normatif hal itu telah menjadi ajaran semua agama yang termaktub dalam teks-teks kitab suci masing- masing. Meletakkan agama sebagai salah satu varian potensi konflik adalah hal yang tidak mudah. Karena agama selalu diasosiasikan dengan ajaran yang penuh dengan nilai kedamaian dan keselamatan serta sakral. Sepanjang sejarah, agama mempunyai implikasi terhadap munculnya violence dan war. Fakta seringkali menunjukkan bahwa agama dapat dan menjadi pemicu terjadinya kekerasan. Pemeluk agama menjadi doktrin agama sebagai main drive, primum mobile dan push factor kekerasan yang mereka lakukan.
Dari narasi di atas, yang tidak termasuk faktor utama pemicu konflik antar umat beragama di era digital saat ini adalah....
Dogma (belief) yaitu perbedaan pandangan yang terjadi sangat sensitif dan rentan menimbulkan konflik
Perbedaan ritual baik internal maupun eksternal umat beragama
Perbedaan penafsiran terhadap teks suci
Pemuka agama yang otoritatif sehingga melahirkan pengikut yang fanatik
Penggunaan media sosial dalam dakwah di era digital
Bhinneka Tunggal Ika sebagai salah satu falsafah Bangsa Indonesia memang harus selalu dijaga dan diterapkan. Hal ini guna menjaga kerukunan antar umat beragama, juga suku dan ras. Salah satu hal untuk menjaga kerukunan itu ialah melalui forum diskusi dan dialog lintas agama dan budaya. Tujuan dari dialoglintas agama adalah menciptakan kedamaian dan saling menghargai antar pemeluk agama. Sehingga terwujud kenyamanan dalam mencapai kesejahteraan, peningkatan ekonomi dan kestabilan politik.
Terkait dengan narasi di atas, berikut ini yang tidak termasuk aturan dasar dalam dialog lintas agama adalah...
tujuan dialog adalah untuk belajar
tidak boleh membandingkan pemikiran ideal dengan pemikiran yang dikemukakan patner
dialog dilakukan atas dasar saling percaya
memberi kritik terhadap dirinya sendiri
tidak boleh mencoba mengalami agama patnernya
Persekutuan Gereja-gereja di Kabupaten Jayapura (PGGJ) menolak renovasi Masjid Agung Al-Aqsha di Sentani, Papua. Di antara alasannya, menara masjid itu lebih tinggi dari gereja di sekitar lokasi di Jalan Raya Abepura. Penolakan itu termuat dalam sebuah surat pernyataan mengatasnamakan PGGJ dan merinci delapan poin keberatan. Selain soal menara masjid, tujuh poin lain: pelantang suara harus diarahkan ke masjid; membatasi dakwah Islam di Jayapura; melarang anak sekolah memakai seragam "bernuansa agama tertentu"; melarang "ruang khusus seperti mushalla" pada fasilitas umum; melarang pembangunan masjid dan musala di area perumahan KPR BTN; pembangunan rumah ibadah wajib mendapatkan rekomendasi bersama PGGJ, pemerintah daerah, dan pemilik hak ulayat sesuai peraturan pemerintah; serta mendesak pemerintah provinsi dan DPR Jayapura menyusun Raperda tentang "kerukunan umat beragama" di Jayapura.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Provinsi Papua tahun 2017, pemeluk Kristen Protestan maupun Katolik berjumlah 85 persen. Sementara umat Islam berjumlah 15,12 persen dari total penduduk. Di Kabupaten Jayapura, umat Kristen berjumlah 59 persen dari total penduduk, baik Protestan maupun Katolik. Sementara umat Islam mencapai 41 persen.
Setelah melakukan analisis menggunakan iceberg analisis, yang menjadi “mental model” dari peristiwa di atas adalah....
Regulasi dan program pemerintah belum responsif
Keberagamaan isu sensitif
Trend mayoritarianisme
Kelompok masyarakat yang beragama secara ekstrim dalam berbagai bentuk
Pendidikan agama kurang memperkuat keberagamaan yang moderat
Persekutuan Gereja-gereja di Kabupaten Jayapura (PGGJ) menolak renovasi Masjid Agung Al-Aqsha di Sentani, Papua. Di antara alasannya, menara masjid itu lebih tinggi dari gereja di sekitar lokasi di Jalan Raya Abepura. Penolakan itu termuat dalam sebuah surat pernyataan mengatasnamakan PGGJ dan merinci delapan poin keberatan. Selain soal menara masjid, tujuh poin lain: pelantang suara harus diarahkan ke masjid; membatasi dakwah Islam di Jayapura; melarang anak sekolah memakai seragam "bernuansa agama tertentu"; melarang "ruang khusus seperti mushalla" pada fasilitas umum; melarang pembangunan masjid dan musala di area perumahan KPR BTN; pembangunan rumah ibadah wajib mendapatkan rekomendasi bersama PGGJ, pemerintah daerah, dan pemilik hak ulayat sesuai peraturan pemerintah; serta mendesak pemerintah provinsi dan DPR Jayapura menyusun Raperda tentang "kerukunan umat beragama" di Jayapura.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Provinsi Papua tahun 2017, pemeluk Kristen Protestan maupun Katolik berjumlah 85 persen. Sementara umat Islam berjumlah 15,12 persen dari total penduduk. Di Kabupaten Jayapura, umat Kristen berjumlah 59 persen dari total penduduk, baik Protestan maupun Katolik. Sementara umat Islam mencapai 41 persen.
Dari peristiwa yang ada pada teks di atas, dengan menggunakan iceberg analisis, yang menjadi “event” dari peristiwa di atas adalah....
Persekutuan Gereja Kabupaten Jayapura menolak renovasi Masjid Agung
Trend spiritualitas
Tokoh agama kurang mampu bersaing
Pemda mengikuti tekanan kelompok mayoritas
Masih banyak prioritas lain
Persekutuan Gereja-gereja di Kabupaten Jayapura (PGGJ) menolak renovasi Masjid Agung Al-Aqsha di Sentani, Papua. Di antara alasannya, menara masjid itu lebih tinggi dari gereja di sekitar lokasi di Jalan Raya Abepura. Penolakan itu termuat dalam sebuah surat pernyataan mengatasnamakan PGGJ dan merinci delapan poin keberatan. Selain soal menara masjid, tujuh poin lain: pelantang suara harus diarahkan ke masjid; membatasi dakwah Islam di Jayapura; melarang anak sekolah memakai seragam "bernuansa agama tertentu"; melarang "ruang khusus seperti mushalla" pada fasilitas umum; melarang pembangunan masjid dan musala di area perumahan KPR BTN; pembangunan rumah ibadah wajib mendapatkan rekomendasi bersama PGGJ, pemerintah daerah, dan pemilik hak ulayat sesuai peraturan pemerintah; serta mendesak pemerintah provinsi dan DPR Jayapura menyusun Raperda tentang "kerukunan umat beragama" di Jayapura.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Provinsi Papua tahun 2017, pemeluk Kristen Protestan maupun Katolik berjumlah 85 persen. Sementara umat Islam berjumlah 15,12 persen dari total penduduk. Di Kabupaten Jayapura, umat Kristen berjumlah 59 persen dari total penduduk, baik Protestan maupun Katolik. Sementara umat Islam mencapai 41 persen.
Setelah melakukan analisis menggunakan iceberg analisis, yang menjadi “pattern of behavior” dari peristiwa di atas adalah....
Pendidikan agama kurang memperkuat keberagamaan yang moderat
Pemda mengikuti tekanan kelompok mayoritas
Media Sosial memberikan ruang untuk pesan ekstrim
Trend mayoritarianisme
Keberagamaan isu sensitif
Persekutuan Gereja-gereja di Kabupaten Jayapura (PGGJ) menolak renovasi Masjid Agung Al-Aqsha di Sentani, Papua. Di antara alasannya, menara masjid itu lebih tinggi dari gereja di sekitar lokasi di Jalan Raya Abepura. Penolakan itu termuat dalam sebuah surat pernyataan mengatasnamakan PGGJ dan merinci delapan poin keberatan. Selain soal menara masjid, tujuh poin lain: pelantang suara harus diarahkan ke masjid; membatasi dakwah Islam di Jayapura; melarang anak sekolah memakai seragam "bernuansa agama tertentu"; melarang "ruang khusus seperti mushalla" pada fasilitas umum; melarang pembangunan masjid dan musala di area perumahan KPR BTN; pembangunan rumah ibadah wajib mendapatkan rekomendasi bersama PGGJ, pemerintah daerah, dan pemilik hak ulayat sesuai peraturan pemerintah; serta mendesak pemerintah provinsi dan DPR Jayapura menyusun Raperda tentang "kerukunan umat beragama" di Jayapura.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Provinsi Papua tahun 2017, pemeluk Kristen Protestan maupun Katolik berjumlah 85 persen. Sementara umat Islam berjumlah 15,12 persen dari total penduduk. Di Kabupaten Jayapura, umat Kristen berjumlah 59 persen dari total penduduk, baik Protestan maupun Katolik. Sementara umat Islam mencapai 41 persen.
Setelah melakukan analisis menggunakan iceberg analisis, yang menjadi “system structure” dari peristiwa di atas adalah....
Trend spiritualitas
Masih banyak prioritas lain
Regulasi dan program pemerintah belum responsif
Beragama secara instan
Takut didemo
Spanduk penolakan itu terpampang di tembok pinggir Jalan Kolonel Ahmad Syam, Kompleks IPB Baranangsiang IV. Isinya, pernyataan warga plus tokoh masyarakat Bogor Utara yang menolak pembangunan Masjid Imam Ahmad bin Hanbal di wilayah mereka di Kelurahan Tanah Baru. Alasannya, pihak masjid tidak melakukan sosialisasi atas rencana renovasi masjid itu. Setidaknya ada empat spanduk penolakan di dekat pembangunan masjid.
Di balik penolakan, ada sentimen keyakinan yang menyinggung warga ketika masjid itu menyiarkan dakwah. Warga kerap dinyatakan bid’ah karena melakukan kegiatan maulid Nabi, salawat, dan tawasul. “Menolak dengan tegas pembangunan dan keberadaan masjid Imam Ahmad bin Hanbal” tulis warga. “Sampai Kapan pun”. Muara penolakan bermula dari dakwah masjid Imam Ahmad bin Hanbal. Warga yang kebanyakan kaum Nahdliyin merasa tersinggung dengan isi dakwah yang kerap menyerempet akidah yang selama ini dijalani warga. Apalagi kebanyakan warga Bogor Utara sering melakukan tradisi maulidan termasuk ziarah kubur dan tawasulan. Alasan kebanyakan warga menolak masjid karena tidak menerima akidah mereka dinyatakan bid’ah. Dakwah salafi dari masjid tersebut bikin banyak warga tersinggung lantaran tradisi keagamaan warga kerap dianggap tidak sesuai dengan Alquran dan hadis. Menyimpan masalah sejak awal, Masjid Imam Ahmad bin Hanbal sudah 16 tahun berdiri di wilayah lingkungan RT 05/ RW 10 itu. Ketika pertama berdiri, warga juga sempat menyuarakan penolakan. Namun, belakangan sikap warga menjadi cair. Warga dan tokoh masyarakat memberikan izin berdirinya masjid tersebut atas dasar kesepakatan. Salah satu poin kesepakatan itu: dakwah masjid tidak menyenggol akidah yang selama ini dijalani warga, yakni tahlilan, ziarah kubur termasuk juga maulid nabi—tradisi keagamaan yang melekat pada kalangan Nahdlatul Ulama.
Masalah menjadi sensitif ketika ada rencana renovasi masjid pada Maret 2016. Masjid lama, yang dibangun pada 2001, dirobohkan untuk dibangun empat lantai. Momentum ini menjadi pengungkit warga yang sudah gelisah dengan isi ajaran dakwah dari masjid tersebut, mendorong warga melakukan penolakan dan akhirnya memasang sejumlah spanduk di lokasi pembangunan masjid. Warga yang tinggal di lingkungan paling dekat masjid sama sekali tak dimintai persetujuan. Penolakan warga sampai ke meja Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto, politikus dari Partai Amanat Nasional. Pada Desember lalu warga beserta tokoh masyarakat Bogor Utara melakukan pertemuan di kantor Wali Kota bersama jemaah masjid Imam Ahmad bin Hanbal. Hasilnya adalah pembangunan masjid "dihentikan sambil melengkapi aspek teknis dan non-teknis."
Setelah melakukan analisis menggunakan proses-U, yang menjadi bagian dari proses “rethinking” dari peristiwa di atas adalah....
merubah tren spritualitas instan
tidak terjadi gesekan antar internal umat agama
merubah Trend mayoritarianisme
regulasi harus diperkuat
perbedaan pandangan keagamaan adalah isu penting dan prioritas
Spanduk penolakan itu terpampang di tembok pinggir Jalan Kolonel Ahmad Syam, Kompleks IPB Baranangsiang IV. Isinya, pernyataan warga plus tokoh masyarakat Bogor Utara yang menolak pembangunan Masjid Imam Ahmad bin Hanbal di wilayah mereka di Kelurahan Tanah Baru. Alasannya, pihak masjid tidak melakukan sosialisasi atas rencana renovasi masjid itu. Setidaknya ada empat spanduk penolakan di dekat pembangunan masjid.
Di balik penolakan, ada sentimen keyakinan yang menyinggung warga ketika masjid itu menyiarkan dakwah. Warga kerap dinyatakan bid’ah karena melakukan kegiatan maulid Nabi, salawat, dan tawasul. “Menolak dengan tegas pembangunan dan keberadaan masjid Imam Ahmad bin Hanbal” tulis warga. “Sampai Kapan pun”. Muara penolakan bermula dari dakwah masjid Imam Ahmad bin Hanbal. Warga yang kebanyakan kaum Nahdliyin merasa tersinggung dengan isi dakwah yang kerap menyerempet akidah yang selama ini dijalani warga. Apalagi kebanyakan warga Bogor Utara sering melakukan tradisi maulidan termasuk ziarah kubur dan tawasulan. Alasan kebanyakan warga menolak masjid karena tidak menerima akidah mereka dinyatakan bid’ah. Dakwah salafi dari masjid tersebut bikin banyak warga tersinggung lantaran tradisi keagamaan warga kerap dianggap tidak sesuai dengan Alquran dan hadis. Menyimpan masalah sejak awal, Masjid Imam Ahmad bin Hanbal sudah 16 tahun berdiri di wilayah lingkungan RT 05/ RW 10 itu. Ketika pertama berdiri, warga juga sempat menyuarakan penolakan. Namun, belakangan sikap warga menjadi cair. Warga dan tokoh masyarakat memberikan izin berdirinya masjid tersebut atas dasar kesepakatan. Salah satu poin kesepakatan itu: dakwah masjid tidak menyenggol akidah yang selama ini dijalani warga, yakni tahlilan, ziarah kubur termasuk juga maulid nabi—tradisi keagamaan yang melekat pada kalangan Nahdlatul Ulama.
Masalah menjadi sensitif ketika ada rencana renovasi masjid pada Maret 2016. Masjid lama, yang dibangun pada 2001, dirobohkan untuk dibangun empat lantai. Momentum ini menjadi pengungkit warga yang sudah gelisah dengan isi ajaran dakwah dari masjid tersebut, mendorong warga melakukan penolakan dan akhirnya memasang sejumlah spanduk di lokasi pembangunan masjid. Warga yang tinggal di lingkungan paling dekat masjid sama sekali tak dimintai persetujuan. Penolakan warga sampai ke meja Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto, politikus dari Partai Amanat Nasional. Pada Desember lalu warga beserta tokoh masyarakat Bogor Utara melakukan pertemuan di kantor Wali Kota bersama jemaah masjid Imam Ahmad bin Hanbal. Hasilnya adalah pembangunan masjid "dihentikan sambil melengkapi aspek teknis dan non-teknis."
Setelah melakukan analisis menggunakan proses-U, yang menjadi bagian dari proses “redesigning” dari peristiwa di atas adalah....
merubah tren spritualitas instan
tidak terjadi gesekan antar internal umat agama
merubah Trend mayoritarianisme
regulasi harus diperkuat
perbedaan pandangan keagamaan adalah isu penting dan prioritas
Spanduk penolakan itu terpampang di tembok pinggir Jalan Kolonel Ahmad Syam, Kompleks IPB Baranangsiang IV. Isinya, pernyataan warga plus tokoh masyarakat Bogor Utara yang menolak pembangunan Masjid Imam Ahmad bin Hanbal di wilayah mereka di Kelurahan Tanah Baru. Alasannya, pihak masjid tidak melakukan sosialisasi atas rencana renovasi masjid itu. Setidaknya ada empat spanduk penolakan di dekat pembangunan masjid.
Di balik penolakan, ada sentimen keyakinan yang menyinggung warga ketika masjid itu menyiarkan dakwah. Warga kerap dinyatakan bid’ah karena melakukan kegiatan maulid Nabi, salawat, dan tawasul. “Menolak dengan tegas pembangunan dan keberadaan masjid Imam Ahmad bin Hanbal” tulis warga. “Sampai Kapan pun”. Muara penolakan bermula dari dakwah masjid Imam Ahmad bin Hanbal. Warga yang kebanyakan kaum Nahdliyin merasa tersinggung dengan isi dakwah yang kerap menyerempet akidah yang selama ini dijalani warga. Apalagi kebanyakan warga Bogor Utara sering melakukan tradisi maulidan termasuk ziarah kubur dan tawasulan. Alasan kebanyakan warga menolak masjid karena tidak menerima akidah mereka dinyatakan bid’ah. Dakwah salafi dari masjid tersebut bikin banyak warga tersinggung lantaran tradisi keagamaan warga kerap dianggap tidak sesuai dengan Alquran dan hadis. Menyimpan masalah sejak awal, Masjid Imam Ahmad bin Hanbal sudah 16 tahun berdiri di wilayah lingkungan RT 05/ RW 10 itu. Ketika pertama berdiri, warga juga sempat menyuarakan penolakan. Namun, belakangan sikap warga menjadi cair. Warga dan tokoh masyarakat memberikan izin berdirinya masjid tersebut atas dasar kesepakatan. Salah satu poin kesepakatan itu: dakwah masjid tidak menyenggol akidah yang selama ini dijalani warga, yakni tahlilan, ziarah kubur termasuk juga maulid nabi—tradisi keagamaan yang melekat pada kalangan Nahdlatul Ulama.
Masalah menjadi sensitif ketika ada rencana renovasi masjid pada Maret 2016. Masjid lama, yang dibangun pada 2001, dirobohkan untuk dibangun empat lantai. Momentum ini menjadi pengungkit warga yang sudah gelisah dengan isi ajaran dakwah dari masjid tersebut, mendorong warga melakukan penolakan dan akhirnya memasang sejumlah spanduk di lokasi pembangunan masjid. Warga yang tinggal di lingkungan paling dekat masjid sama sekali tak dimintai persetujuan. Penolakan warga sampai ke meja Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto, politikus dari Partai Amanat Nasional. Pada Desember lalu warga beserta tokoh masyarakat Bogor Utara melakukan pertemuan di kantor Wali Kota bersama jemaah masjid Imam Ahmad bin Hanbal. Hasilnya adalah pembangunan masjid "dihentikan sambil melengkapi aspek teknis dan non-teknis."
Setelah melakukan analisis menggunakan proses-U, yang menjadi bagian dari proses “reframing” dari peristiwa di atas adalah....
terjadi sikap ekstrimisme dalam beragama
tidak terjadi gesekan antar internal umat agama
mengubah trend mayoritarianisme menjadi kesetaraan
regulasi harus diperkuat
perbedaan pandangan keagamaan adalah isu penting dan prioritas
Spanduk penolakan itu terpampang di tembok pinggir Jalan Kolonel Ahmad Syam, Kompleks IPB Baranangsiang IV. Isinya, pernyataan warga plus tokoh masyarakat Bogor Utara yang menolak pembangunan Masjid Imam Ahmad bin Hanbal di wilayah mereka di Kelurahan Tanah Baru. Alasannya, pihak masjid tidak melakukan sosialisasi atas rencana renovasi masjid itu. Setidaknya ada empat spanduk penolakan di dekat pembangunan masjid.
Di balik penolakan, ada sentimen keyakinan yang menyinggung warga ketika masjid itu menyiarkan dakwah. Warga kerap dinyatakan bid’ah karena melakukan kegiatan maulid Nabi, salawat, dan tawasul. “Menolak dengan tegas pembangunan dan keberadaan masjid Imam Ahmad bin Hanbal” tulis warga. “Sampai Kapan pun”. Muara penolakan bermula dari dakwah masjid Imam Ahmad bin Hanbal. Warga yang kebanyakan kaum Nahdliyin merasa tersinggung dengan isi dakwah yang kerap menyerempet akidah yang selama ini dijalani warga. Apalagi kebanyakan warga Bogor Utara sering melakukan tradisi maulidan termasuk ziarah kubur dan tawasulan. Alasan kebanyakan warga menolak masjid karena tidak menerima akidah mereka dinyatakan bid’ah. Dakwah salafi dari masjid tersebut bikin banyak warga tersinggung lantaran tradisi keagamaan warga kerap dianggap tidak sesuai dengan Alquran dan hadis. Menyimpan masalah sejak awal, Masjid Imam Ahmad bin Hanbal sudah 16 tahun berdiri di wilayah lingkungan RT 05/ RW 10 itu. Ketika pertama berdiri, warga juga sempat menyuarakan penolakan. Namun, belakangan sikap warga menjadi cair. Warga dan tokoh masyarakat memberikan izin berdirinya masjid tersebut atas dasar kesepakatan. Salah satu poin kesepakatan itu: dakwah masjid tidak menyenggol akidah yang selama ini dijalani warga, yakni tahlilan, ziarah kubur termasuk juga maulid nabi—tradisi keagamaan yang melekat pada kalangan Nahdlatul Ulama.
Masalah menjadi sensitif ketika ada rencana renovasi masjid pada Maret 2016. Masjid lama, yang dibangun pada 2001, dirobohkan untuk dibangun empat lantai. Momentum ini menjadi pengungkit warga yang sudah gelisah dengan isi ajaran dakwah dari masjid tersebut, mendorong warga melakukan penolakan dan akhirnya memasang sejumlah spanduk di lokasi pembangunan masjid. Warga yang tinggal di lingkungan paling dekat masjid sama sekali tak dimintai persetujuan. Penolakan warga sampai ke meja Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto, politikus dari Partai Amanat Nasional. Pada Desember lalu warga beserta tokoh masyarakat Bogor Utara melakukan pertemuan di kantor Wali Kota bersama jemaah masjid Imam Ahmad bin Hanbal. Hasilnya adalah pembangunan masjid "dihentikan sambil melengkapi aspek teknis dan non-teknis."
Setelah melakukan analisis menggunakan proses-U, yang menjadi bagian dari proses “reacting” dari peristiwa di atas adalah....
terjadi sikap ekstrimisme dalam beragama
tidak terjadi gesekan antar internal umat agama
mengubah trend mayoritarianisme menjadi kesetaraan
regulasi harus diperkuat
perbedaan pandangan keagamaan adalah isu penting dan prioritas
Dalam konteks moderasi beragama, mengapa penting bagi pemuka agama untuk memiliki pemahaman yang baik tentang agama-agama lain?
Untuk mengajarkan pemeluk agama lain
Untuk mengubah keyakinan orang lain
Untuk mempromosikan dialog antaragama dan toleransi
Untuk mempersiapkan debat agama
Untuk mengadakan ritual agama bersama
Dalam rangka membangun masyarakat yang moderat, mengapa penegakan hukum yang adil dan tegas terhadap kekerasan berbasis agama penting?
Untuk menunjukkan kelemahan pemerintah
Untuk menekan agama minoritas
Untuk memastikan hak dan kebebasan beragama dihormati
Untuk memperkenalkan agama negara
Untuk menstabilkan politik dalam negeri
Dalam konteks moderasi beragama, mengapa edukasi yang inklusif penting dalam menciptakan lingkungan yang toleran?
Menjamin semua anak mendapatkan pendidikan yang sama
Mengurangi pengaruh kelompok radikal dalam pendidikan
Meningkatkan nilai-nilai pluralisme dan menghargai perbedaan
Mendorong terbentuknya kelompok diskusi agama
Mengurangi peran agama dalam kehidupan sehari-hari
Mengapa media massa memiliki peran penting dalam mempromosikan moderasi beragama?
Media massa dapat menggiring opini publik
Media massa dapat mempengaruhi kebijakan pemerintah
Media massa dapat mengedukasi masyarakat tentang nilai-nilai moderasi dan toleransi
Media massa menjadi platform untuk mempromosikan agama tertentu
Media massa mengekspos kekerasan berbasis agama
Bagaimana hubungan antara toleransi beragama dan stabilitas sosial dalam konteks moderasi beragama di Indonesia?
Tidak ada hubungan langsung antara keduanya
Stabilitas sosial tergantung pada agama mayoritas
Toleransi beragama berkontribusi pada stabilitas sosial dengan mengurangi konflik antarumat beragama
Stabilitas sosial hanya dicapai jika satu agama mendominasi
Toleransi beragama
Bagaimana pendekatan yang tepat untuk mencapai moderasi beragama di Indonesia?
Mengedepankan toleransi dalam beragama
Menggunakan hukum adat sebagai panduan utama
Melarang kegiatan agama yang dianggap tidak sejalan dengan ideologi negara
Mempromosikan satu agama dominan di masyarakat
Menekankan keunggulan satu agama atas agama lain
Subtopik: Pancasila sebagai dasar negara. Pancasila berperan penting dalam moderasi beragama di Indonesia dalam menguatkan persatuan antar agama melalui sila ke:
Pertama
Kedua
Ketiga
Keempat
Kelima
Berdasarkan prinsip moderasi beragama, apa yang sebaiknya dilakukan ketika menghadapi ajaran yang menimbulkan konflik antarumat beragama?
Melaporkan ajaran tersebut kepada pemerintah
Menyebarkan ajaran tersebut agar lebih banyak orang yang mengetahui
Mengadakan debat publik untuk membahas ajaran tersebut
Mengabaikan ajaran tersebut karena tidak penting
Mempelajari ajaran tersebut untuk menemukan kebenaran yang terkandung di dalamnya
Apa tujuan utama dari pendidikan agama dalam konteks moderasi beragama di Indonesia?
Memahamkan peserta didik tentang agama yang dominan di masyarakat
Menumbuhkan toleransi antarumat beragama
Menyebarkan agama yang dianggap benar
Mengajarkan peserta didik untuk mengkritik ajaran agama lain
Menjelaskan perbedaan-perbedaan antar agama secara detail
Apa yang dimaksud dengan istilah "moderasi beragama"?
Keharusan bagi setiap individu untuk memiliki keyakinan agama yang moderat
Upaya membatasi penyebaran ajaran agama di masyarakat
Mempromosikan sikap toleran dan menghargai keberagaman dalam beragama
Mengekang paham radikal yang muncul dari agama
Membatasi jumlah pemeluk agama di suatu wilayah
Apa fungsi utama dari FKUB dalam konteks moderasi beragama di Indonesia?
Menyusun kebijakan terkait pemberdayaan umat beragama
Menetapkan standar pendidikan agama di sekolah
Menentukan syarat-syarat pembangunan rumah ibadah
Mengkoordinasikan kegiatan antarumat beragama
Mengatur keuangan organisasi keagamaan
Dalam menjaga moderasi beragama, peran pemerintah sangat penting. Apakah salah satu langkah yang bisa diambil pemerintah untukmendukung moderasi beragama di Indonesia?
Menerapkan kebijakan yang mendukung kebebasan beragama
Memprioritaskan pengajaran agama mayoritas di sekolah
Memotong dana bagi kelompok agama yang dianggap radikal
Melarang kegiatan agama yang dianggap tidak sesuai dengan norma sosial
Memaksakan konsep moderasi beragama pada semua warga negara tanpa kecuali
Peran MUI dalam moderasi beragama di Indonesia meliputi kegiatan berikut, kecuali:
Memberikan fatwa yang moderat dan memperhatikan keberagaman agama
Mengawasi dan mengontrol penyelenggaraan ibadah
Mengkaji dan mengkritisi paham radikal yang mengatasnamakan agama
Mempromosikan dialog antarumat beragama
Menjadi mediator dalam penyelesaian konflik antarumat beragama
Mengapa penting bagi setiap individu di Indonesia untuk memiliki pemahaman yang baik tentang moderasi beragama?
Untuk meminimalisir konflik antarumat beragama
Agar setiap individu bisa menilai agama lain dengan kriteria yang benar
Untuk menjaga keharmonisan dan keberlanjutan pembangunan nasional
Agar setiap individu bisa memahami ajaran agama lain dengan lebih baik
Semua pilihan di atas
Konsep multikulturalisme di Indonesia mendukung moderasi beragama dengan cara:
Menghormati dan mengakui keberagaman agama dan kepercayaan
Mengutamakan satu agama di atas agama lain
Menyediakan fasilitas dan infrastruktur khusus untuk kelompok agama mayoritas
Menggunakan bahasa yang sama dalam ibadah dan kegiatan keagamaan
Memisahkan komunitas agama di tempat tinggal
Dalam konteks Indonesia, moderasi beragama mengacu pada:D
ominasi agama mayoritas terhadap agama minoritas
Upaya ekstremis dalam mempengaruhi keyakinan agama orang lain
Penekanan pada konsep dasar agama tertentu
Prinsip-prinsip toleransi, kerukunan, dan saling menghargai antar umat beragama
Pembatasan kebebasan beragama di lingkungan sosial
Prinsip Pancasila yang berhubungan langsung dengan moderasi beragama adalah:
Ketuhanan Yang Maha Esa
Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Persatuan Indonesia
Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
Berikut ini adalah organisasi keagamaan yang memiliki peran penting dalam moderasi beragama di Indonesia, kecuali:
Nahdlatul Ulama (NU)
Muhammadiyah
Persatuan Umat Islam (PUI)
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)
Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI)
Mekanisme fatwa dalam konteks moderasi beragama di Indonesia mencakup:
Proses otoriter yang didasarkan pada pandangan sektarian
Mencerminkan pandangan hanya satu organisasi keagamaan
Penafsiran yang terbuka untuk perdebatan dan dialog antar umat beragama
Dihasilkan tanpa konsultasi dengan komunitas beragama lainnya
Mengikuti pandangan ekstrem dari agama tertentu
Pembauran budaya lokal dengan ajaran agama di Indonesia disebut sebagai:
Sincretisme
Assimilasi
Akulturasi
Monolitisme
Pluralisme
Faktor yang paling berkontribusi dalam memperkuat moderasi beragama di Indonesia adalah:
Sekularisme
Nasionalisme
Sistem pendidikan inklusif dan holistik
Fundamentalisme
Radikalisme
Bagaimana peran Kementerian Agama Republik Indonesia dalam mendorong moderasi beragama?
Mengatur interaksi antar pemeluk agama
Membatasi kegiatan agama minoritas
Mendukung komunikasi dan dialog antar umat beragama
Mengontrol doktrin agama yang diajarkan di sekolah
Menentukan keyakinan yang harus dianut oleh warga negara
Paham keagamaan mana yang paling identik dengan moderasi beragama di Indonesia?
Wahhabisme
Salafisme
Pluralisme
Liberalisme
Islam Nusantara
Salah satu contoh praktik moderasi beragama di Indonesia adalah:
Masjid Istiqlal Sediakan Lahan Parkir Buat Jemaat Baca artikel CNN Indonesia "Gereja Katedral Puji Masjid Istiqlal Sediakan Lahan Parkir Buat Jemaat saat Natal
Pelarangan perayaan Natal oleh pemerintah daerah
Pembakaran tempat ibadah agama minoritas
Menerapkan hukum syariah secara ketat di seluruh Indonesia
Penerapan diskriminasi terhadap kelompok agama tertentu
Dalam konteks moderasi beragama, kerukunan antar umat beragama dapat terwujud melalui:
Penekanan pada konversi agama
Dialog dan kerjasama antar pemeluk agama
Memaksakan satu agama di masyarakat multikultural
Penggunaan kekerasan untuk menegakkan keyakinan agama
Pembatasan kebebasan beragama di lingkungan sosial
Bagaimana kontribusi organisasi kemasyarakatan dalam mewujudkan moderasi beragama di Indonesia?
Melalui penyebaran paham radikalisme
Mengorganisir kegiatan keagamaan yang eksklusif
Menciptakan polarisasi antara kelompok agama
Melalui pendidikan dan dakwah yang menghargai keberagaman
Mendorong konflik antar kelompok agama
Sebutkan salah satu upaya yang dilakukan pemerintah Indonesia untuk melawan ekstremisme dalam rangka mewujudkan moderasi beragama.
Mengizinkan paham radikal berkembang di tengah masyarakat
Menjalin kerjasama dengan kelompok teroris internasional
Mendukung praktik diskriminasi terhadap kelompok agama tertentu
Meniadakan peran lembaga pendidikan dalam menciptakan moderasi beragama
Melakukan deradikalisasi terhadap individu dan kelompok yang terpapar paham ekstremis
Contoh tindakan yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia untuk mewujudkan moderasi beragama dalam kehidupan sehari-hari adalah:
Saling menghormati tradisi dan perayaan agama yang berbeda
Mengkritik penganut agama lain dengan cara yang kasar dan tidak toleran
Membentuk kelompok eksklusif berdasarkan agama
Menghalangi individu dari agama lain untuk beribadah di tempat ibadah mereka
Mengusir anggota keluarga yang bergabung dengan agama lain
Mengapa pemahaman moderasi beragama penting bagi Indonesia?
Untuk memperkuat identitas keagamaan mayoritas
Untuk mendorong konversi agama pada skala besar
Untuk menciptakan masyarakat yang harmonis dan toleran
Untuk memastikan bahwa hanya satu agama yang diakui dan diperbolehkan
Untuk mengecilkan peran agama dalam kehidupan masyarakat
Dalam konteks pendidikan, bagaimana moderasi beragama dapat diterapkan di sekolah?
Melarang murid-murid untuk berbicara tentang agama di lingkungan sekolah
Menyebarkan propaganda keagamaan dan mengecilkan agama lain
Menyisipkan materi moderasi beragama dalam kurikulum dan kegiatan ekstrakurikuler
Menghukum murid yang memiliki pandangan berbeda tentang agama
Mengharuskan murid untuk mengikuti agama mayoritas di sekolah
Konsep kebhinekaan dalam konteks moderasi beragama di Indonesia menekankan pada:
Pemisahan antara agama dan budaya
Menghargai dan mengakui keberagaman agama dan kepercayaan
Pemisahan antara agama dan negara
Dominasi agama mayoritas
Pemusatan kekuasaan agama di pemerintahan
Dalam upaya menjaga moderasi beragama, peran Kementerian Agama dalam mengawasi pendidikan agama mencakup:
Menentukan doktrin agama yang harus diajarkan
Meniadakan pendidikan agama di sekolah
Memastikan pendidikan agama bersifat inklusif dan toleran
Memaksakan satu pendekatan agama di semua sekolah
Menekankan pada konversi agama dalam pendidikan
Dalam upaya mewujudkan moderasi beragama, peran media massa adalah:
Menyebarkan berita yang memicu konflik antar umat beragama
Menyoroti perbedaan kecil dalam keyakinan agama
Memberikan informasi seimbang tentang isu keagamaan tanpa memihak
Memposisikan diri sebagai pihak yang mendukung satu agama saja
Mempromosikan dialog, kerjasama, dan toleransi antar umat beragama
Selama era reformasi, aspek penting yang mendukung moderasi beragama di Indonesia adalah:
Pengakuan dan perlindungan terhadap hak-hak kelompok agama minoritas
Pembubaran ormas yang menganut paham pluralisme
Pemberian hak eksklusif bagi agama mayoritas
Pemisahan antara pemerintahan dan agama dalam praktik pemerintahan
Penyensoran terhadap media yang membahas agama
Bagaimana pendekatan moderasi beragama di Indonesia membantu mengurangi konflik antar umat beragama?
Dengan mengesampingkan perbedaan agama
Dengan mendukung agama mayoritas sebagai norma
Dengan mengadopsi pendekatan sinkretisme
Dengan mengedepankan dialog dan toleransi antar umat beragama
Dengan meminimalisir peran agama dalam politik
Sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia, mengapa moderasi beragama penting bagi Indonesia?
Karena moderasi beragama membatasi pertumbuhan agama Islam
Karena negara ini ingin menjadi negara sekuler
Karena moderasi beragama mempromosikan globalisasi
Karena moderasi beragama mencegah ekstremisme dan radikalisme
Karena moderasi beragama relevan bagi negara dengan populasi muslim
Apa dampak yang mungkin terjadi jika moderasi beragama tidak ditekankan dalam pendidikan di Indonesia?
Meningkatkan tingkat perekonomian nasional
Membentuk generasi yang lebih patriotik
Membuat masyarakat lebih terbuka terhadap kebudayaan global
Memperluas kesenjangan antara umat beragama dan meningkatkan intoleransi
Menyebabkan penurunan jumlah pemeluk agama di Indonesia
Dalam konteks sejarah Indonesia, bagaimana moderasi beragama telah menjadi bagian penting dari identitas bangsa?
Dengan menegakkan hukum agama sebagai dasar negara
Dengan menjadikan agama sebagai alat politik utama
Dengan menggabungkan nilai-nilai agama dan budaya lokal
Dengan menjadikan agama sebagai dasar sistem pendidikan
Dengan mengisolasi komunitas beragama tertentu
Manakah di antara berikut ini yang bukan merupakan prinsip dasar moderasi beragama?
Toleransi
Anti Kekerasan
Ekstremisme
Keadilan
Kerukunan
Pemahaman moderasi beragama di Indonesia dapat diperoleh melalui pendekatan berikut, kecuali:
Memperdalam pemahaman tentang ajaran agama sendiri
Memahami dan menghormati ajaran agama lain
Melakukan dialog dan diskusi antar umat beragama
Mempromosikan pemahaman agama tertentu sebagai solusi
Menerapkan prinsip-prinsip demokrasi dan kebebasan beragama
Dalam menghadapi tantangan global, bagaimana moderasi beragama dapat membantu mengatasi ekstremisme dan terorisme di Indonesia?
Dengan mengabaikan perbedaan agama dan etnis
Dengan memperkenalkan kebijakan yang mendiskriminasi kelompok agama tertentu
Dengan menciptakan lingkungan yang kondusif bagi dialog dan kerjasama antar umat beragama
Dengan mendorong sentimen anti-agama di kalangan masyarakat
Dengan melarang penganut agama tertentu berpartisipasi dalam kehidupan sosial dan politik
Manakah dari tindakan-tindakan berikut ini yang merupakan karakteristik utama dari moderasi beragama di Indonesia?
Berpegang teguh pada prinsip-prinsip agama sendiri dan tidak berinteraksi dengan kelompok agama lain
Mempersuasi orang lain untuk memeluk agamanya sendiri secara agresif
Secara aktif mempromosikan toleransi, dialog, dan kerja sama di antara kelompok-kelompok agama yang berbeda
Menolak segala bentuk praktik keagamaan sebagai sesuatu yang kuno dan tidak perlu
Mengadvokasi pendirian negara agama yang didasarkan pada satu agama
Dalam konteks moderasi beragama, bagaimana Pancasila, filosofi dasar negara Indonesia, dipandang?
Sebagai penghalang kerukunan umat beragama
Sebagai alat untuk mempromosikan satu agama di atas agama lain
Sebagai kerangka kerja netral yang memupuk toleransi dan persatuan nasional
Sebagai platform untuk mengadvokasi ateisme
Tidak relevan dengan masalah agama
Apa peran yang dimainkan oleh organisasi-organisasi lintas agama dalam mempromosikan moderasi beragama di Indonesia?
Mendorong pembentukan komunitas agama yang eksklusif
Memfasilitasi diskusi untuk mengutuk praktik-praktik keagamaan lain
Mendukung kegiatan-kegiatan yang merusak kebebasan beragama
Mengadvokasi doktrin agama tertentu
Memupuk dialog, pemahaman, dan kolaborasi antara komunitas agama yang berbeda
Apa tantangan signifikan yang dihadapi oleh moderasi beragama di Indonesia?
Interaksi yang terbatas antara komunitas-komunitas agama karena isolasi geografis
Kurangnya keragaman di dalam kelompok-kelompok agama
Kecenderungan untuk memandang agama sebagai masalah pribadi dan privat
Meningkatnya ekstremisme dan intoleransi agama
Jumlah pemeluk agama mayoritas dan minoritas
