wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Islam dan Moderasi Beragama

Total questions: 71

Worksheet time: 1hrs 15mins

Name
Class
Date
1.

1.     Perhatikan Q.S. Al-Hujurat ayat 13 berikut ini!

يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَاۤىِٕلَ لِتَعَارَفُوْا ۚ اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْ ۗاِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ

                         

            Pada penggalan ayat yang bergaris bawah di atas memiliki arti “ Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.". Asbabun Nuzul ayat ini berkaitan dengan peristiwa yang sangat erat dengan sikap moderasi dalam beragama, yaitu perbedaan suku, ras, bangsa tidak menjadi alasan untuk tidak saling menghormati.

           

            Berikut ini peristiwa yang menyebabkan ayat ini turun adalah ....

a)

Bilal bin Rabah naik ke atas Ka'bah dan menyerukan azan pada peristiwa fathul Makkah

b)

Muadz bin jabal dikirim ke Yaman untuk berdakwah oleh rasulullah SAW

c)

Abdurahman bin Auf menginfakkan hasil perniagaannya untuk penduduk Madinah

d)

Rasulullah SAW berhijrah dari Makkah menuju Madinah

e)

Utsman bin Affan membeli sumur dari seorang Yahudi

2.

1.     Perhatikan Q.S. Al-Baqarah 256 berikut ini !

لَا إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ ۖ قَدْ تَبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ ۚ فَمَنْ يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِنْ بِاللَّهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَىٰ لَا انْفِصَامَ لَهَا ۗ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Pada penggalan ayat yang bergaris bawah di atas memiliki arti “ tidak ada paksaan dalam agama”. Kesimpulan ungkapan tersebut memiliki makna....

a)

Agama tidak boleh memaksa pemeluknya untuk beribadah

   

b)

Dalam beragama asas kebebasan sangat dijunjung tinggi

c)

Kebebasan seseorang dalam beragama terikat dengan kebebasan beragama orang lain

d)

Tidak ada unsur pemaksaan untuk memeluk agama Islam

e)

Setiap agama tidak memaksa pemeluknya

3.

Kata moderasi berasal dari bahasa latin moderatio, yang berarti ke- sedang-an (tidak berlebihan dan tidak kekurangan). Lantas, yang dimaksud dengan moderasi beragama, yaitu sebagai berikut ...

a)

Taklid

b)

Ekstream

c)

mengedepankan keseimbangan dalam hal keyakinan

d)

mengedepankan kesepakatan golongan dalam hal keyakinan

e)

Berlebih-lebihan

4.

Menggambarkan watak Islam adalah moderat dalam hal bertindak, dan kesimbangan dalam segala urusan yang baik tindakan, ucapan atau pikiran. Hal berikut merupakan penjelasan dari ...

a)

Keimanan

b)

Moderasi beragama

c)

Syari’at Islam

d)

Kerukunan beragama

e)

Ekstrimisme beragama

5.

Yang akan menggambarkan bahwa seseorang itu moderat dalam beragama mencakup empat indikator berikut ini, kecuali ...

a)

Komitmen kebangsaan

b)

Toleransi

c)

Anti- kekerasan

d)

Humanisme

e)

Penerimaan Terhadap Budaya

6.

Moderasi beragama merupakan sesuatu yang kontradiktif dengan paham radikalisme beragama. Karena pemahaman yang tidak menyeluruh tentang Islam dalam konteks radix atau akar tadi, menimbulkan pemahaman yang keliru tentang Islam. Pengertian dari radikalisme yang tepat yaitu ...

a)

Gejala umum yang bisa terjadi dalam suatu masyarakat yang ditandai oleh tindakan-tindakan keras, ekstrim, dan anarkis sebagai wujud penolakan terhadap gejala yang dihadapi.

b)

kemampuan untuk berpikir dan bertindak sesuai dengan mata hati (conscience) dan determinasi

c)

sebuah ideologi, pandangan filsafat, dan tradisi politik yang didasarkan pada pemahaman bahwa kebebasan dan persamaan hak adalah nilai politik yang utama

d)

keyakinan (kepercayaan) yang terlalu kuat terhadap ajaran (politik, agama, dan sebagainya)

e)

Sebuah sikap menerima atau menghormati pandangan atau tindakan orang lain, sekalipun pandangan atau tindakan itu belum tentu disetujuinya.

7.

Berikut ini merupakan ciri-ciri radikalisme beragama, kecuali ...

a)

Mengklaim kebenaran tunggal dan menyesatkan kelompok lain yang tak sependapat

b)

Berlebihan dalam beragama yang tidak pada tempatnya

c)

Individu ataupun kelompok sosial terjamin hak-haknya sebagai manusia yang merdeka dan bermartabat

d)

Kasar dalam berinteraksi, keras dalam berbicara dan emosional dalam berdakwah

e)

Mudah mengkafirkan orang lain yang berbeda pendapat

8.

Penangkalan dengan mengajarkan pencerahan kepada masyarakat tentang paham radikal beragama, sehingga tidak terjadi pembiaran berkembangnya paham radikal beragama, hal ini merupakan pengertian dari salah satu pencegahan radikalisme beragama yang disebut dengan ...

a)

Rehabilitasi

b)

Reedukasi

c)

Resosialisasi

d)

Pembinaan wawasan kebangsaan

e)

Pembinaan keagamaan

9.

Islam memiliki konsep kehidupan yaitu Islam rahmatan lil alamin, yaitu ...

a)

Ajaran Islam yang mendasar dan sekaligus menegakkan keseimbangan dalam penciptaan dan kesatuan kehidupan

b)

Mencintai tanah air sebagian dari iman

c)

Islam yang memberikan kedamaian dan menyebarkan nilai kasih sayang kepada seluruh alam

d)

Ajaran Islam yang menyeluruh meliputi semua zaman, kehidupan, dan eksistensi manusia

e)

Teladan yang baik bagi umat manusia

10.

Berikut ini merupakan implementasi moderasi dalam level pengelola negara, antara lain ...

a)

Kesiapan mengikuti semua petunjuk-Nya

b)

Diberi mandat untuk memimpin dan mengelola bumi

c)

Khalifah atau wakil Tuhan di bumi

d)

Menciptakan kemashlahatan bersama

e)

Menciptakan Sumber Daya Manusia yang moderat

11.

Saat ini banyak ditemukan perumahan yang dikembangkan sebagai hunian khusus bagi kelompok agama tertentu. Perumahan ini dikembangkan dengan aturan-aturan tertentu yang diyakini sebagai wujud dari implementasi hukum agama. Dalam konteks perumahan eksklusif Muslim, Sosiolog Imam  B. Prasojo menemukan fenomena perumahan yang hanya khusus bagi Muslim. Pemilik rumah di perumahan ini dilarang menjual rumah kecuali kepada orang yang beragama Islam. Di perumahan ini juga ada beberapa peraturan, di antaranya: tak ada musik; shalat harus berjemaah; mengaji harus di masjid perumahan; perempuan tidak boleh keluar malam; dsb. Terkait narasi diatas, berikut yang termasuk sikap ektrimisme beragama adalah.... .....

a)

Senantiasa menjalankan ajaran agama yang dianutnya dengan sungguh-sungguh

b)

Tidak mengikuti ibadah pemeluk agama lain tapi cukup menghormatinya

c)

Tidak menyetujui adanya kezhaliman yang terjadi di masyarakat

d)

Senantiasa mengajak kepada yang baik dan mencegah seseorang untuk melakukan keburukan

e)

Mendakwahkan ajaran agamanya kepada pemeluk agama lain yang menolaknya

12.

Dikisahkan bahwa suatu ketika al-Asy’ats bin Qais dan seorang Yahudi menghadap Rasulullah. Al-Asy’ats mengadu kepada Rasulullah karena tanahnya diambil seorang Yahudi tersebut. Setelah mendengar curhatan dan keluh kesah al-Asy’ats, Rasulullah tidak langsung menyalahkan seorang Yahudi dan memintanya untuk mengembalikan tanah yang diperebutkan tersebut kepada al-Asy'ats. Rasulullah malah bertanya kepada al-Asy’ats apakah dirinya memiliki bukti kepemilikan atas tanah tersebut. Al-Asy’ats mengaku tidak memilikinya. Rasulullah kemudian meminta seorang Yahudi tersebut untuk bersumpah bahwa tanah itu memang miliknya, bukan milik al-Asy’ats sebagaimana yang dituduhkan. Rupanya al-Asy’ats keberatan dengan cara Rasulullah itu. Ia mengklaim, kalau seandainya disuruh bersumpah untuk memenangkan persengketaan tanah itu maka seorang Yahudi tersebut akan melakukan hal itu dan mengambil tanahnya.

Dalam konteks moderasi beragama, sikap Rasulullah SAW dalam  kisah diatas menunjukkan bahwa Rasulullah SAW memiliki sikap....

a)

Menjunjung kemaslahatan umum

b)

Adil

c)

Anti kekerasan

d)

  Penghormatan terhadap tradisi

e)

Komitmen terhadap kebangsaan

13.

Suatu hari anak Gubernur Mesir Amr bin Ash, memukul seorang petani miskin. Sang petani tidak menerima perlakuan itu, ia kemudian protes dan menemui Umar bin Khattab seraya menuntut agar Khalifah menghukumnya dengan setimpal.

 

Khalifah Umar lalu memanggil Abdullah, anak Gubernur itu dan berkata kepadanya, ‘sejak kapan kamu memperbudak orang padahal ibunya melahirkan ia dalam keadaan merdeka?. Abdullah diam dalam ketakutan yang luar biasa. Umar lalu mempersilahkan petani miskin tadi untuk membalasnya.

Prilaku Umar bin Khattab pada kasus tersebut apabila dikaitkan dengan prilaku yang terjadi di lingkungan kelas adalah....

a)

Guru  memberi teguran yang sangat keras kepada siswa yang tidak disiplin di kelas

b)

Ahmad memberi bantuan hukum kepada Fatoni yang terkena kasus pidana

c)

Panji telah melakukan kesalahan kepada temannya, maka ia harus bersedia menerima sanksi

d)

Maysitoh memberi kesempatan kepada Hadijah untuk meminta maaf atas kesalahannya

e)

Bahrul Ulum tiba-tiba memukul orang yang telah melakukan penganiyaan terhadap dirinya

14.

Diriwayatkan Imam At-Tirmizi, beliau (Rasulullah) pernah mengatakan betapa indahnya engkau wahai negeriku (Mekkah). Betapa saya sangat cinta kepadamu. Seandainya kaumku tidak mengeluarkanku darimu, tentu saya tidak akan bertempat tinggal selain dirimu,"

Ucapan itu dilontarkan Nabi Muhammad saat keluar dari Makkah seraya berlinangan air mata. Rasulullah sangat terpaksa meninggalkan negeri tempat tumpah darahnya. Prilaku Rasulullah SAW pada kisah tersebut apabila dikaitkan dengan prilaku yang terjadi di lingkungan masyarakat adalah....

a)

Pergi keluar negeri untuk menghindari kasus hukum yang menjeratnya

b)

Memprioritaskan barang -barang impor dari luar negeri yang sangat baik kualitasnya

c)

Mendukung suku dan agamanya meskipun berada di pihak yang salah

d)

Mempertentangkan antara ajaran agama yang dianutnya dan hukum yang berlaku di negaranya

e)

Bersikap terbuka kepada seluruh anak bangsa tanpa melihat agamanya

15.

Pandangan dan sikap keagamaan yang menonjolkan superioritas kelompok, menutup diri, dan tidak mengakui pandangan dan keberadaan kelompok lain yang berbeda keyakinan.

 

Peryataan diatas merupakan penegertian dari ....

a)

Eksklusivisme beragama

b)

Intoleransi

c)

Ekstremisme beragama

d)

Ekstremisme kekerasan

e)

Terorisme

16.

keyakinan dan/atau praktik beragama ultra-konservatif yang bertujuan meniadakan kehadiran pandangan dan keyakinan kelompok lain yang berbeda keyakinan dengan atau tanpa kekerasan. 

Peryataan diatas merupakan penegertian dari ...

a)

Eksklusivisme beragama

b)

Intoleransi

c)

Ekstremisme beragama

d)

Ekstremisme kekerasan

e)

Terorisme

17.

Pada dasarnya semua umat beragama (dalam hal ini manusia sebagai pelaku) sangat mendambakan perdamaian, kasih sayang, cinta kasih dan hidup bahagia bersama orang-orang yang dicintainya. Secara normatif hal itu telah menjadi ajaran semua agama yang termaktub dalam teks-teks kitab suci masing- masing. Meletakkan agama sebagai salah satu varian potensi konflik adalah hal yang tidak mudah. Karena agama selalu diasosiasikan dengan ajaran yang penuh dengan nilai kedamaian dan keselamatan serta sakral. Sepanjang sejarah, agama mempunyai implikasi terhadap munculnya violence dan war. Fakta seringkali menunjukkan bahwa agama dapat dan menjadi pemicu terjadinya kekerasan. Pemeluk agama menjadi doktrin agama sebagai main drive, primum mobile dan push factor kekerasan yang mereka lakukan.

 

Dari narasi di atas, yang tidak termasuk faktor utama pemicu konflik antar umat beragama di era digital saat ini adalah....

a)

Dogma (belief) yaitu perbedaan pandangan yang terjadi sangat sensitif dan rentan menimbulkan konflik

b)

Perbedaan ritual baik internal maupun eksternal umat beragama

c)

Perbedaan penafsiran terhadap teks suci

d)

Pemuka agama yang otoritatif sehingga melahirkan pengikut yang fanatik

e)

Penggunaan media sosial dalam dakwah di era digital

18.

Bhinneka Tunggal Ika sebagai salah satu falsafah Bangsa Indonesia memang harus selalu dijaga dan diterapkan. Hal ini guna menjaga kerukunan antar umat beragama, juga suku dan ras. Salah satu hal untuk menjaga kerukunan itu ialah melalui forum diskusi dan dialog lintas agama dan budaya. Tujuan dari dialoglintas agama  adalah menciptakan kedamaian dan saling menghargai antar pemeluk agama. Sehingga terwujud kenyamanan dalam mencapai kesejahteraan, peningkatan ekonomi dan kestabilan politik.

Terkait dengan narasi di atas, berikut ini yang tidak termasuk aturan dasar dalam dialog lintas agama adalah...

a)

tujuan dialog adalah untuk belajar

b)

tidak boleh membandingkan pemikiran ideal dengan pemikiran yang dikemukakan patner

c)

dialog dilakukan atas dasar saling percaya

d)

memberi kritik terhadap dirinya sendiri

e)

tidak boleh mencoba  mengalami agama patnernya

19.

Persekutuan Gereja-gereja di Kabupaten Jayapura (PGGJ) menolak renovasi Masjid Agung Al-Aqsha di Sentani, Papua. Di antara alasannya, menara masjid itu lebih tinggi dari gereja di sekitar lokasi di Jalan Raya Abepura. Penolakan itu termuat dalam sebuah surat pernyataan mengatasnamakan PGGJ dan merinci delapan poin keberatan. Selain soal menara masjid, tujuh poin lain: pelantang suara harus diarahkan ke masjid; membatasi dakwah Islam di Jayapura; melarang anak sekolah memakai seragam "bernuansa agama tertentu"; melarang "ruang khusus seperti mushalla" pada fasilitas umum; melarang pembangunan masjid dan musala di area perumahan KPR BTN; pembangunan rumah ibadah wajib mendapatkan rekomendasi bersama PGGJ, pemerintah daerah, dan pemilik hak ulayat sesuai peraturan pemerintah; serta mendesak pemerintah provinsi dan DPR Jayapura menyusun Raperda tentang "kerukunan umat beragama" di Jayapura.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Provinsi Papua tahun 2017, pemeluk Kristen Protestan maupun Katolik berjumlah 85 persen. Sementara umat Islam berjumlah 15,12 persen dari total penduduk. Di Kabupaten Jayapura, umat Kristen berjumlah 59 persen dari total penduduk, baik Protestan maupun Katolik. Sementara umat Islam mencapai 41 persen.

Setelah melakukan analisis menggunakan iceberg analisis, yang menjadi “mental model” dari peristiwa di atas adalah....

a)

Regulasi dan program pemerintah belum responsif

b)

Keberagamaan isu sensitif

c)

Trend mayoritarianisme

d)

Kelompok masyarakat yang beragama secara ekstrim dalam berbagai bentuk

e)

Pendidikan agama kurang memperkuat keberagamaan yang moderat

20.

Persekutuan Gereja-gereja di Kabupaten Jayapura (PGGJ) menolak renovasi Masjid Agung Al-Aqsha di Sentani, Papua. Di antara alasannya, menara masjid itu lebih tinggi dari gereja di sekitar lokasi di Jalan Raya Abepura. Penolakan itu termuat dalam sebuah surat pernyataan mengatasnamakan PGGJ dan merinci delapan poin keberatan. Selain soal menara masjid, tujuh poin lain: pelantang suara harus diarahkan ke masjid; membatasi dakwah Islam di Jayapura; melarang anak sekolah memakai seragam "bernuansa agama tertentu"; melarang "ruang khusus seperti mushalla" pada fasilitas umum; melarang pembangunan masjid dan musala di area perumahan KPR BTN; pembangunan rumah ibadah wajib mendapatkan rekomendasi bersama PGGJ, pemerintah daerah, dan pemilik hak ulayat sesuai peraturan pemerintah; serta mendesak pemerintah provinsi dan DPR Jayapura menyusun Raperda tentang "kerukunan umat beragama" di Jayapura.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Provinsi Papua tahun 2017, pemeluk Kristen Protestan maupun Katolik berjumlah 85 persen. Sementara umat Islam berjumlah 15,12 persen dari total penduduk. Di Kabupaten Jayapura, umat Kristen berjumlah 59 persen dari total penduduk, baik Protestan maupun Katolik. Sementara umat Islam mencapai 41 persen.

Dari peristiwa yang ada pada teks di atas,  dengan menggunakan iceberg analisis, yang menjadi “event” dari peristiwa di atas adalah....

a)

Persekutuan Gereja Kabupaten Jayapura menolak renovasi Masjid Agung

b)

Trend spiritualitas

c)

Tokoh agama kurang mampu bersaing

d)

Pemda mengikuti tekanan kelompok mayoritas

e)

Masih banyak prioritas lain

21.

Persekutuan Gereja-gereja di Kabupaten Jayapura (PGGJ) menolak renovasi Masjid Agung Al-Aqsha di Sentani, Papua. Di antara alasannya, menara masjid itu lebih tinggi dari gereja di sekitar lokasi di Jalan Raya Abepura. Penolakan itu termuat dalam sebuah surat pernyataan mengatasnamakan PGGJ dan merinci delapan poin keberatan. Selain soal menara masjid, tujuh poin lain: pelantang suara harus diarahkan ke masjid; membatasi dakwah Islam di Jayapura; melarang anak sekolah memakai seragam "bernuansa agama tertentu"; melarang "ruang khusus seperti mushalla" pada fasilitas umum; melarang pembangunan masjid dan musala di area perumahan KPR BTN; pembangunan rumah ibadah wajib mendapatkan rekomendasi bersama PGGJ, pemerintah daerah, dan pemilik hak ulayat sesuai peraturan pemerintah; serta mendesak pemerintah provinsi dan DPR Jayapura menyusun Raperda tentang "kerukunan umat beragama" di Jayapura.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Provinsi Papua tahun 2017, pemeluk Kristen Protestan maupun Katolik berjumlah 85 persen. Sementara umat Islam berjumlah 15,12 persen dari total penduduk. Di Kabupaten Jayapura, umat Kristen berjumlah 59 persen dari total penduduk, baik Protestan maupun Katolik. Sementara umat Islam mencapai 41 persen.

Setelah melakukan analisis menggunakan iceberg analisis, yang menjadi “pattern of behavior” dari peristiwa di atas adalah....

a)

Pendidikan agama kurang memperkuat keberagamaan yang moderat

b)

Pemda mengikuti tekanan kelompok mayoritas

c)

Media Sosial memberikan ruang untuk pesan ekstrim

d)

Trend mayoritarianisme

e)

Keberagamaan isu sensitif

22.

Persekutuan Gereja-gereja di Kabupaten Jayapura (PGGJ) menolak renovasi Masjid Agung Al-Aqsha di Sentani, Papua. Di antara alasannya, menara masjid itu lebih tinggi dari gereja di sekitar lokasi di Jalan Raya Abepura. Penolakan itu termuat dalam sebuah surat pernyataan mengatasnamakan PGGJ dan merinci delapan poin keberatan. Selain soal menara masjid, tujuh poin lain: pelantang suara harus diarahkan ke masjid; membatasi dakwah Islam di Jayapura; melarang anak sekolah memakai seragam "bernuansa agama tertentu"; melarang "ruang khusus seperti mushalla" pada fasilitas umum; melarang pembangunan masjid dan musala di area perumahan KPR BTN; pembangunan rumah ibadah wajib mendapatkan rekomendasi bersama PGGJ, pemerintah daerah, dan pemilik hak ulayat sesuai peraturan pemerintah; serta mendesak pemerintah provinsi dan DPR Jayapura menyusun Raperda tentang "kerukunan umat beragama" di Jayapura.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Provinsi Papua tahun 2017, pemeluk Kristen Protestan maupun Katolik berjumlah 85 persen. Sementara umat Islam berjumlah 15,12 persen dari total penduduk. Di Kabupaten Jayapura, umat Kristen berjumlah 59 persen dari total penduduk, baik Protestan maupun Katolik. Sementara umat Islam mencapai 41 persen.

Setelah melakukan analisis menggunakan iceberg analisis, yang menjadi “system structure” dari peristiwa di atas adalah....

a)

Trend spiritualitas

b)

Masih banyak prioritas lain

c)

Regulasi dan program pemerintah belum responsif

d)

Beragama secara instan

e)

Takut didemo

23.

Spanduk penolakan itu terpampang di tembok pinggir Jalan Kolonel Ahmad Syam, Kompleks IPB Baranangsiang IV. Isinya, pernyataan warga plus tokoh masyarakat Bogor Utara yang menolak pembangunan Masjid Imam Ahmad bin Hanbal di wilayah mereka di Kelurahan Tanah Baru. Alasannya, pihak masjid tidak melakukan sosialisasi atas rencana renovasi masjid itu. Setidaknya ada empat spanduk penolakan di dekat pembangunan masjid.

          Di balik penolakan, ada sentimen keyakinan yang menyinggung warga ketika masjid itu menyiarkan dakwah. Warga kerap dinyatakan bid’ah karena melakukan kegiatan maulid Nabi, salawat, dan tawasul. “Menolak dengan tegas pembangunan dan keberadaan masjid Imam Ahmad bin Hanbal” tulis warga. “Sampai Kapan pun”. Muara penolakan bermula dari dakwah masjid Imam Ahmad bin Hanbal. Warga yang kebanyakan kaum Nahdliyin merasa tersinggung dengan isi dakwah yang kerap menyerempet akidah yang selama ini dijalani warga. Apalagi kebanyakan warga Bogor Utara sering melakukan tradisi maulidan termasuk ziarah kubur dan tawasulan. Alasan kebanyakan warga menolak masjid karena tidak menerima akidah mereka dinyatakan bid’ah. Dakwah salafi dari masjid tersebut bikin banyak warga tersinggung lantaran tradisi keagamaan warga kerap dianggap tidak sesuai dengan Alquran dan hadis. Menyimpan masalah sejak awal, Masjid Imam Ahmad bin Hanbal sudah 16 tahun berdiri di wilayah lingkungan RT 05/ RW 10 itu. Ketika pertama berdiri, warga juga sempat menyuarakan penolakan. Namun, belakangan sikap warga menjadi cair. Warga dan tokoh masyarakat memberikan izin berdirinya masjid tersebut atas dasar kesepakatan. Salah satu poin kesepakatan itu: dakwah masjid tidak menyenggol akidah yang selama ini dijalani warga, yakni tahlilan, ziarah kubur termasuk juga maulid nabi—tradisi keagamaan yang melekat pada kalangan Nahdlatul Ulama.

               Masalah menjadi sensitif ketika ada rencana renovasi masjid pada Maret 2016. Masjid lama, yang dibangun pada 2001, dirobohkan untuk dibangun empat lantai. Momentum ini menjadi pengungkit warga yang sudah gelisah dengan isi ajaran dakwah dari masjid tersebut, mendorong warga melakukan penolakan dan akhirnya memasang sejumlah spanduk di lokasi pembangunan masjid. Warga yang tinggal di lingkungan paling dekat masjid sama sekali tak dimintai persetujuan. Penolakan warga sampai ke meja Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto, politikus dari Partai Amanat Nasional. Pada Desember lalu warga beserta tokoh masyarakat Bogor Utara melakukan pertemuan di kantor Wali Kota bersama jemaah masjid Imam Ahmad bin Hanbal. Hasilnya adalah pembangunan masjid "dihentikan sambil melengkapi aspek teknis dan non-teknis."

Setelah melakukan analisis menggunakan proses-U, yang menjadi bagian dari proses “rethinking” dari peristiwa di atas adalah....

a)

merubah tren spritualitas instan

b)

tidak terjadi gesekan antar internal umat agama

c)

merubah Trend mayoritarianisme

d)

regulasi harus diperkuat

e)

perbedaan pandangan keagamaan adalah isu penting dan prioritas

24.

Spanduk penolakan itu terpampang di tembok pinggir Jalan Kolonel Ahmad Syam, Kompleks IPB Baranangsiang IV. Isinya, pernyataan warga plus tokoh masyarakat Bogor Utara yang menolak pembangunan Masjid Imam Ahmad bin Hanbal di wilayah mereka di Kelurahan Tanah Baru. Alasannya, pihak masjid tidak melakukan sosialisasi atas rencana renovasi masjid itu. Setidaknya ada empat spanduk penolakan di dekat pembangunan masjid.

          Di balik penolakan, ada sentimen keyakinan yang menyinggung warga ketika masjid itu menyiarkan dakwah. Warga kerap dinyatakan bid’ah karena melakukan kegiatan maulid Nabi, salawat, dan tawasul. “Menolak dengan tegas pembangunan dan keberadaan masjid Imam Ahmad bin Hanbal” tulis warga. “Sampai Kapan pun”. Muara penolakan bermula dari dakwah masjid Imam Ahmad bin Hanbal. Warga yang kebanyakan kaum Nahdliyin merasa tersinggung dengan isi dakwah yang kerap menyerempet akidah yang selama ini dijalani warga. Apalagi kebanyakan warga Bogor Utara sering melakukan tradisi maulidan termasuk ziarah kubur dan tawasulan. Alasan kebanyakan warga menolak masjid karena tidak menerima akidah mereka dinyatakan bid’ah. Dakwah salafi dari masjid tersebut bikin banyak warga tersinggung lantaran tradisi keagamaan warga kerap dianggap tidak sesuai dengan Alquran dan hadis. Menyimpan masalah sejak awal, Masjid Imam Ahmad bin Hanbal sudah 16 tahun berdiri di wilayah lingkungan RT 05/ RW 10 itu. Ketika pertama berdiri, warga juga sempat menyuarakan penolakan. Namun, belakangan sikap warga menjadi cair. Warga dan tokoh masyarakat memberikan izin berdirinya masjid tersebut atas dasar kesepakatan. Salah satu poin kesepakatan itu: dakwah masjid tidak menyenggol akidah yang selama ini dijalani warga, yakni tahlilan, ziarah kubur termasuk juga maulid nabi—tradisi keagamaan yang melekat pada kalangan Nahdlatul Ulama.

               Masalah menjadi sensitif ketika ada rencana renovasi masjid pada Maret 2016. Masjid lama, yang dibangun pada 2001, dirobohkan untuk dibangun empat lantai. Momentum ini menjadi pengungkit warga yang sudah gelisah dengan isi ajaran dakwah dari masjid tersebut, mendorong warga melakukan penolakan dan akhirnya memasang sejumlah spanduk di lokasi pembangunan masjid. Warga yang tinggal di lingkungan paling dekat masjid sama sekali tak dimintai persetujuan. Penolakan warga sampai ke meja Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto, politikus dari Partai Amanat Nasional. Pada Desember lalu warga beserta tokoh masyarakat Bogor Utara melakukan pertemuan di kantor Wali Kota bersama jemaah masjid Imam Ahmad bin Hanbal. Hasilnya adalah pembangunan masjid "dihentikan sambil melengkapi aspek teknis dan non-teknis."

Setelah melakukan analisis menggunakan proses-U, yang menjadi bagian dari proses “redesigning” dari peristiwa di atas adalah....

a)

merubah tren spritualitas instan

b)

tidak terjadi gesekan antar internal umat agama

c)

merubah Trend mayoritarianisme

d)

regulasi harus diperkuat

e)

perbedaan pandangan keagamaan adalah isu penting dan prioritas

25.

Spanduk penolakan itu terpampang di tembok pinggir Jalan Kolonel Ahmad Syam, Kompleks IPB Baranangsiang IV. Isinya, pernyataan warga plus tokoh masyarakat Bogor Utara yang menolak pembangunan Masjid Imam Ahmad bin Hanbal di wilayah mereka di Kelurahan Tanah Baru. Alasannya, pihak masjid tidak melakukan sosialisasi atas rencana renovasi masjid itu. Setidaknya ada empat spanduk penolakan di dekat pembangunan masjid.

          Di balik penolakan, ada sentimen keyakinan yang menyinggung warga ketika masjid itu menyiarkan dakwah. Warga kerap dinyatakan bid’ah karena melakukan kegiatan maulid Nabi, salawat, dan tawasul. “Menolak dengan tegas pembangunan dan keberadaan masjid Imam Ahmad bin Hanbal” tulis warga. “Sampai Kapan pun”. Muara penolakan bermula dari dakwah masjid Imam Ahmad bin Hanbal. Warga yang kebanyakan kaum Nahdliyin merasa tersinggung dengan isi dakwah yang kerap menyerempet akidah yang selama ini dijalani warga. Apalagi kebanyakan warga Bogor Utara sering melakukan tradisi maulidan termasuk ziarah kubur dan tawasulan. Alasan kebanyakan warga menolak masjid karena tidak menerima akidah mereka dinyatakan bid’ah. Dakwah salafi dari masjid tersebut bikin banyak warga tersinggung lantaran tradisi keagamaan warga kerap dianggap tidak sesuai dengan Alquran dan hadis. Menyimpan masalah sejak awal, Masjid Imam Ahmad bin Hanbal sudah 16 tahun berdiri di wilayah lingkungan RT 05/ RW 10 itu. Ketika pertama berdiri, warga juga sempat menyuarakan penolakan. Namun, belakangan sikap warga menjadi cair. Warga dan tokoh masyarakat memberikan izin berdirinya masjid tersebut atas dasar kesepakatan. Salah satu poin kesepakatan itu: dakwah masjid tidak menyenggol akidah yang selama ini dijalani warga, yakni tahlilan, ziarah kubur termasuk juga maulid nabi—tradisi keagamaan yang melekat pada kalangan Nahdlatul Ulama.

               Masalah menjadi sensitif ketika ada rencana renovasi masjid pada Maret 2016. Masjid lama, yang dibangun pada 2001, dirobohkan untuk dibangun empat lantai. Momentum ini menjadi pengungkit warga yang sudah gelisah dengan isi ajaran dakwah dari masjid tersebut, mendorong warga melakukan penolakan dan akhirnya memasang sejumlah spanduk di lokasi pembangunan masjid. Warga yang tinggal di lingkungan paling dekat masjid sama sekali tak dimintai persetujuan. Penolakan warga sampai ke meja Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto, politikus dari Partai Amanat Nasional. Pada Desember lalu warga beserta tokoh masyarakat Bogor Utara melakukan pertemuan di kantor Wali Kota bersama jemaah masjid Imam Ahmad bin Hanbal. Hasilnya adalah pembangunan masjid "dihentikan sambil melengkapi aspek teknis dan non-teknis."

Setelah melakukan analisis menggunakan proses-U, yang menjadi bagian dari proses “reframing” dari peristiwa di atas adalah....

a)

terjadi sikap ekstrimisme dalam beragama

b)

tidak terjadi gesekan antar internal umat agama

c)

mengubah trend mayoritarianisme menjadi kesetaraan

d)

regulasi harus diperkuat

e)

perbedaan pandangan keagamaan adalah isu penting dan prioritas

26.

Spanduk penolakan itu terpampang di tembok pinggir Jalan Kolonel Ahmad Syam, Kompleks IPB Baranangsiang IV. Isinya, pernyataan warga plus tokoh masyarakat Bogor Utara yang menolak pembangunan Masjid Imam Ahmad bin Hanbal di wilayah mereka di Kelurahan Tanah Baru. Alasannya, pihak masjid tidak melakukan sosialisasi atas rencana renovasi masjid itu. Setidaknya ada empat spanduk penolakan di dekat pembangunan masjid.

          Di balik penolakan, ada sentimen keyakinan yang menyinggung warga ketika masjid itu menyiarkan dakwah. Warga kerap dinyatakan bid’ah karena melakukan kegiatan maulid Nabi, salawat, dan tawasul. “Menolak dengan tegas pembangunan dan keberadaan masjid Imam Ahmad bin Hanbal” tulis warga. “Sampai Kapan pun”. Muara penolakan bermula dari dakwah masjid Imam Ahmad bin Hanbal. Warga yang kebanyakan kaum Nahdliyin merasa tersinggung dengan isi dakwah yang kerap menyerempet akidah yang selama ini dijalani warga. Apalagi kebanyakan warga Bogor Utara sering melakukan tradisi maulidan termasuk ziarah kubur dan tawasulan. Alasan kebanyakan warga menolak masjid karena tidak menerima akidah mereka dinyatakan bid’ah. Dakwah salafi dari masjid tersebut bikin banyak warga tersinggung lantaran tradisi keagamaan warga kerap dianggap tidak sesuai dengan Alquran dan hadis. Menyimpan masalah sejak awal, Masjid Imam Ahmad bin Hanbal sudah 16 tahun berdiri di wilayah lingkungan RT 05/ RW 10 itu. Ketika pertama berdiri, warga juga sempat menyuarakan penolakan. Namun, belakangan sikap warga menjadi cair. Warga dan tokoh masyarakat memberikan izin berdirinya masjid tersebut atas dasar kesepakatan. Salah satu poin kesepakatan itu: dakwah masjid tidak menyenggol akidah yang selama ini dijalani warga, yakni tahlilan, ziarah kubur termasuk juga maulid nabi—tradisi keagamaan yang melekat pada kalangan Nahdlatul Ulama.

               Masalah menjadi sensitif ketika ada rencana renovasi masjid pada Maret 2016. Masjid lama, yang dibangun pada 2001, dirobohkan untuk dibangun empat lantai. Momentum ini menjadi pengungkit warga yang sudah gelisah dengan isi ajaran dakwah dari masjid tersebut, mendorong warga melakukan penolakan dan akhirnya memasang sejumlah spanduk di lokasi pembangunan masjid. Warga yang tinggal di lingkungan paling dekat masjid sama sekali tak dimintai persetujuan. Penolakan warga sampai ke meja Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto, politikus dari Partai Amanat Nasional. Pada Desember lalu warga beserta tokoh masyarakat Bogor Utara melakukan pertemuan di kantor Wali Kota bersama jemaah masjid Imam Ahmad bin Hanbal. Hasilnya adalah pembangunan masjid "dihentikan sambil melengkapi aspek teknis dan non-teknis."

Setelah melakukan analisis menggunakan proses-U, yang menjadi bagian dari proses “reacting” dari peristiwa di atas adalah....

a)

terjadi sikap ekstrimisme dalam beragama

b)

tidak terjadi gesekan antar internal umat agama

c)

mengubah trend mayoritarianisme menjadi kesetaraan

d)

regulasi harus diperkuat

e)

perbedaan pandangan keagamaan adalah isu penting dan prioritas

27.

Dalam konteks moderasi beragama, mengapa penting bagi pemuka agama untuk memiliki pemahaman yang baik tentang agama-agama lain?

a)

Untuk mengajarkan pemeluk agama lain

b)

Untuk mengubah keyakinan orang lain

c)

Untuk mempromosikan dialog antaragama dan toleransi

d)

Untuk mempersiapkan debat agama

e)

Untuk mengadakan ritual agama bersama

28.

Dalam rangka membangun masyarakat yang moderat, mengapa penegakan hukum yang adil dan tegas terhadap kekerasan berbasis agama penting?

a)

Untuk menunjukkan kelemahan pemerintah

b)

Untuk menekan agama minoritas

c)

Untuk memastikan hak dan kebebasan beragama dihormati

d)

Untuk memperkenalkan agama negara

e)

Untuk menstabilkan politik dalam negeri

29.

Dalam konteks moderasi beragama, mengapa edukasi yang inklusif penting dalam menciptakan lingkungan yang toleran?

a)

Menjamin semua anak mendapatkan pendidikan yang sama

b)

Mengurangi pengaruh kelompok radikal dalam pendidikan

c)

Meningkatkan nilai-nilai pluralisme dan menghargai perbedaan

d)

Mendorong terbentuknya kelompok diskusi agama

e)

Mengurangi peran agama dalam kehidupan sehari-hari

30.

Mengapa media massa memiliki peran penting dalam mempromosikan moderasi beragama?

a)

Media massa dapat menggiring opini publik

b)

Media massa dapat mempengaruhi kebijakan pemerintah

c)

Media massa dapat mengedukasi masyarakat tentang nilai-nilai moderasi dan toleransi

d)

Media massa menjadi platform untuk mempromosikan agama tertentu

e)

Media massa mengekspos kekerasan berbasis agama

31.

Bagaimana hubungan antara toleransi beragama dan stabilitas sosial dalam konteks moderasi beragama di Indonesia?

a)

Tidak ada hubungan langsung antara keduanya

b)

Stabilitas sosial tergantung pada agama mayoritas

c)

Toleransi beragama berkontribusi pada stabilitas sosial dengan mengurangi konflik antarumat beragama

d)

Stabilitas sosial hanya dicapai jika satu agama mendominasi

e)

Toleransi beragama

32.

Bagaimana pendekatan yang tepat untuk mencapai moderasi beragama di Indonesia?

a)

Mengedepankan toleransi dalam beragama

b)

Menggunakan hukum adat sebagai panduan utama

c)

Melarang kegiatan agama yang dianggap tidak sejalan dengan ideologi negara

d)

Mempromosikan satu agama dominan di masyarakat

e)

Menekankan keunggulan satu agama atas agama lain

33.

Subtopik: Pancasila sebagai dasar negara. Pancasila berperan penting dalam moderasi beragama di Indonesia dalam menguatkan persatuan antar agama melalui sila ke:

a)

Pertama

b)

Kedua

c)

Ketiga

d)

Keempat

e)

Kelima

34.

Berdasarkan prinsip moderasi beragama, apa yang sebaiknya dilakukan ketika menghadapi ajaran yang menimbulkan konflik antarumat beragama?

a)

Melaporkan ajaran tersebut kepada pemerintah

b)

Menyebarkan ajaran tersebut agar lebih banyak orang yang mengetahui

c)

Mengadakan debat publik untuk membahas ajaran tersebut

d)

Mengabaikan ajaran tersebut karena tidak penting

e)

Mempelajari ajaran tersebut untuk menemukan kebenaran yang terkandung di dalamnya

35.

Apa tujuan utama dari pendidikan agama dalam konteks moderasi beragama di Indonesia?

a)

Memahamkan peserta didik tentang agama yang dominan di masyarakat

b)

Menumbuhkan toleransi antarumat beragama

c)

Menyebarkan agama yang dianggap benar

d)

Mengajarkan peserta didik untuk mengkritik ajaran agama lain

e)

Menjelaskan perbedaan-perbedaan antar agama secara detail

36.

Apa yang dimaksud dengan istilah "moderasi beragama"?

a)

Keharusan bagi setiap individu untuk memiliki keyakinan agama yang moderat

b)

Upaya membatasi penyebaran ajaran agama di masyarakat

c)

Mempromosikan sikap toleran dan menghargai keberagaman dalam beragama

d)

Mengekang paham radikal yang muncul dari agama

e)

Membatasi jumlah pemeluk agama di suatu wilayah

37.

Apa fungsi utama dari FKUB dalam konteks moderasi beragama di Indonesia?

a)

Menyusun kebijakan terkait pemberdayaan umat beragama

b)

Menetapkan standar pendidikan agama di sekolah

c)

Menentukan syarat-syarat pembangunan rumah ibadah

d)

Mengkoordinasikan kegiatan antarumat beragama

e)

Mengatur keuangan organisasi keagamaan

38.

Dalam menjaga moderasi beragama, peran pemerintah sangat penting. Apakah salah satu langkah yang bisa diambil pemerintah untukmendukung moderasi beragama di Indonesia?

a)

Menerapkan kebijakan yang mendukung kebebasan beragama

b)

Memprioritaskan pengajaran agama mayoritas di sekolah

c)

Memotong dana bagi kelompok agama yang dianggap radikal

d)

Melarang kegiatan agama yang dianggap tidak sesuai dengan norma sosial

e)

Memaksakan konsep moderasi beragama pada semua warga negara tanpa kecuali

39.

Peran MUI dalam moderasi beragama di Indonesia meliputi kegiatan berikut, kecuali:

a)

Memberikan fatwa yang moderat dan memperhatikan keberagaman agama

b)

Mengawasi dan mengontrol penyelenggaraan ibadah

c)

Mengkaji dan mengkritisi paham radikal yang mengatasnamakan agama

d)

Mempromosikan dialog antarumat beragama

e)

Menjadi mediator dalam penyelesaian konflik antarumat beragama

40.

Mengapa penting bagi setiap individu di Indonesia untuk memiliki pemahaman yang baik tentang moderasi beragama?

a)

Untuk meminimalisir konflik antarumat beragama

b)

Agar setiap individu bisa menilai agama lain dengan kriteria yang benar

c)

Untuk menjaga keharmonisan dan keberlanjutan pembangunan nasional

d)

Agar setiap individu bisa memahami ajaran agama lain dengan lebih baik

e)

Semua pilihan di atas

41.

Konsep multikulturalisme di Indonesia mendukung moderasi beragama dengan cara:

a)

Menghormati dan mengakui keberagaman agama dan kepercayaan

b)

Mengutamakan satu agama di atas agama lain

c)

Menyediakan fasilitas dan infrastruktur khusus untuk kelompok agama mayoritas

d)

Menggunakan bahasa yang sama dalam ibadah dan kegiatan keagamaan

e)

Memisahkan komunitas agama di tempat tinggal

42.

Dalam konteks Indonesia, moderasi beragama mengacu pada:D

a)

ominasi agama mayoritas terhadap agama minoritas

b)

Upaya ekstremis dalam mempengaruhi keyakinan agama orang lain

c)

Penekanan pada konsep dasar agama tertentu

d)

Prinsip-prinsip toleransi, kerukunan, dan saling menghargai antar umat beragama

e)

Pembatasan kebebasan beragama di lingkungan sosial

43.

Prinsip Pancasila yang berhubungan langsung dengan moderasi beragama adalah:

a)

Ketuhanan Yang Maha Esa

b)

Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

c)

Persatuan Indonesia

d)

Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan

e)

Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

44.

Berikut ini adalah organisasi keagamaan yang memiliki peran penting dalam moderasi beragama di Indonesia, kecuali:

a)

Nahdlatul Ulama (NU)

b)

Muhammadiyah

c)

Persatuan Umat Islam (PUI)

d)

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)

e)

Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI)

45.

Mekanisme fatwa dalam konteks moderasi beragama di Indonesia mencakup:

a)

Proses otoriter yang didasarkan pada pandangan sektarian

b)

Mencerminkan pandangan hanya satu organisasi keagamaan

c)

Penafsiran yang terbuka untuk perdebatan dan dialog antar umat beragama

d)

Dihasilkan tanpa konsultasi dengan komunitas beragama lainnya

e)

Mengikuti pandangan ekstrem dari agama tertentu

46.

Pembauran budaya lokal dengan ajaran agama di Indonesia disebut sebagai:

a)

Sincretisme

b)

Assimilasi

c)

Akulturasi

d)

Monolitisme

e)

Pluralisme

47.

Faktor yang paling berkontribusi dalam memperkuat moderasi beragama di Indonesia adalah:

a)

Sekularisme

b)

Nasionalisme

c)

Sistem pendidikan inklusif dan holistik

d)

Fundamentalisme

e)

Radikalisme

48.

Bagaimana peran Kementerian Agama Republik Indonesia dalam mendorong moderasi beragama?

a)

Mengatur interaksi antar pemeluk agama

b)

Membatasi kegiatan agama minoritas

c)

Mendukung komunikasi dan dialog antar umat beragama

d)

Mengontrol doktrin agama yang diajarkan di sekolah

e)

Menentukan keyakinan yang harus dianut oleh warga negara

49.

 Paham keagamaan mana yang paling identik dengan moderasi beragama di Indonesia?

a)

Wahhabisme

b)

Salafisme

c)

Pluralisme

d)

Liberalisme

e)

Islam Nusantara

50.

Salah satu contoh praktik moderasi beragama di Indonesia adalah:

a)

Masjid Istiqlal Sediakan Lahan Parkir Buat Jemaat Baca artikel CNN Indonesia "Gereja Katedral Puji Masjid Istiqlal Sediakan Lahan Parkir Buat Jemaat saat Natal

b)

Pelarangan perayaan Natal oleh pemerintah daerah

c)

Pembakaran tempat ibadah agama minoritas

d)

Menerapkan hukum syariah secara ketat di seluruh Indonesia

e)

Penerapan diskriminasi terhadap kelompok agama tertentu

51.

Dalam konteks moderasi beragama, kerukunan antar umat beragama dapat terwujud melalui:

a)

Penekanan pada konversi agama

b)

Dialog dan kerjasama antar pemeluk agama

c)

Memaksakan satu agama di masyarakat multikultural

d)

Penggunaan kekerasan untuk menegakkan keyakinan agama

e)

Pembatasan kebebasan beragama di lingkungan sosial

52.

Bagaimana kontribusi organisasi kemasyarakatan dalam mewujudkan moderasi beragama di Indonesia?

a)

Melalui penyebaran paham radikalisme

b)

Mengorganisir kegiatan keagamaan yang eksklusif

c)

Menciptakan polarisasi antara kelompok agama

d)

Melalui pendidikan dan dakwah yang menghargai keberagaman

e)

Mendorong konflik antar kelompok agama

53.

Sebutkan salah satu upaya yang dilakukan pemerintah Indonesia untuk melawan ekstremisme dalam rangka mewujudkan moderasi beragama.

a)

Mengizinkan paham radikal berkembang di tengah masyarakat

b)

Menjalin kerjasama dengan kelompok teroris internasional

c)

Mendukung praktik diskriminasi terhadap kelompok agama tertentu

d)

Meniadakan peran lembaga pendidikan dalam menciptakan moderasi beragama

e)

Melakukan deradikalisasi terhadap individu dan kelompok yang terpapar paham ekstremis

54.

Contoh tindakan yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia untuk mewujudkan moderasi beragama dalam kehidupan sehari-hari adalah:

a)

Saling menghormati tradisi dan perayaan agama yang berbeda

b)

Mengkritik penganut agama lain dengan cara yang kasar dan tidak toleran

c)

Membentuk kelompok eksklusif berdasarkan agama

d)

Menghalangi individu dari agama lain untuk beribadah di tempat ibadah mereka

e)

Mengusir anggota keluarga yang bergabung dengan agama lain

55.

Mengapa pemahaman moderasi beragama penting bagi Indonesia?

a)

Untuk memperkuat identitas keagamaan mayoritas

b)

Untuk mendorong konversi agama pada skala besar

c)

Untuk menciptakan masyarakat yang harmonis dan toleran

d)

Untuk memastikan bahwa hanya satu agama yang diakui dan diperbolehkan

e)

Untuk mengecilkan peran agama dalam kehidupan masyarakat

56.

Dalam konteks pendidikan, bagaimana moderasi beragama dapat diterapkan di sekolah?

a)

Melarang murid-murid untuk berbicara tentang agama di lingkungan sekolah

b)

Menyebarkan propaganda keagamaan dan mengecilkan agama lain

c)

Menyisipkan materi moderasi beragama dalam kurikulum dan kegiatan ekstrakurikuler

d)

Menghukum murid yang memiliki pandangan berbeda tentang agama

e)

Mengharuskan murid untuk mengikuti agama mayoritas di sekolah

57.

Konsep kebhinekaan dalam konteks moderasi beragama di Indonesia menekankan pada:

a)

Pemisahan antara agama dan budaya

b)

Menghargai dan mengakui keberagaman agama dan kepercayaan

c)

Pemisahan antara agama dan negara

d)

Dominasi agama mayoritas

e)

Pemusatan kekuasaan agama di pemerintahan

58.

Dalam upaya menjaga moderasi beragama, peran Kementerian Agama dalam mengawasi pendidikan agama mencakup:

a)

Menentukan doktrin agama yang harus diajarkan

b)

Meniadakan pendidikan agama di sekolah

c)

Memastikan pendidikan agama bersifat inklusif dan toleran

d)

Memaksakan satu pendekatan agama di semua sekolah

e)

Menekankan pada konversi agama dalam pendidikan

59.

Dalam upaya mewujudkan moderasi beragama, peran media massa adalah:

a)

Menyebarkan berita yang memicu konflik antar umat beragama

b)

Menyoroti perbedaan kecil dalam keyakinan agama

c)

Memberikan informasi seimbang tentang isu keagamaan tanpa memihak

d)

Memposisikan diri sebagai pihak yang mendukung satu agama saja

e)

Mempromosikan dialog, kerjasama, dan toleransi antar umat beragama

60.

 Selama era reformasi, aspek penting yang mendukung moderasi beragama di Indonesia adalah:

a)

Pengakuan dan perlindungan terhadap hak-hak kelompok agama minoritas

b)

Pembubaran ormas yang menganut paham pluralisme

c)

Pemberian hak eksklusif bagi agama mayoritas

d)

Pemisahan antara pemerintahan dan agama dalam praktik pemerintahan

e)

Penyensoran terhadap media yang membahas agama

61.

Bagaimana pendekatan moderasi beragama di Indonesia membantu mengurangi konflik antar umat beragama?

a)

Dengan mengesampingkan perbedaan agama

b)

Dengan mendukung agama mayoritas sebagai norma

c)

Dengan mengadopsi pendekatan sinkretisme

d)

Dengan mengedepankan dialog dan toleransi antar umat beragama

e)

Dengan meminimalisir peran agama dalam politik

62.

Sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia, mengapa moderasi beragama penting bagi Indonesia?

a)

Karena moderasi beragama membatasi pertumbuhan agama Islam

b)

Karena negara ini ingin menjadi negara sekuler

c)

Karena moderasi beragama mempromosikan globalisasi

d)

Karena moderasi beragama mencegah ekstremisme dan radikalisme

e)

Karena moderasi beragama relevan bagi negara dengan populasi muslim

63.

Apa dampak yang mungkin terjadi jika moderasi beragama tidak ditekankan dalam pendidikan di Indonesia?

a)

Meningkatkan tingkat perekonomian nasional

b)

Membentuk generasi yang lebih patriotik

c)

Membuat masyarakat lebih terbuka terhadap kebudayaan global

d)

Memperluas kesenjangan antara umat beragama dan meningkatkan intoleransi

e)

Menyebabkan penurunan jumlah pemeluk agama di Indonesia

64.

Dalam konteks sejarah Indonesia, bagaimana moderasi beragama telah menjadi bagian penting dari identitas bangsa?

a)

Dengan menegakkan hukum agama sebagai dasar negara

b)

Dengan menjadikan agama sebagai alat politik utama

c)

Dengan menggabungkan nilai-nilai agama dan budaya lokal

d)

Dengan menjadikan agama sebagai dasar sistem pendidikan

e)

Dengan mengisolasi komunitas beragama tertentu

65.

Manakah di antara berikut ini yang bukan merupakan prinsip dasar moderasi beragama?

a)

Toleransi

b)

Anti Kekerasan

c)

Ekstremisme

d)

Keadilan

e)

Kerukunan

66.

Pemahaman moderasi beragama di Indonesia dapat diperoleh melalui pendekatan berikut, kecuali:

a)

Memperdalam pemahaman tentang ajaran agama sendiri

b)

Memahami dan menghormati ajaran agama lain

c)

Melakukan dialog dan diskusi antar umat beragama

d)

Mempromosikan pemahaman agama tertentu sebagai solusi

e)

Menerapkan prinsip-prinsip demokrasi dan kebebasan beragama

67.

 Dalam menghadapi tantangan global, bagaimana moderasi beragama dapat membantu mengatasi ekstremisme dan terorisme di Indonesia?

a)

Dengan mengabaikan perbedaan agama dan etnis

b)

Dengan memperkenalkan kebijakan yang mendiskriminasi kelompok agama tertentu

c)

Dengan menciptakan lingkungan yang kondusif bagi dialog dan kerjasama antar umat beragama

d)

Dengan mendorong sentimen anti-agama di kalangan masyarakat

e)

Dengan melarang penganut agama tertentu berpartisipasi dalam kehidupan sosial dan politik

68.

Manakah dari tindakan-tindakan berikut ini yang merupakan karakteristik utama dari moderasi beragama di Indonesia?

a)

Berpegang teguh pada prinsip-prinsip agama sendiri dan tidak berinteraksi dengan kelompok agama lain

b)

Mempersuasi orang lain untuk memeluk agamanya sendiri secara agresif

c)

Secara aktif mempromosikan toleransi, dialog, dan kerja sama di antara kelompok-kelompok agama yang berbeda

d)

Menolak segala bentuk praktik keagamaan sebagai sesuatu yang kuno dan tidak perlu

e)

Mengadvokasi pendirian negara agama yang didasarkan pada satu agama

69.

Dalam konteks moderasi beragama, bagaimana Pancasila, filosofi dasar negara Indonesia, dipandang?

a)

Sebagai penghalang kerukunan umat beragama

b)

Sebagai alat untuk mempromosikan satu agama di atas agama lain

c)

Sebagai kerangka kerja netral yang memupuk toleransi dan persatuan nasional

d)

Sebagai platform untuk mengadvokasi ateisme

e)

Tidak relevan dengan masalah agama

70.

Apa peran yang dimainkan oleh organisasi-organisasi lintas agama dalam mempromosikan moderasi beragama di Indonesia?

a)

Mendorong pembentukan komunitas agama yang eksklusif

b)

Memfasilitasi diskusi untuk mengutuk praktik-praktik keagamaan lain

c)

Mendukung kegiatan-kegiatan yang merusak kebebasan beragama

d)

Mengadvokasi doktrin agama tertentu

e)

Memupuk dialog, pemahaman, dan kolaborasi antara komunitas agama yang berbeda

71.

Apa tantangan signifikan yang dihadapi oleh moderasi beragama di Indonesia?

a)

Interaksi yang terbatas antara komunitas-komunitas agama karena isolasi geografis

b)

Kurangnya keragaman di dalam kelompok-kelompok agama

c)

Kecenderungan untuk memandang agama sebagai masalah pribadi dan privat

d)

Meningkatnya ekstremisme dan intoleransi agama

e)

Jumlah pemeluk agama mayoritas dan minoritas