NEW
Font size
WorksheetsIKATAN KIMIA DAN GAYA ANTAR MOLEKUL
Total questions: 25
Worksheet time: 1hrs 15mins
Satu molekul hidrogen bergabung dengan satu molekul klorin membentuk dua molekul hidrogen klorida, pernyataan berikut yang benar adalah...
Satu elektron pada molekul hidrogen disumbangkan ke molekul klorin
Satu elektron pada molekul klorin disumbangkan ke molekul hidrogen
Setiap molekul menggunakan
Setiap molekul menggunakan masing-masing satu elektron untuk digunakan bersama
Setiap molekul menggunakan dua elektron untuk digunakan bersama
Setiap molekul menggunakan satu pasang elektron untuk digunakan bersama
Gambar struktur Lewis dari senyawa SO2 adalah…. dengan nomor atom (S = 16 dan O = 8)
Perhatikan pernyataan di bawah ini!
1. Struktur Lewis didasarkan pada aturan oktet dan duplet.
2. Struktur Lewis dapat menggambarkan jenis ikatan senyawa.
3. Struktur Lewis dapat menggambarkan susunan atom dalam molekul.
4. Struktur Lewis digambarkan berdasarkan pada nomor atom.
5. Struktur Lewis digambarkan berdasarkan pada elektron valensi
Berdasarkan pernyataan diatas, yang benar mengenai struktur Lewis adalah
1, 2, dan 3
1, 3, dan 5
1, 2, dan 5
1, 2, dan 4
2, 3, dan 4
Unsur M memiliki 20 proton dan unsur X memiliki 35 proton. Senyawa yang dapat dibentuk dari M dan X adalah...
MX
MX2
M2X
M2X3
M3X2
Unsur X memiliki nomor massa 24 dengan jumlah proton dan neutron yang sama. Unsur Y memiliki nomor massa 16 dengan jumlah proton dan neutron yang sama. Jika kedua unsur tersebut berikatan akan membentuk senyawa. Rumus senyawa dan jenis ikatan yang terjadi berturut- turut adalah...
XY: ion
X2Y: ion
XY2: ion
XY: kovalen
X2Y: kovalen
Atom-atom cenderung berikatan dengan atom lain, baik atom sejenis ataupun tidak sejenis agar mencapai kestabilan. Cara atom Ca dan Br berikatan dalam membentuk senyawa CaBr2 adalah...
Masing-masing satu elektron pada atom Ca disumbangkan ke 2 atom Br sehingga dapat mencapai suatu kestabilan. Ikatan yang terbentuk adalah ikatan ion
Satu elektron pada atom Ca disumbangkan ke atom Br sehingga dapat mencapai suatu kestabilan. Ikatan yang terbentuk adalah ikatan ion
Masing-masing satu elektron pada atom Ca disumbangkan ke atom Br sehingga dapat mencapai suatu kestabilan. Ikatan yang terbentuk adalah ikatan ion
Masing-masing satu elektron pada atom Ca disumbangkan ke atom 2 atom Br sehingga dapat mencapai suatu kestabilan. Ikatan yang terbentuk adalah ikatan kovalen
Satu elektron pada atom Ca disumbangkan ke atom Br sehingga dapat mencapai suatu kestabilan. Ikatan yang terbentuk adalah ikatan ion
Apabila unsur 20Ca berikatan dengan unsur 16S maka data yang tepat mengenai pembentukan ikatan tersebut adalah
Unsur Ca melepas 2 elektron, unsur S menangkap 2 elektron, jenis ikatannya adalah ikatan kovalen dengan rumus senyawa CaS
Unsur Ca menyumbangkan 2 elektron, unsur S menyumbangkan 2 elektron, jenis ikatannya adalah ikatan kovalen dengan rumus senyawa CaS2
Unsur Ca menangkap 2 elektron, unsur S melepas 2 elektron, jenis ikatannya adalah ikatan ion dengan rumus senyawa Ca2S
Unsur Ca melepas 2 elektron, unsur S menangkap 2 elektron, jenis ikatannya adalah ikatan ion dengan rumus senyawa CaS
Unsur Ca menyumbangkan 2 elektron, unsur S menyumbangkan 2 elektron, jenis ikatannya adalah ikatan ion dengan rumus senyawa CaS
Dari gambar di samping, ikatan yang terjadi antara senyawa BF3 dengan NH3 untuk membentuk suatu padatan dengan rumus BF3NH3 adalah...
Ikatan ion
Ikatan kovalen
Ikatan kovalen koordinasi
Ikatan kovalen rangkap dua
Ikatan kovalen rangkap tiga
Atom B (Z = 5) dapat berikatan dengan atom H (Z = 1) yang akan membentuk BH3, berikut pernyataan yang benar mengenai senyawa BH3 adalah, kecuali...
Terbentuk ikatan kovalen tunggal
Setiap atom menggunakan masing-masing satu elektron untuk digunakan bersama
Dapat membentuk ikatan hidrogen antarmolekul
Bersifat nonpolar
Terbentuk geometri molekul trigonal planar
Intan digunakan sebagai perhiasan. Intan bersifat kuat dan keras. Oleh karena itu, intan sering digunakan juga sebagai mata gergaji atau untuk memotong benda-benda yang keras. Hal itu dapat terjadi karena...
Intan memiliki ikatan kimia antar penyusun atom intan. Intan tersusun dari atom karbon yang saling berikatan tunggal. Struktur yang terdapat pada intan ini termasuk struktur ion raksasa. Struktur ion terjadi karena adanya ikatan ion antara sesama atom C dalam intan
Intan memiliki ikatan kimia antar penyusun atom intan. Intan tersusun dari atom karbon yang saling berikatan tunggal. Struktur yang terdapat pada intan ini termasuk struktur logam raksasa. Struktur logam terjadi karena adanya ikatan logam antara sesama atom C dalam intan
Intan memiliki ikatan kimia antar penyusun atom intan. Intan tersusun dari atom karbon yang saling berikatan rangkap dua. Struktur yang terdapat pada intan ini termasuk struktur kovalen raksasa. Struktur kovalen terjadi karena adanya ikatan kovalen antara sesama atom C dalam intan
Intan memiliki ikatan kimia antar penyusun atom intan. Intan tersusun dari atom karbon yang saling berikatan rangkap tiga. Struktur yang terdapat pada intan ini termasuk struktur kovalen raksasa. Struktur kovalen terjadi karena adanya ikatan kovalen antara sesama atom C dalam intan
Intan memiliki ikatan kimia antar penyusun atom intan. Intan tersusun dari atom karbon yang saling berikatan tunggal. Struktur yang terdapat pada intan ini termasuk struktur kovalen raksasa. Struktur kovalen terjadi karena adanya ikatan kovalen antara sesama atom C dalam intan
Pada saat proses pembuatan pisau oleh tukang besi, ternyata logam yang akan digunakan dalam pembuatan pisau ini harus ditempa pada suhu tinggi terlebih dahulu. Ikatan apa yang terjadi pada proses pembuatan pisau? Dan mengapa pembuatan pisau harus ditempa pada suhu tinggi dalam pembuatan pisau...
Ikatan logam. Karena ikatan logam memiliki awan elektron yang saling berdekatan sehingga sulit untuk mengalami pergeseran, untuk membuat ikatan tersebut bergeser maka harus diperlukan suhu yang tinggi
Ikatan logam. Karena ikatan logam memiliki awan elektron yang saling berjauhan sehingga sulit untuk mengalami pergeseran, untuk membuat ikatan tersebut bergeser maka harus diperlukan suhu yang tinggi
Ikatan logam. Karena ikatan logam memiliki awan elektron yang saling berdekatan sehingga mudah untuk mengalami pergeseran, untuk membuat ikatan tersebut bergeser maka harus diperlukan suhu yang tinggi
Ikatan logam. Karena ikatan logam memiliki awan elektron yang saling berdekatan sehingga mudah untuk mengalami pergeseran, untuk membuat ikatan tersebut bergeser maka harus diperlukan suhu yang rendah
Ikatan logam. Karena ikatan logam memiliki awan elektron yang saling berdekatan sehingga sulit untuk mengalami pergeseran, untuk membuat ikatan tersebut bergeser maka harus diperlukan suhu yang rendah
Kondisi bumi kini semakin lama semakin panas, suhunya semakin meningkat. Dampaknya seperti mengakibatkan kelangkahan air, rusaknya rantai makanan, dan pengasaman air laut. Melihat adanya kejadian tersebut dibuatlah perjanjian paris oleh 144 negara untuk membatasi kenaikan suhu bumi sebesar 1,5°C. Kenaikaan suhu bumi bisa dicegah dengan membatasi polusi udara. Padahal, 2/3 polusi udara berasal dari sektor energi. Karena hal itu, Indonesia sudah menggalakkkan pengembangan sumber energi terbarukan termasuk panel surya. Panel surya dapat terbuat dari salah satu batang galium. Batang galium dapat dijadikan sebagai panel surya karena...
Terbentuk ikatan logam. Logam galium adalah kumpulan kation yang tersusun rapi dan dikelilingi oleh elektron-elektronnya sehingga membentuk lautan elektron yang bergerak bebas dari satu atom ke atom lain. Keadaan seperti inilah yang mengakibatkan sifat logam dapat menghantarkan arus listrik dan kalor dengan baik sehingga dapat digunakan sebagai panel surya
Terbentuk ikatan logam. Logam galium adalah kumpulan anion yang tersusun rapi dan dikelilingi oleh elektron-elektronnya sehingga membentuk lautan elektron yangdapat bergerak bebas dari satu atom ke atom lain. Keadaan seperti inilah yang mengakibatkan sifat logam dapat menghantarkan arus listrik dan kalor dengan baik sehingga dapat digunakan sebagai panel surya
Terbentuk ikatan logam. Logam galium adalah kumpulan kation yang tersusun rapi dan dikelilingi oleh elektron-elektronnya sehingga membentuk lautan elektron yang tidak dapat bergerak bebas dari satu atom ke atom lain. Keadaan seperti inilah yang mengakibatkan sifat logam dapat menghantarkan arus listrik dan kalor dengan baik sehingga dapat digunakan sebagai panel surya
Terbentuk ikatan ion. Logam galium adalah kumpulan kation yang tersusun rapi dan dikelilingi oleh elektron-elektronnya sehingga membentuk lautan elektron yang dapat bergerak bebas dari satu atom ke atom lain. Keadaan seperti inilah yang mengakibatkan sifat logam dapat menghantarkan arus listrik dan kalor dengan baik sehingga dapat digunakan sebagai panel surya
Terbentuk ikatan ion. Logam galium adalah kumpulan kation yang tersusun rapi dan dikelilingi oleh elektron-elektronnya sehingga membentuk lautan elektron yang tidak dapat bergerak bebas dari satu atom ke atom lain. Keadaan seperti inilah yang mengakibatkan sifat logam dapat menghantarkan arus listrik dan kalor dengan baik sehingga dapat digunakan sebagai panel surya
Aldebaran tidak sengaja mencampur air dengan minyak goreng ternyata air dan minyak goreng tidak tercampur. Berdasarkan sifat kepolaran suatu senyawa, air dan minyak tidak dapat tercampur karena...
Air memiliki ikatan kovalen polar sedangkan minyak memiliki ikatan kovalen non polar. Air akan bercampur dengan larutan yang bersifat kovalen polar begitu juga sebaliknya. Ini berlaku teori like dissolve like (senyawa polar hanya akan larut dalam senyawa polar dan senyawa non polar hanya akan larut dalam senyawa non polar)
Air memiliki ikatan kovalen non polar sedangkan minyak memiliki ikatan kovalen polar. Air akan bercampur dengan larutan yang bersifat kovalen non polar begitu juga sebaliknya. Ini berlaku teori like dissolve like (senyawa polar hanya akan larut dalam senyawa polar dan senyawa non polar hanya akan larut dalam senyawa non polar)
Air memiliki ikatan kovalen polar sedangkan minyak memiliki ikatan kovalen non polar. Air akan bercampur dengan larutan yang bersifat kovalen polar begitu juga sebaliknya. Ini berlaku teori like dissolve like (senyawa polar hanya akan larut dalam senyawa non polar dan senyawa non polar hanya akan larut dalam senyawa polar)
Air memiliki ikatan kovalen polar sedangkan minyak memiliki ikatan kovalen non polar. Air akan bercampur dengan larutan yang bersifat kovalen non polar begitu juga sebaliknya. Ini berlaku teori like dissolve like (senyawa polar hanya akan larut dalam senyawa polar dan senyawa non polar hanya akan larut dalam senyawa non polar)
Air memiliki ikatan kovalen non polar sedangkan minyak memiliki ikatan kovalen polar. Air akan bercampur dengan larutan yang bersifat kovalen non polar begitu juga sebaliknya. Ini berlaku teori like dissolve like (senyawa polar hanya akan larut dalam senyawa polar dan senyawa non polar hanya akan larut dalam senyawa non polar)
Pada suatu percobaan, buret A diisi dengan larutan asam klorida (HCl) sedangkan buret B diisi larutan karbon tetraklorida (CCl4). Kemudian masing-masing larutan akan dialirkan dan didekatkan dengan batang ebonit bermuatan. Apa yang akan terjadi pada kedua larutan tersebut dan mengapa demikian...
Larutan asam klorida (HCl) dapat dibelokkan karena merupakan senyawa polar yang ujung- ujung senyawanya memiliki kutub, sedangkan larutan karbon tetraklorida (CCl4) tidak dapat dibelokkan karena merupakan senyawa nonpolar yang ujung-ujung senyawanya tidak memiliki kutub
Larutan asam klorida (HCl) tidak dapat dibelokkan karena merupakan senyawa polar yang ujung-ujung senyawanya memiliki kutub, sedangkan larutan karbon tetraklorida (CCl4) dapat dibelokkan karena merupakan senyawa nonpolar yang ujung-ujung senyawanya tidak memiliki kutub
Larutan asam klorida (HCl) dapat dibelokkan karena merupakan senyawa non polar yang ujung-ujung senyawanya memiliki kutub, sedangkan larutan karbon tetraklorida (CCl4) tidak dapat dibelokkan karena merupakan senyawa polar yang ujung-ujung senyawanya tidak memiliki kutub
Larutan asam klorida (HCl) tidak dapat dibelokkan karena merupakan senyawa non polar yang ujung-ujung senyawanya memiliki kutub, sedangkan larutan karbon tetraklorida (CCl4) dapat dibelokkan karena merupakan senyawa polar yang ujung-ujung senyawanya tidak memiliki kutub
Pasangan elektron dalam ikatan kovalen suatu larutan tertarik lebih kuat ke salah satu atom sehingga distribusi muatan antara senyawa asam klorida (HCl) dan larutan karbon tetraklorida (CCl4) tidak seimbang
Atom Cl yang saling berikatan membentuk gas Cl2. Jika atom I berikatan dengan Cl, terbentuk senyawa iodin monoklorida (ICl) yang distribusi elektronnya mirip dengan Cl2. Senyawa ICl mendidih pada suhu 97,4°C, sedangkan Cl2 mendidih pada suhu -34°C. Peryataan yang dapat menjelaskan fenomena tersebut adalah...
ICl terjadi gaya london, sedangkan Cl2 terjadi gaya dipol
ICl terjadi gaya dipol, sedangkan Cl2 terjadi gaya london
Cl2 memiliki gaya london lebih kuat dibandingkan dengan ICl
ICl memiliki gaya london lebih kuat dibandingkan dengan Cl2
Distribusi elektron ICl lebih rapat dibandingkan Cl2
Sebuah erlenmeyer yang telah terkena dengan minyak akan sulit dihilangkan dengan air. Namun, setelah ditetesi dengan dimetill eter, minyak tersebut dapat hilang. Cairan dimetil eter dapat bercampur baik dengan minyak karena di antara kedua molekul tersebut terdapat...
Gaya dipol-dipol
Gaya dipol-dipol terimbas
Ikatan hidrogen
Ikatan ion
Gaya london
Oksigen merupakan gas yang membawa peran krusial bagi makhluk hidup termasuk biota air. Oksigen yang digunakan biota air untuk melangsungkan kehidupan disebut oksigen terlarut. Sesuai sifat kepolaran molekul maka akan berlaku teori like dissolve like. Namun, kenyataannya gas oksigen (O2) yang bersifat nonpolar dapat larut dalam air (H2O) yang bersifat polar. Hal itu dapat terjadi karena...
Adanya gaya tarik menarik antarmolekul O2 dan H2O. Molekul polar dipol positif dari salah satu molekul polar tarik menarik dengan dipol negatif dari molekul polar lainnya. Interaksi ini terjadi antar senyawa kovalen polar. Molekul- molekul polar cenderung menyusun diri dengan cara saling mendekatkan kutub positif dengan kutub negatif molekul yang lain
Adanya gaya tarik menarik antarmolekul O2 dan H2O. Molekul polar dipol positif dari salah satu molekul nonpolar tarik menarik dengan dipol negatif dari molekul polar lainnya. Interaksi ini terjadi antar senyawa kovalen
polar. Molekul-molekul polar cenderung menyusun diri dengan cara saling mendekatkan kutub positif dengan kutub negatif molekul yang lain
Adanya gaya tarik menarik antara atom hidrogen dari molekul yang satu dengan atom molekul lain yang sangat elektronegatif yang disebabkan adanyan ikatan hidrogen antarmolekul O2 dan H2O
Adanya gaya tarik menarik antarmolekul O2 dan H2O. Molekul nonpolar mengimbas (menginduksi) molekul polar. Akibatnya, molekul polar tersebut memiliki dipol terimbas. Dipol dari molekul nonpolar akan tarik menarik dengan dipol terimbas dari molekul polar. Dipol terimbas inilah yang mengakibatkan gas oksigen (O2) dapat larut dalam air (H2O)
Adanya gaya tarik menarik antarmolekul O2 dan H2O. Molekul polar mengimbas (menginduksi) molekul nonpolar. Akibatnya, molekul nonpolar tersebut memiliki dipol terimbas. Dipol dari molekul polar akan tarik menarik dengan dipol terimbas dari molekul nonpolar. Dipol terimbas inilah yang mengakibatkan gas oksigen (O2) dapat larut dalam air (H2O)
Andi sedang berada dalam ruangan yang memiliki tekanan 1 atm. Andi mencoba merebus 100 mL air dalam gelas kimia A dan 100 mL asam florida dalam gelas kimia B. Pada suhu 19,5°C HF mendidih terlebih dahulu dari pada H2O. Hal itu terjadi karena...
Ikatan hidrogen pada HF lebih kuat dari pada H2O
Kepolaran ikatan hidrogen H2O lebih rendah
dari pada ikatan hidrogen HF
HF memiliki struktur lebih simetris dari pada H2O
H2O dapat membentuk 4 ikatan hidrogen sedangkan HF hanya dapat membentuk 2 ikatan hidrogen
Ukuran molekul HF lebih besar dari pada ukuran molekul H2O
Eter (R – O – R’) memiliki titik didih lebih rendah dari pada titik didih alkohol (R – OH), meskipun mempunyai rumus molekul yang sama. Hal ini dapat terjadi karena...
Alkohol seperti metanol mempunyai sifat beracun
Alkohol dapat bercampur baik dengan air
Alkohol berwujud cair pada suhu kamar
Reaksi alkohol dengan logam dapat menghasilkan senyawa alkoholat
Alkohol dapat membentuk ikatan hidrogen antarmolekul
Bagaimana benda padat seperti es krim dapat mencair di suatu udara terbuka. Es krim terbuat dari adonan es krim yang didinginkan. apa yang memengaruhi perubahan wujud tersebut ditinjau dari molekul-molekulnya...
Jika es krim diletakkan dalam suatu udara terbuka, maka akan menyerap kalor yang ada dalam ruangan. Kalor tersebut akan mengakibatkan gerakan partikel dalam es krim menjadi semakin cepat. Gerakan partikel yang semakin cepat akan melemahkan ikatan hidrogen yang ada dalam es krim sehingga partikel akan merenggang, saat itulah es krim akan mencair
Jika es krim diletakkan dalam suatu udara terbuka, maka akan menyerap kalor yang ada dalam ruangan. Kalor tersebut akan mengakibatkan gerakan partikel dalam es krim menjadi semakin lambat. Gerakan partikel yang semakin lambat akan memperkuat ikatan hidrogen yang ada dalam es krim sehingga partikel akan merenggang, saat itulah es krim akan mencair
Jika es krim diletakkan dalam suatu udara terbuka, maka akan menyerap kalor yang ada dalam ruangan. Kalor tersebut akan mengakibatkan energi kinetik dalam es krim berkurang sehingga gerakan partikel dalam es krim menjadi semakin lambat. Gerakan partikel yang semakin lambat akan memperkuat ikatan hidrogen yang ada dalam es krim sehingga partikel akan merenggang, saat itulah es krim akan mencair
Jika es krim diletakkan dalam suatu udara terbuka, maka akan menyerap kalor yang ada dalam ruangan. Kalor tersebut akan mengakibatkan energi potensial dalam es krim bertambah sehingga gerakan partikel dalam es krim menjadi semakin lambat. Akibatnya, ikatan hidrogen yang ada dalam es krim semakin lemah sehingga partikel akan merenggang, saat itulah es krim akan mencair
Jika es krim diletakkan dalam suatu ruangan, maka akan menyerap kalor yang ada dalam ruangan. Kalor tersebut akan mengakibatkan energi kinetik dalam es bertambah sehingga gerakan partikel dalam es krim menjadi semakin cepat. Gerakan partikel yang semakin cepat akan memperkuat ikatan hidrogen yang ada dalam es krim sehingga partikel akan merenggang, saat itulah es krim akan mencair
Ketika es batu dimasukkan ke dalam segelas air, es batu mengapung di atas permukaan air dan tidak tenggelam ke dasar air. Gaya antarmolekul yang bertanggung jawab atas fenomena tersebut adalah...
Bentuk padat dari kebanyakan zat lebih rapat dari pada fase cairnya, sebagian besar zat padat akan tenggelam dalam cairan. Berbeda dengan air, ini merupakan keistimewaan air, air berwujud es ini menyimpang dari karakter padatan pada umumnya. Zat yang memiliki kerapatan lebih rendah akan mengapung di permukaan zat cair yang memiliki kerapatan lebih besar. Yang menyebabkan air berwujud es memiliki kerapatan yang lebih rendah adalah adanya gaya dipol terimbas pada molekul sebagai gaya antarmolekul air. Dengan demikian air berwujud es memiliki kerapatan yang lebih kecil dibandingkan dengan air yang berwujud cair
Bentuk padat dari kebanyakan zat lebih rapat dari pada fase cairnya, sebagian besar zat padat akan tenggelam dalam cairan. Berbeda dengan air, ini merupakan keistimewaan air, air berwujud es ini menyimpang dari karakter padatan pada umumnya. Zat yang memiliki
kerapatan lebih rendah akan mengapung di permukaan zat cair yang memiliki kerapatan lebih besar. Yang menyebabkan air berwujud es memiliki kerapatan yang lebih rendah adalah adanya gaya dipol-dipol pada molekul sebagai gaya antarmolekul air. Dengan demikian air berwujud es memiliki kerapatan yang lebih kecil dibandingkan dengan air yang berwujud
Molekul-molekul H2O dalam air berwujud cair memiliki struktur yang lebih rapat dibandingkan dengan air berwujud es. Ketika dalam fase cair, molekul-molekul H2O dalam air dapat bergerak bebas ke segala arah sehingga bentuknya menjadi tidak teratur. Susunan tidak teratur tersebut memungkinkan molekul-molekul saling berdekatan. Akibatnya, air dalam wujud cair memiliki struktur yang lebih rapat sehingga air berwujud cair dapat tenggelam ke dasar air. Sedangkan molekul-molekul H2O dalam air berwujud es memiliki struktur yang lebih renggang yang menyebabkan air berwujud es memiliki kerapatan yang lebih renggang adalah adanya ikatan hidrogen antarmolekul. Dengan demikian ketika dalam wujud es, molekul- molekul H2O dalam air tidak dapat bergerak bebas ke segala arah, namun ikatan hidrogen akan semakin panjang dengan menurunnya suhu. Sehingga pada proses pembekuan, air memiliki struktur yang lebih renggang dan membentuk susunan yang terbuka dan teratur sehingga air berwujud es dapat mengapung di permukaan air.
Molekul-molekul H2O dalam air berwujud cair memiliki struktur yang lebih renggang dibandingkan dengan air berwujud es. Ketika dalam fase cair, molekul-molekul H2O dalam
air dapat bergerak bebas ke segala arah sehingga bentuknya menjadi tidak teratur. Susunan tidak teratur tersebut memungkinkan molekul-molekul saling berdekatan.
Akibatnya, air dalam wujud cair memiliki struktur yang lebih renggang sehingga air berwujud cair dapat tenggelam ke dasar air. Sedangkan molekul-molekul H2O dalam air berwujud es memiliki struktur yang lebih rapat. Yang menyebabkan air berwujud es memiliki kerapatan yang lebih renggang adalah adanya ikatan hidrogen intramolekul. Dengan demikian ketika dalam wujud es, molekul-molekul H2O dalam air tidak dapat bergerak bebas ke segala arah, namun ikatan hidrogen akan semakin panjang dengan menaiknya suhu. Sehingga pada proses pembekuan, air memiliki struktur yang lebih renggang dan membentuk susunan yang terbuka dan teratur sehingga air berwujud es dapat mengapung di permukaan air
Zat yang memiliki kerapatan lebih besar akan mengapung di permukaan zat cair yang memiliki kerapatan lebih rendah. Yang menyebabkan air berwujud es memiliki kerapatan yang lebih besar adalah adanya ikatan hidrogen pada molekul sebagai gaya antarmolekul air. Dengan demikian air berwujud es memiliki kerapatan yang lebih besar dibandingkan dengan air yang berwujud cair
Air yang dipanaskan akan menguap. Berikut adalah persamaan reaksinya:
H2O(l) → H2O(g)
Air yang dipanaskan tidak terurai menjadi atom H dan O yang sesuai dengan penyusun molekulnya karena
Energi panas hanya dapat memutus ikatan antarmolekul. Energi panas ini dapat mengubah air menjadi molekul lain. Kalau ikatan itu putus maka air akan berubah menjadi zat lain yang disebabkan oleh terjadinya perubahan kimia yang disebut dengan reaksi kimia
Energi panas hanya tidak dapat memutus ikatan antarmolekul. Energi panas ini dapat mengubah air menjadi molekul lain. Kalau ikatan itu putus maka air akan berubah menjadi zat lain yang disebabkan oleh terjadinya perubahan kimia yang disebut dengan reaksi kimia
Energi panas hanya dapat memutus ikatan antarmolekul bukan ikatan antar atom. Energi panas ini tidak mengubah air menjadi molekul lain sehingga hanya akan terjadi perubahan wujud
Energi panas hanya dapat memutus ikatan antar atom. Sehingga energi panas ini tidak mengubah air menjadi molekul lain. Kalau ikatan itu putus maka air akan berubah menjadi zat lain yang disebabkan oleh terjadinya perubahan kimia yang disebut dengan reaksi kimia
Energi panas hanya dapat memutus ikatan antar atom. Sehingga energi panas ini dapat mengubah air menjadi molekul lain yang mengakibatkan air menjadi zat lain yang disebabkan oleh terjadinya perubahan kimia yang disebut dengan reaksi kimia
Berdasarkan grafik tersebut urutan kekuatan ikatan hidrogen yang paling lemah ke yang paling tinggi pada senyawa HF, HCl, HBr, dan HI adalah...
HCl, HBr, HI, HF
HCl, HI, HBr, HF
HF, HI, HBr, HCl
HF, HCl, HBr, HI
HBr, HI, HF, HCl
Kanza menguji beberapa sifat senyawa yang disajikan pada tabel di samping. Berdasarkan data hasil percobaan tersebut, senyawa yang memiliki gaya dipol-dipol adalah...
A
B
C
D
E
Diketahui Massa Atom Relatif (Ar) dari beberapa molekul di bawah ini:
1. F2 (Ar F = 19)
2. Br2 (Ar Br = 80)
3. Cl2 (Ar Cl = 35)
4. I2 (Ar I = 127)
5. O2 (Ar O = 16)
Berdasarkan data Ar yang telah diberikan, urutan kekuatan Gaya London dari lemah ke yang tinggi adalah
O2 < F2 < Cl2 < Br2 < I2
O2 > F2 > Cl2 > Br2 > I2
I2 < Br2 < Cl2 < F2 < O2
F2 < Cl2 < Br2 < I2 < O2
F2 > Cl2 > Br2 > I2 < O2
