wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

UAS Biofarmasetika Farmakokinetika Univrab

Total questions: 45

Worksheet time: 26mins

Name
Class
Date
1.

Seorang apoteker menerima resep Phenytoin untuk seorang pasien YH di apotek sebuah RS yang diketahui mengalami gangguan fungsi hati. Obat anti epilepsi tersebut dimetabolisme terutama di hati. Apoteker memprediksi metabolisme phenytoin pada pasien dimaksud. Bagaimanakah efek obat tersebut pada pasien YH dibandingkan pasien dengan fungsi hati normal? 

a)

Lebih singkat dan lebih kuat

b)

Lebih singkat dan lebih lemah

c)

Lebih singkat dan intensitas efek sama

d)

Lebih lama tetapi lebih lemah

e)

Lebih lama dan lebih kuat

2.

Seorang apoteker menerima resep Phenytoin untuk seorang pasien YH di apotek sebuah RS yang diketahui mengalami gangguan fungsi hati. Apoteker memprediksi efek phenytoin pada pasien dimaksud. Bagaimanakah eliminasi obat tersebut pada pasien YH dibandingkan pasien dengan fungsi hati normal?

a)

Lebih cepat

b)

Sama

c)

Lebih lambat

d)

Tidak beraturan

e)

Tidak bisa diprediksi

3.

Seorang Wanita muda, SM, mengkonsumsi amfetamin dalam jangka lama untuk tujuan terkait kelebihan bobot badan. Apoteker di Apotek X tempat pasien menebus resep obat tersebut, memperkirakan akan terjadi penumpukan amfetamin SEBAB amfetamin yang bersifat basa akan banyak dalam bentuk ion dalam urin yang bersifat asam.

a)

Pernyataan 1 dan 2 benar, berhubungan

b)

1 dan 2 benar, tidak berhubungan

c)

1 benar, 2 salah

d)

1 salah, 2 benar

e)

1 dan 2 salah

4.

Seorang pasien MH malnutrisi dan mengalami gangguan fungsi memiliki kadar albuminemia 10% lebih rendah dibandingkan pasien normal. MH menerima terapi warfarin di RS X. Diketahui ikatan obat-protein warfarin 90 %. Seorang apoteker ingin menghitung persentase obat bebas pada pasien tsb.   Berapakah persentase obat bebas pada pasien tsb?

a)

13

b)

15

c)

17

d)

19

e)

21

5.

Seorang pasien MH malnutrisi dan mengalami gangguan fungsi hati memiliki kadar albuminemia 10% lebih rendah dibandingkan pasien normal. MH menerima terapi warfarin di RS X. Diketahui ikatan obat-protein warfarin 99 %. Berapa kali lipatkah warfarin bebas pada pasien tsb dibandingkan pasien norma?

a)

8

b)

9

c)

10

d)

11

e)

12

6.

Seorang pasien MH malnutrisi dan mengalami gangguan fungsi hati memiliki kadar albuminemia 10% lebih rendah dibandingkan pasien normal. MH menerima terapi warfarin di RS X. Diketahui ikatan obat-protein warfarin 99 %. Apakah efek samping yang paling mungkin muncul bila warfarin diberikan dengan dosis normal pada pasien tersebut?

a)

Diare

b)

Mual

c)

Hipertensi

d)

Hipotensi

e)

Perdarahan

7.

Seorang pasien 28 tahun, wanita, dinyatakan mengalami keracunan luminal. Apoteker diminta menyiapkan obat anti dotum berupa infus IV. Apakah prinsip mekanisme pengeluaran obat tersebut segera dari darah?

a)

Pemberian cairan, diuretika, dan mengasamkan urin

b)

Pemberian cairan, diuretika, tanpa mengasamkan urin

c)

Pemberian cairan, diuretika tanpa membasakan urin

d)

Pemberian cairan, diuretika, dan membasakan urin

e)

Pemberian cairan dan obat diuretika

8.

Seorang pasien 28 tahun, wanita, dinyatakan mengalami keracunan phenobarbital. Apoteker diminta menyiapkan obat anti dotum berupa infus IV . Apakah obat antidotum tersebut?

a)

Infus NaCl

b)

Infus Dekstrosa

c)

Infus NaHCO3

d)

Infus Ringer Laktat

e)

Infus Amonium Khlorida

9.

Bagaimanakah mekanisme ekresi obat melalui urin dari ginjal? 1. Filtrasi glomerulus, 2. Ekresi Aktif Tubulus, 3. Reabsorpsi Tubulus, 4. Sekresi pasif tubulus.

a)

Pernyataan 1,2,3 benar

b)

1, 3 benar

c)

2, 4 benar

d)

4 benar

e)

1,2,3,4 benar

10.

1.       Farmakokinetika non linear disebut juga farmakokinetika tergantung dosis SEBAB pada  dosis normal parameter farmakokinetika akan berubah.

a)

Pernyataan 1 dan 2 benar, berhubungan

b)

1 dan 2 benar, tidak berhubungan

c)

1 benar, 2 salah

d)

1 salah, 2 benar

e)

1 dan 2 salah

11.

Apa sajakah factor-faktor yang dapat memengaruhi metabolisme obat?

1. Penyakit, 2. Genetik, 3. Lingkungan, 4. Usia. 

a)

Pernyataan 1,2,3 benar

b)

1, 3 benar

c)

2, 4 benar

d)

4 benar

e)

1,2,3,4 benar

12.

Apa sajakah reaksi biotransformasi yang termasuk reaksi fase 1?

1. Oksidasi, 2. Reduksi, 3. Hidrolisis, 4. Asetilasi

a)

Pernyataan 1,2,3 benar

b)

1, 3 benar

c)

2, 4 benar

d)

4 benar

e)

1.2.3.4 benar

13.

Semua mekanisme ekresi obat melalui ginjal dapat menjadi jenuh SEBAB semua proses ekresi obat melalui ginjal memerlukan enzim.

a)

Pernyataan 1 dan 2 benar, berhubungan

b)

1 dan 2 benar, tidak berhubungan

c)

1. Benar, 2 salah

d)

1 salah, 2 benar

e)

1 dan 2 salah

14.

Waktu paruh eliminasi obat-obat yang mengikuti farmakokinetika non linear lebih pendek bila diberikan dosis tinggi SEBAB obat diekresikan lebih lambat.

a)

Pernyataan 1 dan 2 benar, berhubungan

b)

1 dan 2 benar, tidak berhubungan

c)

1 benar, 2 salah

d)

1 salah, 2 benar

e)

1 dan 2 salah

15.

Bila Km sangat kecil pada persamaan Michaelis-Menten, V= VmxC/(Km+C), maka kecepatan metabolisme obat sama dengan Vm SEBAB nilai Km dapat diabaikan atau nol.

a)

Pernyataan 1 dan 2 benar, berhubungan

b)

1 dan 2 benar, tidak berhubungan

c)

1 benar, 2 salah

d)

1 salah, 2 benar

e)

1 dan 2 salah

16.

Apakah ciri obat yang mengikuti farmakokinetika non linear, bila dosis dinaikkan? 1. Waktu paruh lebih panjang, 2. AUC jauh lebih besar, 3. Konstanta kecepatan eliminasi lebih lambat, 4. Kliren lebih lambat.

a)

Pernyataan 1,2,3 benar

b)

1, 3 benar

c)

2, 4 benar

d)

4 benar

e)

1,2,3,4 benar

17.

Apa sajakah senyawaan di dalam tubuh yang dapat mengikat obat membentuk senyawa komplek? 1. Protein plasma, 2. Protein jaringan, 3. DNA, 4. Melanin.

a)

Pernyataan 1,2,3 benar

b)

1, 3 benar

c)

2, 4 benar

d)

4 benar

e)

1,2,3,4 benar

18.

Dosis injeksi intravena obat X yang diberikan adalah 200 mg. Kadar obat dalam plasma adalah 2,5 mcg/mL. Hitunglah volume distribusi obat tersebut dalam liter.

a)

50

b)

60

c)

70

d)

80

e)

90

19.

Volume distribusi suatu obat adalah 100 L. Kadar plasma steady state yang diperlukan adalah 200 ng/mL. Hitunglah dosis injeksi intra vena bolus yang diperlukan.

a)

5 mg

b)

10 mg

c)

20 mg

d)

25 mg

e)

50 mg

20.

Obat-obat yang diberikan melalui oral akan masuk ke pembuluh darah diusus akan langsung ke jantung SEBAB obat tidak dibawa ke hati terlebih dahulu.

a)

Pernyataan 1 dan 2 benar, berhubungan

b)

1 dan 2 benar, tidak berhubungan

c)

1 benar, 2 salah

d)

1 salah, 2 benar

e)

1 dan 2 salah

21.

Obat yang tidak terikat protein tidak dapat memberikan efek farmakologi SEBAB ia dapat berikatan dengan reseptor.

a)

Pernyataan 1 dan 2 benar, berhubungan

b)

1 dan 2 benar, tidak berhubungan

c)

1 benar, 2 salah

d)

1 salah, 2 benar

e)

1 dan 2 salah

22.

ISDN yang diberikan secara sublingual akan memberikan efek yang lambat dan lemah SEBAB obat langsung dibawa ke jantung dari vena di bawah lidah dan tidak mengalami first pass effect.

a)

Pernyataan 1 dan 2 benar, berhubungan

b)

1 dan 2 benar, tidak berhubungan

c)

1 benar, 2 salah

d)

1 salah, 2 benar

e)

1 dan 2 salah.

23.

1.       Obat yang mempunyai bobot molekul besar dan terion susah berpindah dari satu sel ke sel lainnya SEBAB ia terikat kuat dengan air dan mudah berdifusi melewati membran sel.

a)

Pernyataan 1 dan 2 benar, berhubungan.

b)

1 dan 2 benar, tidak berhubungan

c)

1 benar, 2 salah

d)

1 salah, 2 benar

e)

1 dan 2 salah

24.

Apa sajakah faktor yang berperan dalam perbedaan farmakokinetika obat pada seorang pasien? 1. Genetika, 2. Penyakit, 3. Obat, 4. Bobot badan

a)

Pernyataan 1,2,3 benar

b)

1, 3 benar

c)

2, 4 benar

d)

4 benar

e)

1,2,3,4 benar

25.

Efek obat larut air lebih rendah pada wanita hamil SEBAB terjadinya peningkatan volume distribusi obat.

a)

Pernyataan 1 dan 2 benar, berhubungan

b)

1 dan 2 benar, tidak berhubungan

c)

1 benar, 2 salah

d)

1 salah, 2 benar

e)

1 dan 2 salah

26.

Ketersediaan hayati ISDN pada pemakaian secara sublingual lebih tinggi dari pada pemakaian per oral SEBAB ISDN pada pemakaian oral akan mengalami metabolisme lintas pertama.

a)

Pernyataan 1 dan 2 benar, berhubungan

b)

1 dan 2 benar, tidak berhubungan

c)

1 benar, 2 salah

d)

1 salah, 2 benar

e)

1 dan 2 salah

27.

Suatu obat asam lemah dengan pKa 3,5 berada dalam urin dengan pH 6,5. Bagaimanakah ratio antara obat dalam bentuk ion dibandingkan bentuk molekul?

a)

1000 : 1

b)

100 : 1

c)

1 : 1

d)

1 : 100

e)

1 : 1000

28.

Bagaimanakah pH urin normal?

a)

sangat basa

b)

basa

c)

Cenderung basa

d)

asam

e)

Cenderung asam

29.

Obat asam lemah lebih mudah diserap kembali di tubulus dengan pH urin normal dibanding urin basa SEBAB obat banyak dalam bentuk ion.

a)

Pernyataan 1 dan 2 benar, berhubungan

b)

1 dan 2 benar, tidak berhubungan

c)

1 benar, 2 salah

d)

1 salah, 2 benar

e)

1 dan 2 salah

30.

1.Untuk mengasamkan urin tidak dapat digunakan infus intra vena ammonium klorida SEBAB ammonium klorida merupakan garam yang asam.

a)

Pernyataan 1 dan 2 benar, berhubungan

b)

1 dan 2 benar, tidak berhubungan

c)

1 benar, 2 salah

d)

1 salah, 2 benar

e)

1 dan 2 salah

31.

Amonium klorida bersifat asam SEBAB berasal dari basa kuat NH4OH dan asam kuat HCl.

a)

Pernyataan 1 dan 2 benar, berhubungan

b)

1 dan 2 benar, tidak berhubungan

c)

1 benar, 2 salah

d)

1 salah, 2 benar

e)

1 dan 2 salah

32.

Volume distribusi obat larut air dalam tubuh bayi baru lahir lebih besar dibanding bayi usia di atas satu bulan   SEBAB bayi baru lahir fungsi ginjal belum sempurna.

a)

Pernyataan 1 dan 2 benar, berhubungan

b)

1 dan 2 benar, tidak berhubungan

c)

1 benar, 2 salah

d)

1 salah, 2 benar

e)

1 dan 2 salah

33.

Inhibitor enzim adalah senyawa kimia yang dapat menghambat metabolisme obat.

a)

Betul

b)

Salah

34.

Efek obat aminofilin lebih rendah pada perokok SEBAB adanya inhibitor enzim yang ada dalam asap rokok yang dapat meningkatkan metabolisme obat tersebut.

a)

Pernyataan 1 dan 2 benar, berhubungan

b)

1 dan 2 benar, tidak berhubungan

c)

1 benar, 2 salah

d)

1 salah, 2 benar

e)

1 dan 2 salah

35.

Inducer enzim adalah senyawa kimia yang dapat meningkatkan metabolisme obat

a)

Betul

b)

Salah

36.

Efek obat larut lemak pada orang gemuk lebih rendah dibanding orang yang kurus pada dosis yang sama SEBAB bobot badan orang gemuk lebih besar dibanding orang yang kurus.   

a)

Pernyataan 1 dan 2 benar, berhubungan

b)

1 dan 2 benar, tidak berhubungan

c)

1 benar, 2 salah

d)

1 salah, 2 benar

e)

1 dan 2 salah

37.

Obat yang bagaimanakah yang diekresikan melalui ginjal? 1. Larut air, 2. BM kecil dari 300, 3. Obat dimetabolisme lambat di hepar, 4. Obat tidak mudah menguap.

a)

Pernyataan 1,2,3 benar

b)

1, 3 benar

c)

2, 4 benar

d)

4 benar

e)

1,2,3,4 benar

38.

Kreatinin dapat digunakan untuk mengukur GFR SEBAB ia hanya direabsorpsi, tidak disekresi di tubulus.

a)

Pernyataan 1 dan 2 benar, berhubungan

b)

1 dan 2 benar, tidak berhubungan

c)

1 benar, 2 salah

d)

1 salah, 2 benar

e)

1 dan 2 salah

39.

Seorang Apoteker diminta kerjasama oleh dokter untuk menghitung bersihan kreatinin pasien MMD, perempuan, berusia 70 tahun, bobot badan 58 kg, tinggi badan 156 cm, dan memiliki data kreatinin serum 5,9 mg/dL. Berapa nilai bersihan kreatinin (creatinine clearance) hasil perhitungan apoteker tersebut (dalam mL/menit)?

a)

4,1

b)

6,1

c)

8,1

d)

20,1

e)

30,1

40.

Seorang Apoteker diminta kerjasama oleh dokter untuk menghitung bersihan kreatinin pasien MMD, perempuan, berusia 70 tahun, bobot badan 58 kg, tinggi badan 156 cm, dan memiliki data kreatinin serum 5,9 mg/dL. Bagaimanakah tingkat keparahan gangguan ginjal pasien tersebut?

a)

Normal

b)

Ringan

c)

Sedang

d)

Berat

e)

Gagal ginjal

41.

Hitunglah log 20 + log 0,2 + lo9 250 = ?

a)

1

b)

2

c)

3

d)

4

e)

5

42.

Hitunglah: log 400 +log 0,2+log0,125 = ?

a)

0,01

b)

0,1

c)

1

d)

10

e)

100

43.

Persamaan kinetika orde 1 (First order) Ct = Co.e-ke.t dapat diubah menjadi persamaan berikut:

a)

ln Ct= Co.lne-ke.t

b)

lnCt = Co.e-ke.t

c)

Ct = Co.lne-ke.t

d)

lnCt = lnCo.e-ke.t

e)

Ct = lnCo.e-ke.t

44.

Persamaan kinetika orde 1 (First order) Ct = Co.e-ke.t dapat diubah menjadi persamaan berikut:

a)

lnCt = Co + e-ke.t

b)

ln Ct = ln Co + e-ke.t

c)

lnCt = lnCo-ke.t

d)

lnCt = Co-ke.t

e)

LnCt = Co-lne-ke.t

45.

Bila Ct = 1/2 Co, maka persamaan ln Ct = lnCo-ke.t dapat diubah menjadi persamaan:

a)

ln Ct = lnCo+ke.t

b)

ln Ct = Co-ke.t

c)

ln 1/2 = ke.t

d)

ln 1/2 = -ke.t

e)

ln 2 = -ke.t