NEW
Font size
WorksheetsTRY OUT 2 MINGGUAN UTBK-SNBT 2023 SMA N.1 SIPOHOLON
Total questions: 40
Worksheet time: 1hrs 19mins
Nilai dari 33142−82−115%−2,1 adalah....
0,25
0,50
0,75
1,25
1,75
Nilai dari (196−19)+0,752125×491−(32−5125) adalah...
7
8
9
10
11
Sebuah kompetisi sepakbola diikuti oleh tim A, B, C, dan D dengan aturan main hanya bisa bertanding satu kali dengan tim lainnya. Nilai yang diberikan yakni 3 poin untuk yang menang, 1 poin untuk masing masing tim yang seri(imbang), dan 0 poin untuk tim yang mengalami kekalahan. Jika tim A satu kali kalah, tim B selalu kalah, dan tim C dua kali seri.
Juara kompetisi tersebut adalah....
Tim A
Tim C
Tim D
Tim A dan Tim C dengan poin yang sama
Tim C dan Tim D dengan poin yang sama
Terdapat 800 ton sawit akan dipindahkan dari Perkebunan Sawit ke gudang Pengolahan Minyak menggunakan tiga jenis kedaraan yaitu L300, Canter, dan Fuso dengan daya angkut masing masing yaitu 5 ton, 20 ton, dan 100 ton. Dalam perjalanan pengangkutan, Total berat sawit yang telah diangkut kendaraan Fuso sebesar lima kali total berat yang telah diangkut oleh kendaraan L300. Begitu juga Total berat yang diangkut oleh kendaraan Canter sebesar dua kali total berat yang telah diangkut kendaraan L300.
Berapa banyak perjalanan pengangkutan yang telah dilakukan semua kendaran tersebut?
25
30
35
40
45
Jika m2n3−15=185 ; 51m=n2 ; dan 22q3−13−7=2q3 maka nilai m + n + q adalah....
9
10
11
12
13
Sekolah populer memiliki asrama memiliki dengan sejumlah kamar. Jika setiap kamar diisi dua orang siswa akan ada empat siswa yang tidak memperoleh kamar. Jika setiap kamar diisi tiga orang akan ada tiga kamar yang kosong.
Berapa banyak kamar tersedia di asarama Sekolah Populer tersebut?
9
10
11
12
13
Jika x dan y memenuhi 3x+1 – 2y+1 = 1 dan 3x+ 2y = 7 maka 2x+5y =….
9
10
11
12
13
Jika A2x = 2, maka nilai A5x+A−5xA7x−A−7x adalah....
129/33
33/129
127/33
33/127
127/66
Jika hari ini adalah hari Kamis maka 34. 216 hari kemudian adalah hari....
Senin
Selasa
Rabu
Kamis
Jumat
Agar udara menjadi bersih, siswa SMA “GO GREEN” menanam bebrapa pohon mangga di halaman sekolah. Setelah diamati, tinggi pohon mangga setelah t hari adalah h(t) = 6log(t+2) meter. Jika 3log7 = x dan 7log2 = y, maka tinggi mangga 40 hari adalah ..... meter
xy+1xy+x+1
xy+1xy+y+1
xy+x+1xy+x
xy+y+1xy+1
xy+1xy+x
Berikut adalah data pengguna narkoba di Indonesia.
Berdasarkan tabel tersebut, Pernyataan berikut yang SALAH adalah....
Persentasi Pengguna narkoba usia 20 – 24 di tahun 2006 meningkat lebih sedikit dibanding 2005
Persentasi Pengguna narkoba usia 25 – 29 di tahun 2007 meningkat lebih sedikit dibanding 2006
Persentasi Pengguna narkoba usia 15 tahun di tahun 2006 menurun lebih sedikit dibanding 2005
Persentasi Pengguna narkoba usia 30 tahun di tahun 2006 menurun sangat sedikit dibanding 2005
Persentasi Pengguna narkoba usia 16 – 19 di tahun 2007 menurun lebih sedikit dibanding 2006
Berikut adalah data pengguna narkoba di Indonesia.
Persentasi kenaikan jumlah pengguna narkoba rentang usia 20-24 pada tahun 2005-2006 adalah....
52,3%
34,5%
15,7%
41,8%
28,3%
Berikut adalah data pengguna narkoba di Indonesia.
Pernyataan berikut yang sesuai dengan tabel adalah.....
Pengguna narkoba usia 20 – 24 di tahun 2005-2006 meningkat lebih sedikit dibanding 2006-2007, yaitu dari 2.880 ke 108
Pengguna narkoba usia 25-29 di tahun 2005-2006 meningkat lebih sedikit dibanding 2006-2007, yaitu 1.663 ke 1.173
Pengguna narkoba usia 30 tahun di tahun 2005-2006 meningkat lebih sedikit dibanding 2006-2007, yaitu dari 3.485 ke 3.364
Pengguna narkoba usia 16-19 di tahun 2005-2006 meningkat lebih banyak dibanding 2006-2007, yaitu dari 779 ke 170
Pengguna narkoba usia 15 tahun di tahun 2006-2007 meningkat lebih banyak dibanding 2005-2006, yaitu dari 5 ke 48
Berikut merupakan data hasil evaluasi toko dalam lamanya toko buka dan tutup.
Jika toko yang produktif adalah toko yang memiliki waktu buka lebih lama dibandingkan waktu tutup, maka toko manakah yang paling produktif?
Toko A
Toko B
Toko C
Toko D
Toko E
Berikut merupakan data hasil evaluasi toko dalam lamanya toko buka dan tutup.
Dengan data yang sama, pernyataan berikut yang tepat adalah ....
Toko A lebih produktif dibanding toko B
Toko B kurang produktif dibanding toko E
Toko A lebih produktif dibanding toko C
Toko C kurang produktif dibanding toko B
Toko D lebih produktif dibanding toko B
Berikut merupakan data harga penjualan dan modal salah satu cafe di Pematang Siantar.
Persentasi keuntungan dari hasil penjualan lebih besar diperoleh dari penjualan kopi jenis....
Cafe Late
Espresso
Macchiato
Moccachino
Americano
Berikut merupakan data harga penjualan dan modal salah satu cafe di Pematang Siantar.
Jika setiap pembelian Espresso dan Americano diberikan diskon 10%, sementara Moccachino, Cafe Latte, dan Macchiato diberikan diskon sebesar 20%, menu apakah yang memberikan keuntungan paling besar bagi kopi tersebut?
Cafe Late
Macchiato
Espresso
Americano
Moccachino
Stimulus 1: LALU LINTAS
Berikut adalah peta sistem jalan yang menghubungkan pinggiran kota di dalam kota. Peta menunjukkan panjang jalan dan kecepatan kendaraan mobil pada jam 7:00 di setiap ruas jalan.
Perhatikan Stimulus 1. Berikan jawaban "Benar" atau "Salah" untuk pernyataan berikut:
1. Rute tercepat dari Hutaraja menuju Mardigu melalui jalur Sibundong-Sihiong dibandingkan jalur Siolompu-Sibuntul.
2. Rute paling lambat dari Padamena menuju Sipultak melalui jalur Pearaso dibandingkan Jalur Siolompu.
1. Benar ; 2. Benar
1. Benar ; 2. Salah
1. Salah ; 2. Benar
1. Salah ; 2. Salah
Stimulus 1: LALU LINTAS
Berikut adalah peta sistem jalan yang menghubungkan pinggiran kota di dalam kota. Peta menunjukkan panjang jalan dan kecepatan kendaraan mobil pada jam 7:00 di setiap ruas jalan.
Bonar adalah petugas pengiriman paket ke setiap kota yang dilakukan dari Pearaso sampai Sihiong. Banyak cara yang dapat dilakukan Bonar dalam melakukan Pengriman Paket dari Pearaso dengan singgah memberikan paket ke 4 Kota dan 5 Kota sebelum sampai ke tujuan terakhir Sihiong adalah.....
9
10
11
12
13
LALU LINTAS
Berikut adalah peta sistem jalan yang menghubungkan pinggiran kota di dalam kota. Peta menunjukkan panjang jalan dan kecepatan kendaraan mobil pada jam 7:00 di setiap ruas jalan.
Tagor tinggal di Hutaraja, Butet tinggal di Simangarosang, dan Horas tinggal di Sipultak. Mereka berencana ingin bertemu melakuan reuni dengan sepakat akan tiba 6 – 8 menit dilokasi. Dilokasi manakah mereka bertemu?
Situbul
Sipinggan
Mardigu
Sipultak
Torbang
The designers of old cars didn’t consider a seat belt as an important part. Besides, the drivers wearing the seat belt will think that they are completely safe, so they may drive carelessly. They are safe, indeed, but how about the safe of other.
The underlined word refers to ---------
The designers of old cars
Old cars
The drivers
The designers
Seat belt
More than half the world’s rabbit population resides in North America. They are also native to South western Europe, Southeast Asia, Sumatera, some islands in Japan, and in parts of Africa and South America. They are not naturally found in most of Eurasia, where a number of species of hares are present.
The word ‘where’ from the information above refers to ----------.
World’s rabbit population
Most of Eurasia
Parts of Africa and South America
South western Europe, Southeast Asia, Sumatera, some islands in Japan, and in parts of Africa and South America
North America
According to the experts, the tonal whistle sounds (the most melodious ones) allow dolphins to stay in contact with each other (above all mothers and offspring), and to coordinate hunting strategies. The burst pulsed sounds (which are more complex and varied than the whistles) are used to avoid physical aggression in situation of high excitement, such as when they are competing for some food, for example, bottlenose dolphins make longer burst-pulsed sounds when they are hunting at times of high aggression. These are what can be heard best and over the longest period of time, and make it possible for each individual to maintain its position in the hierarchy.
The word ‘these’ refers to ----------
Tonal whistle sounds
Hunting strategies
Burst pulses sounds
Whistles
Bottlenose dolphins
In order to get the available land, rain forests are being destroyed. Cattle ranchers are burning nearly one million acres of forest per day. One thirds of Costa Rica has been turned over to cattle raising. Rain forests are lungs of the planet. They supply valuable oxygen, prevent floods, and moderate climate.
The underlined word refers to ----------
Rain forests
Cattle raising
Cattle ranchers
Lungs of the planet
Million acres of forest
The diffuse aurora is a featureless glow in the sky which may not be visible to the naked eye even I a dark night and defies the extent of the auroral zone.
The word ‘which’ refers to -----------
A dark night
Naked eye
Diffuse aurora
A featureless glow
The sky
People prefer to live in an apartment because it is located near strategic areas. They can save time and energy as they don’t have to experience terrible traffic jam.
What does ‘they’ refer to?
Terrible traffic jam
Energy
Time and energy
People
Strategic areas
Wild yaks secrete special sticky substances in their sweat that helps keep their under-hair matted. These substances is also used in traditional Nepalese medicine.
The underlined word refers to ----------
Wild yaks
Special sticky
Sweat
Under-hair metted
Traditional Nepalese medicine
Photoelectric cells are made of materials that produce an electric current when light shines on them. If sunlight is used , that cell is called a solar cell.
The word ‘that’ refers to -----------
Photoelectric cells
Materials
Electric current
Light shines
Solar cell
The paper goes to a processing plant where it is mixed with hot water and turned into pulp in a machine that works much like a big kitchen blender.
What does the underlined word refer to?
The paper
Hot water
A processing plant
Pulp
A big kitchen blender
Many people now think that teachers give pupils too much homework. They say that it is unnecessary for children to work at home in their free time.
The underline word refers to -----------
Many people
Teachers
Pupils
Much homework
Children
Seiring berkembangnya teknologi informasi dan komumikasi, peta digital semakin akrab digunakan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Peta digital dengan mudahnya berada dalam genggaman tangan, baik melalui penggunaan GPS (Global Positioning System) handhold, GPS yang dipasang di mobil, maupun telepon pintar (smartphone) serta komputer tablet. Secara umum, pada saat ini pela digital sebagai alat navigator telah dimanfaatkan dangan optimal. mulai dari berbagai lokasi, menelusuri lokasi, menghindari kemacetan, hingga mempromosikan objek menarik untuk dikunjungi. Kebanyakan peta digital sekarang ini yang semakin populer digunakan adalah untuk kepentingan navigasi (petunjuk arah), sehingga kelengkapan informasinya lebih diutamakan daripada ketelitiann posisinya. Kesalahan dengan kisaran 5 - 10 meter tentu tidak akan berakibat fatal untuk penggunaan umum seperti ini, asalkan informasi yang ditampilkannya lengkap, baik itu jaringan jalannya yang mencakup sampai ke gang- gang sempit maupun fasilitas seperti ATM dan SPBU. Selain untuk kepentingan awam sehari-hari, peta digital merupakan bentuk informasi geospasial sebenarnya yang sangat diperlukan untuk proses pembangunan Proses perencanaan yang benar tentunya harus didasarkan pada informasl kewilayahan yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. kegiatan seperti penanggulangan bencana dari mulai mitigasi, respon cepat, sampai dengan rehabilitasi/rekonstruksi memerlukan peta yang cukup rinci. Proses pembangunan yang tidak tepat sasaran secara lokasi sering terjadi karena tidak digunakannya atau tidak tersedianya peta yang memadai.
Ketersediaan peta digital saat ini tidak lepas dari perkembangan teknologi geospasial diantaranya teknologi penginderaan jauh, sistem informasi geografis, dan GPS yang dimanfaatkan dalam kegiatan surver dan pametaan. Teknologi penginderaan jauh dengan menggunakan satelit penginderaan jauh (aktif atau pasif) maupun pemotretan udara memnikl kemampuan merekam atau memotret objek atau fenomena di bumi ini tanpa kontak langsung dengan objek atau fenomena yang diinderanya. Hasilnya berupa citra satelit atau foto udara yang menggambarkan objek di bumi. Selain itu, dari data hasil penginderaan tersebut dapat pula diperoleh informasi ketinggian, baik berupa data digital terrain model (DTM), kontur maupun titik tinggi. Kegiatan survei dan pemetaan yang dilakukan berbagai pihak, baik pemerintah maupun swasta melahirkan tumpang tindih data dan kebingungan dalam menentukan data yang menjadi acuan bersama. Kebutuhan akan adanya satu referensi tunggal yang andal dan dapat dipertanggungjawabkan semakin terasa ketika peta digital dimanfaatkan sebagai alat bantu parumusan kebijakan, pengambilan keputusan, dan pelaksanaan pembangunan.
Toleransi akurasi 5 meter dalam penggunaan peta digital untuk navigasi masih dapat diterima oleh pengguna akan tetap, pergeseran 5 meter dalam Sebuah perencanaan pembangunan berdampak fatal, misalnya dalam penentuan pemindahan areal pemukiman pada kawasan 5 meter sempadan sungai. Tumpang tindih izin pemanfaatan ruang semakin terlihat dampaknya dalam pembangunan jika berbagai data yang disusun tiap-tiap pihak tanpa adanya satu acuan sebagai data dasarnya. Untuk itu diperlukan satu referensi geospasial yang dapat dipertanggungjawabkan Undang-Undang Repubhk Indonesia Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional mengamanatkan bahwa perencanaan melalui pengesahan Undang-Undang Rt Nomor 4 Tahun 2011 tentang lnformasi Geospasial yang setelah melewati masa transisi selama 3 tahun, maka undang-undang tentang informasi geospasial ini mulai berlaku secara penuh pada tangga! 21 April 2014 ini.
Badan lnformasi Geospasial (BIG) sebagai lembaga pemerintah yang bertanggung jawab dalam pengaluran penyelenggaraan lnformasi Geospasial (IG) berkewajiban menjalankan amanat undang-undang ini, yaitu menjamin ketersediaan dan akses IG yang dapat dipertanggungjawabkan, mewujudkan kebergunaan dan keberhasilgunaan IG melalui kerja sama, koordinasi, integrasi, dan sinkronisasi, mendorong penggunaan IG dalam pemerintahan, dan kehidupan masyarakat, pembinaan kepada penyelenggara, pelaksana, dan pengguna IG, serta sebagai referensi tunggal di dalam bidang informasi geospasial.
Judul yang tepat untuk bacaan di atas adalah ....
legalitas dan Kepastian Hukum untuk lnformasi Geospasial
BIG sebagai Referensi Utama lnformasi Geospasial
Pentingnya Peta Digital di Berbagai Bidang
Pembangunan Peta Digital yang Andal
Maraknya Penggunaan Peta Digital
Seiring berkembangnya teknologi informasi dan komumikasi, peta digital semakin akrab digunakan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Peta digital dengan mudahnya berada dalam genggaman tangan, baik melalui penggunaan GPS (Global Positioning System) handhold, GPS yang dipasang di mobil, maupun telepon pintar (smartphone) serta komputer tablet. Secara umum, pada saat ini pela digital sebagai alat navigator telah dimanfaatkan dangan optimal. mulai dari berbagai lokasi, menelusuri lokasi, menghindari kemacetan, hingga mempromosikan objek menarik untuk dikunjungi. Kebanyakan peta digital sekarang ini yang semakin populer digunakan adalah untuk kepentingan navigasi (petunjuk arah), sehingga kelengkapan informasinya lebih diutamakan daripada ketelitiann posisinya. Kesalahan dengan kisaran 5 - 10 meter tentu tidak akan berakibat fatal untuk penggunaan umum seperti ini, asalkan informasi yang ditampilkannya lengkap, baik itu jaringan jalannya yang mencakup sampai ke gang- gang sempit maupun fasilitas seperti ATM dan SPBU. Selain untuk kepentingan awam sehari-hari, peta digital merupakan bentuk informasi geospasial sebenarnya yang sangat diperlukan untuk proses pembangunan Proses perencanaan yang benar tentunya harus didasarkan pada informasl kewilayahan yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. kegiatan seperti penanggulangan bencana dari mulai mitigasi, respon cepat, sampai dengan rehabilitasi/rekonstruksi memerlukan peta yang cukup rinci. Proses pembangunan yang tidak tepat sasaran secara lokasi sering terjadi karena tidak digunakannya atau tidak tersedianya peta yang memadai.
Ketersediaan peta digital saat ini tidak lepas dari perkembangan teknologi geospasial diantaranya teknologi penginderaan jauh, sistem informasi geografis, dan GPS yang dimanfaatkan dalam kegiatan surver dan pametaan. Teknologi penginderaan jauh dengan menggunakan satelit penginderaan jauh (aktif atau pasif) maupun pemotretan udara memnikl kemampuan merekam atau memotret objek atau fenomena di bumi ini tanpa kontak langsung dengan objek atau fenomena yang diinderanya. Hasilnya berupa citra satelit atau foto udara yang menggambarkan objek di bumi. Selain itu, dari data hasil penginderaan tersebut dapat pula diperoleh informasi ketinggian, baik berupa data digital terrain model (DTM), kontur maupun titik tinggi. Kegiatan survei dan pemetaan yang dilakukan berbagai pihak, baik pemerintah maupun swasta melahirkan tumpang tindih data dan kebingungan dalam menentukan data yang menjadi acuan bersama. Kebutuhan akan adanya satu referensi tunggal yang andal dan dapat dipertanggungjawabkan semakin terasa ketika peta digital dimanfaatkan sebagai alat bantu parumusan kebijakan, pengambilan keputusan, dan pelaksanaan pembangunan.
Toleransi akurasi 5 meter dalam penggunaan peta digital untuk navigasi masih dapat diterima oleh pengguna akan tetap, pergeseran 5 meter dalam Sebuah perencanaan pembangunan berdampak fatal, misalnya dalam penentuan pemindahan areal pemukiman pada kawasan 5 meter sempadan sungai. Tumpang tindih izin pemanfaatan ruang semakin terlihat dampaknya dalam pembangunan jika berbagai data yang disusun tiap-tiap pihak tanpa adanya satu acuan sebagai data dasarnya. Untuk itu diperlukan satu referensi geospasial yang dapat dipertanggungjawabkan Undang-Undang Repubhk Indonesia Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional mengamanatkan bahwa perencanaan melalui pengesahan Undang-Undang Rt Nomor 4 Tahun 2011 tentang lnformasi Geospasial yang setelah melewati masa transisi selama 3 tahun, maka undang-undang tentang informasi geospasial ini mulai berlaku secara penuh pada tangga! 21 April 2014 ini.
Badan lnformasi Geospasial (BIG) sebagai lembaga pemerintah yang bertanggung jawab dalam pengaluran penyelenggaraan lnformasi Geospasial (IG) berkewajiban menjalankan amanat undang-undang ini, yaitu menjamin ketersediaan dan akses IG yang dapat dipertanggungjawabkan, mewujudkan kebergunaan dan keberhasilgunaan IG melalui kerja sama, koordinasi, integrasi, dan sinkronisasi, mendorong penggunaan IG dalam pemerintahan, dan kehidupan masyarakat, pembinaan kepada penyelenggara, pelaksana, dan pengguna IG, serta sebagai referensi tunggal di dalam bidang informasi geospasial.
Berikut ini yang bukan merupakan fungsi-fungsi peta digital sebagiamana bacaan tersebut di atas adalah ...
alat untuk menyajikan rincian data dalam proses,pembangunan
alat monitoring kondisi keamanan suatu wilayah
alat mitigasi dan penanggulangan bencana
alat bantu pengambilan keputusan
alat navigasi (petunjuk arah)
Seiring berkembangnya teknologi informasi dan komumikasi, peta digital semakin akrab digunakan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Peta digital dengan mudahnya berada dalam genggaman tangan, baik melalui penggunaan GPS (Global Positioning System) handhold, GPS yang dipasang di mobil, maupun telepon pintar (smartphone) serta komputer tablet. Secara umum, pada saat ini pela digital sebagai alat navigator telah dimanfaatkan dangan optimal. mulai dari berbagai lokasi, menelusuri lokasi, menghindari kemacetan, hingga mempromosikan objek menarik untuk dikunjungi. Kebanyakan peta digital sekarang ini yang semakin populer digunakan adalah untuk kepentingan navigasi (petunjuk arah), sehingga kelengkapan informasinya lebih diutamakan daripada ketelitiann posisinya. Kesalahan dengan kisaran 5 - 10 meter tentu tidak akan berakibat fatal untuk penggunaan umum seperti ini, asalkan informasi yang ditampilkannya lengkap, baik itu jaringan jalannya yang mencakup sampai ke gang- gang sempit maupun fasilitas seperti ATM dan SPBU. Selain untuk kepentingan awam sehari-hari, peta digital merupakan bentuk informasi geospasial sebenarnya yang sangat diperlukan untuk proses pembangunan Proses perencanaan yang benar tentunya harus didasarkan pada informasl kewilayahan yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. kegiatan seperti penanggulangan bencana dari mulai mitigasi, respon cepat, sampai dengan rehabilitasi/rekonstruksi memerlukan peta yang cukup rinci. Proses pembangunan yang tidak tepat sasaran secara lokasi sering terjadi karena tidak digunakannya atau tidak tersedianya peta yang memadai.
Ketersediaan peta digital saat ini tidak lepas dari perkembangan teknologi geospasial diantaranya teknologi penginderaan jauh, sistem informasi geografis, dan GPS yang dimanfaatkan dalam kegiatan surver dan pametaan. Teknologi penginderaan jauh dengan menggunakan satelit penginderaan jauh (aktif atau pasif) maupun pemotretan udara memnikl kemampuan merekam atau memotret objek atau fenomena di bumi ini tanpa kontak langsung dengan objek atau fenomena yang diinderanya. Hasilnya berupa citra satelit atau foto udara yang menggambarkan objek di bumi. Selain itu, dari data hasil penginderaan tersebut dapat pula diperoleh informasi ketinggian, baik berupa data digital terrain model (DTM), kontur maupun titik tinggi. Kegiatan survei dan pemetaan yang dilakukan berbagai pihak, baik pemerintah maupun swasta melahirkan tumpang tindih data dan kebingungan dalam menentukan data yang menjadi acuan bersama. Kebutuhan akan adanya satu referensi tunggal yang andal dan dapat dipertanggungjawabkan semakin terasa ketika peta digital dimanfaatkan sebagai alat bantu parumusan kebijakan, pengambilan keputusan, dan pelaksanaan pembangunan.
Toleransi akurasi 5 meter dalam penggunaan peta digital untuk navigasi masih dapat diterima oleh pengguna akan tetap, pergeseran 5 meter dalam Sebuah perencanaan pembangunan berdampak fatal, misalnya dalam penentuan pemindahan areal pemukiman pada kawasan 5 meter sempadan sungai. Tumpang tindih izin pemanfaatan ruang semakin terlihat dampaknya dalam pembangunan jika berbagai data yang disusun tiap-tiap pihak tanpa adanya satu acuan sebagai data dasarnya. Untuk itu diperlukan satu referensi geospasial yang dapat dipertanggungjawabkan Undang-Undang Repubhk Indonesia Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional mengamanatkan bahwa perencanaan melalui pengesahan Undang-Undang Rt Nomor 4 Tahun 2011 tentang lnformasi Geospasial yang setelah melewati masa transisi selama 3 tahun, maka undang-undang tentang informasi geospasial ini mulai berlaku secara penuh pada tangga! 21 April 2014 ini.
Badan lnformasi Geospasial (BIG) sebagai lembaga pemerintah yang bertanggung jawab dalam pengaluran penyelenggaraan lnformasi Geospasial (IG) berkewajiban menjalankan amanat undang-undang ini, yaitu menjamin ketersediaan dan akses IG yang dapat dipertanggungjawabkan, mewujudkan kebergunaan dan keberhasilgunaan IG melalui kerja sama, koordinasi, integrasi, dan sinkronisasi, mendorong penggunaan IG dalam pemerintahan, dan kehidupan masyarakat, pembinaan kepada penyelenggara, pelaksana, dan pengguna IG, serta sebagai referensi tunggal di dalam bidang informasi geospasial.
Hal yang dapat disimpulkan dari bacaan di atas adalah ...
pentingnya BIG sebagai solusi penyatuan dan sumber referensi data geospasial
BIG mengemban amanat undang-undang yang harus dilaksanakan
berbagai alat atau metode untuk mendapatkan data geospasial
banyaknya fungsi dan kegunaan data geospasial
pemanfaatan peta digital oleh masyarakat tuas
Seiring berkembangnya teknologi informasi dan komumikasi, peta digital semakin akrab digunakan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Peta digital dengan mudahnya berada dalam genggaman tangan, baik melalui penggunaan GPS (Global Positioning System) handhold, GPS yang dipasang di mobil, maupun telepon pintar (smartphone) serta komputer tablet. Secara umum, pada saat ini pela digital sebagai alat navigator telah dimanfaatkan dangan optimal. mulai dari berbagai lokasi, menelusuri lokasi, menghindari kemacetan, hingga mempromosikan objek menarik untuk dikunjungi. Kebanyakan peta digital sekarang ini yang semakin populer digunakan adalah untuk kepentingan navigasi (petunjuk arah), sehingga kelengkapan informasinya lebih diutamakan daripada ketelitiann posisinya. Kesalahan dengan kisaran 5 - 10 meter tentu tidak akan berakibat fatal untuk penggunaan umum seperti ini, asalkan informasi yang ditampilkannya lengkap, baik itu jaringan jalannya yang mencakup sampai ke gang- gang sempit maupun fasilitas seperti ATM dan SPBU. Selain untuk kepentingan awam sehari-hari, peta digital merupakan bentuk informasi geospasial sebenarnya yang sangat diperlukan untuk proses pembangunan Proses perencanaan yang benar tentunya harus didasarkan pada informasl kewilayahan yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. kegiatan seperti penanggulangan bencana dari mulai mitigasi, respon cepat, sampai dengan rehabilitasi/rekonstruksi memerlukan peta yang cukup rinci. Proses pembangunan yang tidak tepat sasaran secara lokasi sering terjadi karena tidak digunakannya atau tidak tersedianya peta yang memadai.
Ketersediaan peta digital saat ini tidak lepas dari perkembangan teknologi geospasial diantaranya teknologi penginderaan jauh, sistem informasi geografis, dan GPS yang dimanfaatkan dalam kegiatan surver dan pametaan. Teknologi penginderaan jauh dengan menggunakan satelit penginderaan jauh (aktif atau pasif) maupun pemotretan udara memnikl kemampuan merekam atau memotret objek atau fenomena di bumi ini tanpa kontak langsung dengan objek atau fenomena yang diinderanya. Hasilnya berupa citra satelit atau foto udara yang menggambarkan objek di bumi. Selain itu, dari data hasil penginderaan tersebut dapat pula diperoleh informasi ketinggian, baik berupa data digital terrain model (DTM), kontur maupun titik tinggi. Kegiatan survei dan pemetaan yang dilakukan berbagai pihak, baik pemerintah maupun swasta melahirkan tumpang tindih data dan kebingungan dalam menentukan data yang menjadi acuan bersama. Kebutuhan akan adanya satu referensi tunggal yang andal dan dapat dipertanggungjawabkan semakin terasa ketika peta digital dimanfaatkan sebagai alat bantu parumusan kebijakan, pengambilan keputusan, dan pelaksanaan pembangunan.
Toleransi akurasi 5 meter dalam penggunaan peta digital untuk navigasi masih dapat diterima oleh pengguna akan tetap, pergeseran 5 meter dalam Sebuah perencanaan pembangunan berdampak fatal, misalnya dalam penentuan pemindahan areal pemukiman pada kawasan 5 meter sempadan sungai. Tumpang tindih izin pemanfaatan ruang semakin terlihat dampaknya dalam pembangunan jika berbagai data yang disusun tiap-tiap pihak tanpa adanya satu acuan sebagai data dasarnya. Untuk itu diperlukan satu referensi geospasial yang dapat dipertanggungjawabkan Undang-Undang Repubhk Indonesia Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional mengamanatkan bahwa perencanaan melalui pengesahan Undang-Undang Rt Nomor 4 Tahun 2011 tentang lnformasi Geospasial yang setelah melewati masa transisi selama 3 tahun, maka undang-undang tentang informasi geospasial ini mulai berlaku secara penuh pada tangga! 21 April 2014 ini.
Badan lnformasi Geospasial (BIG) sebagai lembaga pemerintah yang bertanggung jawab dalam pengaluran penyelenggaraan lnformasi Geospasial (IG) berkewajiban menjalankan amanat undang-undang ini, yaitu menjamin ketersediaan dan akses IG yang dapat dipertanggungjawabkan, mewujudkan kebergunaan dan keberhasilgunaan IG melalui kerja sama, koordinasi, integrasi, dan sinkronisasi, mendorong penggunaan IG dalam pemerintahan, dan kehidupan masyarakat, pembinaan kepada penyelenggara, pelaksana, dan pengguna IG, serta sebagai referensi tunggal di dalam bidang informasi geospasial.
Pernyataan di bawah ini yang tidak sesuai dengan bacaan di atas adalah ...
berdirinya BIG dapat menjadi satu sumber referensi sehingga kentidakakuratan posisi 5 meter dapat diminimalkan
tumpang tindihnya data geospasial disebabkan banyaknya pihak yang melakukan pemetaan
kelengkapan informasi peta digital lebih panting dibandingkan dengan ketelitian posisinya
Undang-Undang RI Nomor 4 Tahun 2011 berlaku penuh mulai 21 April 2014
satelit dapat memotret objek di muka bumi tanpa kontak langsung
Setelah mengalami defisit pada Januari 2014 lalu, neraca perdagangan pada Februari 2014 diperkirakan berpotensi surplus. Potensi surplus didasarkan pada kemungkinan dambaknya ekspor seiring meredanya dampak larangan ekspor mineral. Output dibidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Sasmito Hadi Wibowo menyampatkan, kondisi neraca perdagangan Februari 2014 tidak akan seburuk pada Januari 2014, saat defisit tercatat sebesar USD430,6 JUta. Karena itu, kemungkinan neraca perdagangan surplus pun ada Pernyataan Sasmito tersebut sejalan dengan proyeksi Bank Indonesia (Bl) yang memperkirakan neraca perdagangan Februan 2014 surplus sekitar USD700 Juta. Kendeti demikian, Sasmito mengatakan bahwa BPS belum bisa memberikan besaran surplus pada Februari 2014.
Sebagai informasi, pemerintah melarang sepenuhnya ekspor mineral mentah per 12 Januan 2014. Larangan tersebut membuat nilai ekspor hanya tercatat USD14,48 miliar. Angka tersebut turun 5,79% d1bandingkan Januari 2013. Pelemahan ekspor utamanya didorong oleh penurunan ekspor mineral mentah. Pada Januari 2014 ekspor mineral mentah yang masuk dalam kelompok bijih, kerak, dan abu logam hanya menembus USD291,8 juta, turun 70,12% dibandingkan Desember 2013 (USD977 juta). Dibandingkan Januari 2013, ekspor mineral mentah turun 34,8%. Sebelumnya Bl menilai neraca perdagangan yang pada Januari 2014 mencatat defisit memang lebih dipengaruhi pola musiman yang menurunkan ekspor komoditas komoditasas utama dan dampak penerapan UU Minerba.
Semantara itu, ekspor manufaktur seperti mesin dan mekanik, produk kimia, dan produk dari logam pada Januari 2014 tumbuh cukup tinggi Ke depan Bl memperkirakan neraca perdagangan akan kembali mencatat surplus,
bersumber dari membaiknya ekspor yang didorong oleh naiknya permintaan dari negara mitra dagang, serta terkendalinya imper sejalan dengan moderasi permintaan domestik. Sasmito meyakini bahwa nllai ekspor maupun impor Februari 2014 akan mengalami penurunan dibandingkan dengan Januari 2014 karena jumlah hari yang terdapat pada bulan Februari lebih sedikit dibandingkan bulan Januari. Selain itu, penurunan ekonomi China Juga berpengaruh terhadap permintaan ekspor. Namun, nilai tukar rupiah yang terus melemah bisa mendukung nilai ekspor Indonesia. Sebaliknya, nilai impor bisa tertekan karena importir harus mengeluarkan biaya lebih besar. Diharapkan Bl dapat mengendalikannya dengan nilai valas. BI menyatakan bahwa secara rata-rata, nilai tukar rupiah pada Februari 2014 adalah sebesar Rp11.919 per dolar AS, menguat 2,02% dibandingkan dengan rata-rata rupiah pada Januari 2014 sebesar Rp12.160 per dolar AS. Terlepas dan itu, Bl menjanjikan tetap konsisten menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sesuai dengan nilai fundamentalnya dan didukung berbagai upaya untuk meningkatkan pendalaman pasar valas.
Sementara itu, Deputi Bidang Statistik Produksi BPSA diLumaksono mengatakan,bahwa ekspor otomotif kemungkinan menguat menyusul keputusan pabrikan mobiI menjadikan Indonesia sebagai basis ekspor Sebagai informasi, sejumlah pabrikan mobiI mula1 meningkatkan ekspornya Toyota Vias, misalnya, sudah mulai mengekspor produknya ke Timur Tengah yang meliputi Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Yordania, Lebanon, dan Yaman. Adi menambahkan bahwa Indonesia adalah bagian dari negara yang memang merupakan basis ekspor sehingga potensi ekspornya dapat lebih besar. Indonesia juga memiliki Sejumlah keunggulansebagai basis ekspor dan tldak kalah dibandingkan negara lain yang menjadi basis ekspor seperti Thailand. Namun,Indonesia harus mampu memperbaiki seJumlah persoalan seperti iklim investasi dan birokrasi karena Jika dibandingkan dengan Thailand, kita Juga mempunyai sumber daya manusia yang terampil.
Hal yang dapat disimpulkan dan bacaan di atas adalah ...
sumber daya manusia yang terampil merupakan pendukung Indonesia menjadi basis ekspor
perekonomian China memiliki pengaruh besar terhadap permintaan ekspor dan impor
larangan ekspor mineral berdampak pada surplus neraca perdagangan
defisit yang dialami Indonesia dipengaruhi oleh pola musiman
ekspor otomotif menguat pada tahun 2014
Setelah mengalami defisit pada Januari 2014 lalu, neraca perdagangan pada Februari 2014 diperkirakan berpotensi surplus. Potensi surplus didasarkan pada kemungkinan dambaknya ekspor seiring meredanya dampak larangan ekspor mineral. Output dibidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Sasmito Hadi Wibowo menyampatkan, kondisi neraca perdagangan Februari 2014 tidak akan seburuk pada Januari 2014, saat defisit tercatat sebesar USD430,6 JUta. Karena itu, kemungkinan neraca perdagangan surplus pun ada Pernyataan Sasmito tersebut sejalan dengan proyeksi Bank Indonesia (Bl) yang memperkirakan neraca perdagangan Februan 2014 surplus sekitar USD700 Juta. Kendeti demikian, Sasmito mengatakan bahwa BPS belum bisa memberikan besaran surplus pada Februari 2014.
Sebagai informasi, pemerintah melarang sepenuhnya ekspor mineral mentah per 12 Januan 2014. Larangan tersebut membuat nilai ekspor hanya tercatat USD14,48 miliar. Angka tersebut turun 5,79% d1bandingkan Januari 2013. Pelemahan ekspor utamanya didorong oleh penurunan ekspor mineral mentah. Pada Januari 2014 ekspor mineral mentah yang masuk dalam kelompok bijih, kerak, dan abu logam hanya menembus USD291,8 juta, turun 70,12% dibandingkan Desember 2013 (USD977 juta). Dibandingkan Januari 2013, ekspor mineral mentah turun 34,8%. Sebelumnya Bl menilai neraca perdagangan yang pada Januari 2014 mencatat defisit memang lebih dipengaruhi pola musiman yang menurunkan ekspor komoditas komoditasas utama dan dampak penerapan UU Minerba.
Semantara itu, ekspor manufaktur seperti mesin dan mekanik, produk kimia, dan produk dari logam pada Januari 2014 tumbuh cukup tinggi Ke depan Bl memperkirakan neraca perdagangan akan kembali mencatat surplus,
bersumber dari membaiknya ekspor yang didorong oleh naiknya permintaan dari negara mitra dagang, serta terkendalinya imper sejalan dengan moderasi permintaan domestik. Sasmito meyakini bahwa nllai ekspor maupun impor Februari 2014 akan mengalami penurunan dibandingkan dengan Januari 2014 karena jumlah hari yang terdapat pada bulan Februari lebih sedikit dibandingkan bulan Januari. Selain itu, penurunan ekonomi China Juga berpengaruh terhadap permintaan ekspor. Namun, nilai tukar rupiah yang terus melemah bisa mendukung nilai ekspor Indonesia. Sebaliknya, nilai impor bisa tertekan karena importir harus mengeluarkan biaya lebih besar. Diharapkan Bl dapat mengendalikannya dengan nilai valas. BI menyatakan bahwa secara rata-rata, nilai tukar rupiah pada Februari 2014 adalah sebesar Rp11.919 per dolar AS, menguat 2,02% dibandingkan dengan rata-rata rupiah pada Januari 2014 sebesar Rp12.160 per dolar AS. Terlepas dan itu, Bl menjanjikan tetap konsisten menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sesuai dengan nilai fundamentalnya dan didukung berbagai upaya untuk meningkatkan pendalaman pasar valas.
Sementara itu, Deputi Bidang Statistik Produksi BPSA diLumaksono mengatakan,bahwa ekspor otomotif kemungkinan menguat menyusul keputusan pabrikan mobiI menjadikan Indonesia sebagai basis ekspor Sebagai informasi, sejumlah pabrikan mobiI mula1 meningkatkan ekspornya Toyota Vias, misalnya, sudah mulai mengekspor produknya ke Timur Tengah yang meliputi Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Yordania, Lebanon, dan Yaman. Adi menambahkan bahwa Indonesia adalah bagian dari negara yang memang merupakan basis ekspor sehingga potensi ekspornya dapat lebih besar. Indonesia juga memiliki Sejumlah keunggulansebagai basis ekspor dan tldak kalah dibandingkan negara lain yang menjadi basis ekspor seperti Thailand. Namun,Indonesia harus mampu memperbaiki seJumlah persoalan seperti iklim investasi dan birokrasi karena Jika dibandingkan dengan Thailand, kita Juga mempunyai sumber daya manusia yang terampil.
Yang bukan termasuk fakta pada bacaan di atas adalah ...
Indonesia menjad1 basts ekspor bersama dengan Thailand
pangsa pasar ekspor otomotif Indonesia adalah negara Skandinavia
naiknya permintaan ekspor menjad1kan neraca perdagangan Indonesia surplus
yang termasuk ke dalam mineral mentah adalah bijih, abu logam, dan kerak
semakin besar biaya yang dikeluarkan importir akan membuat nilai impor semakin tertekan
Setelah mengalami defisit pada Januari 2014 lalu, neraca perdagangan pada Februari 2014 diperkirakan berpotensi surplus. Potensi surplus didasarkan pada kemungkinan dambaknya ekspor seiring meredanya dampak larangan ekspor mineral. Output dibidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Sasmito Hadi Wibowo menyampatkan, kondisi neraca perdagangan Februari 2014 tidak akan seburuk pada Januari 2014, saat defisit tercatat sebesar USD430,6 JUta. Karena itu, kemungkinan neraca perdagangan surplus pun ada Pernyataan Sasmito tersebut sejalan dengan proyeksi Bank Indonesia (Bl) yang memperkirakan neraca perdagangan Februan 2014 surplus sekitar USD700 Juta. Kendeti demikian, Sasmito mengatakan bahwa BPS belum bisa memberikan besaran surplus pada Februari 2014.
Sebagai informasi, pemerintah melarang sepenuhnya ekspor mineral mentah per 12 Januan 2014. Larangan tersebut membuat nilai ekspor hanya tercatat USD14,48 miliar. Angka tersebut turun 5,79% d1bandingkan Januari 2013. Pelemahan ekspor utamanya didorong oleh penurunan ekspor mineral mentah. Pada Januari 2014 ekspor mineral mentah yang masuk dalam kelompok bijih, kerak, dan abu logam hanya menembus USD291,8 juta, turun 70,12% dibandingkan Desember 2013 (USD977 juta). Dibandingkan Januari 2013, ekspor mineral mentah turun 34,8%. Sebelumnya Bl menilai neraca perdagangan yang pada Januari 2014 mencatat defisit memang lebih dipengaruhi pola musiman yang menurunkan ekspor komoditas komoditasas utama dan dampak penerapan UU Minerba.
Semantara itu, ekspor manufaktur seperti mesin dan mekanik, produk kimia, dan produk dari logam pada Januari 2014 tumbuh cukup tinggi Ke depan Bl memperkirakan neraca perdagangan akan kembali mencatat surplus,
bersumber dari membaiknya ekspor yang didorong oleh naiknya permintaan dari negara mitra dagang, serta terkendalinya imper sejalan dengan moderasi permintaan domestik. Sasmito meyakini bahwa nllai ekspor maupun impor Februari 2014 akan mengalami penurunan dibandingkan dengan Januari 2014 karena jumlah hari yang terdapat pada bulan Februari lebih sedikit dibandingkan bulan Januari. Selain itu, penurunan ekonomi China Juga berpengaruh terhadap permintaan ekspor. Namun, nilai tukar rupiah yang terus melemah bisa mendukung nilai ekspor Indonesia. Sebaliknya, nilai impor bisa tertekan karena importir harus mengeluarkan biaya lebih besar. Diharapkan Bl dapat mengendalikannya dengan nilai valas. BI menyatakan bahwa secara rata-rata, nilai tukar rupiah pada Februari 2014 adalah sebesar Rp11.919 per dolar AS, menguat 2,02% dibandingkan dengan rata-rata rupiah pada Januari 2014 sebesar Rp12.160 per dolar AS. Terlepas dan itu, Bl menjanjikan tetap konsisten menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sesuai dengan nilai fundamentalnya dan didukung berbagai upaya untuk meningkatkan pendalaman pasar valas.
Sementara itu, Deputi Bidang Statistik Produksi BPSA diLumaksono mengatakan,bahwa ekspor otomotif kemungkinan menguat menyusul keputusan pabrikan mobiI menjadikan Indonesia sebagai basis ekspor Sebagai informasi, sejumlah pabrikan mobiI mula1 meningkatkan ekspornya Toyota Vias, misalnya, sudah mulai mengekspor produknya ke Timur Tengah yang meliputi Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Yordania, Lebanon, dan Yaman. Adi menambahkan bahwa Indonesia adalah bagian dari negara yang memang merupakan basis ekspor sehingga potensi ekspornya dapat lebih besar. Indonesia juga memiliki Sejumlah keunggulansebagai basis ekspor dan tldak kalah dibandingkan negara lain yang menjadi basis ekspor seperti Thailand. Namun,Indonesia harus mampu memperbaiki seJumlah persoalan seperti iklim investasi dan birokrasi karena Jika dibandingkan dengan Thailand, kita Juga mempunyai sumber daya manusia yang terampil.
Pernyataan di bawah ini yang tidak sesuai dengan bacaan di atas adalah ...
proyeksi Bank Indonesia memperkirakan neraca perdagangan Februari 2014 turun sekitar USD700 Juta
peraturan yang ditetapkan oleh pemerintah mempengaruhi neraca perdagangan
banyaknya jumlah hari yang dimiliki menentukan besaran nilai ekspor dan impor
nilai tukar rupiah bulan Februari 2014 menguat dibandingkan dengan bulan Januari 2014
ekspor manufaktur pada bulan Januan 2014 mengalami kenaikan cukup tinggi
Setelah mengalami defisit pada Januari 2014 lalu, neraca perdagangan pada Februari 2014 diperkirakan berpotensi surplus. Potensi surplus didasarkan pada kemungkinan dambaknya ekspor seiring meredanya dampak larangan ekspor mineral. Output dibidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Sasmito Hadi Wibowo menyampatkan, kondisi neraca perdagangan Februari 2014 tidak akan seburuk pada Januari 2014, saat defisit tercatat sebesar USD430,6 JUta. Karena itu, kemungkinan neraca perdagangan surplus pun ada Pernyataan Sasmito tersebut sejalan dengan proyeksi Bank Indonesia (Bl) yang memperkirakan neraca perdagangan Februan 2014 surplus sekitar USD700 Juta. Kendeti demikian, Sasmito mengatakan bahwa BPS belum bisa memberikan besaran surplus pada Februari 2014.
Sebagai informasi, pemerintah melarang sepenuhnya ekspor mineral mentah per 12 Januan 2014. Larangan tersebut membuat nilai ekspor hanya tercatat USD14,48 miliar. Angka tersebut turun 5,79% d1bandingkan Januari 2013. Pelemahan ekspor utamanya didorong oleh penurunan ekspor mineral mentah. Pada Januari 2014 ekspor mineral mentah yang masuk dalam kelompok bijih, kerak, dan abu logam hanya menembus USD291,8 juta, turun 70,12% dibandingkan Desember 2013 (USD977 juta). Dibandingkan Januari 2013, ekspor mineral mentah turun 34,8%. Sebelumnya Bl menilai neraca perdagangan yang pada Januari 2014 mencatat defisit memang lebih dipengaruhi pola musiman yang menurunkan ekspor komoditas komoditasas utama dan dampak penerapan UU Minerba.
Semantara itu, ekspor manufaktur seperti mesin dan mekanik, produk kimia, dan produk dari logam pada Januari 2014 tumbuh cukup tinggi Ke depan Bl memperkirakan neraca perdagangan akan kembali mencatat surplus,
bersumber dari membaiknya ekspor yang didorong oleh naiknya permintaan dari negara mitra dagang, serta terkendalinya imper sejalan dengan moderasi permintaan domestik. Sasmito meyakini bahwa nllai ekspor maupun impor Februari 2014 akan mengalami penurunan dibandingkan dengan Januari 2014 karena jumlah hari yang terdapat pada bulan Februari lebih sedikit dibandingkan bulan Januari. Selain itu, penurunan ekonomi China Juga berpengaruh terhadap permintaan ekspor. Namun, nilai tukar rupiah yang terus melemah bisa mendukung nilai ekspor Indonesia. Sebaliknya, nilai impor bisa tertekan karena importir harus mengeluarkan biaya lebih besar. Diharapkan Bl dapat mengendalikannya dengan nilai valas. BI menyatakan bahwa secara rata-rata, nilai tukar rupiah pada Februari 2014 adalah sebesar Rp11.919 per dolar AS, menguat 2,02% dibandingkan dengan rata-rata rupiah pada Januari 2014 sebesar Rp12.160 per dolar AS. Terlepas dan itu, Bl menjanjikan tetap konsisten menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sesuai dengan nilai fundamentalnya dan didukung berbagai upaya untuk meningkatkan pendalaman pasar valas.
Sementara itu, Deputi Bidang Statistik Produksi BPSA diLumaksono mengatakan,bahwa ekspor otomotif kemungkinan menguat menyusul keputusan pabrikan mobiI menjadikan Indonesia sebagai basis ekspor Sebagai informasi, sejumlah pabrikan mobiI mula1 meningkatkan ekspornya Toyota Vias, misalnya, sudah mulai mengekspor produknya ke Timur Tengah yang meliputi Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Yordania, Lebanon, dan Yaman. Adi menambahkan bahwa Indonesia adalah bagian dari negara yang memang merupakan basis ekspor sehingga potensi ekspornya dapat lebih besar. Indonesia juga memiliki Sejumlah keunggulansebagai basis ekspor dan tldak kalah dibandingkan negara lain yang menjadi basis ekspor seperti Thailand. Namun,Indonesia harus mampu memperbaiki seJumlah persoalan seperti iklim investasi dan birokrasi karena Jika dibandingkan dengan Thailand, kita Juga mempunyai sumber daya manusia yang terampil.
Kondisi negatif yang berhubungan dengan perdagangan Indonesia adalah ...
memingkatnya permintaan negara mitra dagang yang membuat kegiatan ekspor semakin membaik
memingkatnya permintaan negara mitra dagang yang membuat kegiatan ekspor semakin membaik
adanya sejumlah pabrikan mobil yang meningkatkan produksinya untuk keperluan ekspor
adanya sejumlah pabrikan mobil yang meningkatkan produksinya untuk keperluan ekspor
terdapatnya sejumlah persoalan terkait iklim investasi dan birokrasi
Negeri ini membutuhkan lebih banyak orang yang bisa berbuat daripada pandai berdebat, bertindak dalam karya daripada hanya protes. Tidak banyak yang menyadari universitas hebat bukan hanya diukur dari jumlah publikasinya, melainkan juga dari jumlah paten dan impak pada komunitasnya. Pendidikan kita masih berkutat dr seputar kertas. Kita baru mahir memindahkan pengetahuan dari buku teks lembar kertas : makalah karya ilmiah, skripsi, atau tesis. Kita belum menanamkan dalam tindakan pada otot, myelin. Seorang mahasiswa mendapatkan nilai A dalam kelas pemasaran bukan karena dia bisa menerapkan ilmu itu ke dalam hidupnya, minimal memasarkan dirinya, atau memasarkan produk orang lain, melainkan karena ia sudah bisa menulis ulang isi buku ke lembar-lembar kertas ujian. Pendidikan tinggi sebenarnya bisa dibagi dalam dua kelompok besar yaitu dasar dan terapan. Pendidikan dasar itulah yang kita kenal sejak di SD yang mencakup matematika. kimia, biologi, fisika, ekonomi, sosiolog, dan psikologi. Terapannya bisa berkembang menjadi ilmu kedokteran, teknik sipil, ilmu komputer, manajemen, desain, perhotelan, dan seterusnya. Kedua ilmu itu sangat dibutuhkan bangsa untuk memajukan peradaban. Namun, Investor untuk membangun ilmu dasar amat besar. mernbutuhkan tradisi, riset dan sumber daya manusia bermutu tinggi Siapa menguasai ilmu dasar ibaratnya mampu menguasai dunia. dengan bekal ilmu dasar yang kuat, bangsa yang besar
membentuk ilmu terapan. Amerika Serikat, Jerman, dan lnggris adalah negara yang dibangun dengan keduanya Namun, sebagian negara di Eropa dan Asia memilih jalan lebih realitas yaitu fokus pada studi ilmu terapan. Swiss fokus dengan ilmu terapan dalam bidang manajemen perhotelan, kuliner, dan arloJi. Thailand fokus dengan ilmu terapan pariwisata dan pertanian. Jepang fokus dengan elektronika Singapura fokus dalam industri jasa keuangannya. Tentu terjadi pergulatan besar agar ilmu terapan benar- benar diterapkan. Pada mulanya ilmu terapan dikembangkan di perguruan tinggi untuk mendapat dana riset dan menjembalani teori dengan praktik. Akan tetapi, mindset para ilmuwan tetaplah ilmu dasar yang penekanannya ada pada metodologi dan statistik untuk mencari kebenaran ilmiah yang buntutnya ialah publikasi ilmiah.
Melalui pergulatan besar,program studi terepan berhasil keluar dari perangkap ilmu dasar. llmu Komputer keluar dari fakultas Metematika dan Manajemen menjadi Sekolah Bisnis. Dan lulusan dengan "keterampilankertas", mereka masuk pada karya akhir berupa aplikasi, portofolio mockup,-desain, dan laporan pemecahan masalah Metodologi dipakai, tetepi validitas eksternal (impak dan aplikasi) 'diutamakan. Hanya pada program doktoral metodologi riset yang kuat diterapkan. ltu pun banyak ilmuwan terapan yang meminjam ilmu dasar atau ilmu terapan lain sehingga terbentuk program multi disiplin seperti arsitektur yang dijodohkan dengan antropologi atau arkeologi,akuntansi dengan ilmu keuangan.
Makna kata "keterampilan kertas" yang dimaksud pada bacaan dt atas adalah sebagai berikut, kecuali....
mampu menyusun laporan pemecahan masalah
mahir menjawab soal di lembar ujian
mahir menyusun makalah
mahir menyusun tesis
mendapatknn nilai A
Negeri ini membutuhkan lebih banyak orang yang bisa berbuat daripada pandai berdebat, bertindak dalam karya daripada hanya protes. Tidak banyak yang menyadari universitas hebat bukan hanya diukur dari jumlah publikasinya, melainkan juga dari jumlah paten dan impak pada komunitasnya. Pendidikan kita masih berkutat dr seputar kertas. Kita baru mahir memindahkan pengetahuan dari buku teks lembar kertas : makalah karya ilmiah, skripsi, atau tesis. Kita belum menanamkan dalam tindakan pada otot, myelin. Seorang mahasiswa mendapatkan nilai A dalam kelas pemasaran bukan karena dia bisa menerapkan ilmu itu ke dalam hidupnya, minimal memasarkan dirinya, atau memasarkan produk orang lain, melainkan karena ia sudah bisa menulis ulang isi buku ke lembar-lembar kertas ujian. Pendidikan tinggi sebenarnya bisa dibagi dalam dua kelompok besar yaitu dasar dan terapan. Pendidikan dasar itulah yang kita kenal sejak di SD yang mencakup matematika. kimia, biologi, fisika, ekonomi, sosiolog, dan psikologi. Terapannya bisa berkembang menjadi ilmu kedokteran, teknik sipil, ilmu komputer, manajemen, desain, perhotelan, dan seterusnya. Kedua ilmu itu sangat dibutuhkan bangsa untuk memajukan peradaban. Namun, Investor untuk membangun ilmu dasar amat besar. mernbutuhkan tradisi, riset dan sumber daya manusia bermutu tinggi Siapa menguasai ilmu dasar ibaratnya mampu menguasai dunia. dengan bekal ilmu dasar yang kuat, bangsa yang besar
membentuk ilmu terapan. Amerika Serikat, Jerman, dan lnggris adalah negara yang dibangun dengan keduanya Namun, sebagian negara di Eropa dan Asia memilih jalan lebih realitas yaitu fokus pada studi ilmu terapan. Swiss fokus dengan ilmu terapan dalam bidang manajemen perhotelan, kuliner, dan arloJi. Thailand fokus dengan ilmu terapan pariwisata dan pertanian. Jepang fokus dengan elektronika Singapura fokus dalam industri jasa keuangannya. Tentu terjadi pergulatan besar agar ilmu terapan benar- benar diterapkan. Pada mulanya ilmu terapan dikembangkan di perguruan tinggi untuk mendapat dana riset dan menjembalani teori dengan praktik. Akan tetapi, mindset para ilmuwan tetaplah ilmu dasar yang penekanannya ada pada metodologi dan statistik untuk mencari kebenaran ilmiah yang buntutnya ialah publikasi ilmiah.
Melalui pergulatan besar,program studi terepan berhasil keluar dari perangkap ilmu dasar. llmu Komputer keluar dari fakultas Metematika dan Manajemen menjadi Sekolah Bisnis. Dan lulusan dengan "keterampilankertas", mereka masuk pada karya akhir berupa aplikasi, portofolio mockup,-desain, dan laporan pemecahan masalah Metodologi dipakai, tetepi validitas eksternal (impak dan aplikasi) 'diutamakan. Hanya pada program doktoral metodologi riset yang kuat diterapkan. ltu pun banyak ilmuwan terapan yang meminjam ilmu dasar atau ilmu terapan lain sehingga terbentuk program multi disiplin seperti arsitektur yang dijodohkan dengan antropologi atau arkeologi,akuntansi dengan ilmu keuangan.
Pernyataan di bawah ini yang tldak sesuai dengan bacaan di atos adalah...
ilmu kedokteran merupakan salah satu contoh pendidikan terapan
hanya sedikit yang menyadari bahwa universitas yang hebat bukan hanya diukur dari jumlah publikasmya
salah satu program studi terapan yang berhasil keluar dari perangkap ilmu dasar adalah Manajemen
pola pikir para ilmuwan adalah ilmu terapan yang penekanannya ada pada metodologi dan statistik untuk mencari kebenaran ilmiah
pada mulanya ilmu terapan dikembangkan di perguruan tinggi untuk mendapat dana riset dan menjembatani teori dengan praktik
