NEW
Font size
WorksheetsPTS KELAS XI SEMESTER GENAP 2023/2024
Total questions: 20
Worksheet time: 20mins
Bacalah kutipan cerpen berikut!
(1) “Menurutku: Ya! Apalagi!” jawabaku patah-patah
(2) Tinggal aku sendiri, bergumul dengan ketakmengertian.
(3) “Kehidupan ini mahaluas, Anggara. Ubahlah paradigma sempitmu,”
(4) “Kau kira iyu saja sudah cuckup?”
(5) Ah, benarkah prinsip yang selama ini ku yakini perlu diubah?
(6) Tangan pamungkas meraih tas, berkelebat, meninggalkan kantin.
Urutan yang tepat untuk membentuk penggalan cerita pendek yang padu adalah...
(1)-(3)-(2)-(4)-(6)-(5)
(2)-(4)-(3)-(1)-(5)-(6)
(3)-(2)-(6)-(5)-(4)-(1)
(4)-(1)-(3)-(6)-(2)-(5)
(5)-(2)-(3)-(1)-(4)-(6)
Bacalah kutipan cerpen berikut!
Pagi-pagi para guru sudah menyambutku dengan sapa dan senyum. Dan kami bersalaman. Sepasang mata yang sudah amat kukenal itu berbinar-binar, penuh kasih. Aku bersemangat untuk memulai pemebelajaran setiap hari. Jantungku berdegup kencang. Perasaan seperti itu hampir tak pernah lagi kurasakan akhir-akhir ini, sejak pemeblajaran dilaksanakan masa pandemi tahun lalu.
Unsur intrinsik yang dominan dalam penggalan cerpen tersebut adalah...
Tema
Penokohan
Alur
Latar
Amanat
Kutipan cerpen berikut digunakan untuk menjawab soal di bawah ini!
Tatkala aku masuk sekolah MULO, demikian fasih lidahku dalam bahasa Belanda sehingga orang yang hanya mendengarkanku berbicara dan tidak melihat aku, mengira aku anak Belanda. Aku pun bertambah lama bertambah percaya pula bahwa aku anak Belanda, sungguh hari-hari ini makin ditebalkan pula oleh tingkah laku orang tuaku yang berupaya sepenuh daya menyesuaikan diri dengan langgam lenggok orang Belanda. (Kenang-kenangan, Abdul Gani A.K)
Sudut pandang pengarang yang digunakan dalam penggalan tersebut adalah ....
orang pertama pelaku utama
orang ketiga pelaku sampingan
orang ketiga pelaku utama
orang pertama dan ketiga
orang ketiga serbatahu
Bacalah kutipan cerpen berikut!
Budi duduk termenung, dia melihat ke sedang arah seorang nenek tua yang menengadahkan tangannya ke arah orang-orang yang tengah menikmati makanannya. Betapa pilu hati Budi melihat tidak ada seorang pun yang menghiraukannya. Lantas, Budi menuju ke arah nenek itu dan memberikannya sedikit uang dan sebuah bungkusan yang berisi makanan. Namun, ketika nenek itu menerima pemberian Budi, ternyata nenek tersebut adalah orang kaya yang sedang menyamar untuk memberikan sebagian hartanya kepada orang baik.
Nilai yang terkandung dalam kutipan cerpen di atas adalah ...
Harus peduli kepada orang yang membutuhkan.
Berikanlah uang kepada pengemis.
Berbuatlah kebaikan tanpa pamrih.
Menyamarlah untuk menemukan baik.
Menengadahkan tangan untuk mencari makan.
Bacalah kutipan cerpen berikut!
Dengan tergesa-gesa Ersa menaiki bus yang nyaris meninggalkan suasana yang kurang nyaman baginya. Dari kejauhan terdengar sayup suara "... penumpang bus Gemilang Asa untuk segera memasuki kendaraan...". Hati Ersa agak tenang karena dia sudah berada di dalamnya. "Mudah-mudahan sore nanti aku bisa berada di acara itu," harapnya dalam hati.
Latar waktu dan tempat pada penggalan cerpen tersebut adalah ....
sore hari, terminal
siang hari, terminal
siang hari, perjalanan
pagi hari, rumah
pagi hari, perjalanan
Bacalah kutipan cerpen berikut!
Meski termasuk anak yang pandai dan masuk kelas akselerasi, Romero tetap memilik banyak teman dan sahabat. Baginya teman adalah lingkungan yang dapat memberikan banyak inspirasi dan pengalaman yang tidak diperoleh di bangku sekolah. Di rumah, ia juga bersikap baik pada tetangga. Ia ingat ketika orang tuanya berpesan, "Carilah teman dan sahabat sebanyak-banyaknya karena kita tidak bisa hidup sendiri. Suatu saat pasti kita membutuhkan orang lain."
Nilai ekstrinsik pada penggalan cerpen tersebut adalah nilai ....
budaya
ekonomi
pendidikan
estetika
sosial
Bacalah kutipan cerpen berikut untuk menjawab soal di bawah ini!
(1) "Tapi Kijang kita kan ada di garasi dia, kenapa tidak pakai mobil kita saja?" (2) "Itu Kijang tua, Mas. Kalau dilihat dengan kacamata prestise, tentu saja Kijang tua kalah kelas dari Avanza yang berusia muda. Itu katamu sebelum kita memutuskan memakai mobil Kristina, kan?" (3) "Tapi waktu itu ..." (4) Kali ini Widhi tak bisa menyembunyikan kekalutannya. (5) Butiran keringat dingin memenuhi dahinya. (6) Memang, sudah dua kali mudik lebaran Kristina mengizinkan kami meminjam Avanzanya. Sungguh tak disangka kali ini dia memintanya kembali sebelum batas waktu yang disepakati. (7) "Baiklah, kita pulang besok pagi," Widhi bangkit. "Suruh anak-anak berkemas, Lis." (8) "Tapi besok masih lebaran, Mas. Apa nanti kata orang tuamu?” (9) “Aku akan cari alasan yang tepat. Berilah pengertian pada Ares dan Iva. Aku yakin mereka anak-anak yang baik, yang selalu siap memahami kondisi orang tuanya." (10) Mudah-mudahan begitu, batinku tak yakin. (11) Secawan kebahagiaan yang tengah direguk dengan nikmat oleh anak-anakku, akan kurebut dengan paksa dan mendadak. (12) Benarkah mereka siap memahaminya, ikhlas melepasnya?
Kalimat bermajas metonimia terdapat pada kalimat nomor...
(1) dan (6)
(3) dan (5)
(2) dan (4)
(10) dan (11)
(11) dan (12)
Bacalah kutipan cerpen berikut!
["...."]
"Tidak," jawab Fola.
Terkejut dengan kecepatan jawabannya, "Murid-muridku sudah pulang semua."
"Kau akan pulang?"
"Tentu saja."
"Di manakah rumahmu?” Fola terdiam sejenak mendengar pertanyaan Henrietta. Dia tidak perlu memberitahu di mana rumahnya kepada perempuan itu, namun sebaris alamat terucap dari mulut Fola.
"Mari pulang bersamaku. Kebetulan kantorku searah dengan tempat tinggalmu." Henrietta mendongak.
"Kebetulan hujan juga telah berhenti."
Kalimat dialog yang tepat untuk melengkapi bagian rumpang dari teks di atas adalah ...
Pulangnya naik apa?
Apakah boleh saya temani?
Apakah kau masih harus tinggal di sekolah?
Bagaimana kalau kita pulang bersama?
Apakah bersedia mampir ke rumahku?
Bacalah kutipan cerpen berikut untuk menjawab soal di bawah ini!
(1) Pujo: "Ling, Apakah kita jadi bertemu Pak Lurah?"
(2) Maling: "Untuk apa? Dia pasti sudah bertemu Kolonel Jono."
(3) Pujo: "Maksudmu? Pak Lurah mau menjadikan kita tumbal!"
(4) Maling: "Begitulah. Bukankah dia maju mencalonkan diri sebagai anggota DPRD!"
(5) Suminten: "Maksudnya apa, Kang?"
(6) Pujo): "Jadi kesepakatan yang kita buat di hutan itu bohong belaka!"
(7) Suminten: "Kesepakatan? Kesepakatan apa?"
(8) Maling: "Tentang kawan-kawan kita yang dituduh mencuri kayu hutan!"
Kalimat dialog yang berisi informasi latar ditunjukkan oleh nomor....
(1)
(4)
(6)
(7)
(8)
Bacalah kutipan cerpen berikut untuk menjawab soal di bawah ini!
(1) Pujo: "Ling, Apakah kita jadi bertemu Pak Lurah?"
(2) Maling: "Untuk apa? Dia pasti sudah bertemu Kolonel Jono."
(3) Pujo: "Maksudmu? Pak Lurah mau menjadikan kita tumbal!"
(4) Maling: "Begitulah. Bukankah dia maju mencalonkan diri sebagai anggota DPRD!"
(5) Suminten: "Maksudnya apa, Kang?"
(6) Pujo): "Jadi kesepakatan yang kita buat di hutan itu bohong belaka!"
(7) Suminten: "Kesepakatan? Kesepakatan apa?"
(8) Maling: "Tentang kawan-kawan kita yang dituduh mencuri kayu hutan!"
Pokok persoalan yang dibicarakan oleh tokoh-tokoh dalam kutipan cerpen di atas adalah ...
Maling mencurigai Pak Lurah yang tidak mematuhi kesepakatan bersama.
Pujo menuduh Maling tidak mematuhi kesepakatan dengan Pak Lurah.
Suminten tidak mengetahui hasil pembicaraan suaminya dengan Pak Lurah.
Maling dan Pujo telah membuat kesepakatan dengan Pak Lurah.
Kolonel Jono mengirim Pak Lurah sebagai mata-mata kepolisian.
Cermatilah penggalan puisi berikut!
Syair Orang Lapar
Lapar menyerang desaku
Kentang dipanggang kemarau
Surat orang kampungku
Kuguratkan kertas
Risau
Lapar lautan pidato
Ranah dipanggang kemarau
Ketika berduyun mengemis
Kesinikan hatimu
Kuiris
Lapar di Gunung kidul
Mayat dipanggang kemarau
Berjajar masuk kubur
Kau ulang jua
Kalau.
(Taufiq Ismail)
Tema pada puisi tersebut adalah....
kemiskinan yang terjadi
kemiskinan yang terjadi di suatu tempat hingga menyebabkan kematian
rasa cinta yang dirasakan penyair kepada seseorang
rasa rindu yang mendalam sebagai penantian kepada kekasih
pendidikan yang penting bagi kemajuan masyarakat
Bacalah puisi berikut!
Halaman Tak Terbatas
Bunga yang indah
[....]
Akan sia-sia belaka
Di vas yang salah
Bungaku tak pernah layu
Merekah sepanjang waktu
malah selalu
Larik bermajas personifikasi yang tepat untuk melengkapi puisi tersebut adalah ...
kumbang hinggap di sana
memiliki duri menusuk
menebar wangi menusuk hidung
tumbuh di halaman
berwarna-warna indah
Bacalah puisi berikut untuk menjawab soal di bawah ini!
Alamku ini
Awan bergerak
seiring waktuku yang kerontang
angin berdiri menepi
sejenak beri kesejukan
kuda berlari terkikik
tinggal jejak kaki
di antara rumputan misteri
alamku ini memang begini
dapat dipastikan
perubahan yang terhenti
Makna kias kerontang pada puisi tersebut adalah ....
penyesalan
kesunyian
keputusasaan
penderitaan
kekecewaan
Bacalah puisi berikut ini untuk menjawab soal di bawah ini!
Wahai sahabat
Untuk selamanya
Kita percaya
Tebarkan arah jangan pernah lelah
Untukmu sahabat
Tema puisi tersebut adalah ....
persahabatan
kegelisahan
perdamaian
kelelahan
kepercayaan
Bacalah puisi berikut ini untuk menjawab soal di bawah ini!
Wahai sahabat
Untuk selamanya
Kita percaya
Tebarkan arah jangan pernah lelah
Untukmu sahabat
Suasana yang tergambar pada puisi tersebut adalah ....
semangat
tegang
sedih
sunyi
gembira
Perhatikan puisi berikut ini!
Kehidupan
Dialah sang sutradara
Dan kita semua para [....]
Maka persoalan yang utama
Bagaimana memainkan peran kita
Karena kita tak bisa memilih
Mari bermain dalam bimbingan-Nya
Diksi yang tepat untuk melengkapi larik rumpang puisi tersebut adalah...
penontonnya
aktornya
artisnya
oratornya
penerusnya
Perhatikan puisi berikut ini untuk menjawab soal di bawah ini!
Perarakan Jenazah
Kami mengiring jenazah hitam
depan kami kereta mati bergerak pelan
orang-orang tua berjalan merunduk diam
dicekam hitam bayangan
makam muram awan muram
menanti perarakan ini di ujung jalan
(Hartoyo Andangjaya)
Citraan yang digunakan penyair dalam puisinya di atas adalah ...
penciuman
penglihatan
pendengaran
perabaan
pengecap
Bacalah puisi berikut!
Derai-Derai Cemara
Hidup hanya menunda kekalahan
Tambah terasing dari cinta sekolah
rendahan
Dan tahu, ada yang tetap tidak
diucapkan.
Sebelum pada akhirnya kita menyerah
(Chairil Anwar)
Cuplikan puisi di atas harus diungkapkan dengan nada ....
merana
meradang
meratap
menyesak
memelas
Bacalah puisi berikut!
Sepisaupi
sepisaupa sepisaupi
sepisaupa sepisaupi
sepisaupa sepisaupi
sampai pisau-Nya ke dalam nyanyi
(Sutardji Calzoum Bachri)
Penggalan puisi di atas bermakna ....
kesepian ada di mana-mana
kesepian bisa membawa luka
pisau bisa mengingatkan kehadiran akan Tuhan
kesepian dapat mendekatkan diri pada Tuhan
Tuhan tidak berkenan kepada sikap hidup seniman
Penggolongan sastra yang didasarkan pada waktu awal munculnya sastra dengan perkembangannya disebut sebagai periodisasi sastra, yang bukan pembagian sastra di bawah ini adalah...
Angkatan Balai Pustaka
Angkatan Pujangga Baru
Angkatan 45
Angkatan 66
Angkatan Indonesia
