wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Kuis Pertemuan Koordinator dan Admin GRC Tahun 2023

Total questions: 20

Worksheet time: 12mins

Name
Class
Date
1.

Pedoman Manajemen Risiko BPJS Kesehatan hasil reviu Pedoman MR terintegrasi Nomor 46 Tahun 2017 adalah …

a)

Perdir 61 Tahun 2020

b)

Perdir 6 Tahun 2020

c)

Perdir 65 Tahun 2021

d)

Perdir 60 Tahun 2020

2.

Manajemen risiko (enterprise risk management) adalah …

a)

Risiko yang berdampak langsung terhadap pencapaian sasaran Organisasi

b)

Gambaran keseluruhan risiko Organisasi

c)

Upaya organisasi untuk mengarahkan dan mengendalikan risiko badan dengan mendayagunakan lintas fungsi, divisi, atau unit Bisnis

d)

Mengelola risiko dengan valid

3.

Standar penerapan Manajemen Risiko BPJS Kesehatan adalah …

a)

ISO 19600 : 2014

b)

ISO 31000 : 2018

c)

ISO 9001 : 2015

d)

ISO 31000 : 2009

4.

Untuk kapabilitas GRC Organisasi menjadi sukses, pertama kali harus mendapatkan pemahaman yang baik tentang Organisasi terkait …

a)

Konteks Bisnis internal dan eksternal, termasuk budaya dimana Organisasi saat ini beroperasi

b)

Kebijakan Organisasi dan prosesdur pengendalian

c)

Persyaratan-persyaratan dari Peraturan,kontrak, hukum termasuk budaya dimana Organisasi saat ini beroperasi

d)

Infrastruktur teknologi dalam perusahaan,termasuk budaya dimana Organisasi saat ini beroperasi

5.

Berikut ini adalah unit-unit yang bertindak untuk menangani risiko dan mengawasi risiko Kepatuhan Organisasi dalam konsep tiga lini pertahanan, KECUALI …

a)

Unit Kepatuhan

b)

Auditor Eksternal

c)

Divisi Manajemen Risiko

d)

Departemen Legal

6.

Merujuk pada model kematangan (maturity) GRC dari OCEG, penerapan Governance, Risk Management dan Compliance terintegrasi dibagi kedalam 5 tingkat kematangan yaitu …

a)

Initial, Siloed, Managed, Transformed, Proactive

b)

Initial, Siloed, Proactive, Managed, Transformed

c)

Initial, Proactive,Siloed, Managed, Transformed

d)

Proactive, Siloed, Initial, Managed, Transformed

7.

Sepanjang model kapabilitas GRC ada banyak referensi untuk Tindakan dan pengendalian (action dan control). Apakah jenis umum dari Tindakan dan pengendalian yang penting untuk Organisasi manfaatkan?

a)

Proactive, Responsive, Detective

b)

Preventive, Detective, Reactive

c)

Proactive, Responsive, Corrective

d)

Preventive, Detective, Corrective

8.

Kapabililitas suatu organisasi untuk tetap dapat memberikan layanan atau menghasilkan produk pada tingkat yang dapat diterima (acceptable) setelah suatu insiden disruptif disebut dengan …

a)

Business Continuity

b)

Insiden Disruptif

c)

Disaster

d)

Business Continuity Management

9.

Perlunya dilakukan pengelolaan Business Continuity dalam sebuah organisasi adalah karena hal-hal berikut, KECUALI …

a)

Organisasi harus tetap bisa melayani pelanggan dan mitra secara 100 % dalam kondisi apapun

b)

Kondisi operasional organisasi tidak selalu dapat dijamin dalam kondisi normal

c)

Kondisi abnormal yang tidak dapat dikendalikan bisa mengakibatkan kerugian mendadak dan massif

d)

Banyak kejadian yang tidak dapat dicegah, hanya bisa dikurangi dampaknya.

10.

Berikut adalah pernyataan terkait hubungan antara BCM dan Crisis Management (CM) yang benar adalah sebagai berikut, KECUALI …

a)

BCM terkait dengan insiden disruptif, CM terkait dengan kondisi krisis

b)

BCM terkait dengan peristiwa yang dapat nilai risiko inherennya (pernah terjadi dan dapat diukur), sementara CM terkait dengan peristiwa yang tidak ada nilai risiko inheren-nya

c)

BCM ditangani dengan BCP yang telah direncanakan sebelumnya, CM ditangani melalui tindakan yang dirumuskan oleh Tim Krisis Management (Crisis Management Center)

d)

BCM tidak ada hubungan dengan CM 

11.

Dasar Hukum Penerapan Tata Kelola BPJS Kesehatan adalah …

a)

Perpres 25 Tahun 2021 dan Perdir 65 Tahun 2022

b)

Perpres 25 Tahun 2020 dan Perdir 65 Tahun 2020

c)

Perpres 25 Tahun 2020 dan Perdir 65 Tahun 2021

d)

Perpres 25 Tahun 2021 dan Perdir 65 Tahun 2021

12.

Yang bukan merupakan tujuan penerapan Tata Kelola yang Baik adalah …

a)

meningkatkan pengelolaan BPJS secara profesional, efektif, dan efisien

b)

mendorong organ BPJS dalam membuat keputusan dan menjalankan tindakan dilandasi nilai moral yang tinggi 

c)

mendukung kesinambungan BPJS dan Dana Jaminan Sosial

d)

mengoptimalkan peran Pemerintah dalam menyediakan Jaminan sosial bagi para peserta

13.

Berikut ini adalah prinsip-prinsip dari Good Governance yang tepat …

a)

Keterbukaan – Responsibilitas – Akurasi – Taat Azas

b)

Partisipasi – Akuntabilitas – Kemandirian – Prediktabilitas 

c)

Akuntabilitas – Responsif – Kemandirian – Kesetaraan dan Kewajaran

d)

Responsibilitas – Dinamis – Partispasi – Komunikatif 

14.

Kejelasan fungsi dan pelaksanaan pertanggungjawaban Organ BPJS sehingga Kinerja BPJS dapat berjalan secara transparan, wajar, efektif, dan efisien adalah definisi dari prinsip ...

a)

Keterbukaan

b)

Akuntabilitas

c)

Responsibilitas

d)

Independensi

15.

Kesesuaian pengelolaan BPJS dengan ketentuan peraturan perundang- undangan adalah definisi dari prinsip ...

a)

Responsibilitas

b)

Kewajaran dan Kesetaraan

c)

Dinamis

d)

Keterbukaan

16.

Berikut ini merupakan alur penyusunan profil risiko kepatuhan yang paling tepat adalah …

a)

Analisa Risiko Kepatuhan - Inventarisasi Produk Hukum -  Identifikasi Substansi Kewajiban -  Penyusunan Profil Risiko Kepatuhan

b)

Inventarisasi Produk Hukum -  Analisa Risiko Kepatuhan - Identifikasi Substansi Kewajiban - Penyusunan Profil Risiko Kepatuhan

c)

Identifikasi Substansi Kewajiban -Inventarisasi Produk Hukum -  Analisa Risiko Kepatuhan - Penyusunan Profil Risiko Kepatuhan

d)

Inventarisasi Produk Hukum - Identifikasi Substansi Kewajiban - Analisa Risiko Kepatuhan - Penyusunan Profil Risiko Kepatuhan

17.

Sifat kepatuhan yaitu mencegah dan mendeteksi pengambilan suatu keputusan atau kebijakan yang dapat menimbulkan penyimpangan atau pelanggaran, adalah …

a)

ex-ante (before the fact)

b)

ex-post (after the fact)

c)

ex-officio (conformity)

d)

ex-aequo et bono (according to the right and good)

18.

Dalam proses pengelolaan kepatuhan internal anda diminta untuk menyusun Daftar Kewajiban Kepatuhan (DKK), berikut ini merupakan unsur yang perlu anda inventarisir dalam proses menyusun DKK, KECUALI …

a)

Substansi pada Produk Hukum (Regulasi Eksternal dan Peraturan Internal) yang memuat unsur Kewajiban BPJS Kesehatan

b)

Substansi pada Produk Hukum (Regulasi Eksternal dan Peraturan Internal) yang memuat unsur Hak dan Wewenang BPJS Kesehatan

c)

Substansi pada Produk Hukum (Regulasi Eksternal dan Peraturan Internal) yang memuat unsur tugas dan tanggung jawab BPJS Kesehatan

d)

Substansi pada Produk Hukum (Regulasi Eksternal dan Peraturan Internal) yang memuat unsur Larangan bagi seluruh Duta BPJS Kesehatan

19.

Dari pernyataan berikut, mana yang tepat untuk menjelaskan Daftar Kewajiban Kepatuhan ...

a)

DKK adalah Inventarisasi Produk Hukum pada masing-masing Unit Kerja yang memuat unsur Kewajiban, Tugas, Tanggungjawab, Persyaratan, Ketentuan, ataupun Larangan yang harus dikelola oleh Eksternal BPJS Kesehatan

b)

DKK adalah Inventarisasi Produk Hukum pada masing-masing Unit Kerja yang memuat unsur Kewajiban, Tugas, Tanggungjawab, Persyaratan, Ketentuan, ataupun Larangan yang harus dikelola oleh Internal BPJS Kesehatan

c)

DKK adalah Inventarisasi Produk Hukum pada masing-masing Unit Kerja yang memuat unsur Kewajiban, Tugas, Tanggungjawab, Persyaratan, Ketentuan, Hak dan Wewenang yang harus dikelola oleh Internal BPJS Kesehatan

d)

DKK adalah Inventarisasi Produk Hukum pada masing-masing Unit Kerja yang memuat unsur Kewajiban, Tugas, Tanggungjawab, Persyaratan dan Ketentuan yang harus dikelola oleh Internal BPJS Kesehatan

20.

Guna memastikan kepatuhan terhadap hukum, perundang undangan dan peraturan yang berlaku, serta menangani risiko kepatuhan, organisasi diharapkan senantiasa mengembangkan budaya kepatuhan di seluruh tingkatan dan setiap aspek kegiatan operasional secara berkesinambungan. Berikut ini yang merupakan contoh upaya pengembangan budaya kepatuhan KECUALI ...

a)

Penilaian risiko kepatuhan terhadap bidang-bidang usaha dan operasional organisasi yang memiliki risiko kepatuhan yang cukup signifikan dan memerlukan prioritas pemantauan.

b)

Pendistribusian peraturan organisasi terbaru dan/atau perubahannya kepada unit kerja terkait dan melakukan pemantauan dan evaluasi dalam rangka memastikan kesesuaian dan keselarasan kebijakan dan prosedur organisasi terhadap peraturan organisasi dan peraturan lainnya yang berlaku.

c)

Mendorong dan mewajibkan seluruh Duta BPJS kesehatan untuk menjadi anggota komunitas profesi di bidang pengelolaan kepatuhan internal korporat

d)

Peningkatan pemahaman kepatuhan melalui pelaksanaan program pemantauan kepatuhan tahunan.