Font size
WorksheetsM Benca
Total questions: 100
Worksheet time: 4hrs 0mins
Tindakan mitigasi bencana alam dilakukan
Sebelum terjadinya bencana
Setelah ada kepastian akan terjadi bencana
Setelah bencana berlalu
Sebelum, saat, dan setelah terjadi bencana
Setelah dilakukan evaluasi penanganan bencana
Perhatikan contoh perilku berikut ini !
1. Membuang sampah ke sungai
2. Menebang hutan secara besar-besaran
3. Membangun pemukiman di daerah resapan air
4. Melakukan penambangan tradisional
5. Mengusahakan perikanan darat
Perilaku yang mempengaruhi terjadinya banjir ditunjukkan nomor
1,2 dan 3
1,2 dan 4
1,2 dan 5
2,4 dan 5
3,4 dan 5
Salah satu penyebab bencana kekeringan adalah
Tanah sulit ditembus air
Musim kemarau berkepanjangan
Kerusakan hutan
Kebakaran hutan
Perluasan permukiman
Perhatikan pernyataan-pernyataan berikut.
1. Membuat bangunan dengan konstruksi antigempa
2. Mewaspadai tanda-tanda gempa
3. Membuat tangguldi pinggir sungai
4. Memasang detektor gempa
5. Mencari posisi hiposentrum gempa
Langkah-langkah mitigasi bencana gempa bumi ditunjukkan nomor
1,2, dan 3
1,2, dan 4
1,2, dan 5
2,4, dan 5
3,4, dan 5
Hal yang tidak termasuk langkah-langkah mitigasi bencana tanah longsor adalah
Menangkap pembalak hutan
Melakukan penambangan di perbukitan
Membuat terasering
Membuat saluran irigasi
Melakukan reboisasi
Perhatikan pernyataan-pernyataan berikut.
1. Melakukan sosialisasi ke masyarakat tentang kebakaran hutan
2. Membuka lahan tanpa membakar hutan
3. Melakukan patroli hutan secara berkala
4. Menanami hutan dengan tanaman tahan panas
5. Menanami hutan secara tumpang sari
Langkah-langkah mitigasi kebakaran hutan ditunjukkan nomor
1, 2, dan 3
1, 2 dan 4
2, 3, dan 5
1,2, dan 5
3, 4, dan 5
Jenis bencana alam yang paling sering terjadi di Indonesia adalah
Banjir dan badai
Tornado dan gempa bumi
Badai dan tanah longsor
Gempa bumi dan tanah longsor
Banjir dan gerakan tanah
Informasi yang tidak dibutuhkan saat melakukan tanggap darurat bencana adalah
Kondisi geografis wilayah terkena bencana
Jalur transportasi dan sistem telekomunikasi
Angka ketergantungan penduduk
Lokasi penampungan korban bencana dan ketersediaan logistik
Perkiraan jumlah korban meninggal
Urutan siklus manajemen bencana yang benar adalah
Mitigasi, respons, kesiapsiagaan, pemulihan
Mitigasi, pemulihan, kesiapsiagaan, respons
Mitigasi, tanggap darurat , kesiapsiagaan, respons, pembangunan
Mitigasi, pengawasan, respons, pemulihan
Pencegahan, mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, pemulihan
Serangkaian peristiwa yang menyebabkan gangguan serius pada masyarakat yang mendatangkan kerugian harta benda sampai korban jiwa, disebut dengan
Kejadian
Goncangan
Kerusakan karena gempa
Bencana
Bahaya
Rencana Mitigasi ini adalah rencana yang bersifat teknis dibuat oleh sektor atau instansi tertentu bertujuan untuk mengurangi risiko dan dampak bencana. Biasanya rencana mitigasi ini tidak disebut secara eksplisit sebagai mitigasi bencana, tetapi disebut sesuai dengan tujuan pembangunan atau pelaksanaan proyek tertentu. berikut contoh rencana mitigasi bencana, kecuali
Rencana Reboisasi dan Pengendalian Daerah Aliran Sungai
Rencana Pengendalian Banjir Jakarta (Kanal Banjir Timur)
Rencana Penguatan Lereng Penahan Longsor
Rencana Pembuatan Tempat Evakuasi Sementara
Rencana penyusunan jalur transportasi
Setiap kejadian yang menyebabkan kerusakan, gangguan ekologis, hilangnya nyawa manusia atau memburuknya derajat kesehatan atau pelayanan kesehatan pada skala tertentu yang memerlukan respon dari luar masyarakat atau wilayah yang terkena adalah definisi dari:
Hazard
Disaster
Resiko
Ancaman
Pengertian dari Hazard, Vurneralbility, Risk :
a. Visi, Bahaya, Ancaman
b. Ancaman, Keretanan, Resiko
c. Advokasi, Resiko, Kapasitas program watsan
d. Pengurangan Resiko
bencana yang diakibatkaan oleh peristiwa atau rangkaian peristiwa nonalam yang antara lain berupa gagal teknologi, gagal modernisasi, epidemi dan wabah penyakit ?
Bencana alam
Bencana nonalam
Bencana sosial
Bencana non sosial
Bagaimana hazard bisa menjadi bencana disuatu daerah?
Bencana = Risk + Vulnerability
Bencana = Hazard + Vulnerability
Bencana = Hazard + Risk
Bencana = Disaster + Risk
Penilaian Resiko merupakan salah satu tahapan dalam kegiatan Kesiapsiagaan. Berikut adalah kegiatan dalam penilaian resiko, Kecuali:
Identifikasi ancaman dan Kerentanan
Analisis kebutuhan
Analisis Risiko Bencana
Tentukan tingkat Risiko
Mitigasi Bencana di bagi 2 (dua), yaitu:
Mitigasi Bencana dan Non Bencana
Mitigasi Struktural dan Non Struktural
Mitigasi Alam dan Ulah Manusia
Mitivasi Dasar dan lanjutan
Penanganan risiko atau pengelolaan risiko bencana pada dasarnya dapat dilakukan dengan 4 (empat) pilihan tindakan, kecuali
meminta risiko (kesiapsiagaan)
menghindari risiko (pencegahan)
mengurangi risiko (mitigasi)
mengalihkan risiko (asuransi risiko)
menerima risiko (kesiapsiagaan)
Upaya mengurangi atau meminimalkan dampak peristiwa alam, serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap potensi dan kerawanan lingkungan dimana mereka berada, disebut?
Bencana
Kesiapsiagaan
Mitigasi
Hazard
Sesuai UU 24/2007, Rencana Penanggulangan Bencana meliputi, kecuali
Pengenalan dan pengkajian ancaman bencana
Pemahaman kerentanan masyarakat
Analisis kemungkinan dampak bencana
Analisis Penduduk daerah bencana
Di bawah ini yang termasuk karakteristik bahaya yaitu
Frekuensi terjadinya bencana
Data demografi
Terdapat system peringatan dini
Adanya kebijakan tentang penanggulangan bencana
Terjangkaunya sarana dan prasarana kesehatan
Penyusunan rencana kesiapsiagaan untuk menghadapi keadaan darurat yang
didasarkan atas skenario menghadapi bencana tertentu disebut
Rencana kontinjensi
Rencana penanganan bencana
Rencana mitigasi
Rencana pemulihan
Rencana operasi
Penyusunan rencana penanggulangan bencana di tingkat nasional
dikoordinasikan oleh
BPBD
DPR
BNPB
KEMENKES
Presiden
Upaya memperkecil jumlah korban jiwa dan kerugian akibat bencana alam
disebut
Simulasi bencana
Antisipasi bencana
Mitigasi bencana
Tanggap darurat
Lokalisasi bencana
Meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam menghadapi serta mengurangi
dampak/ risiko bencana, sehingga masyarakat dapat hidup dan bekerja dengan
aman merupakan
Fungsi mitigasi
Tujuan mitigasi
Program mitigasi
Penanggulangan bencana
Tanggap darurat
Pada setiap tahapan penyelenggaraan penanggulangan mempunyai pola manajemen yang
berbeda. Pada tahap prabencana, manajemen yang diterapkan adalah
manajemen darurat bencana
manajemen risiko bencana
manajemen pemulihan
manajemen penduduk
manajemen persediaan
Perhatikan pernyataan-pernyataan berikut!
1) Rumah sederhana berbentuk panggung
2) Bahan bangunan seringan mungkin
3) Konstruksi dengan penahan beban yang memadai
4) Struktur fondasi yang sangat dalam dari bata merah
5) Menggunakan atap rumah dari genting
Berdasarkan pernyataan-pernyataan di atas prinsip pembuatan rumah tahan
gempa sebagai upaya mitigasi bencana gempa terdapat pada nomor
1), 2), dan 3)
1), 2), dan 4)
1), 3), dan 5)
2), 4), dan 5)
3), 4), dan 5)
Bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam atau
mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan baik
oleh faktor alam dan atau faktor non alam maupun faktor manusia sehingga
mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan,
kerugian harta benda, dan dampak psikologis. Definisi bencana menurut?
UU nomor 24 tahun 2007
UU nomor 24 tahun 2008
UU nomor 25 tahun 2006
UU nomor 24 tahun 2006
UU nomor 29 tahun 2008
Manakah dibawah ini yang tidak termasuk kedalam fungsi manajemen
penanggulangan bencana ?
Mencegah kehilangan jiwa
Mengurangi penderitaan manusia
Memberi informasi kepada masyarakat dan pihak berwenang
mengenai resiko
Mengurangi kerusakan harta benda dan kehilangan sumber ekonomi
Mempercepat proses trauma terhadap bencana
Di bawah ini yang termasuk siklus pra bencana
mitigasi, pencegahan, rekontruksi, tanggap darurat
kesiapsiagaan, mitigasi, tanggap darurat, pemulihan
kesiapsiagaan, mitigasi, pencegahan
pencegahan, rekontruksi, mitigasi
kesiapsiagaan, rekontruksi, pemulihan
Pernyataan dibawah ini yang benar
Rencana Penanggulangan Bencana mempunyai masa laku 4 tahun, tetapi dapat ditinjau kembali setiap 2 tahun.
Rencana Penanggulangan Bencana mempunyai masa laku 3 tahun, tetapi dapat ditinjau kembali setiap 1 tahun.
Rencana Penanggulangan Bencana mempunyai masa laku 5 tahun, tetapi dapat ditinjau kembali setiap 2 tahun.
Rencana Penanggulangan Bencana mempunyai masa laku 10 tahun, tetapi dapat ditinjau kembali setiap 2 tahun.
Rencana Penanggulangan Bencana mempunyai masa laku 6 tahun, tetapi dapat ditinjau kembali setiap 2 tahun.
Tindakan mitigasi bencana alam dilakukan
Sebelum terjadi bencana
Setelah ada kepastian akan terjadi bencana
Setelah bencana berlalu
Sebelum, saat, dan sesudah terjadi bencana
Setelah dilakukan evaluasi penanganan bencana
Pernyataan yang benar adalah
Semakin tinggi ancaman bahaya di suatu daerah, maka semakin tinggi
risiko daerah tersebut terkena bencana.
semakin tinggi tingkat kerentanan masayarakat atau penduduk, maka
semakin tinggi tingkat risikonya
semakin tinggi tingkat kemampuan masyarakat, maka semakin kecil risiko
yang dihadapinya.
Abc benar
Abc salah
Contoh karakteristik kesiapsiagaan pada variable manajemen yang dinilai
dalam penilaian resiko bencana adalah
Telah ada/tidaknya kebijakan, peraturan perundangan, Perda,
Protap dll tentang penanggulangan bencana
Telah ada/tidaknya sistem peringatan dini, renc.tindak lanjut
termasuk pembiayaan
kesadaran & kepedulian masyarakat akan bencana
Sistem transportasi dan telekomunikasi
Kekuatan struktur bangunan fisik
Contoh karakteristik kebijakan pada variable manajemen yang dinilai dalam
penilaian resiko bencana adalah
Telah ada/tidaknya kebijakan, peraturan perundangan, Perda,
Protap dll tentang penanggulangan bencana
Telah ada/tidaknya sistem peringatan dini, renc.tindak lanjut termasuk
pembiayaan
kesadaran & kepedulian masyarakat akan bencana
Sistem transportasi dan telekomunikasi
Kekuatan struktur bangunan fisik
Karakteristik variable bahaya pada penilaian resiko bencana adalah sebagai
berikut, kecuali
Frekuensi
Kebijakan
Intensitas
Dampak
Keluasan
Analisis resiko bertujuan untuk
mengidentifikasi dan mengukur resiko bencana
memisahkan resiko – resiko kecil (yang dapat diterima) dengan resiko –
resiko besar,
menyiapkan data sebagai bantuan dalam mengevaluasi
merumuskan pengendalian terhadap resiko bencana.
Semua benar
Di bawah ini yang bukan termasuk tahapan dalam penanganan bencana
adalah:
Tahap tanggap darurat
Tahap pemulihan
Tahap rekonstruksi
Tahap pengkondisian
Tahap rehabilitasi
Rencana Kontijensi merupakan
rencana yang belum tentu disiapkan untuk menghadapi kondisi kedaruratan yang belum menentu. Ketidaktentuan kejadian ini tidak mengharuskan perencana membuat suatu skenario dengan asumsi yang mendekati keadaan sesungguhnya.
rencana yang akan disiapkan untuk menghadapi kondisi kedaruratan yang belum menentu. Ketidaktentuan kejadian ini mengharuskan perencana tidak membuat suatu skenario dengan asumsi yang mendekati keadaan sesungguhnya.
rencana yang disiapkan untuk menghadapi kondisi kedaruratan yang belum menentu. Ketidaktentuan kejadian ini mengharuskan perencana membuat suatu skenario dengan asumsi yang mendekati keadaan sesungguhnya.
rencana yang belum disiapkan untuk menghadapi kondisi kedaruratan yang belum menentu. Ketidaktentuan kejadian ini tidak mengharuskan perencana membuat suatu skenario dengan asumsi yang mendekati keadaan sesungguhnya.
Mengapa Komunikasi yang baik menjadi penting dalam menghadapi risiko?
Membantu untuk mencegah berkembangnya krisis dan membantu
untuk membangun kepercayaan public
Mengetahui factor-faktor yang berkaitan dengan resiko
Untuk menghilangkan atau kerusakan property
Untuk memberikan kesempatan meraik sumber pendapatan waktu
Mengilangkan derita atau tekanan emosional masyarakat
Manakah yang termasuk prinsip-prinsip panduan komunikasi risiko?
Mengenali audiens
Menciptakan keahlian dalam berkomunikasi
Tanggung jawab bersama
Melibatkan pakar ilmiah
Semua jawaban benar
Manakah yang termasuk dari tujuan pokok komunikasi resiko?
Memberikan informasi yang bermakna, relevan dan akurat dalam
istilah yang jelas dan mudah dipahami kepada audiens tertentu
Mengetahui factor-faktor yang berkaitan dengan resiko
Membantu unuk memberdayakan dan meyakinkan publik
Membantu untuk mencegah berkembangnya krisis dan membantu untuk
membangun kepercayaan public
Membantu kengambilan keputusan yang lebih baik dalam menangani
risiko
Unsur-unsur yang mengancam dari letusan gunung berapi antara lain ...
awan panas, gelombang listrik, longsor, dan lumpur
awan panas, lontaran material, tsunami, dan kekeringan
awan panas, lontaran material, puting beliung, & lahar panas
awan panas, lontaran material, lahar, dan banjir lahar hujan
Yang tidak termasuk dalam Manajemen Risiko Bencana adalah ...
Pencegahan
Kaji Cepat
Mitigasi
Kesiapsiagaan
Pengurangan risiko bencana tidak dapat dilakukan melalui ...
Peningkatan kapasitas
Penurunan kerentanan
Pemulihan dini
Mitigasi ancaman
Yang tidak termasuk bencana hidrometeorologi adalah ...
Tsunami
Banjir
Tanah longsor
Kekeringan
Penetapan status tanggap darurat dilakukan Kepala Pemerintah/pemerintah daerah berdasarkan ....
kajian pakar bencana
Informasi media
hasil kaji cepat
laporan masyarakat
Indikator-indikator yang digunakan dalam kaji cepat bencana diantaranya adalah ...
Jumlah korban tewas& luka & tingkat kerusakan insfrastruktur
Tingkat partisipasi masyarakat dan tingkat kerusakan ekonomi
Tingkat kerentanan dan kapasitas masyarakat
Kapasitas pemerintah dan topografi daerah
Yang tidak termasuk kegiatan-kegiatan utama pada saat tanggap darurat adalah ...
Menyelamatkan dan mengevakuasi masyarakat terdampak
Memberikan perlindungan bagi kelompok rentan
Menyusun rencana kontijensi
Pemulihan sementara sarana prasarana
Lembaga pemerintah yang mengkoordinator klaster Pengungsian & Perlindungan dalam PB adalah ...
Kementerian Kesehatan
BNPB
Kementerian Sosial
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Tahapan terbesar pada saat pasca bencana adalah
mitigasi & pencegahan
Pemulihan
Tanggap darurat
Kesiapsiagaan
Penyusunan rencana kesiapsiagaan untuk menghadapi keadaan darurat yang didasarkan atas skenario menghadapi bencana tertentu disebut
Rencana Penanganan Bencana
Rencana mitigasi
Rencana Kontijensi
Rencana pemulihan
Tindakan pertama ketika terjadi bencana adalah
Mitigasi
tanggap darurat
rekonstruksi
Kesiapsiagaan
Suatu proses terencana yang dilakukan untuk mengelola bencana dengan baik dan aman
Manajemen Risiko Bencana
Manajemen Bencana
Manajemen Kesiapsiagaan Bencana
Manajemen Mitigasi
Potensi kerugian yang ditimbulkan akibat bencana pada suatu wilayah dan kurun waktu tertentu yang dapat berupa kematian, luka, sakit, jiwa terancam, hilangnya rasa aman, mengungsi, kerusakan atau kehilangan harta, dan gangguan kegiatan masyarakat merupakan pengertian dari?
Bencana
Risiko
Bahaya
Vulnerability
Segala upaya atau kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka pencegahan, mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat & pemulihan berkaitan dengan bencana yang dilakukan pada sebelum, pada saat dan setelah bencana merupakan?
Persiapan Bencana
Mitigasi Bencana
Manajemen Bencana
Tanggap Darurat Bencana
Termasuk bencana apakah video tersebut ?
bencana alam
bencana non alam
bencana sosial
bencana musibah
bencana buatan
Sebelum terjadi bencana, dilakukan assesment /pengkajian bencana. Manakah yang termasuk tahapannya ?
melakukan pencegahan
melakukan mitigasi
identifikasi resiko bencana
mengalihkan resiko
menerima resiko
Apakah penyebab bencana pada video tersebut ?
adanya bahaya
adanya kerentanan
adanya potensi
adanya ketidakseimbangan
Terjadi kecelakaan pesawat sehingga dilakukan tanggap darurat. Manakah yang termasuk ke dalam tahapan tersebut?
peringatan dini
mitigasi bencana
pemulihan
rehabilitasi
bantuan darurat
Upaya pengurangan risiko bencana berupa , kecuali
Memperkecil ancaman kawasan
Risiko akan rendah jika ancaman rendah
Mengurangi kerentanan kawasan yang terancam;
Meningkatkan kapasitas kawasan yang terancam.
Kondisi yang berpotensi menyebabkan kehilangan nyawa atau kerusakan harta benda atau lingkungan disebut .......
Risiko
Bahaya/Ancaman
Kapasitas
Kerentanan
Manakah rumus yang tepat untuk menghitung risiko bencana?
R =(Bahaya×Populasi×kapasitas)÷kerentanan
R =(Bahaya×Populasi×kerentanan)÷kapasitas
R =(Bahaya×kapasitas×kerentanan)÷ Populasi
R =(kapasitas×Populasi×kerentanan)÷Bahaya
Diantara berikut, manakah yang harus ditingkatkan untuk meminimalisir risiko bencana
Kerentanan
Populasi
Kapasitas
Ancaman
Pengkajian Risiko Bencana merupakan kegiatan untuk mengetahui Risiko Bencana yang
dilakukan untuk, kecuali
Mengetahui tingkat dan sebaran (secara spasial/peta): Ancaman bencana Kerentanan Sosial, Ekonomi, dan Lingkungan Risiko bencana;
Menghitung kemungkinan dampak/paparan risiko bencana
upaya untuk mengurangi risiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana.
Mengetahui tingkat kemampuan/kapasitas pemerintah dala mengelola risiko
bencana.
Pengertian bencana kecuali
terjadi apabila komunitas mempunyai tingkat kemampuan yang lebih rendah dibanding dengan tingkat ancaman yang mungkin terjadi padanya.
fenomena yang terjadi karena komponen-komponen pemicu, ancaman dan kerentanan bekerja bersama secara sistematis, sehingga menyebabkan terjadinya risiko pada komunitas
kondisi atau karakteristik geologis, biologis, hidrologis, klimatologis, geografis, sosial, budaya, politik, ekonomi, dan teknologi pada suatu wilayah untuk jangka waktu tertentu yang mengurangi kemampuan mencegah, meredam, mencapai kesiapan, dan mengurangi kemampuan untuk menanggapi dampak buruk bahaya tertentu
peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan
Tujuan dan Manfaat kesiapsiagaan bencana berbasis masyarakat, kecuali
Meningkatkan kapasitas masyarakat dalam manajemen bencana dan tanggap darurat bencana
Masyarakat yang paling rentan berpartisipasi dalam menentukan kegiatan-kegiatan pencegahan, pengurangan dampak bencana dan penanggulangan
•Meningkatkan kapasitas masyarakat dalam melaksanakan upaya-upaya kesiapsiagaan dan pengurangan risiko/dampak bencana yang terjadi di lingkungannya.
•Memberdayakan kesehatan masyarakat melalui upaya-upaya pemeliharaan kesehatan dasar atau Primary Health Care (PHC) dan pola hidup sehat.
hubungan antara ancaman, kerentanan dan kapasitas yang membangun perspektif tingkat risiko bencana suatu kawasan. Berdasarkan pendekatan tersebut, terlihat bahwa tingkat risiko bencana amat bergantung pada, kecuali
Tingkat ancaman kawasan
Tingkat kerentanan kawasan yang terancam
Tingkat kepadatan penduduk
Tingkat kapasitas kawasan yang terancam.
yang termasuk man made disaster
gempa bumi
tsunami
penebangan hutan
puting beliung
Bukan termasuk aspek bencana
Peristiwa yang mengancam
Mengancam kehidupan dan penghidupan
Menimbulkan korban jiwa, kerusakan, dan kerugian
Kerentanan menimbulkan bencana
Bukan merupakan langkah-langkah dalam manajemen risiko bencana
mengurangi ancaman
meningkatkan kapasitas
mengurangi kerentanan
meningkatkan ancaman
Bukan merupakan tahapan dalam pengkajian risiko...
identifikasi risiko
penilaian risiko
evaluasi risiko
penerimaan risiko
Bukan merupakan pilihan dalam pengelolaan risiko
menghindari risiko
pengurangan risiko
pengalihan risiko
penerimaan risiko
penyadaran risiko
Relokasi merupakan contoh dari
menghindari risiko
menerima risiko
mengurangi risiko
mengalihkan risiko
Asuransi merupakan jenis pengelolaan risiko dengan...
menghindari risiko
mengalihkan risiko
mengurangi risiko
menerima risiko
prinsip-prinsip penanggulangan bencana menjadi dasar dalam melakukan kegiatan penanggulangan bencana pada tahap...
pra bencana
saat bencana
paska bencana
semua benar
penanggulangan bencana merupakan
upaya mengurangi ancama
upaya meningkatkan kapasitas
upaya menurunkan kerentanan
semua benar
kesiapsiagaan adalah upaya
mengurangi ancaman
mengantisipasi bencana
mengurangi kerentanan
meningkatkan kapasitas
perubahan paradigma dalam penanggulangan bencana adalah
dari responsif menjadi preventif
dari preventif menjadi responsif
dari preventif ke preventif
dari renponsif ke responsif
Penyelenggaraan penanggulangan bencana terdiri atas 3 tahap:
1) Prabencana
2) Darurat bencana atau saat tanggap darurat
3) Pascabencana
Pada setiap tahapan penyelenggaraan penanggulangan mempunyai pola manajemen yang
berbeda. Pada tahap pascabencana pola yang diterapkan adalah
manajemen pemulihan
manajemen penyelesaian
manajemen pascabencana
manajemen keuangan
Penilaian risiko mencakup 3 hal. Di bawah ini yang bukan merupakan penilaian risiko adalah....
Identifikasi Risiko
Pengendalian Risiko
Analisis Risiko
Evaluasi Risiko
Di bawah ini yang bukan merupakan manfaat manajemen risiko adalah....
Memperkaya bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan
Memberikan pertimbangan logis bagi perusahaan
Memaksimalkan dampak kerugian
Memberikan pedoman dan memilih pilihan alternatif
Tahapan pengelolaan risiko yang benar adalah
Penghindaran Risiko - Ditahan - Diversifikasi - Transfer Risiko - Pengendalian Risiko - Pendanaan Risiko
Pendanaan Risiko - Ditahan - Diversifikasi - Transfer Risiko - Pengendalian Risiko - Penghindaran Risiko
Pengendalian Risiko - Ditahan - Diversifikasi - Transfer Risiko - Penghindaran Risiko - Pendanaan Risiko
Transfer Risiko - Penghindaran Risiko - Ditahan - Diversifikasi 0 Pengendalian Risiko - Pendanaan Risiko
Yang BUKAN Langkah identifikasi risiko
mengidentifikasi risiko
mempelajari karakteristik risiko
mengukur risiko
menghindari risiko
Kegiatan yang telah dilakukan untuk menurunkan/mengendalikan risk level, disebut ....
risk response
risk assessment
risk control
risk mitigation
Risiko dari lingkungan internal dibagi menjadi 5 faktor atau yang disebut dengan 5M, antara lain adalah .....
Man, Method, Material, Machine and Money
Man, Method, Material, Machine and Mapping
Man, Method, Material, Mapping and Mind
Man, Material, Machine, Money and Mind
Di bawah ini yang merupakan Standar Internasional mengenai manajemen risiko adalah....
ISO 31000
ISO 9001
OHSAS 18001
ISO 22000
Rehabilitasi dan rekonstruksi dimulai saat
Tanggap darurat dimulai
Tanggap darurat selesai
Bantuan tersedia
Dana Bencana melimpah
Manajemen risiko bencana terbagi dalam 2 (dua) tahapan, yakni:
1. pengkajian risiko bencana
2. pengelolaan atau penanganan risiko bencana
1. pengkajian risiko alam
2. pengelolaan atau penanganan risiko alam
1. pengkajian risiko bencana non alam
2. pengelolaan atau penanganan risiko bencana alam
1. pengkajian risiko bencana sosial
2. pengelolaan atau penanganan risiko bencana sosial
Korban Jiwa dan kerusakan fisik dalam bencana gempa di Cianjur tidak sebesar Gempa di Palu meskipun kekuatan gempa sama. Pada Tahapan Penanggulangan Bencana yang berhasil adalah
Peringatan Dini
Tanggap Darurat
Rehabilitasi
Mitigasi bencana
Jika hujan mengguyur Aceh Barat secara terus-menerus, maka air hujan akan menggenangi jalan-jalan sehingga mengganggu aktivitas masyarakat. Apa yang menyebabkan air hujan menggenangi jalan?
Hujannya lebat
Jalanan rendah
Daerah resapan air sudah tidak memadai
Banyak pohon sawit
Penyebab Indonesia menjadi negara penyumbang sampah plastik terbesar di dunia adalah
Kebiasaan Buang sampah sembarangan
Tingkat konsumtif masyarakat tinggi
Masih kurang yang menggunak tumblure
Sanksi buang sampah tidak ada
Penyuluhan tentang recycle sampah termasuk pada tahap
Kontijensi
Mitigasi Struktural
Mitigasi Non Struktural
Pencegahan
Perencanaan Kontijensi adalah Perencanaan terhadap bencana
yang akan terjadi
yang tidak akan tejadi
yang akan terjadi meskipun mungkin tidak akan terjadi
yang akan terjadi dan pasti terjadi
4 (empat) pilihan dalam menghadapi risiko yang dihadapi, kecuali
Penerimaan risiko yakni menerima resiko yang mampu diatasi sendiri oleh masyarakat, biasanya merupakan risiko kecil dan sisa dari opsi-opsi sebelumnya yang sudah dilakukan.
Pengalihan risiko, yakni membagi risiko yang harus menjadi beban masyarakat dengan pihak lain yang dapat meringankan. Misal: mengasuransikan aset publik kepada perusahaan asuransi.
Mitigasi atau mengurangi risiko, yakni apabila risikonya masih dalam batas kemampuan masyarakat untuk menghadapinya. Misal: membangun tanggul sungai untuk mencegah banjir.
Pencegahan atau menghindari risiko, yakni apabila resikonya sangat besar melampaui kemampuan masyarakat untuk menghadapinya. Misal: memindahkan atau relokasi penduduk di bantaran sungai.
membuang risiko, yakni apabila resikonya sangat sangat besar melampaui kemampuan masyarakat untuk menghadapinya.
Bencana merupakan suatu fungsi (formula) yang berbanding terbalik dengan komponen apa ?
risiko
hazard
vulnerability
capacity
Sekumpulan kondisi dan atau suatu akibat keadaan (faktor fisik, sosial, ekonomi dan lingkungan) yang berpengaruh buruk terhadap upayaupaya pencegahan dan penanggulangan bencana, disebut dengan istilah apa ?
risiko
hazard
vulnerability
capacity
Suatu kondisi yang berpotensi menimbulkan kerusakan atau kerugian dan kehilangan jiwa manusia disebut dengan istilah apa ?
risiko
hazard
vulnerability
capacity
Manakah di bawah ini yang merupakan kegiatan mitigasi bencana ?
melarang pembakaran hutan untuk pembukaan ladang
membuat Bendungan untuk antisipasi banjir
menyusun rencana kontinjensi
mempersiapkan pos pengungsian
Rumah panggung masyarakat Baduy yang menggunakan tehnik sambung-ikat merupakan salah satu bentuk kearifan lokal masyarakat untuk mengantisipasi bencana apa ?
banjir
tanah longsor
gempa bumi
tsunami
