wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

TRY OUT - METLIT DAN TASAWUF - PKU-MUI KAB. BEKASI 2025

Total questions: 100

Worksheet time: 2hrs 40mins

Name
Class
Date
1.
Dalam konteks penelitian fikih, seorang mahasiswa hendak menulis tema “Konstruksi Hukum Islam terhadap Transaksi Digital”. Ia mulai dengan memetakan sumber hukum primer, menelaah fatwa DSN-MUI, dan meninjau praktik masyarakat. Berdasarkan tahapan tersebut, paradigma penelitian yang paling tepat digunakan adalah paradigma interdisipliner, karena...
a)
Ia hanya mengandalkan teks-teks klasik
b)
Ia menggabungkan studi teks normatif dan analisis sosial empiris
c)
Ia menggunakan teori ekonomi saja
d)
Ia menolak pendekatan maqashidi
e)
Ia hanya meneliti praktik tanpa teks
2.
Dalam memahami keterkaitan antara Tasawuf, Fikih, dan Tauhid, seorang mahasiswa menemukan bahwa ilmu-ilmu ini membentuk kesatuan dalam menggapai kesempurnaan iman. Jika Tauhid membahas pengesaan Allah dan Fikih mengatur amal zahir, maka fungsi utama Tasawuf adalah…
a)
Menegaskan dalil akidah rasional
b)
Menyusun hukum ibadah dan muamalah
c)
Menyucikan jiwa dan memperbaiki hati
d)
Menetapkan kaidah ushuliyah hukum
e)
Menafsirkan ayat hukum secara zahir
3.
Seorang peneliti hukum Islam meneliti fenomena munculnya fintech syariah di Indonesia. Ia menggunakan wawancara dengan pelaku industri, mengumpulkan fatwa, serta menganalisis dokumen hukum. Pendekatan penelitian yang digunakan termasuk pendekatan...
a)
Normatif-tekstual murni
b)
Empiris dengan metode kualitatif
c)
Historis murni
d)
Kuantitatif eksperimental
e)
Tafsir lughawi
4.
Nabi ﷺ bersabda: «الإحسان أن تعبد الله كأنك تراه، فإن لم تكن تراه فإنه يراك». Berdasarkan hadis tersebut, hubungan maqam Ihsan dengan Tasawuf adalah…
a)
Ihsan hanya berlaku dalam akidah
b)
Ihsan merupakan puncak penghayatan rohani dalam Tasawuf
c)
Ihsan identik dengan hukum fikih
d)
Ihsan hanya bersifat sosial
e)
Ihsan berarti ketundukan buta
5.
Dalam penelitian bertema “Hukum Vaksinasi Menurut Maqāṣid al-Syarī‘ah”, peneliti mengkaji tujuan hukum, kemaslahatan publik, dan dalil syar‘i. Fokus penelitian bukan hanya teks, tetapi juga nilai di balik hukum. Maka penelitian tersebut termasuk dalam pendekatan...
a)
Maqāṣidī (berbasis tujuan hukum)
b)
Qiyāsī (analogi hukum)
c)
Ta‘līlī (berdasar sebab hukum)
d)
Sosiologis empiris
e)
Kuantitatif-survei
6.
Dalam sejarahnya, Tasawuf mulai dibukukan sebagai disiplin ilmu tersendiri pada abad ke-3 H. Namun sebelumnya, nilai-nilainya telah hidup dalam praktik keagamaan sahabat dan tabi‘in. Hal ini menunjukkan bahwa…
a)
Tasawuf adalah ajaran baru setelah abad ke-3 H
b)
Tasawuf lahir dari budaya Yunani
c)
Tasawuf bagian integral dari pengamalan Islam sejak awal
d)
Tasawuf menolak syariat
e)
Tasawuf hanya produk logika
7.
Salah satu kesalahan metodologis dalam penelitian fikih adalah ketika peneliti...
a)
Tidak menjelaskan landasan teoretis dan metodologi yang digunakan
b)
Menganalisis data dengan teori ushul fiqh
c)
Menyebutkan rujukan primer
d)
Menggunakan literatur klasik dan kontemporer
e)
Menulis latar belakang yang kontekstual
8.
Ibn ‘Ajibah menjelaskan: “Syariat adalah engkau menyembah-Nya, tarekat adalah engkau menuju-Nya, hakikat adalah engkau menyaksikan-Nya.” Pernyataan ini menunjukkan bahwa…
a)
Fikih dan Tasawuf dua disiplin berbeda tanpa kaitan
b)
Ketiganya membentuk satu kesatuan menuju kesempurnaan iman
c)
Hakikat lebih tinggi dari syariat sehingga syariat tak perlu
d)
Tasawuf menolak hukum zahir
e)
Syariat hanya untuk orang awam
9.
Dalam kajian penelitian fikih, seorang mahasiswa menyatakan bahwa “riset hukum Islam tidak diperlukan karena hukum Islam telah lengkap dalam kitab-kitab klasik”. Pernyataan ini keliru karena...
a)
Kitab klasik bersifat sempurna dan final
b)
Hukum Islam bersifat dinamis dan kontekstual sehingga memerlukan ijtihad baru melalui penelitian
c)
Penelitian hanya berlaku untuk ilmu sosial
d)
Penelitian tidak dapat dilakukan terhadap hukum
e)
Riset hanya milik ahli tafsir
10.
Fikih membahas amal zahir seperti salat, puasa, dan muamalah, sedangkan Tasawuf mengatur amal batin seperti ikhlas, sabar, dan zuhud. Hal ini menunjukkan bahwa…
a)
Fikih lebih tinggi dari Tasawuf
b)
Tasawuf tidak memerlukan hukum
c)
Fikih dan Tasawuf saling melengkapi aspek lahir dan batin dalam ibadah
d)
Tasawuf menggantikan Fikih
e)
Fikih tak penting bagi penyucian hati
11.
Dalam penelitian fikih normatif, sumber data utama yang digunakan adalah...
a)
Data statistik dan hasil wawancara
b)
Nash syar‘i, pendapat ulama, dan literatur hukum Islam klasik
c)
Eksperimen laboratorium
d)
Catatan observasi sosial
e)
Survei masyarakat
12.
Dalam Q.S. Al-Baqarah [2]:189 disebutkan: {وَأْتُوا الْبُيُوتَ مِنْ أَبْوَابِهَا}, “Masuklah rumah-rumah itu melalui pintunya.” Ulama sufi menafsirkan ayat ini secara isyarat bahwa syariat adalah pintu menuju hakikat. Makna kiasan ini ialah…
a)
Syariat dapat diabaikan dalam Tasawuf
b)
Syariat merupakan jalan yang benar menuju penyaksian hakikat spiritual
c)
Hakikat menafikan syariat
d)
Syariat hanya bagi pemula
e)
Tasawuf tak perlu aturan lahir
13.
Seorang mahasiswa meneliti “Keadilan dalam Penerapan Hukum Waris Islam di Era Modern”. Ia menelaah ayat waris, hadis, dan pendapat ulama, serta membandingkannya dengan praktik masyarakat kontemporer. Penelitian ini paling tepat dikategorikan sebagai...
a)
Penelitian normatif-komparatif
b)
Penelitian eksperimen
c)
Penelitian kuantitatif statistik
d)
Penelitian observasional
e)
Penelitian kualitatif murni
14.
Imam al-Ghazali dalam Ihya’ ‘Ulum al-Din menggabungkan Fikih dan Tasawuf. Ia menyatakan bahwa tanpa Tasawuf, ibadah hanya menjadi rutinitas mekanik tanpa ruh. Makna pernyataan tersebut adalah…
a)
Tasawuf meniadakan syariat
b)
Fikih dan Tasawuf bertentangan
c)
Tasawuf memberi makna batin dalam pelaksanaan hukum Fikih
d)
Tasawuf hanya teori moralitas
e)
Fikih tak perlu dimaknai
15.
Dalam penyusunan rumusan masalah penelitian fikih, peneliti harus memperhatikan keterukuran masalah. Hal ini berarti...
a)
Masalah penelitian harus bisa diuji secara teoritis atau empiris dengan pendekatan yang jelas
b)
Masalah harus bersifat abstrak
c)
Masalah boleh berdasarkan pendapat pribadi
d)
Masalah harus luas dan umum
e)
Masalah tidak perlu dijawab secara ilmiah
16.
Dalam pendidikan Islam, hubungan antara Tasawuf dan Tauhid bersifat tahaqquqiyyah (تحققية), artinya…
a)
Tasawuf menolak rasionalitas
b)
Tauhid dan Tasawuf menyatu dalam realisasi iman yang hakiki
c)
Tasawuf di luar akidah
d)
Tauhid tak perlu penghayatan batin
e)
Keduanya bertentangan metodologis
17.
Salah satu indikator penelitian fikih yang berkualitas adalah keberhasilan peneliti menghubungkan teori ushul fiqh dengan fenomena sosial. Hal ini menunjukkan bahwa penelitian tersebut...
a)
Hanya mengandalkan teori klasik
b)
Tidak memiliki landasan ilmiah
c)
Menggunakan pendekatan interdisipliner
d)
Tidak mengikuti kaidah ilmiah
e)
Bersifat spekulatif
18.
Imam al-Junaid al-Baghdadi mendefinisikan Tauhid sebagai “memisahkan yang Qadim (Allah) dari yang Hadis (makhluk)”. Jika dikaitkan dengan Tasawuf, pengertian ini bermakna…
a)
Pembersihan hati dari ketergantungan selain Allah
b)
Penolakan terhadap amal zahir
c)
Pemisahan logika dan spiritualitas
d)
Menghapus hukum syariat
e)
Menafsirkan teks secara bebas
19.
Ketika peneliti menggunakan metode wawancara mendalam dengan tokoh ulama untuk memahami pandangan mereka terhadap zakat profesi, maka teknik pengumpulan data yang digunakan termasuk...
a)
Observasi
b)
Dokumentasi
c)
Wawancara kualitatif
d)
Eksperimen
e)
Kuantifikasi data
20.
Dalam perjalanan spiritual seorang sālik, tahapan mujāhadah, dzikr, dan khalwah bukanlah tujuan akhir, melainkan sarana menuju wusul (kedekatan dengan Allah). Hal ini bermakna bahwa…
a)
Tujuan Tasawuf adalah kekuatan supranatural
b)
Ritual hanyalah alat penyucian diri, bukan tujuan akhir
c)
Tasawuf menolak syariat lahir
d)
Amal batin tak perlu pembimbing
e)
Dzikir sekadar bacaan lisan
21.
Dalam penelitian fikih, analisis deskriptif-analitik diperlukan ketika...
a)
Peneliti ingin menggambarkan data hukum dan menafsirkannya dengan teori
b)
Peneliti hanya menulis ringkasan kitab
c)
Peneliti menyalin pendapat ulama
d)
Peneliti menggunakan angka statistik
e)
Peneliti melakukan eksperimen sosial
22.
Dalam tasawuf, mujāhadah (مجاهدة) berarti perjuangan melawan hawa nafsu. Dalam konteks metodologi pembinaan diri, mengapa mujahadah menjadi fondasi awal sebelum mencapai maqam ihsan?
a)
Karena melatih kesabaran dan pengendalian diri sebelum mengenal Allah
b)
Karena menjadi ritual utama ibadah
c)
Karena menggantikan syariat
d)
Karena menjadi jalan menuju hakikat tanpa guru
e)
Karena dapat menggugurkan dosa besar saja
23.
Teknik analisis komparatif digunakan jika peneliti ingin...
a)
Membandingkan pandangan hukum dari berbagai mazhab atau fatwa
b)
Menentukan satu pendapat mutlak benar
c)
Menulis kembali kitab fikih
d)
Membahas tafsir secara linguistik
e)
Menghindari perbedaan pendapat
24.
Dalam Risalah al-Qusyairiyyah, disebutkan bahwa tasawuf adalah akhlak mulia yang lahir dari hati yang bersih. Pernyataan ini menggambarkan bahwa hakikat tasawuf terletak pada…
a)
Banyaknya ritual dan pakaian sufi
b)
Keindahan akhlak sebagai cerminan kebersihan batin
c)
Ilmu kalam dan filsafat
d)
Penolakan terhadap dunia
e)
Hafalan kitab sufi
25.
Dalam laporan penelitian fikih, bagian pendahuluan berfungsi untuk...
a)
Menjelaskan latar belakang, rumusan masalah, dan tujuan penelitian secara logis
b)
Menyajikan hasil penelitian
c)
Mengutip literatur panjang
d)
Menampilkan data statistik
e)
Menulis kesimpulan
26.
Dalam pandangan Imam Malik, “Barang siapa bertasawuf tanpa fikih, maka ia menjadi zindik; barang siapa berfikih tanpa tasawuf, maka ia menjadi fasik.” Ungkapan ini bermakna bahwa…
a)
Fikih dan tasawuf bisa dipisah
b)
Keduanya saling mengontrol agar praktik agama seimbang antara hukum dan spiritualitas
c)
Tasawuf menolak fikih
d)
Fikih cukup tanpa batin
e)
Tasawuf hanya bagi ulama
27.
Etika penulisan ilmiah dalam penelitian hukum Islam mewajibkan setiap peneliti untuk...
a)
Menyebutkan sumber rujukan dengan benar dan menghindari plagiarisme
b)
Mengutip tanpa sumber
c)
Menghapus data yang tidak sesuai
d)
Menulis ulang isi kitab
e)
Menggunakan pendapat pribadi
28.
Seorang mahasiswa meneliti tentang pengaruh dzikir dalam meningkatkan kualitas ibadah. Ia menyimpulkan bahwa dzikir yang benar harus berlandaskan syariat dan pembimbing rohani. Berdasarkan prinsip tasawuf, sikap ini disebut…
a)
Fanatisme tarekat
b)
Etika mursyid murid
c)
Adab spiritual (adab al-sālik)
d)
Cinta buta terhadap guru
e)
Zuhud ekstrem
29.
Seorang mahasiswa menyajikan hasil penelitian “Fiqih Lingkungan Perspektif Maqāṣid al-Syarī‘ah”. Dalam presentasinya ia menampilkan data empiris, ayat hukum, dan tujuan syariah menjaga alam. Bentuk komunikasi ilmiah seperti ini mencerminkan...
a)
Integrasi antara teks normatif dan konteks empiris dalam penyajian akademik
b)
Pengulangan data tanpa teori
c)
Retorika keagamaan
d)
Kajian tafsir saja
e)
Ceramah umum
30.
Dalam konteks fiqih ibadah, seseorang dapat menunaikan salat dengan gerakan dan bacaan yang benar. Namun dalam pandangan tasawuf, ibadah itu dianggap belum sempurna bila…
a)
Tidak disertai dzikir setelahnya
b)
Tidak dilakukan di masjid
c)
Tidak menghadirkan hati dan kesadaran Ilahi
d)
Tidak dilakukan secara berjamaah
e)
Tidak dibacakan doa tambahan
31.
Seorang mahasiswa program studi Syariah ingin menulis penelitian berjudul “Etika Bisnis dalam Transaksi Digital Menurut Maqāṣid al-Syarī‘ah”. Namun, dosen pembimbingnya menolak judul tersebut karena dianggap terlalu luas dan belum fokus. Berdasarkan kaidah metodologi penelitian, kelemahan utama dari judul tersebut adalah...
a)
Tidak mengandung unsur kebaruan
b)
Tidak mencantumkan lokasi penelitian
c)
Tidak menunjukkan variabel penelitian yang jelas
d)
Tidak menggunakan bahasa Arab
e)
Terlalu banyak teori yang dirujuk
32.
Dalam perjalanan ruhani, maqam tazkiyatun nafs (تزكية النفس) adalah tahapan penting yang menandai…
a)
Pembersihan hati dari sifat-sifat tercela dan kebiasaan maksiat
b)
Penambahan amal tanpa bimbingan guru
c)
Penolakan terhadap dunia materi
d)
Hanya memperbanyak ibadah fisik
e)
Meninggalkan kehidupan sosial
33.
Dalam merumuskan judul penelitian fikih, seorang peneliti perlu memperhatikan prinsip “SMART” (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Time-bound). Prinsip ini penting karena...
a)
Mempermudah menulis daftar pustaka
b)
Membantu peneliti menentukan metodologi dan batasan kajian yang realistis
c)
Menyederhanakan data statistik
d)
Mengganti latar belakang penelitian
e)
Menghindari revisi dari dosen
34.
Imam al-Qusyairi menjelaskan bahwa antara syariat, tarekat, dan hakikat terdapat hubungan hierarkis. Syariat sebagai pondasi, tarekat sebagai jalan, dan hakikat sebagai tujuan. Makna filosofis dari pernyataan ini adalah…
a)
Tasawuf tidak butuh hukum
b)
Syariat menjadi kerangka formal untuk perjalanan spiritual menuju makrifat
c)
Hakikat meniadakan syariat
d)
Tarekat menolak amal lahir
e)
Semua sama derajatnya
35.
Dalam konteks penulisan ilmiah, bagian Pendahuluan bukan hanya sekadar pengantar, tetapi harus memuat logika argumentatif yang menjelaskan mengapa topik itu penting untuk diteliti. Oleh karena itu, struktur pendahuluan yang ideal mencakup...
a)
Deskripsi data, hasil penelitian, dan daftar pustaka
b)
Latar belakang, rumusan masalah, tujuan, manfaat, dan batasan penelitian
c)
Hasil wawancara, grafik, dan kesimpulan
d)
Rujukan teori, analisis data, dan saran
e)
Kritik dan tanggapan
36.
Dalam sejarah, munculnya penyimpangan tasawuf seperti hulul dan ittihad dikritik oleh para ulama karena…
a)
Menolak syariat dan mengklaim kesatuan hakikat dengan Allah
b)
Mengajarkan ibadah tambahan
c)
Menolak akhlak baik
d)
Tidak membaca Al-Qur’an
e)
Mengabaikan rukun iman
37.
Dalam penelitian fikih, penulisan latar belakang masalah harus mampu menjelaskan adanya “kesenjangan penelitian” (research gap). Artinya...
a)
Peneliti menulis ulang hasil penelitian lama
b)
Peneliti menemukan bagian yang belum banyak dibahas atau memiliki pandangan baru
c)
Peneliti meniru penelitian terdahulu
d)
Peneliti menolak teori yang ada tanpa alasan
e)
Peneliti hanya mendeskripsikan teori
38.
Salah satu tujuan utama tasawuf adalah mencapai ma‘rifatullah (معرفة الله), yaitu…
a)
Mengenal Allah melalui dalil akal
b)
Mengenal Allah melalui pengalaman batin dan kesadaran spiritual yang tunduk pada wahyu
c)
Mengenal Allah melalui filsafat Yunani
d)
Mengenal Allah lewat perantara guru saja
e)
Mengenal Allah tanpa ibadah
39.
Dalam penyusunan bab pembahasan penelitian hukum Islam, mahasiswa sering kali hanya mendeskripsikan teori tanpa menganalisisnya. Padahal, yang seharusnya dilakukan dalam bagian pembahasan adalah...
a)
Menyajikan hasil penelitian tanpa analisis
b)
Menghubungkan teori dengan data dan menafsirkan secara kritis
c)
Menuliskan ulang pendapat ulama
d)
Mengutip banyak sumber
e)
Menyusun latar belakang baru
40.
Dalam konteks riset keislaman, seorang peneliti menemukan hubungan erat antara fikih dan tasawuf dalam pengendalian nafsu konsumtif umat Islam. Pendekatan yang digunakan peneliti ini paling tepat disebut…
a)
Pendekatan filosofis murni
b)
Pendekatan interdisipliner antara syariat dan etika spiritual
c)
Pendekatan materialistik
d)
Pendekatan tekstual tanpa konteks
e)
Pendekatan politik normatif
41.
Salah satu ciri khas penulisan ilmiah yang baik adalah penggunaan sumber primer dan sekunder secara proporsional. Dalam penelitian fikih, yang termasuk sumber primer adalah...
a)
Buku metodologi penelitian modern
b)
Kitab turats (klasik), Al-Qur’an, Hadis, dan fatwa ulama
c)
Artikel populer di internet
d)
Buku teks umum
e)
Pandangan masyarakat umum
42.
Dalam literatur sufi klasik, maqam zuhud (الزهد) bukan berarti meninggalkan dunia sepenuhnya, tetapi…
a)
Mengabaikan dunia dan pekerjaan
b)
Menyikapi dunia dengan hati yang tidak bergantung padanya
c)
Menolak semua kenikmatan
d)
Menjauhi semua manusia
e)
Tidak memiliki harta sama sekali
43.
Dalam menyusun kesimpulan penelitian fikih, mahasiswa sering keliru menulis ulang isi pembahasan tanpa menyatakan hasil analisis. Padahal, kesimpulan yang benar adalah...
a)
Pengulangan isi bab pembahasan
b)
Sintesis dari seluruh hasil analisis yang menjawab rumusan masalah
c)
Ringkasan teori yang digunakan
d)
Daftar pustaka tambahan
e)
Hasil wawancara narasumber
44.
Hubungan antara akidah dan tasawuf dapat diibaratkan seperti akar dan buah. Analogi ini bermakna bahwa…
a)
Tasawuf tumbuh dari akidah yang benar sebagai buah keimanan yang matang
b)
Akidah hanya bagian kecil dari tasawuf
c)
Tasawuf dan akidah tidak berkaitan
d)
Tasawuf lebih utama dari akidah
e)
Keduanya tidak perlu dipelajari bersamaan
45.
Seorang mahasiswa menulis skripsi dengan judul “Tinjauan Fikih terhadap Praktik Pinjaman Online di Pesantren”. Namun, di dalam pembahasannya ia hanya menguraikan fatwa DSN tanpa menganalisis implikasi sosialnya. Maka penelitian tersebut...
a)
Sudah mencakup pendekatan interdisipliner
b)
Masih bersifat normatif dan kurang analitis
c)
Menggunakan metode kuantitatif
d)
Sudah mencakup maqāṣidī
e)
Termasuk penelitian eksperimen
46.
Salah satu kesalahan dalam memahami tasawuf modern adalah menjadikannya sekadar sarana relaksasi batin tanpa dimensi ibadah. Berdasarkan prinsip tasawuf klasik, pandangan ini salah karena…
a)
Tasawuf harus berakar pada syariat dan ibadah, bukan sekadar ketenangan jiwa duniawi
b)
Tasawuf tidak perlu pembimbing
c)
Tasawuf menolak syariat
d)
Tasawuf hanya untuk dunia kerja
e)
Tasawuf adalah meditasi umum
47.
Dalam menulis artikel ilmiah, struktur penulisan yang paling umum digunakan di jurnal akademik adalah IMRaD (Introduction, Method, Results, and Discussion). Struktur ini dibuat agar...
a)
Tulisan lebih panjang dan menarik
b)
Pembaca memahami alur berpikir peneliti secara sistematis dan logis
c)
Penulis dapat menambah teori sebanyak mungkin
d)
Data tidak perlu disertakan
e)
Referensi bisa dikurangi
48.
Dalam pembelajaran fikih dan tasawuf, pendekatan maqāṣid al-syarī‘ah sering digunakan untuk memahami tujuan hukum dan hikmah spiritual. Penggunaan pendekatan ini menunjukkan bahwa…
a)
Tasawuf tidak terkait hukum
b)
Hukum Islam hanya teknis ibadah
c)
Dimensi lahir dan batin hukum Islam harus dipahami secara integral
d)
Maqāṣid hanya relevan bagi mufti
e)
Tasawuf menolak analisis hukum
49.
Ketika seorang mahasiswa mengunggah tulisannya ke blog pribadi dengan gaya bebas, tanpa catatan kaki dan sitasi ilmiah, maka karya tersebut termasuk kategori...
a)
Artikel jurnal ilmiah
b)
Skripsi
c)
Makalah akademik
d)
Artikel populer
e)
Tesis ilmiah
50.
Dalam kitab Ihya’ Ulum al-Din, Imam al-Ghazali mengajarkan konsep muraqabah (مراقبة), yaitu merasa diawasi Allah setiap saat. Jika diimplementasikan dalam kehidupan modern, maka sikap muraqabah akan tercermin dalam…
a)
Disiplin etika kerja dan kejujuran meski tanpa pengawasan manusia
b)
Melakukan ibadah di masjid saja
c)
Menghindari semua interaksi dunia
d)
Meninggalkan pekerjaan
e)
Mengisolasi diri dalam khalwat
51.
Jurnal ilmiah dan skripsi sama-sama termasuk karya akademik, namun perbedaannya terletak pada...
a)
Jumlah halaman dan bahasa penulisan
b)
Tujuan dan kedalaman analisis
c)
Bentuk format dan ukuran kertas
d)
Banyaknya kutipan Al-Qur’an
e)
Jumlah bab yang digunakan
52.
Dalam tasawuf amali, istilah maqāmāt (مقامات) merujuk pada tahapan spiritual yang dicapai melalui usaha. Sedangkan aḥwāl (أحوال) adalah keadaan rohani yang diberikan oleh Allah tanpa usaha langsung. Perbedaan keduanya terletak pada…
a)
Aspek waktu
b)
Aspek usaha dan pemberian Ilahi
c)
Jumlah dan tingkatan
d)
Aspek geografis
e)
Jenis ibadah yang dilakukan
53.
Dalam penelitian hukum Islam, istilah “metodologi penelitian” berbeda dari “metode penelitian”. Perbedaan mendasar keduanya adalah...
a)
Metodologi menjelaskan teori tentang cara meneliti, sedangkan metode adalah langkah praktis dalam penelitian
b)
Metodologi berarti daftar pustaka, metode berarti bab pembahasan
c)
Keduanya sama
d)
Metodologi adalah bentuk hasil penelitian
e)
Metode hanya digunakan di laboratorium
54.
Maqam tawakkul bukan berarti meninggalkan usaha, tetapi menyerahkan hasil sepenuhnya kepada Allah. Dalam konteks fikih muamalah, sikap ini relevan ketika…
a)
Seseorang bertransaksi tanpa akad
b)
Pedagang tetap berikhtiar sambil ridha atas ketentuan rezeki Allah
c)
Pengusaha tidak bekerja sama sekali
d)
Orang hanya menunggu bantuan
e)
Seseorang berhenti belajar
55.
Dalam penelitian fikih, pendekatan historis digunakan ketika peneliti...
a)
Menguji fenomena hukum masa kini
b)
Meneliti perkembangan suatu hukum dari masa ke masa untuk memahami konteks lahirnya pendapat ulama
c)
Menganalisis data kuantitatif
d)
Melakukan wawancara mendalam
e)
Mengkaji perbedaan adat istiadat
56.
Mahabbah (محبة) dalam tasawuf adalah cinta kepada Allah yang melahirkan ketaatan tanpa pamrih. Dalam kehidupan modern, bentuk nyata mahabbah bisa dilihat pada…
a)
Beribadah hanya untuk pahala dunia
b)
Menghindari dosa dengan kesadaran cinta, bukan takut semata
c)
Melakukan ibadah karena tekanan sosial
d)
Menganggap dosa hal wajar
e)
Beramal demi pujian
57.
Sebuah jurnal ilmiah mewajibkan penulis mencantumkan abstrak dalam dua bahasa. Hal ini dimaksudkan agar...
a)
Tulisan tampak lebih panjang
b)
Dapat diakses pembaca internasional dan terindeks secara global
c)
Penulis dapat menambah nilai
d)
Agar mematuhi aturan kampus
e)
Agar lebih menarik dibaca
58.
Khauf (خوف) dan Raja’ (رجاء) merupakan dua sayap bagi perjalanan ruhani. Jika seseorang hanya beribadah karena takut neraka tanpa harapan rahmat Allah, maka ia telah kehilangan keseimbangan spiritual. Prinsip ini menunjukkan bahwa…
a)
Tasawuf menolak rasa takut
b)
Harapan dan takut harus berjalan seimbang agar jiwa stabil dalam ibadah
c)
Harapan lebih penting dari takut
d)
Takut cukup dalam aqidah
e)
Tasawuf hanya berisi cinta
59.
Dalam penulisan ilmiah, setiap kutipan yang diambil dari kitab klasik seperti al-Majmū‘, al-Muwaththa’, atau Bidayatul Mujtahid harus diberi catatan kaki (footnote). Tujuannya adalah...
a)
Agar tulisan tampak formal
b)
Untuk menghormati pengarang klasik dan menjaga keaslian ilmiah
c)
Agar memperbanyak halaman
d)
Menghindari pengulangan kalimat
e)
Menambah nilai estetika tulisan
60.
Dalam kitab al-Risalah al-Qusyairiyyah, disebutkan bahwa seorang sālik wajib melalui maqam taubah sebelum maqam lainnya. Hal ini karena…
a)
Taubat adalah syarat legal fikih
b)
Taubat merupakan pintu penyucian hati dari dosa dan syarat diterimanya amal
c)
Taubat dilakukan hanya sekali
d)
Taubat bersifat opsional
e)
Taubat hanya untuk ulama
61.
Dalam struktur penulisan skripsi, bagian “Tinjauan Pustaka” berfungsi untuk...
a)
Menguraikan hasil penelitian terdahulu dan posisi penelitian baru dalam konteks keilmuan
b)
Menyimpulkan penelitian
c)
Menguraikan data statistik
d)
Menjelaskan metodologi
e)
Menampilkan hasil wawancara
62.
Dalam pendidikan rohani, maqam ṣabr (الصبر) menuntut keteguhan dalam menghadapi ujian. Jika dihubungkan dengan manajemen emosi modern, maka sabar dapat diartikan sebagai…
a)
Penundaan reaksi emosional dengan kesadaran spiritual
b)
Ketidakpedulian terhadap masalah
c)
Kelemahan dalam bertindak
d)
Menghindari tantangan hidup
e)
Melarikan diri dari ujian
63.
Jika seorang mahasiswa hanya menulis hasil wawancara tanpa mengaitkan dengan teori ushul fiqh, maka penelitian tersebut...
a)
Bersifat empiris tanpa analisis normatif
b)
Sudah lengkap
c)
Termasuk penelitian normatif murni
d)
Mengandung maqāṣid
e)
Bersifat eksperimental
64.
Zuhud sering disalahartikan sebagai meninggalkan dunia sepenuhnya. Padahal ulama sufi menjelaskan bahwa zuhud sejati adalah…
a)
Tidak memiliki harta
b)
Memiliki harta tapi tidak diperbudak olehnya
c)
Menolak semua kenikmatan
d)
Tidak menikah
e)
Menolak pekerjaan
65.
Dalam menulis pembahasan fikih, peneliti harus memegang prinsip التَّحْلِيلُ قَبْلَ التَّفْسِيرِ (at-taḥlīl qabla at-tafsīr) yang berarti...
a)
Menjelaskan teks sebelum menganalisis
b)
Menganalisis data dan konteks sebelum menafsirkan makna hukum
c)
Mengutip dalil tanpa analisis
d)
Menghindari tafsir modern
e)
Membatasi kajian pada teks saja
66.
Dalam maqam syukur, seorang hamba mengakui seluruh nikmat berasal dari Allah. Dalam konteks sosial, orang yang bersyukur akan menunjukkan perilaku…
a)
Menghambur-hamburkan nikmat
b)
Berbagi kepada sesama dan menggunakan nikmat untuk kebaikan
c)
Menyimpan harta untuk diri sendiri
d)
Menolak kenikmatan dunia
e)
Menganggap rezeki hasil usahanya
67.
Dalam menulis jurnal ilmiah, salah satu indikator kualitas adalah “novelty” atau kebaruan penelitian. Artinya...
a)
Penelitian harus ditulis dalam bahasa asing
b)
Ada gagasan baru, pendekatan baru, atau data baru yang belum pernah dikaji sebelumnya
c)
Peneliti menulis lebih banyak halaman
d)
Tidak mengutip sumber primer
e)
Mengulang penelitian orang lain
68.
Imam al-Qusyairi menjelaskan bahwa hakikat muraqabah (مراقبة) adalah kesadaran terus-menerus akan pengawasan Allah. Dalam dunia kerja profesional, muraqabah dapat diterjemahkan sebagai…
a)
Disiplin spiritual yang melahirkan integritas dan kejujuran meski tanpa pengawasan manusia
b)
Ketaatan kepada atasan semata
c)
Hanya rajin bila diawasi
d)
Menolak tanggung jawab duniawi
e)
Bekerja demi pujian
69.
Ketika menulis artikel populer di media massa tentang “Fiqih Ekonomi Digital”, penulis menggunakan gaya naratif, bahasa ringan, dan contoh keseharian. Hal ini menunjukkan bahwa...
a)
Artikel tersebut ditulis untuk tujuan akademik formal
b)
Artikel tersebut bersifat edukatif dan komunikatif, bukan akademik murni
c)
Artikel termasuk jurnal ilmiah
d)
Artikel merupakan skripsi
e)
Artikel termasuk laporan penelitian
70.
Dalam tradisi tarekat, keberadaan mursyid (guru spiritual) berfungsi sebagai pembimbing rohani. Hal ini sejalan dengan prinsip dalam pendidikan Islam bahwa…
a)
Setiap murid harus belajar mandiri
b)
Guru adalah wasilah (perantara) menuju pemahaman hakikat
c)
Guru menggantikan posisi Allah
d)
Mursyid tidak diperlukan
e)
Guru hanya mengajar teori
71.
Dalam menyusun judul penelitian fikih, seorang mahasiswa menulis: “Analisis Fiqh terhadap Jual Beli Online”. Dosen menilai judul itu terlalu umum dan tidak memiliki fokus penelitian yang tajam. Berdasarkan kaidah metodologi, agar judul tersebut menjadi baik dan operasional, peneliti seharusnya...
a)
Menambahkan pendekatan, lokasi, dan aspek kajian seperti “Analisis Fiqh terhadap Jual Beli Online di Marketplace Syariah dengan Pendekatan Maqāṣid al-Syarī‘ah”
b)
Menyingkat judul agar lebih menarik
c)
Menambahkan istilah bahasa Arab
d)
Mengganti kata “analisis” menjadi “tinjauan”
e)
Menghapus istilah “fiqh” agar lebih sederhana
72.
Tajarrud dalam tasawuf berarti mengosongkan hati dari ketergantungan selain Allah. Prinsip ini sangat relevan di era digital, ketika manusia…
a)
Dikuasai oleh gadget dan media sosial
b)
Tidak punya akses teknologi
c)
Menolak internet sama sekali
d)
Menjadi apatis terhadap informasi
e)
Menghindari dunia kerja
73.
Dalam bab pendahuluan penelitian fikih, bagian rumusan masalah berfungsi sebagai poros utama penelitian. Oleh karena itu, rumusan masalah yang baik harus...
a)
Ditulis panjang agar menunjukkan kedalaman berpikir
b)
Dirumuskan dalam bentuk pertanyaan penelitian yang jelas, fokus, dan dapat dijawab dengan data serta analisis ilmiah
c)
Berisi kutipan dari ayat Al-Qur’an
d)
Disusun setelah pembahasan selesai
e)
Tidak perlu dicantumkan jika topik sudah jelas
74.
Dalam perjalanan suluk, seorang murid harus menjaga adab terhadap Allah, guru, dan sesama makhluk. Hal ini menunjukkan bahwa tasawuf tidak hanya spiritual, tetapi juga…
a)
Berbasis etika sosial dan tanggung jawab moral
b)
Mengabaikan hubungan sosial
c)
Fokus hanya pada ibadah individu
d)
Menolak kehidupan dunia
e)
Anti terhadap masyarakat
75.
Pada bagian tinjauan pustaka, peneliti menemukan lima jurnal tentang hukum zakat digital, tetapi semuanya hanya meninjau dari aspek normatif. Untuk menghadirkan kebaruan, peneliti sebaiknya...
a)
Mengutip kelima jurnal tersebut tanpa perubahan
b)
Menulis ulang isi jurnal tersebut
c)
Melakukan analisis dengan menambahkan aspek sosial dan ekonomi digital sebagai pendekatan baru
d)
Menghindari sumber tersebut
e)
Menulis dengan bahasa populer
76.
Dalam metodologi fikih-tasawuf, amal batin seperti ikhlas dan sabar disebut ‘ibadah qalbiyah. Artinya…
a)
Ibadah yang dilakukan dengan hati dan kesadaran spiritual
b)
Ibadah yang tidak memerlukan niat
c)
Ibadah fisik tanpa kesadaran
d)
Ibadah sosial semata
e)
Ibadah dengan logika
77.
Dalam penulisan ilmiah, kutipan langsung dari sumber Arab klasik seperti المدونة الكبرى atau المغني harus disertai transliterasi dan terjemahan. Hal ini penting karena...
a)
Agar tulisan tampak lebih panjang
b)
Agar pembaca non-Arab memahami makna teks secara ilmiah dan akurat
c)
Agar dosen lebih terkesan
d)
Agar menambah nilai estetika
e)
Agar bisa diposting ulang di media sosial
78.
Imam al-Ghazali menegaskan bahwa penyakit hati seperti riya’, hasad, dan ujub lebih berbahaya dari dosa zahir. Pernyataan ini menekankan bahwa…
a)
Tasawuf berperan sebagai kedok moralitas
b)
Pembersihan hati (tazkiyah) adalah inti keselamatan spiritual
c)
Dosa zahir tidak penting
d)
Amal lahir cukup tanpa niat
e)
Riya’ bukan dosa besar
79.
Dalam pembahasan penelitian, seorang mahasiswa hanya menguraikan pendapat mazhab tanpa menjelaskan alasan hukum dan konteks sosialnya. Berdasarkan standar metodologi penelitian fikih, kekurangan utamanya adalah...
a)
Tidak menggunakan bahasa Arab
b)
Tidak mencantumkan daftar pustaka
c)
Tidak menerapkan analisis maqāṣidī dan konteks empiris
d)
Tidak menyertakan hasil wawancara
e)
Tidak menggunakan aplikasi Maktabah Syamilah
80.
Dalam pendidikan moral Islam, tujuan akhir tasawuf adalah mencapai insān kāmil (الإنسان الكامل). Konsep ini berarti…
a)
Manusia yang sempurna secara fisik
b)
Manusia yang seimbang dalam aspek iman, amal, dan akhlak
c)
Manusia tanpa dosa sama sekali
d)
Manusia dengan kelebihan supranatural
e)
Manusia yang meninggalkan dunia
81.
Kesimpulan penelitian fikih yang ideal seharusnya tidak sekadar mengulang pembahasan, tetapi...
a)
Menyimpulkan data statistik semata
b)
Menunjukkan sintesis antara teori, temuan, dan argumentasi hukum yang menjawab rumusan masalah
c)
Menguraikan ulang latar belakang
d)
Menambahkan teori baru
e)
Memasukkan daftar pustaka tambahan
82.
Dalam penelitian kontemporer, integrasi antara fikih dan tasawuf dapat digunakan untuk membangun etika keuangan syariah. Artinya…
a)
Tasawuf memperkuat moral pelaku ekonomi agar tidak terjebak materialisme
b)
Fikih tidak relevan lagi
c)
Tasawuf menggantikan hukum
d)
Ekonomi syariah bersifat liberal
e)
Tasawuf tidak berhubungan dengan ekonomi
83.
Salah satu ciri peneliti ilmiah adalah kejujuran akademik (al-amānah al-‘ilmiyyah). Dalam konteks penulisan, bentuk konkret dari nilai tersebut adalah...
a)
Menyalin sumber tanpa mencantumkan referensi
b)
Mengutip dengan benar sesuai sumber dan mencantumkan daftar pustaka
c)
Menghapus kutipan untuk meringkas
d)
Menulis ulang pendapat orang lain tanpa menyebut nama
e)
Menggunakan karya orang lain seolah milik sendiri
84.
Tasawuf yang benar tidak menolak kehidupan dunia, tetapi menata niat dan orientasi amal di dalamnya. Konsep ini dikenal dengan…
a)
Dunia sebagai ladang akhirat
b)
Zuhud ekstrem
c)
Isolasi total dari masyarakat
d)
Penolakan terhadap rezeki
e)
Dunia sebagai ilusi semata
85.
Dalam metodologi penelitian, pemilihan pendekatan sangat memengaruhi hasil kajian. Jika seorang peneliti ingin menganalisis praktik akad murābaḥah di lembaga keuangan syariah berdasarkan data lapangan dan observasi, maka pendekatan yang paling tepat adalah...
a)
Normatif-teologis
b)
Historis-teksual
c)
Empiris-sosiologis
d)
Hermeneutik
e)
Eksperimen laboratorium
86.
Dalam ilmu tauhid, seseorang mengenal Allah melalui dalil. Dalam tasawuf, seseorang mengenal Allah melalui pengalaman batin. Hubungan dua metode ini menunjukkan…
a)
Ilmu dan rasa harus bersatu agar iman sempurna
b)
Akal lebih penting dari hati
c)
Hati menolak dalil
d)
Ilmu cukup tanpa pengalaman
e)
Rasa menghapus syariat
87.
Dalam menulis jurnal ilmiah, seorang mahasiswa menambahkan bagian Abstract dan Keywords. Keberadaan dua komponen ini penting karena...
a)
Agar artikel terlihat profesional
b)
Menjelaskan inti penelitian dan memudahkan indeksasi di mesin pencari akademik
c)
Hanya sebagai formalitas
d)
Untuk memperbanyak halaman
e)
Untuk mengisi bagian awal saja
88.
Ketika seorang hamba mencapai maqam ridha (الرضا), ia menerima seluruh takdir Allah dengan lapang dada. Dalam konteks psikologi Islam, maqam ini mencerminkan…
a)
Stabilitas emosi dan penerimaan spiritual terhadap realitas
b)
Ketidakpedulian
c)
Putus asa
d)
Penghindaran tanggung jawab
e)
Penolakan ujian
89.
Salah satu kesalahan umum dalam menulis makalah ilmiah adalah menggabungkan pendahuluan dan tinjauan pustaka dalam satu bab. Padahal secara metodologis, hal itu tidak dianjurkan karena...
a)
Membuat tulisan terlalu pendek
b)
Mengaburkan fungsi masing-masing bagian dalam menjelaskan konteks dan teori
c)
Menghemat waktu penulisan
d)
Tidak disukai dosen
e)
Membuat tulisan sulit diterjemahkan
90.
Imam al-Suhrawardi menjelaskan bahwa hakikat tasawuf adalah “takhalluq bi akhlaqillah” (تخلق بأخلاق الله). Artinya…
a)
Meniru sifat-sifat Allah dalam batas kemanusiaan seperti kasih, adil, dan hikmah
b)
Menjadi Tuhan
c)
Menghilangkan kemanusiaan
d)
Menolak sifat rahmah
e)
Meninggalkan syariat
91.
Dalam jurnal ilmiah, setiap referensi yang dikutip diharuskan mengikuti gaya sitasi tertentu seperti APA, Turabian, atau Chicago Style. Ketentuan ini bertujuan agar...
a)
Penulis bebas memilih gaya yang disukai
b)
Penulisan rapi, konsisten, dan dapat diverifikasi oleh pembaca ilmiah
c)
Tulisan lebih panjang
d)
Terlihat berwarna
e)
Dosen mudah menilai
92.
Dalam masyarakat modern, muncul tasawuf semu yang lebih menekankan musik dan tari dibanding ibadah dan akhlak. Fenomena ini dikritik karena…
a)
Mengabaikan tujuan utama tasawuf, yaitu penyucian hati dan kedekatan kepada Allah
b)
Menarik banyak pengikut
c)
Menghidupkan budaya lokal
d)
Tidak menolak hukum
e)
Sesuai syariat
93.
Dalam konteks penelitian fikih, istilah al-bahṡu al-‘ilmī (البحث العلمي) mengandung makna...
a)
Aktivitas mencari pengetahuan berdasarkan wahyu
b)
Proses ilmiah yang sistematis untuk menemukan kebenaran baru melalui observasi, analisis, dan argumentasi syar‘i
c)
Kegiatan menulis opini bebas
d)
Proses menafsirkan ayat Al-Qur’an tanpa dasar
e)
Diskusi tanpa tujuan akademik
94.
Dalam konteks digital, prinsip wara’ (الورع) — kehati-hatian terhadap yang syubhat — dapat diterapkan ketika…
a)
Memilah konten dan sumber informasi agar tidak mengandung dosa
b)
Menghindari seluruh teknologi
c)
Membuka semua informasi bebas
d)
Mengunggah tanpa verifikasi
e)
Menggunakan data sembarangan
95.
Dalam konteks penulisan skripsi, jumlah bab tidak lebih penting dibandingkan kedalaman analisis. Artinya...
a)
Peneliti boleh menulis sedikit asal mendalam dan sistematis
b)
Semakin banyak bab semakin baik
c)
Bab tidak perlu dibuat
d)
Semua bab harus sama panjang
e)
Analisis bisa dilewati jika waktunya sempit
96.
Ketika seseorang rajin beribadah tapi masih sombong terhadap sesama, menurut perspektif tasawuf, ibadahnya…
a)
Belum sampai pada maqam ikhlas karena hati belum bersih
b)
Sudah sempurna
c)
Cukup dengan amal lahir
d)
Tidak masalah secara batin
e)
Tidak perlu perbaikan
97.
Dalam menulis artikel ilmiah fikih, seorang peneliti menyertakan istilah-istilah Arab seperti الاجتهاد، المقاصد، العرف، الضرورة. Penggunaan istilah Arab tersebut diperbolehkan sepanjang...
a)
Tidak dijelaskan artinya
b)
Menambah estetika tulisan
c)
Diterjemahkan dan dijelaskan agar pembaca memahami makna ilmiahnya
d)
Dibiarkan saja tanpa keterangan
e)
Diterjemahkan secara bebas tanpa konteks
98.
Dalam sistem pendidikan Islam klasik, pelajaran fikih, tauhid, dan tasawuf diajarkan bersama. Hal ini menegaskan bahwa…
a)
Ketiganya adalah satu kesatuan dalam membentuk insan beriman dan berakhlak
b)
Tasawuf berdiri sendiri
c)
Fikih lebih tinggi dari yang lain
d)
Tauhid bisa dipisahkan
e)
Tasawuf tak perlu diajarkan
99.
Dalam membandingkan karya ilmiah, jurnal ilmiah berbeda dari skripsi dan artikel populer. Perbedaan utamanya adalah...
a)
Jurnal ilmiah menuntut kebaruan ilmiah, sistematika ketat, dan proses review sejawat (peer review), sedangkan skripsi bersifat pembelajaran akademik dan artikel populer bersifat informatif
b)
Skripsi lebih singkat dari jurnal
c)
Artikel populer lebih ilmiah dari skripsi
d)
Jurnal ditulis tanpa metodologi
e)
Semua sama saja
100.
Tujuan tertinggi tasawuf adalah mencapai al-fanā’ fi Allah (الفناء في الله), yaitu…
a)
Lenyapnya ego diri dalam kehendak dan cinta Allah tanpa kehilangan kesadaran syariat
b)
Hilang kesadaran total
c)
Bersatu secara fisik dengan Tuhan
d)
Menolak ibadah zahir
e)
Menjadi makhluk ilahi