WorksheetsUH Puisi kelas X
Total questions: 20
Worksheet time: 59mins
Cintaku Jauh di Pulau
Amboi! Jalan sudah bertahun kutempuh !
Perahu yang bersama 'kan merapuh!
mengapa ajal memanggil dulu
sebelum sempat berpeluk dengan cintaku
Karya : Chairil Anwar
Suasana dalam puisi di atas adalah....
Sedih
Marah
Kecewa
Gembira
Senang
Dilihat dari bentuk penulisannya, puisi mempunyai suatu tata wajah atau penampilan khusus di atas kertas,
yang biasa disebut....
Penampilan
Antropologi
Biografi
Tipografi
Imajinasi
Pengimajian dengan menggunakan kata-kata ungkapan seolah-olah objek yang dicitrakan sungguh-sungguh
didengar oleh pembaca, disebut imaji.....
Visual
Auditif
Taktil
Audio Visual
Olfaktory
Di pintu-Mu aku mengetuk
Aku tidak bisa berpaling
Makna kutipan puisi di atas adalah ...
Aku mengetuk pintu dan tidak bisa berpaling.
Aku tidak dapat menghindar setelah mengetuk pintu.
Hanya kepada-Mu, Tuhan, manusia berserah diri.
Aku kembali dan takkan pergi lagi.
Setelah mengetuk pintu, aku tidak bisa pergi lagi.
Baca penggalan puisi di bawah ini:
Betapa dinginnya air sungai
Dinginnya! Dinginnya!
Betapa dinginnya daging duka
Yang membaluti tulang-tulangku
………...
Karya W.S. Rendra
Imaji/citraan yang terkandung dalam penggalan puisi tersebut adalah...
Penglihatan
Pendengaran
Perasaan
Penciuman
Perabaan
tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan Juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu
Puisi di atas memiliki tema ... .
Kerinduan
Percintaan
Persahabatan
Keresahan
Penantian
Dengan kuku-kuku besi, kuda menebah perut bumi
Bulan berkhianat, gosokkan tubuhnya pada pucuk-pucuk para
Kuku-kuku besi dalam kutipan puisi tersebut bermakna ...
Kaki robot
Mesin
Kaki kuda
Alat elektronik
Lempengan besi
Persamaan bunyi yang berulang baik pada akhir baris, awal baris, maupun tengah baris yang bertujuan
menciptakan efek keindahan adalah....
Ritme
Rima
Tipografi
Imajinasi
Diksi
Gambaran, kesan, atau apa yang ada dalam pikiran ketika kita membayangkan atau mengingat sesuatu,
yang berupa gambaran visual, suara, bau, rasa, atau kombinasi dari semua indra tersebut, adalah...
Tipografi
Diksi
Imaji
Kata konkret
Majas
Bacalah puisi berikut!
Perpisahan
Akhirnya peluit pun dibunyikan
Buat penghabisan kali kugenggam jarimu
Lewat celah kaca jendela
Lalu perlahan-lahan jarak antar kita
Mengembang jua
Dan tinggallah rel-rel, peron dan lampu
Yang menggigil di angin senja
Baris ke-6 dan ke-7 puisi tersebut menggunakan majas .....
Metafora
Hiperbola
Simile
Litotes
Personifikasi
Aku – Chairil Anwar
Kalau sampai waktuku
‘Ku mau tak seorang kan merayu
Tidak juga kau
Tak perlu sedu sedan itu
Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang
Kata “Aku ini binatang jalang” dalam puisi di atas memiliki makna…..
Orang yang sangat nakal
Orang yang suka memberontak
Orang yang menyerupai binatang
Orang yang keras kepala
Orang yang suka merayu
Setiap kali mataku terpejam (1)
Kulihat planet-planet murung dan kusam (2)
Melancar pada kisaran matahari (3)
Silau murni yang membakar (4)
Bagai api atas lilin altar (5)
(Dikutip dari “Setiap Kali Mataku Terpejam”, Dea Anugerah.)
Majas personifikasi pada kutipan puisi tersebut ditunjukkan pada baris….
Pertama
Kedua
Ketiga
Keempat
Kelima
Bungaku kini bersemi kembali
setelah seminggu terkurung di lembah sunyi
kini bertunas lagi daunnya yang dulu menguning dan .......
rantingnya yang dulu kering
kini segar kembali
tidak sia-sia
kusiram bungaku hingga bersemi dan mekar kembali
Diksi yang tepat untuk melengkapi larik puisi tersebut adalah ...
Berjatuhan
Berserakan
Beterbangan
Berguguran
Bermunculan
Berharta tapi tak sedekah
Berbenda tapi tak berzakat
Berilmu tapi tak beramal
Berjalan tapi tak terarah.
Semoga kita terhindar dari hal-hal demikian
Semoga kita menjauh dari sifat sedemikian.
Nilai religius yang terdapat dalam penggalan puisi di atas adalah . . .
Kita harus sedekah dan beramal
Kita harus menjauhi sifat kikir dan tidak peduli
Kita harus menjauhi sifat kikir dan tidak peduli
Kita harus menghindari sifat-sifat tidak terpuji
Kita harus mempunyai sifat rendah hati
Langkah kakinya kian melaju
Terseok seok memikul berat pilu
Sebatang kara hidup tanpa arah
Berpasrah pada nasib malangnya
Kata konotasi yang terdapat pada kutipan puisi tersebut adalah . . . .
Berat pilu
Melaju
Nasib malang
Sebatang kara
Berpasrah diri
Angin malam sampaikanlah salamku pada dia nan jauh di sana.
Puisi di atas mengandung majas . . . .
Simile
Metafora
Personifikasi
Hiperbola
Antonomasia
Berikut ini yang bukan merupakan kata konkret pada puisi adalah kata……
Hujan
Jalan
Akar
Pohon bunga
Bijak
Bahasa yang digunakan dalam puisi cenderung bermakna…..
Denotatif
Konotasi
Leksikal
Gramatikal
Lugas dan konkret
Langkah-langkah pembacaan puisi secara teatrikal adalah sebagai berikut, kecuali…….
Berdiri dengan tenang dan percaya diri
Hadapkan tubuh pada penonton
Baca terlebih dahulu judul dan nama penulisnya
Berhenti beberapa saat untuk siapkan nafas
Setelah itu, tinggalkan tempat pembacaan puisi dengan cepat.
Berikut ini merupakan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam membaca puisi, kecuali…
Vokal, ekspresi, dan intonasi
Vokal, rima, dan ekspresi
Penghayatan, ekspresi, dan rima
Vokal, ekspresi, dan penghayatan
Mimik, intonasi, dan rima
