wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

TERA EXCAVACATOR

Total questions: 75

Worksheet time: 38mins

Name
Class
Date
1.

Jika sistem pemasukan udara kedalam ruang bakar tersumbat, menyebabkan proses pembakaran diruang bakar tidak sempurna, dikarenakan perbandingan oksigen dengan fuel tidak seimbang. Hal ini akan berakibat

a)

Tenaga engine menurun dan warna gas buang putih kebiru-biruan

b)

Engine hunting warna gas buang abu-abu transparan

c)

Warna gas buang dari exhaus piping berwarna keputih-putihan

d)

Warna gas buang berwarna kehitam-hitaman dan engine low power

2.

Radiator sebagai tempat penampungan air pendingin engine. Bila jumlahnya kurang, tambahkan air secukupnya. Kriteria air yang dapat digunakan untuk radiator

a)

Air bersih disekitar tambang

b)

Air bersih, tidak bau, tidak berwarna, tidak berbusa (air hujan)

c)

Air tidak berwarna dan juga tidak berasa, bersih

d)

Air bersih , tidak bau, tidak berwarna, tidak berasa, tidak berbusa, bisa diminum

3.

Fan Belt sebagai penghubung meneruskan putaran dari engine ke kipas (Fan), agar kipas bisa berputarmenghisap udara ke radiator. Jika Fan Belt kendor atau putus akan menimbulkan masalah pada engine berupa

a)

Engine bisa over heat karena air radiator tidak mendapat pendinginan

b)

Kipas (Fan) tidak bisa berputar menghisap udara luar ke radiator

c)

Oil engine ikut panas karena oil cooler didinginkan menggunakan media air radiator

d)

Suhu air radiator akan meningkat

4.

Battery berfungsi untuk menyimpan arus dengan merubah energi kimia menjadi energi listrik. Agar battery selalu dalam kondisi baik, yang harus dilakukan operator

a)

Melakukan pemeriksaan sebelum unit di operasikan

b)

Menambah air battery bila diketahui kurang dari standard

c)

Lubang pernafasan (Breather) tidak boleh sampai tersumbat

d)

Tidak menghidupkan lampu jika tidak diperlukan

5.

Bagian bawah unit excavator atau undercarriage berfungsi untuk menahan dan meneruskan berat unit kelandasan. Yang harus dilakukan operator agar komponen undercarriage tidak cepat aus adalah

a)

Komponen undercarriage harus selalu dibersihkan

b)

Melakukan pengoperasian yang sesuai dengan SOP

c)

Tidak berbelok dengan bantuan Jack Swing

d)

Melakukan pembersihan dan menjaga kekencangan track sesuai standart

6.

Pada system kelistrikan (Charging System) dilengkapi dengan komponen regulator yang berfungsi

a)

Menjaga agar voltage yang keluar dari alternator ke battery tetap konstan 28–29 Volt

b)

Mengatur arus dan voltage yang dihasilkan oleh alternator

c)

Menjaga agar voltage pada alternator dapat mengeluarkan arus ke battery sehingga battery dapat melakukan charging pada unit.

d)

Menjaga agar arus dari alternator yang disuplay ke battery tetap konstan antara 28-29 Volt dan 13 A

7.

Dalam fuel system dilengkapi dengan fuel supply pump yang terdiri dari priming pump, feed pump, dan high pressure pump. Fungsi dari high pressure pump adalah

a)

Mengatur jumlah bahan bakar yang akan masuk kedalam fuel filter

b)

Untuk mengirim bahan bakar yang bertekanan kedalam comman rail.

c)

Untuk mengirim bahan bakar yang bertekanan kedalam comman rail yang dikontrol oleh ECU

d)

Untuk mengirim dan meneruskan bahan bakar yang bertekanan sehingga pembakaran akan lebih sempurna

8.

Sistem pelumasan pada engine sangat penting sekali. Dalam hal ini fungsi oli disamping sebagi pelumasan juga digunakan untuk mendinginkan, peredam getaran, pembersih, penyekat, sebagaibantalan dan anti karat. Yang harus diperhatikan terhadap oli adalah

a)

Warna dan volume oli.

b)

Viskositas oli harus sesuai dengan komponen yang dilumasi

c)

Umur oli setelah mencapai batas pemakaian harus diganti.

d)

Melakukan pemeriksaan terhadap kondisi oli.

9.

Untuk menjaga agar komponen Carrier Roler tidak mengalami keausan yang tidak normal, maka Carrier Roler harus dijaga kebersihannya. Fungsi dari Carrier Roler adalah

a)

Menjaga kekencangan Track Link

b)

Sebagai penghantar Track Link mengingat jarak antara Sprocket dan Idler cukup jauh

c)

Menjaga kelurusan Track Link agar tidak mudah lepas

d)

Sebagai tempat kedudukan Track Link

10.

Ketika engine baru hidup, sebelum menggerakkan attachment untuk pengetesan diharuskan low idle terlebih dahulu. Dengan tujuan :

a)

Mengecek suara engine, warna gas buang, mengetahui berfungsinya instrument panel, dan mengetahui kebocoran zat cair.

b)

Agar mencapai temperature kerja engine, berfungsinya instrument panel, dan pelumasan yang merata

c)

Sesuai dengan SOP pada saat pelatihan

d)

Jika tidak di idlekan unit akan cepat rusak dan akan memperpendek umur unit

11.

Fuel Level Caution Lamp yang ada dilayar monitor akan berkedip bila bahan bakar yang ada didalam tanki fuel diambang batas minimal. Monitor ini memberi peringatan kepada operator agar :

a)

Lakukan pengisian fuel sebelum fuel benar-benar habis, untuk menghindari unit masuk angin

b)

Koordinasi ke GL untuk segera dilakukan pengisian sebelum fuel mendekati batas minimal

c)

Stop operasi menunggu fuel truk datang, untuk antisipasi agar engine tidak mati sendiri karena kehabisan fuel

d)

Lapor ke GL minta bantuan agar segera diisi. Kalau tidak segera diisi engine akan mati sendiri

12.

Boom Shockless Switch harus diaktifkan pada saat mengoperasikan unit pada material yang banyak Boulder. Keuntungan menggunakan Boom Shockless adalah

a)

Gerakan attachement menjadi lembut tidak kasar tidak ada hentakan.

b)

Unit menjadi lebih stabil pada saat menurunkan material Boulder.

c)

Lebih aman pada saat melakukan gerakan attachement.

d)

Gerakan Boom menjadi halus dan mengurangi tumpahan material

13.

Machine Push Up berfungsi untuk menambah tenaga Boom Lower. Switch Machine Push Up bisa di aktifkan ketika unit dalam keadaan track terbenam dalam lumpur dengan tujuan

a)

Agar lebih mudah mengeluarkan unit dari lumpur atau material lembek

b)

Kerja motor travel menjadi lebih ringan karena dapat bantuan tenaga dari Machine Push Up

c)

Meningkatkan daya tekan saat boom digerakkan untuk menggeser track ketika terbenam

d)

Mempercepat proses mengeluarkan unit apa bila unit amblas dilumpur.

14.

. Bila sistem pemasukan udara kedalam ruang bakar tersumbat, tenaga engine akan menurun. Bila tidak segera mendapat penanganan, engine akan mati sendiri saat digging karena suplay udara yang dibutuhkan terhambat. Untuk mengetahui air cleaner tersumbat dapat diketahui oleh operator dari:

a)

Dust Indicator. Apabila warna kuning sudah sampai mentok ke garis merah, pertanda system pemasukan udara benar-benar sudah buntu.

b)

Melihat secara fisik element Air Cleaner. Bila banyak debu atau kotoran yang menempel, berarti Air Cleaner tersumbat

c)

Air Cleaner Cloging monitor dilayar akan menyala menandakan Air Cleaner tersumbat

d)

Warna gas buang berwarna kehitam-hitaman. Karena perbandingan jumlah udara dengan bahan bakar kedalam ruang bakar tidak seimbang.

15.

Saat melihat Hydraulic oil Level pada gelas penduga kurang dari standar, bila tetap dioperasikan akan berpengaruh terhadap system hydraulik

a)

HydraulicOil Pump tidak menghisap olisecara maksimal.

b)

Hydraulic System low power pada saat attachment digerakkan.

c)

Hydraulic Oil Temperature over heat

d)

Atachment unit tidak bisa digerakkan

16.

Operator dapat melakukan Engine Pre Heating dengan cara memutar Starting Switch kekiri sambil memperhatikan layar monitor. Apabila indikator pre heating dilayar monitor sudah mati, berarti engine sudah siap di start. Kapan pre heating dilakukan :

a)

Bila engine sudah dicoba start tetapi tidak bisa hidup dikarenakan udara disekitar engine kurang dari 0˚C

b)

Kapan saja, yang penting bila engine sudah dicoba start berulang-ulang tetapi tidak mau hidup

c)

Ketika engine susah dihidupkan karena kondisi udara disekitar engine dingin

d)

Pada saat suhu udara luar masih dingin/dibawah 10˚C

17.

Excavator dilengkapi Buzzer alarm yang berfungsi memberi peringatan pada saat unit mengalami Trouble. Namun tidak semua trouble dapat dimonitor oleh Buzzer Alarm, hanya bagian-bagian tertentu saja yang dapat termonitor. Jika pada saat operasi Buzzer Alarm berbunyi tindakan yang harus dilakukan operator :

a)

Stop operasi, lakukan pemeriksaan, segera laporkan kepada GL untuk melakukan koordinasi perbaikan.

b)

Perhatikan layar monitor, indikator apa yang menyala dilayar monitor. Jika sudah diketahui segera laporkan kepada GL untuk melakukan koordinasi perbaikan

c)

Lihat layar monitor, simbol apa yang menyala di display, lakukan pengecekan untuk mengetahui troublenya

d)

Matikan Buzzer Alarm setelah diketahui troublenya, segera laporkan kepadaGL untuk melakukan koordinasi perbaikan

18.

Lock Out yang tepasang pada unit mempunyai fungsi sebagai pengaman. Bila Lock Out aktif, engine tidak dapat dihidupkan, karena arus listrik yang ke Starting motor diputus. Lock Out dapat diaktifkan pada saat

a)

Meninggalkan unit, service, rusak, istirahat

b)

Istirahat, darurat, rusak, service, meninggalkan unit

c)

Meninggalkan unit, rusak, service

d)

Selesai operasi, rusak parah, unit tidak normal

19.

Swing Lock Switch digunakan untuk mengunci swing. Switch ini digunakan sebagai pengaman pada kondisi tertentu. Kapan swing lock switch harus diaktifkan

a)

Pada saat travel

b)

Pada saat akan meninggalkan unit

c)

Pada saat akan menghidupkan engine

d)

Pada saat swing tidak diperlukan

20.

Engine Oil Level monitor menyala menandakan adanya kekurangan oil engine. Bila diketahui oil engine kurang dari standar akan berakibat

a)

Kinerja Oil Pump tidak maksimalkarena oli yang tersedia kurang

b)

Oli tidak bisa melumasi keseluruh komponen yang membutuhkan

c)

Buzzer Alarm akan berbunyi memberikan peringatan

d)

Suhu oli akan meningkat karena jumlah oli kurang dari standar

21.

Tujuan utama dilakukannya Investigasi insiden adalah

a)

Menemukan siapa orang yang bersalah atas insiden tersebut

b)

Mencari bukti-bukti yang otentik dari insiden agar data yang didapat lebih akurat

c)

Memenuhi standar pengisian form LPI (Laporan Penyelidikan Insiden)

d)

Mencari penyebab dasar atau utama suatu insiden agar insiden tidak terulang

22.

Ketika HD amblas di front setelah dilakukan pengisian, dan radio yang ada pada HD tidak berfungsi. Makah apa yang harus dilakukan oleh operator PC adalah

a)

Menginformasikan kepada GL tentang kejadian amblas tersebut

b)

Mendorong HD dengan menggunakan bucket excavator

c)

Menunggu HD tersebut untuk dapat keluar dengan kemampuan HD itu sendiri

d)

Menunggu perintah selanjutnya dari Group Leader

23.

Prosedur keselamatan pengoperasian excavator pada saat digging dan excavating di dekat tebing adalah

a)

Usahakan point loading selalu bersih, stabil, rata dan bebas material penghalang, bongkahan batu besar atau lantai bergelombang

b)

Selama beroperasi, sprocket diusahakan selalu di belakang menjauhi dinding galian. Serta hindari bekerja di dekat safety berm atau high wall (jaga jarak aman dengan slope)

c)

Jangan menggali bagian bawah tebing yang tinggi (undercutting) atau membiarkan ada batuan/bongkahan yang menggantung tidak stabil

d)

Menjaga jarak unit dengan tebing tidak kurang dari 1,5 tinggi tebing

24.

Risiko apa yang ada pada saat unit PC bekerja di medan yang berlumpur ?

a)

Unit dapat terguling

b)

Unit dapat terpercik lumpur

c)

Unit dapat amblas

d)

Unit dapat tergelincir

25.

Hal yang harus diperhatikan oleh operator saat naik dan turun unit adalah

a)

Tubuh harus menghadap unit saat naik / turun, berpegangan dan gunakan teknik tiga titik kontak

b)

Gunakan teknik tiga titik kontak untuk naik / turun unit

c)

Identifikasi anak tangga, apakah ada lumpur atau kotoran penyebab licin

d)

Turun / naik dengan tubuh menghadap ke anak tangga

26.

Jika anda melihat sebuah kecelakaan yang terjadi di area tambang, kapan dan kepada siapa harus melaporkan ?

a)

Sesegera mungkin kepada atasan langsung

b)

Sebelum shift berakhir kepada Safety Officer

c)

Sebelum shift berakhir kepada atasan langsung

d)

Sesegera mungkin ke CCR

27.

Menurut PSMS pengertian Resiko yang paling tepat adalah

a)

Kesempatan atau kemungkinan bertemunya dua atau lebih bahaya dan mengakibatkan sejumlah kerugian

b)

informasi tentang seberapa besar sebuah bahaya bisa menyebabkan kecelakaan

c)

tindakan yang dilakukan untuk menurunkan sifat bahaya

d)

konsekwensi dari cedera dan kerusakan yang terjadi dan mengakibatkan sejumlah kerugian

28.

Mengapa hazard report (SAP/green card/white card/SOBAT) penting untuk dilakukan oleh setiap karyawan

a)

Untuk mencegah terjadinya tindakan atau kondisi yang tidak aman

b)

Agar setiap karyawan mendapat kesempatan untuk memperoleh hadiah

c)

Untuk memenuhi kewajiban SAP

d)

Agar tidak diberi sanksi oleh atasan

29.

Menurut PSMS yang berlaku, Berapa lama periodik komisioning unit dan siapa saja yang melakukan komisioning?

a)

3 Bulan sekali – SHE Dept, Plant Dept, OTD

b)

3 Bulan sekali - SHE Dept, Plant Dept, OTD, user

c)

6 Bulan sekali - SHE Dept, Plant Dept, OTD

d)

6 Bulan sekali - SHE Dept, Plant Dept, OTD, user

30.

Sebutkan urutan cara penggunaan APAR yang benar :

a)

Tekan gagang APAR – Cabut pin – Arahkan APAR ke titik api – Tes tekanan APAR

b)

Cabut pin–Tes tekanan APAR–Lihat arah angin-Arahkan nozzle dan sapukan ke titik api

c)

Tekan gagang APAR – Tes tekanan APAR – Cabut pin – Arahkan APAR ke titik api

d)

Pegang APAR dengan kuat – Cabut pin – Arahkan dan sapukan ke titik api – Lihat arah angin

31.

Apa yang harus dilakukan oleh seorang operator bila melihat ada kobaran api di sekitar engine ketika beroperasi ?

a)

Matikan engine dan melaporkan kejadian tersebut ke atasan

b)

Matikan engine, tekan tombol fire supression terdekat kemudian lapor ke atasan

c)

Matikan engine dan menunggu instruktur selanjutnya dari pengawasnya

d)

Matikan engine dan memadamkan api sebisanya kemudian melapor ke atasan

32.

Apa yang harus dilakukan jika menemukan bahaya dengan kode AA pada Unit yang sedang dioperasikan

a)

Hentikan unit dan segera lapor ke atasan

b)

Tunggu hingga akhir shift kemudian lapor ke atasan

c)

Abaikan dan lanjutkan aktifitas

d)

Selesaikan dulu aktifitas baru lapor ke atasan

33.

Apabila terdengar kebisingan di dalam kabin yang mengganggu pendengaran (85 dB adalah batas aman kebisingan yang dapat diterima selama 8 jam kerja), maka apa yang harus dilakukan oleh operator

a)

Abaikan dan tetap melakukan aktivitas

b)

Lapor pada atasan dan tetap melakukan aktivitas

c)

Menggunakan ear plug selama beraktivitas dan laporkan ke atasan

d)

Lapor ke Departemen SHE

34.

Gejala orang yang keracunan makanan adalah beberapa saat setelah memakan makanan akan merasakan pusing, mual, muntah, pandangan kabur, dsb. Apa yang harus anda lakukan jika mengalami kondisi tersebut pada saat beroperasi?

a)

Stop operasi, minum air sebanyak-banyaknya dan segera lapor ke atasan

b)

Stop operasi, memakai minyak angin

c)

Stop operasi, matikan engine dan langsung menuju klinik terdekat

d)

Stop operasi, Berbaring untuk menghilangkan rasa pusing

35.

Mengapa Safety Talk penting untuk dihadiri?

a)

Untuk mendapatkan informasi yang benar mengenai keselamatan sehingga dapat mencegah tidakan dan kondisi yang tidak aman

b)

Untuk memenuhi kewajiban yang telah ditetapkan

c)

Agar mengetahui informasi terbaru mengenai pekerjaan

d)

Menjalin silaturahmi dengan sesama rekan kerja

36.

Perawatan yang baik terhadap unit akan menentukan umur alat sesuai dengan yang direkomendasikan oleh pabrik. Apa akibatnya jika tidak dilakukan perawatan :

a)

Umur unit lebih pendek dari seharusnya

b)

Kerusakan tidak terkontrol.

c)

Membahayakan bagi operator yang mengoperasikannya.

d)

Biaya operasional tinggi.

37.

Sebelum pengoperasian unit, perlu dilakukan P2H untuk memastikan bahwa unit dalam kondisi RFU (Ready For Use). Hal apa saja yang harus diperhatikan pada saat melakukan P2H :

a)

Melakukan pemeriksaan terhadap kebocoran.

b)

Mencatat kondisi aktual unit dalam form P2H.

c)

Melaporkan kepada GL tentang kondisi unit setelah P2H.

d)

Memperhatikan kerusakan yang dapat menimbulkan bahaya saat dioperasikan.

38.

Pada saat dilakukan Daily Check peran serta dari operator sangat dibutuhkan. Hal ini bertujuan untuk

a)

Untuk memudahkan mekanik dalam merencanakan perbaikan.

b)

Menginformasikan kepada mekanik tentang kerusakan yang ada pada unit

c)

Agar hubungan operator dengan mekanik bisa terjalin dengan baik.

d)

Agar operator bisa mengenali komponen-komponen unit

39.

Perawatan yang dilakukan baik oleh operator maupun mekanik dalam hal ini memiliki tujuan :

a)

Untuk mengetahui kondisi unit agar performanya maksimal

b)

Kesiapan alat untuk beroperasitinggi, biaya perbaikan rendah, dan performa unit maksimal.

c)

Agar umur unit sesuai dengan rencana/rekomendasi pabrik.

d)

Mengurangi biaya perbaikan dan menambah umur unit.

40.

Terjadinya kerusakan pada unit yang dioperasikan kemungkinan diakibatkan oleh :

a)

Pemaksaan terhadap unit saat beroperasi.

b)

Unjuk kerja operator sembrono.

c)

Tidak dilakukan perawatan oleh operator

d)

Lokasi kerja yang tidak sesuai

41.

Sebagai operator Excavator kapan harus melakukan pengecekan Oli:

a)

Sebelum mengoperasikan unit.

b)

Sebelum dan sesudah mengoperasikan unit.

c)

Sebelum beroperasi, saat beroperasi, dan sesudah beroperasi.

d)

Setelah dilakukan perbaikan/service oleh mekanik.

42.

Operator diwajibkan melakukan pengecekan jumlah oli engine sebelum mengoperasikan unit. Posisi pengecekan oli yang paling baik pada deep stick adalah :

a)

Pada posisi high (H).

b)

Pada posisi di antara high (H) dan low (L).

c)

Pada posisi di atas low (L).

d)

Pada posisi di bawah high (H).

43.

Setelah dilakukan P2H ternyata ditemukan resiko dengan kode AA. Apa yang harus dilakukan oleh operator :

a)

Langsung menginformasikan kepada GL tentang kondisi unit saat itu.

b)

Tetap beroperasi dan akan menginformasikan kepada GL setelah selesai beroperasi.

c)

Mencatat dalam form P2H, lapor ke GL, dan tidak mengoperasikan unit.

d)

Mencatat dalam form P2H dan dan tidak mengoperasikan unit.

44.

Pada saat mengoperasikan unit, tiba-tiba ada informasi dari mekanik bahwa unit akan di service sementara GL setempat tidak ada di tempat, sebagai operator apa yang harus anda lakukan

a)

Tetap beroperasi tanpa mengindahkan panggilan dari mekanik

b)

Menginformasikan pada CCR bahwa unit akan diservice

c)

Sambil menunggu kedatangan GL ke lokasi, tetap beroperasi

d)

Memberi informasi kepada mekanik bahwa GL tidak ada ditempat sehingga tidak bisa memberikan keputusan

45.

Perawatan dengan tujuan untuk mengembalikan atau mempertahankan kondisi unit dengan melakukan program pemeriksaan under carriage adalah :

a)

Melakukan koreksi terhadap penyimpangan cara pengoperasian

b)

Melakukan pemeriksaan keausan komponen under carriage secara berkala

c)

Melakukan perbaikan terhadap komponen under carriage

d)

Merekomendasikan untuk melakukan penggantian komponen

46.

Ketika akan mengoperasikan unit, operator diwajibkan memeriksa unit terlebih dahulu yang dicatatkan kedalam form P2H. Apa fungsi form P2H :

a)

Sebagai data tentang unit secara keseluruhan

b)

Sebagai data tentang kebocoran, kerusakan dan kekendoran komponen unit

c)

Sebagai data tentang jumlah jam kerja unit

d)

Sebagai form untuk evaluasi kondisi unit dan sebagai bukti

47.

Ketika selesai melakukan P2H dan menguji pergerakan attachment, saat akan menjalankan unit Excavator yang harus dilakukan operator adalah :

a)

Membunyikan klakson dua kali.

b)

Memastikan posisi safety lock lever dalam posisi off.

c)

Memastikan tidak ada orang disekitar unit.

d)

Memastikan posisi under carriage/front idler

48.

Ketika memarkir unit diakhir shift, anda diharuskan memposisikan unit ditempat aman dan rata dengan tujuan :

a)

Pendinginannya merata karena turunnya oli ke case/tangki akan kembali dengan sempurna.

b)

Untuk memudahkan operator/crew maintenance saat melakukan pengecekan dan mengetahui adanya kekurangan zat cair.

c)

Untuk memudahkan anda/teman anda saat melakukan pengecekan oli.

d)

Sesuai SOP harus parkir ditempat aman dan rata.

49.

Untuk memperpanjang umur unit perlu dilakukan perawatan secara berkala oleh mekanik, namun anda sebagai operator Excavator sangat berperan dalam melakukan perawatan, yaitu :

a)

Melakukan P2H setiap saat selama mengoperasikan unit dan melaporkannya setiap ada kerusakan dan mencatat pada form P2H

b)

Mengoperasikan unit dengan baik dan benar sesuai prosedur serta mencatat setiap kerusakan sekecil apapun yang ada pada form P2H.

c)

Ikut membantu mekanik dalam proses perbaikan saat terjadi kerusakan.

d)

Selalu menjaga kebersihan undercarriage.

50.

Tujuan mengisi fuel tank sampai penuh setelah beroperasi adalah :

a)

Memudahkan shift berikutnya bekerja lancar

b)

Menghindari terjadinya proses pengembunan

c)

Untuk menghindari fuel system kemasukan udara.

d)

Untuk mengetahui banyak air dalam tangki saat meng-drain waktu P2H

51.

Persiapan sebelum melakukan aktifitas loading yang harus dilakukan operator agar amanadalah :

a)

Membuat landasan excavator rata dan tidak miring, sehingga pada saat loading unit menjadi stabil.

b)

Singkirkan semua hambatan yang ada di front loading agar unit bisa bergerak bebas.

c)

Menempatkan posisi track tegak lurus menghadap keluar untuk antisipasi bila ada bahaya, agar Excavator dapat menghindar.

d)

Jarak unit dari bibir tebing janganterlalu ke pinggir agar Excavator tidak terbalik.

52.

Ketika unit akan dilakukan perbaikan/service, maka operator harus :

a)

Matikan engine agar mekanik pada saat melakukan perbaikan terhindar dari resiko.

b)

Semua perlengkapan kerja di Lock ( kunci ), Engine dimatikan, turun dari unit.

c)

Parkir di area yang aman, Engine dimatikan, turun dari unit.

d)

Menunggu unit sampai selesai perbaikan/service, hingga ahir shift.

53.

Tinggi rendahnya produksi tergantung bagaimana cara menerapkan metode dan teknik operasi,disamping ada faktor lain yang dapat mempengaruhinya. Supaya target produksi Excavator bisa tercapai , ada syarat yang harus di penuhi :

a)

Dudukan Excavator lebih tinggi dari pada landasan DT sehingga pandanganoperator lebih luas dan memudahkan dalam mengambil material.

b)

Teknik loading Low level (Bench Loading) supaya pengambilan material lebih mudah

c)

Material yang diloading tidak tipis agar isi bucket bisa maksimal.

d)

Teknik loading Low level (Bench Loading) dan sudut swing tidak lebih dari 90 ⁰.

54.

Pada saat menggali material sprocket harus selalu berada di belakang dengan tujuan :

a)

Agar tidak salah pada saat menggerakkan unit

b)

Menghindari benturanbenda/material keras, karena disekitarsprocket ada komponen final drive dan motor travel.

c)

Antisipasi terkena benturan material keras pada saat digging.

d)

Agar mudah dijalankan, travel motor putaranya menjadi lebih ringan.

55.

Sebelum menjalankan unit mundur yang harus di lakukan operatoradalah

a)

Memperhatikan lingkungan sekitar aman.Baru jalankan unit mundur

b)

Memastikan keadaan di sekitar amanbaru melakukan swing

c)

Lihat spion kanan & kiri. Baru menjalankan unit mundur.

d)

Bunyikan klakson 3X sebagai isyarat berjalan mundur

56.

Ketika unit travel turun pada kemiringan lebih dari 15⁰,maka posisi sprocket harus berada di depan, hal ini bertujuan :

a)

Kerja travel motor lebih ringan.

b)

Track tidak mudah lepas.

c)

Menghindari unit agar tidak mudah meluncur

d)

Mengurangi keausan pada under carriage

57.

Excavator dapat terpisah antara upper struktur dan undercarriage. Untuk menghindari hal tersebut :

a)

Tidak melakukan jack swing pada saat mengubah arah track.

b)

Hindari track sampai terangkat pada saat operasi.

c)

Pastikan machine push up switchpada posisilow pressure saat operasi

d)

Landasan Excavator rata agar track menerima beban yang merata

58.

Loading di tanah Bank (tanah asli) biasanya track bagian depan akan mudah terbenam pada saat Loading, walaupun landasan Excavator sudah diratakan sebelumnya. Disebabkan :

a)

Membuka sudut arm terlalu keluar, sehingga titik tumpu unit berada di track bagian depan ketika bucket diangkat.

b)

Gerakan attachment tidak halus (kasar) sehingga menimbulkan hentakan. Berakibat landasan track bagian depan mendapat tekanan yang lebih berat

c)

Boom shockles switch tidak diaktifkan sehingga pada saat menggerakkan attachment terjadi kejutan/hentakan.

d)

Mengambil material bagian bawah sehingga beban unit bertumpu pada track bagian depan.

59.

Tidak dibenarkan digging (menggali) material sambil menjalankan travel motor secara bersamaan. Bila dilakukan akan berakibat :

a)

Travel motor akan menerima beban yang berlebihan, berakibat cepat rusaknya travelmotor

b)

Kerja pump hydraulic menjadi berat sehingga oli akan cepat panas.

c)

Gerakan bucket akan menjadi lambat karena pressure oli hydraulic terbagi dua.

d)

Track akan sliding sehingga akan mempercepat keausan track shoe.

60.

Membersihkan kotoran yang menempel di bucket dengan cara membanting bucket ke tanah akan menimbulkan kerusakan yang serius. Bila cara ini dilakukan

a)

Boom bisa patah karena mendapat hentakan yang sangat kuat.

b)

System hydraulic menerima tekanan balik sehingga dapat menimbulkan kerusakan padakomponen system hydraulic dan attachment bucket.

c)

Hose/piping hydraulic tidak mampu menahan tekanan yang melebihi batas normal sehingga akan menimbulkan kebocoran.

d)

Unit akan menerima guncangan yang hebat.

61.

Pada saat melakukkan perawatan harian (P2H),yang pertama kali dilakukan adalah :

a)

Melakukan pengecekan seluruh instrument panel yang ada dalam unit.

b)

Melakukan pengecekan terhadap keabnormalan pada unit

c)

Melihat serta mengecek warna gas buang atau asap engine pada unit

d)

Melakukan walk around check/pemeriksaan mengelilingi unit.

62.

Sesuai dengan panduan TSP (Task Spesifik Prosedure) pada saat melakukan travelling jalan datar, maka ketinggian bucket dari permukaan jalan adalah 30 cm – 50 cm, hal ini dikarenakan :

a)

Agar sesuai dengan Standar Operational yang berlaku.

b)

Mencegah terjadi unit tidak over running sehingga memudahkan dalam pengoperasian.

c)

Agar pandangan tidak terhalang oleh bucket.

d)

Agar beban unit seimbang dan memudahkan menurunkan bucket ketika terjadi ketidaknormalan pada unit

63.

Sebelum bekerja di air maka batas maksimal kedalaman air adalah sampai center carrier roller. Apa yang harus dilakukan :

a)

Koordinasi dengan GL untuk mengetahui kedalaman air tersebut

b)

Melakukan pengecekan kedalaman air menggunakan bucket.

c)

Memastikan landasan tidak miring

d)

Menunggu informasi lanjut dari GL.

64.

Agar produksi Excavator bisa tinggi, cara yang harus diterapkan agar tercapai sesuai permintaan customer. Yang harus dilakukan :

a)

Sudut swing tidak lebih dari 90⁰ dengan jenjang kerja standar.

b)

Ketepatan dalam pengambilan material dan urutan penggaliannya.

c)

Tinggi jenjang kerja sesuai standar dengan sudut swing minimal.

d)

Landasan unit rata tidak miring.

65.

Loading dengan metode Double Side Loadingakan mendapatkan hasil produksi yang tinggi. Cara ini bisa dilakukan jika memungkinkan karena :

a)

DT tidak perlu antri lama-lama.

b)

Kerjasama saling menguntungkan antara Oparator Excavator & Dump Truck.

c)

Tidak perlu nunggu DT mundur karena sudah siap diisi.

d)

Mempersingkat waktu loading

66.

Menolong DT amblas agar lebih aman gunakan sling untuk menariknya. Hindari menolong DT amblas dengan cara mendorong menggunakan punggung bucket, karena bisa mengakibatkan :

a)

Vesel DT bisa rusak dan terjadi goncangan yang kuat pada DT.

b)

Hydraulik mendapat beban yang berat.

c)

Excavator dirancang bukan alat dorong.

d)

Vesel DT dan rood cylinder bucket bisa mengalami kerusakan.

67.

Menempatkan unit dilandasan yang tidak rata akan membuat unit tidak stabil. Karena bisa mengakibatkan :

a)

Gerakan swing kesisi yang lebih tinggi menjadi berat.

b)

Gerakan swing kesisi yang lebih rendah akan lebih cepat

c)

Swing Circle akan cepat aus karena menerima beban yang tidak merata

d)

Unit bisa rebah karena kehilangan keseimbangan.

68.

Loading coal sering tidak mendapat bantuan buldozer untuk meripping & meratakanya. Jika tidak diripping & diratakan, Excavator tidak stabil pada saat loading. Supaya stabil yang harus dilakukan operator

a)

Landasan track Excavator dilapisi material yang gembur agar stabil

b)

Track bagian depan & belakang diganjal dengan material supaya tidak bergeser.

c)

Landasan track diratakan dahulu supaya unit stabil pada saat loading.

d)

Landasan yang keras digemburkan dan diratakan dulu supaya unit stabil.

69.

Pada saat operasi tiba-tiba Engine mati dengan posisi bucket diatas. Namun bucket masih bisa diturunkan karena ada Accumulator yang mengontrolnya. Untuk menurunkannya, starting switch posisi ON dan tekan Boom Control lever. Cara ini dilakukan agar :

a)

Supaya aman untuk manusia dan unit

b)

Beban hidraulik menjadi ringan

c)

Sistem hidraulik tidak mendapat tekanan.

d)

Mekanik mudah melakukan perbaikan.

70.

Melintas dibawah kabel listrik bertegangan tinggi sangat berbahaya, hindari unit menyetuh kabel. Bila hal ini terjadi bisa berakibat :

a)

Sistem kelistrikan unit bisa short ( hubungan arus pendek ).

b)

Menimbulkan kebakaran.

c)

Tersengat listrik

d)

Kabel listrik putus.

71.

Saat ini anda sedang melaksanakan shift change, berdasarkan setting alat dari MP unit anda berada di pit A ternyata ada perubahan dimana alat tersebut lokasinya berada di pit B. Sedangkan anda saat ini sudah berada di pit A. Apa yang akan anda lakukan agar anda dapat segera bekerja?

a)

Mengikuti perintah sesuai setting alat MP

b)

Menanyakan kepada GL lapangan apakah bisa bekerja di pit untuk unit yang masih kosong sampai nanti program daily check

c)

Mengikuti perintah sesuai informasi posisi aktual unit

d)

Berkoordinasi dengan GL dilapangan untuk bekerja sesuai lokasi unit

72.

Anda beroperasi dengan unit HD785 di pit A sesuai settingan alat. Alat loading yang bekerja satu fleet dengan anda PC 2000,EX001 sedangkan tidak jauh dari EX 001 ada juga PC 3000 EX015 .Ketika anda kembali dari disposal ternyata PC 2000 EX 001 sedang antri. PC 3000 EX015 terlihat sedikit menggantung dan memungkinkan untuk anda pindah ke PC3000. Bagaimana sikap anda menhadapi situasi tersebut?

a)

Tetap beroperasi di PC 2000 sesuai perintah sebelumnya karena GL sudah menghitung kebutuhan alat

b)

Langsung manuver dan mengantri di PC3000

c)

Mencoba berkoordinasi dengan GL untuk minta ijin pindah ke fleet PC 3000 sampai putaran PC2000 normal kembali

d)

Mencari PC dengan jarak buang yang lebih dekat

73.

Di front loading loading terlihat PC2000 yang bekerja bersama anda terlihat cukup lama menggantung. Anda melihat kondisi disposal sebagai penyebabnya. GL anda menyuruh anda untuk menaikkan kecepatan di jalan.Apa yang harus anda lakukan di situasi tersebut?

a)

Menginformasikan ke GL bahwa masalah bukan di jalan tetapi di disposal.Selanjutnya meminta GL untuk merapikan kondisi di disposal serta berkoordinasi untuk mencari lokasi dumping yang lebih dekat

b)

Mengikuti instruksi GL untuk menaikkan kecepatan

c)

Berusaha mencari Bulldozer/Grader untuk memperbaiki front dumping secara langsung

d)

Mencari dumping point lain yang lebih dekat

74.

Ketika anda diinstruksikan untuk loading dengan HD465 anda diminta untuk bermanuver searah jarum jam.Alasan apa anda mengikuti instruksi tersebut?

a)

Manuver tersebut sesuai dengan SOP yang diajarkan

b)

Takut ditegur atasan

c)

Manuver searah jarum jam membuat perputaran serasi

d)

Manuver searah jarum jam membuat kondisi lebih aman serta menurunkan cycle time DT karena lalu lintas yang teratur

75.

Anda melihat di front loading sedang ada unit yang sedang diisi,sehingga anda harus mengantri di front loading.Saat itu instruktur memberi instruksi untuk posisi siap mundur.Kondisi di front memungkinkan anda untuk double side,menurut pendapat anda perlukah anda posisi siap mundur?kenapa?

a)

Perlu karena posisi siap mundur merupakan standard yang harus dilakukan

b)

Perlu karena apabila tidak siap mundur maka tidak sesuai prosedur dan akan menyebabkan PC menunggu.

c)

Tidak perlu karena posisi dumptruck dibelakang tidak terlihat dan itu berbahaya.

d)

Perlu karena sesuai dengan standard operasi dimana akan menurunkan spotting time selain itu lokasi di front cukup lebar sehingga aman bagi operator untuk menunggu