Font size
Worksheetsliquid uas
Total questions: 101
Worksheet time: 51mins
sediaan setengah padat yang mudah dioleskan dan digunakan sebagai obat luar. Bahan obat harus larut atau terdispersi homogen dalam dasar salep yang cocok merupakan definisi salep menurut
FI III
FI IV
FI V
FI VI
sediaan setengah padat ditujukan untuk pemakaian topical pada kulit atau selaput lendir merupakan definisi salep menurut
FI III
FI IV
FI V
FI VI
perhatikan hal berikut ini
i. suspensi
ii. larutan
iii. emulsi
iv. elixir
yang merupakan distribusi ZA dalam basis salep
I dan III
II dan IV
I, II dan III
IV saja
salep yang tidak masuk ke dalam tubuh yaitu salep
Epidermik
Endodermik
Diadermik
Eksodermik
salep yang terabsorbsi sebagian yaitu
Epidermik
Endodermik
Diadermik
Eksodermik
salep yang diabsropsi masuk ke dalam tubuh yaitu salep
Epidermik
Endodermik
Diadermik
Eksodermik
salep berdasar hidrokarbon dengan contoh sediaan vaselin yaitu
Epidermik
Endodermik
Diadermik
Eksodermik
salep berdasar hidrokarbon dengan contoh sediaan vaselin yaitu
Epidermik
Endodermik
Diadermik
Eksodermik
salep yang memiliki kandungan merkuri iodida atau belladona memiliki efek farmakologi
Epidermik
Endodermik
Diadermik
Eksodermik
obat yang paling sering dibuat sebagai salep yaitu
antibiotik
steroid
antinyeri
antimual
alasan pemilihan salep yaitu
cocok untuk luka terbuka
stabilitas untuk antibiotik baik
occlusive
exclusive
perhatikan hal berikut ini
i. metode pelelehan (fusion)
ii. metode mixing
iii. metode triturasi
iv. metode titrasi
yang merupakan teknik pembuatan salep yaitu
I dan III
II dan IV
I, II dan III
IV saja
bila ada kamfora dan vaselin apa yang harus dilakukan dalam pembuatan salep
Zat yang dilarutkan dalam dasar salep dilarutkan bila perlu dengan pemanasan rendah
Zat yang mudah larut dalam air dan stabil, serta
dasar salep mampu mendukung/ menyerap air tersebut, dilarutkan dulu dalam air yang tersedia, setelah itu ditambahkan bagian dasar salep yang lain.
Zat yang tidak cukup larut dalam dasar salep, lebih dulu diserbuk dan diayak dengan derajat ayakan 100.
Bila dasar salep dibuat dengan peleburan, maka campuran tersebut harus diaduk sampai dingin.
bila ada tanin, lanolin, KI, garam garam pada salep langkah yang perlu dilakukan yaitu
Zat yang dilarutkan dalam dasar salep dilarutkan bila perlu dengan pemanasan rendah
Zat yang dilarutkan dalam dasar salep dilarutkan bila perlu dengan pemanasan rendahZat yang mudah larut dalam air dan stabil, serta
dasar salep mampu mendukung/ menyerap air tersebut, dilarutkan dulu dalam air yang tersedia, setelah itu ditambahkan bagian dasar salep yang lain.
Zat yang tidak cukup larut dalam dasar salep, lebih dulu diserbuk dan diayak dengan derajat ayakan 100.
Bila dasar salep dibuat dengan peleburan, maka campuran tersebut harus diaduk sampai dingin.
bila ada asam borat dan ZnO dalam pembuatan salep apa yang harus dilakukan
Zat yang dilarutkan dalam dasar salep dilarutkan bila perlu dengan pemanasan rendah
Zat yang mudah larut dalam air dan stabil, serta
dasar salep mampu mendukung/ menyerap air tersebut, dilarutkan dulu dalam air yang tersedia, setelah itu ditambahkan bagian dasar salep yang lain.
Zat yang tidak cukup larut dalam dasar salep, lebih dulu diserbuk dan diayak dengan derajat ayakan 100.
Bila dasar salep dibuat dengan peleburan, maka campuran tersebut harus diaduk sampai dingin.
basis salep yang penampilannya berminyak dan lengket jika dipegang, bahan yang berair mungkin dapat dicampurkan hanya dalam jumlah sedikit saja, bila terlalu banyak maka minyak sukar bercampur
Basis hidrokarbon
Basis salep absorpsi
Basis salep dapat dicuci air
Basis Salep yang Dapat Larut dalam Air
perhatikan hal berikut ini
i. Petrolatum
ii. White Petrolatum
iii. White Ointment
iv. Yellow Ointment
merupakan contoh basis
Salep Hidrokarbon
Salep Absorpsi
Salep yang Dapat Tercuci air
Salep yang Dapat Larut dalam Air
Basis salep yang memungkinkan penambahan sedikit larutan berair ke dalamnya. Meskipun basis ini dapat menyerap air, basis ini tidak menyerap air saat air dikontakkan dipermukaannya, namun ketika dilakukan sedikit pengadukan.
Basis ini dibentuk dengan penambahan zat-zat yang dapat bercampur dengan hidrokarbon dan zat-zat yang memiliki gugus polar
Basis hidrokarbon
Basis salep absorpsi
Basis salep dapat dicuci air
Basis Salep yang Dapat Larut dalam Air
jenis basis yang dapat dibersihkan dari kulit dengan air. Basis ini bersifat seperti krim dan dapat diencerkan dengan air atau larutan berair. Basis ini memiliki kemampuan untuk mengadsorpsi cairan serosal yang keluar dalam kondisi dermatologis
Basis hidrokarbon
Basis salep absorpsi
Basis salep dapat dicuci air
Basis Salep yang Dapat Larut dalam Air
Larutan berair tidak efektif bila dicampurkan dengan basis ini karena sifat basis yang mudah melunak dengan penambahan air. Basis ini hanya cocok untuk dicampurkan pada bahan tidak berair atau bahan padat
Basis hidrokarbon
Basis salep absorpsi
Basis salep dapat dicuci air
Basis Salep yang Dapat Larut dalam Air
sebuah formula pasta zink oksida yang terdiri dari: zinci oksida 30%; amilum jagung 30%; tween 60 10% dan vaselin putih 30%.
Basis
antioksidan
pengawet
filler
gambar ini merupakan teknologi untuk salep yang bernama
Melting vessel
Homogenizer
ointment roller mill
unguator
gambar ini merupakan teknologi untuk salep yang bernama
Melting vessel
Homogenizer
ointment roller mill
unguator
berapa konsentrasi serbuk tidak larut dalam pasta
20 - 50%
25 - 50%
20 - 55%
25 - 55%
berapa titik leleh hard paraffin
50 - 57 C
52 - 57 C
50 - 58 C
52 - 58 C
titik leleh paraffin kuning
38 - 56
50 - 57
38 - 57
50 - 56
basis serap dibagi jadi 2
anhidrat dan hidrat
emulsi dan anhidrat
emulsi dan suspensi
suspensi dan hidrat
Dibuat dengan melelehkan stearil alkohol dan wax putih lalu ditambahkan kolesterol dengan pengadukan sampai larut, tambahkan petrolatum putih, aduk hingga homogen
petrolatum hidrofilik
lanolin
gliserol
kolesterol
beewax
titik leleh lanolin yaitu
36 - 44 C
38 - 56 C
50 - 57 C
36 - 56 C
titik leleh kolesterol yaitu
136 - 144 C
138 - 156 C
150 - 157 C
147 - 150 C
titik leleh beewax yaitu
36 - 44 C
38 - 56 C
50 - 57 C
61 - 65 C
beewax berasal dari
Apis melifera
Apis cerana
Apis dorsata
Apis trigona
Perhatikan hal berikut ini
i. Natrium Borat USP 0,7%
ii. Vaselin putih US 25,0%
iii. Polliatilen Glikol 1500
iv. Lanolin anhidrat USP 3,1%
bahan ini merupakan dasar basis pasta dan yang manakah fase air
Basis emulsi
i dan iii
Basis hidrokarbon
ii dan iv
basis serap
i, ii dan iii
basis emulsi
iv saja
cetrimide merupakan contoh basis emulsi o/w tipe
anionik
ionik
kationik
nonionik
cetomacrogol merupakan contoh basis emulsi o/w tipe
anionik
ionik
kationik
nonionik
Memilki sifat fisik jernih, tidak berwarna, bau yang khas, serta dapat membentuk misel dengan air, alkohol, dan glikol lainnya
polietilenglikol / macrogol
karbol
cmc
na lauryl sulfat
untuk pasta gigi menggunakan basis
basis hidrokarbon
basis serap
basis emulsi
basis larut dalam air
gelling agent pasta gigi yaitu
PEG
Paraffin
CMC Na
eter selulosa
perhatikan hal berikut ini
i. Glass Tiles dan spatula
ii. Mortir dan alu
iii. Cawan penguap
iv. Mixer
manakah yang merupakan cara pembuatan pasta skala kecil
i dan iii
ii dan iv
i, ii dan iii
iv saja
Untuk mengecilkan ukuran partikel padatan
Untuk menyeragamkan ukuran partikel pasta
Mixer
Mill
Homogenizer
Filler
- untuk mencampur bahan.
- Untuk kapasitas 200 galon umumnya digunakan large-scale multiagitator mixer.
- Koloid mill dapat diletakkan di bawah mixer untuk mendispersikan lemak lebih lanjut ke dalam pasta.
Merupakan alat pembuatan skala industri pada pasta yang bernama
Mixer
Mill
Homogenizer
Filler
digunakan untuk mengecilkan globul-globul minyak yang terbentuk merupakan alat yang bernama
Mixer
Mill
Homogenizer
Filler
untuk mengisi pasta ke dalam wadah.
mesin pengisi pasta mempunyai alat pemotong agar pasta yang masuk ke dalam tube tidak mengotori bagian untuk penyegelan pada tube.
merupakan alat yang bernama
Mixer
Mill
Homogenizer
Filler
Mengandung lebih dari 50% zat padat.
Basis : vaselin dan paraffin cair.
Bahan dasar tidak berlemak (gliserol, musilago, atau sabun)🡪 antiseptik, pelindung kulit.
Untuk lesi akut yang cenderung membentuk karat, mengelembung dan mengeluarkan cairan.
Contoh: Pasta Zinci Oxydi, Resorcinoly Sulfuricy Pasta, dan Acidi salicylici Zinc Oxydy Pas
Pasta Berlemak
Pasta Kering
Pasta Pendingin
Pasta Detifriciae (Pasta Gigi)
Pasta Kosmetik
Mengandung ± 60% zat padat (serbuk)
Contoh: Pasta Bentonit, Bentonit Clay Mask
Komposisi: Bentonit, Sulfur Praecipitatum, Zinci Oxydi, Talci, Icthamoli, Glycerini
Pasta Berlemak
Pasta Kering
Pasta Pendingin
Pasta Detifriciae (Pasta Gigi)
Pasta Kosmetik
Merupakan campuran serbuk minyak lemak dan cairan berair, contoh: salep 3 dara.
Komposisi: Zinci Oxyde, Olei Olivie, Calcii Hydroxidi Solutio.
Pasta Berlemak
Pasta Kering
Pasta Pendingin
Pasta Detifriciae (Pasta Gigi)
Pasta Kosmetik
Hydrogen Peroxide merupakan bahan untuk
ZA pasta gigi
Bleaching agent pasta gigi
polishing agent pasta gigi
moistener and humectan agent pasta gigi
detergen and foaming agent
trikalsium fosfat merupakan bahan untuk dan berapa konsentrasinya
ZA pasta gigi
40-50%
Bleaching agent pasta gigi
30 - 50%
polishing agent pasta gigi
10 - 50%
moistener and humectan agent pasta gigi
20 - 50%
detergen and foaming agent
10 - 40%
gliserin, sorbitol merupakan bahan untuk
ZA pasta gigi
Bleaching agent pasta gigi
polishing agent pasta gigi
moistener and humectan agent pasta gigi
detergen and foaming agent
SLS merupakan bahan untuk dan berapa konsentrasi tetapnya
ZA pasta gigi
1 - 5%
Bleaching agent pasta gigi
2,5 - 5%
polishing agent pasta gigi
2 - 5%
moistener and humectan agent pasta gigi
3 - 5%
detergen and foaming agent
1,5 - 5%
Sodium silicate merupakan bahan untuk
ZA pasta gigi
Bleaching agent pasta gigi
polishing agent pasta gigi
moistener and humectan agent pasta gigi
corrosion inhibitor pasta gigi
berapakah kosentrasi binder
0,4-2%
0.1 – 1.3 %
0.8 - 1.5 %
1.5 - 5%
berapakah kosentrasi binder
0,4-2%
0.1 – 1.3 %
0.8 - 1.5 %
1.5 - 5%
i. Preservatives 0,1-1 %
ii. Antioxidants 0,01-0,05 %
iii. Consistency agents 0,5-20 %
iv. Chelating Agents 0-0,02 %
merupakan bahan yang ada dipasta kosmetik terkait bahan
wajib digunakan
umumnya menggunakan tambahan
tidak perlu digunakan juga tidak apa apa
tidak boleh digunakan
alat untuk pasta gigi sederhana yaitu
alat untuk pasta gigi herbal yaitu
pasta pembalut yang berisi pasta zinc oksida 10% yang digulung ke dalam plastic core. sebagai pelindung kulit terutama digunakan untuk mendukung pengobatan cedera ekstrimitas. Caranya, baurkan pasta ke bagian yang sakit terutama pada cedera lutut, sendi. Lalu di ditutup dengan perban atau pembalut elastic adhesive.
triple roller mill merupakan alat untuk pembuatan viscopaste yang bentuknya
perhatikan hal berikut ini
i. Petrolatum hidrofilik,
ii. Lanolin,
iii. Lanolin anhidrat
merupakan contoh basis
Salep Hidrokarbon
Salep Absorpsi
Salep yang Dapat Tercuci air
Salep yang Dapat Larut dalam Air
perhatikan hal berikut ini
i. natrium lauryl sulfat,
ii. alkohol stearat
iii. propilen glikol
merupakan contoh basis yang dapat dicuci air sebutkan fungsi NaLS
Pengemulsi
fase lemak
fase air
antioksidan
perhatikan hal berikut ini
i. natrium lauryl sulfat,
ii. alkohol stearat
iii. propilen glikol
iv. PEG
merupakan contoh basis dapat tercuci air
I dan III
II dan IV
I, II dan III
IV saja
perhatikan hal berikut ini
i. hard paraffin
ii. liquid paraffin
iii. soft paraffin
iv. thick paraffin
yang termasuk basis hidrokarbon yaitu
I dan III
II dan IV
I, II dan III
IV saja
bentuk sediaan setengah padat, berupa emulsi mengandung air tidak
kurang dari 60% dan dimaksudkan untuk pemakaian luar merupakan pengertian krim berdasarkan
FI III
FI IV
Pharmaceutical codex
USP
bentuk sediaan setengah padat, berupa emulsi mengandung air tidak
kurang dari 60% dan dimaksudkan untuk pemakaian luar merupakan pengertian krim berdasarkan
FI III
FI IV
FI V
Codex pharmaceutical
Sediaan semi solid (kental), umumnya berupa emulsi m/a (krim berair), atau emulsi a/m (krim berminyak)
FI III
FI IV
Pharmaceutical codex
USP
berapa suhu peleburan krim
70 - 75
71 - 75
72 - 75
73 - 75
Sistem semipadat terdiri dari suspensi yang
dibuat dari partikel anorganik yang kecil atau
molekul organik yang besar, terpenetrasi oleh
suatu cairan merupakan definisi dari
cream
pasta
gel
salep
fase terdispers melarut atau mengembang sehingga terlihat hanya
sebagai satu fase saja, pada umumnya jernih. senyawa
makromolekul atau senyawa-senyawa polimer,
contoh: gel carbomer.
fase tunggal
fase ganda
fase kombinasi
fase kuarter
senyawa anorganik yang tidak larut, terdispersi homogen dalam
bentuk sehingga terlihat sebagai dua fase, biasanya tidak jernih.
contoh : gel aluminium hidroksida dan magma bentonit
fase tunggal
fase ganda
fase kombinasi
dua fasa
bersifat hidrofilik, larut air atau terdispersi koloidal, hidrogel organik (polimer alam, der.selulosa) dan hidrogel anorganik (bentonit, silika)
Hidrogel
Organogel
Xerogel
Emulgel
pembawa bukan air, lemak hewan/tumbuhan, hidrokarbon, sabun lemak, organogel hidrofilik (polar organogel) carbowak dan PEG BM tinggi.
Hidrogel
Organogel
Xerogel
Emulgel
gel padat dengan konsistensi solven sangat rendah, membentuk matriks gel, contoh gelatin sheets, tragacanth ribbons, acacia tears.
Hidrogel
Organogel
Xerogel
Emulgel
bentonit magma
sifat fasa koloid anorganik
sifat fasa koloid organik
sifat fasa koloid sintesis
sifat fasa koloid alami
bahan gelling oil yaitu
Natrium alginat, tragakan
MC, HPMC
Karbomer
Polietilen
transparan atau berbentuk suspensi partikel koloid yang terdispersi, dimana dengan jumlah pelarut yang cukup banyak membentuk gel koloid yang mempunyai struktur tiga dimensi.
Penampilan gel
Inkom
gelling agen
Penggunaan polisakarida
Viskositas sediaan gel
mencampur obat yang bersifat kationik pada kombinasi zat aktif, pengawet atau surfaktan dengan pembentuk gel yang bersifat anionik (terjadi inaktivasi atau pengendapan zat kationik tersebut).
Penampilan gel
Inkom
gelling agen
Penggunaan polisakarida
Viskositas sediaan gel
dipilih harus bersifat inert, aman dan tidak bereaksi dengan komponen lain dalam formulasi.
Penampilan gel
Inkom
gelling agen
Penggunaan polisakarida
Viskositas sediaan gel
tahap 3 dalam pembuatan gel
Senyawa polimer/makromolekul (struktur kompleks) bersifat
hidrofil/hidrokoloid
Mengembang bila didispersikan dalam air
Proses hidrasi molekul air melalui pembentukan ikatan hidrogen
Molekul air terjebak dalam struktur molekul yang kompleks
Terbentuk masa gel yang kaku (semisolid)
Konvensional seperti pada pasta gigi.
Ditutup oleh membran tipis berbahan logam
Torpedo yang memerlukan pin untuk menusuk sebelum produk dapat dikeluarkan
Inovasi partikular, yaitu penggunaan mulut tube plastic pada tube logam.
tube
pot
botol
ampul
resisten atau tidak bereaksi dengan zat kimia merupakan salah satu sifat tube logam tipe
Stainless steel
Timah
Alumunium
Timbal
sering digunakan untuk salep yang tidak mengandung bahan reaktif
Stainless steel
Timah
Alumunium
Timbal
pembuatan harus didinginkan perlahan-lahan agar memberikan kelenturan yang diperlukan. Juga mengeras pada pemakaian
Stainless steel
Timah
Alumunium
Timbal
digunakan untuk kemasan yang mengandung fluoride
Stainless steel
Timah
Alumunium
Timbal
perhatikan hal berikut ini
i. Polietilen
ii. Polipropilen
iii. PET (Polietilen Terephtalat)
iv. PVC
merupakan bahan untuk tube
logam
plastik
perekat
kertas
Memiliki mulut yang lebih besar dan lebar disesuaikan dengan ukuran wadah. harus terisi penuh tetapi tidak boleh terlalu tinggi agar tidak menyentuh bagian tutup. Biasanya dibuat dari gelas atau plastik gelap atau jernih
tube
pot
botol
vial
Sifat: inert secara kimiawi, tidak permeabel, kuat dan keras.
Keuntungan: kedap udara, dibuat dari bahan yang lebih murah, tidak mudah terbakar, bentuknya tetap, mudah diisi, mudah ditutup, mudah disterilisasi, mudah dibersihkan dan dapat digunakan kembali, tidak menurun mutunya karena penyimpanan, dengan sistem penutupan yang seperlunya dapat menjadi penghalang yang baik terhadap hampir semua unsur kecuali sinar.
Gelas
Plastik
Logam
Kertas
jenis plastik yang digunakan sama dengan tube plastik serta memiliki kelebihan dan kekurangan yang sama.
Gelas
Plastik
Logam
Kertas
Biasanya untuk sediaan dalam ukuran besar (jumlah banyak) dan pemakaiannya langsung pada tempat pemakaian dengan dosis relatif banyak Bahan dapat berasal dari plastik maupun gelas. Bahan plastik dapat berasal dari polimer-polimer sedangkan bahan gelas dapat berasal dari bahan gelas borosilikat atau gelas natrium karbonat yang diolah, atau yang biasa atau untuk penggunaan umum.
Botol
Pot
Tube
Kertas
Pemilihan botol dan pot yang terbuat dari plastik
Lebih murah, tahan pecah, aman bagi pemakai serta mengurangi resiko pecah pada distribusi dan pengunaanya. Tetapi pemilihannya harus diperhatikan karena dapat terjadi perembesan, Pelunturan, dan Reaktivitas kimia
memiliki perlindungan yang unggul, ekonomis, dan wadah tesedia dalam berbagai ukuran dan bentuk, inert, tidak permeabel, kuat dan keras.
Untuk sediaan krim yang mengandung zat aktif yang dapat berikatan dengan katalisator contohnya besi, penggunaan gelas amber atau gelap tidak diperbolehkan karena gelas amber terdapat oksida besi yang mana dapat lepas dan masuk ke produk obat. Selain itu, untuk sediaan yang tidak stabil terhadap cahaya dapat menggunakan amber glass.
Tube plastik harganya lebih murah dari pada tube logam, karna sifatnya yg korosif penggunaan tube logam dapat diganti dengan tube plastik. Untuk sediaan krim yang mengandung air atau bahan reaktif seperti fenol, harus menggunakan logam yang sudah dilapisi plastik tipis pada bagian dalam untuk mencegah kontak antara sediaan dengan logam. Dalam sediaan krim penggunaan tube alumunium , Krim harus di buffer pada pH yang sesuai (seperti contoh campuran 0.1 % anhidrat natrium hidrogen fosfat dan 0.2 % Natrium dihidrogen fosfat) untuk mencegah terjadinya korosi
Untuk sediaan salep yang mengandung basis hidrofobik tidak dapat menggunakan pot plastik yang terbuat dari hidrofobik juga karena antara wadah dan sediaan akan berinteraksi kimia sehingga dapat mengurangi keefektifan dari sediaan salep
Pemilihan botol dan pot yang terbuat dari gelas
Lebih murah, tahan pecah, aman bagi pemakai serta mengurangi resiko pecah pada distribusi dan pengunaanya. Tetapi pemilihannya harus diperhatikan karena dapat terjadi perembesan, Pelunturan, dan Reaktivitas kimia
memiliki perlindungan yang unggul, ekonomis, dan wadah tesedia dalam berbagai ukuran dan bentuk, inert, tidak permeabel, kuat dan keras.
Untuk sediaan krim yang mengandung zat aktif yang dapat berikatan dengan katalisator contohnya besi, penggunaan gelas amber atau gelap tidak diperbolehkan karena gelas amber terdapat oksida besi yang mana dapat lepas dan masuk ke produk obat. Selain itu, untuk sediaan yang tidak stabil terhadap cahaya dapat menggunakan amber glass.
Tube plastik harganya lebih murah dari pada tube logam, karna sifatnya yg korosif penggunaan tube logam dapat diganti dengan tube plastik. Untuk sediaan krim yang mengandung air atau bahan reaktif seperti fenol, harus menggunakan logam yang sudah dilapisi plastik tipis pada bagian dalam untuk mencegah kontak antara sediaan dengan logam. Dalam sediaan krim penggunaan tube alumunium , Krim harus di buffer pada pH yang sesuai (seperti contoh campuran 0.1 % anhidrat natrium hidrogen fosfat dan 0.2 % Natrium dihidrogen fosfat) untuk mencegah terjadinya korosi
Untuk sediaan salep yang mengandung basis hidrofobik tidak dapat menggunakan pot plastik yang terbuat dari hidrofobik juga karena antara wadah dan sediaan akan berinteraksi kimia sehingga dapat mengurangi keefektifan dari sediaan salep
Pemilihan tube yang terbuat dari plastik dan Logam
Lebih murah, tahan pecah, aman bagi pemakai serta mengurangi resiko pecah pada distribusi dan pengunaanya. Tetapi pemilihannya harus diperhatikan karena dapat terjadi perembesan, Pelunturan, dan Reaktivitas kimia
memiliki perlindungan yang unggul, ekonomis, dan wadah tesedia dalam berbagai ukuran dan bentuk, inert, tidak permeabel, kuat dan keras.
Untuk sediaan krim yang mengandung zat aktif yang dapat berikatan dengan katalisator contohnya besi, penggunaan gelas amber atau gelap tidak diperbolehkan karena gelas amber terdapat oksida besi yang mana dapat lepas dan masuk ke produk obat. Selain itu, untuk sediaan yang tidak stabil terhadap cahaya dapat menggunakan amber glass.
Tube plastik harganya lebih murah dari pada tube logam, karna sifatnya yg korosif penggunaan tube logam dapat diganti dengan tube plastik. Untuk sediaan krim yang mengandung air atau bahan reaktif seperti fenol, harus menggunakan logam yang sudah dilapisi plastik tipis pada bagian dalam untuk mencegah kontak antara sediaan dengan logam. Dalam sediaan krim penggunaan tube alumunium , Krim harus di buffer pada pH yang sesuai (seperti contoh campuran 0.1 % anhidrat natrium hidrogen fosfat dan 0.2 % Natrium dihidrogen fosfat) untuk mencegah terjadinya korosi
Untuk sediaan salep yang mengandung basis hidrofobik tidak dapat menggunakan pot plastik yang terbuat dari hidrofobik juga karena antara wadah dan sediaan akan berinteraksi kimia sehingga dapat mengurangi keefektifan dari sediaan salep
Pemilihan kemasan pot plastik.
Lebih murah, tahan pecah, aman bagi pemakai serta mengurangi resiko pecah pada distribusi dan pengunaanya. Tetapi pemilihannya harus diperhatikan karena dapat terjadi perembesan, Pelunturan, dan Reaktivitas kimia
memiliki perlindungan yang unggul, ekonomis, dan wadah tesedia dalam berbagai ukuran dan bentuk, inert, tidak permeabel, kuat dan keras.
Untuk sediaan krim yang mengandung zat aktif yang dapat berikatan dengan katalisator contohnya besi, penggunaan gelas amber atau gelap tidak diperbolehkan karena gelas amber terdapat oksida besi yang mana dapat lepas dan masuk ke produk obat. Selain itu, untuk sediaan yang tidak stabil terhadap cahaya dapat menggunakan amber glass.
Tube plastik harganya lebih murah dari pada tube logam, karna sifatnya yg korosif penggunaan tube logam dapat diganti dengan tube plastik. Untuk sediaan krim yang mengandung air atau bahan reaktif seperti fenol, harus menggunakan logam yang sudah dilapisi plastik tipis pada bagian dalam untuk mencegah kontak antara sediaan dengan logam. Dalam sediaan krim penggunaan tube alumunium , Krim harus di buffer pada pH yang sesuai (seperti contoh campuran 0.1 % anhidrat natrium hidrogen fosfat dan 0.2 % Natrium dihidrogen fosfat) untuk mencegah terjadinya korosi
Untuk sediaan salep yang mengandung basis hidrofobik tidak dapat menggunakan pot plastik yang terbuat dari hidrofobik juga karena antara wadah dan sediaan akan berinteraksi kimia sehingga dapat mengurangi keefektifan dari sediaan salep
Pemilihan kemasan pot kaca.
Untuk salep yang dapat terpengaruhi oleh cahaya contohnya zat aktif seperti fenol, garam merkuri pot berbahan gelas sering digunakan untuk mencegah perubahan warna
memiliki perlindungan yang unggul, ekonomis, dan wadah tesedia dalam berbagai ukuran dan bentuk, inert, tidak permeabel, kuat dan keras.
Untuk sediaan krim yang mengandung zat aktif yang dapat berikatan dengan katalisator contohnya besi, penggunaan gelas amber atau gelap tidak diperbolehkan karena gelas amber terdapat oksida besi yang mana dapat lepas dan masuk ke produk obat. Selain itu, untuk sediaan yang tidak stabil terhadap cahaya dapat menggunakan amber glass.
Tube plastik harganya lebih murah dari pada tube logam, karna sifatnya yg korosif penggunaan tube logam dapat diganti dengan tube plastik. Untuk sediaan krim yang mengandung air atau bahan reaktif seperti fenol, harus menggunakan logam yang sudah dilapisi plastik tipis pada bagian dalam untuk mencegah kontak antara sediaan dengan logam. Dalam sediaan krim penggunaan tube alumunium , Krim harus di buffer pada pH yang sesuai (seperti contoh campuran 0.1 % anhidrat natrium hidrogen fosfat dan 0.2 % Natrium dihidrogen fosfat) untuk mencegah terjadinya korosi
Untuk sediaan salep yang mengandung basis hidrofobik tidak dapat menggunakan pot plastik yang terbuat dari hidrofobik juga karena antara wadah dan sediaan akan berinteraksi kimia sehingga dapat mengurangi keefektifan dari sediaan salep
Pemilihan kemasan tube logam ataupun plastik
Untuk salep yang dapat terpengaruhi oleh cahaya contohnya zat aktif seperti fenol, garam merkuri pot berbahan gelas sering digunakan untuk mencegah perubahan warna
Pemakaian tube baik tube logam maupun tube plastik juga sering digunakan dalam sediaan salep, contohnya salep mata, salep hidrokortison dan lain sebagainya. Salep yang steril contohnya salep mata, harus diisi secara aseptis kedalam tube yang steril juga untuk menghindari kontaminasi. Seperti diuraikan diatas pemakaian tube plastik sering daripada tube logam karena tube logam memiliki sifat korosif yang dapat merusak sediaan salep.
Tube plastik harganya lebih murah dari pada tube logam, karna sifatnya yg korosif penggunaan tube logam dapat diganti dengan tube plastik. Untuk sediaan krim yang mengandung air atau bahan reaktif seperti fenol, harus menggunakan logam yang sudah dilapisi plastik tipis pada bagian dalam untuk mencegah kontak antara sediaan dengan logam. Dalam sediaan krim penggunaan tube alumunium , Krim harus di buffer pada pH yang sesuai (seperti contoh campuran 0.1 % anhidrat natrium hidrogen fosfat dan 0.2 % Natrium dihidrogen fosfat) untuk mencegah terjadinya korosi
Untuk sediaan salep yang mengandung basis hidrofobik tidak dapat menggunakan pot plastik yang terbuat dari hidrofobik juga karena antara wadah dan sediaan akan berinteraksi kimia sehingga dapat mengurangi keefektifan dari sediaan salep
Sifat sediaan
Gel mengandung kadar air yang tinggi🡪 rentan pertumbuhan mikroba
Tempat dan Cara Penggunaan
Gel dapat digunakan untuk obat yang diberikan secara topikal (non streril) atau dimasukkan ke dalam lubang tubuh atau mata (gel dan kemasan steril) (FI IV, hal 8).
Gel untuk penggunaan pada kulit dapat dikemas dalam tube atau pot salep.
Gel lubrikan harus dikemas dalam tube dan harus disterilkan.
Keefektifan cara penggunaan
Wadah harus diisi cukup penuh dan kedap udara untuk mencegah penguapan.
Viskositas sediaan gel
Penggunaan pengawet pada sediaan.
Estetika
Biaya Produksi
salep
gel
cream
pasta
Mudah dibuka
Jumlah pemakaian dapat dikontrol jumlahnya dengan cara penekanan pada tube berkaitan dengan viskositas gel
Mudah dikeluarkan dari wadah
Menghindari kontaminan untuk masuk karena jika ada sisa yang gel yang berada diluar sediaan tidak akan tersedot masuk kembali dan tidak dapat menyedot kembali udara yang telah keluar terkait dengan gel yang mempunyai kadar air yang tinggi dan rentan ditumbuhi mikroba.
Dapat dilipat sehingga meminimalisir gel yang tertinggal
Tube berbahan Logam
Tube berbahan plastik
Pot berbahan kaca dan plastik
Botol dengan Pompa
Biaya murah
Mempunyai sifat khas dapat menyedot kembali sehingga mencegah produk mengalir keluar. (sifat ini dapat menjadi suatu kerugian karena akan ada kemungkinan kontaminasi)
Tidak untuk gel yang steril
Fleksible sehingga memudahkan pemakaian gel
Tube berbahan Logam
Tube berbahan plastik
Pot berbahan kaca dan plastik
Botol dengan Pompa
Untuk gel yang sekali pemakaiannya dalam jumlah yang banyak sehingga lebih efisisen pengambilannya dengan pot yang bermulut lebar
Untuk gel yang viskositasnya tinggi
Biasanya digunakan pengawet dalam jumlah tinggi karena sering terpapar langsung dengan udara
Bahan Kaca🡪 estetika lebih baik 🡪 akan meningkatkan harga jual
Tube berbahan Logam
Tube berbahan plastik
Pot berbahan kaca dan plastik
Botol dengan Pompa
Memudahkan penggunaan
Memperkecil kemungkinan kontaminasi masuk dalam kemasan
Biasanya untuk dalam volum yang agak besar agar mempermudah pengambilannya dan untuk gel yang viskositasnya tidak terlalu tinggi.
Botol kaca dan plastik
Kemasan dengan aplikator
Pot berbahan kaca dan plastik
Botol dengan Pompa
Untuk penggunaan yang bisa langsung dituang pada bagian tubuh Biaya produksi relatif murah (plastik) Untuk gel yang viskositasnya tidak terlalu encer. Untuk bahan kaca: viskositas gel tidak terlalu tinggi. Bahan kaca: estetika lebih baik, dapat meningkatkan harga jual (karena biaya produksi juga relatif tinggi)
Botol kaca dan plastik
Kemasan dengan aplikator
Pot berbahan kaca dan plastik
Botol dengan Pompa
Aplikatornya yang elastis dan lembut membuat nyaman ketika sediaan gel dimasukkan ke dalam rektum Harus steril pada aplikatornya karena akan dimasukkan ke dalam tubuh. Aman dan nyaman digunakan untuk pemakaian rektal
Botol kaca dan plastik
Kemasan dengan aplikator
Pot berbahan kaca dan plastik
Botol dengan Pompa
