NEW
Font size
Worksheetsuji petik Juli 2023
Total questions: 50
Worksheet time: 38mins
Alat pelindung diri untuk mengakses track adalah,kecuali :
SCD,Voltage Detector,Body Harness,safety shose.
SCD,Voltage Detector,safety vest,safety shose.
SCD,Voltage Detector,safety helmet,safety shose.
SCD,Voltage Detector,safety gloves,safety shose.
Permintaan akses ke track di lakukan oleh KUPT kepada:
Kepala Stasiun
PPKA Stasiun terdekat
PKD Stasiun terdekat
Masinis
Sebutkan apa saja yang perlu diinformasikan pada saat akses ke track:
Lokasi Km/Hm,Alat kerja,Petak jalan,dan tim leader
Lokasi Km/Hm,Alat kerja,Petak jalan,dan lebar jalur
Lokasi Km/Hm,Jam,Petak jalan,Jenis kegiatan dan Identitas tim leader
Lokasi Km/Hm,Alat kerja,panjang track,dan lebar jalur
Sebutkan langkah-langkah pada saat pelaksanaan kegiatan di track bertegangan 750 VDC setelah mendapat ijin untuk akses ke track:
Mengecek kembali tegangan dengan Voltage detector,memasang SCD,dan Cek modulasi radio handy talky dengan PPKA 2 staisun antara
Memasang SCD dan Cek modulasi radio handy talky dengan PPKA 2 staisun antara
Memasang SCD dan Cek modulasi radio handy talky dengan PPKA 2 staisun antara
Mengecek kembali tegangan dengan Voltage detector dan Memasang Safety line
Access Management lembar ke berapa yang di serahkan kepada PPKA setelah melaksanakan kegiatan:
Lembar ke 1
Lembar ke 2
Lembar ke 3
Lembar ke 4
Apa yang dilakukan setelah kegiatan di track bertegangan 750 VDC selesai:
Meyakinkan SCD sdh di lepas dan melaporkan ke salah satu PPKA stasiun yang dituju bahwa semua petugas sudah berada di peron stasiun dengan menyerahkan form Access Management lembar ke 3
Meyakinkan SCD sdh di lepas dan melaporkan ke salah satu PPKA stasiun yang dituju bahwa semua petugas sudah berada di peron stasiun dengan menyerahkan form Access Management lembar ke 1
Mengecek tegangan dengan Voltage Detector dan melaporkan ke salah satu PPKA stasiun yang dituju bahwa semua petugas sudah berada di peron stasiun dengan menyerahkan form Access Management lembar ke 1
Mengecek tegangan dengan Voltage Detector dan melaporkan ke salah satu PPKA stasiun yang dituju bahwa semua petugas sudah berada di peron stasiun dengan menyerahkan form Access Management lembar ke 3
Unit/bagian Power petugas gardu substation akan mengembalikan manual current pada posisi ON bila kondisi:
Tidak ada laporan dari PPKP
System Scada belum operasional/aktif
System Scada belum operasional/aktif
a dan c benar
Fungsi SOP Track Access management (TAM) adalah
Sebagai pedoman prosedur ketika terjadi power off
Sebagai pedoman prosedur ketika terjadi gangguan sarana
Sebagai pedoman prosedur akses ke track agar terjamin keselamatan dan keamanan
Sebagai pedoman prosedur berjalan di walk way
Form Access Management lembar ke 3 diisi oleh PIC pada saat:
Ketika akan keluar/selesai pekerjaan
Ketika akan memulai pekerjaan
Ketika terjadi gangguan power OFF
Ketika akan berjalan di walk wayKetika akan berjalan di walk way
Permintaan Acces ke Track secara tertulis dengan menyebutkan Identitas Tim Leader pada form Acces Management Lembar ke:
Ke 1
Ke 2
Ke 3
Ke 4
Gangguan Sarana Kereta Api Ringan terjadi ketika dalam koridor waktu paling lama 10 menit,dan/atau kesepakatan waktu tambahan antara PPKP,awak sarana perkeretaapian, dan Dinas Sarana.hal ini termasuk dalam klasifikasi gangguan sarana kereta api ringan:
Sarana Kereta Api Ringan tidak mengalami gangguan
Sarana Kereta Api Ringan mengalami gangguan namun dapat berjalan kembali
Sarana Kereta Api Ringan tidak mengalami gangguan namun tidak dapat digerakan dengan sarana lain
Sarana Kereta Api Ringan tidak mengalami gangguan dan dapat digerakan dengan sarana lain
Sarana kereta api ringan yang mengalami gangguan tidak dapat digerakan dari titik kejadian dengan sarana lain termasuk klasifikasi gangguan sarana kereta api ringan
Sarana kereta api ringan mengalami gangguan namun dapat digerakan dengan sarana lain.
Sarana kereta api ringan mengalami gangguan namun tidak dapat digerakan dengan sarana lain.
Sarana kereta api ringan mengalami gangguan namun dapat berjalan kembali
Benar Semua
Sarana kereta api ringan mengalami gangguan namun dapat berjalan kembali adalah:
Sarana kereta api ringan yang mengalami gangguan masih dapat digerakan dari titik kejadian dengan sarana lain
Sarana kereta api ringan yang mengalami gangguan tidak dapat digerakan dari titik kejadian dengan sarana lain
Sarana kereta api ringan,awak sarana perkeretaapian dapat melanjutkan kembali perjalanan sesuai dengan penetapan perjalanan kereta api ringan
Benar Semua
Dibawah ini adalah Hal-hal yang dilakukan PPKP setelah menerima laporan gangguan sarana,kecuali:
Berkoordinasi dengan jajaran terkait perihal perhitungan waktu penanganan gangguan, menentukan metode evakuasi penumpang,menentukan metode evakuasi sarana menuju stasiun tertentu.
Berkoordinasi dengan jajaran terkait perihal perhitungan waktu penanganan gangguan, menentukan metode evakuasi sarana menuju depo,mengendalikan pola pengendalian kereta api ringan lain yang tidak terganggu
Awak sarana perkeretaapian memastikan bahwa sarana kereta api ringan tersebut tidak dapat dihidupkan kembali, menentukan metode evakuasi sarana menuju depo,mengendalikan pola pengendalian kereta api ringan lain yang tidak terganggu
Berkoordinasi dengan jajaran terkait perihal perhitungan waktu penanganan gangguan, menentukan metode evakuasi sarana menuju depo,mengendalikan pola pengendalian kereta api ringan lain yang tidak terganggu,dan menentukan metode evakuasi sarana menuju stasiun tertentu.
Sarana ditarik ke stasiun depannya menggunakan sarana kereta api ringan yang beroperasi di depan sarana kereta api ringan yang mengalami gangguan adalah :
Evakuasi penumpang kereta api ringan yang terganggu di jalan bebas
Pengendalian pola operasi kereta api ringan
Pengiriman sarana kereta api ringan yang mengalami gangguan menuju depo
Evakuasi sarana kereta api ringan yang mengalami gangguan di jalan bebas.
Salah satu evakuasi penumpang kereta api ringan yang mengalami gangguan:
Awak sarana borkoordinasi dengan masinis
PPKP memutuskan pola pelayanan penumpang selanjutnya
PPKP menentukan nomor kereta api ringan sebagai kereta api ringan penolong
Pengalihan penumpang dari sarana Kereta api ringan yang mengalami gangguan ke sarana kereta api ringan lain yang berada di jalur sebelahnya melalui jembatan darurat
Pengendalian Kereta Api ringan yang berada pada section yang mengalami gangguan prasarana dilakukan dengan salah satu ketentuan sbb:
PPKP mencari informasi terkait lama gangguan prasarana
Jika memungkinkan,Kereta Api Ringan tidak di gerakan menuju stasiun terdekat
Menunggu perbaikan prasarana sampai dengan kondisi prasarana tidak dapat di lewati Kereta Api Ringan
Kereta Api Ringan di gerakan menuju Depo
Sebutkan salah satu tindakan dan pelaporan Gangguan Prasarana:
Masinis tidak melaporkan ke PPKP perihal gangguan dengan tidak menginfokan lokasi dan jam kejadian
PPKP tidak menginfokan PPKA 2 stasiun antara lokasi gangguan untuk tidak memberhentikan Kereta Api Ringan terdekat di stasiun
KUPT terkait tidak melaporkan ke PPKP perihal hasil pemeriksaan kondisi prasarana
Apabila Jalur di tutup ( Semboyan 3),KUPT terkait harus memberikan estimasi lama semboyan 3 dan waktu perbaikan
Sebutkan salah satu tata cara Evakuasi Sarana Kereta Api Ringan dengan cara ditarik atau didorong dengan menggunakan Sarana Kereta Api Ringan yang beroperasi dari relasi sebaliknya :
Evakuasi tidak menggunakan Sarana Kereta Api Ringan yang beroperasi menuju relasi sebaliknya dan seterusnya tidak ditarik menuju stasiun terdekat
PPKP tidak menentukan nomor Kereta Api Ringan sebagai Kereta Api Ringan Penolong
PPKP menentukan stasiun tempat berhenti Kereta Api Ringan Penolong sebagai stasiun permulaan dukungan evakuasi
PPKP tidak memerintahkan kepada Stasiun dan awak sarana perkeretaapian Kereta Api Ringan Penolong untuk tidak persiapan proses evakuasi Sarana Kereta Api Ringan yang mengalami gangguan
Apakah Definis dari Emergency Power Off:
Tombol yang berfungsi untuk menghubungkan arus listrik pada section gardu guna kepentingan keselamatan
Tombol yang berfungsi untuk memutus arus listrik pada section gardu guna kepentingan keselamatan
Tombol yang berada pada Sarana Kereta Api Ringan
Tombol untuk menghidupkan Lampu stasiun
Emergency Power Off hanya dapat di gunakan oleh petugas pada saat mengetahui indikasi bahaya yang memungkinkan orang masuk ke track yang diakibatkan antaralain
Bencana Alam,Kebakaran dan Orang terjatuh di jalur Kereta Api Ringan
Gangguan Sarana,Kebakaran dan Orang terjatuh di jalur Kereta Api Ringan
Gangguan Sarana,Rel Putus dan Orang terjatuh di jalur Kereta Api Ringan
Bencana Alam,Kebakaran dan mati lampu
Sebutkan salah satu prosedur mengaktifkan Emergency power off
Petugas stasiun tidak memutus plombir selanjutnya menekan tombol Emergency power off terdekat
KS/PPKA tidak membuat WAD perihal kejadian Emergency power off yang aktif dan tidak mencatat perihal tersebut di buku pemutusan plombir
Petugas stasiun yang menekan tombol panel Emergency power off selanjutnya menginformasikan kepada PPKP melalui telepon intercom bahwa panel Emergency power off aktif
PPKP tidak mengendalikan perjalanan Kereta Api Ringan pada saat Emergency power off di aktifkan
Sebutkan salah satu prosedur Normalisasi Emergency power off
KS/PPKA tidak meyakinkan area third rail (rel ketiga),Emplasemen, dan petak jalan dalam kondisi aman serta tidak melaporkan ke PPKP
PPKP menginstruksikan kepada petugas stasiun untuk tidak menormalkan tombol Emrgency Power Off
PPKP menghidupkan kembali Power Third rail (Rel Ketiga) dan Petugas Stasiun memasang kembali plombir Emergency Power Off
Selanjutnya KS/PPKA tidak melaporkan kepada PPKP, bahwa tombol Emergency Power Off telah dinormalkan
Sebutkan salah satu tujuan SOP Emergency Power Off:
Untuk mempermudah penumpang naik kereta api ringan
Untuk mempermudah perawatan sarana
Memberi pedoman dan petunjuk pelaksanaan teknis dalam penggunaan Tombol Emergency Power Off
Memberi pedoman untuk acces turun ke track
Apakah Tujuan Pemeriksaan Jalur Kereta Api Ringan :
Menjaga Kehandalan jalan rel, slab track, rel ketiga/track rail beserta konstruksi girder bagian atas dan menjamin keselamatan petugas pemeriksa jalur atau petugas lain yang ditugaskan dalam pemeriksaan jalur kereta api ringan.
Menjaga Kehandalan jalan rel, Sungai, rel ketiga/track rail beserta jalan raya dan menjamin keselamatan petugas pemeriksa jalur.
Menjaga Kehandalan jalan rel, Sungai, Semboyan, rel ketiga/track rail beserta konstruksi jalan raya dan menjamin keselamatan petugas pemeriksa jalur atau petugas lain yang ditugaskan dalam pemeriksaan jalur kereta api ringan.
Menjaga kekuatan rel, Sungai, Semboyan, rel ketiga/track rail beserta konstruksi jalan raya dan menjamin keselamatan petugas pemeriksa jalur atau petugas lain yang ditugaskan dalam pemeriksaan jalur kereta api ringan.
Alat kerja dan keselamatan PPJ kereta api ringan adalah, kecuali:
Alat untuk mengencangkan penambat dan baut sambung yang longgar, safety vest, safety shoes, buku pas jalan dan Genset
Alat untuk mengencangkan penambat dan baut sambung yang longgar, safety vest, safety shoes, buku pas jalan, arloji dan senter
Alat untuk mengencangkan penambat dan baut sambung yang longgar, safety vest, safety shoes, buku pas jalan, Cermin dan Voltage detector
Alat untuk mengencangkan penambat dan baut sambung yang longgar, safety vest, safety shoes, buku pas jalan, Alat komunikasi dan Voltage detector
Pelaksanaan Pemeriksaan jalur kereta api ringan dilakukan dengan ketentuan sbb, kecuali:
Pemeriksa jalur kereta api ringan dengan berjalan kaki dilaksanakan oleh seorang PPJ berdasarkan grafik PPJ
Sebelum dilakukan pemeriksaan jalur kereta api ringan, PPJ wajib memastikan tegangan pada third rail sudah di OFF kan oleh petugas terkait, PPJ kereta api ringan wajib meyakinkan tegangan pada third rail sudah nol dengan cara mengecek menggunakan voltage detector atau alat lain yang fungsinya sama
Selama Melakukan pemeriksaan, PPJ kereta api ringan tidak dalam pemantauan OCC
Pemeriksaan dilakukan secara visual dan dengan peralatan yang ditentukan
Teknis Pemeriksaan Jalur kereta api ringan oleh PPJ berangkat dari stasiun adalah, kecuali
PPJ melapor kepada OCC/PPKP sebelum memulai pemeriksaan jalur
PPJ wajib meminta tanda tangan Stasion Manager/PPKA sebelum pemeriksaan
PPJ memeriksa dan mecoba kefungsian alat komunikasi dengan stasion manager/ppka
PPJ tidak mecocokan arlojinya dengan jam induk stasiun
Pada pemeriksaan opname lengkung dengan menggunakan metode tiga titik berapa panjang lurusan pada setiap ujung lengkung:
40 m
20 m
10 m
30 m
Berapakah nilai F anak panah jika diketahui panjang tali busur 20 m dan jari-jari= 1000 m
10 mm
20 mm
40 mm
50 mm
Berapa nilai f jika diketahui F=20 mm
10 m
2,5 m
5 m
4 m
Berapa panjang tali nilon antara 2 titik pedoman untuk listringan pada jalur lurus:
5 m
10 m
20 m
30 m
Alat dan peralatan yang digunakan untuk angkatan dan listringan adalah, Kecuali :
Track Gauge
Garukan garpu
Dongkrak
Genset
Berapa Jumlah dongkrak untuk melistring pada jalur lengkung
3 bh
4 bh
5 bh
6 bh
Suatu lengkung dengan jari-jari yang berubah beraturat disebut :
Lengkung Penuh
Lengkung Peralihan
Lengkung S
Lengkung Majemuk
Salah astu penyebab bantalan yang tidak siku, adalah :
Adanya skilu
Adanya genjotan
Alat penambat yang kendor
Dimensi bantalan tidak sesuai ukuran
Berapakah Panjang Lintas Track LRT SS ?
20 Km
30 Km
23,4 Km
21,3 Km
Berapa Jarak Pengukuran Horizontal pada Third rail ?
75±5 mm
74±5 mm
73±5 mm
72±5 mm
Berapa Jarak Pengukuran Vertikal dari kop rel pada Third rail ?
220±5 mm
200±5 mm
210±5 mm
230±5 mm
Berapa Jarak Pengukuran RAMP pada Third rail ?
130±5 mm
120±5 mm
125±5 mm
128±5 mm
Dibawah ini yang termasuk komponen Third rail, adalah?
Suport Braket, Expansion Joint, Splice Joint
Expansion Joint,Insolator, rubber pad
Rubber pad, Fastening, Dowel
Fastening, Dowel, Pandrol
Berapakah pelebaran jalan rel pada lengkung dengan radius 100 ≤ R < 350 :
0 mm
5 mm
10 mm
20 mm
Sesuai PD 10, dilengkung ada pelebaran lebar spoor untuk Radius 350 < R < 450
adalah :
15 mm
10 cm
5 mm
10 mm
Bila pelebaran lebar spoor normal 1067 mm, maka untuk lebar spoor Radius 350 < R < 450 adalah :
1072 mm
1077 mm
1087 mm
1077 cm
Berapakah batasan nilai skilu jalan rel baru untuk kecepatan V=60 km/jam :
4 mm/m
5 mm/m
6 mm/m
2.5 mm/m
Jika lestrengan jalan rel antara 20-50 m, pelaksanaannya sebagai berikut :
Satu kali geseran saja
Dua kali geseran
Tiga kali geseran
Jawaban a, b, dan c salah
Pada perbaikan sambungan hal yang dilarang karena akan mengancam keamanan dan keselamatan PERKA, adalah :
Melakukanya sesuai Siklus perawatanya
Melaksanakan angkat lestreng
Membuka dua sambungan yang sejajar secara bersamaan
Melepas baud sambung secara bertahap
Pemeriksaan dan perbaikan wesel dicatat dalam format :
Bentuk D. 63
Bentuk D. 140
Bentuk D. 142
Bentuk D. 145
Berapakah jarak minimum antar jalur untuk jalur ganda :
400 cm
450 cm
300 cm
600 cm
Dibawah ini yang merupakan bagian dari spesial tools Third rail adalah?
Structure Gauge
Track Gauge
Setting Gauge
A,B dan C Benar
