WorksheetsDisiplin Positif & Kebajikan Universal
Total questions: 15
Worksheet time: 11mins
Dr. William Glasser dalam Control Theory yang meluruskan beberapa miskonsepsi tentang makna ‘kontrol berikut, kecuali
Ilusi guru mengontrol murid
Ilusi bahwa semua penguatan positif efektif dan bermanfaat
Ilusi bahwa kritik dan membuat orang merasa bersalah dapat menguatkan karakter
Ilusi bahwa orang dewasa memiliki hak untuk memaksa
Ilusi bahwa kontrol berada pada diri sendiri
Bukan Paradigma Stimulus-Respon kepada pendekatan teori Kontrol? (Stephen R. Covey)
Realitas kebutuhan berbeda
Memahami pandangan orang tentang dunia
semua prilaku mempunyai tujuan
Seseorang bisa mengontrol orang lain
Bukan makna Kata Disiplin
perlu hukuman
memiliki motivasi internal
terdapat kemerdekaan
bisa bertanggung jawab
Tingkatan tertinggi Motivasi Prilaku Manusia
Motivasi untuk menghindari ketidaknyaman atau hukuman
Motivasi untuk mendapatkan imbalan atau penghargaan
Motivasi untuk menjadi orang yang mereka inginkan dan menghargai diri sendiri
Motivasi untuk menjadi orang yang dihargai orang lain
Bukan pentingnya Kebajikan Universal
Menciptakan lingkungan yang tidak kondusif
Terbentuk murid-murid yang berkarakter
Terwujud Profil Pelajar Pancasil
Menciptakan lingkungan yang positif & pemelajar sepanjang hayat
Tujuan dari disiplin positif
menanamkan motivasi yang pertama pada murid-murid
menanamkan motivasi yang kedua pada murid-murid
menanamkan motivasi yang ketiga pada murid-murid
menanamkan tiga motivasi prilaku manusia pada murid-murid
Langkah segitiga restitusi
1)Menstabilkan identitas; 2)Menanyakan Keyakinan; 3)Validasi Tindakan yang Salah
1)Validasi Tindakan yang Salah; 2)Menanyakan Keyakinan; 3)Menstabilkan identitas;
1)Validasi Tindakan yang Salah; 2)Menstabilkan identitas; 3)Menanyakan Keyakinan
1)Menstabilkan identitas; 2)Validasi Tindakan yang Salah; 3)Menanyakan Keyakinan
Tujuan restitusi
mengkritik, menyindir, dan merendahkan
Menyakitkan, guru menjalani konsekuensi dengan menyalahkan
Membantu, guru menyatakan peraturan, melakukan peringatan, dan menerapkan konsekuensi
Menguatkan, guru menyebutkan keyakinan kelas, membimbing kerangka acuan berpikir dalam menciptakan kondisi memperbaiki kesalahan pada murid
“Apa yang kamu yakini?”
“Apa yang bisa kamu lakukan untuk memperbaiki masalah ini?”
Pertanyaan di atas merupakan ciri dari ...
Restitusi
Konsekuensi
Sanksi
Hukuman
Alasan bahwa penghargaan itu sama dengan hukuman, yang merupakan cara mengontrol perilaku & menghancurkan potensi seseorang, kecuali...
tidak efektif, merusak hubungan, dan mengurangi ketepatan
menurunkan kualitas
mematikan kreativitas
bagian dari restitusi
Prosedur Pembentukan Keyakinan Sekolah/Kelas, kecuali
bercurah pendapat tentang peraturan yang perlu disepakati
menyusun keyakinan kelas dengan kalimat positif dan menemukan nilai kebajikan atau keyakinan yang dituju
tidak diperlukan memajang keyakinan kelas, karena sudah dihafal
meninjau ulang, menyetujui, publikasi keyakinan kelas dalam jumlah standar yang mudah diingat
Bukan Kebutuhan Dasar Manusia
bertahan hidup
kasih sayang
kebebasan
kesenjangan
Berikut ini merupakan penerapan disiplin positif yang paling tepat adalah
Pak Budi selalu hadir tepat waktu di sekolah karena menjadi guru yang berprestasi dan untuk menghindari teguran yang biasanya diberikan oleh kepala sekolah
Ibu Kokom selalu hadir tepat waktu di sekolah karena ingin memberikan teladan yang baik untuk peserta didiknya dan agar terhindar dari teguran kepala sekolah.
Ibu Wati selalu hadir tepat waktu di sekolah karena ingin berusaha menjadi orang yang bertanggung jawab serta menghargai dirinya sebagai teladan bagi murid-murid Anda
Ibu Rahma selalu hadir tepat waktu di sekolah karena ingin menghindari ketidaknyamanan atau hukuman dan ingin menjadi pribadi yang lebih baik lagi.
Kalimat mana yang paling tepat , agar bisa memvalidasi kebutuhan murid
“Apa nilai-nilai umum yang kita telah sepakati?”
“Apakah kamu sedang menjadi teman yang baik buat dirimu sendiri?”
“Apakah hal itu tepat dilaksanakan”
“Kamu boleh mempertahankan sikap itu, tapi kamu harus menambahkan sikap yang baru.”
Guru: “Kamu tidak mengerjakan tugas, apakah kamu sudah mengerti konsekuensi yang harus dilakukan bila tidak mengerjakan tugas?”
Tono: “Paham Pak, saya harus tinggal kelas pada jam istirahat nanti dan mengerjakan tugas ketertinggalan saya.”
Guru: “Ya, benar, nanti pada saat jam istirahat kamu harus tinggal di kelas untuk menyelesaikan tugas yang harus dikumpulkan. Saya tunggu”
Berdasarkan kasus tersebut, posisi kontrol apa yang diambil oleh guru dalam pendekatannya kepada Tono?
Pemantau
Pembuat rasa bersalah
Manajer
Penghukum
