Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

EVALUASI CERITA FANTASI

Total questions: 10

Worksheet time: 5mins

Name
Class
Date
1.

1.   Teks fiksi yang memiliki kekhasan dalam tema cerita berupa keajaiban adalah ....

a)

Cerpen

b)

Fabel

c)

Cerita Fantasi

d)

Eksposisi

2.

   Berikut ini merupakan ciri unsur cerita fantasi, kecuali ….

 

a)

Tokohnya unik, biasanya memiliki kekuatan atau mengalami peristiwa yang ajaib

b)

Bersifat fiksi

c)

Menggunakan latar beragam, dapat menembus dimensi ruang dan waktu

d)

Peristiwa yang terjadi dalam cerita sesuai dengan kehidupan nyata

3.

Bacalah penggalan teks cerita fantasi berikut ini untuk menjawab pertanyaan no. 3-5!

Pada suatu malam, Sekar sedang duduk di teras rumahnya yang sederhana. Sekar menunggu Ayahnya pulang bekerja. Malam ini tidak seperti malam-malam biasanya. Langit tampak sangat gelap. Tak ada satupun bintang, apalagi bulan yang tampak di atas sana.

Sekar tampak gelisah, Ayahnya tak kunjung datang. Dengan hati penuh cemas, Sekar berdoa semoga Ayahnya segera pulang.


Unsur intrinsik yang dapat dianalisis dari penggalan teks di atas adalah....

a)

Tema dan tokoh

b)

Tokoh dan amanat

c)

Tokoh dan latar

d)

Latar dan amanat

4.

Latar tempat pada teks cerita fantasi tersebut adalah ….

a)

Di teras rumah Sekar

b)

Di kamar Sekar

c)

Di sekolah

d)

Di jalan

5.

Pengarang dalam cerita menggunakan sudut pandang orang ke- ….

a)

1

b)

2

c)

3

d)

4

6.

Bacalah kutipan cerita fantasi berikut!

Burung Penyanyi merasa iba. Ia segera mencari cara untuk menghibur sahabatnyaitu. “Teman, bagaimana kalau kau membuat gelembung-gelembung air dan aku akan bersenandung. Jika kita melakukannya bersama-sama, maka suara yang dihasilkan pasti enak didengar” kata Burung Penyanyi.

Watak Burung Penyanyi dalam kutipan cerita fantasi tersebut adalah ....

a)

Rajin

b)

Pemalas

c)

Baik hati

d)

Pemarah

7.

Cermatilah kutipan cerita fantasi berikut!

Di Pulau Pharos, Rutio sedang beristirahat di luar menara yang tingginya hampir menyentuh awan. Ia duduk sambil memakan kurma di depan api unggun.

Sudut pandang yang digunakan pengarang dalam kutipan cerita fantasi tersebut adalah ....

a)

orang pertama pelaku utama

b)

orang kedua pelaku sampingan

c)

orang ketiga serba tahu

d)

orang ketiga pelaku utama

8.

Bacalah kutipan cerita fantasi berikut !

Kabut malam yang hitam selalu mengirimkan udara dingin. Suara binatang kesakitan terus menghantui seluruh binatang di hutan. Nataga dan saudara-saudaranya selalu berharap kabut akan pergi suatu saat nanti. Namun, ternyata tidak ada perubahan sama sekali, bahkan semakin

parah. “Mengapa kabut ini selalu datang setiap senja sehingga kita tidak pernah bisa melihat bulan dan bintang?” tanya Nataga malam itu. Lagi-lagi hanya sebuah tanya yang belum terjawab. Mereka tidak tahu apa yang harus dilakukan. Sikka selalu menyanyi setiap malam untuk menghibur saudara-saudaranya Sikka tidak sadar, teryata ia juga menghibur binatang- binatang lain dari ketakutan.

Latar terjadinya peristiwa dalam kutipan cerita fantasi tersebut adalah ....

a)

di hutan, malam hari, suasana takut

b)

di danau, sore hari, suasana gelisah

c)

di gunung, malam hari, suasana damai

d)

di lembah, sore hari, suasana sedih

9.

9. “Ya aku yakin. Apabila kita bersatu kita bisa mengalahkan penyihir itu.’Kata Yugi. Sifat Yugi pada kutipan cerita fantasi tersebut adalah

a)

Pemberani

b)

Penakut

c)

Pemarah

d)

Pendiam

10.

Bacalah penggalan cerita berikut!

Jaka Gledek Anak Ajaib
Alkisah, di sebuah desa di lereng lembah Gianti, pada suatu malam lahirlah seorang bayi dari rahim seorang perempuan miskin. Perempuan miskin itu hidup sendirian dan tidak ada warga yang mengetahui bahwa dia sedang hamil. Ketika bayi itu lahir, hujan lebat beserta petir sedang melanda. Tepat pada tengah malam, sang bayi lahir bersamaan dengan petir yang menyambar rumah perempuan itu dan menyebabkan rumah terbakar. perempuan itu mati terbakar dan secara ajaib, sang bayi berhasil selamat. Ia ditemukan keesokan harinya oleh seorang pengemis tua dan diasuhnya sang bayi tersebut. Bayi itu diberi nama Jaka Gledek untuk mengenang peristwa petir yang menyambar rumahnya.
Jaka Gledek tumbuh sebagai bayi yang nakal dan suka mengganggu temannya. Tubuhnya besar, membuat teman-temannya takut padanya. Ia pun memiliki sebuah kelebihan, yaitu kebal terhadap api. Karena kenakalannya, warga desa tidak menyukainya. Pak RT termasuk warga yang sangat membenci Jaka Gledek karena anaknya sering menjadi korban kenakalan Jaka Gledek. Pak RT bersama para warga mengadakan rapat untuk membahas Jaka Gledek. Mereka sepakat untuk mengusir Jaka Gledek apa bila kenakalannya tidak dapat dikendalikan lagi. Pada suatu malam Jumat, hujan petir kembali melanda desa. Warga takut rumah mereka akan disambar petir. Petir ternyata menyambar beberapa rumah warga, termasuk rumah Pak RT yang akhirnya terbakar. Para warga mengungsi ke tempat yang aman, termasuk Pak RT. Tapi ternyata, anak Pak RT tidak sempat ikut mengungsi karena ia sedang tidur dan pintunya terkunci. Ia tidak sempat menyelamatkan diri.
Jaka Gledek yang mengetahui bahwa anak Pak RT yang masih berada di rumah, segera menuju ke rumah Pak RT dan menyelamatkan anak Pak RT. Tanpa takut, ia menerobos rumah yang terbakar dan segera mendobrak kamar anak Pak RT dan menyelamatkannya. Para warga merasa lega dan berterima kasih pada Jaka Gledek terutama Pak RT. Setelah kejadian itu mereka tidak lagi menganggap Jaka Gledek sebagai anak nakal. Mereka bahu-membahu membantu Jaka Gledek dengan menyekolahkannya agar Jaka Gledek mempunyai pendidikan budi pekerti. Setelah sekolah, Jaka Gledek sadar bahwa kekuatannya seharusnya tidak digunakan untuk berbuat nakal kepada temannya. Justru ia dapat menolong banyak orang dengan kekuatan supernya itu.

     

Alur teks cerita fantasi di atas menggunakan alur ….

a)

Maju

b)

Mundur

c)

Maju mundur

d)

Mundur maju