NEW
Font size
WorksheetsKUIS TEKS CERITA PENDEK
Total questions: 20
Worksheet time: 1hrs 15mins
Bacalah kutipan teks berikut!
Anakku, dalam hidup ini segala sesuatu terjadi di sekitar kita. Hal-hal terjadi menimpa kita. Akan tetapi, kita lah yang menentukan akan menjadi apa, menjadi lebih lemah, lebih kuat, atau menjadi sesuatu yang baru? Kamu pilih yang mana?
Teks tersebut merupakan bagian dari struktur … .
evaluasi
komplikasi
resolusi
orientasi
Perhatikan kutipan cerpen berikut!
Sarjo mempersilakan Pak Sukardi beserta anak buahnya untuk masuk ke rumahnya melihat tanaman koleksi Sarjo sekaligus mampir untuk beristirahat. Pak Sukardi kaget melihat koleksi Sarjo. Ternyata Sarjo memiliki bonsai yang lebih banyak daripada koleksi di rumahnya.
"Mas, saya ingin membeli bonsai yang berpot besar itu!"
"Sudah Pak, ambil saja! Saya sudah sejak kecil mengumpulkan ini semua."
(Andi Dwi Handoko, "Bonsai")
Karakter tokoh Sarjo dalam kutipan tersebut adalah ... .
ramah, rajin, pelit
ramah, dermawan, telaten/ulet
ceroboh, malas, sombong
dermawan, ramah, ceroboh
Perhatikan kutipan cerpen berikut!
Kuingin kau berbohong padaku. Seperti yang kau utarakan kemarin, dan yang kemarin dulu itu. Ketika mentari meredup berpendar di pucuk daun sebelah barat rumah dan ketika kerumunan itu tak lagi bersamamu, kau mulai dengan kisah kebohonganmu yang pertama kepadaku.
Latar waktu pada kutipan tersebut adalah ... .
malam hari
siang hari
pagi hari
sore hari
Bacalah kutipan berikut dengan cermat!
Kemudian mendadak muncul puluhan, ratusan, bahkan mungkin ribuan kupu-kupu aneka warna berterbangan dan memenuhi pandanganku. Istriku berteriak dan memegang tanganku, kurasakan pegangannya terlepas dan tak kudengar lagi suaraku sendiri.
Latar suasana pada kutipan cerpen tersebut adalah … .
ketakutan
sedih
damai
panik
Bacalah kutipan berikut dengan cermat!
Sudah hampir jam satu malam, ketakutan menyerangku. Aku ingin menelepon ke rumah, tapi kupastikan Mak Yem menunggu Ayah di rumah sakit. Tiba-tiba aku merasa bersalah, ini sebuah egoisme. Aku dan Yu Ning mengejar karir dan selalu lupa kalau masih punya Ayah yang harus kami perhatikan. Kami selalu lupa menelepon beliau hanya untuk mengucapkan, “Halo”. Padahal, sebelum keberangkatanku ke Jakarta, Ayah bilang, “Kalian berdua memilih karir di Jakarta. Tak seorang pun memang ingin bersama laki-laki tua sepertiku. Aku tahu tidak ada yang harus disalahkan, setiap anak pasti mencari sarangnya yang baru. Tapi, sesekali teleponlah aku. Itu sudah lebih dari cukup.”
Amanat/koda kutipan cerita di atas adalah ... .
Orang tua harus mendukung anaknya untuk mencapai karirnya.
Jangan sia-siakan kesempatan untuk meraih sukses karir.
Sesukses apapun selalu ingat dan memperhatikan orang tua.
Kesempatan tidak akan pernah datang dua kali dalam hidup.
Bacalah kutipan cerpen berikut ini!
Kegagalanku berakhir ketika aku diterima di jurusan sastra Jepang. Aku menekuni pendidikan tinggi di universitas dengan sepenuh hati. Adanya kendala finansial memotivasiku untuk mencari pekerjaan sambilan di samping kuliah. Sepertinya Dewi Fortuna sedang memihak padaku. Pada suatu hari, saudaraku, Mbak April, datang kepadaku. Dia berkata padaku, “Runa, aku mau membuat toko pakaian. Kebetulan di samping kantor lamaku ada kios kosong. Bagaimana kalau kita patungan dan menjual pakaian di sana?”Ia datang dan mengajakku berpatungan untuk membuka sebuah usaha. Kemudian, kami mulai menjalani bisnis pakaian. Ternyata, usaha kami mendapatkan hasil yang gemilang.
Tokoh “aku” yang terdapat dalam kutipan cerpen tersebut adalah … .
seorang pelajar
Runa
Ibu
penjual pakaian
Bacalah kutipan cerpen berikut ini!
“Hanya itu alasan Mama melarang Anisa menikah dengan Handoko?” Bibir Anisa menyinggung sinis. “Oh, alangkah piciknya pikiran Mama! Lalu apa artinya kemuliaan hati Mama selama ini yang Anisa kagumi? Padahal dulu Mama tidak pernah mempermasalahkan status Handoko yang ternyata belum mempunyai pekerjaan tetap. Demikian kakakku yang selama ini mendukungku sekarang berbalik arah.
Penyebab konflik pada kutipan cerpen di atas adalah … .
Handoko yang belum mempunyai pekerjaan tetap.
Mama yang menginginkan menantu orang kaya.
Mama yang mempersalahkan masa lalu Handoko.
Mama melarang Anisa menikah dengan Handoko.
Bacalah kutipan cerpen berikut ini!
Aku pulang, perasaanku tak karuan. Aku memejamkan mata. Herman ada dalam kepala. Mengapa aku tak dapat melenyapkan dia dan memandang dirinya tanpa arti? Mengapa sedih hatiku memandang dia bercanda dengan gadis lain? Aku merasa sendiri dan terpecil. Sendiri dan terlupakan. Sendiri dan tak punya arti.
Konflik pada penggalan cerpen tersebut adalah … .
aku dan dia
aku dan diriku sendiri
aku dan mereka
aku dan Herman
Perhatikan kutipan cerita pendek berikut ini!
Bila ada yang bertanya, siapa makhluk paling kikir di kampung itu, tidak akan ada yang menyanggah bahwa perempuan ringkih yang punggungnya telah melengkung serupa sabut kelapa itulah jawabannya. Semula ia hanya dipanggil Banun. Namun, lantaran sifat kikirnya dari tahun ke tahun semakin mengakar; pada sebuah pergunjingan yang penuh kedengkian, seseorang menambahkan kata kikir di belakang nama ringkas itu, hingga ia ternobat sebagai Banun Kikir. Konon, hingga riwayat ini disiarkan, belum ada yang sanggup menumbangkan rekor kekikiran Banun.
Berdasarkan penggalan teks cerpen di atas, Banun adalah … .
seorang gadis
seorang laki-laki
seorang nenek tua
seorang kakek tua
Perhatikan kutipan cerpen berikut!
(1) Kalau ada pertandingan dini hari, aku dan Ayah bahu-membahu untuk membangunkan. (2) Kami berdua beranak batanggang, atau tidak tidur sampai dini hari, duduk terpaku di depan TV Grundig 14 inci yang berkerai kayu tripleks, ditemani bergelas-gelas kopi. (3) Di Stadion Ullevi Gothenburg, tim berambut pirang ini meledakkan gawang Belanda hanya dalam 5 menit pertama melalui tandukan Larsen: 1 – 0. (4) Aku mengepalkan tangan tinggi-tinggi di udara, “Yes!” teriakku. (5) Aku lirik Ayah, beliau menggeleng-geleng sambil mendeham.
Bukti latar tempat dalam kutipan cerita tersebut ditunjukkan kalimat … .
4
3
2
1
Perhatikan kutipan cerpen berikut!
Aku duduk sendirian di halte depan sekolah menunggu angkot yang akan mengantarku pulang. Kini aku harus membiasakan diri karena tak ada lagi mobil mewah dan sopir pribadi.
(Utami Panca Dewi, "Luka Hati Sabrina")
Latar tempat kutipan teks cerpen tersebut adalah ... .
halte samping rumah
halte depan sekolah
sekolah
terminal bus
Bacalah kutipan cerpen berikut ini!
Parjimin adalah tukang batu, tetangga Kurdi. Lumayan bagi mereka, mendapat proyek baru. Rupanya, proyek rumah gedong itulah yang selalu diperbincangkan Kurdi di setiap kesempatan. Di tempat perhelatan nikah, supitan, di tempat kerja bakti, sarasehan kampung, sampai ronda malam. Dia senantiasa tidak lupa menceritakan rencananya membangun rumah gedungnya itu.
Berdasarkan kutipan cerpen tersebut, Kurdi bersifat … .
sombong
pemberani
baik
pemalas
Perhatikan penggalan cerita pendek berikut!
Seperti apakah rasanya hidup menjadi orang yang tak dimaui? Tanyakan pertanyaan ini padanya. Jika dia bisa berkata-kata, maka yakinlah dia akan melancarkan jawabnya. Konon dia lahir tanpa diminta. Korban gagal gugur kandungan dari seorang perempuan. Hasil sebuah hubungan gelap yang dilaknat warga dan Tuhan.
Perempuan yang saat ini disebut “ibunya” bukanlah ibu yang sebenarnya. Dia hanya inang yang berkasihan lalu bergantian menyusui lapar mulut dua orang bayi; bayi berwajah penyok yang dibuang orang di pinggir kampung.
Penggalan di atas adalah bagian ... .
abstrak
koda
evaluasi
orientasi
Bacalah penggalan teks cerpen berikut!
Adzan Ashar menggema, seiring dengan terdengarnya suara deru mobil di luar, lamunanku menjadi buyar. Ah, kenangan masa lalu dan akupun bangkit serta melihat dari balik gorden jendela. Di luar sana, suamiku bersama anak laki-lakiku yang baru pulang dari les baru turun dari mobil. Suamiku, orang yang kutabrak dulu.
Aku tersenyum terkenang masa lalu, betapa indahnya. Aku pun berjalan menyambut mereka.
Emak…, suatu kata yang penuh arti untukku.
Berdasarkan penggalan teks di atas, struktur teks yang paling menonjol adalah ... .
komplikasi
evaluasi
resolusi
orientasi
Bacalah penggalan teks cerpen berikut!
Beberapa anak laki-laki sedang menghajar si Putih di rumah sebelah. Ada yang menendang, memukul pakai sapu, dan menarik-narik ekornya. Kucing itu hanya bisa mengeong-ngeong kesakitan. Beberapa kali ia mencoba melarikan diri, tapi tertangkap kembali.
Tante Sali menyaksikan itu dengan senang sekali, bahkan ia menyemangati anak-anak itu. Sedangkan Kiki yang berdiri di sebelahnya berurai air mata. Hatinya yang polos dan lembut tak bisa menerima tindakan semena-mena itu.
Berdasarkan penggalan teks di atas, struktur teks cerpen yang paling menonjol adalah ... .
orientasi
komplikasi
evaluasi
resolusi
Bacalah penggalan teks cerita pendek berikut ini!
Ketika Ibu pulang dari bekerja, Kiki mengadu sambil terisak-isak. Ibu menenangkan anak satu-satunya itu dan berjanji. Ibu bekerja jadi pembantu di rumah Nyonya Maria. Sejak gadis ibu sudah bekerja di sana. Ibu berhenti bekerja ketika menikah dengan bapak Kiki. Setelahnya suaminya meninggal, ibu bekerja kembali di sana.
Ketika tahu ibu sering membawa pulang tulang-tulang ikan untuk kucing, Nyonya Maria malah memberi daging untuk Kiki. Nyonya Maria maklum keluarga kecil itu tentu jarang makan daging.
Berdasarkan penggalan di atas, teks cerita pendek yang paling menonjol adalah ... .
orientasi
evaluasi
komplikasi
resolusi
Bacalah teks cerpen berikut!
1) Teman teman fajar bersorak gembira
2) Daffa terkulai lemas karena layang-layang putus
3) Senja pun tiba
4) Ketika terdengar suara azan, anak-anak mulai membubarkan diri untuk pergi ke masjid
5) Berita kemenangan Fajar atas daffa makin menambah keyakinan anak-anak desa itu bahwa layang-layang milik fajar memang sakti
Bukti nilai agama terdapat pada kalimat nomor ... .
1)
2)
4)
5)
Bacalah kutipan cerita berikut!
Senja baru saja turun dan mengucapkan salam perpisahan kepada orang-orang yang lelah bekerja. Matahari telah terbenam. Namun, di kejauhan, masih ada semburat merah muda yang cantik. Semburatnya berpadu dengan burung-burung yang kembali pulang ke sarangnya. Selain itu, di tepi jalan terdengar bunyi mesin mobil di mana-mana. Fuhh … aku menghembuskan napas berat melihat batang-batang pohon yang berserakan di pinggir jalan.
Kutipan tersebut termasuk bagian ... .
orientasi
komplikasi
evaluasi
resolusi
Perhatikan kutipan cerita berikut!
Menjelang hari raya ini, aku terbaring di rumah sakit. Dari jendela kamar rumah sakit yang kudiami, aku bisa melihat keluar dengan jelas. Hujan sangat deras, manusia-manusia menepi pada kesunyian, lagu hujan, lagu keleneng becak. Di ruangan ini, aku cuma berdua. Selisih satu ranjang, terbaring seorang perempuan tua.
Unsur cerita yang dominan di dalam cuplikan cerita tersebut adalah ... .
tokoh
watak tokoh
latar
amant
Bacalah penggalan teks cerita pendek berikut!
Serunting dan Aria adalah kakak beradik. Mereka memiliki ladang yang dipisahkan oleh pohon. Di bawah pohon itu, tumbuh cendawan. Cendawan yang menghadap ke ladang Ara, tumbuh menjadi logam emas. Candawan yang menghadap ke ladang Sarunting, tumbuh menjadi hama.
Serunting iri terhadap Aria. Ia mengajak Aria berkelahi. Aria menolak tetapi Serunting tetap memaksa hingga perkelahian terjadi. Dalam perkelahan itu, Serunting kalah. Muka dan badannya lebam. Perkelahian itu tidak bisa menyelesaikan masalah mereka. Peristiwa itu membuat Serunting sadar bahwa kekerasan dan adu kekuatan tidak berguna, la meminta maaf kepada Aria.
Koda dari cerita tersebut adalah ... .
Berbuat baiklah kepada orang yang telah memberi maaf.
Janganlah iri terhadap rezeki yang diterima olen orang lain.
Mintalah nasihat sebelum memutuskan sesuatu.
Selesaikan segala permasalahan dengan cepat.
