wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

membudayakan pola hidup sederhana

Total questions: 50

Worksheet time: 50mins

Name
Class
Date
1.

Berikut yang bukan merupakan manfaat dari hidup sederhana adalah ...

a)

Hidup akan terasa lebih aman

b)

Mudah beradaptasi dan berinteraksi

c)

Melatih rasa kepedulian sosial

d)

Menciptakan kesenjangan sosial

e)

Melatih diri menjadi pribadi yang ikhlas

2.

Pada zaman Nabi Musa a.s. ada orang yang ditenggelamkan dengan hartanya karena tidak mau berzakat. orang tersebut bernama . . . .

a)

Fir'aun

b)

Tsa'labah

c)

Qorun

d)

Abrahah

e)

Uqbah

3.

sesungguhnya pemboros-pemboros itu temannya . . . .

a)

orang beriman

b)

jin

c)

syaitan

d)

malaikat

e)

Nabi

4.

Agar terhindar dari sifat boros dan bermegah-megahan maka kita perlu . . . .

a)

bersyukur

b)

marah-marah

c)

meminta maaf

d)

belanja

e)

liburan

5.

Orang yang hidup sederhana akan terhindar dari sifat....

a)

Malas

b)

Sombong

c)

Jujur

d)

Rendah hati

e)

ikhlas

6.

Menurut Al Qur'an yang dinamakan hidup sederhana adalah hidup antara tidak . . . . dan tidak . . . .

a)

sederhana - kikir

b)

boros - kikir

c)

kekurangan - hemat

d)

kecukupan - pelit

e)

hemat - sederhana

7.

Pak Rahmat memiliki uang banyak, namun ia membeli kebutuhan hidup sesuai keperluannya saja.

Perbuatan Pak Rahmat termasuk contoh perilaku . . . .

a)

menghargai

b)

hidup rukun

c)

sederhana

d)

peduli

e)

pelit

8.

Diterima tidaknya amal perbuatan seseorang ditentukan oleh .... .

a)

banyak sediktnya amal perbuatan tersebut

b)

ketawadhu'annya orang yang beramal

c)

banyaknya dan seringnya amalan tersebut dikerjakan

d)

ikhlas dan tidaknya orang yang mengerjakan amal perbuatan

e)

pamer terhadap harta yang telah diberikan

9.

Seseorang yang mempunyai sifat rendah hati, apabila disapa dengan sapaan buruk, akan membalas dengan....

a)

berdiri dan membisu

b)

menyapa dengan wajar

c)

sapaan yang sama

d)

sapaan dan salam

e)

cemberut

10.

manfaat yang dapat kita peroleh dari hidup hemat dan sederhana adalah...

a)

semua keinginan dapat terpenuhi pada masa sekarang

b)

dapat menabung untuk kebutuhan yang akan datang

c)

menjadi salah satu cara agar cepat menjadi kaya

d)

bisa peduli kepada manusia disekitar kita

e)

dapat memenuhi kebutuhan setiap hari

11.

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Rasulullah SAW bersabda kebaikan adalah sesuatu yang menentramkan jiwa dan ......

a)

menenangkan hati

b)

menenangkan pikiran

c)

selaras dengan logika

d)

menggelisahkan syaitan

e)

membuat tidak nyaman

12.

Kandungan surat Al-Ma'un, Allah menegaskan manusia tercela sebagai pendusta agama, salah satu diantaranya adalah orang-orang yang lalai dalam shalatnya. Berikut yang bukan termasuk orang-orang yang lalai dalam shalat adalah.....

a)

menunda-nunda waktu shalat atau mengabaikannya

b)

mengerjakan shalat ketika sempat saja dan tidak serius

c)

mengerjakan shalat tepat waktu dan berjamaah

d)

menganggap shalat bukan merupakan kebutuhannya

e)

bermain main pada waktu shalat

13.

Pola hidup sederhana artinya ....

a)

pola hidup bergaya mewah

b)

pola hidup orang pelit

c)

pola hidup yang tidak berlebih-lebihan

d)

pola hidup orang miskin

e)

pola hidup elit

14.

Jika kamu memiliki lokasi rumah yang dekat dengan sekolah, sebaiknya ....

a)

diantar menggunakan mobil

b)

diantar menggunakan motor

c)

bersepeda atau jalan kaki

d)

memesan transportasi online

e)

menggunakan pesawat

15.

Terkadang ada manusia yang hidup dengan berlebih - lebihan sehingga tidak sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya, hal ini sesuai dengan peribahasa ...

a)

Air susu dibalas air tuba

b)

Tong kosong nyaring bunyinya

c)

Lebih besar pasak dari pada tiang

d)

Bagai pinang dibelah dua

16.

Perhatikan ayat berikut!


وَالَّذِينَ إِذَا أَنفَقُوا لَمْ يُسْرِفُوا وَلَمْ يَقْتُرُوا وَكَانَ بَيْنَ ذَلِكَ قَوَاماً


Cara membelajakan harta, menurut ayat di atas yang benar adalah....

a)

Belanja dengan sangat perhitungan

b)

Belanja sesuai dengan keinginan hati

c)

Belanja untuk berfoya-foya dan bermegahan

d)

Tidak membalanjakan harta, lebih baik ditabungkan

e)

Belanja yang disesuaikan dengan kebutuhan/ seperlunya saja

17.

Perbuatan yang berlebih-lebihan dalam urusan makanan, dikategorikan perbuatan tadzbir. Coba renungkan, apabila setiap rumah selalu menyisakan makanan dalam tiap hari dalam jumlah yang banyak, bagaimana jika hal tersebut terjadi di banyak rumah dalam satu kampung, satu kabupaten satu propinsi bahkan satu negara? Berapa banyak jumlah sisa makanan yang terbuang sia-sia?

Jika saja semua bisa bersikap hemat, hanya membelanjakan harta sesuai kebutuhan saja, berapa banyak bahan pangan (sumber daya alam) yang dapat dihemat?

Perbuatan israf maupun tadzbir sangat dilarang oleh Allah swt, dalam ayat al-Qur’an yang berbunyi.....

a)

وَآتِ ذَا الْقُرْبَى حَقَّهُ وَالْمِسْكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَلاَ تُبَذِّرْ تَبْذِيراً

b)

قَالَ الَّذِينَ يُرِيدُونَ الْحَيَاةَ الدُّنيَا يَا لَيْتَ لَنَا مِثْلَ مَا أُوتِيَ قَارُونُ

c)

إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُواْ إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِرَبِّهِ كَفُوراً

d)

إِنَّ رَبَّكَ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَن يَشَاءُ وَيَقْدِرُ إِنَّهُ كَانَ بِعِبَادِهِ خَبِيراً بَصِيراً

e)

وَلاَ تَجْعَلْ يَدَكَ مَغْلُولَةً إِلَى عُنُقِكَ وَلاَ تَبْسُطْهَا كُلَّ الْبَسْطِ فَتَقْعُدَ مَلُوماً مَّحْسُوراً

18.

Perhatikan ayat berikut!

وَآتِ ذَا الْقُرْبَى حَقَّهُ وَالْمِسْكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَلاَ تُبَذِّرْ تَبْذِيراً

Arti yang tepat untuk ayat di atas adalah....

a)

dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada anak yatim dan orang yang memimta-minta dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros

b)

dan berikanlah kepada tetangga yang dekat akan haknya, kepada anak yatim dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros

c)

dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros

d)

dan berikanlah kepada anak yatim akan haknya, kepada orang fakir, orang miskin dan janganlah kamu terlalu boros, maka akan tercela

e)

dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang fakir miskin dan orang yang dalam mencari ilmu dan janganlah kamu membelanjakan (hartamu) secara kikir

19.

Saudagar kaya yang lagi sakit itu menangis tersedu-sedu sesaat setelah tetangganya yang miskin menengoknya di rumah sakit dan memberinya amplop. Amplop kecil itu berisi uang Rp 20.000.

H. Mahmud, demikian ia biasa dipanggil, membuka amplop itu dengan penuh rasa haru.

“Bagaimana bisa orang semiskin Pak Manto itu menyumbang aku. Aku tahu Rp 20.000 adalah sebesar penghasilannya per hari,” kata H. Mahmud pada dirinya sendiri. “Dia memang orang baik dan selalu tulus dalam kebaikannya kepada siapa pun. Aku bahkan tahu seandainya uang itu aku tolak, pasti Pak Manto tidak tersinggung.”

Kebaikan dan ketulusan hati Pak Manto membuat H. Mahmud tidak keberatan menerima sumbangannya. Ia tidak merasa tersinggung dengan sumbangan sekecil itu. “Uang ini akan aku simpan baik-baik. Pasti di dalamnya banyak barokah karena Pak Manto mendapatkan uang ini tentu dengan cucuran keringat dan susah payah. Akan aku gunakan pada saat yang tepat.”

Tiga hari kemudian, H. Mahmud diperbolehkan pulang. Hal pertama yang dia rencanakan setelah kondisinya pulih adalah mengunjungi Pak Manto di rumahnya yang sederhana.

“Assalamu’alaikum!” Demikian H. Mahmud beruluk salam ketika memasuki rumah Pak Manto. Pak Manto terkaget karena tak pernah membayangkan akan dikunjungi H. Mahmud.

“Pak Manto, saya sangat berterima kasih atas kunjungan Pak Manto kepada saya di rumah sakit seminggu yang lalu.

Alhamdulillah berkat doa Pak Manto, saya bisa segera sembuh. Saya bersilaturrahim ke sini juga dalam rangka mensyukuri kesehatan saya yang sudah pulih kembali. Tapi maaf saya tak bisa lama-lama di sini.”

H. Mahmud segera berpamitan pada Pak Manto sambil memberikan amplop berisi Rp 2.000.000. Bagi H. Mahmud, uang sejumlah itu sebanding nilainya dengan Rp 20.000 dari Pak manto karena sama-sama sebesar penghasilan per hari mereka masing-masing. Beberapa saat kemudian, dibukanya amplop itu oleh Pak Manto dan meledaklah tangisnya.

“Tuhan, mengapa secepat dan sebesar ini Engkau membalas sedekahku. Bagaimana aku merasa bangga sedang aku lebih mengharapkan balasan di akhirat, yakni berjumpa dengan-Mu. Tuhan, aku tak pernah berniat bisnis dengan-Mu dalam setiap sedekahku. Berhentilah membalas sedekahku di dunia ini. Ataukah, Engkau memang tidak mencintaiku?!” Pak Manto menangis tersedu-sedu. Air matanya bercucuran. Hatinya pilu.

Siang itu, Pak Manto bergegas menuju rumah sakit yang tak jauh dari rumahnya. Ia tahu pasti banyak pasien miskin yang tak bisa segera tinggalkan rumah sakit karena belum bisa menyelesaikan tagihannya. Diberikanlah uang dari H. Mahmud itu kepada seorang laki-laki muda yang tampak murung dan bingung karena uangnya belum cukup untuk menebus biaya istrinya yang melahirkan dengan operasi caesar.

Sikap yang ditunjukkan oleh pak Minto dan Pak Mahmud, dalam hal kekayaan merupakan perwujudan dalam memahami bahwa keluasan dan kekayaan merupakan karunia dari Allah swt, hal ini sesuai dengan ayat al-Qur’an yang berbunyi......

a)

وَلاَ تَجْعَلْ يَدَكَ مَغْلُولَةً إِلَى عُنُقِكَ وَلاَ تَبْسُطْهَا كُلَّ الْبَسْطِ فَتَقْعُدَ مَلُوماً مَّحْسُوراً

b)

وَالَّذِينَ إِذَا أَنفَقُوا لَمْ يُسْرِفُوا وَلَمْ يَقْتُرُوا وَكَانَ بَيْنَ ذَلِكَ قَوَاماً

c)

إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُواْ إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِرَبِّهِ كَفُوراً

d)

إِنَّ رَبَّكَ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَن يَشَاءُ وَيَقْدِرُ إِنَّهُ كَانَ بِعِبَادِهِ خَبِيراً بَصِيراً

e)

قَالَ الَّذِينَ يُرِيدُونَ الْحَيَاةَ الدُّنيَا يَا لَيْتَ لَنَا مِثْلَ مَا أُوتِيَ قَارُونُ

20.

Ilustrasi gambar di atas, beberapa wanita yang berfoya-foya dan membawa barang-barang belanjaan dalam jumlah yang banyak sesuai dengan keinginannya, tanpa memperhatikan kebutuhan.

Para pemboros sangat di cela dalam Islam, mereka adalah saudara syetan sebagaiamana bunyi ayat.....

a)

وَآتِ ذَا الْقُرْبَى حَقَّهُ وَالْمِسْكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَلاَ تُبَذِّرْ تَبْذِيراً

b)

وَالَّذِينَ إِذَا أَنفَقُوا لَمْ يُسْرِفُوا وَلَمْ يَقْتُرُوا وَكَانَ بَيْنَ ذَلِكَ قَوَاماً

c)

إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُواْ إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِرَبِّهِ كَفُوراً

d)

إِنَّ رَبَّكَ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَن يَشَاءُ وَيَقْدِرُ إِنَّهُ كَانَ بِعِبَادِهِ خَبِيراً بَصِيراً

e)

وَلاَ تَجْعَلْ يَدَكَ مَغْلُولَةً إِلَى عُنُقِكَ وَلاَ تَبْسُطْهَا كُلَّ الْبَسْطِ فَتَقْعُدَ مَلُوماً مَّحْسُوراً

21.

Gambar di atas, menceritakan calon anggota legislatif dari salah satu partai yang sedang berkampanye tentang program kerja partainya dan janji-janji dirinya apabila terpilih menjadi anggota legislatif. Janji adalah hutang yang harus ditepati, hal ini dijelaskan dalam al-Qur’an yang berbunyi.....

a)

مَنْ آمَنَ بِاللّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَالْمَلآئِكَةِ وَالْكِتَابِ وَالنَّبِيِّينَ

b)

وَالْمُوفُونَ بِعَهْدِهِمْ إِذَا عَاهَدُواْ

c)

وَآتَى الْمَالَ عَلَى حُبِّهِ ذَوِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ

d)

وَالصَّابِرِينَ فِي الْبَأْسَاء والضَّرَّاء وَحِينَ الْبَأْسِ

e)

وَأَقَامَ الصَّلاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ

22.

Di antara pendusta agama adalah orang yang menghardik anak yatim. Ayat berikut menjelaskannya adalah....

a)

أَرَأَيْتَ الَّذِي يُكَذِّبُ بِالدِّينِ

b)

الَّذِينَ هُمْ عَن صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ

c)

الَّذِينَ هُمْ يُرَاؤُونَ

d)

وَلَا يَحُضُّ عَلَى طَعَامِ الْمِسْكِينِ

e)

فَذَلِكَ الَّذِي يَدُعُّ الْيَتِيمَ

23.

Harta bukanlah tujuan hidup, tetapi harta merupakan sarana kita untuk menuju ketaqwaan. Sehingga Allah swt mengajarkan kepada manusia supaya hati dan pikirannya tidak terlalu cinta terhadap harta dunia, maka Allah swt perintahkan untuk menafkahkan / menginfakkan harta yang paling dicintainya, hal ini sesuai dengan ayat al-Qur’an yang berbunyi.....

a)

مَنْ آمَنَ بِاللّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَالْمَلآئِكَةِ وَالْكِتَابِ وَالنَّبِيِّينَ

b)

وَآتَى الْمَالَ عَلَى حُبِّهِ ذَوِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَالسَّآئِلِينَ وَفِي الرِّقَابِ

c)

وَالْمُوفُونَ بِعَهْدِهِمْ إِذَا عَاهَدُواْ

d)

وَالصَّابِرِينَ فِي الْبَأْسَاء والضَّرَّاء وَحِينَ الْبَأْسِ

e)

وَأَقَامَ الصَّلاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ

24.

Perhatikan hadits berikut!

عن عبد الله بن عمرو رضي الله عنهما، أن النبي صلى الله عليه وسلم: مر بسعد وهو يتوضأ فقال: ما هذا السرف يا سعد؟ قال: أفي الوضوء سرف؟ قال: نعم، وإن كنت على نهر جارٍ

Perbuatan mubadzir berdasarkan hadits di atas adalah....

a)

Membelanjakan harta yang berlebih-lebihan

b)

Makanan yang berlebih-lebihan

c)

Berwudhu yang berlebihan dalam menggunakan air

d)

Menyirami tanaman dimusim hujan

e)

Minum yang berlebihan

25.

Perhatikan ayat berikut!


وَالَّذِينَ إِذَا أَنفَقُوا لَمْ يُسْرِفُوا وَلَمْ يَقْتُرُوا وَكَانَ بَيْنَ ذَلِكَ قَوَاماً


Cara membelajakan harta, menurut ayat di atas yang benar adalah....

a)

Belanja dengan sangat perhitungan

b)

Belanja sesuai dengan keinginan hati

c)

Belanja untuk berfoya-foya dan bermegahan

d)

Tidak membalanjakan harta, lebih baik ditabungkan

e)

Belanja yang disesuaikan dengan kebutuhan/ seperlunya saja

26.

Perbuatan yang berlebih-lebihan dalam urusan makanan, dikategorikan perbuatan tadzbir. Coba renungkan, apabila setiap rumah selalu menyisakan makanan dalam tiap hari dalam jumlah yang banyak, bagaimana jika hal tersebut terjadi di banyak rumah dalam satu kampung, satu kabupaten satu propinsi bahkan satu negara? Berapa banyak jumlah sisa makanan yang terbuang sia-sia?

Jika saja semua bisa bersikap hemat, hanya membelanjakan harta sesuai kebutuhan saja, berapa banyak bahan pangan (sumber daya alam) yang dapat dihemat?

Perbuatan israf maupun tadzbir sangat dilarang oleh Allah swt, dalam ayat al-Qur’an yang berbunyi.....

a)

وَآتِ ذَا الْقُرْبَى حَقَّهُ وَالْمِسْكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَلاَ تُبَذِّرْ تَبْذِيراً

b)

قَالَ الَّذِينَ يُرِيدُونَ الْحَيَاةَ الدُّنيَا يَا لَيْتَ لَنَا مِثْلَ مَا أُوتِيَ قَارُونُ

c)

إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُواْ إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِرَبِّهِ كَفُوراً

d)

إِنَّ رَبَّكَ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَن يَشَاءُ وَيَقْدِرُ إِنَّهُ كَانَ بِعِبَادِهِ خَبِيراً بَصِيراً

e)

وَلاَ تَجْعَلْ يَدَكَ مَغْلُولَةً إِلَى عُنُقِكَ وَلاَ تَبْسُطْهَا كُلَّ الْبَسْطِ فَتَقْعُدَ مَلُوماً مَّحْسُوراً

27.

Perhatikan ayat berikut!

وَآتِ ذَا الْقُرْبَى حَقَّهُ وَالْمِسْكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَلاَ تُبَذِّرْ تَبْذِيراً

Arti yang tepat untuk ayat di atas adalah....

a)

dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada anak yatim dan orang yang memimta-minta dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros

b)

dan berikanlah kepada tetangga yang dekat akan haknya, kepada anak yatim dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros

c)

dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros

d)

dan berikanlah kepada anak yatim akan haknya, kepada orang fakir, orang miskin dan janganlah kamu terlalu boros, maka akan tercela

e)

dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang fakir miskin dan orang yang dalam mencari ilmu dan janganlah kamu membelanjakan (hartamu) secara kikir

28.

Ilustrasi gambar di atas, benar-benar terjadi beberapa waktu lalu, bahwa seorang kepala Desa di Mojokerto, tidur dengan duit bertebaran disekitarnya. Video tersebut viral di sosial media bahkan bikin heboh warganya. Dan orang yang menempelkan uang kertas ditempelkan diseluruh tubuhnya.Perbuatan yang dilakukan orang tersebut mirip dengan yang dilakukan oleh seorang Qorun umat Nabi Musa as , yang diabadikan oleh Al-Qur’an yang berbunyi.....

a)

فَخَرَجَ عَلَى قَوْمِهِ فِي زِينَتِهِ قَالَ الَّذِينَ يُرِيدُونَ الْحَيَاةَ الدُّنيَا يَا لَيْتَ لَنَا مِثْلَ مَا أُوتِيَ قَارُونُ

b)

وَقَالَ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ وَيْلَكُمْ ثَوَابُ اللَّهِ خَيْرٌ لِّمَنْ آمَنَ وَعَمِلَ صَالِحاً وَلَا يُلَقَّاهَا إِلَّا الصَّابِرُونَ

c)

وَلاَ تَجْعَلْ يَدَكَ مَغْلُولَةً إِلَى عُنُقِكَ وَلاَ تَبْسُطْهَا كُلَّ الْبَسْطِ فَتَقْعُدَ مَلُوماً مَّحْسُوراً

d)

وَأَصْبَحَ الَّذِينَ تَمَنَّوْا مَكَانَهُ بِالْأَمْسِ يَقُولُونَ وَيْكَأَنَّ اللَّهَ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَن يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَيَقْدِرُ

e)

وَآتِ ذَا الْقُرْبَى حَقَّهُ وَالْمِسْكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَلاَ تُبَذِّرْ تَبْذِيراً

29.

Gambar di atas, menceritakan calon anggota legislatif dari salah satu partai yang sedang berkampanye tentang program kerja partainya dan janji-janji dirinya apabila terpilih menjadi anggota legislatif. Janji adalah hutang yang harus ditepati, hal ini dijelaskan dalam al-Qur’an yang berbunyi.....

a)

مَنْ آمَنَ بِاللّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَالْمَلآئِكَةِ وَالْكِتَابِ وَالنَّبِيِّينَ

b)

وَالْمُوفُونَ بِعَهْدِهِمْ إِذَا عَاهَدُواْ

c)

وَآتَى الْمَالَ عَلَى حُبِّهِ ذَوِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ

d)

وَالصَّابِرِينَ فِي الْبَأْسَاء والضَّرَّاء وَحِينَ الْبَأْسِ

e)

وَأَقَامَ الصَّلاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ

30.

Di antara pendusta agama adalah orang yang menghardik anak yatim. Ayat berikut menjelaskannya adalah....

a)

أَرَأَيْتَ الَّذِي يُكَذِّبُ بِالدِّينِ

b)

الَّذِينَ هُمْ عَن صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ

c)

الَّذِينَ هُمْ يُرَاؤُونَ

d)

وَلَا يَحُضُّ عَلَى طَعَامِ الْمِسْكِينِ

e)

فَذَلِكَ الَّذِي يَدُعُّ الْيَتِيمَ

31.

Harta bukanlah tujuan hidup, tetapi harta merupakan sarana kita untuk menuju ketaqwaan. Sehingga Allah swt mengajarkan kepada manusia supaya hati dan pikirannya tidak terlalu cinta terhadap harta dunia, maka Allah swt perintahkan untuk menafkahkan / menginfakkan harta yang paling dicintainya, hal ini sesuai dengan ayat al-Qur’an yang berbunyi.....

a)

مَنْ آمَنَ بِاللّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَالْمَلآئِكَةِ وَالْكِتَابِ وَالنَّبِيِّينَ

b)

وَآتَى الْمَالَ عَلَى حُبِّهِ ذَوِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَالسَّآئِلِينَ وَفِي الرِّقَابِ

c)

وَالْمُوفُونَ بِعَهْدِهِمْ إِذَا عَاهَدُواْ

d)

وَالصَّابِرِينَ فِي الْبَأْسَاء والضَّرَّاء وَحِينَ الْبَأْسِ

e)

وَأَقَامَ الصَّلاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ

32.

Gambar di atas mengilustrasikan ibadah yang dilakukan dengan dibarengi ingin menunjukkan kepada orang lain melalui sosoal media dikategorikan perbuatan riya’. Hal ini sesuai dengan ayat al-Qur’an yang berbunyi......

a)

الَّذِينَ هُمْ يُرَاؤُونَ

b)

وَيَمْنَعُونَ الْمَاعُونَ

c)

الَّذِينَ هُمْ عَن صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ

d)

وَلَا يَحُضُّ عَلَى طَعَامِ الْمِسْكِينِ

e)

فَذَلِكَ الَّذِي يَدُعُّ الْيَتِيمَ

33.

QS. Al-Maun, membahas 3 hal yang membuat orang yang rajin meaksanakan sholat, namun masih celaka hidupnya di dunia dan akhirat, yaitu orang yang.....

a)

Melalaikan shalat, meninggalkan zakat dan enggan bersedekah

b)

Melalaikan sholat, berbuat kufur’ dan meninggalkan puasa

c)

Melalaikan sholat, , suka berbohong, ingkar janji

d)

Melalaikan shalat, menghardik anak yatim dan durhaka terhadap orang tua

e)

Melalaikan sholat, berbuat riya’ dan enggan menolong dengan barang berguna

34.

Perhatikan hadits berikut!

عن عبد الله بن عمرو رضي الله عنهما، أن النبي صلى الله عليه وسلم: مر بسعد وهو يتوضأ فقال: ما هذا السرف يا سعد؟ قال: أفي الوضوء سرف؟ قال: نعم، وإن كنت على نهر جارٍ

Perbuatan mubadzir berdasarkan hadits di atas adalah....

a)

Membelanjakan harta yang berlebih-lebihan

b)

Makanan yang berlebih-lebihan

c)

Berwudhu yang berlebihan dalam menggunakan air

d)

Menyirami tanaman dimusim hujan

e)

Minum yang berlebihan

35.

Perhatikan hadis berikut!

مَا مَلأَ آدَمِيٌّ وِعَاءً شَرًّا مِنْ بَطْنِهِ حَسْبُ ابْنِ آدَمَ لُقَيْمَاتٌ يُقِمْنَ صُلْبَهُ فَإِنْ لَمْ يَفْعَلْ فَثُلُثٌ لِطَعَامِهِ وَثُلُثٌ لِشَرَابِهِ وَثُلُثٌ لِنَفَسِهِ

Cara manusia mengisi perutnya berdasarkan hadits diatas adala....

a)

½ makanan dan ½ minuman

b)

1/3 makanan dan 2/3 udara

c)

1/3 makanan, 1/3 minuman, dan 1/3 udara

d)

1/3 makanan, 1/3 buah-buahan, dan 1/3 udara

e)

¼ makanan, ¼ minuman, ¼ buah-buahan dan ¼ udara

36.

Kisah Qarun terekam dalam Qur'an Surat ....

a)

al-Qashash: 79-82

b)

Ali Imran: 22-26

c)

Al Baqarah 150-153

d)

al Anbiya' 1-5

e)

Al Furqan : 12-14

37.

Dua golongan yang diceritakan dalam kisah Qarun pada Q.S. al Qashash:79-82 ialah ....

a)

Orang miskin dan kaya

b)

Yang menginginkan kehidupan dunia dan orang berilmu

c)

Orang yang bertawakkal dan berserah diri

d)

Orang yang sabar dan ikhlas

e)

orang kikir dan sombong

38.

ٱلْقُرْبَىٰ


Arti lafadh di atas adalah ....

a)

yatim

b)

kerabat

c)

suami

d)

budak

e)

istri

39.

اِنَّ الۡمُبَذِّرِيۡنَ كَانُوۡۤا اِخۡوَانَ الشَّيٰطِيۡنِ‌ ؕ وَكَانَ الشَّيۡطٰنُ لِرَبِّهٖ كَفُوۡرًا


Ayat di atas merupakan Qur'an surat .....

a)

al Isra 27

b)

Ali Imran 26

c)

an Nisa' 24

d)

al Baqarah 177

e)

Al Baqarah 126

40.

مَغۡلُوۡلَةً

Arti lafadh di atas adalah ...

a)

terbelenggu

b)

terbuka

c)

tertutup

d)

tersimpan

e)

terpukul

41.

Lanjutkan ayat berikut!

وَالَّذِيْنَ اِذَآ اَنْفَقُوْا لَمْ يُسْرِفُوْا

.......

a)

وَاِمَّا تُعۡرِضَنَّ عَنۡهُمُ ابۡتِغَآءَ رَحۡمَةٍ

b)

وَكَانَ بَيْنَ ذٰلِكَ قَوَامًا

c)

وَلَمْ يَقْتُرُوْا وَكَانَ بَيْنَ ذٰلِكَ قَوَامًا

d)

عَنۡهُمُ ابۡتِغَآءَ رَحۡمَةٍ

e)

semua jawaban benar

42.

Kandungan surat al Furqan: 67 adalah ....

a)

agar tidak berlebihan dan tidak kikir dalam menginfakkan harta

b)

agar tidak menghardik anak yatim

c)

agar hidup dengan sangat sederhana

d)

semua benar

e)

agar hidup hemat

43.

Berikut ini adalah perilaku mendustakan agama sesuai Q.S. al Maun, kecuali .........

a)

larangan menghardik anak yatim

b)

larangan riya' terhadap salat

c)

larangan lalai terhadap salat

d)

larangan menghina orang yang lebih tua

e)

rajin berbagi dengan orang miskin

44.

Tokoh sentral kejahatan atas kekayaan yang melupakan kewajiban agama dalam Q.S. al Qashash: 79-82 adalah ……..

a)

Abu Lahab

b)

Abu Sofyan

c)

Qarun

d)

Abu Jahal

e)

abu umamah

45.

Abu Jahal adalah orang yang sangat kaya raya sampai-sampai ia mampu menyembelih unta setiap bulan untuk dinikmati bersama keluarganya. Suatu hari datanglah anak-anak yatim dan fakir miskin meminta makanan kepadanya. namun, Abu Jahal justru mengusir mereka. Allah menyinggung perilaku tersebut dalam ayat ......

a)

فَذٰلِكَ الَّذِيْ يَدُعُّ الْيَتِيْمَۙ .

وَلَا يَحُضُّ عَلٰى طَعَامِ الْمِسْكِيْنِۗ .

b)

الَّذِيْنَ هُمْ يُرَاۤءُوْنَۙ .

c)

الَّذِيْنَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُوْنَۙ .

d)

اَرَءَيْتَ الَّذِيْ يُكَذِّبُ بِالدِّيْنِۗ .

e)

semua jawaban benar

46.

وَءَاتَى ٱلْمَالَ عَلَىٰ حُبِّهِۦ ذَوِى ٱلْقُرْبَىٰ وَٱلْيَتَٰمَىٰ وَٱلْمَسَٰكِينَ وَٱبْنَ ٱلسَّبِيلِ وَٱلسَّآئِلِينَ وَفِى ٱلرِّقَابِ

makna lafadh bergaris bawah tersebut adalah ....

a)

permusuhan

b)

perbudakan

c)

perampasan

d)

pertentangan

e)

peperangan

47.

Potongan ayat di bawah ini turun berkaitan dengan sanggahan langsung dari Allah tentang perdebatan kaum Yahudi dan Nasrani yang menganggap kiblat mereka paling baik .....

a)

أُو۟لَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ صَدَقُوا۟ ۖ وَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُتَّقُونَ

b)

اَرَءَيْتَ الَّذِيْ يُكَذِّبُ بِالدِّيْنِۗ .

c)

وَءَاتَى ٱلْمَالَ عَلَىٰ حُبِّهِۦ

d)

لَّيْسَ ٱلْبِرَّ أَن تُوَلُّوا۟ وُجُوهَكُمْ قِبَلَ ٱلْمَشْرِقِ وَٱلْمَغْرِبِ

e)

semua jawaban benar

48.

َوَيْلٌ لِّلْمُصَلِّيْنَۙ

siapakah yang dimaksud di dalam ayat tersebut?

.

a)

orang yang berkata bohong

b)

orang yang tidak menepati janji

c)

orang yang lalai dan riya'

d)

orang yang berkata tidak sesuai tindakannya

e)

orang yang tidak amanah

49.

لَّيْسَ ٱلْبِرَّ أَن تُوَلُّوا۟ وُجُوهَكُمْ قِبَلَ ٱلْمَشْرِقِ وَٱلْمَغْرِبِ

Lanjutan ayat tersebut adalah ...

a)

أُو۟لَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ صَدَقُوا۟ ۖ وَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُتَّقُونَ

b)

وَءَاتَى ٱلْمَالَ عَلَىٰ حُبِّهِۦ ذَوِى ٱلْقُرْبَىٰ وَٱلْيَتَٰمَىٰ وَٱلْمَسَٰكِين

c)

وَلَٰكِنَّ ٱلْبِرَّ مَنْ ءَامَنَ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْءَاخِر

d)

وَأَقَامَ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتَى ٱلزَّكَوٰةَ

e)

semua jawaban benar

50.

Waktu itu Rasulullah menegur Sa'ad yang berlebih-lebihan dalam menggunakan air saat berwudhu. Hal ini menunjukkan bahwa agama kita juga sangat memperhatikan keseimbangan lingkungan. Sehingga hal-hal yang bersifat pemborosan dilarang oleh agama. Hadis yang sesuai dengan pernyataan di atas adalah ....

a)

سَيَكُوْنُ فِي هَذِهِ اْلأُمَّةِ، قَوْمٌ يَعْتَدُوْنَ فِي الطَّهُوْرِ وَالدُّعَاءِ

b)

وَٱلنَّبِيِّۦنَ وَءَاتَى ٱلْمَالَ عَلَىٰ حُبِّهِۦ ذَوِى ٱلْقُرْبَىٰ وَٱلْيَتَٰمَىٰ وَٱلْمَسَٰكِينَ وَٱبْنَ ٱلسَّبِيلِ وَٱلسَّآئِلِينَ وَفِى ٱلرِّقَابِ

c)

وَأَقَامَ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتَى ٱلزَّكَوٰةَ وَٱلْمُوفُونَ بِعَهْدِهِمْ إِذَا عَٰهَدُوا۟ ۖ وَٱلصَّٰبِرِينَ فِى ٱلْبَأْسَآءِ وَٱلضَّرَّآءِ وَحِينَ ٱلْبَأْسِ

d)

مرَّ بسعدٍ وهو يتوضّأُ فقال: ما هذا السَّرفُ يا سعدُ؟ قال: أفي الوضوءِ سرفٌ، قال: نعم وإن كنتَ على نهَرِ جارٍ

e)

semua jawaban benar