NEW
Font size
WorksheetsHalusinasi
Total questions: 10
Worksheet time: 6mins
Klien Tn. H datang dengan keluhan mendengar suara-suara mengancam, bicara sendiri, marah tanpa sebab, menutup telinga, mulut komat-kamit, klien mencoba melawan sensory abnormal yang datang, klien merasa terancam dengan datangnya suara terutama bila tidak menuruti perintah dari halusinasinya.
halusinasi pada klien diatas termasuk
Auditory-hearing voices or sounds
visual-seeing persons or things
olfactory-smelling odors
gustatory-experiencing tastes
tactile-feeling bodily sensations
Klien Tn. H datang dengan keluhan mendengar suara-suara mengancam, bicara sendiri, marah tanpa sebab, menutup telinga, mulut komat-kamit, klien mencoba melawan sensory abnormal yang datang, klien merasa terancam dengan datangnya suara terutama bila tidak menuruti perintah dari halusinasinya. sebelumnya ia sering merasakan kehampaan hidup, rutinitas tidak bermakna dan hilangnya aktivitas ibadah. menurut pengkajian masa lalu klien, ia merupakan anak yang tidak dikehendaki kelahirannya akibat gagal KB. perawat mengkaji waktu, frekuensi dan situasi munculnya halusinasi yang dialami oleh klien.
yang dimaksud predisposisi unwanted child pada kasus adalah
Anak yang ditinggalkan orang tua sejak kecil
tidak diterima lingkungannya sejak bayi
anak yang temperamental
anak asuh yang di manja
anak yang mendapat pola asuh yang permisif
Klien Tn. H datang dengan keluhan mendengar suara-suara mengancam, bicara sendiri, marah tanpa sebab, menutup telinga, mulut komat-kamit, klien mencoba melawan sensory abnormal yang datang, klien merasa terancam dengan datangnya suara terutama bila tidak menuruti perintah dari halusinasinya. sebelumnya ia sering merasakan kehampaan hidup, rutinitas tidak bermakna dan hilangnya aktivitas ibadah. menurut pengkajian masa lalu klien, ia merupakan anak yang tidak dikehendaki kelahirannya akibat gagal KB. perawat mengkaji waktu, frekuensi dan situasi munculnya halusinasi yang dialami oleh klien.
data subjektif yang ditemukan pada klien halusinasi diatas yang paling tepat adalah
mengarahkan telinga pada sumber suara
bicara atau tertawa sendiri
marah-marah tanpa sebab
mendengar suara mengancam
menutup telinga, mulu komat-kamit
Klien Tn. H datang dengan keluhan mendengar suara-suara mengancam, bicara sendiri, marah tanpa sebab, menutup telinga, mulut komat-kamit, klien mencoba melawan sensory abnormal yang datang, klien merasa terancam dengan datangnya suara terutama bila tidak menuruti perintah dari halusinasinya. sebelumnya ia sering merasakan kehampaan hidup, rutinitas tidak bermakna dan hilangnya aktivitas ibadah. menurut pengkajian masa lalu klien, ia merupakan anak yang tidak dikehendaki kelahirannya akibat gagal KB. perawat mengkaji waktu, frekuensi dan situasi munculnya halusinasi yang dialami oleh klien.
menurut dimensi halusinasi klien pada kasus termasuk
Dimensi fisik
Dimensi emosional
dimensi intelektual
dimensi sosial
dimensi spiritual
pengkajian isi, waktu, frekuensi dan situasi munculnya halusinasi yang tidak tepat adalah
kapan suara itu datang
berapa kali suara itu muncul dalam sehari
apa yang dikatakan suara itu
coba bapak kendalikan suara itu
dalam keadaan bagaimana biasanya suara itu datang
klien merasa terancam bila klien tidak dapat menuruti suara yang didengar, ia berada pada fase?
Sleep disorder
Comforting
Condemning
Controlling
Conquering
Klien mencoba melawan suara-suara atau sensory abnormal yang datang, ia berada pada fase?
Sleep disorder
Comforting
Condemning
Controlling
conquering
sangat penting untuk mengkaji perintah yang diberikan lewat isi halusinasi klien, karena?
mungkin saja klien mendengar perintah menyakiti orang lain
semua perintah halusinasi akan positif
isi halusinasi akan memotivasi hidup klien
perawat akan mendukung isi halusinasi untuk mencegah halusinasi berulang
ada pesan-pesan khusus dari alam ghaib yang bermanfaat
Klien Tn. H datang dengan keluhan mendengar suara-suara mengancam, bicara sendiri, marah tanpa sebab, menutup telinga, mulut komat-kamit, klien mencoba melawan sensory abnormal yang datang, klien merasa terancam dengan datangnya suara terutama bila tidak menuruti perintah dari halusinasinya. sebelumnya ia sering merasakan kehampaan hidup, rutinitas tidak bermakna dan hilangnya aktivitas ibadah. menurut pengkajian masa lalu klien, ia merupakan anak yang tidak dikehendaki kelahirannya akibat gagal KB. perawat mengkaji waktu, frekuensi dan situasi munculnya halusinasi yang dialami oleh klien.
Diagnosa keperawatan yang tidak relevan pada klien pada kasus adalah
Resiko tinggi perilaku kekerasan
perubahan persepsi sensori halusinasi
isolasi sosial
rendahnya support system
Harga diri rendah kronis
Tindakan keperawatan dimana klien melakukan aktivitas yang terjadwal termasuk..
Membantu klien mengenali halusinasi
Melatih klien mengontrol halusinasi
melatih bercakap-cakap dengan orang lain
melatih klien menggunakan obat secara teratur
Melatih keterlibatan keluarga
