Font size
WorksheetsKaidah Kebahasaan Teks Anekdot
Total questions: 10
Worksheet time: 10mins
Kalimat berikut merupakan contoh dari kaidah kebahasaan teks anekdot, yaitu ...
"Ah, bosan sekali melihat berita isinya korupsi setiap hari. Mau jadi apa negeri ini?"
pertanyaan retoris
kalimat introgatif
majas personifikasi
majas kritik
verbal mental
Kategorikan kata kerja berikut sesuai dengan jenisnya masing-masing!
membenci
terjebak
berprasangka
mencuri hati
dipercaya
mencuri uang
memerintahkan
dipukul
berjalan
terjatuh
Di bawah ini yang bukan verbal material adalah ...
meyakini
membaca
dijual
belajar
menghadiri
Manakah di bawah ini yang merupakan pertanyaan retoris?
Apakah benda itu bisa terbang?
Siapakah yang tidak hadir hari ini?
Mengapa kita harus berbuat baik?
Bagaimana caranya bertransaksi menggunakan Qris?
Memangnya kita bisa hidup tanpa makan dan minum selamanya?
"Sopan sekali kelakuanmu, orang setua itu kaupukul sampai terjatuh."
Kalimat tersbeut mengandung majas sindiran, yaitu
ironi
sarkasme
satire
sinisme
pleonasme
"Dasar otak udang, disuruh mengerjakan pekerjaan yang sangat mudah saja kau tidak bisa. Lalu, apa yang kau bisa?"
Kalimat di atas mengandung majas sindiran, yaitu ...
sarkasme
ironi
sinisme
personifikasi
ejekan
"Cuma duduk-duduk seharian, kamu merasa lelah? Dasar pemalas."
Kalimat di atas mengandung majas sindiran, yaitu ...
sinisme
sarkasme
ironi
metafora
hiperbola
“Iyalah, coba saja kamu pikir, seorang politisi minimal harus mencuri uang negara 1 milyar terlebih dahulu baru bisa memakai baju oranye tersebut.”
Kata yang bercetak tebal dalam kalimat tersebut mengandung kaidah kebahasaan ...
verba mental
verba material
verba relasional
kalimat verbal
kalimat nominal
Kategorikan hal-hal berikut berdasarkan hal yang harus diperhatikan saat berbicara di depan umum!
melupakan
menyesal
berkorban
menulis
berdiskusi
dikerjakan
Manakah di bawah ini yang bukan kalimat retoris?
Di mana hati nurani kamu saat melihat saudara sendiri sedang berada dalam kesusahan?”
“Apakah berbuat jahat itu akan menambah dosa?”
“Apakah kamu tega melihat sesama manusia atau anak-anak itu kelaparan?”
“Harus menunggu berapa banyak korban lagi agar jalanan diperbaiki?”
"Siapakah siswa yang tidak masuk hari ini?"
