NEW
Font size
WorksheetsDPSM-QUIZ
Total questions: 20
Worksheet time: 10mins
Dalam lingkup ADR Group, format 8D harus selalu digunakan dalam perumusan tindakan korektif.
BENAR
SALAH
Untuk mencegah masalah yang sama terulang, perlu dilakukan update quality system, misalnya dengan melakukan revisi instruksi kerja.
BENAR
SALAH
Dalam metode 8D, pada langkah D3 (Describe, Implement and Verify Interim Containment Action) kita harus merumuskan tindakan pencegahan supaya masalah yang sama tidak terulang.
BENAR
SALAH
Tindakan korektif yang dilakukan dinyatakan efektif hanya jika masalah yang ditangani sudah 100% teratasi.
BENAR
SALAH
Jika kita memutuskan untuk menggunakan metode 8D untuk pemecahan masalah, maka untuk langkah D4 (Define and Verify Root Cause) kita harus menggunakan tools Fishbone Diagram.
BENAR
SALAH
Hasil Fault-Tree Analysis perlu dipelihara dan dijadikan berupa database sehingga ketika terjadi satu masalah (yang pernah terjadi sebelumnya), tidak perlu pembahasan ulang dari nol karena sudah ada analisis sebelumnya.
BENAR
SALAH
Dikaitkan dengan Plan-Do-Check-Action (PDCA), maka langkah D2 (Describe Problem) pada metode 8D sama dengan “Do” pada PDCA.
BENAR
SALAH
Katakanlah kita memiliki oven untuk mematangkan kertas dengan kisaran nilai temperatur 100-200 oC dan skala setting temperatur adalah 1oC (tidak decimal). Dengan metode Binary Tree, secara teori kita dapat menemukan nilai setting temperatur terbaik untuk mematangkan kertas dengan maksimal 8 kali percobaan.
BENAR
SALAH
FMEA hanya menganalisis penyebab masalah (failure) dan tidak menunjukkan prioritas masalah yang perlu ditangani.
BENAR
SALAH
Untuk mengetahui nilai terbaik dari beberapa variabel sekaligus sebaiknya menggunakan metode Binary Tree.
BENAR
SALAH
FMEA dan FTA sama-sama merupakan knowledge database. Perbedaannya adalah FTA berorientasi ke proses manufaktur sedangkan FMEA berorientasi pada masalah.
BENAR
SALAH
Prinsip Pareto menyatakan bahwa dari sekian banyak hal, biasanya hanya ada beberapa yang dominan. Prinsip ini membantu kita untuk mengidentifikasi masalah yang menjadi prioritas untuk diselesaikan.
BENAR
SALAH
Dalam FMEA, Risk Priority Number (RPN) dihitung dengan mempertimbangkan 3 faktor yaitu tingkat keparahan (severity), kemungkinan terjadi (occurrence) dan tingkat deteksi (Detection).
BENAR
SALAH
Jika kita menerapkan prinsip Pareto, maka kita hanya perlu menyelesaikan 20% jenis defect dominan yang menimbulkan 80% dari total defect produk. Untuk jenis defect lainnya tidak perlu ditindaklanjuti.
BENAR
SALAH
Pada form LPTK, containment maksudnya adalah tindakan untuk mencegah produk yang menyimpang (NG) diteruskan ke proses berikutnya.
BENAR
SALAH
Potential Effect(s) of Failure pada Process FMEA merupakan penyebab masalah yang perlu diturunkan tingkat occurrence-nya.
BENAR
SALAH
Kecuali ditetapkan lain oleh pelanggan atau Badan Sertifikasi, ketika kita menggunakan metode 5-Whys untuk mengidentifikasi root cause, maka root cause yang diidentifikasi tidak harus merupakan why ke-5.
BENAR
SALAH
Pada saat membuat diagram pareto, jika kita menemukan bahwa masalah “Lain-lain” menjadi yang dominan maka itu merupakan indikasi bahwa pengelompokan masalah yang kita tetapkan kurang baik.
BENAR
SALAH
Pada saat kita melakukan analisis akar masalah menggunakan FTA, ketika kita mengindikasi bahwa yang menjadi penyebab masalah adalah “human error”, itu menunjukkan bahwa analisis akar masalah yang kita lakukan pasti sudah tepat.
BENAR
SALAH
Pada metode 8D, pada langkah D1 (Define Team) kita mengidentifikasi personel yang menyebabkan masalah terjadi.
BENAR
SALAH
