NEW
Font size
WorksheetsQuiz 6 Teori Bahasa Otomata 2023-1 Ekspresi Reguler
Total questions: 10
Worksheet time: 10mins
Tata Bahasa Regular (FSA) bisa kita konstruksikan dengan :
Ekspresi Regular dan Aturan Produksi
Pohon Penurunan
Graph berarah
Graph tak berarah
Matrik
Sebuah otomata berhingga menspesifikasikan sebuah bahasa sebagai himpunan semua untai yang menggerakkannya dari state awal ke
salah satu dari state yang diterimanya (himpunan state akhir).
state awal
proses awal
proses tengah
proses akhir
Dalam batasan Aturan Produksi untuk Bahasa Regular:
α→β (dibaca α menghasilkan β)
α adalah sebuah simbol variabel.
β maksimal memiliki sebuah simbol variabel yang terletak di
paling kanan bila ada.
di awal
di tengah
di konsep bahasa
di model bahasa
Dalam batasan Aturan Produksi untuk Bahasa Regular (lanjutan):
•α atau β bisa berupa simbol terminal atau non-terminal/variabel.
•Simbol variabel/non-terminal adalah simbol yang masih bisa diturunkan. Biasanya dinyatakan dengan:
huruf besar, misal: A, B, C.
huruf kecil, misal: a, b, c.
gabungan huruf besar dan kecil
angka desimal
simbol abjad yunani seperti: α atau β
Dalam batasan Aturan Produksi untuk Bahasa Regular (lanjutan):
•Simbol terminal sudah tidak bisa diturunkan lagi. Simbol terminal biasanya dinyatakan dengan
huruf kecil. Misal: a, b, c.
huruf Besar Misal: A, B, C.
huruf gabungan. Misal: a, B, c.
Simbol huruf yunani seperti: α atau β
•Suatu tata bahasa (grammar) didefinisikan dengan 4 tupel (G={V, T, P, S}) dimana:
→V=
himpunan simbol variabel/non terminal.
himpunan simbol terminal.
kumpulan aturan produksi
simbol awal
konstanra
Dalam mengkontruksi aturan produksi tata bahasa regular dari suatu finite state automata, perlu kita ingat yang menjadi perhatian kita adalah state-state yang bisa menuju ke
state akhir.
state awal
state tengah
state baru
state random
•Misalnya kita tentukan simbol awal adalah S, kita identikan simbol S dengan state awal q₀. dari q₀ mendapat input a menjadi q₁.
•E Kita identikkan dengan q₁
•Bisa kita tuliskan sebagai aturan produksi:
S→aE
S→AE
S→ae
S→q1q2
S→q2q1
Perhatikan gambar di atas:
•Bisa kita lihat hasil pada gambar tersebut akan berkorelasi S dengan q₀, B dengan q₁, dan C dengan q₂.
•Kita lihat S→b, maka kita buat state akhir adalah:
q₃.
q1.
q2.
q0
q2 dan q3
•Jika kita identikan q₂ sebagai A dan q₃ sebagai B.
–dari q₂ mendapat input a tetap ke q₂,
–dari q₃ mendapat input b tetap ke q₃, bisa kita tuliskan:
A → aA
B → bB
A → AA
B → BB
A → aa
B → bb
A → aA1
B → bB2
A → aA2
B → bB1
