NEW
Font size
WorksheetsP3K-SOSIALKULTURAL (KELAS GABUNGAN ASC)
Total questions: 20
Worksheet time: 20mins
Seorang guru sedang mengajar di kelas yang terdiri dari siswa dari berbagai latar belakang budaya, agama, dan kemampuan. Dalam pembelajaran tersebut, guru ingin menciptakan suasana kelas yang kondusif dan menghargai perbedaan. Salah satu upaya yang dilakukan guru adalah dengan . . .
Menceritakan pengalaman pribadinya yang berbeda dengan siswa-siswanya.
Meminta siswa untuk berkelompok berdasarkan latar belakang budayanya.
Melakukan kegiatan pembelajaran yang melibatkan semua siswa, tanpa memandang perbedaan.
Memberinya tugas yang berbeda kepada siswa berdasarkan latar belakang budayanya.
Seorang calon ASN PPPK akan mengajar di sekolah yang terletak di daerah yang memiliki keragaman budaya yang tinggi. Salah satu yang dapat dilakukan oleh calon ASN PPPK tersebut untuk mengembangkan sikap terbuka dan ingin belajar tentang perbedaan/kemajemukan masyarakat adalah . . .
Mengikuti kegiatan pelatihan yang membahas tentang keragaman budaya.
Membaca buku-buku dan artikel tentang keragaman budaya.
Mencari informasi tentang keragaman budaya melalui internet.
Berinteraksi dengan orang-orang dari berbagai latar belakang budaya.
Seorang calon ASN PPPK akan mengajar di sekolah yang terletak di daerah yang memiliki keragaman budaya yang tinggi. Dalam pembelajarannya, calon ASN PPPK tersebut akan bekerja sama dengan guru-guru lain yang berasal dari berbagai latar belakang budaya. Salah satu upaya yang dapat dilakukan calon ASN PPPK tersebut untuk mengembangkan kemampuan bekerja sama dengan individu yang berbeda latar belakang dengannya adalah . . .
Mendiskusikan rencana pembelajaran dengan guru-guru lain secara terbuka.
Menawarkan bantuan kepada guru-guru lain yang membutuhkan.
Menjadi pendengar yang baik ketika guru-guru lain sedang berbicara.
Menghargai pendapat dan ide-ide dari guru-guru lain, meskipun berbeda dengan pendapatnya sendiri.
Seorang guru kelas 1 SD memiliki murid yang berasal dari berbagai latar belakang budaya dan agama. Pada suatu hari, salah satu muridnya, sebut saja Andi, tidak mau mengikuti kegiatan kelas karena hari itu adalah hari puasa menurut agamanya. Apakah sikap yang seharusnya dilakukan oleh guru tersebut ?
Menegur Andi dan menyuruhnya mengikuti kegiatan kelas seperti biasanya.
Mengajak Andi untuk ikut serta dalam kegiatan kelas, tetapi dengan memberikannya toleransi untuk tidak melakukan hal-hal yang bertentangan dengan agamanya.
Mengizinkan Andi untuk tidak mengikuti kegiatan kelas pada hari itu.
Membicarakan hal ini dengan orang tua Andi.
Seorang guru kelas 6 SD ditugaskan untuk menjadi ketua panitia kegiatan pentas seni sekolah. Dalam kegiatan tersebut, guru tersebut harus bekerja sama dengan guru-guru lain, staf tata usaha, dan juga orang tua murid. Apakah sikap yang seharusnya dilakukan oleh guru tersebut untuk membangun hubungan baik dengan semua pihak tersebut ?
Melakukan tugasnya sesuai dengan tanggung jawabnya, tanpa perlu memperhatikan perasaan orang lain.
Bersikap ramah dan sopan kepada semua pihak, serta selalu bersedia membantu.
Menjadi orang yang dominan kepada semua pihak, serta selalu ingin didengar pendapatnya.
Selalu bersikap kritis dan tidak mudah percaya kepada orang lain.
Di sebuah sekolah, terjadi perselisihan antara dua kelompok siswa yang berbeda latar belakang agama. Perselisihan tersebut menimbulkan ketegangan di lingkungan sekolah. Sebagai seorang guru, apa yang harus Anda lakukan ?
Menghadapi kedua kelompok siswa tersebut secara langsung dan meminta mereka untuk menyelesaikannya sendiri.
Menengahi kedua kelompok siswa tersebut dan mencari solusi yang dapat diterima oleh kedua belah pihak.
Menelepon orang tua kedua kelompok siswa tersebut untuk meminta bantuan.
Membiarkan perselisihan tersebut terjadi dan menunggunya mereda dengan sendirinya.
Seorang guru kelas 5 SD, Pak Budi, memiliki siswa dari berbagai latar belakang budaya dan agama. Dalam sebuah diskusi kelas, seorang siswa, sebut saja Andi, melontarkan pernyataan yang menyinggung agama siswa lain, sebut saja Budi. Pak Budi segera menengahi dan meminta Andi untuk meminta maaf. Pak Budi juga menjelaskan bahwa perbedaan agama merupakan hal yang wajar dan harus dihargai. Berikut ini adalah beberapa upaya yang dapat dilakukan Pak Budi untuk mempromosikan sikap menghargai perbedaan di antara orang-orang yang mendorong toleransi dan keterbukaan adalah . . .
Mengajarkan siswa tentang pentingnya toleransi dan keterbukaan.
Menciptakan ruang kelas yang aman dan nyaman bagi semua siswa.
Memberikan contoh perilaku yang menghargai perbedaan.
Mendorong siswa untuk terlibat dalam kegiatan-kegiatan yang mempromosikan toleransi dan keterbukaan.
Seorang guru kelas 6 SD, Bu Ani, mengajar di sebuah sekolah yang terletak di daerah perbatasan antara dua provinsi. Siswa-siswi di sekolah tersebut berasal dari berbagai latar belakang budaya yang berbeda. Bu Ani menyadari bahwa perbedaan budaya ini dapat menimbulkan potensi kesalahpahaman. Pada suatu hari, Bu Ani sedang mengajar materi tentang kebudayaan Indonesia. Bu Ani meminta siswa-siswi untuk menuliskan sebuah cerita tentang budaya daerah mereka masing-masing. Bu Ani kemudian mengumpulkan cerita-cerita tersebut dan membacanya di depan kelas. Setelah membaca cerita-cerita tersebut, Bu Ani menyadari bahwa ada beberapa cerita yang mengandung unsur kesalahpahaman budaya. Misalnya, ada cerita yang menggambarkan suatu budaya dengan cara yang negatif atau merendahkan budaya lain. Bu Ani ingin mengatasi potensi kesalahpahaman budaya ini. Langkah apa yang paling tepat dilakukan oleh Bu Ani?
Menghapus cerita-cerita yang mengandung unsur kesalahpahaman budaya.
Memberikan penjelasan tentang perbedaan budaya yang ada.
Mengajak siswa untuk saling belajar dan memahami budaya masing-masing.
Membiarkan siswa untuk belajar sendiri tentang perbedaan budaya.
Seorang guru kelas 5 SD, Pak Budi, memiliki dua siswa, sebut saja Andi dan Budi, yang sering bertengkar. Andi dan Budi berasal dari latar belakang budaya yang berbeda. Andi berasal dari keluarga yang religius, sedangkan Budi berasal dari keluarga yang lebih terbuka. Suatu hari, Andi dan Budi bertengkar karena Andi tidak setuju dengan cara Budi berpakaian. Andi menganggap bahwa pakaian Budi terlalu terbuka dan tidak sopan. Budi merasa tersinggung dan membalas dengan mengatakan bahwa Andi terlalu kolot dan tidak mengikuti perkembangan zaman. Pak Budi menyadari bahwa bertengkarnya Andi dan Budi disebabkan oleh perbedaan budaya yang ada. Pak Budi ingin menyelesaikan konflik ini agar tidak menimbulkan dampak negatif yang lebih besar. Apa yang harus dilakukan oleh Pak Budi untuk menyelesaikan konflik ini ?
Memberikan penjelasan tentang perbedaan budaya yang ada.
Mengajak Andi dan Budi untuk saling belajar dan memahami budaya masing-masing.
Menjadi mediator antara Andi dan Budi.
Membiarkan Andi dan Budi untuk menyelesaikan konfliknya sendiri.
Bu Erna seorang guru kelas 6 SD, Bu Erna mengajar di sebuah sekolah yang terletak di daerah perbatasan antara dua provinsi. Siswa-siswi di sekolah tersebut berasal dari berbagai latar belakang budaya yang berbeda. Bu Erna menyadari bahwa perbedaan budaya ini dapat menimbulkan potensi perpecahan. Bu Erna ingin mengajak siswa-siswinya untuk senantiasa menjaga persatuan dan kesatuan dalam keberagaman. Bu Erna juga ingin mengajak mereka untuk menerima segala bentuk perbedaan dalam kehidupan bermasyarakat. Apa yang dapat dilakukan oleh Bu Erna untuk mencapai tujuan tersebut ?
Memberikan penjelasan tentang perbedaan budaya yang ada.
Mengajak siswa untuk saling belajar dan memahami budaya masing-masing.
Mengadakan kegiatan-kegiatan yang mempromosikan persatuan dan kesatuan dalam keberagaman.
Membiarkan siswa untuk belajar sendiri tentang perbedaan budaya.
Seorang guru kelas 6 SD, Bu Ani, mengajar di sebuah sekolah yang terletak di daerah perbatasan antara dua provinsi. Siswa-siswi di sekolah tersebut berasal dari berbagai latar belakang budaya yang berbeda, termasuk latar belakang agama/kepercayaan, suku, gender, sosial ekonomi, dan preferensi politik. Bu Ani ingin mendayagunakan perbedaan latar belakang siswa-siswinya untuk mencapai kelancaran pencapaian tujuan organisasi sekolah, yaitu meningkatkan kualitas pendidikan. Apa yang dapat dilakukan oleh Bu Ani untuk mencapai tujuan tersebut ?
Memberikan kesempatan kepada siswa untuk berkontrubusi sesuai dengan latar belakang mereka.
Mengadakan kegiatan-kegiatan yang mempromosikan toleransi dan pemahaman antar budaya
Membentuk tim kerja yang beragam.
Membiarkan siswa untuk belajar sendiri tentang perbedaan latar belakang.
Pak Yassir adalah seorang guru di sebuah sekolah menengah pertama di kota besar. Di kelasnya, terdapat siswa-siswi dari berbagai latar belakang, agama/kepercayaan, suku, jender, sosial ekonomi, dan preferensi politik. Pak Yassir ingin membuat program pembelajaran yang dapat mengakomodasi perbedaan tersebut. Berikut adalah beberapa opsi program yang dapat dipertimbangkan oleh Pak Yassir yaitu . . .
Program pembelajaran berbasis pada nilai-nilai universal, seperti toleransi, keadilan dan cinta kasih.
Program pembelajaran yang berbasis pada budaya lokal.
Program pembelajaran yang berbasis pada minat dan bakat siswa.
Program pembelajaran yang berbasis pada kebutuhan siswa.
Pak Agus adalah seorang guru di sebuah sekolah dasar di desa terpencil. Masyarakat di desa tersebut masih memiliki budaya yang sangat tradisional. Pak Agus ingin menjadi wakil pemerintah yang mampu membangun hubungan sosial psikologis dengan masyarakat sehingga menciptakan kelekatan yang kuat antara ASN dan para pemangku kepentingan serta diantara para pemangku kepentingan itu sendiri. Berikut adalah beberapa hal yang dapat dilakukan oleh Pak Agus untuk mencapai tujuan tersebut, yaitu . . .
Memperkenalkan nilai-nilai Pancasila kepada masyarakat.
Melakukan dialog dengan masyarakat untuk memahami budaya dan kebutuhan mereka.
Membentuk tim dengan masyarakat.
Menjalin hubungan baik dengan tokoh-tokoh masyarakat.
Seorang guru kelas 5 SD memiliki siswa yang berasal dari berbagai latar belakang, agama/kepercayaan, suku, jender, sosial ekonomi, dan preferensi politik. Dalam pembelajaran, guru tersebut menemukan bahwa beberapa siswa sering terlibat dalam konflik dan pertengkaran. Agar konflik tersebut tidak semakin memburuk, guru tersebut perlu berkomunikasi dengan siswa-siswanya untuk mengkomunikasikan dampak risiko yang teridentifikasi dan merekomendasikan tindakan korektif. Berikut adalah beberapa opsi tindakan korektif yang dapat dilakukan oleh guru tersebut adalah . . .
Mengadakan pertemuan dengan orang tua masing-masing siswa untuk membahas masalah tersebut.
Meminta siswa untuk menulis permintaan maaf kepada siswa yang bertengkar dengannya.
Mengadakan kegiatan ekstrakurikuler yang melibatkan semua siswa untuk membangun kebersamaan.
Menerapkan hukuman yang tergas kepada siswa yang terlibat dalam konflik.
Sebuah sekolah dasar di Jakarta memiliki siswa-siswi yang berasal dari berbagai latar belakang agama/kepercayaan, suku, gender, sosial ekonomi, dan preferensi politik. Untuk meningkatkan toleransi dan pemahaman antar siswa, kepala sekolah ingin membuat kebijakan yang mengakomodasi perbedaan tersebut. Kebijakan manakah yang paling tepat ?
Menyusun jadwal pelajaran agama/kepercayaan yang berbeda-beda.
Membentuk kelompok belajar yang terdiri dari siswa siswi dari berbagai latar belakang.
Mengadakan kegiatan ekstrakurikuler.
Memilih guru yang berasal dari berbagai latar belakang.
Seorang guru bernama Pak Iwan mengajar di sebuah sekolah dasar di daerah perkotaan. Di kelasnya, terdapat siswa dari berbagai latar belakang, termasuk siswa dari suku dan agama yang berbeda. Pak Iwan menyadari bahwa perbedaan ini penting untuk dihargai dan dihormati. Oleh karena itu, Pak Iwan berusaha untuk memahami, menerima, dan peka terhadap perbedaan individu/kelompok masyarakat.
Sangat setuju
Setuju
Tidak setuju
Sangat tidak setuju
Seorang guru mengajar di sekolah yang memiliki peserta didik dari latar belakang budaya yang sama. Guru tersebut tetap memiliki kemampuan untuk bersikap terbuka dan ingin belajar tentang perbedaan budaya. Hal ini tercermin dari sikapnya yang selalu berusaha untuk memahami budaya-budaya lain di luar budaya peserta didiknya.
Sangat setuju
Setuju
Tidak setuju
Sangat tidak setuju
Seorang guru di sebuah sekolah menengah atas (SMA) memiliki kelas yang terdiri dari siswa-siswa dengan latar belakang yang beragam, termasuk agama, suku, dan sosial ekonomi. Pada suatu hari, terjadi perdebatan antara dua kelompok siswa di kelas tersebut, yaitu kelompok siswa yang beragama Islam dan kelompok siswa yang beragama Kristen. Perdebatan tersebut dipicu oleh perbedaan pendapat tentang perayaan hari raya keagamaan. Guru tersebut sangat tidak perlu melakukan tindakan untuk mengatasi pertentangan tersebut. Hal ini karena perdebatan tersebut merupakan hal yang tidak perlu dan dapat mengganggu proses pembelajaran. Guru dapat langsung menegur siswa-siswa yang terlibat dalam perdebatan tersebut dan meminta mereka untuk menghentikannya.
Sangat setuju
Setuju
Tidak setuju
Sangat tidak setuju
Sebagai seorang guru, Anda memiliki peran penting dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Salah satu cara yang dapat Anda lakukan adalah dengan menginisiasi dan merepresentasikan pemerintah di lingkungan kerja dan masyarakat untuk senantiasa menjaga persatuan dan kesatuan dalam beragaman dan menerima segala bentuk perbedaan dalam kehidupan bermasyarakat.
Sangat setuju
Setuju
Tidak setuju
Sangat tidak setuju
Guru tidak memiliki kewenangan untuk menginisiasi dan merepresentasikan pemerintah. Guru hanya dapat melaksanakan tugasnya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Sangat setuju
Setuju
Tidak setuju
Sangat tidak setuju
