wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Quiz Novel Kelas 12

Total questions: 25

Worksheet time: 1hrs 15mins

Name
Class
Date
1.

Cermati teks berikut!

(1) Kehidupan di Lhok Nga mulai bergerak remang. (2) Cahaya matahari menyemburat dari balik bukit yang memagari kota. (3) Orang-orang sudah dari tadi kembali dari meunasah (beribadah). (4) Orang-orang mulai beranjak mengukir hari. (5) Yang berdagang pergi ke pasar, membuka toko-toko. (6) Yang bekerja di kantoran mandi, bersiap diri. (7) Yang sekolah menyiapkan buku-buku dan peralatan lainnya. (Hafalan Surat Delisa, Tere Liye)

Kalimat bermajas dalam paragraf tersebut terdapat pada kalimat bernomor...

a)

(2) dan (3)

b)

(2) dan (4)

c)

(2) dan (7)

d)

(3) dan (4)

e)

(6) dan (7)

2.

Cermati kutipan novel berikut!

Dari lantai dua ini, kalian bisa melihat pekerja konstruksi bakal town square dua ratus meter di sisi kiri gerai foto kopian tadi. Beberapa remaja berkumpul ramai di sana. Para pekerja yang memakai helm tak peduli dengan hujan. Mereka sedang mengejar target peresmian enam bulan lagi. Bersaing dengan dua pusat perbelanjaan lainnya yang serempak dibangun. Kota ini maju sekali meskipun itu harus dibayar dengan berbagai ketidaknyamanan.

Keterkaitan isi novel tersebut dengan kehidupan masyarakat saat ini adalah...

a)

Kemajuan kota terkadang harus dibayar dengan berbagai ketidaknyamanan.

b)

Para pekerja kontruksi tetap bekerja meskipun kondisi hujan.

c)

Para remaja sering berkumpul di toko cuci cetak foto.

d)

Para pekerja kontruksi harus siap bekerja di mana pun dan kapan pun.

e)

Adanya persaingan antara toko dengan pusat perbelanjaan.

3.

Dibawah ini yang bukan termasuk unsur intrinsik yang digunakan di dalam novel..

a)

Tema

b)

Alur

c)

Tokoh

d)

penokohan

e)

Biografi Pengarang

4.

Cermati kutipan novel berikut dengan baik!

Wiraatmaja menggelengkan kepalanya. "Anak-anak berlainan dengan kita: apa yang kita katakan baik, katanya tidak baik." "Bukan begitu Bapak!" kata Tuti pula menyambung kata ayahnya. "Bukan mereka sengaja hendak bertentangan dengan orang tua. Yang bertentangan itu hanyalah pendapat tentang bahagia, tentang arti hidup kita sebagai manusia. Emang berkata bahwa bahagia itu ialah pekerjaan kemudian hari, pendeknya hidup yang senang.

Sudut pandang yang digunakan dalam kutipan tersebut adalah...


a)

Orang pertama sebagai pelaku pertama

b)

Orang pertama sebagai pengamat

c)

Orang ketiga bukan tokoh utama

d)

Orang ketiga serba tahu

e)

Orang ketiga terarah

5.

Cermatilah paragraf berikut!

Malam terasa dingin. Rasa dingin membuatku takut. Lolongan anjing yang terus menerus menyurutkan keberanianku untuk bangun. Perlahan-lahan kuselimuti tubbuhku dengan sarung, lalu kucoba berlindung di balik bantal. Terasa tegak hangat tubuhku.

Perbaikan kalimat yang tidak padu yang bercetak miring pada paragraf tersebut adalah...

a)

Angin malam berhembus ke arahku.

b)

Hembusan angin malam itu begitu kencang.

c)

Hembusan angin dari luar pintu terasa dingin.

d)

Angin membuatku kedinginan.

e)

Semilir angin membangunkan bulu kudukku.

6.

Cermati paragraf berikut!

Mereka terkejut melihat harimau ... melepaskan Pak Balam dari cengkeramannya. Harimau itu menghilang ke dalam hutan yang sangat gelap tengah malam itu. Dengan cepat mereka berlari dan menuju ke tempat Pak Balam terbaring. Dalam cahaya samar-samar dari potongan kayu yang menyala, mereka melihat betapa kaki kiri Pak Balam lukanya ..., betisnya terkena gigitan harimau, daging dan otot betisnya koyak hingga terlihat tulang yang putih, dan darah yang mengalir...

Frasa berikut yang tepat untuk melengkapi paragraf tersebut adalah...

a)

sangat besar, besar benar, teramat banyak

b)

cukup besar, sakit sekali, bagaikan air

c)

tinggi besar, paling besar, seperti air

d)

sangat besar, amat parah, amat banyak

e)

agak besar, dalam sekali, tak tertahankan

7.

Kala itu tahun 1309, Segenap rakyat berkumpul di alun-alun Kerajaan Majapahit. Semua berdoa, apapun warna agamanya, apakah Siwa, Buddha, maupun Hindu. Semua arah perhatian ditujukan dalam satu pandang, ke Purawaktra yang tidak dijaga terlampau ketat.

Kutipan tersebut termasuk mengandung nilai...

a)

estetis

b)

agama

c)

budaya moral

d)

sosial

e)

budaya sosial

8.

Kalimat yang menggunakan konjungsi temporal adalah….

a)

Hampir 100 kepala negara menghadiri upacara penghormatan resmi yang berlangsung di bawah guyuran hujan deras di Stadion FNB, Soweto, Afsel.

b)

Mandela dimakamkan dengan adat Xhosa di sebuah makam di Desa Qunu, tempat Ia menghabiskan masa kecilnya.

c)

Nelson Mandela wafat dalam usia 95 tahun.

d)

Sebelumnya, jenazah disemayamkan selama tiga hari di Union Buildings di Prectoria, tempat Dia dilantik menjadi presiden kulit hitam pertama Afrika Selatan

e)

Pemakaman terletak di tanah luas keluarga yang dibangun Mandela tahun 1990.

9.

Fungsi estetis teks novel memberikan!

Pilihan jawaban

a)

Pengetahuan tentang moral

b)

Memberikan unsur keindahan

c)

Pengetahuan tentang agama

d)

Menyajikan informasi nilai-nilai

e)

Memberikan penjelasan

10.

Semuanya seperti musim kering; kemarau datang dan angin gersang menusuk-nusuk. Semuanya seperti musim basah; hujan dan badai adalah nyanyian dalam sedih dan ngilu. Semuanya seperti perih, ketika langit tak menyisakan cerita apa-apa. Semuanya menjadi sepi...

(Nyanyi Sunyi dari Indragiri , Hary B Kori’un)

Gaya bahasa dalam kutipan novel di atas adalah gaya bahasa ....

Pilihan jawaban

a)

antithesis

b)

personifikasi

c)

metonimia

d)

metafora


e)

hiperbola

11.

Namun takdir berkata lain, dimalam sebelum pertunangan mereka, Bali terserang Bom (Bom Jimbaran) dan keluarga Rosie menjadi korban. Nathan meninggal, Rosie yang tak mampu menahan kehilangan depresi dan bersikap seperti orang gila.Suasana yang terdapat dalam novel tersebut adalah ...

Pilihan jawaban

a)

Gunda

b)

Tegang

c)

bahagia

d)

Sedih

e)

Khusyuk

12.

Bacalah kutipan novel “Sunset Bersama Rosie” di bawah ini!

(1) Perahu terombang-ambing pelan (2) Jasmine memperbaiki posisi snorkel (3) Tegar meneriakkan agar tidak jauh-jauh (4) Jasmine mengacungkan tangannya (5) Dari sini terlihat betul betapa senangnya Jasmine.

4. Kalimat yang menunjukkan latar tempat terdapat dalam nomor ...


a)

1

b)

2

c)

3

d)

4

e)

5

13.

Layang-layang Adi tiba-tiba menukik dari atas menyambar layang-layang Badu. (2) Akibatnya, ada bagian kertas layang-layang Badu yang robek. (3) Dan... ketika diadu kembali, layangan Badu pun putus. (4) Badu memandang layang-layangnya seolah-olah tidak percaya. (5) Perasaan sedih dan malu menjadi satu. (6) Akhirnya Badu mengakui kekalahannya.

Watak tokoh Badu pada kutipan novel tersebut adalah ...

a)

pemalu

b)

periang

c)

angkuh

d)

sombong

e)

berjiwa besar

14.

Di tengah orang yang berlomba – lomba menjadi patung lilin, Ayah adalah salah satu dari sedikit orang yang memilih untuk tetap menjadi manusia.

Watak tokoh ayah pada kutipan cerpen tersebut adalah ….

a)

sombong

b)

tabah

c)

rendah hati

d)

religius

e)

bijaksana

15.

Aku dan kakakku ibarat minyak dengan air. Sikap dan gagasan yang kami lontarkan selalu berbeda. Sebagai adik, aku mengalah karena ingin selalu menjaga hubungan baik. Apalagi usia kami yang semakin merambat tua.

Unsur intrinsik yang dominan dalam kutipan novel tersebut adalah ….

a)

tema

b)

alur

c)

penokohan

d)

latar

e)

amanat

16.

Udara danau Menjakut berbau bunga kopi, tertiup perlahan memasuki rongga hati, dan menghempas dadaku pada barisan awan di langit menuju arah laut, ke arah pantai, ke arah teluk Tanjung Cina. Di sanalah Sulaiman lelaki yang telah menebas separuh umurnya, telah terkubur dan pergi.

Majas yang terdapat pada kutipan cerpen tersebut adalah ….

a)

Personifikasi

b)

Metafora

c)

Simile

d)

Hiperbola

e)

Sinestesia

17.

“Langsung saja. Namaku Dilan, jenis kelamin laki-laki, bernafas menggunakan paru-paru, sama seperti seekor paus. Tahun 1977, pernah ingin jadi macan, tapi itu gak mungkin.

Aku lahir di Bandung, dari seorang Ibu yang oleh anaknya dipanggil Bunda, kecuali kalau akunya sedang mau minta uang, aku memanggilnya “Bundahara” (seperti yang sudah Lia ceritakan di dalam buku itu). Tapi aku pernah sekali memanggilnya Sari Bunda, yaitu pada kasus di saat aku ingin makan.”

Lewat kutipan tersebut, karakter tokoh Dillan disampaikan melalui ...

a)

Melalui dialog sang tokoh

b)

Pilihan nama tokoh

c)

Penggambaran fisik atau postur tubuh

d)

Pemaparan langsung pengarang

e)

Sifat tokoh

18.

Cermati kutipan novel berikut!

(1)Belum habis katanya, ia sudah menyimpang mendekati kembang setahun itu.

(2) sambil menunjuk membelai-belai bunga yang segar-segar itu, ia berkata,

“Bagaimana engkau tersesat di tengah rimba- rimba ini? Siapakah yang menanammu di sini?” (3) Yusuf datang mendekat pula, “Tentulah ada orang membawa kembang setahun kemari, terjatuh atau dibuangkannya di sini setangkai yang sudah tua.” (4) “Bagus benar, bagus benar,” ujar Maria, tiada memperdulikan kata Yusuf, belum puas rupanya mengucapkan kekagumannya melihat kembang itu. (5) “Kalau kita di Jakarta, tentu saya cabut sekaliannya akan ditanam di rumah.” (6) Tidak usah engkau cabut, ambil saja kembang yang tua. Cukuplah ditanami!” (“Layar Terkembang” karya STA)

Kalimat yang menyatakan latar tempat dalam kutipan tersebut terdapat pada nomor…

a)

1

b)

2

c)

3

d)

4

e)

5

19.

Cermati kutipan berikut!

Sekali aku menemukan cara licik untuk memperoleh kembali perhatian ronggeng Dukuh Paruk itu. Sebuah pepaya kucuri dari ladang orang. Pada saat yang baik, ketika Srintil seorang diri di pancuran, buah curian itu kuberikan kepadanya. Tak kukira aku akan memperoleh ucapan terima kasih yang menyakitkan, “Sesungguhnya aku menginginkan jeruk keprok,” kata Srintil dingin, “Tetapi buah papaya pun tak mengapa.”

Aku diam karena kecewa dan sedikit malu. Namun aku mendapat akal untuk menolong keadaan. Pikiran itu mendadak muncul setelah kulihat gigi Srintil telah berubah. (Ronggeng Dukuh Paruk, Ahmad Tohari)

Bukti yang menunjukkan watak tokoh Srintil seorang yang tinggi hati adalah….

a)

paragraf pertama kalimat ketiga

b)

paragraf pertama kalimat keempat

c)

kalimat kedua paragraf ketiga

d)

paragraf pertama kalimat kedua

e)

kalimat pertama paragraf kedua

20.

Cermati kutipan novel berikut!

Pak Balia selalu tampil prima karena ia mencintai profesinya, menyenangi ilmu, dan lebih dari itu, amat menghargai murid-muridnya. Setiap representasi dirinya ia perhitungkan dengan teliti sebab ia juga paham di depan kelas ia adalah center of universe dan karena yang diajarkan adalah sastra, muara segala keindahan. (Sang Pemimpi. Andrea Hirata)

Amanat penggalan novel tersebut adalah . . .

a)

Jadilah guru sastra karena selalu menyenangkan.

b)

Tampilah dengan prima dan penuh gaya jika akan mengajar.

c)

Mengajarlah dengan sepenuh hati agar disukai oleh murid.

d)

Jadilah guru yang profesional dan dapat menghargai orang lain.

e)

Hargai diri sendiri aar dapat menghargai orang lain.

21.

Cermati kutipan novel berikut!

Namun, aku memiliki filosofi baru bahwa berbuat yang terbaik pada titik di mana aku berdiri itulah sesungguhnya sikap yang realistis. Maka sekarang aku adalah orang yang paling optimis. Jika ku ibaratkan semangat manusia sebuah kurva, sebuah grafik, maka sikap optimis akan membawa kurva itu terus menanjak. Sebaliknya aku semakin terpatri dengn cita-cita agung kami ingin sekolah ke Prancis, menginjakan kaki di almamater suci Sorbonne, menjelajahi Eropa sampai ke Amerika. Tak pernah sedik pun terpikir untuk mengompromikan cita-cita itu. (Sang Pemimpi. Andera Hirata)

Amanat penggalan novel tersebut adalah . . . .

a)

Bersemangatlah agar hidup memiliki makna.

b)

Belajarlah sampai ke negeri seberang agar pandai.

c)

Yakinlah pada diri sendiri agar mudah dalam belajar.

d)

Bersikaplah optimis untuk dapat meraih cita-cita.

e)

Jangan malas belajar jika ingin menjadi terkenal.

22.

cermati kutipan berikut!

Pak Kepala Kanwil berkata dengan pelan dan pasti, namun cukup menusuk perasaan Setyani. Sosok pemimpin yang tegas dan kaku menurut Setyani itu, berulang kali mengucapkan kata-kata mutiara yang menyebalkan. Hati Setyani berletupan. “Ya, Bapak tidak mengalami sih, coba kalau istri Bapak yang harus memilih ultimatum itu. Bagaimana sikap Bapak? Bagaimana perasaan Bapak? Memang benar sebagai seorang pemimpin Bapak bersikap tegas. Tetapi, apakah tidak ada pertimbangan lain yang bersifat lebih manusiawi. Mengapa Bapak tidak menelusuri, mengapa suamimu pindah? Apa alasan pindah tugas? Bapak hanya menyapu rata. Bapak hanya menyapu bersih, mengambil permukaannya saja, tanpa mengikutsertakan perasaan. Yang ini telah dilupakan Bapak. Bukankah Bapak juga sebagai kepala rumah tangga yang dalam kesehariannya juga dikelilingi oleh anak dan istri yang setia? Di kantor memang Bapak pemimpin yang wibawa dan tegas. Tetapi, apakah salah jika dalam mengambil keputusan dan mengeluarkan dogma, Bapak mengikutsertakan sisi lain sebagai pertimbangan, yaitu nurani dan kemanusiaan misalnya. Semua permasalahan toh ada solusinya. (Sebuah Ultimatum, Susi Purwani)

Pesan moral yang terkandung dalam penggalan novel tersebut adalah . . .

a)

Pemimpin yang baik mengambil keputusan secara tegas dan mempertimbangkan kemanusiaan.

b)

Kesulitan seseorang dalam mengambil keputusan yang terbaik karena mempertimbangkan keadilan.

c)

Risiko seorang pegawai dalam menjalankan tugas dan kewajiban sebagai anak buah.

d)

Sikap tegas dan wibawa pemimpin kepada bawahannya tanpa pilih kasih atau adil.

e)

Kepedulian pemimpin terhadap masalah tugas dan keluarga yang kedua hal tersebut sama beratnya.

23.

Tegar, seorang pemuda sukses dengan tingkat kemapanan luar biasa, bertanggung jawab, jujur, tampan, tubuh atletis, tak kurang suatu apa pun, namun belum menikah hingga usianya sudah 35 tahun. Tegar pernah patah hati, menyaksikan pujaan hatinya, Rosie (yang telah dia cinta selama 20 tahun) dilamar oleh sahabatnya sendiri yang baru dikenalkannya pada Rosie dua bulan yang lalu. Rosie amat sangat menyukai sunset, tak pernah sekalipun wajahnya berpaling saat 47 detik sunset berlangsung, kecuali saat Nathan melamarnya di atas puncak Gunung Rinjani. Rosie memandang wajah Nathan. Tegar tak kuasa lebih lama lagi menyaksikan hal menyakitkan tersebut dan langsung memutuskan untuk menghilang dari kehidupan mereka berdua. (Sunset Bersama Rosie, Tere Liye)

Karakter tokoh Tegar dalam kutipan novel tersebut dapat diketahui melalui ...

a)

Dialog antartokoh

b)

Pikiran tokoh

c)

Penjelasan langsung

d)

Tanggapan tokoh lain

e)


Tindakan tokoh

24.

Cermati kutipan berikut!

Novel “Sunset Bersama Rosie” karya Tere Liye menceritakan tentang persahabatan sekaligus kisah cinta segitiga. Tokoh Tegar diceritakan harus patah hati melihat sahabat sekaligus gadis Rosie yang dicintainya dilamar oleh teman nya sendiri bernama Nathan. Namun setelah mereka menikah, bencana datang yaitu Nathan harus kehilangan nyawanya karena peristiwa Bom Bali. Setelah kejadian tersebut Rosie menjadi depresi dan anak-anaknya sangat sedih, Tegar tidak kuasa melihat keluarga Rosie. Ia pun menolong nya sampai keadaan putih, sampai dia harus membatalkan pernikannya dengan Sekar. Berjalannya waktu keluarga Rosie pulih seperti dahulu kala. Takdir menyatukan Tegar dan Rosie untuk bersatu.

Amanat yang dapat kita ambil dalam kutipan novel diatas ...

a)

Menolong siapa pun untuk mendapat keuntungan

b)

Bersenanglah karena dibalik musibah seseorang, terdapat peluang untuk kita

c)

Berbuat jujurlah atas perasaan yang kita punya

d)

Kasihanilah mereka yang kita cintai

e)

Tolonglah teman yang tertimpa musibah, walaupun itu berupa hal yang sangat kecil

25.

Cermati kutipan berikut!

Namun takdir berkata lain, dimalam sebelum pertunangan mereka, Bali terserang Bom (Bom Jimbaran) dan keluarga Rosie menjadi korban. Nathan meninggal, Rosie yang tak mampu menahan kehilangan depresi dan bersikap seperti orang gila.

Suasana yang terdapat dalam kutipan novel tersebut adalah ...


a)

Gundah

b)

Tegang

c)

Hening

d)

Sedih Khusyuk

e)

Sedih