wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

TEKS HIKAYAT (Bu Faiziya)

Total questions: 20

Worksheet time: 2hrs 40mins

Name
Class
Date
1.

Berikut yang bukan merupakan ciri-ciri teks hikayat adalah ....

a)

anonim

b)

dinamis

c)

istanasentris

d)

mengandung hal yang tidak logis

e)

menceritakan kesaktian tokoh

2.

Maka tiadalah terjawab oleh laki-laki itu. Maka disuruh oleh Masyhudulhakk jauhkan laki-laki Bedawi itu. Setelah itu maka dipanggilnya pula orang tua itu. Maka kata Masyhudulhakk, “Hai orang tua, sungguhlah perempuan itu istrimu sebenar-benamya?”

Konjungsi yang menyatakan urutan waktu atau peristiwa pada penggalan hikayat di atas adalah…

a)

kemudian

b)

lalu

c)

maka

d)

setelah itu

e)

selanjutnya

3.

Setelah beberapa lamanya, mereka belajar pula ilmu senjata, ilmu hikmat, dan isyarat tipu peperangan. Maka baginda pun bimbanglah, tidak tahu siapa yang patut dirayakan dalam negeri karena anaknya kedua orang itu sama-sama gagah. Jikalau baginda pun mencari muslihat; ia menceritakan kepada kedua anaknya bahwa ia bermimpi bertemu dengan seorang pemuda yang berkata kepadanya: barang siapa

yang dapat mencari buluh perindu yang dipegangnya, ialah yang patut menjadi raja di dalam negeri.

Nilai budaya yang ditunjukkan dalam penggalan hikayat di atas adalah … .

a)

Memperkenalkan ilmu saat anak sudah cukup umur

b)

Mewariskan gelar raja pada keturunan

c)

Mempelajari ilmu agama

d)

Menemukan buluh perindu

e)

Memilih penerus raja melalui sayembara

4.

Maka kata Indera Bangsawan, “Hamba ini tiada bernama dan tiada tahu akan bapak Hamba, karena diam dalam hutan rimba belantara. Adapun sebabnya hamba kemari ini karena hamba mendengar khabar anak raja sembilan orang hendak datang membunuh buraksa dan merebut tuan hamba dari padanya itu, itulah maka hamba datang kemari hendak melihat tamasya anak raja itu. Mengasihani hamba dan pada bicara akal hamba akan anak raja-raja yang sembilan itu tiadalah dapat membunuh buraksa itu. Jika lain daripada Indera Bangsawan tiada dapat membunuh akan buraksa itu.

Amanat yang tersirat dalam kutipan sastra klasik tersebut adalah …

a)

Basmilah jika melihat kejahatan

b)

Jangan menyombongkan diri

c)

Tunjukkanlah jika memiliki suatu kemampuan

d)

Hendaklah menolong orang dalam kesulitan

e)

Bersyukurlah jika mendapat pertolongan


5.

Maka anakanda baginda yang dua orang itu pun sampailah usia tujuh tahun dan dititahkan pergi mengaji kepada Mualim Sufian. Sesudah tahu mengaji, mereka dititah pula mengaji kitab usul, fikih, hingga saraf, tafsir sekaliannya diketahuinya.

Kata arkais yang bergaris bawah pada penggalan hikayat di atas memiliki makna…

a)

diusir

b)

diminta

c)

diperintah

d)

diizinkan

e)

diharapkan

6.

uan puteri memandang ke dayang kipas itu. Kesepuluhnya menyembah, lalu mengundurkan diri mengisut ke belakang perlahan-lahan. Bangkitlah Mak Inang, lalu duduk di tepi tilak tujuh bertindih, lalu mengumpulkan bunga melur yang terselit-selit di suara tuan puteri itu.

Nilai yang terdapat pada penggalan tersebut adalah ….

a)

sosial

b)

moral

c)

budaya

d)

agama

e)

pendidikan

7.

Beberapa lama di jalan jalan, sampailah ia pada suatu taman dan bertemu sebuah mahligai. Ia naik ke atas mahligai itu dan melihat sebuah gendang tergantung. Gendang itu dibukanya dan dipukulnya. Tiba-tiba, ia mendengar orang melarangnya memukul gendang itu. Lalu, diambilnya pisau dan ditorehnya gendang itu, maka Putri Ratna Sari pun keluarlah dari gendang itu. Putri Ratna Sari menerangkan bahwa negerinya telah dikalahkan oleh Garuda. Itulah sebabnya ia ditaruh orangtuanya dalam gendang itu dengan suatu cembul. Di dalam cembul yang lain, bersemayam perkakas dan dayang-dayangnya. Dengan segera, Syah Peri mengeluarkan dayang-dayang itu. Tatkala Garuda itu datang, Garuda itu dibunuhnya. Maka Syah Peri pun duduklah berkasih-kasihan dengan Putri Ratna Sari sebagai suami istri dihadap oleh segala dayang-dayang dan inang pengasuhnya.

Bukti kesaktian tokoh yang terdapat dalam kutipan teks hikayat tersebut adalah ....

a)

Syah Peri membunuh Garuda.

b)

Putri Ratna Sari keluar dari gendang.

c)

Syah Peri menikahi Putri Ratna Sari.

d)

Syah Peri mengeluarkan dayang-dayang.

e)

Putri Ratna Sari bersembunyi di dalam gendang.

8.

Beberapa lama di jalan jalan, sampailah ia pada suatu taman dan bertemu sebuah mahligai. Ia naik ke atas mahligai itu dan melihat sebuah gendang tergantung. Gendang itu dibukanya dan dipukulnya. Tiba-tiba, ia mendengar orang melarangnya memukul gendang itu. Lalu, diambilnya pisau dan ditorehnya gendang itu, maka Putri Ratna Sari pun keluarlah dari gendang itu. Putri Ratna Sari menerangkan bahwa negerinya telah dikalahkan oleh Garuda. Itulah sebabnya ia ditaruh orangtuanya dalam gendang itu dengan suatu cembul. Di dalam cembul yang lain, bersemayam perkakas dan dayang-dayangnya. Dengan segera, Syah Peri mengeluarkan dayang-dayang itu. Tatkala Garuda itu datang, Garuda itu dibunuhnya. Maka Syah Peri pun duduklah berkasih-kasihan dengan Putri Ratna Sari sebagai suami istri dihadap oleh segala dayang-dayang dan inang pengasuhnya.

Konjungsi urutan waktu yang terdapat dalam kutipan teks tersebut adalah ...

a)

tatkala, maka, lalu

b)

maka, lalu, dengan

c)

maka, sampailah, lalu

d)

tatkala, sampailah, lalu

e)

tiba-tiba, maka, dengan

9.

Hal yang membuat teks hikayat tidak diketahui pengarangnya adalah karena teks hikayat ...

a)

berupa cerita rekaan

b)

bertujuan menghibur

c)

merupakan cerita pelipur lara

d)

diceritakan dari mulut ke mulut

e)

hanya berkembang di lingkungan istana

10.

Berikut yang merupakan kaidah kebahasaan teks hikayat adalah menggunakan ...

a)

majas sindiran

b)

kalimat tunggal

c)

kalimat imperatif

d)

kalimat persuasif

e)

konjungsi ururtan waktu

11.

Berikut yang bukan merupakan kata arkais adalah ...

a)

hatta

b)

titah

c)

sujana

d)

enggan

e)

syahdan

12.

(1) Konon, aroma tubuhnya adalah kesturi yang mengcandukan.

(2) Si kaya hendak memberikan segantang beras kepada si fakir.

(3) Tuan putri elok parasnya, bersinar bagai cahaya rembulan.

(4) Dengan penuh rasa kecewa, si Miskin pulang dengan tangan hampa.

(5) Kesaktiannya sudah tersohor demikian cepat seperti angin yang melesat.

Majas antonomasia terdapat dalam kalimat nomor ...

a)

1 dan 2

b)

1 dan 3

c)

2 dan 3

d)

2 dan 4

e)

3 dan 5

13.

(1) Konon, aroma tubuhnya adalah kesturi yang mengcandukan.

(2) Si kaya hendak memberikan segantang beras kepada si fakir.

(3) Tuan putri elok parasnya, bersinar bagai cahaya rembulan.

(4) Dengan penuh rasa kecewa, si Miskin pulang dengan tangan hampa.

(5) Kesaktiannya sudah tersohor demikian cepat seperti angin yang melesat.

Majas simile terdapat dalam kalimat nomor ...

a)

1 dan 2

b)

2 dan 3

c)

3 dan 4

d)

4 dan 5

e)

3 dan 5

14.

Beberapa lama di jalan jalan, sampailah ia pada suatu taman dan bertemu sebuah mahligai. Ia naik ke atas mahligai itu dan melihat sebuah gendang tergantung. Gendang itu dibukanya dan dipukulnya. Tiba-tiba, ia mendengar orang melarangnya memukul gendang itu. Lalu, diambilnya pisau dan ditorehnya gendang itu, maka Putri Ratna Sari pun keluarlah dari gendang itu. Putri Ratna Sari menerangkan bahwa negerinya telah dikalahkan oleh Garuda. Itulah sebabnya ia ditaruh orangtuanya dalam gendang itu dengan suatu cembul. Di dalam cembul yang lain, bersemayam perkakas dan dayang-dayangnya. Dengan segera, Syah Peri mengeluarkan dayang-dayang itu. Tatkala Garuda itu datang, Garuda itu dibunuhnya. Maka Syah Peri pun duduklah berkasih-kasihan dengan Putri Ratna Sari sebagai suami istri dihadap oleh segala dayang-dayang dan inang pengasuhnya.

Hal mustahil yang tergambar dalam teks hikayat tersebut adalah ...

a)

Larangan memukul gendang

b)

Syah Peri membunuh garuda.

c)

Syah Peri membuka gendang dengan pisau

d)

Pernikahan Syah Peri dengan Putri Ratna Sari

e)

Masuknya beberapa orang dalam gendang dan cembul.

15.

Para ahli nujum mengatakan, hanya air susu harimauyang beranak mudalah yang dapat menyembuhkan penyakit itu. Baginda bertitah lagi, "Barang siapa yang dapat susu harimau beranak muda, ialah yang akan menjadi suami Tuan Putri." Setelah mendengar kata-kata baginda, si Hutan pun pergi mengambil seruas buluh yang berisi susu kambing dan menyangkutkannya pada pohon kayu. Maka, ia pun duduk menunggui pohon itu. Sarung kesaktiannya dikeluarkannya dan rupanya pun kembali seperti dahulu kala.

Pada kehidupan masa kini, istilah ahli nujum sudah tidak digunakan lagi. Padanan kata yang sesuai untuk istilah tersebut adalah ...

a)

dokter

b)

peramal

c)

penasihat

d)

pembantu

e)

dukun bayi

16.

Para ahli nujum mengatakan, hanya air susu harimauyang beranak mudalah yang dapat menyembuhkan penyakit itu. Baginda bertitah lagi, "Barang siapa yang dapat susu harimau beranak muda, ialah yang akan menjadi suami Tuan Putri." Setelah mendengar kata-kata baginda, si Hutan pun pergi mengambil seruas buluh yang berisi susu kambing dan menyangkutkannya pada pohon kayu. Maka, ia pun duduk menunggui pohon itu. Sarung kesaktiannya dikeluarkannya dan rupanya pun kembali seperti dahulu kala.

Arti kata "bertitah" pada kutipan teks tersebut adalah ...

a)

bergumam

b)

bercerita

c)

bergegas

d)

bergurau

e)

berkata

17.

"Adapaun yang muda itu perempuan bernama Tuan Putri Ratna Komala: terlalu amat baik parasnya serta dengan arif bijaksananya, barang pekerjaanya dan permainannya yang tiada dapat dikerjakannya oleh orang lain, maka ia pun dapat mengerjakannya."

Berdasarkan kalimat tersebut, sifat menonjol, selain arif bijaksana, yang dimiliki oleh Tuan Putri Ratna Komala adalah ....

a)

kikir

b)

sabar

c)

cakap

d)

pemurah

e)

rendah hati

18.

Hatta maka pada suatu hari, baginda sedang ramai dihadapkan oleh segala raja-raja, menteri hulubalang, rakyat sekaliannya ada di penghadapan. Maka si miskin itupun sampailah ke penghadapan itu, setelah dilihat oleh orang banyak si miskin laki bini dengan rupa kainnya seperti dimamah anjing rupanya, maka orang banyak itupun ramailah ia tertawa seraya mengambil kayu dan batu maka dilemparnyalah akan si miskin itu, kena tubuhnya habis bengkak-bengkak dan berdarah. Maka segala tubuhnya pun berlumur dengan darah, maka orang pun gemarlah maka titah baginda “Apakah yang gempar diluar itu”. Sembah segala rajaraja itu “Ya tuanku Syah Alam, orang melempar si miskin tuanku”. Maka titah baginda “suruh usir jauh-jauh”.

DI dalam penggalan teks tersebut, nama tokoh di sebuat sebagai "si Miskin". Penyebutan semacam itu termasuk dalam majas ...

a)

simile

b)

hiperbola

c)

metafora

d)

personifikasi

e)

antonomasia

19.

Hatta maka pada suatu hari, baginda sedang ramai dihadapkan oleh segala raja-raja, menteri hulubalang, rakyat sekaliannya ada di penghadapan. Maka si miskin itupun sampailah ke penghadapan itu, setelah dilihat oleh orang banyak si miskin laki bini dengan rupa kainnya seperti dimamah anjing rupanya, maka orang banyak itupun ramailah ia tertawa seraya mengambil kayu dan batu maka dilemparnyalah akan si miskin itu, kena tubuhnya habis bengkak-bengkak dan berdarah. Maka segala tubuhnya pun berlumur dengan darah, maka orang pun gemarlah maka titah baginda “Apakah yang gempar diluar itu”. Sembah segala rajaraja itu “Ya tuanku Syah Alam, orang melempar si miskin tuanku”.

Maka titah baginda “suruh usir jauh-jauh”.

Berikut kalimat dalam penggalan teks hikayat tersebut ynag menggunakan majas simile adalah ...

a)

Segala tubuhnya pun berlumur dengan darah.

b)

Maka si Miskin itu pun sampailah ke penghadapan itu.

c)

Maka orang banyak itu pun ramailah ia tertawa seraya mengambil kayu dan batu.

d)

Setelah dilihat oleh orang bnyak si Miskin laki bini dengan rupa kainnya seperti dimamah anjing rupanya.

e)

Hatta pada suatu hari, baginda sedang ramai dihadapkan oleh segala raja-raja, menteri, hulubalang, dan rakyat sekaliannya.

20.

Maka pada suatu hari, Baginda pun sedang ramai dihadap oleh segala raja-raja. Maka si Miskin itu pun datanglah di hadapan Baginda itu. Setelah dilihat orang banyak akan si Miskin itu, datang dua laki istri dengan rupa kainnya seperti dimamah anjing rupanya. Maka orang banyak itu pun ramailah ia tertawa, serta mengambil kayu dan batu, habislah, maka orang pun gemparlah.

Nilai moral yang terdapat dalam cuplikan hikayat tersebut adalah ...

a)

Penguasa selalu membuka tangan untuk membantu orang miskin.

b)

Merendahkan derajat orang lain dilakukan dengan menganiaya orang tersebut.

c)

Orang yang tidak berdaya akan selalu ditindas oleh penguasa dan rakyatnya yang berkecukupan.

d)

Orang yang dipandang rendah oleh penguasa akan direndahkan pula oleh orang lain.

e)

Seorang raja yang bijaksana akan selalu dibanggakan dan dielu-elukan oleh rakyatnya.