WorksheetsKUIS CERPEN KELAS XI
Total questions: 10
Worksheet time: 10mins
Unsur pembangun cerpen terdiri atas…
unsur intrinsik dan unsur internal
unsur ekstrinsik dan unsur eksternal
unsur dasar dan unsur pelengkap
unsur intrinsik dan unsur eksternal
Setting terdiri atas…
Latar tempat, latar waktu, dan latar amanat
Latar tempat, latar waktu, dan latar suasana
Latar setting, latar suasana, dan latar tempat
Latar tema, latar tokoh, dan latar setting
“… Bangunan itu rendah seperti pusat rehabilitasi kecil dengan jalan masuk yang melewati serambi” Berdasarkan penggalan cerpen yang berjudul Penumpang Taksi yang Tak Terlupakan di atas, bagian tersebut menjelaskan tentang latar….
Waktu
Suasana
Tempat
Tema
“Dua puluh tahun yang lalu aku bekerja mencari nafkah sebagai seorang supir taksi. Suatu kali aku menjemput seorang penumpang di tengah pekatnya malam…” Berdasarkan penggalan cerpen yang berjudul Penumpang Taksi yang Tak Terlupakan di atas, bagian tersebut menunjukkan alur….
Maju
Campuran
Maju-Mundur
Mundur
Bacalah kutipan cerpen berikut.
"Saya ingin lagu gending Jawa." "Tolong Pak Sopir. Bapak ini tidak suka lagu pop Indonesia, padahal lagu itu kesukaan saya. Dia minta ditukar saja dengan gending Jawa." "Tetapi saya tidak punya kaset gending Jawa," kata sopir "Saya punya. Saya tidak pernah meninggalkan kaset gending Jawa, setiap saya bepergian. Ini kaset lagu kesukaan saya. Gending Jawa." Para penumpang mendengarkan lagu itu. Tetapi beberapa saat saja kemudian, terdengar orang berteriak: "Bolehkah lagu itu ditukar?"
Nilai budaya yang terdapat dalam penggalan cerpen di atas adalah ….
mencintai lagu pop
mendengarkan musik bersama-sama
mencintai lagu daerah
mencintai lagu-lagu
... Sarjo mempersilakan Pak Sukardi beserta anak buahnya untuk masuk ke rumahnya melihat tanaman koleksi Sarjo sekaligus mampir untuk beristirahat. Pak Sukardi kaget melihat koleksi Sarjo. Ternyata Sarjo memiliki bonsai yang lebih banyak daripada koleksi di rumahnya.
"Mas, saya ingin membeli bonsai yang berpot besar itu!"
"Sudah Pak, ambil saja! Saya sudah sejak kecil mengumpulkan ini semua."
(Andi Dwi Handoko, "Bonsai")
Karakter tokoh Sarjo dalam kutipan teks tersebut adalah ....
ramah, telaten, dermawan
rajin, pemarah, teliti
ceroboh, malas, kaya
cermat, pelit, perhitungan
Pikiranku langsung terlempar dalam kenangan saat aku kelas enam SD waktu mencium bau obat yang menyengat dalam ruangan ini. Suatu hari sepulang sekolah aku langsung menuju ruang Unit Gawat Darurat sebuah rumah sakit umum karena sakit perut yang membuatku tidak bisa berjalan, hanya bisa mengerang.Semula aku masih bisa menahan rasa takut berada di sekeliling orang yang terbaring di atas kasur tipis beralaskan seprai putih, sampai tiba-tiba segerombolan perawat berpakaian putih mendorong dengan cepat sebuah kasur beroda dan dihentikannya tepat di sebelah kasurku. Di atasnya terbaring pria botak berlumur darah. Dia tidak bergerak sama sekali. Mulutnya menganga, mata terpejam menghadapku. Kata orang yang mengantar, orang di sebelahku ini kecelakaan sepeda motor. (Benjolan, karya Harry Pratama)
Sudut pandang yang digunakan dalam penggalan cerpen di atas adalah ….
orang pertama sebagai tokoh utama
orang pertama sebagai tokoh sampingan
orang pertama dan ketiga
orang ketiga serba tahu
Di kelas, tadi, Beningya sudah sibuk membayang-bayangkan gambar apakah kartu pos Mama kali ini? Hingga Bu Guru menegurnya karena terus-terusan melamun.
(Dikutip dari cerpen "Kartu Pos dari Surga)
Watak tokoh Beningya dalam kutipan cerpen tersebut adalah....
A. suka menghayal
B. cerdas
C. pemberani
D. peduli
Ketukan di pintu membuat Marwan bangkit dan ia mendapati Beningnya berdiri sayu menenteng kotak kayu. Itu kotak kayu pemberian Ren. Kotak kayu yang dulu juga dipakai Ren menyimpan kartu pos dari Ayahnya. Marwan melirik jam dinding kamarnya. Pukul 11.20.
Sudut pandang pengarang pada kutipan cerpen tersebut....
A. sudut pandang orang ketiga
B. sudut pandang orang pertama
C. sudut pandang orang kedua
D. sudut pandang campuran
“Huek, pahit, Nek. Dinda nggak suka. Nggak mau kopi ah!”
Nenek Aida tetap tersenyum. Ia teruskan kegiatannya membuat kopi. Setelah dua cangkir kopi itu jadi, dengan enggan kubantu nenek membawa salah satu cangkir kopi itu ke ruang tamu.
“Dinda nggak mau kopinya, Nek... pahit... kopi Dinda buat Nenek aja deh....”
“Dalam kehidupan ini mungkin kita mengalami berbagai kejadian. Tahukah Dinda, semua kepedihan dan kebahagiaan itu menjadikan hidup lebih istimewa. Mengerti?”
Pesan dalam kutipan cerpen tersebut yaitu....
A. Dalam kehidupan ini kita akan mengalami berbagai kejadian yang menyenangkan.
B. Hidup yang istimewa adalah hidup yang dapat menerima kepedihan.
C. Kita harus menerima kenyataan bahwa dalam hidup ada peristiwa membahagiakan dan menyedihkan.
D. Dalam hidup dengarkanlah nasehat orang tua yang sudah berpengalaman dalam hidup.
