Worksheetsperkembangan peserta didik
Total questions: 11
Worksheet time: 6mins
Perkembangan kemampuan fisik pada anak kecil ditandai dengan mulai mampu melakukan bermacam-macam gerakan dasar yang semakin baik, yaitu gerakan-gerakan berjalan, berlari, melompat dan meloncat, berjingkrak, melempar, menangkap, yang berhubungan dengan kekuatan yang lebih besar sebagai akibat dari pertumbuhan jaringan ...
Syaraf lebih kuat
Otot lebih besar
Fisik lebih berotot
Otot lebih panjang
Syaraf lebih sempurna
Perkembangan kesehatan menjadi fokus pemerintah, hal ini dikarenakan kesehatan juga menjadi salah satu tolok ukur human development index. Sebagai guru yang memperoleh amanah dalam pembinaan peserta didik untuk mewujudkan cita-cita dan masa depan yang gemilang, guru dituntut mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan fisik peserta didik, antara lain:
Perkembangan otot, perkembangan fisik, perkembangan belajar, kemampuan berjalan, dan perkembangan spiritual
Bentuk tubuh, perkembangan otot, perkembangan belajar, kemampuan berjalan, dan perkembangan lingkungan sekolah
Gizi, kesehatan, nafsu makan, olahraga, dan jam tidur
Keluarga, gizi, kesehatan, jenis kelamin, dan gangguan emosional
Gizi, makanan, minuman, olahraga, dan pergaulan
Pola asuh otoriter dapat menghambat perkembangan psikomotorik anak. Saat orang tua menerapkan pola asuh otoriter atau terlalu memaksa, anak akan mengalami shock. Hal ini menyebabkan gangguan mental terhadap anak tersebut. Biasanya anak akan cenderung merasa canggung, merasa serba salah, tidak percaya pada diri sendiri dan merasa tertekan. Selain pola asuh perkembangan psikomotorik peserta didik juga dipengaruhi oleh ...
Materi pelajaran
Faktor genetik
Pesona dan kemampuan guru dalam mengajar
Gizi
Jenis kelamin
Walgito (2010) menyatakan bahwa persepsi terjadi melalui tahap-tahap berikut: tahap pertama, merupakan tahap yang dikenal dengan nama proses kealaman atau proses fisik, merupakan proses ditangkapnya suatu stimulus oleh alat indera manusia; tahap kedua, merupakan tahap yang dikenal dengan proses fisiologis, merupakan proses diteruskannya stimulus yang diterima oleh reseptor (alat indera) melalui saraf-saraf sensoris; tahap ketiga, merupakan tahap yang dikenal dengan nama proses psikologik, merupakan proses timbulnya kesadaran individu tentang stimulus yang diterima reseptor; dan tahap keempat merupakan...
Hasil yang diperoleh dari proses belajar yaitu berupa tanggapan dan hasil belajar.
Hasil yang diperoleh dari proses pengenalan yaitu berupa pengetahuan dan perilaku.
Hasil yang diperoleh dari proses penginderaan yaitu berupa pandangan dan perilaku.
Hasil yang diperoleh dari proses penalaran yaitu berupa tanggapan dan pendapat
Hasil yang diperoleh dari proses persepsi yaitu berupa tanggapan dan perilaku.
Memori jangka panjang merupakan tipe memori dengan penyimpanan banyak informasi dalam rentang waktu yang lama dan relatif permanen. Selama tahun-tahun usia sekolah, anak-anak menunjukkan perubahan-perubahan penting dalam bagaimana mereka mengorganisasi dan mengingat informasi. Selama masa awal kanak-kanak, memori jangka pendek mereka telah berkembang dengan baik. Namun setelah anak-anak berusia 7 tahun tidak terlihat adanya peningkatan yang berarti. Cara-cara mereka memproses informasi menunjukkan keterbatasan-keterbatasan dibandingkan dengan orang dewasa. Berbeda halnya dengan memori jangka panjang, terlihat adanya peningkatan seiring dengan penambahan usia selama masa usia sekolah. Hal ini dikarenakan ...
Memori jangka panjang sangat bergantung pada kegiatan belajar individu ketika mempelajari dan mengingat informasi.
Memori jangka panjang sangat bergantung pada latihan individu di sekolah.
Memori jangka panjang sangat bergantung pada faktor genetika seorang anak dalam mengingat informasi.
Memori jangka panjang tidak bergantung pada kapasitas memori seorang anak
Memori jangka panjang bergantung tidak bergantung pada kapasitas memori seorang anak
Selain perkembangan emosi dan sosial, terdapat perkembangan spiritual. Perkembangan spiritual dibagi dalam tiga tingkatan, pertama, the fairy tale stage (tingkat dongeng), yang mana onsep ketuhanan dipengaruhi oleh fantasi dan emosi. Hurlock (2012) menambahkan bahwa disebut sebagai tahap dongeng karena anak menerima semua keyakinanannya dengan unsur yang tidak nyata. Oleh karena itu, cerita-cerita agama dan kebesaran upacara agama sangat menarik anak-anak. Kedua, the realistic stage (tingkat kenyataan). Pada masa ini, anak mampu memahami konsep ketuhanan secara realistik dan konkrit. Sedangkan yang ketiga, the individual stage, yang terjadi pada usia remaja. Pada masa ini situasi jiwa mendukung untuk mampu berfikir abstrak dan emosi semakin sensitif. Pemahaman ketuhanan dapat ditekankan pada makna dan keberadaan Tuhan bagi kehidupan manusia. Masa the ralistic stage terjadi pada usia ...
8-11 tahun
7-12 tahun
8-16 tahun
7-11 tahun
6-10 tahun
Tahap perkembangan spiritual usia remaja ditandai dengan kesadaran terhadap simbolisme dan memiliki lebih dari satu cara untuk mengetahui kebenaran. Sistem kepercayaan remaja mencerminkan pola kepercayaan masyarakat pada umumnya, namun kesadaran kritisnya sesuai dengan tahap operasional formal, sehingga menjadikan remaja melakukan kritis atas ajaran-ajaran yang diberikan oleh lembaga keagamaan resmi kepadanya. Pada tahap ini remaja juga mulai mencapai pengalaman bersatu dengan yang transenden melalui simbol dan upacara keagamaan yang menurutnya sakral. Simbol-simbol identik kedalam arti itu sendiri "pribadi lain" yang berperan penting dalam kehidupan mereka, tahap ini juga disebut dengan ...
Tahap individuative-reflective faith
Tahapa mythic-literal faith
Tahap intuitive-projective
Tahap synthetic conventional faith
Tahap conjunctive-faith
Terdapat lima jenis kegiatan belajar yang turut menunjang pola perkembangan emosi anak. Statemen berikut adalah penjelasan tentang salah satu dari lima jenis kegiatan belajar tersebut: "dengan mengamati hal-hal yang membangkitkan emosi tertentu pada orang lain, anak-anak bereaksi dengan emosi dan metode ekspresi yang sama dengan orang-orang yang diamati," hal ini disebut dengan ...
learning by identification
Learning by trial and error
Learning by imitation
Learning by condition
Learning by learn
Cara pandang generasi digital berbeda dengan para guru mereka, yang merupakan pendatang baru dunia digital. Para guru ini baru bersentuhan dengan komputer setelah bekerja, mereka agak terlambat dan gagap mempelajari internet. Para native digital hidup dalam paradigma jauh tapi dekat, dekat tapi jauh, yang berarti ...
Dunia saat ini tanpa batas karena internet menghubungkan orang-orang dari berbagai belahan bumi
Kecerdasan buatan membuat jarak tempuh menjadi lebih cepat dari sebelumnya
Mereka sering berkomunikasi dengan gawai, sehingga sering berkomunikasi dengan orang-orang yang jauh, tetapi malah mengabaikan atau tidak sering berkomunikasi dengan orang-orang terdekatnya
Media sosial membuat manusia menjadi anti sosial
Media sosial merusak hubungan harmonis keluarga dan masyarakat
Generasi ini juga punya ciri khas yaitu terbiasa belanja makanan dan barang secara daring. Tidak hanya untuk keperluan sehari-hari mereka, keperluan penyelesaian tugas-tugas sekolah juga mereka lakukan dengan cara belanja daring. Dari proses ini anak-anak belajar tentang …
Tanggung jawab
Kejujuran
kemandirian dan eksplorasi
Ketekunan dan kedermawanan
Kesabaran dan keadilan
Tidak semua konten internet layak dikonsumsi atau baik bagi anak-anak. Guru dan orangtua harus memberikan pemahaman kepada mereka tentang konten positif dan konten negatif. Tidak hanya soal pornografi, konten agama yang menyimpang juga perlu diwaspadai, seperti ...
Permusuhan
Pembunuhan
Ketidakadilan
Intoleransi
Moderasi
