wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Pengujian Tengah Semester (PTS)

Total questions: 30

Worksheet time: 28mins

Name
Class
Date
1.
Tahun 2019 PT. A menerima uang sebesar Rp. 30 juta untuk penjualan 500 unit barang dan dicatat sebagai penjualan. Pada akhir tahun 2019, barang yang sudah dikirim sebanyak 300 unit. Penyesuaian yang dilakukan adalah:
a)
D: Penjualan Rp. 18.000.000; K: Kas Rp. 18.000.000
b)
D: Uang muka Penjualan Rp. 12.000.000; K: kas Rp. 12.000.000
c)
D: Uang Muka Penjualan Rp. 18.000.000; K: Penjualan Rp. 18.000.000
d)

D: Penjualan Rp. 12.000.000; K: Uang Muka Penjualan Rp. 12.000.000

2.

PT. A menerima uang sebesar Rp. 30 juta untuk penjualan 500 unit barang dan dicatat sebagai uang muka penjualan. Pada akhir tahun 2019, barang yang sudah dikirim sebanyak 300 unit. Pencatatan dalam bentuk jurnal umum pada akhir tahun adalah adalah:

a)
D: Kas Rp. 30.000.000; K: Penjualan Rp. 30.000.000
b)
D: Kas Rp. 30.000.000; K: Uang Muka Penjualan Rp. 30.000.000
c)

D: Uang Muka Penjualan Rp. 18.000.000; K: Penjualan Rp. 18.000.000

d)

D: Penjualan Rp. 12.000.000; K: Uang Muka Penjualan Rp. 12.000.000

3.
Proses penutupan dilakukan dengan:
a)
A. Menutup akun-akun riil ke akun-akun nominal
b)
B. Menutup akun-akun nominal ke akun-akun riil
c)
C. Menutup akun pendapatan dan biaya-biaya ke akun laba ditahan
d)
B dan C salah
e)
B dan C Benar
4.
Ayat jurnal pembalikan (Reversing entries) bisa dilakukan untuk akun-akun berikut ini, kecuali:
a)
Akun-akun biaya yang masih harus dibayar
b)
Akun-akun pendapatan diterima dimuka yang dicatat sebagai pendapatan
c)
Akun-akun pendapatan diterima dimuka yang dicatat sebagai Hutang
d)
Akun-akun biaya dibayar dimuka yang dicatat sebagai biaya
5.
Pembalikan akun dilakukan dengan membalik:
a)
Ayat Jurnal penyesuaian
b)
Ayat Jurnal Penutup
c)
Ayat Jurnal Umum
d)
Ayat Jurnal Koreksi
6.
Penutupan akun-akun nominal dilakukan pada saat:
a)
Awal Periode akuntansi
b)
Akhir Periode Akuntansi
c)
Masa interim
d)
Setiap tanggal transaksi
7.
Pembalikan akun-akun nominal dilakukan pada saat:
a)
Awal Periode akuntansi
b)
Akhir Periode Akuntansi
c)
Masa interim
d)
Setiap tanggal transaksi
8.
Menurut PSAK, laporan keuangan yang lengkap terdiri dari berikut ini, kecuali:
a)
Statement of Tax report
b)
Statement of financial position
c)
Cash flow statement
d)
Notes to financial statement
e)
Income statement
9.
Salah satu asumsi dalam pelaporan keuangan adalah asumsi going concern, artinya:
a)
Seluruh transaksi dinyatakan dalam unit moneter atau mata uang (misalnya: rupiah).
b)
Aktivitas usaha suatu entitas dianggap atau diasumsikan berlanjut sepanjang waktu.
c)
Pengukuran kinerja usaha suatu entitas dibagi dalam periode-periode.
d)
Unit usaha atau entitas dalam menjalankan usahanya terpisah dari pemilik atau unit bisnis lain.
10.
Salah satu asumsi dalam pelaporan keuangan adalah asumsi basis akrual, artinya:
a)
Pendapatan dicatat ketika pendapatan sudah terbentuk dan biaya dicatat ketika sudah terjadi
b)
Pendapatan dicatat ketika kas sudah diterima dan biaya dicatat ketika sudah dibayar
c)
Pendapatan dicatat ketika barang sudah dijual dan biaya dicatat ketika sudah terjadi
d)
Unit usaha atau entitas dalam menjalankan usahanya terpisah dari pemilik atau unit bisnis lain.
11.
Dasar pengukuran transaksi yang menggunakan kos historis, yaitu transaksi diukur:
a)
sebesar nilai wajar
b)
sebesar nilai akuisisi atau pemerolehan
c)
Sebesar nilai realisasi
d)
semua salah
12.
Berikut ini adalah pengguna utama dari laporan keuangan, kecuali:
a)
Pemberi Pinjaman
b)
Investor
c)
Serikat Buruh
d)
Kreditur
13.
PT. A membeli barang Rp. 55 dan mencatat dengan sistem sediaan perpetual, maka PT. A mencatat:
a)
D: Pembelian Rp. 55; K: Hutang dagang Rp. 55
b)
D: Pembelian Rp. 55; K: Sediaan barang dagang Rp. 55
c)
D: Sediaan barang dagang Rp. 55; K: Hutang dagang Rp. 55
d)
D: Pembelian Rp. 55; K: Hutang Dagang Rp. 55
14.
PT. A membeli barang Rp. 55 dan mencatat dengan sistem sediaan periodik, maka PT. A mencatat:
a)
D: Pembelian Rp. 55; K: Hutang dagang Rp. 55
b)
D: Pembelian Rp. 55; K: Sediaan barang dagang Rp. 55
c)
D: Sediaan barang dagang Rp. 55; K: Hutang dagang Rp. 55
d)
D: Pembelian Rp. 55; K: Hutang Dagang Rp. 55
15.
PT. A menjual barang senilai Rp. 100, CGS dari barang tersebut Rp. 70, apabila dicatat menggunakan sistem perpetual:
a)
D: Piutang usaha Rp. 100; K: Penjualan Rp. 100
b)
D: Piutang usaha Rp. 100; K: Beban Pokok Penjualan Rp. 100
c)
D: Piutang usaha Rp. 100; K: Penjualan Rp. 100; D: Beban Pokok Penjualan 70; K: Sediaan Rp. 70
d)
D: Piutang usaha Rp. 100; K: Beban Pokok Penjualan Rp. 100; D: Penjualan 70; K: Sediaan Rp. 70
16.
Syarat pengiriman FOB Destination
a)
Penjual melepaskan hak atas barang ketika barang sudah keluar dari gudang penjual
b)
Pembeli memiliki hak atas barang ketika barang sampai di gudang pembeli
c)
Semua salah
d)
Pembeli memiliki hak atas barang ketika masih diperjalanan
17.
Penjual barang berlokasi di Kota Jakarta dan pembeli berlokasi di Medan. Penjual menjual barang dengan FOB Tanjung priok dan dikirim 29 Desember 2018. Barang sampai ditujuan tanggal 6 Januari 2019 Siapakah yang mencatat sediaan tanggal 31 Desember 2018?
a)
Pengangkut
b)
Penjual
c)
Pembeli
d)
Pelabuhan
18.
PSAK Nomor 14 tentang sediaan menyatakan bahwa sediaan dinilai dengan metode
a)
LIFO
b)
lower of cost or market
c)
FIFO
d)
Lower of cost or net realizable value
19.
PT. A memiliki Sediaan sebagai berikut:Dengan menggunakan lower of cost or net realizable value (individual), maka penurunan nilai sediaan dapat dicatat ke jurnal (menggunakan metode penyisihan):
a)
(D)Allowance for decline of Inventory to market ​ ​ ​ ​ Rp. 7.100; (K): CoGS ​ ​ ​ ​ ​ ​ ​ ​ ​ ​ ​ Rp. 7.100 ​
b)
(D)Allowance for decline of Inventory to market ​ ​ ​ ​ Rp. 7.100; (K): Inventory ​ ​ ​ ​ ​ ​ ​ ​ ​ ​ ​ Rp. 7.100 ​ ​ ​ ​
c)
(D): Loss due to market decline of inventory ​ ​ Rp. 7.100 ; ​ (D)Allowance to reduce Inventory ​ Rp. 7.100
d)
Tidak ada penurunan nilai sediaan
20.
Pembelian PT. A selama tahun 2013 sebesar Rp. 90.000.000, retur pembelian Rp. 2.500.000, diskun pembelian Rp. 400.000, sediaan awal Rp. 15.000.000. Penjualan selama tahun tersebut adalah Rp. 130.000.000 dengan laba bruto sebesar 30% dari harga jual. Tentukan sediaan akhir dan cost of goods sold
a)
cost of goods sold Rp. 102.100.000; Sediaan akhir Rp.11.100.000
b)
cost of goods sold Rp. 91.000.000; Sediaan akhir Rp.11.100.000
c)
cost of goods sold Rp. 91.000.000; Sediaan akhir Rp.39.000.000
d)
cost of goods sold Rp. 39.000.000; Sediaan akhir Rp.91.000.000
21.
Dalam sistem pencatatan perpetual, maka pernyataan yang salah adalah:
a)
Setiap pembelian barang dicatat ke akun sediaan barang dagang
b)
Retur dicatat ke akun retur pembelian
c)
Diskun dicatat mengurangi akun sediaan
d)
Menggunakan kartu sediaan
22.
Dari beberapa metode aliran kos sediaan, manakah yang menghasilkan laba yang konsisten apabila digunakan dalam sistem perpetual dan periodik
a)
FIFO
b)
Identifikasi khusus
c)
Average
d)
LIFO
23.
Dari beberapa metode aliran kos sediaan, manakah yang menghasilkan laba yang paling tinggi
a)
Semua salah
b)
FIFO
c)
Average
d)
LIFO
24.
Apabila diketahui nilai sediaan akhir PT A menurut FIFO Rp. 90 dan sediaan tersebut bisa dijual Rp. 100 setelah mengeluarkan biaya-biaya penjualan Rp. 15, maka nilai realisasi neto sediaan akhir adalah
a)
85
b)
100
c)
75
d)
90
25.
Apabila diketahui nilai sediaan akhir PT A menurut FIFO Rp. 90 dan sediaan tersebut bisa dijual Rp. 100 setelah mengeluarkan biaya-biaya penjualan Rp. 15, nilai sediaan yang disajikan di laporan keuangan adalah
a)
100
b)
90
c)
85
d)
75
26.
Apabila gudang sebuah perusahaan terbakar dan nilai sediaan yang masih bisa diselamatkan Rp. 45.000.000. Diketahui penjualan perusahaan sampai ketika gudang terbakar Rp. 600 juta. Menurut catatan, pembelian neto perusahaan Rp.450 juta dan sediaan awal tahun Rp. 90 Juta. Margin normal perusahaan adalah 25% dari Kos dari barang terjual (CGS). Berapakah nilai sediaan yang terbakar?
a)
Rp. 75.000.000
b)
Rp.. 85.000.000
c)
Rp. 60.000.000
d)
Rp. 90.000.000 ​ ​ ​
27.
Apabila gudang sebuah perusahaan terbakar dan nilai sediaan yang masih bisa diselamatkan Rp. 45.000.000. Diketahui penjualan perusahaan sampai ketika gudang terbakar Rp. 600 juta. Menurut catatan, pembelian neto perusahaan Rp.450 juta dan sediaan awal tahun Rp. 90 Juta. Margin normal perusahaan adalah 25% dari Kos dari barang terjual (CGS). Berapakah kerugian perusahaan akibat kebakaran?
a)
Rp. 15.000.000
b)
Rp. 45.000.000
c)
Rp. 55.000.000
d)
Rp. 90.000.000
28.
PT. A membeli 3 jenis sediaan (A= 150 unit,B =350 unit, dan C=600 unit) dengan harga Rp. 95.000.000, dimana barang A bisa dijual Rp. 100.000/unit, barang B bisa dijual 200.000/u dan barang C bisa dijual 150.000/unit. Pada akhir periode, sisa masing masing barang adalah: A; 5 Unit; B: 15 Unit; C: 35 Unit. Kos Sediaan akhir adalah:
a)
Rp. 90.250.000
b)
Rp. 76.000.000
c)
Rp. 4.750.000
d)
Rp. 175.000.000
29.
PT. A menyajikan sediaan terlalu tinggi. Hal ini mengakibatkan laba akan disajikan:
a)
Tidak terpengaruh
b)
Terlalu tinggi
c)
Terlalu rendah
d)
Konsisten
30.
PT. A menyajikan sediaan terlalu tinggi. Hal ini mengakibatkan kos dari barang terjual akan disajikan
a)
Konsisten
b)
Terlalu rendah
c)
Tidak terpengaruh
d)
Terlalu tinggi