NEW
Font size
S
M
L
XL
WorksheetsPAS GANJIL TAUHID MADIN AL-HAMID MAN 1 MALANG 2023-2024
Total questions: 50
Worksheet time: 25mins
Name
Class
Date
1.
Bagaimana kita dapat menetapkan sesuatu (meyakini makna ayat Mutasyabihat apa adanya) sementara kita mengatakan "Bagaimana Allah melakukannya itu tidak diketahui?"
a)
Karena kita memiliki pengetahuan yang cukup tentang cara Allah beroperasi.
b)
Karena kita memiliki kemampuan untuk memahami segala sesuatu tentang Allah.
c)
Karena kita memiliki sifat-sifat seperti berilmu, berkemampuan, dan berkehendak.
d)
Karena kita memiliki pengetahuan menyeluruh tentang cara terjadinya sifat-sifat tersebut.
e)
Karena kita tahu bahwa kita memiliki sifat-sifat seperti berilmu, berkemampuan, dan berkehendak, tetapi tidak tahu bagaimana cara sifat-sifat tersebut terjadi.
2.
Mengapa pengetahuan kita tentang cara terjadinya sifat-sifat seperti berbicara, mendengar, dan melihat seringkali tidak lengkap?
a)
Karena kita tidak tertarik untuk mengetahui.
b)
Karena kita tidak memiliki sifat-sifat tersebut.
c)
Karena kita tidak tahu bagaimana cara sifat-sifat tersebut terjadi.
d)
Karena kita tidak pernah berbicara, mendengar, atau melihat.
e)
Karena sifat-sifat tersebut tidak relevan dalam kehidupan sehari-hari.
3.
Mengapa pendapat ulama salaf dianggap lebih kuat dalam konteks enetapkan sesuatu (meyakini makna ayat Mutasyabihat apa adanya) ?
a)
Karena mereka tidak memiliki pengetahuan yang cukup.
b)
Karena mereka tidak relevan dengan zaman sekarang.
c)
Karena mereka tidak memiliki pemahaman yang baik.
d)
Karena lebih aman dan kuat.
e)
Karena mereka tidak memiliki sifat-sifat seperti berilmu, berkemampuan, dan berkehendak.
4.
Kapan kita boleh menggunakan madzhab khalaf dalam menakwilkan ayat Mutasyabihat?
a)
Hanya jika kita tidak suka dengan pendapat ulama salaf.
b)
Hanya jika kita merasa terpaksa.
c)
Hanya saat darurat atau untuk mencegah kesalahan keyakinan Tasybih.
d)
Hanya jika kita ingin menunjukkan kecerdasan kita.
e)
Hanya jika kita tidak peduli dengan makna ayat Mutasyabihat.
5.
Apa yang dimaksud dengan 'Aqidah Islamiyyah'?
a)
Kumpulan doa-doa harian
b)
Perkara-perkara yang wajib diyakini oleh orang Islam secara mantap
c)
Prinsip-prinsip hukum Islam
d)
Cerita-cerita sejarah Islam
e)
Tradisi makanan dalam agama Islam
6.
Bagaimana definisi 'Islam' dalam konteks kitab yang Anda pelajari?
a)
Membaca doa-doa setiap hari
b)
Menegaskan dengan hati bahwa ajaran Nabi Muhammad Shallallaahu ‘Alihi Wasallam adalah benar
c)
Berpuasa selama bulan Ramadan
d)
Menunaikan ibadah haji setiap tahun
e)
Berbicara dengan baik kepada sesama
7.
Berapa jumlah rukun-rukun Akidah Islam ?
a)
Empat
b)
Lima
c)
Enam
d)
Tujuh
e)
Delapan
8.
Apa yang termasuk dalam salah satu rukun Akidah Islam?
a)
Berpuasa selama bulan Ramadan
b)
Beriman kepada Utusan-Utusan Allah
c)
Memberikan sedekah kepada fakir miskin
d)
Melakukan perjalanan haji setiap tahun
e)
Menyembah berhala
9.
Apa yang menjadi dasar atau landasan untuk beriman kepada Allah?
a)
Menerima berbagai kepercayaan tanpa pertimbangan
b)
Melakukan ibadah dengan cara yang berbeda-beda
c)
Menyusun daftar tuntunan hidup sesuai keinginan pribadi
d)
Mempelajari ajaran dan petunjuk Allah yang terdapat dalam Kitab Suci Al-Qur'an
e)
Mengandalkan pandangan manusia tanpa acuan pada ajaran agama
10.
Bagaimana cara beriman kepada Allah Subhaanahu Wata'ala?
a)
Percaya bahwa Allah adalah makhluk ciptaan manusia
b)
Menyembah berhala sebagai perantara menuju Allah
c)
Memiliki keyakinan yang mantap bahwa Allah adalah satu-satunya Tuhan yang berhak disembah
d)
Menolak keberadaan Allah sebagai sesuatu yang abstrak dan tidak nyata
e)
Tidak perlu beriman kepada Allah karena itu hanya tradisi
11.
Apa yang tidak termasuk dalam rukun-rukun Akidah Islam?
a)
Beriman kepada Allah Ta’ala
b)
Beriman kepada Kitab yang diturunkan Allah
c)
Melakukan perjalanan haji setiap tahun
d)
Beriman kepada hari Kiamat
e)
Beriman kepada ketentuan Allah, baik yang baik maupun yang buruk
12.
Apa yang harus dipahami oleh seseorang untuk beriman kepada Allah Subhaanahu Wata'ala?
a)
Sifat-sifat fisik
b)
Sifat-sifat yang bersifat terbatas
c)
Sifat-sifat yang bersifat tanpa awal dan tanpa akhir
d)
Sifat-sifat yang berubah-ubah
e)
Sifat-sifat manusia biasa
13.
Sifat apakah yang menyatakan bahwa Allah Subhaanahu Wata'ala berdiri sendiri dan tidak memerlukan pencipta?
a)
Wahdaaniyyah
b)
Qidam
c)
Mukhaalafatu Lilhawaadits
d)
Qiyaamuhu Binafsih
e)
Iraadah
14.
Sifat apakah yang mencerminkan bahwa Allah Subhaanahu Wata'ala adalah Maha Pencipta dan Pemilik segala sesuatu?
a)
Sama'
b)
Qiyaamuhu Binafsih
c)
Baqa
d)
Hayah
e)
Qidam
15.
Sifat apakah yang menyatakan bahwa Allah Subhaanahu Wata'ala Maha Mendengar?
a)
Bashiirun
b)
Mutakallimun
c)
Wahdaaniyyah
d)
Sama'
e)
Al Hayyu
16.
Bagaimana cara meyakini adanya Allah?
a)
Tidak meyakini adanya Allah
b)
Meyakini bahwa Allah ada tanpa memerlukan wasilah atau perantara
c)
Meyakini bahwa Allah tidak pernah ada
d)
Meyakini bahwa Allah hanya ada dalam bentuk tertentu
e)
Meyakini bahwa Allah hanya ada ketika diperlukan
17.
Bagaimana cara meyakini dahulu (qidam) nya Allah?
a)
Meyakini bahwa Allah ada setelah sesuatu sudah ada
b)
Meyakini bahwa Allah ada sebelum sesuatu selainNya
c)
Meyakini bahwa Allah tidak pernah ada
d)
Meyakini bahwa Allah hanya ada pada waktu tertentu
e)
Meyakini bahwa Allah tidak pernah ada sebelumnya
18.
Bagaimana cara meyakini kekekalan (baqa') Allah?
a)
Meyakini bahwa Allah bisa berubah
b)
Meyakini bahwa keberadaan Allah memiliki batas akhir
c)
Meyakini bahwa Allah bersifat kekal abadi
d)
Meyakini bahwa Allah pernah tidak ada
e)
Meyakini bahwa Allah hanya ada dalam ruang dan waktu tertentu
19.
Bagaimana cara meyakini bahwa Allah bersifat Mukholafatu Lil Hawaadits (Berbeda dengan segala hal yg baru/makhluk)?
a)
Meyakini bahwa Allah serupa dengan makhluk
b)
Meyakini bahwa Allah tidak memiliki sifat berbeda dengan makhluk
c)
Meyakini bahwa Allah sama dengan segala hal yang baru
d)
Meyakini bahwa Allah tidak memiliki perbuatan yang berbeda dengan makhluk
e)
Meyakini bahwa Allah memiliki kebutuhan seperti makhluk
20.
Bagaimana cara meyakini bahwa sifat Allah berbeda dengan sifat segala hal yang baru/makhluk?
a)
Meyakini bahwa Allah memiliki sifat yang sama dengan makhluk
b)
Meyakini bahwa Allah tidak memiliki sifat berbeda dengan makhluk
c)
Meyakini bahwa Allah sama dengan segala hal yang baru
d)
Meyakini bahwa Allah memiliki kebutuhan seperti makhluk
e)
Meyakini bahwa Allah tidak memiliki sifat yang berbeda dengan makhluk
21.
Bagaimana cara meyakini kemandirian Allah (Qiyamuhu Binafsihi)?
a)
Meyakini bahwa Allah membutuhkan sesuatu untuk tetap hidup
b)
Meyakini bahwa Allah memerlukan perantara atau alat untuk berbuat
c)
Meyakini bahwa Allah membutuhkan waktu dan ruang untuk eksis
d)
Meyakini bahwa Allah tidak membutuhkan sesuatu dan kehidupannya bersifat independen
e)
Meyakini bahwa Allah hanya hidup pada waktu tertentu
22.
Bagaimana cara meyakini kehidupan Allah (Hayah / Hayat)?
a)
Meyakini bahwa kehidupan Allah bergantung pada sesuatu
b)
Meyakini bahwa kehidupan Allah mirip dengan kehidupan makhluk
c)
Meyakini bahwa kehidupan Allah bersifat terbatas
d)
Meyakini bahwa kehidupan Allah bersifat dahulu, kekal, dan tidak pernah berubah
e)
Meyakini bahwa Allah tidak memiliki kehidupan
23.
Bagaimana cara meyakini bahwa Allah itu bersifat Wahdaniyyah (Maha Esa)?
a)
Meyakini bahwa Allah memiliki sekutu
b)
Meyakini bahwa Allah memiliki teman yang setara
c)
Meyakini bahwa Allah memiliki lawan yang sebanding
d)
Meyakini bahwa Allah bersifat Wahdaniyyah, yaitu Maha Esa
e)
Meyakini bahwa Allah memiliki banyak wujud
24.
Bagaimana cara meyakini bahwa Allah itu bersifat 'Ilm (Maha Berpengetahuan)?
a)
Meyakini bahwa pengetahuan Allah memerlukan usaha untuk diperoleh
b)
Meyakini bahwa Allah tidak mengetahui segala sesuatu
c)
Meyakini bahwa pengetahuan Allah tidak ada sejak azali
d)
Meyakini bahwa Allah mengetahui segala sesuatu tanpa memerlukan usaha
e)
Meyakini bahwa pengetahuan Allah terbatas pada waktu tertentu
25.
Bagaimana cara meyakini bahwa perbuatan Allah berbeda dengan perbuatan segala hal yang baru/makhluk?
a)
Meyakini bahwa Allah membutuhkan perantara untuk berbuat
b)
Meyakini bahwa Allah pernah tidak melakukan suatu perbuatan
c)
Meyakini bahwa perbuatan Allah serupa dengan perbuatan makhluk
d)
Meyakini bahwa Allah tidak pernah berbuat tanpa tujuan
e)
Meyakini bahwa Allah hanya melakukan perbuatan tertentu pada waktu tertentu
26.
Bagaimana cara meyakini Ke-Maha Kuasa-an Allah?
a)
Allah memiliki dua tangan
b)
Meyakini bahwa Allah memiliki sifat Maha Kuasa
c)
Allah memiliki dua mata
d)
Allah lemah
e)
Meyakini bahwa Allah membutuhkan kepada selainNya
27.
Apa yang dimaksud dengan sifat mustahil bagi Allah?
a)
Sifat kekuasaan
b)
Sifat kebenaran
c)
Opsi 3
d)
Sifat keburukan
e)
Sifat keterbatasan
28.
Apa yang dimaksud dengan "Istawa'" dalam firman Allah: "Arrahmaanu ‘Ala Al ‘Arsy Istawaa"?
a)
Allah duduk di atas kursi
b)
Allah berkuasa di atas langit
c)
Allah menguasai segala sesuatu
d)
Allah bermata
e)
Allah bertangan
29.
Apa yang disandarkan kepada Allah menurut ayat yang disebutkan?
a)
Tangan dan mata
b)
Kekuasaan dan penglihatan
c)
Kekuatan dan matahari
d)
Tangan dan matahari
e)
Kekuatan dan kelemahan
30.
Bagaimana cara meyakini bahwa Allah itu Maha Melihat (Bashar)?
a)
Allah memiliki mata seperti makhlukNya
b)
Allah memiliki dua mata
c)
Allah memiliki penglihatan yang tidak memerlukan alat perantara
d)
Allah tidak memiliki kemampuan melihat
e)
Allah hanya melihat yang tampak
31.
Apa yang dimaksud dengan sifat yang boleh (Jaiz) ada pada Allah?
a)
Melakukan sesuatu atau meninggalkannya
b)
Allah memiliki dua tangan
c)
Allah membutuhkan kepada selainNya
d)
Allah memiliki dua mata
e)
Allah memiliki sifat kekurangan
32.
Apa yang dimaksud dengan "Istiwa'" menurut pendapat Salaf?
a)
Istiwa' berarti duduk di atas kursi
b)
Istiwa' berarti bersemayam
c)
Istiwa' berarti menguasai
d)
Istiwa' berarti bertangan
e)
Istiwa' tidak memiliki makna khusus
33.
Apa yang disandarkan kepada Allah menurut ulama Salaf dan ulama Khalaf?
a)
Tangan dan mata
b)
Matahari dan bulan
c)
Kekuasaan dan nikmat
d)
Dua tangan dan dua mata
e)
Semua jawaban benar
34.
Apa yang dimaksud dengan lafadz "Yad" (tangan) pada ayat tersebut di atas?
a)
Tangan yang sebenarnya
b)
Tangan seperti makhlukNya
c)
Tangan sebagai nikmat atau kekuasaan
d)
Tangan yang membatasi
e)
Semua jawaban benar
35.
Siapa yang menyandarkan dua tangan kepada Allah menurut ayat yang disebutkan?
a)
Ulama Salaf
b)
Ulama Khalaf
c)
Semua ulama
d)
Orang awam
e)
Malaikat
36.
Apa yang dimaksud dengan lafadz "A’yun" (mata) pada ayat tersebut di atas?
a)
Mata sebenarnya
b)
Mata seperti makhlukNya
c)
Penjagaan dan pemeliharaan
d)
Mata yang tidak melihat
e)
Semua jawaban benar
37.
Bagaimana ulama Khalaf menafsirkan kata-kata istiwa’, yadain, dan A’yun?
a)
Sesuai dengan makna dzahir
b)
Sesuai dengan makna tanziih
c)
Sesuai dengan makna tasybih
d)
Sesuai dengan keinginan pribadi
e)
Semua jawaban benar
38.
Apa yang disepakati oleh Ulama Salaf dan Khalaf tentang tasybih?
a)
Tasybih boleh dilakukan
b)
Tasybih hanya dilakukan oleh orang awam
c)
Tasybih hukumnya makruh
d)
Tasybih hukumnya haram
e)
Tasybih tidak memiliki hukum
39.
Apa akibat bagi orang yang menyerupakan Allah dengan makhlukNya?
a)
Mendapatkan siksa
b)
Mendapatkan ganjaran
c)
Diberi petunjuk
d)
Diangkat derajatnya
e)
Semua jawaban benar
40.
Apa yang dimaksud dengan الصفات المستحيلة في حق الله تعالى؟
a)
Sifat-sifat kesempurnaan
b)
Sifat-sifat keterbatasan
c)
Sifat-sifat kemungkinan
d)
Sifat-sifat keterwujudan
41.
Mengapa الحدوث (al-Huduth) dianggap sebagai صفة مستحيلة في حق الله تعالى؟
a)
Karena Allah tidak terbatas oleh waktu dan tempat
b)
Karena الحدوث adalah sifat yang tidak mungkin dimiliki oleh Allah
c)
Karena Allah tidak dapat diciptakan
d)
Karena الحدوث adalah sifat kesempurnaan
42.
Apa yang dimaksud dengan الفناء (al-Fana') sebagai صفة مستحيلة في حق الله تعالى؟
a)
Keabadian
b)
Kehancuran atau kepunahan
c)
Keberlangsungan
d)
Keterwujudan
43.
Mengapa الإحتياج (al-Ihtiyaaj) dianggap sebagai صفة مستحيلة في حق الله تعالى؟
a)
Allah tidak membutuhkan sesuatu untuk keberlangsungan-Nya
b)
Allah selalu membutuhkan bantuan makhluk-Nya
c)
الإحتياج adalah sifat yang tidak penting
d)
الإحتياج bertentangan dengan sifat kesempurnaan Allah
44.
Apa yang dimaksud dengan وجود الشريك (Wujud ash-Sharik) sebagai صفة مستحيلة في حق الله تعالى؟
a)
Allah memiliki mitra atau sekutu
b)
Allah bersama dengan makhluk-Nya
c)
Allah tidak memiliki mitra atau sekutu
d)
Allah adalah bagian dari sebuah kelompok
45.
Mengapa العجر (al-'Ajr) dianggap sebagai صفة مستحيلة في حق الله تعالى؟
a)
Karena Allah tidak terikat oleh waktu
b)
Karena العجر adalah sifat yang tidak dapat dihindari
c)
Karena Allah tidak dapat diprediksi
d)
Karena العجر bertentangan dengan sifat kesempurnaan Allah
46.
Apa yang dimaksud dengan "الاستواء" (al-istiwā') dalam ayat yang disebutkan, dan mengapa kita diberitahu bahwa sifat ini sesuai dengan keagungan Allah?
a)
Allah tidak memiliki sifat الاستواء.
b)
الاستواء adalah bentuk perbandingan antara Allah dan makhluk-Nya.
c)
الاستواء adalah sifat Allah yang menunjukkan kebesaran dan keagungan-Nya.
d)
الاستواء hanya dapat dimengerti oleh manusia yang bijak.
47.
Mengapa disebutkan bahwa الاستواءُ على العرش ليس كاستواءٍ الإنسان على السفينة أو ظهر الدابة أو السرير?
a)
Agar manusia tidak berpikir bahwa Allah memiliki bentuk fisik seperti makhluk-Nya.
b)
Untuk menunjukkan bahwa الاستواء tidak dapat dijelaskan dengan analogi manusiawi.
c)
Agar manusia tidak menyamakan Allah dengan benda-benda materi.
d)
Semua jawaban di atas benar.
48.
Apa yang dapat dikatakan tentang orang yang memahami الاستواء dengan cara yang serupa dengan perbandingan manusia di atas seseuatu?
a)
Orang tersebut mengerti konsep الاستواء dengan benar.
b)
Orang tersebut cenderung memiliki pemahaman yang keliru dan terbatas tentang sifat Allah.
c)
Orang tersebut adalah seorang ahli teologi yang ulung.
d)
Orang tersebut adalah seorang nabi.
49.
Mengapa disebutkan bahwa الاستواء معلومٌ والكيف مجهول?
a)
Karena الاستواء hanya dapat diketahui melalui akal dan bukan dengan indera manusia.
b)
Allah tidak mengungkapkan secara rinci tentang bagaimana الاستواء terjadi.
c)
الاستواء merupakan misteri yang tidak dapat dipahami oleh siapapun.
d)
Allah sengaja menyembunyikan makna sebenarnya dari الاستواء.
50.
Mengapa pembanding antara Allah dan makhluk-Nya dianggap tidak tepat?
a)
Karena Allah lebih kecil dari makhluk-Nya.
b)
Karena Allah tidak dapat dibandingkan dengan apapun.
c)
Karena Allah lebih besar dari makhluk-Nya.
d)
Karena Allah memiliki sifat yang sama dengan makhluk-Nya.
Reset
