NEW
Font size
WorksheetsReview Efloresensi
Total questions: 24
Worksheet time: 12mins
Efloresensi primer yang dimana kulit ditemukan perubahan warna saja, tidak ada penonjolan atau cekungan adalah
Macula
Papula
Plak
Nodula/nodul/nodus
Efloresensi primer yang dimana kulit ditemukan perubahan bentuk atau tonjolan 0,5 cm padat yang terjadi pada epidermis dan dermis sering ditemukan pada jerawat dan komedo adalah
Macula
Papula
Plak
Nodula/nodul/nodus
Efloresensi primer yang dimana kulit ditemukan perubahan bentuk atau tonjolan lebih dari 0,5 cm yang berasal dari papul yang membesar adalah
Macula
Papula
Plak
Nodula/nodul/nodus
Efloresensi primer yang dimana kulit ditemukan perubahan bentuk atau tonjolan 0.5 cm - 2 cm yang terdapat tonjolan padat terletak pada dikutan dan subkutan (dermis & subdermis) berisikan cairan biasanya pada bisul, disebut sebagai apa?
Macula
Papula
Plak
Nodula/nodul/nodus
Eflorensensin primer yang ditemukan nodul yang ada kapsulnya, terdiri dari ruang berlapis epitel berisi cairan semisolid adalah
Kista
Vesikula/vesikel
Bula
Pustule
Urtika/wheal/bentol
Eflorensensin primer yang ditemukan gelembung (lepuh) berisi cairan, ukuran <0,5 cm. Puncak vesikula bulat, runcing/umbilikasi. Cairan berisikan serum, ditemukan pada cacar air, disebut apakah?
Kista
Vesikula/vesikel
Bula
Pustule
Urtika/wheal/bentol
Eflorensensin primer yang ditemukan vesikel >0.5 cm (besar) ditemukan pada orang yang terkena luka bakar adalah
Kista
Vesikula/vesikel
Bula
Pustule
Urtika/wheal/bentol
Eflorensensin primer yang ditemukan pus dan vesikel berisi nanah, biasanya nanah yang mengendap di bawah vesikel disebut hipopion adalah
Kista
Vesikula/vesikel
Bula
Pustule
Urtika/wheal/bentol
Eflorensensin primer yang ditemukan edema pada dermis bagian atas timbul mendadak atau bisa juga perlahan dan hilang beberapa jam kemudian dan terjadi karena adanya ekstravasasi cairan adalah
Kista
Vesikula/vesikel
Bula
Pustule
Urtika/wheal/bentol
Eflorensensin sekunder yang ditemukan ketika terdapat jaringan mati dari lapisan tanduk yang terlepas bisa kering, berminyak, tipis yang berwarna putih, keabu abuan hingga kuning atau coklat ditemukan pada orang ketombean disebut
Skuama
Krusta
Erosi
Ekskrosiasi
Eflorensensin primer yang ditemukan bulat dan berukuran >2 cm biasanya bisa padat atau lunak dan mobile atau fiksasi adalah
Tumor
Vesikula/vesikel
Bula
Urtika/wheal/bentol
Eflorensensin sekunder yang ditemukan ketika terdapat akumuladi eksudat serosa atau seropurulrn yang mengering di kulit sering ditemukan pada pasien setelah trauma dan berdarah dan luka mengering sehingga menjadi...
Skuama
Krusta
Erosi
Ekskrosiasi
Eflorensensin sekunder yang ditemukan ketika terdalat hilangnya epidermis superficial dan terjadinya lecet kulit sehingga timbul cairan putih tidak berdarah, disebut apa
Skuama
Krusta
Erosi
Ekskrosiasi
Eflorensensin sekunder yang ditemukan ketika terjadi goresan atau garukan kulit sehingga lecet sampai ke stratum basal sampai s. Papilare ditandai keluarnya darah karena sampai ke pembuluh darah dan lukanya membekas
Skuama
Krusta
Erosi
Ekskrosiasi
Eflorensensin sekunder yang ditemukan kulit yang digantikan oleh jaringan fibrosa pada dermis atau kedalam yang hilang akibat penyakit atau trauma
Sikatriks/jaringan parut
Keloid
Ulkus
Fagedenikum
Eflorensensin sekunder yang ditemukan kulit yang digantikan oleh jaringan fibrosa pada dermis atau kedalam yang hilang akibat penyakit atau trauma dan terjadi absorbsi sehingga tampak tertekan menjadi tipis
Sikatriks/jaringan parut atrofik
Keloid
Ulkus
Fagedenikum
Eflorensensin sekunder yang ditemukan kulit yang digantikan oleh jaringan fibrosa pada dermis atau kedalam yang hilang akibat penyakit atau trauma dan menjadi gelembung, merah, dan padat adalah
Sikatriks/jaringan parut atrofik
Keloid
Ulkus
Fagedenikum
Eflorensensin sekunder yang ditemukan kulit yang hilangnya epidermis dan lapisan kulit dalam serta mengeluarkan darah dan membentuk jaringan parut adalah
Sikatriks/jaringan parut atrofik
Keloid
Ulkus
Fagedenikum
Eflorensensin sekunder yang ditemukan proses terjadinya ulkus yang menjurus kedalam dan meluas bila proses menjurus ke dalam => telenrans dan cepat meluas => galopans adalah
Sikatriks/jaringan parut atrofik
Keloid
Ulkus
Fagedenikum
Eflorensensin sekunder yang ditemukan proses terjadinya penebalan kulit relief yang makin jelas
Likenifikasi
Fissura
Guma
Eksantema
Telangkiektasi
Eflorensensin sekunder yang ditemukan retak linier pada kulit
Likenifikasi
Fissura
Guma
Eksantema
Telangkiektasi
Eflorensensin sekunder yang ditemukan infiltrat berbatas tegas menahun dan destruktif biasanya melunak adalah
Likenifikasi
Fissura
Guma
Eksantema
Telangkiektasi
Eflorensensin sekunder yang ditemukan pada kelainan yang timbul serentak dan tidak berlangsung lama
Likenifikasi
Fissura
Guma
Eksantema
Telangkiektasi
Eflorensensin sekunder yang ditemukan pelebaran pembuluh darah pada kapiler yang menetap pada kulit
Likenifikasi
Fissura
Guma
Eksantema
Telangkiektasi
