Font size
WorksheetsSOAL PAT GENAP 2024/2025 BHS. INDO LANJUT
Total questions: 45
Worksheet time: 1hrs 5mins
unsur intrinsik ada..?
(a)
point of view adalah istilah lain dari..?
(a)
pemberian karakter pada tokoh disebut dengan istilah ..?
(a)
jalannya sebuah peristiwa/cerita disebut?
(a)
'Aku memandangnya dengan benci. Benci yang yang sangat mendalam. Benci atas kesewenangannya selama ini pada orang-orang kecil-pada warga masyarakat biasa. Meski ia adalah bapakku sendiri. orang tuaku sendiri. Orang yang membesarkanku.'
Sudut pandang penceritaan yang digunakan dalam kutipan tersebut menggunakan sudut pandang orang..?
(a)
'Aku memandangnya dengan benci. Benci yang yang sangat mendalam. Benci atas kesewenangannya selama ini pada orang-orang kecil-pada warga masyarakat biasa. Meski ia adalah bapakku sendiri. orang tuaku sendiri. Orang yang membesarkanku.'
Watak tokoh dalam kutipan tersebut digambarkan melalui..?
tanggapan tokoh lain
jalan pikiran tokoh
penggambaran lingkungan sekitar tokoh
perilaku tokoh
pesan atau nilai yang disampaikan oleh pengarang dalam ceritanya disebut dengan..?
(a)
alur cerita disebut juga..?
(a)
tempat, waktu, dan suasana teradinya sebuah cerita disebut dengan..?
(a)
penggunaan majas, ungkapan, dan sejenisnya adalah bagian dari cara bercerita pengarang. Hal ini disebut dengan istilah..?
(a)
'Aku memandangnya dengan benci. Benci yang yang sangat mendalam. Benci atas kesewenangannya selama ini pada orang-orang kecil-pada warga masyarakat biasa. Meski ia adalah bapakku sendiri. orang tuaku sendiri. Orang yang membesarkanku.'
jika kata tokoh 'Aku' dalam kutipan cerita tersebut diubah menggunakan sudut pandang orang ketiga, maka akan menggunakan kata..?
(a)
Nilai yang berkaitan dengan kebiasaan atau tradisi yang berlangsung di suatu masyarakat yang mungkin tidak berlaku di masyarakat lain disebut nilai..?
(a)
Suatu standar baik buruknya suatu tindakan bagi orang lain dan diri sendiri adalah pengertian dari..?
(a)
Nilai yang berkaitan dengan bagaimana seorang manusia menjalin hubungan dengan manusia lain dalam suatu masyarakat., disebut nilai..?
(a)
tahap resolution adalah tahap ... dalam cerita.
(a)
'Pertengahan Januari, sebulan setelah kabar dari Rahing, mereka menuju kampung kami. Waktu itu musim hujan baru saja tiba—tetapi tak ada yang berani menggarap sawah. Semua takut meski beberapa yang lain memberanikan diri, termasuk aku. Matahari tidak akan tenggelam selain di ujung langit, begitu pula hidup takkan berakhir selain oleh ajal. Aku meyakinkan diri berkali-kali, menatap biasanku di cermin, mencari-cari kalau sampai ada anggota tubuh yang hilang dalam biasan. Semuanya lengkap, dan begitulah orang Bugis menyakinkan diri sebelum berperang. ..'
unsur instrinsik dominan yang tergambar pada kutipan tersebut adalah..?
(a)
Matahari tidak akan tenggelam selain di ujung langit, begitu pula hidup takkan berakhir selain oleh ajal.
kalimat tersebut adalah salah satu contoh unsur instrinsik menggunakan..?
(a)
'Matahari tidak akan tenggelam selain di ujung langit, begitu pula hidup takkan berakhir selain oleh ajal.'
Gaya bahasa yang digunakan dalam kalimta tersebut disebut..?
(a)
cerita yang dimulai dengan menguraikan alur/tahap penyelesain terlebih dahulu baru menggambarkan tahap-tahap alur lainnya, disebut menggunkan jenis alur..?
(a)
Inti sebuah cerita terdapat pada tahap..?
(a)
Rangkaian-rangkaian peristiwa yang memperlihatkan sebuah hubungan sebab akibat. disebut..?
(a)
Pada suatu hari, dalam perjalanan pulang, Gito sengaja melewati jalan yang banyak pohon cemaranya. Dari kejauhan tampak tukang cukur itu sedang berbicara sendiri, nadanya memaki-maki. Begitu melihat Gito, tukang cukur memanggil Gito.
”Sini kamu,” kata tukang cukur. ”Saya cukur.”
Tukang cukur berjalan mendekati, Gito berhenti seperti patung, tapi begitu tukang cukur sudah dekat, Gito lari kencang dengan kekuatan penuh.
Tukang cukur mula-mula ingin mengejar, tapi kemudian berhenti, sambil memaki-maki.
Watak Gito dalam cerita tersebut adalah..?
(a)
Pada suatu hari, dalam perjalanan pulang, Gito sengaja melewati jalan yang banyak pohon cemaranya. Dari kejauhan tampak tukang cukur itu sedang berbicara sendiri, nadanya memaki-maki. Begitu melihat Gito, tukang cukur memanggil Gito.
”Sini kamu,” kata tukang cukur. ”Saya cukur.”
Tukang cukur berjalan mendekati, Gito berhenti seperti patung, tapi begitu tukang cukur sudah dekat, Gito lari kencang dengan kekuatan penuh.
Tukang cukur mula-mula ingin mengejar, tapi kemudian berhenti, sambil memaki-maki.
Watak Tukang Cukur dalam cerita tersebut adalah..?
(a)
Pada suatu hari, dalam perjalanan pulang, Gito sengaja melewati jalan yang banyak pohon cemaranya. Dari kejauhan tampak tukang cukur itu sedang berbicara sendiri, nadanya memaki-maki. Begitu melihat Gito, tukang cukur memanggil Gito.
”Sini kamu,” kata tukang cukur. ”Saya cukur.”
Tukang cukur berjalan mendekati, Gito berhenti seperti patung, tapi begitu tukang cukur sudah dekat, Gito lari kencang dengan kekuatan penuh.
Tukang cukur mula-mula ingin mengejar, tapi kemudian berhenti, sambil memaki-maki.
Sudut pandang yang digunakan dalam kutipan tersebut adalah sudut pandang orang..?
(a)
Pada suatu hari, dalam perjalanan pulang, Gito sengaja melewati jalan yang banyak pohon cemaranya. Dari kejauhan tampak tukang cukur itu sedang berbicara sendiri, nadanya memaki-maki. Begitu melihat Gito, tukang cukur memanggil Gito.
”Sini kamu,” kata tukang cukur. ”Saya cukur.”
Tukang cukur berjalan mendekati, Gito berhenti seperti patung, tapi begitu tukang cukur sudah dekat, Gito lari kencang dengan kekuatan penuh.
Tukang cukur mula-mula ingin mengejar, tapi kemudian berhenti, sambil memaki-maki.
Sudut pandang orang ketiga yang digunakan dalam kutipan tersebut yaitu menggunakan ..?
(a)
Kutipan Cerpen:
"Saya bertemu dengannya beberapa saat setelah ayah meninggal dunia. Saat pagi hari lebih menyerupai malam hari. Saat gurat senja lebih menyerupai lukisan nestapa. Saat kelopak bunga lebih menyerupai kelopak mata luka. Saat rintik hujan lebih menyerupai jarum kepedihan. Kehidupan mendadak lebih menyerupai kematian. Seperti ada yang merenggut paksa lalu menghempaskan saya ke lubang yang lebih kelam daripada kelir malam. Dan induk dari segala sunyi menyambangi."
Tema yang paling tepat untuk kutipan cerpen tersebut adalah...
Harapan baru setelah kehilangan
Kebahagiaan dalam kenangan masa kecil
Kesedihan mendalam akibat kehilangan orang tercinta
Perjuangan meraih cita-cita
Penyesalan karena perpisahan cinta
"Saya bertemu dengannya beberapa saat setelah ayah meninggal dunia. Saat pagi hari lebih menyerupai malam hari. Saat gurat senja lebih menyerupai lukisan nestapa. Saat kelopak bunga lebih menyerupai kelopak mata luka. Saat rintik hujan lebih menyerupai jarum kepedihan. Kehidupan mendadak lebih menyerupai kematian. Seperti ada yang merenggut paksa lalu menghempaskan saya ke lubang yang lebih kelam daripada kelir malam. Dan induk dari segala sunyi menyambangi."
Kutipan cerpen tersebut menggunakan sudut pandang...
Orang ketiga serba tahu
Orang pertama sebagai tokoh utama
Orang ketiga terbatas
Orang kedua langsung
Campuran antara orang pertama dan ketiga
"Saya bertemu dengannya beberapa saat setelah ayah meninggal dunia. Saat pagi hari lebih menyerupai malam hari. Saat gurat senja lebih menyerupai lukisan nestapa. Saat kelopak bunga lebih menyerupai kelopak mata luka. Saat rintik hujan lebih menyerupai jarum kepedihan. Kehidupan mendadak lebih menyerupai kematian. Seperti ada yang merenggut paksa lalu menghempaskan saya ke lubang yang lebih kelam daripada kelir malam. Dan induk dari segala sunyi menyambangi."
Suasana yang tergambar dalam kutipan cerpen di atas adalah...
Romantis dan penuh harapan
Sunyi dan penuh kehangatan
Gembira dan optimistis
Kelam dan penuh kesedihan
Tegang dan menegangkan
"Saya bertemu dengannya beberapa saat setelah ayah meninggal dunia. Saat pagi hari lebih menyerupai malam hari. Saat gurat senja lebih menyerupai lukisan nestapa. Saat kelopak bunga lebih menyerupai kelopak mata luka. Saat rintik hujan lebih menyerupai jarum kepedihan. Kehidupan mendadak lebih menyerupai kematian. Seperti ada yang merenggut paksa lalu menghempaskan saya ke lubang yang lebih kelam daripada kelir malam. Dan induk dari segala sunyi menyambangi."
Gaya bahasa yang dominan digunakan dalam kutipan tersebut adalah...
Personifikasi dan hiperbola
Alegori dan sarkasme
Ironi dan repetisi
Metafora dan simile
Pleonasme dan litotes
"Saya bertemu dengannya beberapa saat setelah ayah meninggal dunia. Saat pagi hari lebih menyerupai malam hari. Saat gurat senja lebih menyerupai lukisan nestapa. Saat kelopak bunga lebih menyerupai kelopak mata luka. Saat rintik hujan lebih menyerupai jarum kepedihan. Kehidupan mendadak lebih menyerupai kematian. Seperti ada yang merenggut paksa lalu menghempaskan saya ke lubang yang lebih kelam daripada kelir malam. Dan induk dari segala sunyi menyambangi."
Berdasarkan kutipan, tokoh “saya” digambarkan sebagai seseorang yang...
Kuat dan tidak mudah menyerah
Bingung menghadapi kenyataan hidup
Labil dalam mengambil keputusan
Tenggelam dalam duka dan kehilangan
Penuh semangat meski sedang berduka
"Keheranan saya begitu saja menguap di antara lantunan para tamu yang tengah berdzikir. Ucapan belasungkawa yang tak berhenti mengalir. Sedu-sedan. Pertanyaan-pertanyaan. Yang semua terdengar bagai suara ledakan kembang api yang selalu saya benci. Melengking dengan notasi tinggi sebelum menggelegar, bergetar di langit hitam yang mendadak warna-warni. Saya selalu benci dengan keindahan sejenis itu. Keindahan yang congkak, pekak, begitu memaksa untuk diaku. Dan saya membenci semua suara yang saya dengar saat itu. Selain satu suara, dari mulutnya yang tak sekali pun berkata-kata."
Berdasarkan kutipan, tokoh utama mengalami kondisi psikologis berupa...
Euforia dan kekaguman
Penyesalan dan rasa bersalah
Kemarahan dan kebencian terhadap keramaian
Kebingungan dan kepasrahan terhadap nasib
Ketakutan dan trauma terhadap masa lalu
"Keheranan saya begitu saja menguap di antara lantunan para tamu yang tengah berdzikir. Ucapan belasungkawa yang tak berhenti mengalir. Sedu-sedan. Pertanyaan-pertanyaan. Yang semua terdengar bagai suara ledakan kembang api yang selalu saya benci. Melengking dengan notasi tinggi sebelum menggelegar, bergetar di langit hitam yang mendadak warna-warni. Saya selalu benci dengan keindahan sejenis itu. Keindahan yang congkak, pekak, begitu memaksa untuk diaku. Dan saya membenci semua suara yang saya dengar saat itu. Selain satu suara, dari mulutnya yang tak sekali pun berkata-kata."
Berdasarkan kutipan, tokoh utama mengalami kondisi psikologis berupa...
Euforia dan kekaguman
Penyesalan dan rasa bersalah
Kemarahan dan kebencian terhadap keramaian
Kebingungan dan kepasrahan terhadap nasib
Ketakutan dan trauma terhadap masa lalu
"Keheranan saya begitu saja menguap di antara lantunan para tamu yang tengah berdzikir. Ucapan belasungkawa yang tak berhenti mengalir. Sedu-sedan. Pertanyaan-pertanyaan. Yang semua terdengar bagai suara ledakan kembang api yang selalu saya benci. Melengking dengan notasi tinggi sebelum menggelegar, bergetar di langit hitam yang mendadak warna-warni. Saya selalu benci dengan keindahan sejenis itu. Keindahan yang congkak, pekak, begitu memaksa untuk diaku. Dan saya membenci semua suara yang saya dengar saat itu. Selain satu suara, dari mulutnya yang tak sekali pun berkata-kata."
Budaya yang tercermin dalam kutipan cerpen tersebut adalah...
Tradisi membagikan warisan setelah kematian
Tradisi berdzikir dan bertakziah saat ada yang meninggal
Tradisi menyampaikan pidato penghormatan terakhir
D. Budaya pesta perpisahan bagi orang yang wafat
Budaya perayaan kelahiran kembali
"Keheranan saya begitu saja menguap di antara lantunan para tamu yang tengah berdzikir. Ucapan belasungkawa yang tak berhenti mengalir. Sedu-sedan. Pertanyaan-pertanyaan. Yang semua terdengar bagai suara ledakan kembang api yang selalu saya benci. Melengking dengan notasi tinggi sebelum menggelegar, bergetar di langit hitam yang mendadak warna-warni. Saya selalu benci dengan keindahan sejenis itu. Keindahan yang congkak, pekak, begitu memaksa untuk diaku. Dan saya membenci semua suara yang saya dengar saat itu. Selain satu suara, dari mulutnya yang tak sekali pun berkata-kata."
Nilai moral yang tersirat dari sikap tokoh utama adalah...
Mampu menyikapi situasi dengan dewasa dan terbuka
Menghargai kehadiran orang-orang yang datang melayat
Memendam perasaan dan tidak bisa mengendalikan emosi
Menyalahkan orang lain atas musibah yang terjadi
Menerima peristiwa kematian sebagai takdir
"Keheranan saya begitu saja menguap di antara lantunan para tamu yang tengah berdzikir. Ucapan belasungkawa yang tak berhenti mengalir. Sedu-sedan. Pertanyaan-pertanyaan. Yang semua terdengar bagai suara ledakan kembang api yang selalu saya benci. Melengking dengan notasi tinggi sebelum menggelegar, bergetar di langit hitam yang mendadak warna-warni. Saya selalu benci dengan keindahan sejenis itu. Keindahan yang congkak, pekak, begitu memaksa untuk diaku. Dan saya membenci semua suara yang saya dengar saat itu. Selain satu suara, dari mulutnya yang tak sekali pun berkata-kata."
Suasana lingkungan sosial yang tergambar dalam kutipan tersebut adalah...
Lingkungan yang ramai dan penuh hiburan
Lingkungan yang mendukung dalam menghadapi duka
Lingkungan yang acuh tak acuh terhadap peristiwa kematian
Lingkungan yang penuh pertengkaran dan konflik
Lingkungan yang individualis dan tertutup
“Kalau boleh meminta, aku ingin kebersamaan kita kembali sebagaimana dulu lagi, nak.” Ia terdiam. Begitu pun aku. Mata kami tetap tertuju kepada dasar sumur yang sama. Aku yakin, ada kerinduan yang sama di benaknya dan benakku di detik ini. Angin sore musim kemarau berembus-embus. Sumur ini semakin hening di hadapan dua lelaki yang mencintai kerinduan yang sama. Sebuah kerinduan akan kebersamaan yang semakin tergerus dalam pusaran waktu.
Siapakah tokoh "aku" dan bagaimana penokohan tokoh tersebut dalam kutipan di atas?
Tokoh anak, digambarkan egois dan tidak peduli dengan ayahnya
Tokoh ayah, digambarkan tegas dan otoriter
Tokoh anak, digambarkan penuh kerinduan dan perasaan yang dalam
Tokoh paman, digambarkan cuek dan tertutup
Tokoh teman, digambarkan sebagai penasihat yang bijak
“Kalau boleh meminta, aku ingin kebersamaan kita kembali sebagaimana dulu lagi, nak.” Ia terdiam. Begitu pun aku. Mata kami tetap tertuju kepada dasar sumur yang sama. Aku yakin, ada kerinduan yang sama di benaknya dan benakku di detik ini. Angin sore musim kemarau berembus-embus. Sumur ini semakin hening di hadapan dua lelaki yang mencintai kerinduan yang sama. Sebuah kerinduan akan kebersamaan yang semakin tergerus dalam pusaran waktu.
Bagaimana hubungan antara dua tokoh dalam kutipan tersebut?
Dua orang asing yang tidak saling mengenal
Ayah dan anak yang saling menyayangi namun terpisah oleh waktu
Dua sahabat yang saling mendendam
Kakak beradik yang sering berselisih
Guru dan murid yang tidak akur
“Kalau boleh meminta, aku ingin kebersamaan kita kembali sebagaimana dulu lagi, nak.” Ia terdiam. Begitu pun aku. Mata kami tetap tertuju kepada dasar sumur yang sama. Aku yakin, ada kerinduan yang sama di benaknya dan benakku di detik ini. Angin sore musim kemarau berembus-embus. Sumur ini semakin hening di hadapan dua lelaki yang mencintai kerinduan yang sama. Sebuah kerinduan akan kebersamaan yang semakin tergerus dalam pusaran waktu.
Sudut pandang apa yang digunakan dalam kutipan tersebut?
Orang ketiga serba tahu
Orang ketiga terbatas
Orang pertama sebagai tokoh utama
Orang pertama sebagai pengamat
Campuran orang pertama dan ketiga
“Kalau boleh meminta, aku ingin kebersamaan kita kembali sebagaimana dulu lagi, nak.” Ia terdiam. Begitu pun aku. Mata kami tetap tertuju kepada dasar sumur yang sama. Aku yakin, ada kerinduan yang sama di benaknya dan benakku di detik ini. Angin sore musim kemarau berembus-embus. Sumur ini semakin hening di hadapan dua lelaki yang mencintai kerinduan yang sama. Sebuah kerinduan akan kebersamaan yang semakin tergerus dalam pusaran waktu.
Amanat atau pesan moral yang dapat diambil dari kutipan tersebut adalah..?
Jangan terlalu berharap pada orang lain
Pentingnya menjaga kebersamaan dan hubungan keluarga sebelum terlambat
Masa lalu harus dilupakan untuk melangkah ke depan
Kehidupan akan selalu penuh dengan kesedihan
Harta benda lebih penting daripada kasih sayang
“Kalau boleh meminta, aku ingin kebersamaan kita kembali sebagaimana dulu lagi, nak.” Ia terdiam. Begitu pun aku. Mata kami tetap tertuju kepada dasar sumur yang sama. Aku yakin, ada kerinduan yang sama di benaknya dan benakku di detik ini. Angin sore musim kemarau berembus-embus. Sumur ini semakin hening di hadapan dua lelaki yang mencintai kerinduan yang sama. Sebuah kerinduan akan kebersamaan yang semakin tergerus dalam pusaran waktu.
Kutipan tersebut menggambarkan suasana hati tokoh dengan sangat kuat. Kalimat manakah yang paling menunjukkan suasana batin kedua tokoh?
“Kalau boleh meminta, aku ingin kebersamaan kita kembali sebagaimana dulu lagi, nak.”
“Ia terdiam. Begitu pun aku.”
“Mata kami tetap tertuju kepada dasar sumur yang sama.”
“Sumur ini semakin hening di hadapan dua lelaki yang mencintai kerinduan yang sama.”
“Angin sore musim kemarau berembus-embus.”
unsur intrinsik prosa adalah sebagai berikut :
1. Tema
2. Tokoh Penokohan
3. Latar/setting
4. Alur/...?
5. Amanat
6. Sudut Pandang
7. Gaya Bahasa
Nama lain dari alur sebagai unsur intrinsik prosa adalah..?
(a)
Jenis konflik dalam tahap alur sebagai berikut:
1. Konflik internal
2. Konflik eskternal
Nama lain dari konflik internal adalah konflik...?
(a)
Tahapan alur dari sebuah cerita/prosa :
1. perkenalan
2. (a) ?
3. puncak konfliks/klimaks
4. peleraian
5. penyelesaian
Pertentangan antartokoh dalam cerita dimulai dari tahap...?
Diman: tokoh
Rajin dan tekun : (a) ?
tahun 1945, Agustus 17 : Latar
Jakarta, Indonesia : Latar
Proklamasi Kemerdekaan : Tema
Soekarno, Hatta : tokoh
"Jadilah bangsa yang merdeka atau lebih baik mati berjuang daripada terjajah: ...?
(a)
