wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

UAS TEKNOLOGI SEDIAAN STERIL 2024

Total questions: 20

Worksheet time: 10mins

Name
Class
Date
1.
Sediaan steril harus terbebas dari kontaminasi mikroorganisme. Beberapa metode dapat digunakan mulai dari memanfaatkan kalor/panas sampai dengan pemanfaatan gas ataupun sinar UV untuk mendekstruksi mikroorganisme. Dibawah ini alat yang digunakan untuk sterilisasi dengan memanfaatkan panas uap adalah...
a)
Oven
b)
Autoclaf
c)
Manualclaf
d)
Sinar UV
e)
Bunsen
2.
Sterilisasi yang ditujukan untuk zat aktif yang tidak tahan terhadap pemanasan dapat menggunakan teknik penyaringan menggunakan filter dengan ukuran pori yang kecil agar dapat menyaring mikroba dan partikulat pada sediaan steril. Ukuran filter yang digunakan untuk metode sterilisasi dengan metode penyaringan adalah...
a)
0,11 mikron
b)
0,22 mikron
c)
1 mikron
d)
2 mikron
e)
3 mikron
3.
Pembuatan produk steril hendaklah dilakukan di area bersih. Tiap kegiatan produksi membutuhkan tingkat kebersihan ruangan yang sesuai dalam keadaan “operasional” dan “non-operasional” untuk meminimalkan risiko pencemaran oleh partikulat dan/atau mikroba. Keadaan operasional yang dimaksud adalah...
a)
Keadaan dimana fasilitas telah terpasang tetapi tidak beroperasi.
b)
Keadaan di mana fasilitas telah terpasang dan beroperasi, peralatan tidak lengkap, tetapi ada personil.
c)
Keadaan dimana fasilitas telah terpasang dan beroperasi, lengkap dengan peralatan produksi tetapi tidak ada personil
d)
Keadaan dimana fasilitas tidak terpasang dan tidak beroperasi, lengkap dengan peralatan produksi tetapi tidak ada personil.
e)
Keadaan dimana fasilitas dalam keadaan berjalan sesuai modus pengoperasian yang ditetapkan dengan sejumlah tertentu personil yang sedang bekerja.
4.
Suatu sediaan injeksi antibiotika diberikan kepada pasien. Satu jam setelah pemberian obat, pasien mengeluhkan demam tinggi. Zat yang terkandung di dalam sediaan injeksi tersebut yang dapat menyebabkan timbulnya keluhan pasien adalah...
a)
Jamur
b)
Lumut
c)
Kapang
d)
Endotoksin
e)
Partikulat debu
5.
Air yang digunakan untuk membuat produk steril adalah air untuk injeksi atau dikenal dengan water for injection (WFI). WFI hendaklah diproduksi, disimpan dan didistribusikan dengan cara yang dapat mencegah pertumbuhan mikroba. WFI disirkulasikan dengan konstan pada suhu...
a)
Dibawah 70 derajat celcius
b)
Diatas 70 derajat celcius
c)
Dibawah 60 derajat celcius
d)
Diatas 60 derajat celcius
e)
Diatas 50 derajat celcius
6.
Sumber kontaminasi produk steril dapat berasal dari berbagai hal, di bawah ini yang tidak termasuk sumber kontaminasi adalah...
a)
Air
b)
Gown
c)
Bahan baku
d)
Peralatan
e)
Personel
7.
Pada zona ruangan Kelas A dan B pemantauan jumlah partikel ukuran ≥ 5,0 μm penting dilakukan karena merupakan sarana untuk mendeteksi kegagalan. Jumlah maksimum partikulat udara berukuran ≥ 5,0 μm yang diperbolehkan per satuan meter kubik di Kelas B dalam keadaan operasional adalah...
a)
20
b)
290
c)
2900
d)
29000
e)
Tidak ditetapkan
8.
Seorang TTK hendak memproduksi produk steril, bahan dari produk diketahui memiliki sifat tahan terhadap pemanasan dan berwujud serbuk kering. Proses sterilisasi yang sesuai digunakan untuk sterilisasi produk tersebut adalah...
a)
Sterilisasi panas basah
b)
Sterilisasi panas kering
c)
Sterilisasi radiasi
d)
Sterilisasi dengan gas
e)
Sterilasi teknik aseptis
9.
LAL test merupakan uji yang digunakan untuk mendeteksi dan menganalisis adanya endotoksin bakteri menggunakan reagen LAL. Berikut ini merupakan metode yang digunakan pada LAL test, kecuali...
a)
Gel-clot
b)
Kromogenik
c)
Kinetik - turbidimetri
d)
Up point
e)
End point
10.
Media fill merupakan hal yang penting dilakukan dalam produksi sediaan steril metode teknik aseptis. Media fill adalah validasi proses aseptis yang mencakup uji simulasi proses menggunakan media pertumbuhan, untuk memastikan tidak ada mikroorganisme yang terlibat selama produksi dengan proses aseptis. Berikut ini pernyataan yang tidak benar terkait dengan media fill, adalah…
a)
Dilakukan 1 kali dalam setahun untuk tiap shift dan tiap proses
b)
Merupakan pra-syarat sertifikasi CPOB untuk produksi sediaan secara aseptis
c)
Medium pertumbuhan yang sering digunakan adalah Soybean Casein Digest Medium (SCDM)
d)
Validasi proses aseptis dilakukan dalam kondisi semirip mungkin dengan kondisi produksi normal.
e)
Dilakukan Growth Promoting Test (GPT) pada media yang dipakai untuk uji simulasi pada akhir masa inkubasi untuk membuktikan bahwa media dapat menumbuhkan mikroba bila ada kontaminasi
11.

Seorang TTK membuat sediaan injeksi dengan teknik aseptik. Penanganan dan pengisian produk yang dibuat secara aseptis tanpa melalui filtrasi hendaklah dilakukan di lingkungan kelas... dengan latar belakang kelas...

a)

Kelas A dengan latar belakang Kelas B

b)

Kelas A dengan latar belakang Kelas C

c)

Kelas A dengan latar belakang Kelas D

d)

Kelas B dengan latar belakang Kelas A

e)

Kelas B dengan latar belakang Kelas C

12.

Pengisian produk steril yang hendak dilakukan proses sterilisasi akhir dapat dilakukan minimal di ruang produksi...

a)

Kelas A

b)

Kelas B

c)

Kelas C

d)

Kelas D

e)

Kelas E

13.

Sediaan infus merupakan sediaan steril yang diberikan melalui pembuluh darah untuk menggantikan kehilangan cairan atau zat-zat makanan dari tubuh. Dibawah ini yang merupakan salah satu uji spesifikasi sediaan infus adalah...

a)

Uji Pirogenitas

b)

Uji Kelarutan

c)

Uji Disolusi

d)

Uji Viskositas

e)

Uji Keseragaman Bobot

14.

Untuk menguji efektivitas proses sterilisasi panas basah pada suatu sediaan, dapat digunakan indikator apakah ditemukan adanya spora / endotoksin yaitu spora dari bakteri...

a)

Bacillus stearothermopilus

b)

Pseudomonas aeruginosa

c)

Staphylococcus auerus

d)

Escherichia coli

e)

Bacillus subtilis

15.

Kegiatan pemantauan dan strategi pengendalian jumlah bakteri / kuman yang hidup di permukaan suatu benda sebelum disterilkan disebut...

a)

Kualifikasi Kinerja

b)

Validasi Proses

c)

Sterilisasi

d)

Bioburden

e)

Media Fill

16.

Dibawah ini merupakan karakteristik dari sediaan steril ophthalmic yang baik, kecuali...

a)

Dapat kontak dalam waktu yang lama dengan kornea

b)

Memiliki penetrasi kornea yang baik

c)

Mudah untuk diaplikasikan pasien

d)

Dapat mengiritasi mata ketika digunakan

e)

Memiliki karakteristik rheologi yang baik (viskositas)

17.

Berikut ini merupakan metode yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi partikel dalam suatu sediaan steril, kecuali...

a)

Metode coulter counter

b)

Metode radiasi UV-Vis

c)

Metode pengamatan visual

d)

Metode filtrasi mikroskopis

e)

Metode pemblokan cahaya

18.

Agar sediaan steril seperti volume kecil parenteral dapat mencapai stabilitas yang baik selama penggunaan maka dibutuhkan komponen pendapar atau penyangga pH, Penggunaan pendapar untuk rute intravena yang sesuai dapat mengurangi nekroris, nyeri atau iritasi pada saat digunakan. Berapakah Nilai pH yang ideal untuk sediaan parenteral volume kecil dengan pemberian rute intravena...

a)

pH 2,3 – 3,2

b)

pH 3,2 – 5,3

c)

pH 4,7 – 5,4

d)

pH 7,3 – 7,4

e)

pH 7,9 – 8,0

19.

Apa yang dimaksud dengan media pertumbuhan yang digunakan dalam media fill?

a)

Media pertumbuhan yang digunakan adalah Nutrient Agar

b)

Media pertumbuhan yang digunakan adalah Sabouraud Dextrose Agar

c)

Media pertumbuhan yang digunakan adalah Soybean Casein Digest Medium (SCDM)

d)

Media pertumbuhan yang digunakan adalah MacConkey Agar

e)

Media pertumbuhan yang digunakan adalah Eosin Methylene Blue Agar

20.

Pada pedoman CPOB 2018, pembuatan produk steril harus memperhatikan sisi konstruksi bangunan industri. Berikut ini pernyataan yang tidak benar terkait standar konstruksi bangunan untuk ruang bersih (clean room) produk steril adalah...

a)

Ruang bersih sebaiknya menggunakan pintu dorong

b)

Ruang bersih dibangun dengan struktur kedap udara

c)

Permukaan ruang (bagian dalam) harus licin, mudah dibersihkan dan disanitasi

d)

Tidak terdapat peralatan yang tidak diperlukan, lemari, perabot berlaci dan rak

e)

Permukaan bangunan yang terpapar ke lingkungan hendaklah tahan/kedap air, tidak berpori, tidak melepas serat / mengakumulasi partikel, debu & mikroba