NEW
Font size
WorksheetsUjian 1_KLASTER TNIPOL_2024_Sesi 2
Total questions: 65
Worksheet time: 33mins
Paprika, jenis buah yang identik dengan cabai ini banyak digunakan dalam berbagai menu
masakan internasional. Paprika sebenarnya lebih dekat kekerabatannya dengan tomat. Rasanya
pun kurang pedas meskipun bijinya menyerupai cabai. Banyak permintaan paprika di pasar,
terutama sebagai suplai bagi restoran, supermarket, dan juga pasar tradisional. Paprika bisa
digunakan sebagai campuran burger, pizza, sapi lada hitam, mie jamur, atau dimakan langsung
seperti lalapan. Tingginya permintaan paprika disebabkan oleh kandungan gizi lengkap dari buah
tersebut. Selain itu, paprika juga dapat digunakan sebagai obat beberapa penyakit ringan sampai
berat, seperti asma, diare, rematik, sampai sinusitis. Paprika juga mengandung antioksidan aktif
yang besar manfaatnya bagi kesehatan tubuh.
Banyaknya permintaan pasar akan paprika ditanggapi dengan banyaknya pula petani yang
membuka lahan khusus bertanam paprika. Dengan harga jual ± Rp10.000,00-Rp40.000,00 per
kilogram, paprika pantas disebut sebagai komoditas agrobisnis yang layak untuk dikembangkan.
Berbagai jenis paprika baik yang hijau, merah, kuning, ungu, maupun putih sama-sama diminati
oleh konsumen. Di Indonesia sendiri banyak petani yang mengembangkan jenis paprika merah
dan kuning yang ketika muda berwarna hijau.
A
B
C
D
Paprika, jenis buah yang identik dengan cabai ini banyak digunakan dalam berbagai menu
masakan internasional. Paprika sebenarnya lebih dekat kekerabatannya dengan tomat. Rasanya
pun kurang pedas meskipun bijinya menyerupai cabai. Banyak permintaan paprika di pasar,
terutama sebagai suplai bagi restoran, supermarket, dan juga pasar tradisional. Paprika bisa
digunakan sebagai campuran burger, pizza, sapi lada hitam, mie jamur, atau dimakan langsung
seperti lalapan. Tingginya permintaan paprika disebabkan oleh kandungan gizi lengkap dari buah
tersebut. Selain itu, paprika juga dapat digunakan sebagai obat beberapa penyakit ringan sampai
berat, seperti asma, diare, rematik, sampai sinusitis. Paprika juga mengandung antioksidan aktif
yang besar manfaatnya bagi kesehatan tubuh.
Banyaknya permintaan pasar akan paprika ditanggapi dengan banyaknya pula petani yang
membuka lahan khusus bertanam paprika. Dengan harga jual ± Rp10.000,00-Rp40.000,00 per
kilogram, paprika pantas disebut sebagai komoditas agrobisnis yang layak untuk dikembangkan.
Berbagai jenis paprika baik yang hijau, merah, kuning, ungu, maupun putih sama-sama diminati
oleh konsumen. Di Indonesia sendiri banyak petani yang mengembangkan jenis paprika merah
dan kuning yang ketika muda berwarna hijau.
A
B
C
D
Paprika, jenis buah yang identik dengan cabai ini banyak digunakan dalam berbagai menu
masakan internasional. Paprika sebenarnya lebih dekat kekerabatannya dengan tomat. Rasanya
pun kurang pedas meskipun bijinya menyerupai cabai. Banyak permintaan paprika di pasar,
terutama sebagai suplai bagi restoran, supermarket, dan juga pasar tradisional. Paprika bisa
digunakan sebagai campuran burger, pizza, sapi lada hitam, mie jamur, atau dimakan langsung
seperti lalapan. Tingginya permintaan paprika disebabkan oleh kandungan gizi lengkap dari buah
tersebut. Selain itu, paprika juga dapat digunakan sebagai obat beberapa penyakit ringan sampai
berat, seperti asma, diare, rematik, sampai sinusitis. Paprika juga mengandung antioksidan aktif
yang besar manfaatnya bagi kesehatan tubuh.
Banyaknya permintaan pasar akan paprika ditanggapi dengan banyaknya pula petani yang
membuka lahan khusus bertanam paprika. Dengan harga jual ± Rp10.000,00-Rp40.000,00 per
kilogram, paprika pantas disebut sebagai komoditas agrobisnis yang layak untuk dikembangkan.
Berbagai jenis paprika baik yang hijau, merah, kuning, ungu, maupun putih sama-sama diminati
oleh konsumen. Di Indonesia sendiri banyak petani yang mengembangkan jenis paprika merah
dan kuning yang ketika muda berwarna hijau.
A
B
C
D
Paprika, jenis buah yang identik dengan cabai ini banyak digunakan dalam berbagai menu
masakan internasional. Paprika sebenarnya lebih dekat kekerabatannya dengan tomat. Rasanya
pun kurang pedas meskipun bijinya menyerupai cabai. Banyak permintaan paprika di pasar,
terutama sebagai suplai bagi restoran, supermarket, dan juga pasar tradisional. Paprika bisa
digunakan sebagai campuran burger, pizza, sapi lada hitam, mie jamur, atau dimakan langsung
seperti lalapan. Tingginya permintaan paprika disebabkan oleh kandungan gizi lengkap dari buah
tersebut. Selain itu, paprika juga dapat digunakan sebagai obat beberapa penyakit ringan sampai
berat, seperti asma, diare, rematik, sampai sinusitis. Paprika juga mengandung antioksidan aktif
yang besar manfaatnya bagi kesehatan tubuh.
Banyaknya permintaan pasar akan paprika ditanggapi dengan banyaknya pula petani yang
membuka lahan khusus bertanam paprika. Dengan harga jual ± Rp10.000,00-Rp40.000,00 per
kilogram, paprika pantas disebut sebagai komoditas agrobisnis yang layak untuk dikembangkan.
Berbagai jenis paprika baik yang hijau, merah, kuning, ungu, maupun putih sama-sama diminati
oleh konsumen. Di Indonesia sendiri banyak petani yang mengembangkan jenis paprika merah
dan kuning yang ketika muda berwarna hijau.
A
B
C
D
Paprika, jenis buah yang identik dengan cabai ini banyak digunakan dalam berbagai menu
masakan internasional. Paprika sebenarnya lebih dekat kekerabatannya dengan tomat. Rasanya
pun kurang pedas meskipun bijinya menyerupai cabai. Banyak permintaan paprika di pasar,
terutama sebagai suplai bagi restoran, supermarket, dan juga pasar tradisional. Paprika bisa
digunakan sebagai campuran burger, pizza, sapi lada hitam, mie jamur, atau dimakan langsung
seperti lalapan. Tingginya permintaan paprika disebabkan oleh kandungan gizi lengkap dari buah
tersebut. Selain itu, paprika juga dapat digunakan sebagai obat beberapa penyakit ringan sampai
berat, seperti asma, diare, rematik, sampai sinusitis. Paprika juga mengandung antioksidan aktif
yang besar manfaatnya bagi kesehatan tubuh.
Banyaknya permintaan pasar akan paprika ditanggapi dengan banyaknya pula petani yang
membuka lahan khusus bertanam paprika. Dengan harga jual ± Rp10.000,00-Rp40.000,00 per
kilogram, paprika pantas disebut sebagai komoditas agrobisnis yang layak untuk dikembangkan.
Berbagai jenis paprika baik yang hijau, merah, kuning, ungu, maupun putih sama-sama diminati
oleh konsumen. Di Indonesia sendiri banyak petani yang mengembangkan jenis paprika merah
dan kuning yang ketika muda berwarna hijau.
A
B
C
D
Paragraf 1:
“Beri aku sepuluh pemuda maka akan ku guncangkan dunia”, itulah perkataan founding
father Presiden Pertama Indonesia yang menegaskan betapa pentingnya peran pemuda dalam
kemajuan bangsa dan negara. (2) Baik buruknya suatu negara dilihat dari kualitas pemudanya,
karena generasi muda adalah penerus dan pewaris bangsa dan negara. (3) Generasi muda
harus mempunyai karakter yang kuat untuk membangun bangsa dan negaranya, memiliki
kepribadian tinggi, semangat nasionalisme, berjiwa saing, mampu memahami pengetahuan
dan teknologi untuk bersaing secara global. (4) Mereka juga perlu memperhatikan fungsinya
sebagai Agent of change, moral force and social control sehingga fungsi tersebut dapat
berguna bagi masyarakat.
Paragraf 2:
(5) Dalam sejarah pergerakan dan perjuangan bangsa Indonesia, pemuda selalu mempunyai
peran yang sangat strategis di setiap peristiwa penting yang terjadi. (6) Ketika memperebutkan
kemerdekaan dari penjajah Belanda dan Jepang kala itu, ketika menjatuhkan rezim Soekarno
(orde lama), hingga kembali menjatuhkan rezim Soeharto (orde baru), pemuda menjadi
tulang punggung bagi setiap pergerakan perubahan ketika masa tersebut tidak sesuai dengan
keinginan rakyat. (7) Pemuda akan selalu menjadi People Make History (orang yang membuat
sejarah) di setiap waktunya. (8) Pemuda memang mempunyai posisi strategis dan istimewa.
(9) Secara kualitatif, pemuda lebih kreatif, inovatif, memiliki idealisme yang murni dan energi besar
dalam perubahan sosial dan secara kuantitatif, sekitar 30-40 % pemuda dari total jumlah penduduk Indonesia dalam kisaran umur 15-35 tahun dan akan lebih besar lagi jika kisaran menjadi 15-45 tahun.
(sumber : http://www.kompasiana.com/pondokmunzir/peran-pemuda-dalam-kemajuan-bangsa_552ad07bf17e61fc43d62417)
A
B
C
D
Paragraf 1:
“Beri aku sepuluh pemuda maka akan ku guncangkan dunia”, itulah perkataan founding
father Presiden Pertama Indonesia yang menegaskan betapa pentingnya peran pemuda dalam
kemajuan bangsa dan negara. (2) Baik buruknya suatu negara dilihat dari kualitas pemudanya,
karena generasi muda adalah penerus dan pewaris bangsa dan negara. (3) Generasi muda
harus mempunyai karakter yang kuat untuk membangun bangsa dan negaranya, memiliki
kepribadian tinggi, semangat nasionalisme, berjiwa saing, mampu memahami pengetahuan
dan teknologi untuk bersaing secara global. (4) Mereka juga perlu memperhatikan fungsinya
sebagai Agent of change, moral force and social control sehingga fungsi tersebut dapat
berguna bagi masyarakat.
Paragraf 2:
(5) Dalam sejarah pergerakan dan perjuangan bangsa Indonesia, pemuda selalu mempunyai
peran yang sangat strategis di setiap peristiwa penting yang terjadi. (6) Ketika memperebutkan
kemerdekaan dari penjajah Belanda dan Jepang kala itu, ketika menjatuhkan rezim Soekarno
(orde lama), hingga kembali menjatuhkan rezim Soeharto (orde baru), pemuda menjadi
tulang punggung bagi setiap pergerakan perubahan ketika masa tersebut tidak sesuai dengan
keinginan rakyat. (7) Pemuda akan selalu menjadi People Make History (orang yang membuat
sejarah) di setiap waktunya. (8) Pemuda memang mempunyai posisi strategis dan istimewa.
(9) Secara kualitatif, pemuda lebih kreatif, inovatif, memiliki idealisme yang murni dan energi besar
dalam perubahan sosial dan secara kuantitatif, sekitar 30-40 % pemuda dari total jumlah penduduk Indonesia dalam kisaran umur 15-35 tahun dan akan lebih besar lagi jika kisaran menjadi 15-45 tahun.
(sumber : http://www.kompasiana.com/pondokmunzir/peran-pemuda-dalam-kemajuan-bangsa_552ad07bf17e61fc43d62417)
A
B
C
D
Paragraf 1:
“Beri aku sepuluh pemuda maka akan ku guncangkan dunia”, itulah perkataan founding
father Presiden Pertama Indonesia yang menegaskan betapa pentingnya peran pemuda dalam
kemajuan bangsa dan negara. (2) Baik buruknya suatu negara dilihat dari kualitas pemudanya,
karena generasi muda adalah penerus dan pewaris bangsa dan negara. (3) Generasi muda
harus mempunyai karakter yang kuat untuk membangun bangsa dan negaranya, memiliki
kepribadian tinggi, semangat nasionalisme, berjiwa saing, mampu memahami pengetahuan
dan teknologi untuk bersaing secara global. (4) Mereka juga perlu memperhatikan fungsinya
sebagai Agent of change, moral force and social control sehingga fungsi tersebut dapat
berguna bagi masyarakat.
Paragraf 2:
(5) Dalam sejarah pergerakan dan perjuangan bangsa Indonesia, pemuda selalu mempunyai
peran yang sangat strategis di setiap peristiwa penting yang terjadi. (6) Ketika memperebutkan
kemerdekaan dari penjajah Belanda dan Jepang kala itu, ketika menjatuhkan rezim Soekarno
(orde lama), hingga kembali menjatuhkan rezim Soeharto (orde baru), pemuda menjadi
tulang punggung bagi setiap pergerakan perubahan ketika masa tersebut tidak sesuai dengan
keinginan rakyat. (7) Pemuda akan selalu menjadi People Make History (orang yang membuat
sejarah) di setiap waktunya. (8) Pemuda memang mempunyai posisi strategis dan istimewa.
(9) Secara kualitatif, pemuda lebih kreatif, inovatif, memiliki idealisme yang murni dan energi besar
dalam perubahan sosial dan secara kuantitatif, sekitar 30-40 % pemuda dari total jumlah penduduk Indonesia dalam kisaran umur 15-35 tahun dan akan lebih besar lagi jika kisaran menjadi 15-45 tahun.
(sumber : http://www.kompasiana.com/pondokmunzir/peran-pemuda-dalam-kemajuan-bangsa_552ad07bf17e61fc43d62417)
A
B
C
D
Paragraf 1:
“Beri aku sepuluh pemuda maka akan ku guncangkan dunia”, itulah perkataan founding
father Presiden Pertama Indonesia yang menegaskan betapa pentingnya peran pemuda dalam
kemajuan bangsa dan negara. (2) Baik buruknya suatu negara dilihat dari kualitas pemudanya,
karena generasi muda adalah penerus dan pewaris bangsa dan negara. (3) Generasi muda
harus mempunyai karakter yang kuat untuk membangun bangsa dan negaranya, memiliki
kepribadian tinggi, semangat nasionalisme, berjiwa saing, mampu memahami pengetahuan
dan teknologi untuk bersaing secara global. (4) Mereka juga perlu memperhatikan fungsinya
sebagai Agent of change, moral force and social control sehingga fungsi tersebut dapat
berguna bagi masyarakat.
Paragraf 2:
(5) Dalam sejarah pergerakan dan perjuangan bangsa Indonesia, pemuda selalu mempunyai
peran yang sangat strategis di setiap peristiwa penting yang terjadi. (6) Ketika memperebutkan
kemerdekaan dari penjajah Belanda dan Jepang kala itu, ketika menjatuhkan rezim Soekarno
(orde lama), hingga kembali menjatuhkan rezim Soeharto (orde baru), pemuda menjadi
tulang punggung bagi setiap pergerakan perubahan ketika masa tersebut tidak sesuai dengan
keinginan rakyat. (7) Pemuda akan selalu menjadi People Make History (orang yang membuat
sejarah) di setiap waktunya. (8) Pemuda memang mempunyai posisi strategis dan istimewa.
(9) Secara kualitatif, pemuda lebih kreatif, inovatif, memiliki idealisme yang murni dan energi besar
dalam perubahan sosial dan secara kuantitatif, sekitar 30-40 % pemuda dari total jumlah penduduk Indonesia dalam kisaran umur 15-35 tahun dan akan lebih besar lagi jika kisaran menjadi 15-45 tahun.
(sumber : http://www.kompasiana.com/pondokmunzir/peran-pemuda-dalam-kemajuan-bangsa_552ad07bf17e61fc43d62417)
A
B
C
D
Berikut ini merupakan kalimat yang menggunakan tanda baca titik yang tepat, kecuali ...
A. Kami akan berlibur ke Bandung besok dan berangkat menggunakan kereta pukul
01.00 wib.
B. Gempa yang terjadi semalam menewaskan 1231 jiwa.
C. Dia menanyakan siapa yang akan datang.
D. Siregar, Merari. 1920. Azab dan Sengsara. Weltevreden: Balai Poestaka.
A
B
C
D
Paragraf 1:
Kemajuan teknologi yang sangat pesat terjadi di semua bidang kehidupan, termasuk sektor
transportasi. Beberapa tahun belakangan ini, dikembangkan sebuah teknologi baru di bidang
transportasi untuk menggantikan kereta api konvensional, yaitu kereta maglev. Dengan
menumpang kereta ini, konon manusia bisa melaju setara dengan mobil Formula 1, yaitu
berkecepatan di atas 600 km/jam.
Paragraf 2:
Kereta maglev (magnetically levitated trains), dalam bahasa Indonesia bisa diartikan
sebagai kereta api levitasi magnetik. Sesuai namanya, kereta ini adalah jenis kereta api yang
mengambang secara magnetik, atau bisa disebut kereta api magnetik.
Paragraf 3:
Kereta ini secara konsisten mulai dikembangkan pada tahun 2004 di Jepang yang mengadopsi
teknologi dari Jerman. Di tahun yang sama, Cina justru mendahului Jepang dengan merilis
kereta ini. Sekarang, hanya beberapa negara maju yang menggunakan kereta ini, antara lain
Jepang, Cina, Jerman, Perancis, dan Amerika Serikat.
Paragraf 4:
Paten pertama untuk kereta maglev yang didorong oleh motor “linear” adalah paten AS
3.470.828 yang dikeluarkan pada Oktober 1969 oleh James R. Powell dan Gordon T. Danby.
Teknologi dasarnya ditemukan oleh Eric Laithwaite, dan dijelaskan dalam “Proceedings of the
Institution of Electrical Engineers”, vol. 112, 1965, pp. 2361-2375, dengan judul “Electromagnetic
Levitation”. Laithwaite mematenkan motor “linear” pada 1948.
Paragraf 5:
Sesuai namanya, kereta ini bekerja berdasarkan prinsip gaya angkat magnetis. Saat
berjalan, kereta ini tidak menyentuh rel, melainkan melayang di atasnya sekitar 10 mm. Lalu,
mengapa tidak jatuh? Karena, hampir 98 persen bahan penyusun rel terbuat dari magnet
superkonduktor, yang membuat kereta sebesar ini bisa tetap “lengket” dengan rel meski
berjalan dengan kecepatan di atas 500 km/jam.
Paragraf 6:
Selain itu, kereta maglev juga memanfaatkan magnet sebagai pendorong. Gaya dorong
kereta ini dihasilkan oleh interaksi antara motor induksi raksasa di dalam kereta dengan rel
magnetisnya, yang otomatis menghasilkan gaya dorong yang luar biasa. Dengan kecilnya
gaya gesek dan besarnya gaya dorong tersebut, kereta ini mampu melaju dengan kecepatan
sampai 600 km/jam.
(http://kereta-api.info/kereta-maglev-kereta-tercepat-di-dunia-melaju-hingga-600-kmjam-5640.htm)
A
B
C
D
Paragraf 1:
Kemajuan teknologi yang sangat pesat terjadi di semua bidang kehidupan, termasuk sektor
transportasi. Beberapa tahun belakangan ini, dikembangkan sebuah teknologi baru di bidang
transportasi untuk menggantikan kereta api konvensional, yaitu kereta maglev. Dengan
menumpang kereta ini, konon manusia bisa melaju setara dengan mobil Formula 1, yaitu
berkecepatan di atas 600 km/jam.
Paragraf 2:
Kereta maglev (magnetically levitated trains), dalam bahasa Indonesia bisa diartikan
sebagai kereta api levitasi magnetik. Sesuai namanya, kereta ini adalah jenis kereta api yang
mengambang secara magnetik, atau bisa disebut kereta api magnetik.
Paragraf 3:
Kereta ini secara konsisten mulai dikembangkan pada tahun 2004 di Jepang yang mengadopsi
teknologi dari Jerman. Di tahun yang sama, Cina justru mendahului Jepang dengan merilis
kereta ini. Sekarang, hanya beberapa negara maju yang menggunakan kereta ini, antara lain
Jepang, Cina, Jerman, Perancis, dan Amerika Serikat.
Paragraf 4:
Paten pertama untuk kereta maglev yang didorong oleh motor “linear” adalah paten AS
3.470.828 yang dikeluarkan pada Oktober 1969 oleh James R. Powell dan Gordon T. Danby.
Teknologi dasarnya ditemukan oleh Eric Laithwaite, dan dijelaskan dalam “Proceedings of the
Institution of Electrical Engineers”, vol. 112, 1965, pp. 2361-2375, dengan judul “Electromagnetic
Levitation”. Laithwaite mematenkan motor “linear” pada 1948.
Paragraf 5:
Sesuai namanya, kereta ini bekerja berdasarkan prinsip gaya angkat magnetis. Saat
berjalan, kereta ini tidak menyentuh rel, melainkan melayang di atasnya sekitar 10 mm. Lalu,
mengapa tidak jatuh? Karena, hampir 98 persen bahan penyusun rel terbuat dari magnet
superkonduktor, yang membuat kereta sebesar ini bisa tetap “lengket” dengan rel meski
berjalan dengan kecepatan di atas 500 km/jam.
Paragraf 6:
Selain itu, kereta maglev juga memanfaatkan magnet sebagai pendorong. Gaya dorong
kereta ini dihasilkan oleh interaksi antara motor induksi raksasa di dalam kereta dengan rel
magnetisnya, yang otomatis menghasilkan gaya dorong yang luar biasa. Dengan kecilnya
gaya gesek dan besarnya gaya dorong tersebut, kereta ini mampu melaju dengan kecepatan
sampai 600 km/jam.
(http://kereta-api.info/kereta-maglev-kereta-tercepat-di-dunia-melaju-hingga-600-kmjam-5640.htm)
A
B
C
D
Paragraf 1:
Kemajuan teknologi yang sangat pesat terjadi di semua bidang kehidupan, termasuk sektor
transportasi. Beberapa tahun belakangan ini, dikembangkan sebuah teknologi baru di bidang
transportasi untuk menggantikan kereta api konvensional, yaitu kereta maglev. Dengan
menumpang kereta ini, konon manusia bisa melaju setara dengan mobil Formula 1, yaitu
berkecepatan di atas 600 km/jam.
Paragraf 2:
Kereta maglev (magnetically levitated trains), dalam bahasa Indonesia bisa diartikan
sebagai kereta api levitasi magnetik. Sesuai namanya, kereta ini adalah jenis kereta api yang
mengambang secara magnetik, atau bisa disebut kereta api magnetik.
Paragraf 3:
Kereta ini secara konsisten mulai dikembangkan pada tahun 2004 di Jepang yang mengadopsi
teknologi dari Jerman. Di tahun yang sama, Cina justru mendahului Jepang dengan merilis
kereta ini. Sekarang, hanya beberapa negara maju yang menggunakan kereta ini, antara lain
Jepang, Cina, Jerman, Perancis, dan Amerika Serikat.
Paragraf 4:
Paten pertama untuk kereta maglev yang didorong oleh motor “linear” adalah paten AS
3.470.828 yang dikeluarkan pada Oktober 1969 oleh James R. Powell dan Gordon T. Danby.
Teknologi dasarnya ditemukan oleh Eric Laithwaite, dan dijelaskan dalam “Proceedings of the
Institution of Electrical Engineers”, vol. 112, 1965, pp. 2361-2375, dengan judul “Electromagnetic
Levitation”. Laithwaite mematenkan motor “linear” pada 1948.
Paragraf 5:
Sesuai namanya, kereta ini bekerja berdasarkan prinsip gaya angkat magnetis. Saat
berjalan, kereta ini tidak menyentuh rel, melainkan melayang di atasnya sekitar 10 mm. Lalu,
mengapa tidak jatuh? Karena, hampir 98 persen bahan penyusun rel terbuat dari magnet
superkonduktor, yang membuat kereta sebesar ini bisa tetap “lengket” dengan rel meski
berjalan dengan kecepatan di atas 500 km/jam.
Paragraf 6:
Selain itu, kereta maglev juga memanfaatkan magnet sebagai pendorong. Gaya dorong
kereta ini dihasilkan oleh interaksi antara motor induksi raksasa di dalam kereta dengan rel
magnetisnya, yang otomatis menghasilkan gaya dorong yang luar biasa. Dengan kecilnya
gaya gesek dan besarnya gaya dorong tersebut, kereta ini mampu melaju dengan kecepatan
sampai 600 km/jam.
(http://kereta-api.info/kereta-maglev-kereta-tercepat-di-dunia-melaju-hingga-600-kmjam-5640.htm)
A
B
C
D
Paragraf 1:
Kemajuan teknologi yang sangat pesat terjadi di semua bidang kehidupan, termasuk sektor
transportasi. Beberapa tahun belakangan ini, dikembangkan sebuah teknologi baru di bidang
transportasi untuk menggantikan kereta api konvensional, yaitu kereta maglev. Dengan
menumpang kereta ini, konon manusia bisa melaju setara dengan mobil Formula 1, yaitu
berkecepatan di atas 600 km/jam.
Paragraf 2:
Kereta maglev (magnetically levitated trains), dalam bahasa Indonesia bisa diartikan
sebagai kereta api levitasi magnetik. Sesuai namanya, kereta ini adalah jenis kereta api yang
mengambang secara magnetik, atau bisa disebut kereta api magnetik.
Paragraf 3:
Kereta ini secara konsisten mulai dikembangkan pada tahun 2004 di Jepang yang mengadopsi
teknologi dari Jerman. Di tahun yang sama, Cina justru mendahului Jepang dengan merilis
kereta ini. Sekarang, hanya beberapa negara maju yang menggunakan kereta ini, antara lain
Jepang, Cina, Jerman, Perancis, dan Amerika Serikat.
Paragraf 4:
Paten pertama untuk kereta maglev yang didorong oleh motor “linear” adalah paten AS
3.470.828 yang dikeluarkan pada Oktober 1969 oleh James R. Powell dan Gordon T. Danby.
Teknologi dasarnya ditemukan oleh Eric Laithwaite, dan dijelaskan dalam “Proceedings of the
Institution of Electrical Engineers”, vol. 112, 1965, pp. 2361-2375, dengan judul “Electromagnetic
Levitation”. Laithwaite mematenkan motor “linear” pada 1948.
Paragraf 5:
Sesuai namanya, kereta ini bekerja berdasarkan prinsip gaya angkat magnetis. Saat
berjalan, kereta ini tidak menyentuh rel, melainkan melayang di atasnya sekitar 10 mm. Lalu,
mengapa tidak jatuh? Karena, hampir 98 persen bahan penyusun rel terbuat dari magnet
superkonduktor, yang membuat kereta sebesar ini bisa tetap “lengket” dengan rel meski
berjalan dengan kecepatan di atas 500 km/jam.
Paragraf 6:
Selain itu, kereta maglev juga memanfaatkan magnet sebagai pendorong. Gaya dorong
kereta ini dihasilkan oleh interaksi antara motor induksi raksasa di dalam kereta dengan rel
magnetisnya, yang otomatis menghasilkan gaya dorong yang luar biasa. Dengan kecilnya
gaya gesek dan besarnya gaya dorong tersebut, kereta ini mampu melaju dengan kecepatan
sampai 600 km/jam.
(http://kereta-api.info/kereta-maglev-kereta-tercepat-di-dunia-melaju-hingga-600-kmjam-5640.htm)
A
B
C
D
Paragraf 1:
Kemajuan teknologi yang sangat pesat terjadi di semua bidang kehidupan, termasuk sektor
transportasi. Beberapa tahun belakangan ini, dikembangkan sebuah teknologi baru di bidang
transportasi untuk menggantikan kereta api konvensional, yaitu kereta maglev. Dengan
menumpang kereta ini, konon manusia bisa melaju setara dengan mobil Formula 1, yaitu
berkecepatan di atas 600 km/jam.
Paragraf 2:
Kereta maglev (magnetically levitated trains), dalam bahasa Indonesia bisa diartikan
sebagai kereta api levitasi magnetik. Sesuai namanya, kereta ini adalah jenis kereta api yang
mengambang secara magnetik, atau bisa disebut kereta api magnetik.
Paragraf 3:
Kereta ini secara konsisten mulai dikembangkan pada tahun 2004 di Jepang yang mengadopsi
teknologi dari Jerman. Di tahun yang sama, Cina justru mendahului Jepang dengan merilis
kereta ini. Sekarang, hanya beberapa negara maju yang menggunakan kereta ini, antara lain
Jepang, Cina, Jerman, Perancis, dan Amerika Serikat.
Paragraf 4:
Paten pertama untuk kereta maglev yang didorong oleh motor “linear” adalah paten AS
3.470.828 yang dikeluarkan pada Oktober 1969 oleh James R. Powell dan Gordon T. Danby.
Teknologi dasarnya ditemukan oleh Eric Laithwaite, dan dijelaskan dalam “Proceedings of the
Institution of Electrical Engineers”, vol. 112, 1965, pp. 2361-2375, dengan judul “Electromagnetic
Levitation”. Laithwaite mematenkan motor “linear” pada 1948.
Paragraf 5:
Sesuai namanya, kereta ini bekerja berdasarkan prinsip gaya angkat magnetis. Saat
berjalan, kereta ini tidak menyentuh rel, melainkan melayang di atasnya sekitar 10 mm. Lalu,
mengapa tidak jatuh? Karena, hampir 98 persen bahan penyusun rel terbuat dari magnet
superkonduktor, yang membuat kereta sebesar ini bisa tetap “lengket” dengan rel meski
berjalan dengan kecepatan di atas 500 km/jam.
Paragraf 6:
Selain itu, kereta maglev juga memanfaatkan magnet sebagai pendorong. Gaya dorong
kereta ini dihasilkan oleh interaksi antara motor induksi raksasa di dalam kereta dengan rel
magnetisnya, yang otomatis menghasilkan gaya dorong yang luar biasa. Dengan kecilnya
gaya gesek dan besarnya gaya dorong tersebut, kereta ini mampu melaju dengan kecepatan
sampai 600 km/jam.
(http://kereta-api.info/kereta-maglev-kereta-tercepat-di-dunia-melaju-hingga-600-kmjam-5640.htm)
A
B
C
D
Billionaires: the richest People You’ve Never Heard Of
Paragraf 1: You might think enormous wealth guarantees instant notoriety. It doesn’t, some of the world’s richest people manage to stay below the detection of the public despite being worth billions. We are not talking about being famous and reclusive. We are talking about being flat-out unknown among the masses.
Paragraf 2: Sure, most people know of billionaires like corporate financer Carl Icahnm Hong Kong Business magnate Li Ka Shing and Italian media mogul and former Prime minister Silvio Berlusconi. But what of Susanne Klatten? Or Briggit Rausing? Or John Sall? They have the kind of money rest of us can only dream. And yet here’s betting that you’ve never heard of them, even if u’re familiar with the companies or products that made them wealthy.
Paragraf 3: Sall, worth $4,4 billion when Forbes last valuated his fortune in September 2007 as part of our annual Forbes 400 Ranking, co-founded privately held software giant SA5, where he remains executive Vice President. Klatten is a member of Germany’s Quandt Family, which owns 50 % of Ger man chem ical co mpany A ltana. For bes last est imated he r for tune In March at 59,6 billion as part of our annual billionaire rankings although that was before she received half of the proceeds fro m Altana ’s $6 bi llio n sale of its P harmaceut ica l business to Nycomed last year. And Rausing? She and her three children have a combined fortune of about $11 billion after inheriting ownership of packaging giant tetra level. Never heard of Tetra? Ever slurp down a refreshment from a juice box ? That’s them.
Paragraf 4: Sitting through the names of obscure billionaires can invite some surprises. For example, take the case of Peter Buck. No, not the guitarist from R.E.M - this Peter Buck lent a family friend $1.000 in 1965 to start a sandwich shop. Today, as a result is Subway restaurants. You think that being co-founder of a fast food giant would gain you some name recognition. But it’s probably safe to say that few people not named Jared have ever heard of Buck. Much the same could be said about Bradley Hughes. No, not the PGA golfer from Australia. Like Buck, Hughes started a business that you’ve probably heard of it. It has 2,100 locations in 38 states. If you’re an incureable pack rat, you might be a customer. Give up? Hughes is the founder and chairman and of public Storage (nyse: PSA - news - people). Then there’s copper- mining magnate Vladimir Kim, who cuts an unlikely figure on a lot of different levels. The guy’s worth a cool $5,5 billion, making him the richest person in post-Soviet republics outside of Russia. He is also a lot wealthier than silicon valley billionaires Meg Whitman, Jerry Yang, and John Doerr. Despite the presumed geographic disadvantages of hailing from Kazakhstan. And Kim is the richest ethnic Korean on the planet, with a fortune that far surpasses even that of Samsung Group Chairman Lee Kun-Hee.
(Louis Hau, 01.22.08, 2:3 PM ET. Available at http: //www.forbes.com/ business/2008)
A
B
C
D
Billionaires: the richest People You’ve Never Heard Of
Paragraf 1: You might think enormous wealth guarantees instant notoriety. It doesn’t, some of the world’s richest people manage to stay below the detection of the public despite being worth billions. We are not talking about being famous and reclusive. We are talking about being flat-out unknown among the masses.
Paragraf 2: Sure, most people know of billionaires like corporate financer Carl Icahnm Hong Kong Business magnate Li Ka Shing and Italian media mogul and former Prime minister Silvio Berlusconi. But what of Susanne Klatten? Or Briggit Rausing? Or John Sall? They have the kind of money rest of us can only dream. And yet here’s betting that you’ve never heard of them, even if u’re familiar with the companies or products that made them wealthy.
Paragraf 3: Sall, worth $4,4 billion when Forbes last valuated his fortune in September 2007 as part of our annual Forbes 400 Ranking, co-founded privately held software giant SA5, where he remains executive Vice President. Klatten is a member of Germany’s Quandt Family, which owns 50 % of Ger man chem ical co mpany A ltana. For bes last est imated he r for tune In March at 59,6 billion as part of our annual billionaire rankings although that was before she received half of the proceeds fro m Altana ’s $6 bi llio n sale of its P harmaceut ica l business to Nycomed last year. And Rausing? She and her three children have a combined fortune of about $11 billion after inheriting ownership of packaging giant tetra level. Never heard of Tetra? Ever slurp down a refreshment from a juice box ? That’s them.
Paragraf 4: Sitting through the names of obscure billionaires can invite some surprises. For example, take the case of Peter Buck. No, not the guitarist from R.E.M - this Peter Buck lent a family friend $1.000 in 1965 to start a sandwich shop. Today, as a result is Subway restaurants. You think that being co-founder of a fast food giant would gain you some name recognition. But it’s probably safe to say that few people not named Jared have ever heard of Buck. Much the same could be said about Bradley Hughes. No, not the PGA golfer from Australia. Like Buck, Hughes started a business that you’ve probably heard of it. It has 2,100 locations in 38 states. If you’re an incureable pack rat, you might be a customer. Give up? Hughes is the founder and chairman and of public Storage (nyse: PSA - news - people). Then there’s copper- mining magnate Vladimir Kim, who cuts an unlikely figure on a lot of different levels. The guy’s worth a cool $5,5 billion, making him the richest person in post-Soviet republics outside of Russia. He is also a lot wealthier than silicon valley billionaires Meg Whitman, Jerry Yang, and John Doerr. Despite the presumed geographic disadvantages of hailing from Kazakhstan. And Kim is the richest ethnic Korean on the planet, with a fortune that far surpasses even that of Samsung Group Chairman Lee Kun-Hee.
(Louis Hau, 01.22.08, 2:3 PM ET. Available at http: //www.forbes.com/ business/2008)
A
B
C
D
Billionaires: the richest People You’ve Never Heard Of
Paragraf 1: You might think enormous wealth guarantees instant notoriety. It doesn’t, some of the world’s richest people manage to stay below the detection of the public despite being worth billions. We are not talking about being famous and reclusive. We are talking about being flat-out unknown among the masses.
Paragraf 2: Sure, most people know of billionaires like corporate financer Carl Icahnm Hong Kong Business magnate Li Ka Shing and Italian media mogul and former Prime minister Silvio Berlusconi. But what of Susanne Klatten? Or Briggit Rausing? Or John Sall? They have the kind of money rest of us can only dream. And yet here’s betting that you’ve never heard of them, even if u’re familiar with the companies or products that made them wealthy.
Paragraf 3: Sall, worth $4,4 billion when Forbes last valuated his fortune in September 2007 as part of our annual Forbes 400 Ranking, co-founded privately held software giant SA5, where he remains executive Vice President. Klatten is a member of Germany’s Quandt Family, which owns 50 % of Ger man chem ical co mpany A ltana. For bes last est imated he r for tune In March at 59,6 billion as part of our annual billionaire rankings although that was before she received half of the proceeds fro m Altana ’s $6 bi llio n sale of its P harmaceut ica l business to Nycomed last year. And Rausing? She and her three children have a combined fortune of about $11 billion after inheriting ownership of packaging giant tetra level. Never heard of Tetra? Ever slurp down a refreshment from a juice box ? That’s them.
Paragraf 4: Sitting through the names of obscure billionaires can invite some surprises. For example, take the case of Peter Buck. No, not the guitarist from R.E.M - this Peter Buck lent a family friend $1.000 in 1965 to start a sandwich shop. Today, as a result is Subway restaurants. You think that being co-founder of a fast food giant would gain you some name recognition. But it’s probably safe to say that few people not named Jared have ever heard of Buck. Much the same could be said about Bradley Hughes. No, not the PGA golfer from Australia. Like Buck, Hughes started a business that you’ve probably heard of it. It has 2,100 locations in 38 states. If you’re an incureable pack rat, you might be a customer. Give up? Hughes is the founder and chairman and of public Storage (nyse: PSA - news - people). Then there’s copper- mining magnate Vladimir Kim, who cuts an unlikely figure on a lot of different levels. The guy’s worth a cool $5,5 billion, making him the richest person in post-Soviet republics outside of Russia. He is also a lot wealthier than silicon valley billionaires Meg Whitman, Jerry Yang, and John Doerr. Despite the presumed geographic disadvantages of hailing from Kazakhstan. And Kim is the richest ethnic Korean on the planet, with a fortune that far surpasses even that of Samsung Group Chairman Lee Kun-Hee.
(Louis Hau, 01.22.08, 2:3 PM ET. Available at http: //www.forbes.com/ business/2008)
A
B
C
D
Billionaires: the richest People You’ve Never Heard Of
Paragraf 1: You might think enormous wealth guarantees instant notoriety. It doesn’t, some of the world’s richest people manage to stay below the detection of the public despite being worth billions. We are not talking about being famous and reclusive. We are talking about being flat-out unknown among the masses.
Paragraf 2: Sure, most people know of billionaires like corporate financer Carl Icahnm Hong Kong Business magnate Li Ka Shing and Italian media mogul and former Prime minister Silvio Berlusconi. But what of Susanne Klatten? Or Briggit Rausing? Or John Sall? They have the kind of money rest of us can only dream. And yet here’s betting that you’ve never heard of them, even if u’re familiar with the companies or products that made them wealthy.
Paragraf 3: Sall, worth $4,4 billion when Forbes last valuated his fortune in September 2007 as part of our annual Forbes 400 Ranking, co-founded privately held software giant SA5, where he remains executive Vice President. Klatten is a member of Germany’s Quandt Family, which owns 50 % of Ger man chem ical co mpany A ltana. For bes last est imated he r for tune In March at 59,6 billion as part of our annual billionaire rankings although that was before she received half of the proceeds fro m Altana ’s $6 bi llio n sale of its P harmaceut ica l business to Nycomed last year. And Rausing? She and her three children have a combined fortune of about $11 billion after inheriting ownership of packaging giant tetra level. Never heard of Tetra? Ever slurp down a refreshment from a juice box ? That’s them.
Paragraf 4: Sitting through the names of obscure billionaires can invite some surprises. For example, take the case of Peter Buck. No, not the guitarist from R.E.M - this Peter Buck lent a family friend $1.000 in 1965 to start a sandwich shop. Today, as a result is Subway restaurants. You think that being co-founder of a fast food giant would gain you some name recognition. But it’s probably safe to say that few people not named Jared have ever heard of Buck. Much the same could be said about Bradley Hughes. No, not the PGA golfer from Australia. Like Buck, Hughes started a business that you’ve probably heard of it. It has 2,100 locations in 38 states. If you’re an incureable pack rat, you might be a customer. Give up? Hughes is the founder and chairman and of public Storage (nyse: PSA - news - people). Then there’s copper- mining magnate Vladimir Kim, who cuts an unlikely figure on a lot of different levels. The guy’s worth a cool $5,5 billion, making him the richest person in post-Soviet republics outside of Russia. He is also a lot wealthier than silicon valley billionaires Meg Whitman, Jerry Yang, and John Doerr. Despite the presumed geographic disadvantages of hailing from Kazakhstan. And Kim is the richest ethnic Korean on the planet, with a fortune that far surpasses even that of Samsung Group Chairman Lee Kun-Hee.
(Louis Hau, 01.22.08, 2:3 PM ET. Available at http: //www.forbes.com/ business/2008)
A
B
C
D
Billionaires: the richest People You’ve Never Heard Of
Paragraf 1: You might think enormous wealth guarantees instant notoriety. It doesn’t, some of the world’s richest people manage to stay below the detection of the public despite being worth billions. We are not talking about being famous and reclusive. We are talking about being flat-out unknown among the masses.
Paragraf 2: Sure, most people know of billionaires like corporate financer Carl Icahnm Hong Kong Business magnate Li Ka Shing and Italian media mogul and former Prime minister Silvio Berlusconi. But what of Susanne Klatten? Or Briggit Rausing? Or John Sall? They have the kind of money rest of us can only dream. And yet here’s betting that you’ve never heard of them, even if u’re familiar with the companies or products that made them wealthy.
Paragraf 3: Sall, worth $4,4 billion when Forbes last valuated his fortune in September 2007 as part of our annual Forbes 400 Ranking, co-founded privately held software giant SA5, where he remains executive Vice President. Klatten is a member of Germany’s Quandt Family, which owns 50 % of Ger man chem ical co mpany A ltana. For bes last est imated he r for tune In March at 59,6 billion as part of our annual billionaire rankings although that was before she received half of the proceeds fro m Altana ’s $6 bi llio n sale of its P harmaceut ica l business to Nycomed last year. And Rausing? She and her three children have a combined fortune of about $11 billion after inheriting ownership of packaging giant tetra level. Never heard of Tetra? Ever slurp down a refreshment from a juice box ? That’s them.
Paragraf 4: Sitting through the names of obscure billionaires can invite some surprises. For example, take the case of Peter Buck. No, not the guitarist from R.E.M - this Peter Buck lent a family friend $1.000 in 1965 to start a sandwich shop. Today, as a result is Subway restaurants. You think that being co-founder of a fast food giant would gain you some name recognition. But it’s probably safe to say that few people not named Jared have ever heard of Buck. Much the same could be said about Bradley Hughes. No, not the PGA golfer from Australia. Like Buck, Hughes started a business that you’ve probably heard of it. It has 2,100 locations in 38 states. If you’re an incureable pack rat, you might be a customer. Give up? Hughes is the founder and chairman and of public Storage (nyse: PSA - news - people). Then there’s copper- mining magnate Vladimir Kim, who cuts an unlikely figure on a lot of different levels. The guy’s worth a cool $5,5 billion, making him the richest person in post-Soviet republics outside of Russia. He is also a lot wealthier than silicon valley billionaires Meg Whitman, Jerry Yang, and John Doerr. Despite the presumed geographic disadvantages of hailing from Kazakhstan. And Kim is the richest ethnic Korean on the planet, with a fortune that far surpasses even that of Samsung Group Chairman Lee Kun-Hee.
(Louis Hau, 01.22.08, 2:3 PM ET. Available at http: //www.forbes.com/ business/2008)
A
B
C
D
Although pecans are most plentiful in the southeastern part of the United States, they are found … Ohio and Illinois.
A. far north
B. north as far
C. farthest north
D. as far north as
A
B
C
D
… of caffeine can result in restlessness, insomnia, and even delirium.
A. Consuming in excess
B. Excessive consumption
C. To consume excessively
D. The consumption excessive
A
B
C
D
Considered one of the leading poets in America today, ….
A. a number of books and plays have also been written by Sonia Sanchez.
B. Sonia Sanchez has also written a number of books and plays.
C. a number of Sonia Sanchez books and plays have been written.
D. there have been a number of books and plays written by Sonia Sanchez.
A
B
C
D
Variables such as individual and corporate behavior … nearly impossible for economists to forecast economic trends with precision.
A. make
B. make it
C. it makes
D. makes it
A
B
C
D
… by transferring the blame to others is often called scapegoating.
A. Eliminate problems
B. The eliminated problems
C. Eliminating problems
D. Problems are eliminated
A
B
C
D
What is the Significance of Rabbit’s Large Ears?
Paragraf 1: A rabbit is a small funny mammal with short tall pointed ears. Rabbit lives in burrows in the ground. Each burrow is the home of a single family. The first fossils which can be attributed to this family came from North America but now they are found in every part of world. Compared to its small body rabbit has large-sized ears.
Paragraf 2: A rabbit is weak and timid animal and is always surrounded by many enemies. Therefore nature has gifted it with large ears to help it to hear even the slightest sound. The large area of the ear catches almost every sound wave produced in the air and transfers them into the inner ear. This makes the rabbit to be able to detect its enemy in the run to safety zones.
Paragraf 3: You must have noticed that a rabbit washes its ears by repeatedly licking its fore- paws and rubbing them over the surface of its ears. It does this in order to keep its ear clean and also to take into its mouth natural oil which surrounds the ear surface. This oil is important in forming vitamin D which is necessary for the growth of healthy bones, if the rabbit is not allowed to form, it will develop rickets.
Shortened from: Children knowledge Bank, Look Out
A
B
C
D
What is the Significance of Rabbit’s Large Ears?
Paragraf 1: A rabbit is a small funny mammal with short tall pointed ears. Rabbit lives in burrows in the ground. Each burrow is the home of a single family. The first fossils which can be attributed to this family came from North America but now they are found in every part of world. Compared to its small body rabbit has large-sized ears.
Paragraf 2: A rabbit is weak and timid animal and is always surrounded by many enemies. Therefore nature has gifted it with large ears to help it to hear even the slightest sound. The large area of the ear catches almost every sound wave produced in the air and transfers them into the inner ear. This makes the rabbit to be able to detect its enemy in the run to safety zones.
Paragraf 3: You must have noticed that a rabbit washes its ears by repeatedly licking its fore- paws and rubbing them over the surface of its ears. It does this in order to keep its ear clean and also to take into its mouth natural oil which surrounds the ear surface. This oil is important in forming vitamin D which is necessary for the growth of healthy bones, if the rabbit is not allowed to form, it will develop rickets.
Shortened from: Children knowledge Bank, Look Out
A
B
C
D
What is the Significance of Rabbit’s Large Ears?
Paragraf 1: A rabbit is a small funny mammal with short tall pointed ears. Rabbit lives in burrows in the ground. Each burrow is the home of a single family. The first fossils which can be attributed to this family came from North America but now they are found in every part of world. Compared to its small body rabbit has large-sized ears.
Paragraf 2: A rabbit is weak and timid animal and is always surrounded by many enemies. Therefore nature has gifted it with large ears to help it to hear even the slightest sound. The large area of the ear catches almost every sound wave produced in the air and transfers them into the inner ear. This makes the rabbit to be able to detect its enemy in the run to safety zones.
Paragraf 3: You must have noticed that a rabbit washes its ears by repeatedly licking its fore- paws and rubbing them over the surface of its ears. It does this in order to keep its ear clean and also to take into its mouth natural oil which surrounds the ear surface. This oil is important in forming vitamin D which is necessary for the growth of healthy bones, if the rabbit is not allowed to form, it will develop rickets.
Shortened from: Children knowledge Bank, Look Out
A
B
C
D
The teacher ... Mathematic every Monday and Thursday.
A. Teaches
B. Teaching
C. Taught
D. Has been taught
A
B
C
D
The children are … algebra tomorrow.
A. Studying
B. Going to study
C. Studies
D. Studied
A
B
C
D
Jawablah pertanyaan-pertanyaan tentang wawasan kebangsaan berikut dengan tepat!
A
B
C
D
Jawablah pertanyaan-pertanyaan tentang wawasan kebangsaan berikut dengan tepat!
A
B
C
D
Jawablah pertanyaan-pertanyaan tentang wawasan kebangsaan berikut dengan tepat!
A
B
C
D
Jawablah pertanyaan-pertanyaan tentang wawasan kebangsaan berikut dengan tepat!
A
B
C
D
Jawablah pertanyaan-pertanyaan tentang wawasan kebangsaan berikut dengan tepat!
A
B
C
D
Jawablah pertanyaan-pertanyaan tentang wawasan kebangsaan berikut dengan tepat!
A
B
C
D
Jawablah pertanyaan-pertanyaan tentang wawasan kebangsaan berikut dengan tepat!
A
B
C
D
Jawablah pertanyaan-pertanyaan tentang wawasan kebangsaan berikut dengan tepat!
A
B
C
D
Jawablah pertanyaan-pertanyaan tentang wawasan kebangsaan berikut dengan tepat!
A
B
C
D
Jawablah pertanyaan-pertanyaan tentang wawasan kebangsaan berikut dengan tepat!
A
B
C
D
Jawablah pertanyaan-pertanyaan tentang wawasan kebangsaan berikut dengan tepat!
A
B
C
D
Jawablah pertanyaan-pertanyaan tentang wawasan kebangsaan berikut dengan tepat!
A
B
C
D
Jawablah pertanyaan-pertanyaan tentang wawasan kebangsaan berikut dengan tepat!
A
B
C
D
Jawablah pertanyaan-pertanyaan tentang wawasan kebangsaan berikut dengan tepat!
A
B
C
D
Jawablah pertanyaan-pertanyaan tentang wawasan kebangsaan berikut dengan tepat!
A
B
C
D
Arti Pancasila Sebagai Pandangan Hidup Bangsa yaitu ...
A. Pancasila dapat memberikan gerak atau dinamika, serta membimbing ke arah tujuan guna mewujudkan masyarakat Pancasila.
B. Bahwa pada tanggal 18 Agustus 1945 PPKI (sebagai wakil seluruh rakyat Indonesia) yang menetapkan dasar negara Pancasila secara konstitusional dalam Pembukaan UUD NRI Tahun 1945
C. Pancasila merupakan kristalisasi pengalaman-pengalaman hidup dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia yang telah membentuk sikap, watak, perilaku, tata nilai, moral, etika yang melahirkan pandangan hidup.
D. Pancasila yang dirumuskan dan terkandung dalam Pembukaan UUD Negara RI Tahun 1945, memuat cita-cita dan tujuan nasional (Alinea II dan IV).
A
B
C
D
Jawablah pertanyaan-pertanyaan tentang wawasan kebangsaan berikut dengan tepat!
A
B
C
D
Jawablah pertanyaan-pertanyaan tentang wawasan kebangsaan berikut dengan tepat!
A
B
C
D
Jawablah pertanyaan-pertanyaan tentang wawasan kebangsaan berikut dengan tepat!
A
B
C
D
Jawablah pertanyaan-pertanyaan tentang wawasan kebangsaan berikut dengan tepat!
A
B
C
D
Jawablah pertanyaan-pertanyaan tentang wawasan kebangsaan berikut dengan tepat!
A
B
C
D
Jawablah pertanyaan-pertanyaan tentang wawasan kebangsaan berikut dengan tepat!
A
B
C
D
Jawablah pertanyaan-pertanyaan tentang wawasan kebangsaan berikut dengan tepat!
A
B
C
D
Jawablah pertanyaan-pertanyaan tentang wawasan kebangsaan berikut dengan tepat!
A
B
C
D
Jawablah pertanyaan-pertanyaan tentang wawasan kebangsaan berikut dengan tepat!
A
B
C
D
Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan ketentuan sebagai berikut:
A. Jika kedua pernyataan benar dan ada hubungan sebab-akibat
B. Jika kedua pernyataan benar namun tidak terdapat hubungan sebab-akibat
C. Jika salah satu pernyataan ada yang salah
D. Jika kedua pernyataan salah
A
B
C
D
Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan ketentuan sebagai berikut:
A. Jika kedua pernyataan benar dan ada hubungan sebab-akibat
B. Jika kedua pernyataan benar namun tidak terdapat hubungan sebab-akibat
C. Jika salah satu pernyataan ada yang salah
D. Jika kedua pernyataan salah
A
B
C
D
Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan ketentuan sebagai berikut:
A. Jika kedua pernyataan benar dan ada hubungan sebab-akibat
B. Jika kedua pernyataan benar namun tidak terdapat hubungan sebab-akibat
C. Jika salah satu pernyataan ada yang salah
D. Jika kedua pernyataan salah
A
B
C
D
Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan ketentuan sebagai berikut:
A. Jika kedua pernyataan benar dan ada hubungan sebab-akibat
B. Jika kedua pernyataan benar namun tidak terdapat hubungan sebab-akibat
C. Jika salah satu pernyataan ada yang salah
D. Jika kedua pernyataan salah
A
B
C
D
Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan ketentuan sebagai berikut:
A. Jika kedua pernyataan benar dan ada hubungan sebab-akibat
B. Jika kedua pernyataan benar namun tidak terdapat hubungan sebab-akibat
C. Jika salah satu pernyataan ada yang salah
D. Jika kedua pernyataan salah
A
B
C
D
Pilihlah jawaban yang tepat dari
pertanyaan-pertanyaan di bawah ini!
A
B
C
D
Pilihlah jawaban yang tepat dari
pertanyaan-pertanyaan di bawah ini!
A
B
C
D
Pilihlah jawaban yang tepat dari
pertanyaan-pertanyaan di bawah ini!
A
B
C
D
Pilihlah jawaban yang tepat dari
pertanyaan-pertanyaan di bawah ini!
A
B
C
D
Pilihlah jawaban yang tepat dari
pertanyaan-pertanyaan di bawah ini!
A
B
C
D
