wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

SOAL LATIHAN PTS ILMU HADIS KELAS XI

Total questions: 50

Worksheet time: 3hrs 30mins

Name
Class
Date
1.
Hadits Qudsi salah satu jenis hadits dimana perkataan Nabi Muhammad disandarkan kepada Allah atau dengan kata lain Nabi Muhammad meriwayatkan perkataan Allah. Kata qudsi secara etimologi berarti....
a)
Suci
b)
Bersih
c)
Kotor
d)
Tidak kotor
e)
Penuh noda
2.
Hadis qudsi adalah hadis yang secara makna datang dari Allah, sementara redaksinya dari Rasulullah SAW. Sehingga hadis Qudsi adalah berita dari Allah kepada Nabi-Nya melalui ilham atau mimpi, kemudian Rasulullah SAW. menyampaikan hal itu dengan ungkapan beliau sendiri. Untuk itu, al-Quran lebih utama dibanding hadis qudsi, karena Allah juga menurunkan redaksinya. Uraian tersebut menurut pendapat…
a)
Ulama'
b)
Al-Munawi
c)
Al-Jurjani
d)
az-Zarqani
e)
Imam Syafi'i
3.
Menurut pendapat az-Zarqani, hadis qudsi adalah...
a)
Redaksinya Rasulullah
b)
Redaksi dan maknanya keduanya dari Allah.
c)
Redaksinya dari sahabat
d)
Redaksinya dari tabi’in
e)
Maknanya berasal dari Rasulullah
4.
Hadis qudsi disebut juga hadis illahi, atau hadis rabbani. Menurut penelitian, hadis qudsi yang dikategorikan dalam shahih, hasan, atau dhaif, yang berjumlah kurang lebih....
a)
834 buah hadis
b)
835 buah hadis
c)
837 buah hadis
d)
833 buah hadis
e)
839 buah hadis
5.
Dalam hadis Qudsi biasanya berisi tentang kekuasaan Allah, selain itu bentuk penyampaian pertamanya adalah sebagai berikut:
a)
يقول الله تعال
b)
عن ابي هريرة
c)
عَنْ ابْنِ عُمَرَ
d)
عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ
e)
أمرنا بكذا
6.
Hadis dibawah ini termasuk hadis.... عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ أَنْفِقْ أُنْفِقْ عَلَيْكَ (البخريّ ومسلم)
a)
Hadis mutawatir
b)
Hadis Dho'if
c)
Hadi Qudsi
d)
Hadis marfu'
e)
Hadis mauquf
7.
Di bawah ini adalah perbedaan antara hadis hadis Qudsi dan Al-Qur'an adalah kecuali…
a)
tidak dihukumi ibadah bagi yang membacanya dan Al-Qur'an Ibadah
b)
bukan mukjizat dan Al-Qur'an mukjizat
c)
boleh diriwayatkan dengan maknanya saja sedangakan Al-Qur'an tidak boleh diriwayatkan dengan maknanya saja.
d)
lafa? dari nabi dan maknanya dari Allah sedangkan Al-Qur'an lafa? dari nabi dan maknanya dari Allah
e)
Sandarannya adalah Nabi dan Tabi'in
8.
Perkataan, perbuatan, ketetapan, atau sifat yang disandarkan kepada Nabi SAW, baik dengan ungkapan yang jelas dari nabi atau samar namun ketentuan hukumnya dari Nabi, baik yang menyandarkannya itu shahabat atau bukan, baik sanadnya  bersambung atau  terputus”. Pernyataan pengertian hadis…….
a)
Qudsi
b)
Marfu'
c)
mauquf
d)
maqthu'
e)
Shahih
9.
Apa yang disandarkan oleh sahabat kepada Nabi tentang sabdanya, bukan perbuatannya atau iqrarnya, yang dikatakan dengan tegas bahwa nabi bersabda pertain dari………
a)
Tashrihah
b)
Hukman
c)
Marfu' qauli
d)
Qauli Hukmi
e)
Fi'li Hakiki
10.
Perhatikan hadis berikut ini! حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ حَدَّثَنَا خَالِدٌ عَنْ أَبِي قِلَابَةَ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ أُمِرَ بِلاَلٌ أَنْ يَشْفَعَ اْلأَذَانَ وَأَنْ يُوتِرَ الْإِقَامَةَ (متفق عليه) Hadis tersebut merupakan contoh dari…….
a)
Tashrihah
b)
Hukman
c)
Marfu' qauli
d)
Qauli Hukmi
e)
Fi'li Hakiki
11.
Apabila pemberitaan sahabat diikuti dengan kalimat-kalimat sunnatu Abi Qasim, Sunnatu Nabiyyina, atau minas Sunnati makna dari……….
a)
Marfu' Fi'li Hukmi
b)
Marfu' Takriri Hakiki
c)
Marfu' Takriri Hukmi
d)
Marfu' Qauli Huk
e)
Marfu' Fi'li Hakiki
12.
Perhatikan pengertian di bawah ini! اَلْحَدِيْثُ اْلمَوْقُوْفُ هُوَاْلحَدِيْثُ الَّذِى اُسْنِدَ اِلَى الصَّحَابِىِّ دُوْنَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ Definisi di atas adalah pengertian dari……….
a)
Qudsi
b)
Marfu'
c)
mauquf
d)
maqthu'
e)
Shahih
13.
Apabila seorang sahabat berfatwa atau mengerjakan sesuatu, maka diketika kita terangkan yang demikian itu kepada orang lain, maka apa kita terangkan itu disebut hadis yaitu hadis…
a)
Mauquf
b)
Qudsi
c)
Marfu'
d)
maqthu'
e)
Shahih
14.
Perhatikan Hadis Berikut ini! عَنْ عَبْدِاللهِ بْنِ مَسْعُوْدٍ قَالَ: لاَ يُقَلِّدَنَّ اَحَدُكُمْ دِيْنَهُ رَجُلاً، فَاِنْ اَمَنَ اَمَنَ، وَاِنْ كَفَرَكَفَرَ...(رواه ابونعيم) Abdullah bin Mas’ud adalah seorang sahabat Nabi saw. Riwayat di atas jelas menunjukkan perkataan Abdullah bin Mas’ud, karenanya hadis yang seperti ini dinamakan hadis
a)
Shohih
b)
Qudsi
c)
Marfu'
d)
maqthu'
e)
Mauquf
15.
Maqthu untuk munqathi. Tetapi sebenarnya ditinjau dari segi istilah, memang kedua-duanya mempunyai perbedaan. Sebab suatu hadis dikatakan dengan munqathi itu dalam lapangan pembahasan sanad, yakni sanadnya tidak muttashil. Pernyataan tersebu meurut pendapat…
a)
Ulama'
b)
Al-Munawi
c)
Al-Jurjani
d)
az-Zarqani
e)
Asy-Syafi'i dan ath-Thabarani
16.
Hadis (khabar) yang disandarkan kepada tabi’in, baik perbuatan maupun perkataan, baik muttashil maupun munqathi. Pendapat tersebut di ungkapkan oleh…….
a)
Ulama' Hadis
b)
Para Muhaddisin
c)
Ulamak Fiqih
d)
Ulamak Tasawuf
e)
Asy-Syafi'i
17.
Perhatikan contoh hadis maqthu'! عَنْ قَتَادَةَ قَالَ: كَانَ سَعِيْدُ بْنُ الْمُسَيِّبِ يُصَلِّي بَعْدَ الْعَصْرِ رَكْعَتَيْنِ. (المحلى) Sa`id Bin Musayaib adalah seorang tabi`in, dan hadis diatas adalah hadis maqṭū’ berupa cerita tentang perbuatannya, contoh hadis maqṭū’ disebut……….
a)
Maqthu' Qauly
b)
Maqthu' Fi'ly
c)
Maqthu' Taqriry.
d)
Marfu' Qauli Huk
e)
Marfu' Fi'li Hakiki
18.
Shaikh memberikan hadis kepada muridnya agar muridnya meriwayatkan hadis dari shaikh tersebut, tahammul semacam ini disebut……
a)
at-tahammulu bi al-Wasiat
b)
at-Tahammulu bi al-Munawalah
c)
at-tahammulu bi al-wijadah
d)
at-Tahammulu bi al-washiyah
e)
at-tahammulu bi al-qira'ah 'ala shaikh.
19.
Seorang murid menemukan sebuah hadis atau sebuah kitab yang ditulis oleh seseorang yang dia tidak mendengar secara langsung darinya dan dia tidak mendapatkan ijazah darinya, cara tahammul semacam ini disebut.....
a)
at-tahammulu bi al-Wasiat
b)
at-Tahammulu bi al-Munawalah
c)
at-tahammulu bi al-wijadah
d)
at-Tahammulu bi al-washiyah
e)
at-tahammulu bi al-qira'ah 'ala shaikh.
20.
Seorang periwayat menyampaikan hadis kepada muridnya dengan mengatakan “wajadtu kitabata fulan” menunjukkan bahwa bentuk tahammulnya adalah.....
a)
at-tahammulu bi al-Wasiat
b)
at-Tahammulu bi al-Munawalah
c)
at-tahammulu bi al-wijadah
d)
at-Tahammulu bi al-washiyah
e)
at-tahammulu bi al-qira'ah 'ala shaikh
21.
Ahmad dan Muhammad adalah sama-sama murid shaikh Hamid, suatu ketika Ahmad membacakan hadis dihadapan shaikh Hamid. Bentuk semacam ini Ahmad dan Muhammad menerima hadis dari shaikh Hamid dengan cara Qiraah 'ala shaikh. bentuk ada 'nya Muhammad ketika menyampaikan hadis kepada orang lain harus mengatakan....
a)
وَجَدْتُ كِتَابَةَ الشَّيْخِ
b)
كَتَبَنِيْ فُلَانُ
c)
سَمِعْتُ
d)
أَجَازَنِيْ الشَّيْخُ
e)
قَرَأَ فُلاَنْ عَلَىْ الشَّيْخِ وَ أَنَا أَسْمَعُ
22.
Perhatikan kalimat berikut ini! نَاوَلَنِيْ الشَّيْخُ هَذَا الكِتَابَ Jika ijazah ditujukan kepada orang yang tidak jelas identitasnya sekalipun kitab hadisnya jelas atau orang yang akan diijazahi jelas tetapi hadisnya tidak jelas, tidak dapat diterima. Pada umumnya majelis metode al-sama` dan al-qira’ah hadisnya dibaca di majelis oleh Syaikh, sedang dalam metode ijazah tidak dibacakan hadisnya. Kalimat di tasa mempunyai arti....
a)
Shaikh memperoleh kitab hadis
b)
Shaikh menuliskan hadis pada kitab
c)
Shaikh memberikan kitab hadis kepadaku
d)
Shaikh menerima kitab hadis dari muridnya
e)
Shaikh menemukan kitab hadis
23.
Mendengar hadis dari bacaan Syaikh (guru), baik Syaikh tersebut mengucapkan hadis dari hafalannya atau membaca kitab atau tulisannya, bentuk tahammaul semacam ini disebut....
a)
at-tahammulu bi al-Wasiat
b)
at-Tahammulu bi al-Munawalah
c)
at-tahammulu bi al-wijadah
d)
at-Tahammulu bi al-washiyah
e)
at-tahammulu bi al-qira'ah 'ala shaikh
24.
Pengamalan wijadah ada yang membolehkan dan ada yang tidak membolehkan. Pandangan diperbolehkan, pengamalan wijadah bahkan menurut sebagian wajib diamalkan jika penukilnya memiliki kredibelitas (tsiqah) dalam periwayatan. Siapakah yang mempunya pandangan wijadah diperbolehkan Perdapatersebut......
a)
Imam Syafi'i
b)
Imam hanafi
c)
Imam malik
d)
Imam hambali
e)
Imam ibnu hanifah
25.

Lafaz/ redaksi hadis qudsi berasal dari....

a)

Allah

b)

Nabi

c)

Sahabat

d)

Tabi’in

e)

Ada perbedaan pendapat ulama antara dari Allah dan Nabi

26.

Ada berapa jumlah hadis qudsi....

a)

Sekitar empat ribu

b)

Sekitar dua ribu

c)

Sekitar dua ratus

d)

Sekitar empat ratus

e)

Tidak ada seratus

27.

Berikut merupakan hukum hadis qudsi yang berbeda dengan al-Quran adalah....

a)

Dihukumi ibadah bagi yang membacanya

b)

Sebagai mukjizat

c)

Disyaratkan harus mutawatir

d)

Lafal dan maknanya dari Allah

e)

Boleh meriwayatkan maknanya saja

28.

Hadis yang disandarkan pada sahabat dinamakan dengan....

a)

Hadis mauquf

b)

Hadis maqṭu’

c)

Hadis marfu’ fi’li

d)

Hadis marfu’ hukmi

e)

Hadis marfu’ ṣariḥ

29.

Seorang sahabat mengatakan “Aku mendengar Rasulullah Saw bersabda begini”, maka hadis tersebut dinamakan....

a)

Hadis marfu’ sarih qauli

b)

Hadis marfu’ sarih fi’li

c)

Hadis marfu’ sarih taqriri

d)

Hadis marfu’ hukmi qauli

e)

Hadis marfu’ hukmi fi’li

30.

Berikut merupakan contoh hadis marfu’ ṣariḥ fi’li....

a)

اَنْ يَقُوْلَ الصَّحَابِيُّ : فَعَلْتُ بِحَضْرَةِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم كَذَا

b)

اَنْ يَقُوْلَ الصَّحَابِيُّ : رَاَيْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم فَعَلَ كَذَا

c)

اَنْ يَقُوْلَ الصَّحَابِي : سَمِعْتُ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم يَقُوْلُ كَذَا

d)

قَالَ الشَّفِعِي فِي صَلاَةِ عَلِيٍّ فِي الكُسُوْفِ فِي كُلِّ رَكْعَةٍ اَكْثَرَ مِنْ رُكُوْعَيْنِ

e)

اَنْ يُخْبِرَ الصَحَابِيُّ اَنَّهُمْ كَانُوْا يَفْعَلُوْنَ فِي زَمَانِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَذَا

31.

Dapat dikategorikan hadis marfu’ hukmi qauli apabila seorang sahabat menyampaikan tentang hal berikut, kecuali....

a)

Kejadian kaum masa lampau

b)

Permulaan diciptakannya mahluk

c)

Kejadian yang terjadi dalam peperangan

d)

Kejadian yang akan datang

e)

Suatu tindakan akan mendapat pahala tertentu

32.

Atsar merupakan ungkapan ulama ahli fiqih untuk menyebut....

a)

Hadis maqṭu’

b)

Hadis marfu’ fi’li

c)

Hadis marfu’ hukmi

d)

Hadis mauquf

e)

Hadis marfu’ sarih

33.

“Perkataan, perbuatan atau ketetapan yang disandarkan kepada tabi`in atau orang setelah tabi’in” adalah merupakan pengertian dari hadis....

a)

Qudsi

b)

Marfu’

c)

Mauquf

d)

Maqthu’

e)

Maudhu’

34.

Menggapa hadis maqtu’ tidak bisa digunakan sebagai dasar hukum....

a)

Sanadnya tidak muttasil

b)

Hanyalah ucapan dan perbuatan seorang muslim

c)

Tidak dihukumi shahih

d)

Masih diperdebatkan

e)

Periwayatnya tidak adil

35.

Ada al hadis adalah proses meriwayatkan hadis dari guru ke muridnya

a)

Benar

b)

Salah

36.

Jika kamu seorang murid kemudian mengaji kepada seorang guru, kemudian mendapatkan ilmu (hadis), maka kamu sedang melaksanakan...

a)

tahmmul hadis

b)

ada al-hadis

37.

Syarat yang harus dipenuhi oleh seorang yang menyampaikan hadis lebih longgar daripada syarat orang yang menerima hadis

a)

Benar

b)

Salah

38.

Berikut ini yang bukan syarat menerima hadis

a)

Tamyiz

b)

Berakal

c)

Baligh

d)

Adil

e)

Dhabit

39.

Jika kamu ingin menyampaikan hadis maka kamu tidak boleh...

a)

Islam

b)

Adil

c)

Baligh

d)

Dhabit

e)

Jahil

40.

Seorang yang pelupa tidak boleh menyampaikan hadis karena ia tidak...

a)

Adil

b)

Mumayyiz

c)

Dhabit

d)

Taqwa

e)

Muslim

41.

Menurut jumhur ulama seseorang boleh menerima hadis asalkan dia tamyiz meskipun belum baligh

a)

Benar

b)

Salah

42.

Apa pentingnya Tahammul wa Ada al Hadis?

a)

Tahammul wa Ada al hadis adalah cara meriwayatkan hadis, sedangkan hadis adalah sumber hukum islam kedua setelah al-Qur'an

b)

Proses penyampaian dan penerimaan hadis menjadi kunci penting untuk menentukan kualitas sebuah hadis.

c)

Jika hadis tidak ada yang menyampaikan dan menerima maka hadis nabi akan punah dan umat islam akan kehilangan pedoman hidupnya

d)

Tidak terlalu penting, lebih penting lagi bagaimana memahami hadis yang turun di masa lalu dengan pemahaman masa kini

e)

Tidak penting, lebih penting lagi bagaimana memahami hadis yang turun di masa lalu dengan pemahaman masa kini

43.

Berikut ini termasuk dari syarat-syaratnya orang yang tahammul al-hadis adalah ….

a)

Baligh, berakal dan dhabit

b)

Adil, tamyiz dan berakal

c)

Tamyiz, berakal dan dhabit

d)

Islam, adil dan tamyiz

e)

Adil, baligh dan islam

44.

Menurut mayoritas ulama metode tahammul al-hadis yang merupakan tingkatan paling tinggi adalah ….

a)

As-Sama’

b)

Membaca di hadapan guru

c)

Al-Ijazah

d)

Al-Munawalah

e)

Al-Mukatabah

45.

Dalam metode tahammul al-hadis dengan membaca di hadapan guru Imam al-Haromain mensyaratkan ….

a)

Murid yang membaca harus faham isi hadis

b)

Gurunya harus mendengarkan dengan seksama

c)

Murid harus membaca hadis dari hafalannya

d)

Murid harus membawa tulisan

e)

Gurunya harus dapat mengoreksi (membetulkan) ketika ada kekeliruan dari murid

46.

Apa syarat orang yang menerima ijazah menurut ulama mutaqaddimin ….

a)

Berilmu dan dapat dipercaya

b)

Mempunyai kecerdasan yang tinggi

c)

Berahlak baik

d)

Tingkat hafalannya tinggi

e)

Bisa memahami isi kitab yang diijazahkan

47.

Al-Wijadah adalah metode tahammul al-hadis dengan cara ….

a)

Sebelum meninggal berpesan agar kitab yang ia riwayatkan diberikan kepada seseorang

b)

Menemukan tulisan hadis

c)

Ahli hadis menulis sebagian hadis kemudian tulisan tersebut diberikan kapada murid

d)

Ahli hadis menyerahkan lembaran tulisan hadis atau kitab hadis pada muridnya

e)

Izin dari syaih kepada murid untuk meriwayatkan hadis

48.

Syarat-syarat orang yang menyampaikan hadis adalah ….

a)

Islam, mukallaf, adil dan dhabit

b)

Adil, dhabit, tamyiz dan berakal

c)

Tamyiz, berakal dan dhabit

d)

Islam, dhabit, adil dan tamyiz

e)

Adil, baligh dan islam

49.

Anak yang sudah tamyiz tapi belum baligh bagaimana hukum Tahammul dan Ada’nya ….

a)

Sah tahammul dan ada’nya

b)

Sah tahammul dan tidak sah ada’nya

c)

Tidak sah tahammul dan ada’nya

d)

Tidak sah tahammul dan sah ada’nya

e)

Bisa sah tahammul dan ada’nya

50.

Berikut shigot yang digunakan untuk menyampaikan hadis yang tahammul dengan assama’, kecuali ….

a)

حَدَّثَنِيْ

b)

سَمِعْتُ

c)

قَرَأْتُ عَلَى فُلاَنٍ

d)

أَخْبَرَنِيْ / أَنْبَأَنِيْ

e)

قَالَ لِيْ / ذَكَرَنِيْ