WorksheetsUTS Pengantar Arsitektur RS 2024
Total questions: 25
Worksheet time: 25mins
"Evaluasi Tingkat Penerimaan: Mengumpulkan umpan balik awal dari stakeholder atau masyarakat terkait tentang respons mereka terhadap fasilitas atau proyek yang baru dibangun, seperti apakah mereka merasa puas atau tidak puas dengan hasilnya" adalah Contoh dari :
Evaluasi Pasca Huni Indikatif
Evaluasi Pasca Huni Investigatif
Evaluasi Pasca Huni Diagnostik
Evaluasi Pasca Huni Progresif
"Evaluasi Kualitas Pelayanan: Sebuah pusat kesehatan memutuskan untuk mengevaluasi kualitas pelayanan mereka dengan melakukan survei kepuasan pasien yang lebih mendalam, mewawancarai staf medis tentang proses pelayanan, serta melakukan observasi langsung terhadap interaksi antara staf medis dan pasien" adalah Contoh dari :
Evaluasi Pasca Huni Indikatif
Evaluasi Pasca Huni Investigatif
Evaluasi Pasca Huni Diagnostik
Evaluasi Pasca Huni Progresif
"Analisis Kegagalan Kebijakan Keselamatan Pasien: Sebuah rumah sakit mengalami serangkaian insiden keselamatan pasien yang serius. Evaluasi dilakukan untuk menyelidiki penyebab kegagalan kebijakan keselamatan pasien, menganalisis sistem pengendalian risiko yang ada, dan mengembangkan strategi untuk memperkuat kebijakan dan prosedur yang ada" adalah Contoh dari
Evaluasi Pasca Huni Indikatif
Evaluasi Pasca Huni Investigatif
Evaluasi Pasca Huni Diagnostik
Evaluasi Pasca Huni Progresif
"Untuk Mengetahui Kinerja fasilitas kesehatan Keseluruhan, perbaikan basis data dan standar dan kriteria untuk perancangan fasilitas pelayanan kesehatan" adalah Kegunaan Evaluasi Pasca Huni :
Jangka Pendek
Jangka Menengah
Jangka Panjang
Jangka Waktu Tertentu
"Teknologi Medis: Mengevaluasi keandalan dan ketersediaan peralatan medis yang diperlukan untuk memberikan pelayanan kesehatan, seperti CT scan, MRI, mesin X-ray, ventilator, dan peralatan laboratorium" adalah penjelasan salah satu Komponen dalam proses Evaluasi Pasca Huni :
Komponen Kriteria Kinerja Teknikal
Komponen Komponen Pengguna
Komponen Setting
Komponen Kriteria Kinerja Fungsional
"Kerjasama Tim: Mengevaluasi kolaborasi dan kerjasama antara berbagai anggota tim medis dan non-medis dalam merawat pasien, termasuk interaksi antardepartemen dan tingkat koordinasi" adalah termasuk Komponen dalam Proses Evaluasi Pasca Huni :
Komponen Kriteria Kinerja Fungsional
Komponen Kriteria Kinerja Teknikal
Komponen Kriteria Kinerja Behavioral
Komponen Pengguna Kelompok
"Adaptasi dan Inovasi: Menilai kemampuan rumah sakit dalam beradaptasi dengan perubahan lingkungan, teknologi, dan kebutuhan pasien, serta kemampuan untuk mengadopsi inovasi yang dapat meningkatkan pelayanan kesehatan" adalah salah satu Komponen dalam proses Evaluasi Pasca Huni :
Komponen Kriteria Kinerja Funsional
Komponen Kriteria Kinerja Behavioral
Komponen Setting Fasilitas
Komponen Pengguna Organisasi
Evaluasi Pasca Huni memiliki 3 Tahapan dan Beberapa Sub-Tahapan.
"Pemantauan dan Manajemen Prosedur Pengumpulan Data" adalah termasuk dalam :
Tahap Pelaksanaan Evaluasi Pasca Huni
Tahap Penerapan Evaluasi Pasca Huni
Tahap Perencanaan Evaluasi Pasca Huni
Tahap Review & Kesimpulan Evaluasi Pasca Huni
"Optimalisasi meliputi peningkatan secara fisik fasilitas kesehatan, baik yang berupa bangunan (fixed elements), fasilitas dan perabot (semi-fixed elements) ataupun setting-setting meso dan mikro bagi berbagai aktivitas penggunanya (non-fixed elements)" adalah Penjelasan Revitalisasi Fasilitas RS dalam Aspek :
Aspek Fungsi
Aspek Bentuk & Kelengkapan
Aspek Lokasi & Ruang
Aspek Akses & Sirkulasi
Aspek Konteks
Dalam proses perencanaan dan perancangan, pada dasarnya terdapat 5 komponen utama Konsep Perfomasi yang perlu didefinisikan secara jelas. Lima Komponen Utama tersebut adalah :
Profil, Visi, Masalah, Strategi dan Aksi
Profil, Misi, Masalah, Strategi dan Aksi
Profil, Masalah, Aksi, Strategi dan Evaluasi
Profil, Visi, Perencanaan, Strategi dan Aksi
Visi sebagai salah satu Komponen Utama Performasi Rumah Sakit dapat dirinci dalam waktu dimana visi tersebut diharapkan terjadi. Pernyataan yang benar mengenai Visi tersebut adalah :
Jangka panjang, dengan durasi sekitar 15 tahun
Jangka menengah, dengan durasi sekitar 7 tahun
Jangka pendek, dengan durasi sekitar 3 tahun
Jangka menengah, dengan durasi sekitar 10 tahun
Dalam proses perencanaan dan perancangan, pada dasarnya terdapat 5 komponen utama dalam Konsep Performasi Rumah Sakit. Komponen Utama yang membutuhkan analisis SWOT dalam melaksanakannya, yaitu :
Komponen Masalah
Komponen Profil
Komponen Aksi
Komponen Visi
Komponen Strategi
"Perhitungan perkiraaan kebutuhan total luas lantai bangunan rumah sakit minimal 80 m2 per tempat tidur yang dimiliki oleh rumah sakit". Ketentuan ini terdapat dalam :
Permenkes No. 24 Tahun 2016
Permenkes No. 24 Tahn 2022
Permenkes No. 40 Tahun 2022
Permenkes No. 40 Tahun 2016
Secara Geografis, lokasi Rumah Sakit tidak boleh berada pada area berbahaya atau rawan bencana.
Yang dimaksud dengan area berbahaya menurut Permenkes nomor 40 tahun 2022 adalah :
Di daerah pegunungan, dekat gunung berapi, dekat anak sungai, dekat dengan jalur penerbangan dan dekat pantai
Di tepi lereng, dekat kaki gunung rawan longsor, dekat anak sungai atau badan air, dekat dengan jalur gempa dan rawan tsunami atau banjir
Dekat Bandara, Dekat TPA Sampah, Dekat Stasiun Pemancar, Dekat Kawasan Industri Berat & Dekat SUTT atau SUTET
Di daerah rawan banjir, ditepi pantai, di daerah padat penduduk, daerah kawasan industri dan daerah rawan gempa
Menurut Permenkes nomor 40 tahun 2022, Lahan & Akses Bangunan yang benar adalah :
Lahan dan bangunan rumah sakit harus dalam satu kesatuan lokasi yang saling berhubungan
Blok bangunan rumah sakit boleh berada dalam satu area yang terintegrasi saling terhubung
Akses lahan yang jelas, paling sedikit ada akses utama pelayanan gawat darurat
Akses/pintu pelayanan gawat darurat, harus mudah diakses dan boleh diberi ciri khusus
Akses/pintu bangunan sesuai fungsi & kebutuhan aktivitas ruangan dengan ukuran, jumlah dan peletakan yang sama
Site planning melibatkan berbagai aspek: termasuk tata letak bangunan, aksesibilitas, tata ruang eksternal, dan fasilitas pendukung. Berikut ini yang Paling benar pernyataan tentang Fasilitas Pendukung adalah:
Zona fungsional, lingkungan hijau, aksesibilitas, infrastruktur teknis, keselamatan & keamanan, fleksibilitas & perluasan masa depan
Zona fungsional, lingkungan hijau, infrastruktur teknis, keselamatan & keamanan, Pengelolaan risiko, fleksibilitas & perluasan masa depan
Zona fungsional, lingkungan hijau, infrastruktur teknis, tata ruang eksternal, keselamatan & keamanan, fleksibilitas & perluasan masa depan
Zona fungsional, lingkungan hijau, infrastruktur eksternal, keselamatan & keamanan, pengelolaan risiko, fleksibilitas & perluasan masa depan
"Penempatan dan orientasi bangunan-bangunan utama seperti bangsal, ruang operasi, unit gawat darurat, dan fasilitas pendukung lainnya." Pernyataan tersebut adalah merupakan pernyataan salah satu Aspek Site Planning berikut ini :
Zonasi Fungsional
Fleksibilias & Perluasan masa depan
Tata Ruang Eksternal
Tata Letak Bangunan
Langkah taktis & cermat dalam proses sebuah lahan menjadi rumah sakit adalah melalui 3 proses : Persiapan, Perencanaan dan Parancangan. Berikut ini yang termasuk dalam Proses Perancangan adalah :
Perencanaan Tata letak, Desain Konseptual, Desain Detail & Konsultasi dengan Ahli
Evaluasi & Revisi, Desain Konseptual, Desain Detail & Konsultasi dengan Ahli
Perencanaan Tata letak, Desain Konseptual, Desain Detail & Evaluasi dan Revisi
Evaluasi & Revisi letak, Desain Konseptual, Desain Detail & Konsultasi dengan Pihak terkait
Langkah taktis & cermat dalam proses sebuah lahan menjadi rumah sakit adalah melalui 3 proses : Persiapan, Perencanaan dan Parancangan. Berikut ini yang BUKAN termasuk dalam Proses Persiapan adalah :
Identifikasi Kebutuhan
Identifikasi Lokasi
Konsultasi dengan Pihak terkait
Studi Kelayakan
Persyaratan Lokasi sebuah Rumah Sakit salah satunya adalah Persyaratan Lahan Penunjang. Pernyataan tentang Persyaratan Lahan Penunjang di bawah ii yang benar adalah :
Tersedia lahan untuk parkir, dengan asumsi perhitungan kebutuhan lahan parkir minimal 20% dari luas total bangunan tidak termasuk jalur sirkulasi kendaraan
Tersedia lahan untuk parkir, dengan asumsi perhitungan kebutuhan lahan parkir minimal 20% dari luas total bangunan tidak termasuk lahan hijau
Tersedia lahan untuk parkir, dengan asumsi perhitungan kebutuhan lahan parkir minimal 20% dari luas total bangunan, termasuk jalur sirkulasi kendaraan & lahan hijau
Tersedia lahan untuk parkir, dengan asumsi perhitungan kebutuhan lahan parkir minimal 20% dari luas total bangunan, tidak termasuk jalur sirkulasi kendaraan & lahan hijau
Pernyataan tentang Akses Bangunan Sebuah Rumah Sakit yang Paling benar adalah :
Akses/pintu bangunan direncanakan sesuai fungsi dan kebutuhan aktivitas ruangan dengan memperhatikan ukuran, jumlah dan peletakan
Akses/pintu pelayanan gawat darurat, harus mudah diakses dan berada di samping pintu utama Rumah Sakit
Akses/pintu layanan penunjang, harus memiliki kemudahan akses ke area pelayanan penunjang seperti Laboratorium, Apotek dan Radiologi
Akses lahan yang jelas, paling sedikit untuk akses utama, akses pelayanan gawat darurat dan akses untuk pasien dan pengunjung rumah sakit
Pernyataan di bawah ini yang paling tepat adalah :
Rumah sakit tidak boleh berada dalam satu bangunan dengan yang memiliki fungsi selain rumah sakit
Blok bangunan rumah sakit harus berada dalam satu areayang terintegrasi meskipun tidak saling terhubung
Luas lahan rumah sakit harus memperhatikan fasilitas parkir, area hijau dan area untuk penanganan bencana
Rumah Sakit harus aman secara bangunan : Memungkinkan Rumah Sakit terus berfungsi selamanya dengan perbaikan seminimal mungkin
"Melaksanakan perencanaan lahan untuk sebuah rumah sakit melibatkan serangkaian Langkah/Rrosedur Umum yang mencakup evaluasi kebutuhan, desain, pengadaan lahan, dan implementasi rencana konstruksi". Pernyataan berikut ini yang paling benar adalah :
Pengujian & Inspeksi dilaksanakan sebelum Pelaksanaan Konstruksi
Perijinan & Persetujuan dilaksanakan sebelum dilakukan penyusunan Desain Detail
Desain Konseptual mendahului pelaksanaan Studi Kelayakan
Desain Detail dibuat setelah Diperoleh Lahan
Desain yang disusun berdasarkan kebutuhan yang telah diidentifikasi, termasuk penentuan lokasi fasilitas utama seperti bangsal, ruang operasi, fasilitas gawat darurat, dan area pendukung lainnya, Disebut dengan :
Desain Detail
Desain Konseptual
Desain Perencanaan
Desain Tata Ruang
Prosedur "Penyelesaian terakhir dan persiapan operasional untuk membuka rumah sakit, termasuk instalasi peralatan medis, pelatihan staf, dan persiapan administratif lainnya" dilaksanakan setelah dilaksanakannya Prosedur :
Perijinan & Persetujuan
Pengujian & Inspeksi
Pelaksanaan Konstruksi
Penyelesaian & Operasionalisasi
