NEW
Font size
WorksheetsUKOM AKP 1
Total questions: 20
Worksheet time: 10mins
Pasien dengan kebutuhan darurat, sangat mendesak atau yang membutuhkan pertolongan segera diberikan prioritas untuk pengkajian dan tindakan pelayanan kegawatdaruratan dilakukan oleh staf yang kompeten dengan memiliki bukti dokumen kompetensi dan kewenangan klinis. Apakah kriteria yang paling tepat digunakan dalam memprioritaskan pasien sesuai dengan kegawatannya?
Kriteria triase bencana
Kriteria triase psikologis berbasis bukti
Kriteria triase berbasis bukti
Kriteria triase kegawatdaruratan psikiatris
Rumah sakit menetapkan proses skrining pada pasien rawat inap maupun rawat jalan untuk mengidentifikasi pelayanan kesehatan yang dibutuhkan sesuai dengan misi dan sumber daya rumah sakit. Implementasi proses skrining dapat dilakukan baik didalam maupun diluar rumah sakit. Apakah regulasi yang paling tepat untuk mengatur kegiatan skrining diatas?
Regulasi asuhan pasien di rumah sakit
Regulasi skrining pasien di rumah sakit
Regulasi kegawatdaruratan pasien di rumah sakit
Regulasi admisi pasien di rumah sakit
Setiap rumah sakit harus menetapkan kriteria prioritas untuk menentukan pasien yang membutuhkan pelayanan di unit intensif (misalnya ICU, ICCU, NICU, PICU). Kriteria prioritas meliputi kriteria masuk dan kriteria keluar menggunakan parameter diagnostik dan atau parameter objektif termasuk kriteria berbasis fisiologis yang disusun oleh staf rumah sakit. Apakah dokumen bukti yang paling tepat dalam penyusunan kriteria tersebut?
Keterlibatan staf manajemen yang kompeten dan berwenang di unit pelayanan intensif.
Keterlibatan staf yang kompeten dan berwenang di unit pelayanan intensif.
Keterlibatan staf rumah sakit yang kompeten pada area klinis rumah sakit
Keterlibatan staf rumah sakit pada unit pelayanan intensif
Rumah sakit mempertimbangkan kebutuhan klinis pasien dan memberikan informasi kepada pasien jika terjadi penundaan dan kelambatan pelaksanaan tindakan/pengobatan dan atau pemeriksaan penunjang diagnostik. Pasien diberi informasi alasan mengapa terjadi penundaan atau kelambatan pelayanan dan alternatif yang tersedia. Apakah dokumen bukti yang paling tepat untuk mendokumentasikan pemberian informasi tersebut?
Form terintegrasi pemeriksaan
Form terintegrasi catatan perkembangan
Form terintegrasi edukasi
Form terintegrasi pelayanan asuhan
Rumah sakit menetapkan proses penerimaan dan pendaftaran pasien rawat inap, rawat jalan dan pasien gawat darurat, yang melayani berbagai pasien, seperti pasien Lansia, disabilitas, perbedaan budaya, bahasa dan dialek, atau pasien dengan hambatan lainnya. Apakah sistem yang paling tepat yang dapat digunakan untuk mengatasi hambatan dalam proses pelayanan tersebut?
Sistem pendaftaran secara online
Sistem pendaftaran secara paripurna
Sistem pendaftaran secara offline perjanjian
Sistem pendaftaran secara offline pencatatan
Saat pasien diputuskan untuk rawat inap, maka diberikan informasi tentang perkiraan biaya selama perawatan di rumah sakit. Pemberian informasi tersebut harus didokumentasikan dalam rekam medik. Siapakah yang paling tepat dalam penyampaian informasi pada kegiatan diatas?
Petugas rekam medik
Petugas instalasi gawat darurat
Petugas perawat rawat inap
Petugas admisi atau pendaftaran rawat inap
Rumah sakit menetapkan proses untuk mengelola alur pasien di seluruh area rumah sakit. Pengelolaan tersebut salah satunya bertujuan untuk menghindari terjadi penumpukan pasien di Instalasi Gawat Darurat dengan pengelolaan tempat tidur di ruang transit atau intermediate.
Siapakah yang paling tepat dalam melakukan kegiatan pengaturan pasien tersebut?
Manajer on duty
Manajer pelayanan pasien
Manajer keperawatan
Manajer pelayanan medis
Pelaksanaan manajemen pelayanan pasien dilakukan oleh Manajer Pelayanan Pasien (MPP). Dokumen bukti tersebut berupa formulir A yang merupakan evaluasi awal manajemen pelayanan pasien dan formulir B yang merupakan catatan implementasi manajemen pelayanan pasien. Apakah bentuk regulasi yang paling tepat digunakan sebagai dasar dalam pelaksanaan tugas seorang MPP?
Keputusan direktur tentang penunjukkan Manajer Pelayanan Pasien dilengkapi uraian tugas.
Keputusan direktur tentang penunjukkan Manajemen Pelayanan Pasien dilengkapi uraian tugas
Keputusan direktur tentang penunjukkan Manajer Pelayanan Medis Pasien dilengkapi uraian tugas.
Keputusan direktur tentang penunjukkan Manajer Penunjang Medis Pasien dilengkapi uraian tugas.
Rumah sakit melakukan kegiatan pelayanan untuk menghindari penumpukan pasien dengan menyiapkan ketersediaan tempat tidur di ruang transit/intermediate, melakukan perencanaan fasilitas, peralatan dan Sumber Daya Manusia (SDM), menetapkan alur pelayanan di ruang transit/intermediate, memberikan asuhan pasien terintegrasi dan berkesinambungan. Apakah konsep yang paling tepat pada kegiatan pengelolaan pelayanan diatas?
Pengelolaan rawat jalan pasien
Pengelolaan rawat intensif pasien
Pengelolaan alur pasien
Pengelolaan alur rujukan pasien
Rumah sakit memiliki proses untuk melaksanakan kesinambungan pelayanan dan melakukan integrasi antara Profesional Pemberi Asuhan (PPA) yang dibantu oleh Manajer Pelayanan Pasien. Asuhan pasien terintegrasi bersifat integrasi horizontal dan vertikal. Apakah konsep yang paling tepat dalam implementasi kolaborasi di rumah sakit?
Pelayanan berfokus pada pasien atau Patient Centered Care (PCC)
Pelayanan berfokus pada sistem
Pelayanan berfokus pada Profesional Pemberi Asuhan (PPA)
Pelayanan berfokus pada Discharge Planning
Pada waktu melakukan telusur dokumen, surveior mendapatkan bukti bahwa rumah sakit telah membuat ringkasan pasien pulang pada semua pasien rawat inap yang keluar dari rumah sakit, yang meliputi indikasi pasien masuk dirawat, diagnosis, temuan fisik penting, tindakan diagnostik dan prosedur terapi yang telah dikerjakan, obat yang diberikan pada pasien selama dirawat inap, kondisi pasien (status present), dan instruksi tindak lanjut. Siapakah yang paling tepat dalam melakukan pengisian discharge summary?
Manajer Pelayanan Pasien (MPP)
Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP)
Profesional Pemberi Asuhan (PPA)
Unit rawat inap
Pada waktu telusur unit, untuk membuktikan bahwa rumah sakit telah menginformasikan kepada pasien dan atau keluarga secara berkala tentang perencanaan dan pelayanan asuhan pasien secara terintegrasi. Apakah dokumen bukti yang tepat untuk melihat petugas sudah memberikan informasi?
Form Edukasi Terintegrasi dan Form CPPT
Form Edukasi Terintegrasi dan Form Discharge Planning
Form Edukasi Terintegrasi dan Form A MPP
Form Pengkajian Perencanaan Edukasi Pasien dan Form Edukasi Terintegrasi
Selama dirawat inap di rumah sakit, pasien mungkin dipindah dari satu pelayanan atau dari satu unit rawat inap ke berbagai unit pelayanan lain, hal ini wajar karena pelayanan terintegrasi.
Apakah dokumen bukti yang melekat yang dibawa pada saat melakukan perpindahan dari satu pelayanan unit ke unit lain?
Form Transfer Pasien Internal
Form Catatan Pasien Terintegrasi
Form Asesmen Awal Rawat Inap
Form Discharge Planning Pasien
Pasien dan atau keluarga diberi informasi jika ada penundaan dan atau keterlambatan pelayanan beserta alasannya dan dicatat di rekam medis. Apakah dokumen bukti yang harus ada untuk mendukung informasi adanya penundaan?
Form Informasi dan Edukasi Pasien Terintegrasi beserta SPO Penundaan Pelayanan Pasien, CPPT pasien
Form Informasi dan Edukasi Pasien Terintegrasi beserta SPO Penundaan Pelayanan Pasien
Form Informasi dan Edukasi Pasien Terintegrasi beserta SPO Penundaan Pelayanan Pasien, Form Serah terima
Form Informasi dan Edukasi Pasien Terintegrasi beserta SPO Penundaan Pelayanan Pasien, Form Rujukan
Pada waktu melakukan telusur dokumen, didapatkan bukti bahwa para Profesional Pemberi Asuhan (PPA) dan Manajer Pelayanan Pasien (MPP) saling berkoordinasi dalam pemberian asuhan pasien selama dilakukan perawatan di rumah sakit, yang meliputi pelayanan darurat dan penerimaan rawat inap, pelayanan diagnostik dan pengobatan pasien, perencanaan pemulangan pasien yang disusun sejak pengkajian awal, dan beberapa pelayanan lainnya. Apakah konsep yang paling tepat untuk mendukung pernyataan diatas?
Sistem koordinasi dan kesinambungan pelayanan terintegrasi
Sistem rekam medis elektronik
Sistem pelayanan home care terpadu
Sistem panduan praktik klinis terkoordinasi
Pada saat telusur unit surveyor mendapatkan informasi bahwa ada pasien yang melarikan diri setelah dilihat dikamar pasien sudah tidak ada barang yang ditinggal. Apakah dokumen bukti yang tepat yang perlu ditunjukkan untuk kasus tersebut?
Cukup menampilkan bukti dokumen kebijakan dan SPO pasien melarikan diri yang ada di rumah sakit
Rumah sakit cukup menampilkan bukti laporan dari kepolisian bahwa ada pasien melarikan diri
Rumah sakit tidak harus menampilkan bukti dari CCTV pasien melarikan diri dan tidak ada laporan keluarga
Perlu bukti dokumen kebijakan dan SPO pasien melarikan diri dan laporan ke pihak kepolisian
Pada saat melakukan telusur unit intensif di temukan fakta bahwa perawat tidak mengisi secara lengkap form transfer internal pasien dari unit rawat inap ke ruang ICU. Apakah dokumen bukti yang tepat disertakan pada saat transfer?
Formulir Transfer Eksternal dan SPO Transfer
Formulir Transfer Eksternal dan Formulir Transfer Internal
Formulir Transfer Internal dan Formulir Kriteria masuk ruang ICU
Lembar serah terima pasien rawat inap ke ruang ICU
Ditemukan fakta pada saat telusur unit ada pasien yang akan dilakukan rujuk ke fasilitas kesehatan lain, petugas yang akan mengantar adalah perawat magang dan petugas care giver.
Apakah rekomedasi yang dapat surveyor berikan kepada rumah sakit tersebut?
Petugas yang dapat mengantar sesuai pedoman transfer adalah perawat kompeten minimal PK 2 dan didampingi dokter umum jaga bangsal
Petugas yang dapat mengantar sesuai pedoman transfer adalah perawat kompeten minimal PK 1 dan boleh didampingi care giver saja
Petugas yang dapat mengantar sesuai pedoman transfer adalah cukup perawat kompeten minimal PK 2
Petugas yang dapat mengantar sesuai pedoman transfer adalah perawat kompeten minimal PK 1 yang sudah pelatihan PPGD
Pada saat telusur unit kendaraan ditemukan fakta bahwa Ambulans yang digunakan selama operasional tidak rutin dilakukan maintenance hal ini menimbulkan dampak salah satunya sirine tidak berbunyi dan roda brankar lepas. Apakah rekomendasi yang diberikan surveyor kepada rumah sakit terutama unit kendaraan?
Transportasi rumah sakit yang perlu dilakukan maintenance khusus hanya Ambulans saja untk transportasi non ambulans cukup maintenance sederhana
Semua kendaraan yang dipergunakan untuk transportasi, baik kontrak maupun milik rumah sakit, dilengkapi dengan peralatan yang memadai, perbekalan dan medikamentosa sesuai dengan kebutuhan pasien
Transportasi milik rumah sakit tidak perlu dilakukan dekontaminasi
Transportasi dari pihak ke tiga maintenace diserahkan pihak ke tiga saja dan tidak perlu untuk mengetahui laporannya
Pada saat telusur unit transportasi rumah sakit ditemukan fakta bahwa semua kendaraan yang dimiliki rumah sakit tidak dilakukan pendataan. Apakah yang perlu direkomendasikan kepada rumah sakit dari kasus tersebut?
Membuat kebijakan transportasi rumah sakit dan melakukan MOU dengan pihak ke tiga
Membuat kebijakan transportasi rumah sakit disertai dengan SPO maintenance kendaraan
Membuat kebijakan transportasi rumah sakit dan pedoman penggunaan kendaraan
Membuat kebijakan transportasi rumah sakit dan bukti pemakaian kendaraan
