NEW
Font size
WorksheetsUKOM AKP 3
Total questions: 20
Worksheet time: 10mins
Rumah sakit mempertimbangkan bahwa asuhan di rumah sakit merupakan bagian dari suatu sistem pelayanan yang terintegrasi dan berkelanjutan yang disesuaikan dengan asesmen kebutuhan dari pasien. Apakah fokus dari standar Akses dan Kesinambungan Pelayanan tersebut dalam Akreditasi rumah sakit?
a. Skrining penerimaan pasien, admisi, kesinambungan pelayanan, transfer internal dan pemulangan pasien
b. Skrining penerimaan pasien, admisi, kesinambungan pelayanan, transfer internal dan rujukan
c. Skrining penerimaan pasien, admisi, kesinambungan pelayanan, transfer eksternal, rujukan pasien
d. Skrining penerimaan pasien, admisi, kesinambungan pelayanan, transfer internal, pemulangan dan transportasi
Bila kebutuhan pasien tidak dapat dipenuhi sesuai misi dan sumber daya yang ada, maka rumah sakit akan merujuk pasien ke fasilitas pelayanan yang sesuai kebutuhannya dengan tetap mempertimbangan edukasi dan informasi kepada pasien atau keluarga. Apakah tujuan utama dalam pemberian informasi tersebut kepada pasien dan keluarga?
a. Memastikan kesiapan pasien dan fasyankes untuk melaksanakan rujukan
b. Memastikan proses rujukan benar-benar dilaksanakan oleh pasien
c. Memudahkan proses rujukan
d. Menjamin kelangsungan layanan ke fasilitas kesehatan lain yang akan dituju
Rumah sakit saat ini berupaya untuk melakukan pendekatan yang lebih komprehensif dan terintegrasi dalam memberikan asuhan pasien. Pendekatan ini ditandai dengan adanya kolaborasi antar PPA dan tingkat pelayanan yang akan membangun kesinambungan pelayanan. Apakah tujuan sistem pelayanan pasien yang terintegrasi di rumah sakit?
a. Menyelaraskan kebutuhan asuhan pasien dengan pelayanan yang tersedia di rumah sakit, mengkoordinasikan pelayanan, merencanakan pemulangan dan tindakan selanjutnya.
b. Menyelaraskan kebutuhan asuhan pasien dengan pelayanan yang tersedia di rumah sakit dan layanan rujulan, mengkoordinasikan pelayanan dan merencanakan pemulangan
c. Menyelaraskan kebutuhan asuhan pasien dengan pelayanan yang tersedia di rumah sakit, mengkoordinasikan pelayanan-pelayanan di Faskes yang tersedia di sekitar nya.
d. Menyelaraskan kebutuhan asuhan pasien dengan pelayanan yang tersedia di rumah sakit, merencanakan pemulangan dan rujukan selanjutnya.
Dalam Akreditasi rumah sakit telah menetapkan regulasi tentang Akses dan Kesinambungan Pelayanan (AKP) yang merupakan bagian dari suatu sistem pelayanan terintegrasi dengan para Profesional Pemberi Asuhan di tingkat pelayanan yang akan membangun suatu kesinambungan pelayanan. Apakah fokus standar AKP dalam instrumen standar Akreditasi rumah sakit?
a. Skrining pasien di rumah sakit, registrasi dan admisi di rumah sakit, pelayanan berkesinambungan,transfer pasien internal dalam rumah sakit, pelayanan menjelang akhir hayat
b. Skrining pasien di rumah sakit, registrasi dan admisi di rumah sakit, pelayanan berkesinambungan, transfer pasien internal dalam rumah sakit
c. Skrining pasien di rumah sakit, registrasi dan admisi di rumah sakit, Pelayanan berkesinambungan
d. Skrining pasien di rumah sakit, transfer pasien internal dalam rumah sakit
Agar kesinambungan pelayanan asuhan pasien tidak terputus, rumah sakit melaksanakan proses kesinambungan dan koordinasi pelayanan di antara PPA dibantu oleh Manajer Pelayanan Pasien, pimpinan unit, serta staf lain sesuai dengan peraturan rumah sakit.
Apakah yang dimaksud dengan PPA dalam Bab Akses dan Kesinambungan Pasien dalam akreditasi rumah sakit?
a. Para Pemberi Asuhan
b. Profesional Pemberi Asupan
c. Profesional Pemberi Asuhan
d. Profesional Penerima Asuhan
Rumah sakit dalam menetapkan proses skrining baik pasien rawat inap maupun rawat jalan dan mengidentifikasi pelayanan kesehatan yang dibutuhkan sesuai dengan misi serta sumber daya rumah sakit. Bagaimana proses skrining dilakukan saat penerimaan pasien sesuai dengan standar Akreditasi rumah sakit?
a. Dilakukan pada kontak pertama di IGD dan saat masuk rawat inap
b. Dilakukan pada pasien-pasien dengan tujuan rawat inap
c. Skrining dapat dilakukan melalui kriteria triase dan hasil pemeriksaan fisik
d. Skrining dapat dilakukan melalui kriteria triase, evaluasi visual, hasil pemeriksaan fisik, psikologis, lab. klinis atau imaging yang dilakukan sebelumnya
Kebutuhan pasien tidak dapat dipenuhi di rumah sakit sesuai misi dan sumber daya yang ada, maka rumah sakit akan merujuk atau membantu pasien ke fasilitas pelayanan yang sesuai kebutuhannya sesuai dengan kebijakan yang di buat rumah sakit. Apakah materi yang paling tepat pada kebijakan proses rujukan pasien ke pelayanan kesehatan lain?
a. Ada staf kompeten sesuai kondisi pasien yang melakukan monitor, identifikasi kebutuhan obat, evaluasi terhadap mutu dan keamanan proses rujukan, ada proses serah terima
b. Ada staf kompeten sesuai kondisi pasien yang melakukan monitor, Identifikasi kebutuhan obat, evaluasi terhadap mutu dan keamanan proses rujukan, ada proses serah terima, harus didampingi MPP
c. Ada staf kompeten sesuai kondisi pasien yang melakukan monitor, Identifikasi kebutuhan obat, evaluasi terhadap mutu dan keamanan proses rujukan, didampingi oleh MPP
d. Ada staf kompeten sesuai kondisi pasien yang melakukan monitor, Identifikasi kebutuhan obat, evaluasi terhadap proses rujukan, ada proses serah terima, harus didampingi MPP
Pada saat pasien masuk rumah sakit dilakukan skrining yang akan menentukan pasien masuk rawat inap sesuai kebutuhan pelayanan preventif, paliatif, kuratif, dan rehabilitatif, pelayanan spesialistik atau pelayanan intensif. Apakah dokumen yang dikerjakan saat pertama pasien dilakukan layanan skrining?
a. Asesmen skrining awal di IGD
b. Asesmen awal di rawat inap
c. Asesmen lanjutan di rawat Inap
d. Asesmen formulir A dan B
Rumah sakit memiliki proses untuk melaksanakan kesinambungan pelayanan di rumah sakit dan integrasi antara Profesional Pemberi Asuhan (PPA) dibantu oleh Manajer Pelayanan Pasien (MPP). MPP memfasilitasi pemenuhan kebutuhan asuhan pasien, mengoptimalkan terlaksananya pelayanan berfokus pada pasien, melakukan perencanaan untuk manajemen pelayanan pasien. Apakah konsep yang paling tepat pada pelaksanaan kegiatan MPP diatas?
a. Formulir A dan B yang diisi oleh MPP
b. Proses rujukan yang dilakukan MPP
c. Peran MPP
d. Asuhan gizi terintegrasi oleh MPP dan Dietisien
Rumah Sakit memberikan asuhan dan tindakan berlanjut kepada pasien dengan diagnosis kompleks, masalah kompleks dan yang membutuhkan asuhan kompleks, oleh sebab itu kasus seperti ini harus dibuat ringkasannya. Sangat penting bagi setiap PPA yang berada di berbagai unit yang memberikan asuhan kepada pasien dengan masalah kompleks. Apakah ringkasan yang harus dibuat dari pernyataan tersebut berdasarkan standar AKP EP 5.7?
a. Formulir Discharge Summary rumah sakit yang dibuat oleh DPJP
b. Formulir CPPT yang dibuat oleh semua PPA yang memberikan asuhan
c. Formulir Discharge Planning yang dibuat mulai dari awal pengkajian sampai pasien akan pulang.
d. Formulir PRMRJ berisi tentang informasi yang dibutuhkan para DPJP yang menangani pasien
Pada waktu melakukan telusur dokumen, surveyor mendapatkan bukti rumah sakit melaksanakan proses pemulangan pasien berdasarkan kondisi kesehatan pasien dan kebutuhan kesinambungan asuhan atau tindakan. Proses tersebut direncanakan sejak awal dan dicatat pada pengkajian awal pasien. Apakah dokumen bukti yang paling tepat untuk pelaksanaan kegiatan diatas?
a. Formulir Discharge Summary
b. Formulir Discharge Planning
c. Formulir Planning terintegrasi
d. Formulir Asuhan terintegrasi.
Pada waktu melakukan telusur dokumen, surveyor mendapatkan bukti dokumen ringkasan pasien pulang yang dibuat untuk semua pasien rawat inap yang keluar dari rumah sakit. Ringkasan pasien pulang memberikan gambaran tentang asuhan pelayanan yang sudah didapatkan pasien. Apakah dokumen bukti yang paling tepat dalam dokumentasi kegiatan tersebut?
a. Formulir Discharge Summary
b. Formulir Discharge Planning
c. Formulir Planning terintegrasi
d. Formulir Asuhan terintegrasi.
Pada waktu melakukan telusur dokumen, surveyor mendapatkan bukti dokumen rujukan pasien ke fasilitas pelayanan kesehatan lain sesuai kondisi pasien untuk memenuhi kebutuhan asuhan berkesinambungan dan sesuai dengan kemampuan fasilitas kesehatan penerima untuk memenuhi kebutuhan pasien. Apakah dokumen bukti yang paling tepat mendukung pelaksanaan rujukan tersebut?
a. Dokumen kerjasama rujukan internal
b. Dokumen kerjasama transportasi
c. Dokumen kerjasama pelayanan penunjang
d. Dokumen kerjasama rujukan atau MoU (Memorandum of Understanding)
Pada waktu melakukan telusur lapangan, surveior mendapatkan bukti pasien sudah melakukan pendaftaran secara online pada unit rawat jalan dan rawat inap rumah sakit, sistem antrean online sangat mudah diakses oleh pasien dan keluarga, tingkat kepuasan pasien mencapai 95% terkait sistem pendaftaran rawat jalan dan rawat inap secara online dan offline, rumah sakit sudah melakukan evaluasi dan tindak lanjut sistem pendaftaran pasien secara online dan offline. Berapakah nilai yang diberikan kepada rumah sakit pada pemenuhan elemen penilaian “rumah sakit telah menerapkan sistem pendaftaran pasien rawat jalan dan rawat inap baik secara offline maupun secara online dan dilakukan evaluasi dan tindak lanjutnya”?
0
5
10
Tidak Dapat Diterapkan (TDD)
Pada waktu melakukan telusur dokumen, surveyor mendapatkan bukti rumah sakit memiliki transportasi sendiri untuk melakukan kegiatan merujuk, memindahkan atau pemulangan pasien rawat inap dan rawat jalan. Kegiatan transportasi tersebut harus dilakukan evaluasi terhadap mutu dan keselamatan pelayanan transportasi. Apakah dokumen yang paling tepat yang mendukung keselamatan pasien dalam kegiatan transportasi tersebut?
a. Bukti pemeliharaan atau perawatan kendaraan transportasi.
b. Bukti pemeliharaan kerjasama kendaraan transportasi
c. Bukti kegiatan rujukan pasien yang menggunakan transportasi
d. Bukti pemeliharaan buku catatan rujukan pasien yang menggunakan transportasi.
Pada waktu melakukan telusur lapangan, surveyor mendapatkan fakta perpindahan pasien dari unit rawat inap ke unit rawat inap lain tidak menggunakan dokumentasi pencatatan, hanya dilakukan lisan antar tenaga kesehatan. Hal ini dapat menyebabkan pemberian informasi saat serah terima pasien tidak dilakukan secara lengkap. Apakah formulir yang harus digunakan untuk perbaikan pada situasi diatas?
a. Formulir transfer pasien sektoral
b. Formulir transfer pasien rujukan
c. Formulir transfer pasien eksternal
d. Formulir transfer pasien internal
Pada waktu melakukan telusur lapangan, surveyor mendapatkan fakta tenaga kesehatan memberikan edukasi terkait formulir discharge summary pada pasien yang sudah diindikasikan untuk pulang. Kelengkapan pengisian formulir tersebut sudah lengkap. Berapakah nilai yang diberikan kepada rumah sakit terhadap pemenuhan elemen penilaian “ formulir ringkasan pasien pulang dijelaskan kepada pasien dan atau keluarga”?
0
5
10
Tidak Dapat Diterapkan (TDD)
Pada waktu melakukan telusur dokumen, surveior mendapatkan bukti bahwa pasien memiliki Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP) untuk memberikan asuhan kepada pasien. DPJP bertanggung jawab dalam pengelolaan pasien sesuai dengan kewenangan klinisnya. Apa konsep yang paling tepat terkait pernyataan diatas?
a. DPJP berperan sebagai ketua tim asuhan pasien (clinical leader)
b. DPJP berperan sebagai penyusun clinical pathway
c. DPJP dan MPP memiliki kewenangan klinis yang sama
d. DPJP menilai kinerja Profesional Pemberi Asuhan (PPA)
Pada waktu melakukan telusur lapangan, surveyor mendapatkan tidak ada bukti tertulis terkait pemeliharaan kendaraan transport milik rumah sakit. Penggunaan kendaraan transport tersebut dilakukan untuk proses merujuk, memindahkan dan memulangkan pasien.
Apakah identifikasi masalah yang paling penting pada kondisi tersebut?
a. Belum dilakukan evaluasi pembelian kendaraan transportasi
b. Belum dilakukan evaluasi rujukan transportasi
c. Belum dilakukan evaluasi kegiatan transportasi terkait aspek mutu, keselamatan pasien dan keselamatan transportasi
d. Belum dilakukan evaluasi kegiatan transportasi terkait aspek penyewaan transportasi
Pada waktu melakukan telusur dokumen, surveyor mendapatkan bukti rumah sakit menggunakan transportasi dari rumah sakit lain. Hal ini tidak dilengkapi dengan kesepakatan kedua belah pihak yang dilakukan secara tertulis. Apakah dokumen yang paling tepat untuk dilengkapi rumah sakit tersebut?
a. MoU (Memorandum of Understanding), evaluasi MoU dan kelayakan kendaraan transport yang digunakan.
b. Catatan pemeliharaan kendaraan transport dan biaya maintenance
c. Penggunaan kendaraan transport dalam triwulan
d. Penggantian kendaraan transport sesuai kesepakatan rumah sakit.
