NEW
Font size
WorksheetsPretest Puisi X
Total questions: 35
Worksheet time: 39mins
Citraan adalah kesan yang dapat kita tangkap (terima) pada kalimat/ baris dalam puisi. Citraan berhubungan dengan indra manusia
bacalah puisi berikut!
ANAK YANG ANGKUH
Betapa dinginnya air sungai
Dinginnya! Dinginnya!
Betapa dinginnya daging duka
Yang membaluti tulang-tulangku
. . . .
Karya W.S. Rendra
Puisi tersebut menimbulkan citraan . . . .
penglihatan
penciuman
perabaan
pendengaran
Suasana yang terkandung dalam puisi di atas adalah ....
Sedih
Marah
Gembira
Senang
Kecewa
Makna perahu pada kutipan puisi di atas adalah ....
Kehampaan
Kematian
Kepercayaan
Kesedihan
Kehidupan
Maksud bait kedua puisi di atas adalah ....
Seseorang yang lengah di pagi hari sehingga hidupnya sangat menderita di usia muda
Seseorang yang menderita hidupnya karena tidak memiliki ilmu dan harta
Seseorang yang miskin harta dan ilmu pada masa muda karena ia lupa waktu
Seseorang yang menyia-nyiakan masa mudanya dalam menuntut ilmu sehingga menderita di hari tua
Seseorang yang melalaikan waktu di masa muda karena ia tidak memiliki ilmu dan harta
Perhatikan penggalan puisi berikut!
Sajak putih
Karya : Chairil Anwar
Bersandar pada tari warna pelangi
Kau depanku bertudung sutra senja
Di hitam matamu kembang mawar dan melati
Harum rambutmu mengalun bergelut senda
Diksi yang ditumbulkan dari kata “warna pelangi” dalam puisi tersebut adalah....
gambaran hati seoarang pemuda yang sedang senang
pada sore hari
bola matanya yang indah
indahnya menjalani kehidupan
mengagumi wanita yang dicintai
Bacalah puisi berikut dengan saksama kemudian kerjakan soal-soal berikut!
...
Wahai sahabat
Untuk slamanya
Kita percaya
Tebarkan arah jangan pernah lelah
Untukmu sahabat
...
Tema puisi tersebut adalah ...
Kelelahan
Persahabatan
Perdamaian
Pertemanan
Deretan bukit menghijau
Hamparan kerikil dan batu
Air sungai gemericik merdu
Di sanalah tempat kami bersatu
Sungguh indah dikenangkan
Takkan mungkin terlupakan
Imaji penglihatan dalam kutipan puisi tersebut terletak pada baris ke- ....
1 dan 2
2 dan 3
3 dan 4
4 dan 5
Bacalah Teks Puisi Berikut dengan Saksama!
Buka matamu dan bangunlah
Dahului matahari dan sinarnya
Bangun dan basuh mukamu dengan wudu
Uraian sajadahmu
Jika tidak, kelak azan kan menamparmu
Karena telinga tulimu
Majas personifikasi terdapat pada baris ....
baris 6
baris 5
baris 4
baris 3
"Pria itu segera cuci tangan dalam kasus ini" frasa yang bermakna konotasi dalam kutipan tersebut adalah..
pria itu
cuci tangan
dalam kasus
kasus ini
Perhatikan penggalan puisi berikut!
tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu
tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu
........................
Makna konotasi kata “hujan” pada penggalan puisi di atas yaitu ....
air yang turun dari langit
air yang jatuh ke bumi
perbuatan baik
air untuk kehidupan
Setiap kali bertemu, gadis kecil berkaleng kecil
Senyummu terlalu kekal untuk kenal duka
Tengadah padaku, pada bulan merah jambu
Tapi kotaku jadi hilang, tanpa jiwa
Gadis kecil yang dibicarakan pada puisi tersebut yaitu ....
gadis yang membawa kaleng
seorang anak kecil
seorang gadis pengemis
gadis yang selalu tersenyum
Dengarlah kami akan menyanyi lagu yang tidak nyaman di hati
Tentang sebuah negeri, negeri yang sedih dan ngeri
imaji yang terkandung dalam larik kedua puisi tersebut adalah ....
imaji taktil
imaji visual
imaji auditif
imaji rabaan
Berikut ini yang TIDAK termasuk ke dalam struktur batin puisi adalah ....
Tema
Rasa
Amanat
Imaji
1. Dialah sang sutradara
Dan kita semua para ….
Maka persoalan yang utama
Bagaimana memainkan peran kita
Karena kita tidak bisa memilih
Mari bermain dalam bimbinganNya
Diksi yang tepat untuk melengkapi larik kedua puisi tersebut adalah ….
Oratornya
Aktornya
Penontonnya
Penulisnya
Kita saksikan zat asam
didesak asam arang
dan karbon dioksid itu
menggilas paru-paru
Kita saksikan
Gunung memompa abu
Abu membawa batu
Batu membawa lindu
Lindu membawa longsor
Longsor membawa air
Air membawa banjir
Banjir membawa air
air
Majas yang terkandung pada bait tersebut adalah ....
Hiperbola
Personifikasi
Litotes
Simile
....
Kami yang kini terbaring antara Krawang-Bekasi
tidak bisa teriak “Merdeka” dan angkat senjata lagi.
Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami,
terbayang kami maju dan mendegap hati ?
makna puisi pada bait tersebut adalah....
Pahlawan tak dikenal yang telah berjuang antara krawang-bekasi tidak bisa berjuang lagi karena mereka telah gugur.
Pahlawan tak dikenal yang ingin dikenang semua orang
Pahlawan yang tidak pernah didengar isi hatinya
Pahlawab yang mempunyai hati yang tulus ikhlas
Sempit lautan tuduh
Tempat ku mandi,
mencuci lumut pada diri
Tempat ku berlayar,
menebar pukat dan melempar sauh
Kalau aku ujian
kemudian ditanya tentang pahlawan
Nama ku yang ku sebut paling dahulu
Lantaran ku tahu Engkau ibu dan aku anak mu.
Isi puisi di atas menggambarkan sebuah perasaan yakni…
Kesedihan seorang anak karena ketiadaan ibunya
Kegelisahan hati seorang anak atas kehadiran ibunya
Perasaan rindu seorang anak pada ibunya
Perasaan sayang seorang anak kepada ibunya sendiri
Perasaan bahagia memiiiki ibu
Bacalah Puisi dibawah ini !
Pahlawan Tak Dikenal
Sepuluh tahun yang lalu dia terbaring
Tetapi bukan tidur, sayang
......................................................
Senyum bekunya mau berkata,
kita sedang perang.
Kalimat yang tepat untuk mengisi penggalan puisi di atas adalah .........
Menangkap sepi padang senja
Sebuah lubang peluru bundar di dadanya
Dia tidak tahu untuk siapa dia datang
Kemudian dia terbaring, tapi bukan tidur sayang
Semangat dalam perang
Waktu BBM naik
Darah tinggi ayahku kumat menaik
Aku pun tidak jadi minta uang saku ikut naik.
Waktu BBM naik
Tetanggaku semua jadi panik
Mengapa gaji suami mereka makin terusik.
Waktu BBM naik
Mahasiswa makan tempe tidak lagi dengan uang secarik
Mogok makan akhirnya jadi kegiatan asyik.
Waktu BBM naik
semuanya naik dan naik
Hanya nilai raporku yang tidak naik.
Karya: Aulia Rizali
Puisi di atas lebih menonjolkan . . . .
makna
rima
diksi
majas
suasana
Bersandar pada tari warna pelangi
Kau depanku Bertudung Sutra senja
Di hitam matamu kembang mawar dan melati
Arum rambutmu mengalun bergerak sendiri
Puisi di atas menggunakan citraan ...
taktil
visual
auditif
alegori
analogi
Kota
Pengap sekali udara
Mengepul kotor polusi
Dari yamaha, honda, toyota, dan binatang kota lainnya.
Manusia telah kehilangan
Rasa keinsanannya
Mereka dibangunkan beker,Diatur oleh jadwal,
Dan hidup untuk bekerja
Puisi di atas menggunakan majas ...
personifikasi
hiperbola
metafora
hiperbola
metonimia
Usaha yang selalu ada
Dapat mengubah nasib sengsara
Karena Tuhan Maha Pemurah
Selalu mendengar doa dan pinta
Bait puisi di atas disebut syair dengan alasan berikut, kecuali . . . .
baitnya terdiri atas empat baris
terdiri dari 8-14 suku kata
terdiri dari sampiran dan isi
rima akhir berpola a-a-a-a
Perhatikan pantun berikut!
Buah cempedak buah durian
Pergi ke pekan naik sepeda
[…] (1)
[…] (2)
Larik yang tepat untuk melengkapi pantun tersebut adalah …
(1) Jangan ragu berbuat baik
(2) Senyum saja sudah ibadah
(1) Pikir dulu sebelum bertindak
(2) Menyesal kemudian tiada guna
(1) Supaya tidak sesal kemudian
(2) Diperlukan selalu sikap waspada
(1) Mari kita jalin silaturahmi
(2) Untuk menambah sanak saudara
(1) Bersajak a-a-a-a.
(2) Terdiri atas 4 baris tiap bait
(3) Bait pertama dan kedua merupakan sampiran
(4) Tiap baris terdiri dari 8 sampai 8 suku kata
Ciri-ciri syair ditandai oleh nomor ....
(1) dan (2)
(1) dan (4)
(2) dan (3)
(2) dan (4)
Dengan anak janganlah lalai
Supaya boleh naik ke tengah balai
Kata lalai bermakna ....
lengah
santai
malas
lemah
SAMARRR
Muhammad Febriyadi
Samarrr
Kudengar suara napas tercungap-cungap di balik jenggala gundul
jengah kujengah-jengah
tak jumpa jasadnya
Samarrr
kudengar suara senso belandong menebas-nebas berkah
musibah membuas
menuntut balas
hujan membantai
bukit berderai
darat jadi laut
terbenam
Habislah!
Suasana yang terbangun dalam puisi di atas adalah …
Seseorang yang mengintip praktik penebangan liar.
Diam-diam menyaksikan bencana alam di tempat tinggalnya.
Praktik penebangan liar yang membuat bising desa.
Bencana alam yang terjadi karena kehendak Tuhan.
Praktik penebangan liar yang mengakibatkan terjadinya bencana alam.
ELEGI NELAYAN TUA
Idrus Tintin
Lelaki tua itu tersengguk-sengguk di emper gubuk
Bulan layu rendah di langit
Air mulai surut
dan terlena digerogoti mimpi
Sebentar lagi subuh tiba
‘Bulan layu rendah di langit’ mengandung majas …
Repetisi
Personifikasi
Metafora
Simile
Hiperbola
RIAU
Ediruslan Pe Amanriza
Di Riau
Banjir jadi pantun sepanjang sungai
Air menjilat lantai rumah kami
Air padamkan api di tungku kami
Air basahkan tikar
Dan bubung dalam kelambu kami
Banjir menghanyutkan mimpi-mimpi kami
Di Riau
Kami tak sempat lagi bernyanyi
‘Air menjilat lantai rumah kami’ sesuai dengan puisi di atas mengandung majas …
Repetisi
Personifikasi
Metafora
Simile
Hiperbola
ELEGI NELAYAN TUA
Idrus Tintin
Lelaki tua itu tersengguk-sengguk di emper gubuk
Bulan layu rendah di langit
Air mulai surut
dan terlena digerogoti mimpi
Sebentar lagi subuh tiba
….
Jenis citraan yang terdapat dalam puisi di atas …
Visual
Audio
Perabaan
Pengecapan
Penciuman
RIAU
Ediruslan Pe Amanriza
Di Riau
Banjir jadi pantun sepanjang sungai
Air menjilat lantai rumah kami
Air padamkan api di tungku kami
Air basahkan tikar
Dan bubung dalam kelambu kami
Banjir menghanyutkan mimpi-mimpi kami
Di Riau
Kami tak sempat lagi bernyanyi
Jenis citraan pada baris ketiga yang terdapat dalam puisi di atas …
Visual
Audio
Perabaan
Pengecapan
Penciuman
Kata-kata konkret yang terdapat dalam puisi di atas adalah …
Bijak, arif, diserap, terucapkan
Ragu-ragu, dibiarkan, terucapkan, diserap
Tabah, rindu, bulan, kakinya
Hujan, jalan, pohon, akar, bunga
Bijak, dibiarkan, kakinya, tabah, dibiarkan
Tipografi dalam puisi adalah perlambangan rasa, makna, dan nuansa tertentu dalam puisi yang divisualisasikan dalam ...
Tata bentuk baris dan bait puisi untuk memperjelas satuan makna tertentu yang ingin diungkapkan penyair.
Diksi pada setiap bait puisi untuk memperjelas satuan makna tertentu yang ingin diungkapkan penyair.
Pemilihan majas untuk memperjelas satuan makna tertentu yang ingin diungkapkan penyair.
Irama untuk memperjelas satuan makna tertentu yang ingin diungkapkan penyair.
Rima setiap bait puisi untuk memperjelas satuan makna tertentu yang ingin diungkapkan penyair.
SELAMBAI DINGIN
Muhammad Febriyadi
Malam mendengkur sunyi
dini hari berdering
alamanakmu membuncah
keluar dari gua pertapaannya
Suara angin Tuhan membelit badan
selambai dingin menusuk ke dalam jemari
merasuk tiap jengkal tawamu
dan berbisik
: selembar lagi umurmu telah gugur
O
lambainya lambai maut
dinginnya sedingin mayyit
selembar kabar lewat selambai dinginnya
merubah tawa jadi renungan
panjang
selama umur yang telah terpakai
Ada akhirat yang mesti dierami
cangkang-cangkang dunia, tak cukup kokoh merumahi mimpi
: setelah hidup
selambai dingin
menetaskan pesan Tuhan
padamu
Dia memintanya kembali
Makna puisi di atas adalah …
Setiap tahun usia manusia akan bertambah, dan jatah hidupnya pun akan berkurang. Sehingga seluruh aktivitasnya di dunia harus ia kurangi demi memberikan kesempatan pada dirinya untuk beristirahat.
Kematian adalah sebuah keniscayaan, maka jangan takut mati hanya karena usia bertambah.
Manusia tidak bisa menolak tua, maka manfaatkan hari muda dengan sebaik-baiknya.
Penambahan usia sama dengan berkurangnya jatah umur yang diberikan pada Tuhan pada umatnya, maka manfaatkan sisa umur yang ada untuk mendekatkan diri pada Tuhan sebelum kematian mendatangi kita.
Usia hanyalah masalah angka-angka. Ketika kita bermanfaat untuk orang lain, Bukan usia yang dilihat, namun seberapa bermanfaat kita untuk orang lain.
SELAMBAI DINGIN
Muhammad Febriyadi
Malam mendengkur sunyi
dini hari berdering
alamanakmu membuncah
keluar dari gua pertapaannya
Suara angin Tuhan membelit badan
selambai dingin menusuk ke dalam jemari
merasuk tiap jengkal tawamu
dan berbisik
: selembar lagi umurmu telah gugur
O
lambainya lambai maut
dinginnya sedingin mayyit
selembar kabar lewat selambai dinginnya
merubah tawa jadi renungan
panjang
selama umur yang telah terpakai
Ada akhirat yang mesti dierami
cangkang-cangkang dunia, tak cukup kokoh merumahi mimpi
: setelah hidup
selambai dingin
menetaskan pesan Tuhan
padamu
Dia memintanya kembali
Maksud baris “selembar lagi umurmu telah gugur” pada puisi di atas adalah …
Bertambahnya beban masalah karena bertambahnya usia
Mendekati kematian, karena usia terus berkurang
Penambahan usia adalah tanda manusia harus semakin mendekatkan diri kepada pencipta
Ulang tahun yang menyedihkan, karena semakin dengan dengan pintu kematian
Usia hanyalah angka, karena yang terpenting adalah menggugurkan dosa-dosa
SAJAK RAJAWALI
W.S. Rendra
Sebuah sangkar besi
tidak bisa merubah seekor rajawali
menjadi seekor burung nuri
Rajawali adalah pacar langi
Dan di dalam sangkar besi
rajawali merasa pasti
bahwa langit akan selalu menanti
Langit tanpa rajawali
adalah keluasan dan kebebasan
tanpa sukma
Tujuh langit, tujuh rajawali
tujuh cakrawala, tujuh pengembara
Rajawali terbang tinggi
memasuki sepi
memandang dunia
Rajawali di sangkar besi
duduk bertapa
mengolah hidupnya
Hidup adalah merjan-merjan kemungkinan
yang terjadi/ dari keringat matahari
Tanpa kemantapan hati rajawali
Mata kita hanya melihat fatamorgana
Rajawali terbang tinggi
membela langit dengan setia
Dan ia akan mematuk kedua matamu
wahai, kamu, pencemar langit yang durhaka
Persamaan bunyi pada bait keempat …
Tinggi, dunia, sepi
Besi, hidupnya, bertapa
Tinggi, besi, dunia
Tinggi, sepi, besi
Dunia, besi, bertapa
