WorksheetsPAT INDO GENAP -XII
Total questions: 50
Worksheet time: 3hrs 27mins
1. Yang tidak termasuk unsur intrinsik novel adalah ....
Tema
Tokoh
Sudut pandang
Alur
Kerangka tulisan
2. Ciri khas dalam kebahasaan novel adalah..
Gaya bahasa atau majas
Formal
Informal
Ekspresif
Efisien
3. Urutan yang tepat dalam merancang suatu novel adalah ....
Menentukan tema-tokoh-alur cerita-latar
Menentukan tokoh-alur cerita-latar-tema
Menentukan tokoh-alur cerita-latar
Menentukan tema-tokoh-alur cerita
Menentukan tema-tokoh-latar
4. Namun takdir berkata lain, di malam sebelum pertunangan, telah terjadi ledakan bom di pulau Lombok. Ternyata keluarga Nathan menjadi salah satu korban bom tersebut. Nathan meninggal dunia, sehingga membuat Rosie depresi dan bersikap seperti orang gila.
Suasana yang terdapat dalam novel tersebut adalah ...
Gunda
Sedih
Tegang
Khusyuk
Hening
“Apapun yang kamu katakan terhadapku, kutak peduli. Walau kaucaci maki, kaukutuki, aku terima. Tapi, untuk membiarkan Math dan Arcy hidup sebagai suami istri, padahal Tuhan telah melarangnya, o ... o... o .... itu telah melanggar prinsip hidup setiap orang yang percaya pada-Nya. Kau memang telah berbuat sesuatu yang benar sebagai ibu yang mau memelihara kebahagiaan anaknya. Tapi, ada lagi kebenaran yang lebih mutlak yang tak bisa ditawar-tawar lagi, yakni kebenaran yang dikatakan Tuhan dalam kitab-Nya. Prinsip hidup segala manusialah menjunjung kebenaran Tuhan”
5. Nilai agama yang terdapat dalam kutipan novel tersebut ...
A. Segala keputusan hendaknya selalu dikembalikan pada ajaran agama.
B. Kesabaran seorang ayah dalam menghadapi perilaku anakanaknya
C. Tuhan melarang perkawinan beda agama.
D. Keikhlasan seorang ibu dalam membahagiakan anaknya.
E. Melanggar prinsip agarna mendatangkan kesengsaraan.
6. Bacalah kutipan novel berikut dengan seksama!
Empat hari kemudian aku duduk di samping sopir truk yang membawa hasil panen dari desa ke kota. Waktu itu umurku hampir enam belas tahun. Sudah dua tahun aku tidak bersekolah. Keputusan yang diambil ayahku merupakan peraturan yang harus diturut tanpa dirunding pihak yang bersangkutan. Pada waktu itu aku menerimanya dengan kewajaran abadi penuh ketaatan. Ayahku orang yang menentukan dalam kehidupan kami. Dan aku yang dibesarkan dalam lingkungan adat kepala tunduk untuk mengiyakan semua orang tua. Tidak melihat alasan apa pun buat membantahnya. Padahal waktu itu aku khawatir. Tetapi juga gembira. Keduanya disebabkan karena aku akan tinggal di kota ….
Nilai adat (budaya) yang menonjol dalam penggalan novel tersebut adalah ....
A. kebiasaan mengangkut hasil panen dari desa ke kota
B. anak perempuan yang beranjak remaja ditentukan jodohnya
C. orang tua yang menyerahkan anak gadisnya kepada orang lain
D. ayah menentukan kehidupan anaknya dan haranaknyaus dituruti oleh anaknya
E. orang tua yang memberi doa yang baik kepada anaknya
7. Puncak konflik pada novel biasanya juga disebut dengan...
Klimaks/komplikasi
Resolusi
Koda
Penutup
Penyelesaian
Serba susah, serba salah. Ini tak kuat, ini tak sanggup. Dan sementara itu pikiran dan semangat selalu dikacaukan dan diharubirukan oleh sesal tak putus, sedih tak berkesudahan. Teringat sawah dan rumah pusaka bapak, yang telah dijual dan dihabiskan! Terkenang kebaikan istri, yang telah meninggalkan dunia karena makan hati oleh perbuatan dan kelakukan diri sendiri. Di mana tinggal kemegahan selama ini.
Akan pelengah-lengah pikiran dan akan pembeli nasi Mak Iyah mau tak mau. Ia pun bekarja juga menganyam topidari pandan seperti pada malam itu.
Akan tetapi perasaannya selalu tergoda, semangatnya senantiasa terganggu!
8. Konflik yang tersirat pada penggalan novel tersebut lebih didasarkan pada masalah….
A. Sosial
B. Budaya
C. Kejiwaan
D. Politik
E. Lingkungan
“Anak kecil!” Dia tertawa mengejekku. “Mengapa duduk di belakang? Sini! Sini, duduk di muka! Masih ada tempat.” Tangannya melambai, lalu mendekat berjalan ke arah belakang bangku-bangku.
“Tidak, Pak! Di sini saja, “Jawabku. Dia berdiri di samping bangkuku. Tidak ada yang duduk bersamaku.
“Mengapa? Supaya paling akhir mendapat giliran?” tanyanya. Seisi kelas tertawa.
“Tidak, Pak,” kataku lagi. “Supaya dapat melihat orang-orang lain.” Sedangkan mereka, yang duduk di depan, harus berpaling untuk melihatku.
9. Latar tempat dalam kutipan novel tersebut adalah ….
A. warung
B. kelas
C. sekolah
D. kantin
E. sawah
“Anak kecil!” Dia tertawa mengejekku. “Mengapa duduk di belakang? Sini! Sini, duduk di muka! Masih ada tempat.” Tangannya melambai, lalu mendekat berjalan ke arah belakang bangku-bangku.
“Tidak, Pak! Di sini saja, “Jawabku. Dia berdiri di samping bangkuku. Tidak ada yang duduk bersamaku.
“Mengapa? Supaya paling akhir mendapat giliran?” tanyanya. Seisi kelas tertawa.
“Tidak, Pak,” kataku lagi. “Supaya dapat melihat orang-orang lain.” Sedangkan mereka, yang duduk di depan, harus berpaling untuk melihatku.
10. Watak tokoh “aku” dideskripsikan dengan cara ....
A. pelukisan bentuk fisik tokoh
B. penggambaran lingkungan sekitar tokoh
C. pengungkapan jalan pikiran tokoh
D. dialog antartokoh
E. Tanggapan tokoh lain
“Anak kecil!” Dia tertawa mengejekku. “Mengapa duduk di belakang? Sini! Sini, duduk di muka! Masih ada tempat.” Tangannya melambai, lalu mendekat berjalan ke arah belakang bangku-bangku.
“Tidak, Pak! Di sini saja, “Jawabku. Dia berdiri di samping bangkuku. Tidak ada yang duduk bersamaku.
“Mengapa? Supaya paling akhir mendapat giliran?” tanyanya. Seisi kelas tertawa.
“Tidak, Pak,” kataku lagi. “Supaya dapat melihat orang-orang lain.” Sedangkan mereka, yang duduk di depan, harus berpaling untuk melihatku.
11. Sudut pandang yang digunakan dalam kutipan novel tersebut adalah ….
A. orang pertama pelaku utama
B. orang pertama pelaku sampingan
C. orang ketiga serbatahu
D. orang ketiga terbatas
E. orang ketiga pelaku utama
Bacalah Kutipan cerita berikut!
“Tuhan! Kepada-Mu kami bergantung! Kepada-Mu kami mengadukan segala jeritan hati. Sadarkanlah mereka yang telah berbuat angkara murka. Terimalah amal mereka yang telah menjadi korban keganasan itu. Selamatkanlah negeri kami, Maluku tercinta!” ucap Bapak Pendeta.
“Amin!” sambutan hadirin.
Dikutip dari: Arsyad Siddik, Pattimura Pejuang yang Berakhir di Tiang Gantungan, Jakarta, Karya Unipress, 1984
12. Latar tempat pada kutipan cerita tersebut adalah ...
masjid
gereja
pura
vihara
klenteng
13. Bacalah Kutipan cerita berikut!
Sampai sore pertempuran masih terus berlangsung. Korban kedua belah pihak berjatuhan. Para pejuang satu per satu gugur sebagai kusuma bangsa. Darah mereka membasahi bumi pertiwi.
Kapitan Pattimura mengundurkan diri ke sebuah kampung. Kampung itu terletak di tengah hutan Negeri Booi. Kapitan Pattimura dan para pembantunya beristirahat pada sebuah rumah.
Rupanya, tempat persembunyian Kapitan Pattimura dan para pembantunya diketahui oleh Raja Booi. Cepat-cepat ia melaporkan tempat itu kepada Kapten Mayer.
“Jika Tuan mempercayai saya, akan kutunjukkan di mana Kapitan Pattimura bersembunyi,” kata Raja Booi.
Alangkah gembiranya Raja Booi. Pangkat dan jabatannya tetap berada di pundaknya. Oleh karena itu, ia berusaha menangkap Kapitan Pattimura. Padahal, Raja Booi sendiri telah menyatakan kebulatan tekad untuk membantu perjuangan Kapitan Pattimura. Bahkan, ia pula yang mengangkat pemuda Matulessi sebagai kapitan.
Dikutip dari: Arsyad Siddik, Pattimura Pejuang yang Berakhir di Tiang Gantungan, Jakarta, Karya Unipress, 1984
Latar waktu yang disebutkan pada kutipan cerita tersebut adalah ...
subuh
pagi
siang
sore
malam
Perhatikan penggalan novel berikut!
Di rumah Eyang Wira yang terletak di sebuah pedukuhan kecil, seorang sedang bertamu. Pemilik rumah serta tamunya duduk di ruang dalam. Malam hari di pedukuhan yang sepi membuat alam kelihatan akrab. Bulan mendaulat langit dengan latar belakang kedipan bintang-bintang. Awan yang melayang rendah membuat bayang-bayang raksasa di atas tanah. Bila tidak ada yang mengalingi, sinar bulan mencapai tanah dengan daya pantul yang penuh. Dari atas pohon rasamala, anak burung hantu memanggil-manggil induknya dengan suara berat.
Dikutip dari: Ahmad Tohari, Di Kaki Bukit Cibalak, Jakarta, Gramedia Pustaka Utama, 2014
14. Penggalan novel tersebut merupakan unsur intrinsik berupa ...
tema
latar
alur
penokohan
sudut pandang
Bacalah Kutipan novel berikut!
Lamunan Kabul putus karena pintu depan terbuka. Sri, pelayan warung Mak Sumeh, masuk membawa kopi dan pisang goreng. Sri segera berlalu dan menutup pintu dari luar. Namun hanya dalam hitungan detik pintu kembali terbuka. Wati masuk, memberi salam dengan suara tenggorokan. Sejak masuk kembali sesudah sakit, wajah Wati seperti bunga pot yang terlambat disiram. Malah jelas sekali tubuh Wati jadi lebih kurus.
Kabul menggulung kembali gambaran jembatan itu, menggulung kembali pikiran liar yang mengambra-ambra. Dan entahlah, suara Wati yang serak parau tiba-tiba menyita perhatiannya.
“Kamu sudah benar-benar sembuh kan, Wat?” tanya Kabul sambil memperhatikan Wati yang sedang melap meja kerja.
“Sudah kok, Mas” jawab Wati tanpa menoleh. Wajahnya nol. “Tapi aku belum berani naik motor. Jadi aku masih diantar Bani, adkku.”
“Kata dokter, kamu sakit apa?”
Wati menggigit bibir. Menunduk. Jelas sekali dia enggan menjawab pertanyaan Kabul. Merengut. Ah, selalu jantung Kabul menyentak dalam detik-detik Wati merengut. Dan detik yang mendebarkan itu cepat berlalu, karena Wati menoleh dan berusaha tersenyum.
“Dokter hanya bilang aku harus istirahat, itu saja.”
“Yang kamu rasakan?”
Wati kembali menunduk. Menelan ludah. Kemudian tanpa menoleh Wati menjawab lirih.
“Hanya lemas; dan anu ... sering berdebar-debar.”
Suasana kembali gagap. Kabul memasukkan gulungan gambar ke laci. Menoleh ke Wati yang masih menunduk sambil membuka-buka catatan.
Dikutip dari: Ahmad Tohari, Di Kaki Bukit Cibalak, Jakarta, Gramedia Pustaka Utama, 2014
15. Situasi dalam penggalan novel tersebut adalah ...
menakutkan
menegangkan
menyedihkan
mengkhawatirkan
membingungkan
16. ... merupakan jenis tulisan yang berisi pendapat, gagasan, pikiran, atau kritik dari suatu masalah.
pernyataan di atas pengertian dari ...
artikel
surat
memo
majalah
buku
17. Karangan faktual secara lengkap dengan panjang tertentu yang dibuat untuk dipublikasikan disebut ...
teks eksposisi
artikel
kritik
esai
teks opini
18. Yang tidak termasuk tujuan dari penulisan artikel yaitu ...
menyampaikan gagasan
menyampaikan fakta yang dapat meyakinkan
mendidik
menghibur
mempengaruhi pembaca
19. Jenis artikel yang isinya menjelaskan atau memberikan informasi mengenai suatu topik agar menambah pengetahuan pembacanya dan dilengkapi dengan gambar, grafik, dan informasi pendukung lainnya adalah pengertian dari artikel berjenis ...
narasi
deskripsi
eksposisi
argumentasi
persuasi
20. Yang bukan merupakan unsur kebahasaan dalam artikel eksposisi yaitu ...
adverbia frekuensi
Konjungsi yang digunakan untuk menata argumentasi
Konjungsi yang menyatakan hubungan sebab-akibat
Konjungsi yang menyatakan harapan
konjungsi yang menyatakan hubungan waktu
21. Udara di Bogor terasa dingin. (2) Kali ini dinginnya melebihi hari-hari sebelumnya. (3) Dinginnya suhu udara di Bogor mencapai 24ºC. (4) Data tingkat suhu udara ini, terdapat di papan informasi pengukur suhu di jalan-jalan besar di kota Bogor.
Dua kalimat pendapat pada teks tersebut ditandai dengan nomor ....
(1) dan (2)
(2) dan (3)
(1) dan (3)
(2) dan (4)
(3) dan (4)
22. Artikel dipublikasikan melalui ...
koran
majalah
buletin
jurnal online
semua benar
23. Yang tidak termasuk tujuan dari penulisan artikel yaitu ...
menyampaikan gagasan
menyampaikan fakta yang dapat meyakinkan
mendidik
menghibur
mempengaruhi pembaca
24. Jenis artikel yang isinya menjelaskan atau memberikan informasi mengenai suatu topik agar menambah pengetahuan pembacanya dan dilengkapi dengan gambar, grafik, dan informasi pendukung lainnya adalah pengertian dari artikel berjenis ...
narasi
deskripsi
eksposisi
argumentasi
persuasi
25. Kami sudah melarang mereka berburu di hutan, tetapi mereka tetap nekat. Oleh karena itu, biar mereka rasakan sendiri akibatnya.
konjungsi yang digunakan dalam kalimat tersebut adalah ...
sudah
tetapi
oleh karena itu
di
tetap
26. Di bawah ini yang termasuk dalam ciri-ciri kritik sastra yaitu…
Singkat
Memiliki gaya pembeda
Memberikan pertimbangan baik dan buruk (kelebihan dan kekurangan)
Selalu tidak utuh
Memenuhi keutuhan penulisan
27. Perhatikan pernyataan berikut!
(1) Memberikan tanggapan terhadap hasil karya sastra
(2) Mempunyai nada pribadi atau bersifat personal
(3) Memberikan pertimbangan baik dan buruk (kelebihan dan kekurangan)
(4) Berbentuk prosa
(5) Pertimbangan bersifat obyektif
(6) Selalu tidak utuh
Berdasarkan poin-poin di atas yang termasuk dalam ciri-ciri esai yaitu…
(1), (2), (3)
(4), (5), (6)
(1), (3), (5)
(2), (4), (6)
(3), (4), (5)
28. Cermatilah penggalan cerpen berikut!
Aku memberi selamat kepada kedua pengantin. Mereka tersenyum kelihatan agak sungkan.
“Monggo, Den Yanto, silahkan duduk.”
Den Yanto! Ia memanggilku den, tidak lagi nak.
Aku tertarik pada seorang bocah patah di seblah Sumarni.
Entah mengapa aku ingin menegurnya. Apakah karena matanya mirip dengan Sri?
“Sopo jenengmu, cah ayu?” tanyaku sambil men-jawil pipinya.
“Yanti …,” jawabnya dengan cukup kenes.
(Perkawinan, I Yudhi Sunarto)
Kalimat kritik yang sesuai dengan isi kutipan adalah…
Cerpen “Perkawinan” memiliki cerita yang menarik walaupun bahasanya sangat sederhana, tetapi tetap segar dan komunikatif.
Pembaca cerpen “Perkawinan” dihadapkan pada etika berbahasa yang berlaku di Jawa, terutama penggunaan kata sapaan “Den”.
Penggunaan bahasa Jawa dalam cerpen “Perkawinan” agak mengganggu karena tidak semua pembaca memahami makna pilihan katanya.
Cerpen “Perkawinan” mengisahkan cerita yang kurang menarik karena alur cerita agak berbelit-belit dan susah dipahami.
Yudhi Sunarto telah sukses merangkai peristiwa menjadi alur yang menarik dalam cerpen “Perkawinan”.
29. Prinsip menulis kritik dan esai berkaitan dengan tiga aspek yaitu…
Aspek historis, aspek realistis, aspek rekreatif
Aspek kreatif, aspek penghakiman, aspek rekreatif
Aspek historis, aspek rekreatif, aspek penghakiman
Aspek kreatif, aspek realistis, aspek rekreatif
Aspek historis, aspek kreatif, aspek penghakiman
30. Estetik, Epistemik, dan normatif merupakan bagian dari penentuan nilai dalam penulisan kritik sastra dan esai, ketiga hal tersebut termasuk dalam aspek penulisan bagian…
Aspek penghakiman
Aspek rekreatif
Aspek historis
Aspek bahasa
Aspek artistik
31. Cermati paragraf berikut!
Akulah Jibril, yang angin adalah aku, yang embun adalah aku, yang asap adalah aku, yang gemersik adalah aku, yang menghantarkan panas dan dingin. Aku mengirimkan kesejukan, pikiran segar yang mengajak giat belajar. Aku adalah yang menyodorkan keheranan dan sekaligus jawaban. Aku di kebun rimbun, aku di padang pasir, aku di laut, aku di gunung, aku di udara, kukirimkan layang-layangku kepadamu, kepada kalian.
(Mereka Toh Tidak Mungkin Menjaring Malaikat: Danarto)
Kalimat kritik yang sesuai dengan isi kutipan tersebut adalah ...
Danarto dikenal sebagai penulis cerpen yang religius, tercermin dalam tokoh cerpen yang telah ditulisnya.
Menuntut pembaca harus lebih cermat untuk memahami isi cerita karena banyak menggunakan kata-kata lambang.
Penggunaan kalimat-kalimat yang unik membuat cerpen ini diminati pembacanya.
Cerpen Danarto pada umumnya beraliran religius sesuai dengan latar belakang pendidikan beliau.
Penggunaan kalimat yang sederhana memudahkan pembaca untuk memahami isi cerita
32. Bacalah petikan esai berikut !
Pasca maraknya sajak – sajak sosial , sejak awal tahun 2000 hingga kini , perpuisian Indonesia kembali pada kemerdekaan masing – masing penyair dalam mencipta . Gaya dan tema sajak – sajak Indonesia mutakhir , seperti dapat kita amati pada rubrik sastra surat kabar , majalah , jurnal puisi serta sebagai kumpulan antologi puisi kembali beragam . Heterogenitas tema dan gaya pengucapan kembali mewarnai perpuisian Indonesia Akhir – akhir ini muncul sajak – sajak naratif yang panjang , seperti banyak dimuat di harian umum . Tetapi sajak – sajak pendek juga tetap muncul di rubik – rubik sastra . selain itu , masih ada kesan yang kuat bahwa tradisi perpuisian Indonesia mutakhir kembali terperangkap dalam orientasi kuantitatif , seperti yang diungkap Budi Darma ketika melihat maraknya buku – buku antologi puisi yang diterbitkan oleh komunitas sastra di tanah air sejak awal 1990 – an .
Kesimpulan teks esai di atas adalah ...
Kebebasan gaya dan keberagaman tema puisi Indonesia mutakhir .
Sajak- sajak naratif yang panjang mewarnai dunia perpuisian Indonesia saat ini
Antologi puisi semakin marak di Indonesia
Awal tahun 2000 hingga kini dunia perpuisian mengalami perubahan tren
Heterogenitas tema dan gaya cerita mewarnai perpuisian Indonesia.
33. Bacalah paragraf esai berikut!
Jika saya katakan penyair membebaskan diri dari kata-kata ialah sikap penyair yang tidak atau kurang mengacuhkan kata-kata. Berbeda dengan kecermatan dan hiraunya Amir hamzah dan Chairil Anwar terhadap kata-kata. Bebas dari kata-kata cenderung menyebabkan kata-kata menjadi kurang penting. Penyair tidak lagi memedulikan apakah kata yang ditampilkannya itu terlalu denotatif, kurang puitis, kurang imajinatif berlebihan (kurang hemat), dan semacamnya. Ia bebas terhadap kata-kata....
Kalimat yang tepat untuk melengkapi paragraf esai tersebut adalah....
Kata-kata sangat dipentingkan dalam proses kreatif pembuatan puisinya.
Kata-kata tidak lagi menjadi taruhan bagi kepenyairannya.
Penyair kurang cermat terhadap kata-kata atau daya seleksinya kurang.
Penyair cenderung menulis prosa dalam puisinya.
Puisi yang dihasilkan penyair disebut puisi kontemporer.
34. Suatu tulisan yang berisi penilaian suatu karya, disebut ....
resensi
kritik
esai
artikel
editorial
35. Perhatikan cuplikan berikut.
' Tentu saja cara ini bukan tanpa resiko. Rangkaian peristiwa yang membangun alur certa jadinya terasa agak lambat. Ia juga boleh jadi akan mendatangkan masalah bagi pembaca yang tidak bisa menikmati kalimat panjang.
Cuplikan tetsrbut di atas termasuk ....
artikel
esai
kritik
resensi
ringkasan
36. Tulisan yang objek kajiannya suatu fenomena, adalah ....
artikel
kritik
esai
resensi
tajuk
37. Esai yang dapat melukiskan subjek atau objek apa saja yang dapat menarik perhatian pengarang.
Tipe esai jenis ini yaitu…
Esai deskriptif
Esai tajuk
Esai cukilan watak
Esai kritik
Esai pribadi
38. Cermati kutipan berikut!
Begitulah maka aku pun pernah jadi buah harap mereka. Buah cakap yang manis didengar dari gadis dan ibu-ibu di kampung. Tiap kali kalau kebetulan aku lewat di muka rrumah mereka, dari celah-celah kerai menjeling beberapa mata jelita. Dan tak jarang aku dapat gangguan ibu-ibu yang suka menyindir. Tapi, aku yang masih terlalu muda, tak mungkin sanggup memikirkan hal-hal yang sulit itu.Lagi pula ayahku (pentolan Serikat Islamnya Tjokroaminoto yang tergolong progresif) tak suka pada fiil macam itu.
Sumber : Djamil Suherman,
“Jadi Santri”
Kalimat kritik yang sesuai dengan kutipan cerpen tersebut adalah…
Cerpen sulit dipahami karena bahasanya berbelit-belit dan mementingkan keindahan.
Penyajian konflik dalam cerita dilakukan secara tersirat, yaitu melalui pikiran-pikiran tokoh.
Cerpen itu kurang menarik karena menggunakan “akuan‟
yang jarang ditemukandalam cerita lain.
Cerpen tersebut sulit dipahami karena memakai kata progresif dan banyak kata asing lainnya.
Latar yang tidak jelas membuat cerpen tersebut tidak menarik si pembaca dan tidak bermakna.
39. Berikut ini yang tidak termasuk prinsip yang perlu diperhatikan oleh kritikus adalah ....
menguasai teknik menulis
membaca karya secara serius
mempunyai data penunjang
mengungkapkan kelemahan
menggunakan kajian teori
Siapa yang tidak ingin bekerja? Orang tua membiayai anaknya sekolah sampai tingkat tinggi, bahkan kalau mampu, hingga bertitel profesor doktor. Tujuannya agar dapat bekerja dan mencari nafkah. Akan tetapi, jika si anak sekolahnya gagal, orang tua pasti marah dan kecewa. Bukankah orang tua rela membiayai pendidikan agar anaknya hidup bahagia?
40. Hal yang diungkapkan dalam kutipan esai tersebut adalah….
Para orang tua menginginkan anak mereka bersekolah agar mudah mendapat pekerjaan.
Orang tua pasti marah dan kecewa jika anaknya gagal sekolah.
Setiap orang tua pasti ingin anaknya bersekolah dan bertitel.
Orang tua rela membiayai pendidikan anaknya agar mencapai gelar yang tinggi.
Salah satu upaya untuk mencapai kebahagiaan dengan bersekolah dan bekerja.
BBM pada tingkat internasional menurun, pemerintah baru akan mengambil kebijakan menurunkan harga BBM bersubsidi di dalam negeri sesuai tingkat yang wajar. Langkah ini ditempuh untuk meringankan beban masyarakat.
41. Kritik terhadap isi paragraf tersebut adalah …
Sudah kewajiban pemerintah untuk menurunkan harga.
Pemerintah harus konsekuen menurunkan harga.
Pemerintah tak perlu menunggu untuk menurunkan harga
Sudah sewajarnya pemerintah menurunkan harga
Pemerintah harus cepat mengambil tindakan
Dokter Sukartono yang beristrikan Sumartini, rumah tangganya dilanda krisis. Keduanya sudah tidak ada lagi komunikasi yang baik. Tini seorang wanita cantik, lincah, sibuk dengan keorganisasiannya. Sedangkan Tono sebagai dokter sibuk mengurusi pasiennya. Bila Tono pulang ke rumah, tidak pernah mendapatkan sambutan ramah dan istrinya (Tini). Tono menuduh Tini sebagai seorang istri yang tidak setia, Tini dianggap angkuh, tidak mau menuruti perintah suami. Keduanya sama-sama egois tidak ada yang mau mengalah.
42. Kalimat kritik yang sesuai dengan penjelasan tersebut adalah….
Cerita ini tidak lagi sesuai dengan perkembangan zaman, karena dalam rumah tangga yang harmonis harus ada saling pengertian.
Tema cerita berkisar krisis sosial manusia golongan intelektual yaitu seorang dokter tidak dapat mengatasi kehidupan rumah tangganya.
Pelukisan ceritanya sedemikian realistis cenderung kepada ekspresionisme, ini terlihat pada pelukisan keadaan secara blak-blakan antara tokoh Tono dan Tini.
Dalam novel ini dijelaskan bagaimana sikap tokoh aku yang selalu berusaha mencintai istrinya dengan baik, lemah lembut, sabar.
Seharusnya kaum intelektual memberikan contoh yang baik kepada generasi muda bukan memberikan contoh yang negatif.
43. Cermati paragraf berikut!
“Maaf Bu, seminggu yang lalu ketika Thu sedang keluar kelas sebentar, saya buka buka buku paket Ibu, maksud saya ingin menyontek jawaban soal latihan, tidak sengaja saya melihat tulisan di halaman belakang buku tersebut.” Ujar Teja sambil terisak-isak memberi keterangan dengan lugunya. Wajahnya ia tutup dengan kain sarung bututnya penuh rasa bersalah.
Kalimat kritik yang sesuai dengan kutipan cerpen tersebut adalah …..
Cerpen menceritakan kehidupan guru di pedesaan dengan segala permasalahannya.
Cerita ini sebenarnya menarik. Namun dalam kenyataan, mungkinkah seorang murid berani membuka-buka buku milik guru, apalagi dengan tujuan menyontek. Bagian ini jelas menunjukkan kurang logisnya jalinan cerita yang disajikan.
Bahasa yang digunakan pengarang sangat sederhana. Dengan menggunakan bahasa sehari-hari cerpen mudah diikuti jalinan cenitanya.
Tokoh Teja diceritakan dalam cerpen ini sebagai seorang siswa yang berani, kurang jujur, tetapi sangat menyayangi gurunya. Ia sangat sedih ketika mengetahui bahwa gurunya akan pindah.
A. Kisah kehidupan di desa memang sangat menarik untuk disimak, apalagi cerita yang diangkat cerpen ini menceritakan konflik batin seorang guru yang berasal dan kota, namun ditugaskan di desa.
44. Cermatilah kutipan novel berikut
“Dia bibi saya, Bu” jelas Teja seperti mengerti kebingungan Ratna.
“Ibu saya menjadi TKW di Arab Saudi sejak saya berusia dua tahun. Sampai sekarang ibu saya tidak pernah pulang, kirimannya pun sudah terhenti sejak enam tahun yang lalu. Ayah tidak pernah berhasil mencari tahu keberadaan ibu.” Jelas Teja. Kemudian dengan suara yang semakin bergetar Teja melanjutkan pembicaraannya.
“Mungkin ibu tidak betah tinggal dan mengajar di sini. Padahal, kami suka belajar dengan ibu, walaupun susah tetapi kami ingin bisa. Tolong Bu, beri kesempatan pada kami untuk bisa belajar dengan Ibu lebih lama lagi!” ucap Teja sambil meneteskan air mata tak kuasa menahan perasaannya.
“Maafkan ibu juga Ja, tapi …”
“Tapi Ibu merasa terkekang di sini. Di sini Ibu tidak bisa mewujudkan cita-cita Ibu, begitu kan?” serobot Teja lagi.
Ratna tak mengira muridnya punya keberanian untuk berbicara seperti itu.
Kalimat esai yang sesuai dengan kutipan cerpen tersebut adalah …..
Sebagai cerita yang mengisahkan kehidupan guru yang ditempatkan di pedesaan, cerita ini mampu menampilkan konflik batin sang guru. Bahasa yang digunakan lugas dan jelas.
Sebagai cerita yang mengisahkan kehidupan di desa cerita ini mengisahkan seorang guru yang ditugaskan di desa. Ia hidup di tengah masyarakat desa yang hidup serba kekurangan.
Tema cerita ini terlalu biasa yaitu tentang kehidupan di desa yang serba kekurangan. Tentunya dapat dipahami jika di desa serba kekurangan karena tempatnya jauh.
Orang desa memang banyak yang menjadi TKW karena kehidupan di desa serba kekurangan. Jadi hal ini tidak menarik untuk dijadikan bahan cerita.
Sosok Teja adalah seorang siswa yang begitu menyayangi gurunya. Karena gurunya mengajar penuh kasih seperti ibunya. Ia sangat kecewa ketika ia mengetahui bahwa gurunya berniat untuk pindah.
45. Bacalah dengan cermat kutipan esai berikut!
Kita perlu mengembangkan apa yang disebut sebagai sastra kontekstual. Dalam jenis sastra ini, para sastrawan sadar benar bahwa dia mencipta untuk kelompok konsumen tertentu. Dia tidak berpretensi bahwa karya sastranya akan dinikmati seluruh umat manusia, karena dia sadar bahwa seorang superman dapat terbang keluar dari kenyataan konteks sejarah. Dia tidak kecewa kalau dia tidak berhasil memenangkan hadiah Nobel.
Hal yang diungkapkan dalam kutipan esai tersebut adalah ….
penulis sastra kontekstual bukanlah sperman
sastra kontekstual saat ini perlu dikembangkan
sastra kontekstual memiliki konsumen tertentu
penulis tidak kecewa bila tidak mendapat hadiah
sastra
kontekstual adalah jenis sastra tertentu
46. Cermati kutipan berikut!.
Ketika dengan malu-malu Bejo menemuinya, dengan lagak bijak, Paman Bablas berkhotbah, ”Bejo? Jadi Pilot? Jadilah pedagang. Kalau sudah berhasil seperti aku, heh dapat menjadi politikus. Setiap saat bisa menyogok dan mendirikan maskapai penerbangan sendiri, kalau perlu, kelas bohong-bohongan”.
Mungkin karena wajah Bejo kocak, Paman Bablas tidak sampai hati untuk menolak. Maka, semua biaya pendidikan Bejo di akademi pilot ditanggung oleh Paman Bablas. Kendati otak Bejo sama sekali tidak cemerlang, akhirnya lulus, dan resmi mempunyai hak untuk menjadi pilot.
Kalimat kritik yang sesuai dengan kutipan tersebut adalah...
Isi cerita hidup dan sajiannya sangat lucu sehingga membuat pembaca tidak bosan dan akan menyelesaikan membaca cerita sampai akhir.
Isi cerita sangat berani mengungkapkan kebenaran fakta dalam kehidupan . Namun nama ”Bejo” sebaiknya diganti agar tidak menyiratkan suku tertentu.
Tokoh ”Bejo” dalam cerita mewakili salah satu tokoh yang ditemukan dalam kehidupan yang memiliki prilaku seperti ”Bejo”, pemberani, tebal muka, dan ambisius
Keberanian seorang Bejo dapat ditemukan dalam kehidupan nyata. Namun keberaniannya tidak memikirkan dampak yang ditimbulkannya.
Kisah ini sangat menarik untuk dibaca sebagai bacaan ringan yang hanya bernilai hiburan dan ceritanya hanya khayalan yang tidak sesuai dengan kenyataan.
47. Bacalah dengan cermat paragraf esai sastra berikut!
Karya rekaan atau karya sastra merupakan analisis dan pengamatan pengarang terhadap realitas sosial suatu masyarakat. Suatu realitas kondisi masyarakat dengan permasalahan yang begitu kompleks dan tak pernah usai. Suka duka kehidupan dan cara manusia mengatasinya di kemas pengarang dengan sentuhan imajinasi. ….
Kalimat yang sesuai untuk melengkapi paragraf esai tersebut adalah …
Hal inilah yang dapat menjadikan sebuah karya sastra lebih bermakna sehingga dapat pula menjadi renungan bagi pembaca.
Memang karya rekaan itu merupakan cermin rekaman kehidupan manusia.
Karya rekaan atau karya sastra dapat dijadikan sebagai sarana untuk mencari
hiburan sekaligus pengetahuan tentang kehidupan.
Karya sastra merupakan hasil imajinasi pengarangnya.
Memang, karya rekaan atau karya sastra merupakan paduan antara realitas kehidupan dan imajinasi pengarangnya.
48. Bacalah kutipan teks berikut!
Di antara rangkaian peristiwa yang dibangun dan dihidupkan oleh setiap tokohnya, menyelusup pula mitos tentang manusia harimau, potret bersahaja masyarakat pinggiran, dan keakraban kehidupan mereka. Sebuah pesona yang disampaikan lewat narasi yang rancak yang seperti menyihir pembaca untuk terus mengikuti kelak-kelok peristiwa yang dihadirkannya.
Kutipan tersebut merupakan contoh tulisan...
resensi
kritik
esai
artikel
ringkasan
49. Bacalah kutipan teks berikut!
...Sebuah novel yang juga masih memendam semangat eksperimen. Berbeda dengan Cantik itu
Luka yang mengandalkan kekuatan narasi yang seperti lepas kendali dan deras menerjang apa saja, Lelaki Harimau
memperlihatkan penguasaan diri narator yang dingin terkendali, penuh pertimbangan, dan kehati-hatian.
Kutipan tersebut termasuk ...
sistematia esai (pernyataan pendapat)
sistematika kritik (pernyataan pendapat)
sistematika kritik (argumentasi)
sistematika esai (argumentasi)
sistematika esai (penegasan ulang)
50. Bacalah kutipan teks berikut!
Walhasil, akhirnya selalu harus ada kesadaran akan batas tafsir. Akan selalu ada yang tak akan terungkap—dan bersama itu, akan selalu ada Gotham yang terancam kekacauan dan keambrukan. Itu sebabnya dalam “The Dark Knight Rises”, Inspektur Gordon tetap mau menjaga misteri Batman, biarpun dikabarkan Bruce Wayne sudah mati. Dengan demikian bahkan penjahat yang tecerdik sekalipun tak akan bisa mengklaim ”aku tahu”.
kutipan tersebut termasuk...
sistematika esai (pernyataan pendapat)
sistematika kritik (argumentasi)
sistematika esai (argumentasi)
sistematika kritik (penegasan ulang)
sistematika esai (penegasan ulang)
