Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

SOAL PRE TEST IHT QHSE & HIRADC

Total questions: 10

Worksheet time: 5mins

Name
Class
Date
1.

1.    Sebutkan kategori property damage dari rasio kejadian/kecelakaan dalam angka jumlah kejadian menurut acuan Piramida Kejadian dari teori  “Frank Bird”

a)

a.    1

b)

b.    10

c)

c.    30

d)

d.    60

e)

e.    300

2.

2.     Yang tidak termasuk dalam “kerugian akibat suatu kecelakaan” (accidental loss) adalah:

a)

a.     Cedera pada manusia

b)

b.     Nyaris (hampir celaka)

c)

c.     Kerusakan peralatan

d)

d.     Pencemaran lingkungan

e)

e.     Shut down yang tidak terencana

3.

3.      Bahaya potensial (potential hazard) adalah sumber energi dan/ atau situasi yang mempunyai potensi menyebabkan kerugian (accidental loss), berupa cedera manusia, kerusakan harta benda, pencemaran lingkungan dan gangguan proses.

Dari daftar potential hazard dalam jawaban soal berikut dan konsekuensinya yang dapat menyebabkan accidental losses adalah.

a)

a.     Potential Hazard 1: Peralatan kerja tidak sesuai standard dan tidak dipelihara/tidak dirawat. Incident & Accident (konsekuensi)1: Incident-nya: patah/ rusak peralatan dan gangguan progress kerja, dan accident: asset rusak dan pekerjaan terlambat

b)

b.     Potential Hazard 2: Tidak menggunakan APD faceshield saat menggerinda. Incident & Accident (konsekuensi) 2: Incident-nya: Partikel gram dan debu masuk ke mata dan Accident-nya: cedera mata serius

c)

c.     Potential Hazard 3: Luas area kerja terlalu sempit dan kondisi tanah labil

Incident & Accident (konsekuensi) 3: Incident-nya: terjepit mesin sekitar área kerja dan Accident-nya: Cedera diamputasi jari manis pekerja

d)

d.     Jawaban a dan b benar

e)

e.     Jawaban a, b dan benar

4.

4.      HIRADC/ Risk Assesmen adalah sebagai berikut, kecuali:

a)

a.     Sebagai perangkat QHSE dalam proses mengintegrasikan risiko potensial ke dalam sistem yang ada agar KPI Perusahaan tercapai

b)

b.     Sebagai perangkat QHSE dalam proses mengidentifikasi bahaya-bahaya potensial

c)

c.     Menilai risiko dengan menggunakan acuan matriks risiko

d)

d.     Menenenkan tingat risikonya

5.

5.      Dalam kegiatan manajemen risiko pada tempat kerja di pabrik, workshop dan tempat kerja lainnya pada umumnya mencakup:

a)

a.     Identifikasi Bahaya (Hazid)

b)

b.     Penilaian Risiko (Risk Assessment)

c)

c.     Pengendalian Risiko (Risk Control)

d)

d.     Jawaban a, b dan c benar

e)

e.     Jawaban a dan b benar

6.

6.      Job Safety Analysis (JSA) merupakan salah satu metoda yang diaplikasikan dalam program Risk Assesment di tempat kerja. Pilih satu dari kegiatan di bawah ini yang tidak memerlukan JSA.

a)

a.     Untuk meng-investigasi kecelakaan

b)

b.     Pengangkatan beban menggunakan crane

c)

c.     Pekerjaan panas pada tangki solar

d)

d.     Hydrotest pipa bertekanan

e)

e.     Pekerjaan listrik dengan tegangan 220 V.

7.

7.      Berikut adalah salah satu potensi bahaya yang harus anda nilai tingkat risikonya.

“Bila kegiatan kerja sering dilakukan (minimal hampir setiap 2 hari) dan beberpa terjadi per tahun di industri petrokimia, dan apabila terjadi kecelakaan akibat dari proses kerja tersebut dapat merusak peralatan mencapai biaya US$ 120.000. Menurut anda bagaimana tingkat risiko pekerjaan tersebut (bila mengacu pada matriks Risk Assessment perusahaan anda)?”

a)

a.     Risiko tinggi

b)

b.     Risiko sedang

c)

c.     Risiko rendah

d)

d.     Tergantung dengan keputusan manajemen

e)

e.     Tidak ada yang benar

8.

8.     ALARP merupakan kepanjangan dari kalimat di bawah ini, yakni perlunya pertimbangan terhadap pengendalian risiko dari setiap kegiatan kerja ke tingkat serendah mungkin dan layak dilakukan. Kepanjangan ALARP tersebut adalah:

a.     As Lowest As Reasonably Practicable

a)

a.     As Lowest As Reasonably Practicable

b)

b.     As Lower As Reasonably Practicable

c)

c.     As Low As Reasonably Practicable

d)

d.     Semua jawaban benar

e)

e.     Tidak ada yang benar

9.

9.     Fator bahaya fisik terkait kesehatan kerja adalah benar, kecuali:

a)

a.     Kebisingan, getaran, radiasi, suhu yang ekstrim, radiasi ionisasi

b)

b.     Cara pengangkatan barang secara manual yang tidak aman

c)

c.     Radiasi non ionisasi, tekanan ekstrim, vibrasi

d)

d.     Mekanik, listrik, sinar

e)

e.     Semua jawaban a, b dan c benar

10.

10.     Grounding system pada kegiatan pekerjaan instalasi listrik harus dilakukan untuk menghindari kerusakan instalasi dan bahaya pekerja tersengat setrum. Langkah dalam kegiatan serupa ini disebut sebagai:

a)

a.     Eliminasi

b)

b.     Subsitusi

c)

c.     Engineering

d)

d.     Administrasi

e)

e.     Alat Pelindung Diri