WorksheetsLatihan Soal SAS PAHBP 7
Total questions: 25
Worksheet time: 49mins
Weda sebagai kitab suci agama Hindu ajarannya diyakini dan dipedomani oleh umat Hindu sebagai satu-satunya sumber bimbingan dan informasi yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari ataupun untuk waktu-waktu tertentu. Weda digolongkan menjadi dua kelompok, yaitu ....
Sruti dan Smrti
Mantra dan Upanisad
Itihasa dan Purana
Sruti dan Stawa
Kitab Smrti merupakan kitab yang disusun berdasarkan ingatan para Maharsi. Kitab Smrti merupakan pengantar dan penunjang dalam mempelajari Weda Sruti. Weda Smrti digolongkan menjadi dua kelompok yaitu Wedanngga dan Upaweda. Dari pengelompokkan kitab Smrti tersebut yang artinya sebagai kitab yang dekat dengan Weda adalah ....
Nirukta
Wedangga
Itihasa
Upaweda
Perhatikan pernyataan berikut!
(1) Menjaga kelestarian alam dengan tidak merokok di tempat suci.
(2) Musyawarah untuk mengambil keputusan dengan baik.
(3) Menjaga kelestarian alam dengan tidak membuang sampah sembarangan.
(4) Tidak memaksanakan kehendak dalam musyawarah.
Pernyataan yang benar berkaitan dengan Palemahan ditunjukkan pada nomor ....
(1) dan (2)
(1) dan (3)
(1) dan (4)
(2) dan (4)
Kitab Ramayana merupakan sebagai salah satu kitab wiracarita yang memuat cerita tentang perjalanan Suci Sang Rama. Kitab ini merupakan karya besar dari Maharsi ....
Kanwa
Wyasa
Walmiki
Grtsamada
Kitab Mahabharata merupakan kitab kuno yang menceritakan tentang keluarga besar Bharata, menceritakan Perang Bharatayudha antara Pandawa dan Kurawa, yang mana dalam kitab tersebut terdiri atas ....
16 Parwa
17 Parwa
18 Parwa
19 Parwa
Kitab ini bersumber pada Upaweda, dan kitab Upaweda sendiri bersumber pada Weda Smrti. Kitab ini merupakan cabang Weda yang berisi tentang ilmu kesehatan atau ilmu kedokteran. Kitab ini menekankan pada cara-cara pengobatan untuk mendapatkan kondisi badan yang prima dan memperoleh umur yang panjang. Kitab yang dimaksud adalah ....
Ayurweda
Athasastra
Purana
Itihasa
Kitab Mahabharata menceritakan terjadinya peperangan saudara antara Panca Pandawa dengan seratus Korawa. Kitab ini merupakan epos besar yang sampai saat ini masih diingat dan dipelajari. Penyusun atau penulis kitab Mahabharata bernama Maharasi ....
Walmiki
Pulaha
Kanwa
Wyasa
Secara Etimologi kata Upaweda terdiri dari 2 kata yakni Upa dan Weda. Upa berarti ... dan Weda berarti ilmu pengetahuan. Jawaban yang tepat untuk melengkapi soal adalah ...
Jauh
Dekat
Bagian
Kelompok
Dalam kitab Mahabharata yang menceritakan kehidupan Pandawa dan Drupadi di hutan Dwaita dan Kamyaka selama 12 tahun. Pandawa bersama Drupadi menjalani masa pembuangan di dalam hutan dengan penuh suka dan duka. Bagian Parwa yang menceeritakan kisah di atas adalah ....
Sabha Parwa
Drona Parwa
Wana Parwa
Adi Parwa
Upaweda sangat besar peranan dan fungsinya dalam kehidupan kita. Adapun fungsi Upaweda yaitu ....
Upaweda sebagai sumber hukum Hindu, sumber etika dan morallitas, sumber ajaran kepemimpinan, seni dan pengobatan
Upaweda sebagai panutan sekaligus pelengkap dalam mendalami pengetahuan yang terdapat dalam kitab Sruti
Upaweda sebagai susastra agama Hindu, dipergunakan untuk mencari kekayaan
Upaweda sebagai Weda Sruti yang merupakan wahyu dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa
Perhatikanlah pernyataan berikut!
Bagian-bagian Panca Sradha :
(1) Brahman
(2) Atma
(3) Karmaphala
(4) Punarbhawa
(5) Moksa
Sinta meyakini bahwa di dalam dirinya terdapat kekuatan dari Sang Hyang Widhi Wasa, yang menyebabkan ia bisa bernafas dan hidup. Oleh karena itu, ia selalu bersembahyang tepat waktu, baik pada tempat suci yang ada di rumahnya maupun di sekolah. Jika perilaku Sinta dihubungkan dengan bagian-bagian Panca Sradha di atas, maka bagian yang tepat ditunjukkan pada nomor ....
(1) dan (2)
(1) dan (3)
(2) dan (3)
(3) dan (4)
Menurut ajaran agama Hindu, manusia memiliki tiga lapisan badan yang disebut dengan Tri Sarira, dengan keutuhan serta kesempurnaan badannya manusia dapat berfikir, berkata, dan berbuat. Namun setelah meninggal, badan kasar (badan jasmani) manusia akan mengalami kahancuran. Badan kasar dalam Tri Sarira disebut ....
Sthula Sarira
Suksma Sarira
Antahkarana Sarira
Sanatana Sarira
Menurut filsafat Adwaita Wedanta memahami antara Brahman dan Atman itu sesungguhnya adalah sama. Hal ini dapat diumpamakan seperti pernyataan berikut ini, yaitu ....
bagaikan ayam denga telurnya
bagaikan bunga dengan tangkainya
bagaikan kereta dengan kusirnya
bagaikan matahari dengan sinarnya
Atman, jiwa dan roh sesungguhnya memiliki perbedaan sesuai pada fungsinya tetapi hakikatnya sama. Begitu pula Atman yang terdapat dalam setiap makhluk hidup memiliki nama yang berbeda-beda tetapi memiliki fungsi yang sama yakni menghidupi makhluk. Atman yang menghidupi kelompok Dwi Pramana (binatang) disebut ....
Jiwatman
Janggama
Sthawara
Paramatma
Perhatikan pernyataan berikut ini!
Adahya artinya tidak terbasahi oleh air
Acesya artinya tidak terkeringkan oleh angin
Awyakta artinya tidak terlahirkan
Awikara artinya tidak berubah
Acintya artinya tidak terpikirkan
Di antara sifat-sifat Atman di atas yang sesuai dengan artinya ditunjukkan pada nomor ....
1, 2, dan 3
1, 2, dan 4
2, 4, dan 5
3, 4, dan 5
Perhatikan gambar!
Atman yang menghidupi kelompok Eka Pramana (tumbuh-tumbuhan) disebut ....
Brahman
Sthawara
Janggama
Jiwatman
Perhatikan pernyataan berikut!
Menjaga kelestarian alam dengan tidak merokok di tempat suci
Musyawarah untuk mengambil keputusan dengan baik
Menjaga kelestarian alam dengan tidak membuang sampah sembarangan
Tidak memaksakan kehendak dalam musyawarah
Pernyataan yang benar berkaitan dengan Palemahan ditunjukkan pada nomor ....
1 dan 2
1 dan 3
1 dan 4
2 dan 4
Sang Hyang Widhi sebagai sumber Atman, berada dimana-mana, tidak berubah-ubah dan mampu menghidupi seluruh makhluk hidup yang ada di alam semesta. Pernyataan ini merupakan arti dari ....
Sarwa butesu cittah
Brahman Atman Aikyam
Brahman aham asmi
Wyapi Wyapaka Nirwikara
Sebagai sumber hidup Atman mempunyai beberapa fungsi selain sifat-sifatnya, adapun fungsi Atman setelah badan wadagnya (badan kasar/jasmani) mengalami kehancuran yakni ....
Atman saebagai sumber hidup alam pikiran, meliputi pikiran, perasaan, dan intuisi
Atman sebagai sumber hidup Sthula Sarira meliputi darah, daging, tulang, lendir, otot, sumsum, otak, dan sebagainya
Atman bertanggung jawab atas baik buruk segala karma kita dimasa lalu dan sekarang
Atman sebagai saksi dalam hidupnya manusia dan sumber penyebab segalanya
Kitab Bhagawadgita XIII.13 menjelaskan bahwa Atman dengan Brahman menunggal adanya, maka sudah tentu sifat-sifatnya sama. Selain sifat-sifat tersebut Atman juga memiliki fungsi sebagai sumber hidup dan salah satu di antaranya adalah ....
Atman sebagai pencari nafkah
Atman sebagai sumber hidup sthula sarira
Atman sebagai penyelamat hidup
Atman sebagai sumber hidup dan pemberi makanan
Ajaran Tri Hita Karana jika dijalankan dengan sungguh-sungguh dalam kehidupan sehari-hari, maka akan berdampak baik terhadap kehidupan. Berikut ini merupakan manfaat dari penerapan Tri Hita Karana adalah ....
terhindar dari marabahaya
hidup menjadi lebih tenang
memudahkan jalan mencapai tujuan
membuat hidup kekal dan abadi
Agar tujuan hidup bisa tercapai dengan apa yang diharapkan, maka konsep ajaran Tri Hita Karana harus diterapkan sebaik mungkin, mulai dari lingkungan keluarga, sekolah, dan lingkungan masyarakat. Di bawah ini yang termasuk penerapan konsep ajaran Tri Hita Karana adalah ....
Menjaga hubungan yang harmonis antara manusia dengan Tuhan, melalui pelaksanaan Dewa Yadnya
Mengeksploitasi sumber daya alam secara berlebihan
Tidak melaksanakan tebang pilih pohon
Membuang sampah sembarangan
Pelaksanaan upacara Yajna tidaklah harus dilaksanakan secara besar-besaran, atau berlebihan karena pelaksanaan Yajna terdiri atas tiga tingkatan yang boleh dilakukan oleh setiap umat Hindu. Tingkatan pelaksanaan upacara Yajna "sedang" dinamakan dengan ....
madya
utama
nista
utamaning nista
Porosan merupakan salah satu sarana upacara yang sangat penting sesuai dengan kearifan lokal Hindu di Bali. Porosan yang terdiri atas buah pinang, kapur yang dibungkus dengan sirih. Dalam lontar Yajna prakerti disebutkan pinang, sirih, dan kapur adalah lambang pemujaan kepada Sang Hyang Widhi Wasa, dalam manifestasinya sebagai Dewa Tri Murti , yang mana daun sirih melambangkan pemujaan kepada dewa ....
Wisnu
Iswara
Brahma
Siwa
Kitab Negarakertagama merupakan salah satu kitab yang sangat terkenal yang berisikan berbagai ilmu kepemimpinan yang dipedomani oleh Gajah Mada. Kitab ini ditulis oelh seorang pujangga yang terkenal bernama ....
Empu Prapanca
Empu Panuluh
Empu Gandring
Empu Sedah
