wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Tutor Apoteker 1

Total questions: 10

Worksheet time: 10mins

Name
Class
Date
1.

Yang TIDAK termasuk ruang lingkup ilmu kimia analisis?

a)

Analisis Kualitatif

b)

Analisis Kuantitatif

c)

Analisis Struktur

d)

Analisis obat

2.

Yang BUKAN merupakan jenis titrasi adalah . . .

a)

Titrasi gravimetri

b)

Titrasi asam basa

c)

Titrasi kompleksometri

d)

Titrasi bebas air

3.

Apoteker bagian pemastian mutu industri farmasiakan menganalisis kandungan etakridin laktat (rivanol) dengan metode titrimetri. Berdasarkan farmakope rivanol memiliki karakteristik sebagai berikut :

Pemerian : Serbuk hablur, kuning, tidak berbau, rasa sepat dan pahit. Larutan dalam air bereaksi netral, jika diencerkan berflouresensi hijau

Kelarutan : agak sukar larut dalam air, mudah larut dalam air panas, sukar larut dalam etanol.

Wadah dan penyimpanan : Dalam wadah tertutup rapat dan terlindung cahaya

Manakah metode titrimetri yang digunakan?

a)

Titrasi asam basa

b)

Titrasi pengendapan

c)

Titrasi kompleksometri

d)

Titrasi iodometri

e)

Titrasi bebas air

4.

Apoteker bagian pemastian mutu industri farmasi akan menentukan kadar amonium klorida (NH4Cl) dalam sediaan obat batuk. Berdasarkan Farmakope Indonesia Edisi VI, zat aktif ini dapat dianalisis dengan menggunakan metode titrasi. Apakah metode titrasi yang tepat?

a)

lodimetri

b)

Kompleksometri

c)

Titrasi Bebas Air

d)

Argentometri

e)

Alkalimetri

5.

Apoteker bagian pemastian mutu industri farmasi akan menganalisis kadar bahan baku sulfamerazin dengan metode titrimetri. Berdasarkan farmakope sulfamerazin memiliki karakteristik sebagai berikut :

Pemerian : Serbuk atau hablur putih atau agak putih kekuningan; tidak berbau atau praktis tidak berbau; rasa agak pahit; stabil diudara, tetapi perlahan-lahan menjadi gelap pada pemaparan terhadap cahaya.

Manakah metode titrimetri yang dapat digunakan?

a)

Titrasi nitrimetri

b)

Titrasi asidimetri

c)

Titrasi alkalimetri

d)

Titrasi kompleksometri

e)

Titrasi permanganometri

6.

Apoteker di BPOM melakukan pengujian surveilance terhadap kadar borak dalam pempek secara titrimetri. Sampeli dihaluskan dan dicampur dengan air panas dan didihkan kemudian disentrigugasi  sehingga diperoleh supernatan. 10 ml sampel dipipet kemudian dititrasi dengan asam klorida 0,1 N. Terdapat beberapa indikator yang yang dapat digunakan dan tersedia di laboratorium, diantaranya (lihat pada tabel):

Manakah indikator yang tepat digunakan untuk titrasi tersebut?

a)

Bromkresol hijau

b)

Bromtimol biru

c)

Metil jingga

d)

Metil kuning

e)

Fenolftalein

7.

Apoteker pemastian mutu melakukan penetapan kadar bahan baku etakridin laktat dengan menggunakan metode titrasi. Dalam proses penetapan kadar tersebut diperlukan larutan asam klorida untuk proses pelarutan, Jika ketersediaan asam klorida di laboratorium memiliki konsentrasi 12N dan akan dibuat larutan asam klorida 2N sebanyak 1L . Berapakah volume (mL) asam klorida pekat yang diperlukan?

a)

24

b)

42

c)

72

d)

143

e)

167

8.

Apoteker pemastian mutu akan melakukan penetapan kadar HCL dengan titrasi. Jika sebanyak 10 ml larutan HCl yang tidak diketahui konsentrasinya dititrasi dengan NaOH 1 M. Saat titrasi dibutuhkan 15 ml NaOH sehingga indicator PP berubah warna menjadi merah muda. Berapa konsentrasi HCl tersebut?

a)

3.5 M

b)

4,3 M

c)

0,1 M

d)

1,5 M

e)

2,5 M

9.

Apoteker pemastian mutu melakukan pengujian kadar bahan baku ammonium klorida. Sebanyak 100 mg sampel dilarutkan dalam 50 mL metanol, kemudian dititrasikan dengan asam perklorat 0,2N dan diperoleh volume titran 16,9 mL (Diketahui kesetaraan : Tiap mL perak nitrat 0,1 N setara dengan 5,349 mg NH4Cl).  Berapakah mg ammonium klorida yang terukur dalam sampel?

a)

45

b)

88

c)

90

d)

175

e)

181

10.

Apoteker pemastian mutu industri farmasi melakukan penetapan kadar terhadap bahan baku selenium sulfida secara titrimetri. Sebanyak 50 mg didigesti dengan HNO3 dan digenapkan hingga 100 mL dengan penambahan air. kemudian ditambahkan kanji dan kalium iodida. Iodium yang terbentuk dititrasi dengan natrium toisulfat 0,05N. Hasil pengujian menunjukkan volume peniter yang digunakan sebanyak 50,9 mL dan 0,4 untuk titrasi blanko. Diketahui kesetaraan : Tiap mL natrium tiosulfat 0,05 N setara dengan 987,0 mikrogram Se. Berapakah % kemurnian selenium sulfida yang terukur?

a)

92,78

b)

98,70

c)

99,68

d)

100,48

e)

101,26