wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

LATIHAN SOAL PUISI KELAS X

Total questions: 30

Worksheet time: 2hrs 30mins

Name
Class
Date
1.

Puisi berjudul “aku“ merupakan karya dari....

a)

Goenawan Muhammad

b)

Chairil Anwar

c)

Acep Zamzam

d)

H.B. Jasin

e)

Sitor Situmorang

2.

Perhatikan penggalan puisi berikut!

Sajak putih

Karya : Chairil Anwar

Bersandar pada tari warna pelangi

Kau depanku bertudung sutra senja

Di hitam matamu kembang mawar dan melati

Harum rambutmu mengalun bergelut senda

Diksi yang ditumbulkan dari kata “warna pelangi” dalam puisi tersebut adalah....

a)

gambaran hati seoarang pemuda yang sedang senang

b)

pada sore hari

c)

bola matanya yang indah

d)

indahnya menjalani kehidupan

e)

mengagumi wanita yang dicintai

3.

Maksud puisi tersebut adalah……

a)

Cinta bertepuk sebelah tangan

b)

.Cinta tanpa restu orang tua

c)

Rasa cinta yang dalam

d)

Cinta yang sempurna

4.

Bacalah puisi berikut dengan saksama kemudian kerjakan soal-soal berikut!

...

Wahai sahabat

Untuk slamanya

Kita percaya

Tebarkan arah jangan pernah lelah

Untukmu sahabat

...


Tema puisi tersebut adalah ...

a)

Kelelahan

b)

Persahabatan

c)

Perdamaian

d)

Pertemanan

5.

Suasana yang tergambar pada puisi tersebut adalah ....

a)

gembira

b)

bangga

c)

sedih

d)

duka

6.

Tema puisi tersebut adalah ....

a)

Bunga yang berkembang

b)

Pulangnya anak tersayang

c)

Kegembiraan seorang anak

d)

Pulangnya sang kepodang

7.

HAMPA

Sepi di luar

Sepi menekan mendesak

Lurus kaku pohonan

Tak bergerak

Sampai ke puncak

Sepi memagut

Segala menanti, menanti, menanti

Sepi

Tambah ini menanti jadi mencekik

Memberat mencekung punda

Sampai binasa segala. Belum apa-apa.

Karya Chairil Anwar

Amanat yang tepat dalam puisi tersebut adalah . . . .

a)

Hendaknya jangan membuat sseorang harus menunggu.

b)

Menunggu adalah pekerjaan yang sangat membosankan.

c)

Menunggu adalah pekerjaan yang menyedihkan manusia.

d)

Hendaknya seseorang menghindari kebiasaan menunggu.

8.

SURAT DARI IBU

Pergi ke dunia luas anakku sayang

pergi ke hidup bebas

selama angin masih angin buritan

dan matahari pagi menyinari daun-daunan

dalam rimba dan padang hijau


Suasana puisi tersebut adalah . . . .

a)

mengharukan

b)

mengecewakan

c)

menyedihkan

d)

menjengkelkan

9.

.........


Ini dari kami bertiga

Pita hitam pada karangan bunga

Sebab kami ikut berduka

Bagi kakak yang ditembak mati

Siang tadi


Suasana yang terkandung dalam puisi tersebut adalah ....

a)

Marah

b)

Bingung

c)

Sedih

d)

Gembira

10.

senja yang pilu

membuat hari kian membiru

langit tampak keruh

mengantar kepergianmu pahlawanku


gerimis jatuh membasahi pucuk sunyi

melagukan nada-nada lara hati

saat doa-doa ikut tertanam

bersama bayangmu yang kian tenggelam


tema puisi tersebut adalah ....

a)

perjuangan

b)

pahlawan

c)

politik

d)

keagamaan

11.

....

Kami yang kini terbaring antara Krawang-Bekasi

tidak bisa teriak “Merdeka” dan angkat senjata lagi.

Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami,

terbayang kami maju dan mendegap hati ?


makna puisi pada bait tersebut adalah....

a)

Pahlawan tak dikenal yang telah berjuang antara krawang-bekasi tidak bisa berjuang lagi karena mereka telah gugur.

b)

Pahlawan tak dikenal yang ingin dikenang semua orang

c)

Pahlawan yang tidak pernah didengar isi hatinya

d)

Pahlawab yang mempunyai hati yang tulus ikhlas

12.

Bacalah puisi di bawah ini dengan cermat !

... Wahai sahabat

Untuk selamanya

Kita percaya 

Tebarkan arah jangan pernah lelah

Untukmu sahabat 

Suasana yang tergambar dalam puisi diatas yaitu sebagai berikut ..

a)

Semangat

b)

Tegang

c)

Sedih

d)

Sunyi

13.

Setelah perang memberi kita

Puing demi puing kepapaan dan air mata

Daftar jenazah yang senantiasa bertambang

Hutang dalam ratusan jam kerja

Timbullah kini kesabaran dan kekuatan

Memikul berat beban nestapa

Seorang tiada hingganya


Tema puisi tersebut adalah …

a)

Perang menimbulkan hutang

b)

Perang menumbuhkan dendam

c)

Kedamaian tumbuh setelah perang

d)

Perang mengakibatkan kesengsaraan

14.

Seratus Juta


Umat miskin dan penganggur berdiri hari ini

Seratus juta banyaknya

Di tengah mereka takt ahu akan berbuat apa

Kini kutundukkan kepala, karena

Ada sesuatu besar luar bisa

Hilang terasa dari rongga dada

Saudaraku yang sirna nafkah, tanpa kerja berdiri hari ini

Seratus juta banyaknya

Kita mesti berbuat sesuatu, betapa pun sukarnya

(Taufik Ismail)

Amanat puisi tersebut adalah kita harus ..

a)

Tetap berjuang tanpa kenal putus asa

b)

Berjuang untuk sesuatu yang luar biasa

c)

Pasrah pada keadaan yang menyulitkan

d)

Hidup sebagai pejuang hingga akhir usia

15.

Deretan bukit menghijau

Hamparan kerikil dan batu

Air sungai gemericik merdu

Di sanalah tempat kami bersatu

Sungguh indah dikenangkan

Takkan mungkin terlupakan

Imaji penglihatan dalam kutipan puisi tersebut terletak pada baris ke- ....

a)

1 dan 2

b)

2 dan 3

c)

3 dan 4

d)

4 dan 5

16.

Dalam suram dari murung senja

Bersama ketukan jari hujan

Dan di hati bangkit kemanisan

Yang berakhir negeri sendiri

Yang lalu tak kan surut lagi

Amanat yang terdapat pada puisi tersebut adalah …

a)

Janganlah suka bermain air hujan

b)

Janganlah masalah disimpan dalam hati

c)

Janganlah terlalu memikirkan masa lalu

d)

Janganlah membiarkan pintu terbuka

17.

Memandang senja bersama jingganya

Menikmati pasir putihnya dengan manja

Mendengar riuh ombak yang pulang

Bersenda gurau dengan kelepak camar yang datang menggoda

Tidakkah semua bentuk kebesaran-Nya

Bagi insan yang mempunyai rasa


Isi puisi tersebut adalah ....

a)

seseorang yang sangat mengagumi keindahan sore di pantai

b)

seseorang yang sangat menyadari kebesaran Tuhan melalui pantai

c)

seseorang yang sangat menikmati suasana senja di pantai

d)

seseorang yang mempunyai rasa berlebih terhadap pantai

18.

Seratus Juta

Umat miskin dan penganggur berdiri hari ini

Seratus juta banyaknya

Di tengah mereka tak tahu akan berbuat apa

Kini kutundukkan kepala, karena

Ada sesuatu besar luar biasa

Hilang terasa dari rongga dada

Saudaraku yang sirna nafkah, tanpa kerja berdiri hari ini

Seratus juta banyaknya

Kita mesti berbuat sesuatu, betapapun sukarnya. (Taufik Ismail)

Amanat puisi tersebut adalah kita harus ....

A. tetap berjuang tanpa kenal putus asa

B. berjuang untuk sesuatu yang luar biasa

C. pasrah pada keadaan yang menyulitkan

D. hidup sebagai pejuang hingga akhir usia

a)

Tetap berjuang tanpa kenal putus asa

b)

Berjuang untuk sesuatu yang luar biasa

c)

Pasrah pada keadaan yang menyulitkan

d)

Hidup sebagai pejuang hingga akhir usia

19.

Hal yang menonjol dalam sebuah teks puisi yaitu....

a)

keindahan kata-kata

b)

keabsurdan kata-kata

c)

perasaan dan pikiran

d)

ketepatan kata yang digunakan

20.

ANAK YANG ANGKUH

Betapa dinginnya air sungai

Dinginnya! Dinginnya!

Betapa dinginnya daging duka

Yang membaluti tulang-tulangku

. . . .

Karya W.S. Rendra

Imaji/citraan yang terkandung dalam penggalan puisi tersebut adalah...

a)

Penglihatan

b)

Perabaan

c)

Penciuman

d)

Pendengaran

21.

Sepuluh November

Saat itu

Api yang membakar dadamu

Mengukuhkan semangat juangmu

Saat ini

Meskipun jasmanimu cacat

Jiwamu, pahlawan

Memihak yang benar

Semangat yang benar

Semangat itu bergemuruh di dada

Di hati para pemuda


Makna kata yang dicetak tebal dalam puisi di atas adalah . . . .

a)

semangat

b)

zat yang panas

c)

suara

d)

perjuangan

22.

Sebuah jendela kaca membentang dunia lama

dalam suram dari murung senja

bersama ketukan jari hujan

dan di hati bangkit kemanisan

yang berakhir negeri sendiri

yang lalu tak kan surut lagi


Amanat yang terkandung dalam kutipan puisi di atas adalah . . . .

a)

Jangan suka bermain air

b)

Janganlah terlalu memikirkan masa lalu

c)

Janganlah masalah di simpan dalam hati

d)

Janganlah membiarkan jendela terbuka

23.

Bacalah Teks Puisi Berikut dengan Saksama!

Aku lalai di hari pagi

Beta lengah di masa muda

Kini hidup meracun hati

Miskin ilmu miskin harta


(Menyesal, A. Hasyim)

Kata meracun hati pada puisi di atas melambangkan….

a)

kekesalan

b)

kekhwatiran

c)

kelalaian

d)

keteledoran

24.

Bacalah Teks Puisi Berikut dengan Saksama!

Teratai


Kepada Ki Hajar Dewantara

Dalam kebun di tanah airku

Tumbuh sekuntum bunga teratai

Tersembunyi kembang indah permai


Tiada terlihat orang yang lalu

Akarnya tumbuh di hati dunia

Daun berseri, Laksmi mengarang

Biarpun dia diabaikan orang

Seroja kembang gemilang mulia


Teruslah, o, Teratai bahagia

Berseri di kebun Indonesia

Biarkan sedikit penjaga taman


Biarpun engkau tidak dilihat

Biarpun engkau tidak diminat

Engkau turut menjaga jaman


Sanusi Pane, 1957

Puisi tersebut menggambarkan sosok Ki Hajar Dewantara yang dikagumi oleh penyair.Dalam puisinya, kerendahan hati Ki Hajar Dewantara digambarkan laksana sekuntum bunga teratai, tersembunyi kembang indah permai. Hal itu dapat diartikan sebagai ....

a)

seseorang yang terkenal dalam masyarakat

b)

seseorang yang memiliki cita-cita demi kemajuan bangsa Indonesia

c)

seseorang yang memiliki gagasan dalam pendidikan

d)

seseorang yang tidak dikenal oleh banyak orang, diabaikan, atau tidak diminati tetapi gagasannya diterima secara umum bahkan diakui dunia

25.

Bacalah Teks Puisi Berikut dengan Saksama!

Tidak ada lagi pilihan lain. Kita harus

Berjalan terus

Kita adalah manusia bermata kayu, yang di tepi jalan

Mengacungkan tangan untuk oplet dan bus yang penuh

Kita adalah berpuluh juta yang bertahun hidup sengsara

Dipukul banjir, gunung api, kutuk dan hama

Dan bertanya-tanya diam inikah yang namanya merdeka

Kita yang tak punya kepentingan dengan seribu slogan

Dan seribu pengeras suara yang hampa suara


Tidak ada lagi pilihan lain. Kita harus

Berjalan terus.


(”Kita adalah Pemilik Sah Republik Ini”, karya Taufiq Ismail) .

Realitas sosial yang ingin ditunjukkan oleh puisi tersebut adalah ....

a)

orang-orang hidup damai dan layak

b)

orang-orang yang bersatu untuk memperjuangkan kemerdekaan

c)

orang-orang yang mengaku sebagai pemilik republik

d)

orang-orang yang nasibnya tidak diperhatikan oleh negara dan tidak mendapatkan kelayakan padahal sudah merdeka

26.

Bacalah Teks Puisi Berikut dengan Saksama!

HAMPA


Sepi di luar

Sepi menekan mendesak

Lurus kaku pohonan

Tak bergerak

Sampai ke puncak

Sepi memagut

Segala menanti, menanti, menanti

Sepi

Tambah ini menanti jadi mencekik

Memberat mencekung punda

Sampai binasa segala. Belum apa-apa.


Karya Chairil Anwar

Amanat yang tepat dalam puisi tersebut adalah . . . .

a)

Hendaknya jangan membuat sseorang harus menunggu.

b)

Menunggu adalah pekerjaan yang sangat membosankan.

c)

Menunggu adalah pekerjaan yang menyedihkan manusia.

d)

Hendaknya seseorang menghindari kebiasaan menunggu.

27.

Bacalah Teks Puisi Berikut dengan Saksama!

Buka matamu dan bangunlah

Dahului matahari dan sinarnya

Bangun dan basuh mukamu dengan wudu

Uraian sajadahmu

Jika tidak, kelak azan kan menamparmu

Karena telinga tulimu

Majas personifikasi terdapat pada baris ....

a)

baris 6

b)

baris 5

c)

baris 4

d)

baris 3

28.

"Pria itu segera cuci tangan dalam kasus ini" frasa yang bermakna konotasi dalam kutipan tersebut adalah..

a)

pria itu

b)

cuci tangan

c)

dalam kasus

d)

kasus ini

29.

Perhatikan penggalan puisi berikut!

tak ada yang lebih tabah

dari hujan bulan juni

dirahasiakannya rintik rindunya

kepada pohon berbunga itu

tak ada yang lebih bijak

dari hujan bulan juni

dihapusnya jejak-jejak kakinya

yang ragu-ragu di jalan itu

........................


Makna konotasi kata “hujan” pada penggalan puisi di atas yaitu ....

a)

air yang turun dari langit

b)

air yang jatuh ke bumi

c)

perbuatan baik

d)

air untuk kehidupan

30.

Bacalah Teks Puisi Berikut dengan Saksama!

Buka matamu dan bangunlah

Dahului matahari dan sinarnya

Bangun dan basuh mukamu dengan wudu

Uraian sajadahmu

Jika tidak, kelak azan kan menamparmu

Karena telinga tulimu

Majas personifikasi terdapat pada baris ....

a)

baris 6

b)

baris 5

c)

baris 4

d)

baris 3