wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

MANAJEMEN RISIKO K3 (NON KLINIS)

Total questions: 10

Worksheet time: 5mins

Name
Class
Date
1.

Apa yang dimaksud dengan manajemen risiko K3 (non klinis)?

a)

Proses untuk mengidentifikasi, menilai, dan mengendalikan risiko K3 yang terkait dengan kegiatan non klinis di tempat kerja.

b)

Proses untuk memastikan kepatuhan terhadap peraturan K3 di tempat kerja.

c)

Proses untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi di tempat kerja.

d)

Proses untuk meningkatkan keuntungan perusahaan.

2.

Apa saja tahapan dalam manajemen risiko K3 (non klinis)?

a)

Identifikasi bahaya, penilaian risiko, pengendalian risiko, monitoring dan evaluasi.

b)

Perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, dan evaluasi.

c)

Persiapan, pelaksanaan, peninjauan, dan tindakan korektif.

d)

Penilaian, perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian.

3.

Apa saja contoh bahaya K3 (non klinis) di tempat kerja?

a)

Kebisingan, paparan bahan kimia berbahaya, radiasi, ergonomis yang buruk.

b)

Kelelahan, stres, kecelakaan kerja, penyakit akibat kerja.

c)

Kekerasan di tempat kerja, pelecehan seksual, diskriminasi.

d)

Semua jawaban benar

4.

Bagaimana cara menilai risiko K3 (non klinis)?

a)

Mengidentifikasi bahaya dan memperkirakan tingkat keparahan dan kemungkinan terjadinya.

b)

Melakukan pengukuran dan pemantauan tingkat bahaya di tempat kerja.

c)

Menganalisis data kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja.

d)

Semua jawaban benar

5.

Apa saja metode pengendalian risiko K3 (non klinis)?

a)

Eliminasi bahaya, substitusi, rekayasa teknik, pengendalian administratif, Alat Pelindung Diri (APD).

b)

Pemberian pelatihan K3, penyediaan sarana dan prasarana K3 yang memadai, pemeriksaan kesehatan berkala bagi pekerja.

c)

Pembuatan kebijakan dan prosedur K3, penerapan sistem manajemen K3, pelibatan pekerja dalam manajemen K3.

d)

Semua jawaban benar

6.

Apa pentingnya monitoring dan evaluasi dalam manajemen risiko K3 (non klinis)?

a)

Untuk memastikan efektivitas pengendalian risiko yang telah diterapkan.

b)

Untuk mengidentifikasi bahaya dan risiko baru yang mungkin muncul.

c)

Untuk meningkatkan kepatuhan terhadap peraturan K3.

d)

Semua jawaban benar

7.

Siapa yang bertanggung jawab untuk melaksanakan manajemen risiko K3 (non klinis)?

a)

Pimpinan perusahaan

b)

Tim K3

c)

Seluruh pekerja

d)

Semua jawaban benar

8.

Apa manfaat menerapkan manajemen risiko K3 (non klinis) di tempat kerja?

a)

Meningkatkan keselamatan dan kesehatan kerja

b)

Meningkatkan produktivitas dan efisiensi kerja

c)

Menurunkan biaya kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja

d)

Meningkatkan citra perusahaan

9.

Apa saja peraturan perundang-undangan tentang K3 (non klinis) di Indonesia?

a)

UU No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja

b)

PP No. 50 Tahun 2012 tentang Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja

c)

PERMENKES No 66 tahun 2016 tentang Keselamatan dan Kesehatan Rumah Sakit

d)

Semua jawaban benar

10.

Bagaimana cara mendapatkan informasi lebih lanjut tentang manajemen risiko K3 (non klinis)?

a)

Mengikuti pelatihan K3

b)

Membaca buku dan artikel tentang K3

c)

Mengunjungi website Kementerian Ketenagakerjaan

d)

Semua jawaban benar