wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

pmpmpm

Total questions: 61

Worksheet time: 31mins

Name
Class
Date
1.

Bab 1 Keterampilan Yang Diperlukan Untuk Industri Pengolahan Makanan dan Minuman

a)

y

b)

n

2.

第1章飲食料品製造業で必要な技能

a)

y

b)

n

3.

Makanan dan minuman sangat penting bagi kehidupan kita.

a)

(1) “Industri Pengolahan Makanan dan Minuman” adalah

b)

(2) kegiatan memproduksi minuman dan makanan di pabrik.

4.

飲料や食料品は私たちの生活に欠かせません。

a)

飲料や食料品を工場で製造する仕事が「飲食料品製造業」です。

b)

n

5.

Ada berbagai macam pengolahan makanan dan minuman, antara lain pengolahan makanan

a)

(1) seperti ham dan sosis, ikan kaleng, bahan penyedap, roti dan manisan, makanan

b)

(2) bekal (bento) dan lauk-pauk, dan makanan beku, serta industri

c)

(3) pengolahan minuman seperti jus, teh, dan kopi.

6.

ハム・ソーセージ、 魚の缶詰、調味料、パンやお菓子、弁当やそう菜、 冷凍食品などの食料品製造業、ジュースやお茶、コーヒーなどの飲料製造業など、色々な飲食料品製造業があります。

a)

y

b)

n

7.

Menurut statistik Kementerian Pertanian, Kehutanan dan Perikanan, nilai produksi

a)

(1) dalam negeri industri pengolahan makanan Jepang berjumlah

b)

(2) sekitar 37 triliun yen dalam beberapa tahun terakhir.

8.

農林水産省の統計では、日本の食品製造業の国内生産額は、ここ数年、 約37兆円となっています。

a)

y

b)

n

9.

a)

y

b)

n

10.
a)

y

b)

n

11.

Orang dengan izin tinggal Pekerja Berketerampilan Spesifik 1 Industri Pengolahan

a)

(1) Makanan dan Minuman dapat bekerja di industri produk hasil peternakan,

b)

(2) produk makanan laut, bahan penyedap, roti dan camilan, lauk bekal, makanan beku, minuman

c)

(3) ringan, dan lainnya. Setiap industri memerlukan pengetahuan dan

d)

(4) keterampilan dalam “keamanan pangan” dan “keselamatan kerja”.

12.

飲食料品製造業特定技能1号の在留資格者が働く業種は、

a)

(1) 畜産食料品製造業、水産食料品製造業、調味料製造業、パン・

b)

(2) 菓子製造業、そう菜製造業、冷凍調理食品製造業、清涼飲料製造業などがあります。

c)

(3) どの 業種でも、「食品衛生」と「労働安全」の知識と技能が必要となります。

13.

“Keamanan” berarti melindungi kehidupan (jiwa). “Keamanan pangan” adalah upaya agar semua makanan tidak membuat orang sakit atau terluka.

a)

(1) “Manajemen keamanan” dalam pengolahan makanan berarti memproduksi (mengelola) makanan agar orang

b)

(2) yang mengonsumsinya tidak sakit atau terluka. Manajemen keamanan

c)

(3) yang tidak memadai akan menghasilkan makanan yang tidak aman dan membuat konsumen sakit atau

d)

(4) terluka. Perusahaan yang membuat makanan tersebut akan kehilangan kredibilitas.

14.

「衛生」とはいのち(生命)をまもる(衛る)ことです。「 食品衛生」とは、 食品を食べて、人が病気にならないこと、ケガをしないことです。

a)

(1) 食べた人が病気になったりケガをしないように 食品を作る(管理する)ことが、

b)

(2) 食品製造の「衛生管理」です。 食品の衛生管理が十分ではない食品

c)

(3) (安全ではない食品)を食べた人は、病気になったり、ケガをします。

d)

(4) その食品を作った会社は、信用をなくします。

15.

Kecelakaan kerja seperti cedera dapat terjadi di pabrik pengolahan makanan. Untuk menghindari cedera di pabrik dan area kerja, pekerja harus mengenakan pakaian kerja, helm,

a)

(1) dan perlengkapan keselamatan lainnya dengan benar. Selain itu, Anda harus bekerja sesuai

b)

(2) dengan peraturan dan prosedur kerja yang ditetapkan oleh pabrik. Ketika menggunakan mesin dan peralatan,

c)

(3) Anda juga harus mengikuti aturan dan prosedur kerja yang ditetapkan oleh pabrik.

d)

(4) Yang dimaksud dengan “keselamatan kerja” adalah melindungi keselamatan dan kesehatan para pekerja.

16.

食品製造工場では、ケガなどの労働災害が起きています。 工場や作業場でケガなどをしないためには、作業服や

a)

(1) ヘルメットなどの安全保護具を正しく着用しなければいけません。そして、

b)

(2) 工場で決まっているルールや作業手順書を守って作業をおこなわなければいけません。

c)

(3) 機械や器具を使うときも、工場で決まっているルー ルや作業手順書を

d)

(4) 守らなくてはいけません。 作業者の安全と健康を守ることが「労働安全」です。

17.

Bab 2 Keamanan Pangan

a)

y

b)

n

18.

第2章食品衛生

a)

y

b)

n

19.

Keamanan pangan” adalah upaya agar semua makanan tidak membuat orang sakit atau terluka. Dasar-dasar

a)

(1) keamanan pangan adalah tindakan berikut: - Mencuci tangan - Kenakan pakaian kerja

b)

(2) dan sarung tangan dengan benar - Gunakan fasilitas, mesin, peralatan yang bersih.

c)

(3) - Menyimpan makanan dan bahan mentah pada suhu tetap, dll. Manajemen keamanan pangan yang biasa

d)

(4) dilakukan di segala area kerja saat membuat segala macam makanan disebut “manajemen keamanan umum”.

20.

「食品衛生」とは、食品を食べて、人が病気にならないこと、ケガをしな いことです。食品衛生の基本は、次のような行動です。

a)

(1) ・手洗いをする・作業服や手袋を正しく着用する

b)

(2) ・清潔な設備・機械・器具などを使う・食品や原材料を、決まった温度で保管する など

c)

(3) このような、どんな食品を作るときも、どこの作業場でも共通して

d)

(4) おこなわれている基本的な衛生管理を、「一般衛生管理」と言います。

21.

Hal-hal berikut ini penting dalam “manajemen keamanan umum”. (1) 5S/5R (2) Manajemen kebersihan gedung, fasilitas,

a)

[1] peralatan (3) Manajemen kebersihan pekerja (4) Manajemen keamanan bahan baku

b)

[2] dan makanan Setelah melakukan manajemen keamanan umum, ada kalanya kami menentukan proses mana

c)

[3] yang sangat penting (disebut “titik kendali kritis/CCP”) bergantung pada jenis makanan

d)

[4] yang diproduksi dan karakteristik area kerja, fasilitas, dan mesinuntuk melakukan manajemen keamanan pangan.

22.

「一般衛生管理」では、次のことが重要です。  (1)5S  (2)施設、設備、

a)

[1] 器具などの衛生管理 (3)作業者の衛生管理 (4)原材料・食品の衛生管理

b)

[2] 一般衛生管理をおこなった上で、作る食品の種類や、作業場や設備・機械の特徴に応じて、

c)

[3] 特に重要な工程(「 重要管理点(CCP)」と言います。)

d)

[4] を決めて衛生管理をおこなうことがあります。

23.

Manajemen keamanan pangan yang menggabungkan manajemen

a)

(1) keamanan umum dan manajemen titik kendali kritis (“rencana HACCP”)

b)

(2) disebut “manajemen keamanan dengan HACCP”. “HACCP” adalah singkatan

c)

(3) dari Hazard Analysis and Critical Control Points. Artinya “Analisis

d)

(4) Bahaya dan Manajemen Titik Kendali Kritis”, namun biasa disebut dengan “HACCP”.

24.

一般衛生管理とこの重要管理点の管理(「HACCPプラン 」 と言いま す。)を組み合わせておこなう衛生管理を、「HACCPによる衛生管理」と言います。

a)

(1) 「HACCP」は、Hazard Analysis and Critical Control Point 

b)

(2) のことです。日本語に翻訳すると「危害要因分析重要管理点」

c)

(3) ですが、「HACCP」のまま使われています。

25.
a)

y

b)

n

26.
a)

y

b)

n

27.

“Faktor bahaya” adalah penyebab orang menjadi sakit atau terluka. Memproduksi makanan agar orang yang mengonsumsinya

a)

(1) tidak sakit atau terluka (disebut “manajemen keamanan produksi pangan”),

b)

(2) dengan kata lain, memproduksi makanan agar tidak mengandung faktor bahaya.

c)

(3) Manajemen keamanan umum dan manajemen keamanan dengan HACCP memastikan

d)

(4) bahwa makanan tidak mengandung faktor bahaya. Sekarang kita akan belajar

e)

(5) tentang “faktor bahaya”, “manajemen keamanan umum”, dan “manajemen keamanan dengan HACCP”.

28.

「危害要因(ハザード)」とは、人が病気になったりケガをしたりする原因のことです。

a)

(1) 食べた人が病気になったりケガをしないように食品を作ること(「食品製造の衛生管理」

b)

(2) と言います。)は、危害要因が含まれないように食品を作ること、と言うこともできます。

c)

(3) 一般衛生管理もHACCPによる衛生管理も、食品に危害要因が含まれないように

d)

(4) するための活動です。これから、「危害要因」「一般衛生管理」「HACCP

e)

(5) による衛生管理」につ いて学習します。

29.

Faktor bahaya mencakup “bahaya fisik”,

a)

(1) “bahaya kimia”, dan “bahaya biologis”. Selanjutnya kami akan

b)

(2) menjelaskan faktor bahaya yang perlu diwaspadai saat memproduksi makanan.

30.

危害要因には、「物理的危害要因」、「化学的危害要因」、「生物的危害要因」があります。

a)

(1) このあと、 食品製造で気をつけなければならない危害要因について説明します。

b)

n

31.

Faktor bahaya yang secara fisik dapat menyebabkan cedera pada manusia,

a)

(1) seperti gigi terkelupas karena tekstur keras atau

b)

(2) menyebabkan luka di mulut karena ujung yang tajam, disebut sebagai

c)

(3) “bahaya fisik.” Tabel di bawah menunjukkan faktor bahaya fisik yang paling umum.

32.

危害要因の中で、硬くて歯が欠ける、尖っていて口の中に傷ができるなど、

a)

(1) 物理的なことが原因で人にケガをさせるおそれがあるものを

b)

(2) 、「 物理的危害要因」 と言います。 次の表は物理的危害要因の中で代表的なものです。

33.
a)

y

b)

n

34.
a)

y

b)

n

35.

“Benda asing” adalah hal yang sudah ada di dalam bahan baku dan tidak dapat dihilangkan sehingga masuk ke produk pangan, atau

a)

(1) hal yang tidak terdapat dalam bahan baku tetapi masuk ke makanan saat

b)

(2) proses produksi. Cangkang telur yang harusnya dibuang tapi masuk ke

c)

(3) telur dadar juga termasuk benda asing. Di antara benda asing, benda keras

d)

(4) seperti potongan logam, potongan kaca, dan batu disebut “benda asing keras”.

36.

原材料の中に入っていて、取り除くことができないで食品に入ってしまったもの、

a)

(1) もとの原材料や食品には入っていなかったのに食品を製造している間に入ってはいけないものが

b)

(2) 入ってしまったものを、「異物」と言います。 取り除いたはずなのに卵焼きなどの料理に

c)

(3) 入ってしまった卵の殻も異物です。異物の中で、金属片やガラス片、

d)

(4) 石のように硬いものを「硬質異物」と言います。

37.
a)

y

b)

n

38.
a)

y

b)

n

39.

Untuk mencegah masuknya bahaya fisik ke dalam makanan, kita perlu mencegah masuknya benda asing keras. Oleh karena itu,

a)

(1) sayuran yang mungkin terdapat tanah atau kerikil harus dicuci,

b)

(2) disortir, atau diproses. Potong akar sayuran, buang cangkang kerang

c)

(3) serta insang dan tulang ikan. Gunakan penutup wadah saat menyimpan bahan-

d)

(4) bahan yang sudah diproses persiapan atau makanan yang sudah dimasak.

40.

物理的危害要因が食品に入らないようにするためには、硬質異物の混入を 防止しなければいけません。このため、土や小石がついているかもしれない野菜を洗浄したり、選別したり、下処理によって取り除きます。野菜の根の部分を切り取ったり、貝の殻や魚のエラ・骨を取り除きます。このように下処理が終った材料や調理が終った食品を保管するときは蓋をします。

a)

(1) sayuran yang mungkin terdapat tanah atau kerikil harus dicuci,

b)

(2) disortir, atau diproses. Potong akar sayuran, buang cangkang kerang

c)

(3) serta insang dan tulang ikan. Gunakan penutup wadah saat menyimpan bahan-

d)

(4) bahan yang sudah diproses persiapan atau makanan yang sudah dimasak.

41.

Benda tidak keras seperti serangga, rambut, dan potongan kertas bukan bahaya fisik karena tidak menimbulkan luka pada mulut atau tenggorokan.

a)

(1) Namun, masuknya benda asing tersebut ke dalam makanan akan membuat makanan

b)

(2) tersebut dianggap tidak bersih dan tidak higienis, sehingga muncul komplain

c)

(3) dan pengembalian produk. Benda asing yang tidak keras seperti serangga,

d)

(4) rambut, dan potongan kertas juga harus dicegah masuk ke dalam makanan.

42.

Jika Anda menemukan benda asing, baik keras maupun tidak, segera hentikan

a)

(1) pekerjaan dan laporkan kepada penanggung jawab.

b)

(2) Benda asing tidak hanya menjadi faktor bahaya. Ini juga

c)

(3) menurunkan kredibilitas perusahaan.

43.

Faktor bahaya berupa zat kimia seperti alergen, histamin,

a)

(1) solanin yang terkandung dalam kecambah kentang,

b)

(2) dan bahan kimia seperti disinfektan disebut “bahaya kimia”.

44.

“Zat alergi” adalah zat yang menyebabkan reaksi alergi, disebut juga dengan istilah alergen. “Reaksi alergi” adalah ketika tubuh bereaksi berlebihan

a)

(1) terhadap suatu zat yang masuk ke dalam tubuh sehingga menimbulkan

b)

(2) gejala yang tidak baik. Gejala yang tidak baik antara lain termasuk gatal-gatal,

c)

(3) biduran, bibir atau kelopak mata bengkak, pilek atau bersin terus menerus,

d)

(4) kesulitan bernapas, dan mual. Jika gejalanya parah bisa terjadi kematian.

45.

Menurut undang-undang di Jepang, makanan olahan dari bahan alergen yang menyebabkan banyak

a)

(1) reaksi alergi atau gejala parah harus diberi label untuk menunjukkan bahwa bahan-

b)

(2) bahan tersebut digunakan. Di antaranya, yang wajib diberi label adalah “bahan

c)

(3) baku tertentu”, dan yang direkomendasikan (*) untuk diberi label adalah “bahan

d)

(4) yang setara dengan bahan baku tertentu”. *Dengan kata lain “lebih baik menggunakan label”.

46.
a)

y

b)

n

47.

Mesin dan peralatan yang digunakan untuk menyiapkan bahan baku yang mengandung alergen tidak

a)

(1) boleh digunakan untuk menyiapkan bahan baku berikutnya. Hal ini untuk

b)

(2) mencegah masuknya alergen ke dalam makanan yang dibuat dengan bahan

c)

(3) yang tidak mengandung alergen. Mesin dan peralatan yang digunakan

d)

(4) untuk menyiapkan bahan baku yang mengandung alergen harus dibersihkan.

48.

Penting juga untuk memisahkan peralatan memasak seperti talenan dan pisau berdasarkan bahan baku.

a)

(1) Misalnya, talenan atau pisau untuk memotong telur rebus

b)

(2) dibedakan dengan yang digunakan untuk memotong bahan

c)

(3) lainnya. Hal ini untuk mencegah alergen telur masuk ke bahan lain.

d)

(4)

49.

Bahan pembersih dan disinfektan juga termasuk bahaya kimia.

a)

(1) Bila bahan pembersih atau disinfektan digunakan pada bahan mentah

b)

(2) atau peralatan memasak, bahan atau alat tersebut harus dibilas secara

c)

(3) menyeluruh dengan air agar tidak tertinggal pada makanan.

50.

Ikan yang disimpan dalam kondisi yang buruk, misalnya tidak disimpan di lemari es atau dibekukan segera setelah ditangkap, terutama ikan daging merah seperti tuna,

a)

(1) makarel kuda, sarden, dan makarel, mungkin mengandung zat yang

b)

(2) disebut “histamin”. Mengonsumsi ikan atau makanan yang mengandung

c)

(3) histamin dapat menimbulkan gejala yang mirip dengan reaksi alergi. Ini disebut

d)

(4) “keracunan histamin”. Kadar histamin meningkat bila penyimpanannya buruk,

e)

(5) jadi ikan yang digunakan sebagai bahan baku harus segera disimpan di lemari es atau dibekukan.

51.

Kecambah kentang dan kulit hijaunya mengandung zat yang disebut “solanin”.

a)

(1) Mengonsumsi makanan yang mengandung solanin dapat menimbulkan gejala

b)

(2) keracunan makanan seperti mual, muntah, diare, sakit perut, dan sakit kepala.

c)

(3) Keracunan makanan akibat solanin dapat dicegah dengan membuang kecambah dan kulit hijau kentang.

52.

Faktor bahaya berupa bakteri, virus, parasit, jamur, dan lainnya yang menyebabkan keracunan makanan disebut “bahaya biologis”.

a)

y

b)

n

53.

Di antara bahaya biologis, bakteri dan virus yang menyebabkan penyakit kadangkadang disebut “mikroorganisme patogen”.

a)

(1) Mikroorganisme adalah makhluk hidup berukuran kecil seperti

b)

(2) bakteri dan virus yang hanya bisa dilihat dengan mikroskop.

54.

Di antara mikroorganisme patogen, bakteri penyebab keracunan makanan disebut “bakteri keracunan makanan”.

a)

y

b)

n

55.

Bakteri keracunan makanan yang umum dan gejalanya

a)

y

b)

n

56.

Bakteri keracunan makanan yang umum dan gejalanya

a)

y

b)

n

57.

Endospora Semacam benih bakteri yang mempunyai cangkang.

a)

(1) Bakteri pada umumnya mati karena panas. Namun, di lingkungan yang sulit bagibakteri untuk

b)

(2) tumbuh karena panas atau kekeringan, beberapa bakteri bertahan hidup dengan

c)

(3) memproduksi endospora. Ketika bakteri kembali ke lingkungan di mana mereka dapat dengan

d)

(4) mudah tumbuh, endospora kembali menjadi bakteri normal dan mulai berkembang biak.

58.

Untuk mencegah terjadinya keracunan makanan oleh bakteri, “tiga prinsip pencegahan keracunan makanan” berikut ini penting dilakukan.

a)

A. MENJAUHKAN bakteri keracunan makanan dari makanan

b)

B. MENCEGAH bakteri keracunan makanan berkembang biak di makanan

c)

C. MEMBERANTAS bakteri keracunan makanan pada makanan

59.

Hindari memasukkan bakteri keracunan makanan pada makanan dan bahan baku yang sudah bersih.

a)

(1) Untuk itu cucilah tangan sesuai aturan sebelum mulai bekerja

b)

(2) dan bila diperlukan. Selain itu, bersihkan dan sterilkan mesin

c)

(3) dan peralatan memasak.

60.

Mencegah agar bakteri keracunan makanan tidak berkembang biak di dalam makanan. Bakteri membutuhkan suhu, kelembapan, dan nutrisi untuk berkembang biak. Banyak bakteri yang lebih menyukai lingkungan dengansuhu tinggi (20˚C hingga 50˚C) dan kelembapan yang tinggi (berair).

a)

(1) Bakteri berkembang lebih cepat terutama pada suhu antara 30˚C hingga 40˚C.

b)

(2) Sebaliknya, pada suhu di bawah 10˚C perkembangannyalambat, dan di bawah

c)

(3) 4˚C hampir tidak ada perkembangan. Selain itu, bakteri tidak akan

d)

(4) berkembang pada suhu di bawah -15˚C. Untuk mencegah berkembangnya bakteri

e)

(5) keracunan makanan pada makanan, penting untuk menyimpan makanan pada suhu rendah.

61.

Beberapa bakteri keracunan makanan dapat menghasilkan toksin.

a)

(1) Toksin ini juga bisa menyebabkan keracunan makanan. Beberapa toksin yang dihasilkan

b)

(2) oleh Staphylococcus aureus dan Bacillus cereus tidak hilang meski dipanaskan.

c)

(3) Oleh karena itu, sangat penting untuk mencegah berkembangnya bakteri

d)

(4) keracunan makanan yang menghasilkan toksin (mencegah mereka menghasilkan toksin).