wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

FINAL TEST

Total questions: 30

Worksheet time: 15mins

Name
Class
Date
1.

Apa yang dimaksud dengan ergonomi dalam konteks desain dan lingkungan kerja?

a)

Ilmu yang mempelajari interaksi manusia dengan lingkungan untuk meningkatkan kenyamanan dan efisiensi

b)

Studi tentang desain alat-alat berat untuk mengurangi beban kerja fisik manusia

c)

Cabang ilmu yang fokus pada peningkatan estetika produk agar lebih menarik bagi konsumen

d)

Ilmu yang mempelajari hubungan antara pekerja dan manajer untuk meningkatkan produktivitas perusahaan

2.

Salah satu tujuan utama ergonomi adalah:

a)

Mengurangi biaya produksi

b)

Mengoptimalkan interaksi manusia dengan lingkungan kerjanya

c)

Meningkatkan profit perusahaan

d)

Menambah jumlah pekerja

3.

Prinsip ergonomi yang berfokus pada penggunaan data ukuran tubuh manusia dalam perancangan peralatan dan lingkungan kerja adalah:

a)

Prinsip Keseimbangan antara Kemampuan Manusia dan Beban Kerja

b)

Prinsip Postur dan Pergerakan Kerja

c)

Prinsip Antropometri dan Perancangan

d)

Prinsip Ergonomi Lingkungan

4.

Ruang lingkup ergonomi mencakup analisis berikut, kecuali:

a)

Antropometri

b)

Biomekanika

c)

Psikologi Terapan

d)

Ekonomi Makro

5.

Yang termasuk dalam unsur-unsur ergonomi adalah:

a)

Efektif, nyaman, aman, sehat, dan efisien

b)

Cepat, murah, aman, dan nyaman

c)

Nyaman, sehat, cepat, dan murah

d)

Efektif, cepat, murah, dan efisien

6.

Apa yang dimaksud dengan ergonomi kognitif?

a)

Ilmu yang berkaitan dengan aktivitas fisik kerja manusia

b)

Ilmu yang mempelajari struktur organisasi kerja

c)

Ilmu yang berkaitan dengan proses mental manusia saat bekerja

d)

Ilmu yang mengatur tata letak tempat kerja

7.

Faktor mana yang tidak termasuk dalam tiga faktor utama yang mempengaruhi postur kerja seorang pekerja?

a)

Task Requirements

b)

Workspace Design

c)

Personal Factors

d)

Environmental Conditions

8.

Metode apa yang digunakan untuk menilai posisi kerja pada tubuh bagian atas?

a)

REBA (Rapid Entire Body Assesment)

b)

RULA (Rapid Upper Limb Assesment)

c)

Antropometri

d)

Ekonomi Gerakan

9.

Prinsip perancangan mana yang digunakan untuk memastikan bahwa peralatan dapat disesuaikan dengan berbagai ukuran tubuh?

a)

Prinsip perancangan bagi individu dengan ukuran ekstrem

b)

Prinsip perancangan yang bisa disesuaikan

c)

Prinsip perancangan dengan ukuran rata-rata

d)

Prinsip ergonomi lingkungan

10.

Apa yang dimaksud dengan ekonomi gerakan dalam konteks ergonomi?

a)

Analisis yang dilakukan untuk mengukur dimensi tubuh manusia

b)

Analisis gerakan badan pekerja untuk mengurangi gerakan yang tidak efektif

c)

Penilaian risiko cedera tubuh bagian atas

d)

Perancangan tempat kerja yang nyaman

11.

Apa perbedaan utama antara metode RULA dan REBA dalam penilaian risiko ergonomi?

a)

RULA lebih fokus pada penilaian postur tubuh bagian bawah, sedangkan REBA lebih fokus pada tubuh bagian atas

b)

REBA digunakan untuk pekerjaan yang melibatkan gerakan berulang, sedangkan RULA untuk pekerjaan yang melibatkan angkat beban berat

c)

RULA lebih fokus pada penilaian postur tubuh bagian atas, sedangkan REBA menilai postur seluruh tubuh

d)

REBA dan RULA tidak memiliki perbedaan signifikan, keduanya menilai seluruh postur tubuh dengan cara yang sama

12.

Menurut standar ergonomi, berapakah tingkat pencahayaan yang direkomendasikan untuk lingkungan kerja perkantoran?

a)

200 - 400 lux

b)

300 - 500 lux

c)

400 - 600 lux

d)

500 - 700 lux

13.

Faktor-faktor apa saja yang perlu dipertimbangkan dalam analisis data antropometri untuk memastikan akurasi dan relevansi dalam desain ergonomis?

a)

Usia dan jenis kelamin, suku/etnis, pakaian, serta jenis pekerjaan

b)

Usia dan jenis kelamin, suku/etnis, postur dan posisi tubuh, faktor kehamilan pada wanita, dan cacat tubuh secara fisik

c)

Postur dan posisi tubuh, jenis pekerjaan, dan faktor kehamilan pada wanita

d)

Suku/etnis, pakaian, dan jenis pekerjaan

14.

Tujuan utama dari Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) menurut Undang-Undang No. 1 Tahun 1970 adalah...

a)

Meningkatkan jumlah tenaga kerja di perusahaan

b)

Melindungi dan menjamin keselamatan setiap tenaga kerja dan orang lain di tempat kerja

c)

Menyediakan fasilitas kesehatan di tempat kerja

d)

Meningkatkan keuntungan perusahaan

15.

Faktor apa yang tidak termasuk dalam faktor-faktor yang mempengaruhi keselamatan kerja?

a)

Kelengkapan peralatan kerja

b)

Kualitas peralatan kerja

c)

Pelatihan keterampilan

d)

Pengawasan

16.

Menurut Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, salah satu aspek yang diatur dalam K3 adalah...

a)

Penetapan upah minimum

b)

Jam kerja karyawan

c)

Keselamatan dan kesehatan kerja

d)

Kesehatan dan keselamatan kerja

17.

Mengapa pengawasan dianggap penting dalam faktor-faktor yang mempengaruhi keselamatan kerja?

a)

Karena pengawasan dapat meningkatkan produksi dan meningkatkan jumlah pekerja

b)

Karena pengawasan dapat mengurangi biaya operasional

c)

Karena pengawasan dapat memastikan bahwa pekerja menggunakan peralatan keselamatan kerja dengan benar

d)

Karena pengawasan dapat meningkatkan jumlah pekerja dan mengurangi biaya operasional

18.

Salah satu tujuan Keselamatan dan Kesehatan Kerja secara umum adalah...

a)

Mengurangi biaya perawatan peralatan

b)

Meningkatkan jumlah produksi

c)

Mencegah terjadinya kecelakaan dan cedera kerja

d)

Mengurangi jam kerja karyawan

19.

Apa yang dimaksud dengan bahaya faktor kimia menurut International Labour Organization (ILO)?

a)

Bahaya yang bersumber dari kegiatan fisik seperti kebisingan dan pencahayaan

b)

Bahaya yang memiliki sifat beracun, korosif, atau bersifat merusak

c)

Bahaya yang bersumber dari faktor biologis seperti virus dan bakteri

d)

Bahaya yang disebabkan oleh sistem organisasi kerja yang tidak baik

20.

Sebutkan urutan hierarki dalam pengendalian risiko

a)

Eliminasi, Substitusi, Rekayasa Teknis, Pengendalian Administratif, Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD)

b)

Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), Rekayasa Teknis, Substitusi, Pengendalian Administratif, Eliminasi

c)

Substitusi, Eliminasi, Rekayasa Teknis, Pengendalian Administratif, Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD)

d)

Rekayasa Teknis, Pengendalian Administratif, Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), Eliminasi, Substitusi

21.

Salah satu contoh bahaya faktor fisik adalah...

a)

Infeksi virus akibat lingkungan kerja yang kotor

b)

Ketidaksesuaian tingkat pencahayaan yang menyebabkan penurunan kualitas penglihatan

c)

Terpapar bahan kimia korosif

d)

Stress akibat beban kerja yang berlebihan

22.

Bahaya faktor ergonomi dapat terjadi karena?

a)

Kualitas peralatan kerja yang rendah 

b)

Paparan sinar ultraviolet yang berlebihan 

c)

Desain sistem kerja dan workload yang tidak sesuai

d)

Infeksi bakteri dari lingkungan kerja yang kotor 

23.

Apa yang dimaksud dengan eliminasi dalam hirarki pengendalian risiko ?

a)

Penggantian alat atau bahan yang lebih aman 

b)

Upaya menurunkan tingkat risiko melalui perubahan desain tempat kerja 

c)

Upaya untuk menghilangkan potensi bahaya sepenuhnya 

d)

Penerapan SOP untuk mengurangi tingkat risiko 

24.

Pengendalian risiko dilakukan dengan mempertimbangkan urutan hirarki pengendalian risiko. Apa langkah terakhir dalam hirarki ini?

a)

Eliminasi 

b)

Substitusi 

c)

Rekayasa teknik 

d)

Alat Pelindung Diri (APD) 

25.

Bagaimana Safety Sign (tanda keselamatan) bisa berkontribusi terhadap pengelolaan risiko dan peningkatan keselamatan di tempat kerja?

a)

Safety Sign digunakan untuk memberikan identifikasi visual dari area kerja dan alat yang digunakan, tetapi tidak berkontribusi secara langsung terhadap pengelolaan risiko.

b)

Safety Sign berfungsi sebagai pengingat estetika yang mempercantik area kerja tanpa berperan dalam penanganan bahaya.

c)

Safety Sign menyampaikan informasi kritis tentang bahaya, prosedur darurat, dan tindakan pencegahan secara visual, yang membantu dalam pengelolaan risiko dengan meminimalkan kecelakaan dan meningkatkan kesadaran keselamatan.

d)

Safety Sign digunakan untuk memfasilitasi pelatihan karyawan dan bukan untuk pencegahan risiko di tempat kerja.

26.

Apa fungsi utama dari strategi label merah (red tag) dalam metode 5S?

a)

Menandai barang-barang yang perlu dipindahkan ke area penyimpanan baru 

b)

Menandai barang-barang yang tidak lagi diperlukan atau tidak sesuai untuk area kerja saat ini

c)

Menandai barang-barang yang sudah dibersihkan dan siap untuk digunakan kembali

d)

Menandai barang-barang yang harus diprioritaskan untuk diperbaiki

27.

Manakah pernyataan yang benar mengenai pemeliharaan dan penggunaan dari gambar ini untuk memastikan efektivitasnya?

a)

APAR hanya perlu diperiksa secara berkala setiap tahun tanpa perlu pengisian ulang atau perawatan tambahan

b)

APAR dapat digunakan secara langsung setelah melewati tanggal kedaluwarsa jika tidak ada tanda-tanda kerusakan fisik

c)

APAR harus disimpan di area yang jauh dari sumber panas dan tidak perlu perawatan jika tidak digunakan

d)

APAR harus disimpan dalam kondisi yang mudah diakses, diperiksa secara rutin untuk memastikan tidak ada kerusakan, dan dikalibrasi sesuai petunjuk produsen

28.

Apa pertimbangan utama dalam memilih earmuff sebagai alat pelindung pendengaran?

a)

Earmuff harus dipilih berdasarkan kenyamanan pengguna tanpa memperhatikan tingkat perlindungan suara

b)

Earmuff harus mampu mengurangi tingkat kebisingan hingga di bawah 85 dB(A) agar memenuhi standar perlindungan pendengaran

c)

Earmuff harus dipilih berdasarkan warna dan desain yang sesuai dengan seragam kerja

d)

Earmuff harus digunakan hanya di lingkungan dengan tingkat kebisingan di atas 100 dB(A)

29.

Apa tujuan utama dari safety induction di tempat kerja?

a)

Meningkatkan produktivitas kerja

b)

Memastikan pekerja memahami nilai-nilai budaya keselamatan

c)

Mengurangi biaya operasional

d)

Membuat pekerja lebih cepat bekerja

30.

Dalam penerapan metode 5S di tempat kerja, apa tujuan utama dari tahap "Seiketsu" ?

a)

Menyingkirkan barang-barang yang tidak diperlukan agar area kerja lebih rapi

b)

Menyusun barang-barang di tempat kerja agar mudah diakses dan digunakan

c)

Menciptakan standar operasional untuk menjaga konsistensi kebersihan dan keteraturan

d)

Melakukan pembersihan rutin untuk memastikan area kerja bebas dari debu dan kotoran