NEW
Font size
WorksheetsSOAL IMEC (Pre Test)
Total questions: 10
Worksheet time: 10mins
1. Seorang perempuan 32 tahun dibawa keluarganya ke IGD karena mengalami penurunan kesadaran sejak 3 jam yang lalu. Sejak 3 hari sebelumnya pasien mengalami diare sampai 10x/hari. Sekitar 7 hari yang lalu pasien mengalami batuk berdahak, sesak dan demam. Pasien diketahui memiliki penyakit Graves’ namun tidak minum obat. Pada pemeriksaan fisik didapatkan kesadaran somnolen, tekanan. darah 130/90 mmHg, frekuensi nadi 142 x/menit, frekuensi napas 28 x/menit, suhu 39,8°C dan teraba struma difus. Pemeriksaan toraks didapatkan ronki basah di paru kanan atas. Hasil laboratorium menunjukkan Hb 9,8 g/dL, leukosit 16.000/uL, TSH < 0,001 turun IU/mL (normal: 0,27-4,2 uIU/mL), FT4 7,4 naik ng/ dL (normal: 0,93-1,70 ng/dL).
Terapi farmakologi yang harus diberikan pada pasien ini adalah:
Metimazol, propranolol, injeksi dexametason, antibiotic
Metimazol, solutio lugol, injeksi dexametason, antibiotic
Propiltiourasil, metimazol, solutio lugol, injeksi dexametason, antibiotik
Propiltiourasil, solutio lugol, propranolol, injeksi dexametason, antibiotik
Propiltiourasil dan metimazol, propranolol, injeksi dexametason, antibiotic
Pernyataan yang benar tentang hemoptisis adalah..
Darah tidak berbuih
Darah berwarna merah tua
Warna tinja dapat kehitaman
Memiliki pH rendah
Gejala prodromal seperti rasa tidak enak di tenggorokan
Seorang pria 25 tahun datang dengan keluhan nyeri pinggang kanan sejak 5 hari SMRS. Pasien mengaku suka makan daging dan minum soda. Berkemih dirasakan menjadi sakit dan warna kemerahan. TD 130/80, nadi 80 kali/menit, pernafasan 25 kali per menit, VAS 7/10. Pada pemeriksaan fisik ditemukan nyeri ketok CVA dan ballotemant ginjal positif. Apakah langkah awal yang akan Anda lakukan pada pasien ini?
Jadwalkan pemeriksaan USG abdomen
Berikan analgesik adekuat dan pastikan status hidrasi baik
Ambil bahan untuk pemeriksaan urinalisis
Berikan cairan yang mengandung sitrat
Persiapkan litoripsi
Seorang laki-laki usia 52 tahun ditemukan di rumah dalam keadaan kebingungan dan hipotensi. Saat di UGD, tekanan darah pasien 82/60 mmHg, denyut jantung 115kali/menit. Pasien terlihat kebingungan dan lethargy. Hasil laboratorium menunjukkan hasil natrium 133 meq/L, kalium 2,4 meq/L, klorida 70 meq/L, HCO3 : 50 meq/L, BUN 44 mg/dL, kreatinin 1,7 mg/dl. Hasil Analisa gas darah PO2 : 62 mmHg, PCO2 : 49 mmHg, pH 7,66. Gangguan asam basa apa yang dialami pasien:
Anion gap metabolic asidosis
Alkalosis metabolic, terkompensasi sebagian
Alkalosis metabolic dengan asidosis respiratorik
Asidosis respiratorik
Alkalosis respiratorik
Pasien Perempuan 35 tahun datang diantar keluarga ke IGD Wahidin dengan kondisi kesadaran menurun, GCS E3V4M5,TD:70/50 mmhg,N:110 x/menit, RR:25 x/menit, Spo2:96%, pf thorak:suara dasar vesikuler, ronkhi kedua paru, hasil pemeriksaan lab.Hb:10,wbc: 25.000, plt:155.000, ureum:45, cr: 1.3, Na: 135, K;4.0,Cl:99, GPT: 40 , GDS : 150 mg/dl, tata laksana awal yang paling tepat pada pasien tersebut adalah……
Pemberian epinefrin start 0.05 mikro/kgbb
Konsul TS Neurologi
Hidrasi Nacl 0.9% 30cc/kgbb dalam 3 jam
Pemeriksaan Laktat
B dan D
Perawatan pertama dan paling penting dalam anafilaksis adalah adrenalin. Kontraindikasi absolut untuk pemberian adrenalin pada anafilaksis…
Diabetes mellitus
Tidak ada
Hipertensi
Obesitas
Leukemia Akut
Pasien mengeluh gatal saat diberikan tranfusi PRC 1 bag, serta bengkak sekitar mulut, dan dada terasa berat, dan stridor tata laksana yang tepat pada pasien adalah….
Memberikan cetirizine oral dan dexamethasone intravena,lalu melanjutkan tranfusi
Stop tranfusi,memberikan adrenalin 1:1000,0.3cc/IM
Pemberian antibiotik Carbapenem /IV
Stop tranfusi,memberikan nebulasi steroid
Bukan salah satu diatas
Seorang wanita 45 tahun dengan lupus eritematosus sistemik (SLE) datang ke Instalasi gawat darurat dengan keluhan sesak napas dan nyeri saat bernapas. Manifestasi SLE sebelumnya arthralgia, anemia hemolitik, ruam malar, dan sariawan, dan anti ds DNA Positive. Saat ini mengkonsumsi prednison, 5 mg setiap hari, dan hidroksiklorokuin, 200 mg setiap hari. Pada pemeriksaan, TD 190/110 mmHg dengan denyut jantung 98 bpm. Foto thorax ditemukan efusi pleura bilateral. Urinalisis menunjukkan 25 sel darah merah (sel darah merah), proteinuria 2+, BUN darahnya adalah 88 mg/dL, dan kreatinin 2,6 mg/dL (Normal 0,8 mg/dL). RPD lain tidak ada, dan saat ini mengalami penurunan nafsu makan dan diare. Apa langkah selanjutnya yang paling tepat dalam penatalaksanaan pasien ini?
Mulai dengan metilprednisolon 125 mg IV dan lanjutkan hidroksiklorokuin
Mulai hemodialysis
Berikan IV methylprednisolone, 1000 mg sehari (selama 3 hari) dan siklofosfamid
Plasmapharesis
Biopsi ginjal
Seorang pasien wanita berusia 40 tahun datang ke IGD dengan keluhan kedua kaki terasa lemas. Pada evaluasi ditemukan kadar Kalium 2.8 meq/L, Anda memberikan suplementasi kalium oral namun 3 hari kemudian keluhan pasien makin memberat. Berikut ini termasuk indikasi mutlak koreksi hipokalemia, kecuali?
Dalam terapi digitalis
Ensefalopati
Ketoasidosis diabetik
Kelemahan otot pernapasan
Kalium < 2.0 meq/L
Laki-laki, 60 tahun datang ke IGD dengan keluhan nyeri tungkai kanan bawah sejak 2 hari SMRS. Keluhan dirasakan sejak 1 minggu, disertai dingin dan kebiruan ujung jari kaki. Pasien mengeluh sering pegal jika berjalan 100 m sejak 6 bulan lalu. RPD: hipertensi 15 tahun, kolesterol tinggi 5 tahun tidak rutin kontrol. Merokok 2 bungkus per hari selama 56 tahun. Tidak ada riwayat stroke dan DM. Kesadaran composmentis, sakit sedang, TD 160/100, nadi 108 bpm, RR : 22 kali per menit, t 36,5, NRS 6. JVP tidak meningkat. Pulsasi arteri dorsalis pedis kanan tidak teraba, pedis kanan dingin. CRT 10 detik, ABI kanan 0,6. Kiri 0,92. Tatalaksana awal yang tepat pada pasien adalah:
Pemberian unfractionated heparin
Pemberian dual antiplatelet
Pemberian statin
Trombektomi
Amputasi
