WorksheetsKUIS UNSUR INTRINSIK CERITA
Total questions: 20
Worksheet time: 15mins
Teks untuk soal no 1-6
Kemarau tahun ini berlangsung sangat panjang. Pepohonan di hutan mulai layu. Rerumputan mengering. Banyak danau yang juga mengering. Hanya tinggal satu danau di hutan itu yang masih ada airnya.
Siang itu Kancil sangat haus. Persediaan air di rumah Kancil sudah habis. Kancil berusaha mencari air. Kancil menemukan danau yang masih berair. Karena terlalu haus, tanpa pikir panjang Kancil langsung menerjunkan diri ke danau.
“Inilah rezekiku,“ kata Kancil dengan hati berbunga-bunga.
Selain minum, Kancil juga mandi. Selesai mandi, Kancil ingin segera pulang. Tetapi Kancil tidak berhasil keluar dari danau. Dinding danau itu sangat terjal. Kancil selalu gagal naik ke permukaan danau.
Nasib mujur masih berpihak pada Kancil. Gajah datang ke danau. Gajah hendak mengambil air untuk minum. Kancil minta tolong kepada Gajah.
“Gajah sahabatku, tolonglah aku, angkat aku dari dasar danau ini!” Kancil mengiba minta pertolongan. Namun, Kancil tidak yakin permintaannya akan berhasil karena Gajah pernah ditipunya.
Gajah terdiam sesaat. Gajah teringat beberapa bulan yang lalu pernah ditipu oleh Kancil. Saat Kancil tercebur ke sumur. Kancil mengatakan pada Gajah dan Anak Gajah bahwa ia sedang menyelamatkan diri dari himpitan bumi dan langit. Gajah diajak oleh Kancil masuk ke sumur agar selamat. Ternyata Kancil hanya memperalat Gajah untuk menyelamatkan diri.
Setelah berpikir sejenak, Gajah tidak ingin memelihara rasa dendamnya. Gajah segera menjulurkan belalainya ke dasar danau.
“Kancil berpeganganlah pada belalaiku. Aku akan selamatkan kamu,” kata Gajah sambil menarik Kancil. Setelah berhasil terangkat dari dasar danau, Kancil mengucapkan terima kasih dan meminta maaf atas segala perbuatan masa lampaunya kepada Gajah.
Mengapa kancil berpikir gajah tidak akan menolongnya?
Gajah sering menipu Kancil.
Kancil pernah mencelakai Gajah.
Gajah pernah ditipu Kancil.
Kancil pernah mengejak Gajah.
Tokoh utama cerita di atas adalah….
Gajah
Kancil
Anak gajah
Buaya
Latar tempat cerita di atas yaitu ....
hutan yang tandus
danau yang kering
danau di dalam hutan
danau yang kering di dalam hutan
Watak Gajah pada cerita di atas yaitu ....
penyayang
penyabar
periang
pemaaf
"Inilah rezekiku," kata Kancil dengan hati berbunga-bunga.
Maksud pernyataan tersebut adalah ….
Kancil ingin menguasai danau sendirian
Kancil sudah tidak kehausan lagi
Kancil menemukan air minum
Kancil menemukan danau
Akhir cerita tersebut adalah….
Gajah membiarkan Kancil tetap berada di sungai.
Kancil mengejek Gajah meski Gajah sudah menolong Kancil.
Gajah meninggalkan Kancil karena masih sakit hati.
Gajah menolong Kancil dan Kancil berterima kasih pada Gajah.
Teks cerita untuk soal no 7-12!
Pak Tupai dan si Kelinci bersahabat sudah lama. Mereka hidup berdampingan. Pak Tupai sering mengingatkan si Kelinci agar tidak malas bekerja.
“Kelinci, kamu sudah mencari makan?” tanya Pak Tupai suatu siang.
“Ah, nanti saja kalau sudah sore, masih panas gini,” jawab si Kelinci sambil berebahan di rerumputan. Pak Tupai berlalu membawa makanannya pulang ke rumah.
Tiba-tiba langit mulai gelap, hujan gerimis disusul hujan deras. Bahkan, disertai dengan angin kencang. Saat malam menjelang, pintu rumah Pak Tupai ada yang mengetuk.
“Thok … thok!” si Kelinci mengetuk pintu dengan badan basah kuyup dan gemetaran. “Ada apa Kelinci, mengapa malam-malam datang ke sini?” tanya Pak Tupai sambil mempersilakan masuk.
“Aku kelaparan. Aku menyesal tidak menuruti nasihatmu,” kata si Kelinci sambil menundukkan wajah.
“Sudahlah, makanya jangan suka bermalas-malasan. Ayo, kita makan bersama!” ajak Pak Tupai sembari menuju ruang makan.
“Terima kasih Pak Tupai kau memang sangat baik”, kata kelinci.
Kelinci sangat bersyukur mempunyai teman yang baik hati dan mau menolongnya meski ia pemalas. Dalam hati, si Kelinci berjanji akan bekerja dengan giat dan semangat.
Mengapa Kelinci datang ke rumah Pak Tupai di malam hari?
Kelinci ingin bermalam di rumah Pak Tupai.
Kelinci kelaparan karena tadi tidak mencari makan.
Pak Tupai mengundang Kelinci untuk makan di rumahnya.
Kelinci berteduh di rumah Pak Tupai karena kehujanan.
Tokoh utama cerita di atas adalah….
Kancil
Kelinci
Pak Tupai
Pak Tani
“Ah, nanti saja kalau sudah sore, masih panas gini,” jawab si Kelinci sambil berebahan di rerumputan. Pak Tupai berlalu membawa makanannya pulang ke rumah.
Latar waktu penggalan cerita tersebut adalah … hari
pagi
siang
sore
malam
Watak Kelinci dari cerita di atas adalah….
rajin
pekerja keras
pemalas
dermawan
“Aku kelaparan. Aku menyesal tidak menuruti nasihatmu,” kata si Kelinci sambil menundukkan wajah.
Maksud pernyataan tersebut adalah ….
Kelinci menyesal karena tadi siang tidak membantu Pak Tupai mencari makan
Kelinci menyesal karena tidak mau makan siang Bersama Pak Tupai.
Kelinci menyesal karena tidak mencari makan saat siang hari
Kelinci merasa bersalah karena tidak membantu Pak Tupai
Akhir cerita tersebut adalah….
Kelinci mencari makan Bersama Pak Tupai
Kelinci bersyukur ditolong Pak Tupai dan berjanji lebih giat bekerja
Pak Tupai memarahi Kelinci karena Kelinci pemalas
Kelinci makan dan tidur di rumah Pak Tupai
“Maaf Bu!” pintaku santun dengan Bu Laras. “Saya mengantuk, Bu”.
“Tidak apa-apa, Sab. Silakan cuci muka kalau kau mengantuk, Sab!”
Serentak seisi kelas menertawakanku dengan membuatku malu serta kesal dengan diriku sendiri. leherku terasa sakit karena menahan tangis kekesalanku.
“Sudah-sudah! Anak-anak mengantuk itu manusiawi. Suatu saat kalian bisa saja mengantuk.” Nasihat Bu Laras dengan lembut dengan tenang.
Konflik batin kutipan cerita tersebut adalah ...
Permintaan Sab kepada Bu Laras.
Bu Laras mempersilakan Sab mencuci muka.
Sab kesal ditertawakan seisi kelas.
Bu Laras menghibur Sab yg kesal.
Saat pembelajaran berlangsung, Riri tiba-tiba berdiri dan berteriak, “Kecoa…kecoa…” Ibu Guru Fani segera mendatangi Riri, sedangkan teman-teman Riri banyak yang ikutberdiri.
“Ada apa Ri?” tanya Bu Fani.
“Ada kecoa di dalam tasku, Bu.”
Sementara di sudut kelas Bondi tersenyum sendiri. Roy yang melihat sikap Bondi kemudian bertanya, “Kenapa Bon, Kau senyum-senyum sendiri?”
“Aku senang bisa lihat Riri teriak-teriak sepertiitu.”
“Ooo jadi kamu, Bon yang jail pada Riri?”
“Salah sendiri suka marah kalau di tanya” jawab Bondi.
“Bu Guru…Bondi yang masukkan kecoa dalam tas Riri!” teriak Roy.
Bu Fani lantas mendatangi Bondi dan meminta Bondi untuk melakukan kewajibannya. Bondi terduduk diam menerima perintah dari Bu Fani. Iakemudian berdiri dan berjalan menuju tempat duduk Riri.
“Maafkan aku Riri.” Kata Bondi.
Mereka kemudian bersalaman. Bu Fani menasehati Bondi untuk tidak mengulang kejahilannya itu lagi. Bondi mengangguk tanda setuju.
Akhir konflik cerita tersebut adalah…
Bondi dan Riri bersalaman di depan Bu Fani.
Bondi meminta maaf dan berjanji pada seluruh temannya
Bu Fani menasehati Bondi supaya tidak mengulang kesalahannya
Riri memaafkan perbuatan Bondi dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya
Seekor tupai dan burung hantu baru saja menemukan hutan kecil. Mereka hidup bersahabat. Suatu saat tupai mengajak burung hantu untuk membangun tempat berlindung.
Mereka bahu membahu membangun sarangnya masing-masing dan sesekali saling membantu. Pada akhirnya, sarang mereka sudah terbentuk dengan baik.
Tiba-tiba langit mulai mendung, hujan deras mengguyur tempat tersebut. Bahkan angin kencang mulai bersautan. Di saat suasana mulai mencekam, sarang tupai yang dibangun di batang kecil mulai rusak.
“Pai … tupai!” burung hantu berteriak memanggil sahabatnya.
Berlindunglah di sini, sarangku cukup kuat menghadapi badai ini!” burung hantu berusaha meyakinkan sahabatnya.
Akhirnya badai berlalu malam itu, mereka pun dapat beristirahat dengan tenang di sarang burung hantu.
Amanat dalam cerita tersebut adalah kitaharus….
tolong-menolong
persahabatan
berbagi pada sesama
rajindalambekerja
Di suatu tempat, hiduplah seekor kelinci pincang. Ia kesulitan saat mencari makan dan minum karena kakinya yang pincang. Siang itu kelinci hendak pergi ke pinggir sungai. Ia sangat kehausan. Di tengah jalan ia bertemu dengan kambing buta yang juga kehausan. Kelinci ingin sekali menolong kambing itu.
“Bagaimana aku bisa menolong kambing itu?”, gumamnya dalam hati.
Sejenak ia berpikir. Tiba-tiba terlintas dalam pikirannya sebuah ide.
“Kambing, aku ingin sekali menolongmu. Tapi karena juga mempunyai keterbatasan sepertimu, bagaimana kalau aku menolongmu, dan kamu menolongku”, kata kelinci.
“Aku menolongmu, bagaimana caranya?”, jawab kambing.
“Aku akan naik ke punggung mu dan akan berjalan dengan kakimu. Kamu berjalan mengikuti aba-aba yang aku berikan. Kita akan menuju sungai dan kita akan minum untuk menghilangkan haus”, jelas sang kelinci pada kambing.
Tema dari penggalan cerita tersebut adalah ….
dunia hewan
kerja sama
toleransi
Rang-Rang mendengar suara langkah kaki. Dicarinya sumber suara itu dengan hati-hati. Di balik semak-semak, ia melihat seorang pemburu dengan senapannya yang siap membidik. Rang-Rang mengamati arah bidikan pemburu itu. Ia menemukan Rusa yang sahabat baiknya yang menjadi target.
“Rusaaa, cepat kau pergi dari tempat itu!” teriak Rang-Rang. Ia berlari mendekati Rusa untuk memberitahu keberadaan pemburu. Namun, langkah kaki pemburu jauh lebih cepat darinya. Rusa sama sekali tak beranjak dari tempatnya.
“Aku harus mencari ide untuk menyelamatkan Rusa.” gumam Rang-Rang.
Akhirnya, ia mendekati tubuh pemburu dan menggigit kakinya dengan sekuat tenaga. Tiba-tiba, Duarrr ... Suara tembakan terdengar memecah keheningan senja. Rusa dan hewan lainnya berlarian melarikan diri. Sementara itu, Rang-Rang terhempas dari tubuh pemburu dengan tubuh penuh luka.
Prediksi yang akan terjadi jika Rang-Rang tidak menggigit kaki pemburu adalah ….
Rang-Rang tetap bersahabat dengan Rusa.
Rang-Rang tetap sehat dan selamat.
Pemburu dapat menembak Rusa.
Rusa berlari menjauhi pemburu
Teks cerita untuk soal no 18-19!
Musim kemarau telah mulai menyusutkan air di sebuah kolam kecil. Beberapa ikan kecil dan ketam mulai gelisah menghadapi kenyataan tersebut. Datanglah seekor bangau yang sedang mencari keong kecil untuk dimakan.
“Mengapa kalian gelisah seperti itu, bukankan aku tidak memakanmu?” sapa bangau pada ikan dan ketam.
“Kami takut kalau nantinya air kolam ini mengering, kami bisa mati karena keadaan seperti itu,” Jawab ikan kecil.
“Tenang, jika kalian bersedia pindah maka aku rela membantu kalian menuju sebuah telaga yang tak jauh dari sini.” Sambil menunjuk ke arah telaga yang dimaksud oleh bangau.
Akhirnya mereka bersedia untuk pindah ke tempat yang baru di bantu oleh bangau. Satu persatu mereka dibawa terbang oleh bangu dan terakhir si ketam yang dibawa terbang dengan cara berpegangan pada leher bangu.
Ketam dibawa terbang sampai pada suatu tempat yang tinggi di atas pohon.
“Mengapa engkau bawa aku kemari, bukankah ini adalah sarangmu bersama anak-anakmu?” dengan wajah kebingungan ketam masih berpegangan pada bangau.
“Betul ketam, aku telah berbohong kepada kalian, anak-anakku sangat kelaparan sehingga terpaksa harus mencari makanan sebanyak-banyaknya.” Jawab bangau sambil menatap wajah anak anaknya.
Keteladanan tokoh Bangau dalam penggalan cerita tersebut adalah ....
menyayangi keluarga
mudah berbohong
mudah bingung
bersikap rakus
Nilai moral yang kurang baik dari tokoh Burung Bangau dalam cerita tersebut adalah ...
baik hati
suka menolong
berbohong
rakus
Seekor kucing bersahabat dengan Burung Nuri. Erat sekali persahabatan mereka. Mereka ingin mempererat persahabatan dengan bergantian mengundang makan. Setelah diundi, kucinglah yang harus mengundang pertama kali. Ternyata kucing itu sangatlah kikir. Ia tidak menyediakan suatu apapun untuk makan bersama. Ia hanya menyediakan satu botol kecil susu, semangkuk ikan, dan sepotong kue. Burung Nuri pun tetap sopan, ia tidak menunjukkan kekecewaannya.
Setelah beberapa hari, datanglah giliran Burung Nuri untuk mengundang Kucing. Ia menyediakan makanan yang lezat-lezat. Di atas meja disediakan daging panggang, air teh satu poci, sekeranjang buah-buahan, dan kue-kue. Tanpa basa basi, Kucing segera melahap semua makanan itu tanpa tersisa.
Keteladanan tokoh Burung Nuri dalam cerita tersebut adalah ...
tinggi hati
murah hati
lemah hati
rendah hati
