wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Asesmen Formatif 1 BAB 1

Total questions: 20

Worksheet time: 39mins

Name
Class
Date
1.

Bacalah teks berikut ini!

Ketahanan pangan sangat penting untuk diperkuat sekarang ini. Tingginya tingkat ketergantungan pada beras sebagai sumber karbohidrat utama menjadikan bangsa ini cukup rentan dalam hal kedaulatan pangan. Data yang ada menunjukkan tingkat konsumsi beras mencapai 94,9 kg per kapita per tahun dengan total kebutuhan mencapai 29,6 juta ton per tahun. Konsumsi yang besar ini membuatIndonesia tidak dapat terhindar dari upaya impor beras.Memang produksi beras lebih tinggi daripada kebutuhan, tetapi pemerintah butuh impor sebagai persediaan untuk mengendalikan harga di pasaran.

Kalimat utama paragraf tersebut adalah ....

a)

Ketahanan pangan sangat penting untuk diperkuat sekarang ini. Ketahanan pangan sangat penting untuk diperkuat sekarang ini.

b)

Tingginya tingkat ketergantungan pada beras sebagai sumber karbohidrat.

c)

Beras sebagai sumber karbohidrat utama menjadikan bangsa ini cukup rentan.

d)

Data yang ada menunjukkan tingkat konsumsi beras mencapai 94,9 kg per kapita.

e)

Konsumsi yang besar ini membuat Indonesia tidak dapat terhindar dari upaya impor.

2.

Bacalah teks berikut ini!

Indonesia merupakan negara besar yang sedang giat meningkatkan per ekonomian dan kesejahteraan warganya. Untuk meningkatkan perekonomian tersebut, Indonesia giat meningkatkan kegiatan produksi di segala sektor, khususnya sektor pangan.Pemerintah didukung oleh masyarakat sedang berusaha memenuhi kebutuhan pangan bagi lebih dari 270 juta penduduk Indonesia.Kebutuhan pangan bagi penduduk Indonesia yang jumlahnya sangat besar tersebut diharapkan bisa dipenuhi dari produk pangan lokal. Produk pangan lokal akan dipasok oleh petanipetani Indonesia yang mengolah lahan pertanian dengan cara modern dan menggunakan teknologi terbaik. Tugas pemerintah kemudian adalah membantu para petani dalam upaya meningkatkan hasil produksi pangan dari setiap musim panen.

Paragraf tersebut berpola pengembangan …

a)

Deduksi

b)

Induksi

c)

Deduksi induksi

d)

Campuran

e)

Induksi deduksi

3.

Bacalah paragraf berikut ini dengan teliti!

Berbagai jenis panganan tradisional yang kita kenal menggunakan pati sagu sebagai bahan dasarnya. Untuk mendapatkan pati sagu harus melalui beberapa tahap atau proses. Pertamatama dilakukan pemilihan pohon yang akan ditebang yang biasanya sudah berusia sekitar 810 tahun. Setelah pohon ditebang, dilakukan proses pembersihan batang pohon dan pemotongan batang pohon menjadi lebih kecil yang disebut tual. Tual tersebut dibawa keluar dari kebun dan akan mengalami proses pemarutan dengan mesin parut. Serbuk hasil parutan tadi ditampung di dalam sebuah bak yang berisi air yang akan dikeluarkan melalui sebuah pipa yang telah diberikan saringan sehingga menjadi sagu cair. Sagu cair tersebut kemudian didiamkan kurang lebih selama dua minggu hingga membeku dan menjadi sagu basah.Sagu basah itu kemudian dikeringkan di bawah sinar matahari sehingga menjadi tepung sagu. Begitulah proses panjang yang dilalui dari sebatang pohon sagu hingga akhirnya dapat menjadi pati sagu dan siap diolah menjadi berbagaimacam jenis pangan.

Paragraf tersebut berpola pengembangan …

a)

Deduksi

b)

Induksi

c)

Deduksi induksi

d)

Campuran

e)

Induksi deduksi

4.

Bacalah paragraf berikut dengan teliti!

Gerakan mencintai barang dalam negeri semakin lantang digaungkan. Buah dan sayur sebagai bagian dari kekayaan hayati Indonesia juga menjadi fokus gerakan.Namun, sejumlah permasalahan masih terus mengganjal. Baru-baru ini Menteri Pertanian mengatakanbahwa tingkat konsumsi buah dan sayur masyarakat Indonesia masih rendah.Tingkat konsumsi buah lokal masyarakat Indonesia belum mencapai 40 kg per kapita setiap tahun, padahal seharusnya lebih dari 65 kg per kapita per tahun. Permasalahan yang lain seperti volume produksi dari tingkat petani. Selama ini, produksi buah-buahan local masih dari usaha yang bersifat pekarangan, bukan perkebunan besar.Dengan kondisi tersebut, volume produksi buah-buahan lokal Indonesia juga menjadi terbatas.

Ide pokok paragraf tersebut adalah ….

a)

Buah dan sayur sebagai bagian dari kekayaan hayati Indonesia menjadi fokus gerakan.

b)

Menteri Pertanian mengatakanbahwa tingkat konsumsi buah dan sayur masih rendah.

c)

Gerakan mencintai barang dalam negeri semakin lantang digaungkan.

d)

Selama ini, produksi buah-buahan local masih dari usaha yang bersifat pekarangan.

e)

Tingkat konsumsi buah lokal masyarakat belum mencapai 40 kg per kapita setiap tahun.

5.

Pernyataan berikut yang benar adalah ….

a)

Dalam satu paragraf boleh terdapat dua ide pokokyang dituangkan dalam dua kalimat utama.

b)

Hanya terdapat satu kalimat penjelasan dalam satuparagraf untuk menjelaskan ide pokok.

c)

Pola pengembangan paragraf deduksi dimulaidengan pernyataan Khusus.

d)

Kalimat utama pada pengembangan induktif terletakdi akhir paragraf.

e)

Pola pengembangan induktif dimulai dengan pernyataan umum.

6.

Pernyataan berikut yang benar adalah ….

a)

Fakta bersifat subjektif dan biasanya disertai denganpendapat, saran, dan uraian.

b)

Fakta berisi pendapat tentang peristiwa yangterjadi yang bisa berupa pikiran atau pendapat.

c)

Fakta menunjukkan peristiwa yang belum pasti terjadiatau terjadi dikemudian hari.

d)

Fakta tidak mempunyai data yang akurat, baik waktu, tanggal,tempat, dan peristiwanya.

e)

Fakta dapat dibuktikan kebenarannya karena berasaldari kejadian yang sebenarnya.

7.

Bacalah paragraf berikut ini!

............................ ingin membantu para petani, pemerintah menyarankan ............................ membeli produk-produk pangan lokal. Produk pangan lokal yang dihasilkan oleh para petani ternyata memiliki kandungangizi yang tidak kalah dibandingkan dengan produk pangan hasil impor................................ mulailah dengan mengonsumsi produk makanan lokal yang dihidangkan di meja makan keluarga-keluarga di Indonesia.

Konjungsi yang tepat mengisi titik-titik adalah ….

a)

jika, agar, untuk

b)

jika, untuk, agar

c)

jika, agar, jadi

d)

jika, jadi, untuk

e)

jika, jadi, agar

8.

Bacalah paragraf berikut!

Di Jakarta, Surabaya, Makassar ..............kota-kota besar lain ada orang- orang ........................... penuh semangat menyampaikan pentingnya kemandirian pangan dengan menanam di kebun sendiri. Tanpa dibayar, .................kadang mereka harus keluar uang sendiri ...................... memberi pelatihan cara bercocok tanam secara hidroponik. Orang-orang tersebut berkeyakinan ................... setiap keluarga mampu menyediakan sumber pangan sendiri.

Konjungsi yang tepat mengisi titik-titik adalah ….

a)

dan, dan, bahkan, untuk, bahwa

b)

dan, yang, bahkan, untuk, bahwa

c)

dan, tapi, bahkan, untuk, bahwa

d)

dan, dan, bahkan, untuk, karena

e)

dan, dan, bahkan, agar, bahwa

9.

Mengapa poster tersebut tidak memenuhi syarat …

a)

Poster tidak dibuat dengan perpaduan warna yang kuat dan kontras.

b)

Poster pada umumnya dibuat dengan satu warna atau dua warna

c)

Poster pada umumnya dibuat dengan satu warna saja

d)

Poster dibuat dengan perpaduan warna yang kuat dan kontras.

e)

Poster dibuat dengan perpaduan warna yang mencolok dan kontras.

10.

Poster tersebut termasuk jenis …

a)

Kegiatan

b)

Pengumuman

c)

Layanan masyarakat

d)

Niaga

e)

Agenda

11.

Yang merupakan kalimat fakta adalah ….

a)

Apabila dikembangkan dengan baik, sagu dapat menggantikan berassebagai makanan pokok.

b)

Sebagian warga Jepang mulai menyukai ubi ungu sebagaimakanan pokok pengganti nasi.

c)

Jika memungkinkan, dalam waktu dekat Indonesia bisa mengeksporumbi ke beberapa negara

d)

70% penduduk Indonesia mengonsumsi beras sebagai sumber makanan pokok.

e)

Pandemi Covid-19 mengajarkan kepada kita bahwa ketahanan pangannasional sangat penting.

12.

Bacalah teks berikut !


Energi Terbarukan: Indonesia Siap


Berdasarkan Persetujuan Paris, Indonesia ditarget bauran energi terbarukan 23% pada tahun 2025. Target itu pun akan terus meningkat menjadi 31% pada tahun 2050. Angka yang sudah dicapai Indonesia sekarang adalah sekitar 11,5%. Untuk mencapai bauran 23%, diperlukan 70% pembangkit listrik kita dari energi terbarukan.

Pertanyaan kita, mampukah Indonesia mengejar target tersebut?Pada tahun 2017sudah ada 70 proyek pembangkit listrik energi baru dan terbarukan (EBT) yang telah menjalin kesepakatan kontrak jual beli listrik (Power Purchase Agreement PPA) dan terus bertambah pada tahun-tahun berikutnya. Di sisi lain, Indonesia memiliki potensi yang besar dalam pengembangan energi terbarukan.

 

Menurut data dari Badan EnergiTerbarukan Internasional, Indonesia berpotensi untuk menghasilkan 716 GW energi dari solar photovoltaic (solar PV), hydropower, bioenergi, geotermal, tenaga gelombang laut, dan angin.Potensi tersebut tentu dapat dimanfaatkan secara maksimal.Pertumbuhan ekonomi kita juga tidak jelek dibandingkan dengan negara-negara lain yang pertumbuhannya lebih kecil, bahkan ada yang minus. Pertumbuhan gross domestic product (GDP) rata-rata Indonesia diprediksikan 5,6% dari 2015-2050. Hal ini tentu merupakan pertumbuhan yang cukup menggembirakan.

Kenyataannya memang transisi pada energi terbarukan itu masih merupakan suatu tantangan besar.Penyebab pertama, keterbatasan lahan terbuka untuk pemanfaatan energi dari solar PV.Kedua, biaya investasi yang tinggi untuk pemanfaatan teknologi energi baru dan terbarukan.Walaupun demikian, tidak ada yang tidak bisa bila ada kemauan. Tantangan-tantangan tersebut tentu akan dapat terlampaui bila ada kemauan dan kerja keras pemerintah dan bangsa Indonesia pada umumnya.Kita harus tetap optimistis menghadapi tantangan-tantangan di atas. Indonesia siap dengan target 23% bauran energi terbarukan pada tahun 2025 dan target 31% pada tahun 2050 akan dapat.

(Diolah dari berbagai sumber)

Kalimat opni teks tersebut adalah ....


a)

Kenyataannya memang transisi pada energi terbarukan itu masih merupakan suatu tantangan besar

b)

Menurut data dari Badan EnergiTerbarukan Internasional, Indonesia berpotensi untuk menghasilkan 716 GW energi dari solar photovoltaic

c)

Berdasarkan Persetujuan Paris, Indonesia ditarget bauran energi terbarukan 23% pada tahun 2025.

d)

Tantangan-tantangan tersebut tentu akan dapat terlampaui bila ada kemauan dan kerja keras pemerintah dan bangsa Indonesia pada umumnya.

e)

Angka yang sudah dicapai Indonesia sekarang adalah sekitar 11,5%.

13.

Bacalah teks berikut !


Energi Terbarukan: Indonesia Siap


Berdasarkan Persetujuan Paris, Indonesia ditarget bauran energi terbarukan 23% pada tahun 2025. Target itu pun akan terus meningkat menjadi 31% pada tahun 2050. Angka yang sudah dicapai Indonesia sekarang adalah sekitar 11,5%. Untuk mencapai bauran 23%, diperlukan 70% pembangkit listrik kita dari energi terbarukan.

Pertanyaan kita, mampukah Indonesia mengejar target tersebut?Pada tahun 2017sudah ada 70 proyek pembangkit listrik energi baru dan terbarukan (EBT) yang telah menjalin kesepakatan kontrak jual beli listrik (Power Purchase Agreement PPA) dan terus bertambah pada tahun-tahun berikutnya. Di sisi lain, Indonesia memiliki potensi yang besar dalam pengembangan energi terbarukan.

Menurut data dari Badan EnergiTerbarukan Internasional, Indonesia berpotensi untuk menghasilkan 716 GW energi dari solar photovoltaic (solar PV), hydropower, bioenergi, geotermal, tenaga gelombang laut, dan angin.Potensi tersebut tentu dapat dimanfaatkan secara maksimal.Pertumbuhan ekonomi kita juga tidak jelek dibandingkan dengan negara-negara lain yang pertumbuhannya lebih kecil, bahkan ada yang minus. Pertumbuhan gross domestic product (GDP) rata-rata Indonesia diprediksikan 5,6% dari 2015-2050. Hal ini tentu merupakan pertumbuhan yang cukup menggembirakan.

Kenyataannya memang transisi pada energi terbarukan itu masih merupakan suatu tantangan besar.Penyebab pertama, keterbatasan lahan terbuka untuk pemanfaatan energi dari solar PV.Kedua, biaya investasi yang tinggi untuk pemanfaatan teknologi energi baru dan terbarukan.Walaupun demikian, tidak ada yang tidak bisa bila ada kemauan. Tantangan-tantangan tersebut tentu akan dapat terlampaui bila ada kemauan dan kerja keras pemerintah dan bangsa Indonesia pada umumnya.Kita harus tetap optimistis menghadapi tantangan-tantangan di atas. Indonesia siap dengan target 23% bauran energi terbarukan pada tahun 2025 dan target 31% pada tahun 2050 akan dapat.

(Diolah dari berbagai sumber)

Inti teks tersebut adalah ....

a)

tantangan dalam pengembangan energi terbarukan di Indonesia

b)

pesimisme dalam pengembangan energi terbarukan di Indonesia

c)

optimisme dalam pengembangan energi terbarukan di Indonesia

d)

target dalam pengembangan energi terbarukan di Indonesia

e)

transisi dalam pengembangan energi terbarukan di Indonesia

14.

Bacalah teks berikut !

 

Energi Terbarukan: Indonesia Siap


Berdasarkan Persetujuan Paris, Indonesia ditarget bauran energi terbarukan 23% pada tahun 2025. Target itu pun akan terus meningkat menjadi 31% pada tahun 2050. Angka yang sudah dicapai Indonesia sekarang adalah sekitar 11,5%. Untuk mencapai bauran 23%, diperlukan 70% pembangkit listrik kita dari energi terbarukan.



Pertanyaan kita, mampukah Indonesia mengejar target tersebut?Pada tahun 2017sudah ada 70 proyek pembangkit listrik energi baru dan terbarukan (EBT) yang telah menjalin kesepakatan kontrak jual beli listrik (Power Purchase Agreement PPA) dan terus bertambah pada tahun-tahun berikutnya. Di sisi lain, Indonesia memiliki potensi yang besar dalam pengembangan energi terbarukan.

 

Menurut data dari Badan EnergiTerbarukan Internasional, Indonesia berpotensi untuk menghasilkan 716 GW energi dari solar photovoltaic (solar PV), hydropower, bioenergi, geotermal, tenaga gelombang laut, dan angin.Potensi tersebut tentu dapat dimanfaatkan secara maksimal.Pertumbuhan ekonomi kita juga tidak jelek dibandingkan dengan negara-negara lain yang pertumbuhannya lebih kecil, bahkan ada yang minus. Pertumbuhan gross domestic product (GDP) rata-rata Indonesia diprediksikan 5,6% dari 2015-2050. Hal ini tentu merupakan pertumbuhan yang cukup menggembirakan.

Kenyataannya memang transisi pada energi terbarukan itu masih merupakan suatu tantangan besar.Penyebab pertama, keterbatasan lahan terbuka untuk pemanfaatan energi dari solar PV.Kedua, biaya investasi yang tinggi untuk pemanfaatan teknologi energi baru dan terbarukan.Walaupun demikian, tidak ada yang tidak bisa bila ada kemauan. Tantangan-tantangan tersebut tentu akan dapat terlampaui bila ada kemauan dan kerja keras pemerintah dan bangsa Indonesia pada umumnya.Kita harus tetap optimistis menghadapi tantangan-tantangan di atas. Indonesia siap dengan target 23% bauran energi terbarukan pada tahun 2025 dan target 31% pada tahun 2050 akan dapat.

(Diolah dari berbagai sumber)

 

Permasalahan yang diajukan penulis dalam teks tersebut adalah ....

a)

Kapan Indonesia mampu mengejar target 23 persen bauran energi terbarukan?

b)

Mengapa Indonesia harus mampu mengejar target 23 persen bauran energy terbarukan pada tahun 2025?

c)

Mampukah Indonesia mengejar target 23 persen bauran energi terbarukan pada tahun 2023?

d)

Bagaimana Indonesia mampu mengejar target 23 persen bauran energi terbarukan pada tahun 2023?

e)

Sulitkah Indonesia mengejar target 23 persen bauran energi terbarukan pada tahun 2023?

15.

Bacalah teks berikut !

 

Energi Terbarukan: Indonesia Siap


Berdasarkan Persetujuan Paris, Indonesia ditarget bauran energi terbarukan 23% pada tahun 2025. Target itu pun akan terus meningkat menjadi 31% pada tahun 2050. Angka yang sudah dicapai Indonesia sekarang adalah sekitar 11,5%. Untuk mencapai bauran 23%, diperlukan 70% pembangkit listrik kita dari energi terbarukan.

Pertanyaan kita, mampukah Indonesia mengejar target tersebut?Pada tahun 2017sudah ada 70 proyek pembangkit listrik energi baru dan terbarukan (EBT) yang telah menjalin kesepakatan kontrak jual beli listrik (Power Purchase Agreement PPA) dan terus bertambah pada tahun-tahun berikutnya. Di sisi lain, Indonesia memiliki potensi yang besar dalam pengembangan energi terbarukan.

 

Menurut data dari Badan EnergiTerbarukan Internasional, Indonesia berpotensi untuk menghasilkan 716 GW energi dari solar photovoltaic (solar PV), hydropower, bioenergi, geotermal, tenaga gelombang laut, dan angin.Potensi tersebut tentu dapat dimanfaatkan secara maksimal.Pertumbuhan ekonomi kita juga tidak jelek dibandingkan dengan negara-negara lain yang pertumbuhannya lebih kecil, bahkan ada yang minus. Pertumbuhan gross domestic product (GDP) rata-rata Indonesia diprediksikan 5,6% dari 2015-2050. Hal ini tentu merupakan pertumbuhan yang cukup menggembirakan.

Kenyataannya memang transisi pada energi terbarukan itu masih merupakan suatu tantangan besar.Penyebab pertama, keterbatasan lahan terbuka untuk pemanfaatan energi dari solar PV.Kedua, biaya investasi yang tinggi untuk pemanfaatan teknologi energi baru dan terbarukan.Walaupun demikian, tidak ada yang tidak bisa bila ada kemauan. Tantangan-tantangan tersebut tentu akan dapat terlampaui bila ada kemauan dan kerja keras pemerintah dan bangsa Indonesia pada umumnya.Kita harus tetap optimistis menghadapi tantangan-tantangan di atas. Indonesia siap dengan target 23% bauran energi terbarukan pada tahun 2025 dan target 31% pada tahun 2050 akan dapat.

(Diolah dari berbagai sumber)

 

Argumen-argumen kuat pada teks tersebut terdapat pada paragraf

a)

1

b)

2

c)

3

d)

4

e)

3 dan 4

16.

Bacalah teks berikut !

 

Energi Terbarukan: Indonesia Siap


Berdasarkan Persetujuan Paris, Indonesia ditarget bauran energi terbarukan 23% pada tahun 2025. Target itu pun akan terus meningkat menjadi 31% pada tahun 2050. Angka yang sudah dicapai Indonesia sekarang adalah sekitar 11,5%. Untuk mencapai bauran 23%, diperlukan 70% pembangkit listrik kita dari energi terbarukan.



Pertanyaan kita, mampukah Indonesia mengejar target tersebut?Pada tahun 2017sudah ada 70 proyek pembangkit listrik energi baru dan terbarukan (EBT) yang telah menjalin kesepakatan kontrak jual beli listrik (Power Purchase Agreement PPA) dan terus bertambah pada tahun-tahun berikutnya. Di sisi lain, Indonesia memiliki potensi yang besar dalam pengembangan energi terbarukan.

 

Menurut data dari Badan EnergiTerbarukan Internasional, Indonesia berpotensi untuk menghasilkan 716 GW energi dari solar photovoltaic (solar PV), hydropower, bioenergi, geotermal, tenaga gelombang laut, dan angin.Potensi tersebut tentu dapat dimanfaatkan secara maksimal.Pertumbuhan ekonomi kita juga tidak jelek dibandingkan dengan negara-negara lain yang pertumbuhannya lebih kecil, bahkan ada yang minus. Pertumbuhan gross domestic product (GDP) rata-rata Indonesia diprediksikan 5,6% dari 2015-2050. Hal ini tentu merupakan pertumbuhan yang cukup menggembirakan.

Kenyataannya memang transisi pada energi terbarukan itu masih merupakan suatu tantangan besar.Penyebab pertama, keterbatasan lahan terbuka untuk pemanfaatan energi dari solar PV.Kedua, biaya investasi yang tinggi untuk pemanfaatan teknologi energi baru dan terbarukan.Walaupun demikian, tidak ada yang tidak bisa bila ada kemauan. Tantangan-tantangan tersebut tentu akan dapat terlampaui bila ada kemauan dan kerja keras pemerintah dan bangsa Indonesia pada umumnya.Kita harus tetap optimistis menghadapi tantangan-tantangan di atas. Indonesia siap dengan target 23% bauran energi terbarukan pada tahun 2025 dan target 31% pada tahun 2050 akan dapat.

(Diolah dari berbagai sumber)

 

Frasa pertumbuhan ekonomi dalam teks tersebut memiliki pola yang sama dengan frasa....

a)

pelebaran jalan

b)

jalan raya

c)

ruang hijau

d)

angkutan umum

e)

arus listrik

17.

Bacalah kutipan teks berikut!


Salah satu kebutuhan yang sangat vital bagi manusia saat ini adalah energi, tidak terkecuali manusia Indonesia.Indonesia sebenarnya memiliki berbagai macam energi melimpah.Energi tersebut ada yang dapat diperbarui, seperti energi air, matahari, angin, biomassa, panas bumi dan energi laut. Adapula energi yang tidak dapat diperbarui, seperti minyak bumi, gas alam, batu bara dan kandungan energi nuklir pada uranium dan thorium. Energi yang dapat diperbarui (renewable energy) ini memiliki kelebihan dibandingkan dengan energi yang tidak dapat diperbarui (nonrenewable energy). Energi tersebut tidak akan pernah habis dan ramah lingkungan, karena tanpa polusi lingkungan. Energi fosil adalah energi yang akan habis jika dipakai terus-menerus dan menghasilkan polusi. Namun, energi ini memiliki kelebihan yakni menghasilkan energi yang lebih besar. Walaupun kaya akan energi terbarukan, kenyataannya Indonesia masih bergantung pada energi yang tidak dapat diperbarui, seperti minyak bumi, batu bara, dan gas alam sebagai sumber kebutuhan energi. Sekarang ini, sedang diusahakan pengoptimalan penggunaan energi terbarukan yang tertuang pada Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2014 tentang Kebijakan Energi Pasal 11 ayat 2 yang menjelaskan tentang Prioritas Pengembangan Energi Nasional sebagai berikut:
- Memaksimalkan penggunaan energi terbarukan dengan memperhatikan tingkat keekonomian.
- Meminimalkan penggunaan minyak bumi.
- Memanfaatkan gas bumi dan energi baru.
- Menggunakan batu bara sebagai andalan pasokan energi nasional.


(Diolah dari berbagai sumber)

Penggalan teks tersebut dalam struktur teks
argumentasi termasuk

a)

pendahuluan

b)

tubuh argumen

c)

simpulan

d)

pendahuluan dan tubuh argumen

e)

tubuh argumen dan simpulan

18.

Bacalah kutipan teks berikut!


Salah satu kebutuhan yang sangat vital bagi manusia saat ini adalah energi, tidak terkecuali manusia Indonesia.Indonesia sebenarnya memiliki berbagai macam energi melimpah.Energi tersebut ada yang dapat diperbarui, seperti energi air, matahari, angin, biomassa, panas bumi dan energi laut. Adapula energi yang tidak dapat diperbarui, seperti minyak bumi, gas alam, batu bara dan kandungan energi nuklir pada uranium dan thorium. Energi yang dapat diperbarui (renewable energy) ini memiliki kelebihan dibandingkan dengan energi yang tidak dapat diperbarui (nonrenewable energy). Energi tersebut tidak akan pernah habis dan ramah lingkungan, karena tanpa polusi lingkungan. Energi fosil adalah energi yang akan habis jika dipakai terus-menerus dan menghasilkan polusi. Namun, energi ini memiliki kelebihan yakni menghasilkan energi yang lebih besar. Walaupun kaya akan energi terbarukan, kenyataannya Indonesia masih bergantung pada energi yang tidak dapat diperbarui, seperti minyak bumi, batu bara, dan gas alam sebagai sumber kebutuhan energi. Sekarang ini, sedang diusahakan pengoptimalan penggunaan energi terbarukan yang tertuang pada Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2014 tentang Kebijakan Energi Pasal 11 ayat 2 yang menjelaskan tentang Prioritas Pengembangan Energi Nasional sebagai berikut:
- Memaksimalkan penggunaan energi terbarukan dengan memperhatikan tingkat keekonomian.
- Meminimalkan penggunaan minyak bumi.
- Memanfaatkan gas bumi dan energi baru.
- Menggunakan batu bara sebagai andalan pasokan energi nasional.


(Diolah dari berbagai sumber)

Berikut yang termasuk kelebihan energi terbarukan adalah ....

a)

ramah lingkungan

b)

habis bila dipakai terus-menerus

c)

menimbulkan polusi

d)

menghasilkan energi yang besar

e)

mudah memanfaatkannya

19.

Bacalah kutipan teks berikut!


Salah satu kebutuhan yang sangat vital bagi manusia saat ini adalah energi, tidak terkecuali manusia Indonesia.Indonesia sebenarnya memiliki berbagai macam energi melimpah.Energi tersebut ada yang dapat diperbarui, seperti energi air, matahari, angin, biomassa, panas bumi dan energi laut. Adapula energi yang tidak dapat diperbarui, seperti minyak bumi, gas alam, batu bara dan kandungan energi nuklir pada uranium dan thorium. Energi yang dapat diperbarui (renewable energy) ini memiliki kelebihan dibandingkan dengan energi yang tidak dapat diperbarui (nonrenewable energy). Energi tersebut tidak akan pernah habis dan ramah lingkungan, karena tanpa polusi lingkungan. Energi fosil adalah energi yang akan habis jika dipakai terus-menerus dan menghasilkan polusi. Namun, energi ini memiliki kelebihan yakni menghasilkan energi yang lebih besar. Walaupun kaya akan energi terbarukan, kenyataannya Indonesia masih bergantung pada energi yang tidak dapat diperbarui, seperti minyak bumi, batu bara, dan gas alam sebagai sumber kebutuhan energi. Sekarang ini, sedang diusahakan pengoptimalan penggunaan energi terbarukan yang tertuang pada Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2014 tentang Kebijakan Energi Pasal 11 ayat 2 yang menjelaskan tentang Prioritas Pengembangan Energi Nasional sebagai berikut:
- Memaksimalkan penggunaan energi terbarukan dengan memperhatikan tingkat keekonomian.
- Meminimalkan penggunaan minyak bumi.
- Memanfaatkan gas bumi dan energi baru.
- Menggunakan batu bara sebagai andalan pasokan energi nasional.


(Diolah dari berbagai sumber)

Berikut ini yang termasuk kelebihan energi tak terbarukan adalah....

a)

ramah lingkungan

b)

habis bila dipakai terus-menerus

c)

menimbulkan polusi

d)

menghasilkan energi yang besar

e)

mudah memanfaatkannya

20.

Bacalah kutipan teks berikut!


Salah satu kebutuhan yang sangat vital bagi manusia saat ini adalah energi, tidak terkecuali manusia Indonesia.Indonesia sebenarnya memiliki berbagai macam energi melimpah.Energi tersebut ada yang dapat diperbarui, seperti energi air, matahari, angin, biomassa, panas bumi dan energi laut. Adapula energi yang tidak dapat diperbarui, seperti minyak bumi, gas alam, batu bara dan kandungan energi nuklir pada uranium dan thorium. Energi yang dapat diperbarui (renewable energy) ini memiliki kelebihan dibandingkan dengan energi yang tidak dapat diperbarui (nonrenewable energy). Energi tersebut tidak akan pernah habis dan ramah lingkungan, karena tanpa polusi lingkungan. Energi fosil adalah energi yang akan habis jika dipakai terus-menerus dan menghasilkan polusi. Namun, energi ini memiliki kelebihan yakni menghasilkan energi yang lebih besar. Walaupun kaya akan energi terbarukan, kenyataannya Indonesia masih bergantung pada energi yang tidak dapat diperbarui, seperti minyak bumi, batu bara, dan gas alam sebagai sumber kebutuhan energi. Sekarang ini, sedang diusahakan pengoptimalan penggunaan energi terbarukan yang tertuang pada Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2014 tentang Kebijakan Energi Pasal 11 ayat 2 yang menjelaskan tentang Prioritas Pengembangan Energi Nasional sebagai berikut:
- Memaksimalkan penggunaan energi terbarukan dengan memperhatikan tingkat keekonomian.
- Meminimalkan penggunaan minyak bumi.
- Memanfaatkan gas bumi dan energi baru.
- Menggunakan batu bara sebagai andalan pasokan energi nasional.


(Diolah dari berbagai sumber)

Inti teks tersebut adalah ....

a)

Indonesia masih bergantung pada energi tak terbarukan

b)

Indonesia segera meninggalkan energi tak terbarukan

c)

Indonesia kaya terhadap energi terbarukan maupun tak terbarukan

d)

Indonesia membutuhkan banyak energi terbarukan

e)

Indonesia tidak akan kehabisan sumber energi tak terbarukan