Font size
WorksheetsSusulan
Total questions: 10
Worksheet time: 2hrs 40mins
Earthquake is any sudden shaking of the ground caused by the passage of seismic waves through Earth’s rocks. Seismic waves are produced when some form of energy stored in Earth’s crust is suddenly released, usually when masses of rock straining against one another suddenly fracture and “slip.” Earthquakes occur most often along geologic faults, narrow zones where rock masses move in relation to one another. The major fault lines of the world are located at the fringes of the huge tectonic plates that make up Earth’s crust.
Little was understood about earthquakes until the emergence of seismology at the beginning of the 20th century. Seismology, which involves the scientific study of all aspects of earthquakes, has yielded answers to such long-standing questions as why and how earthquakes occur. About 50,000 earthquakes large enough to be noticed without the aid of instruments occur annually over the entire Earth. Of these, approximately 100 are of sufficient size to produce substantial damage if their centers are near areas of habitation. Very great earthquakes occur on average about once per year. Over the centuries they have been responsible for millions of deaths and an incalculable amount of damage to property. What will happen when seismic waves pass through Earth’s rocks?
It will answer why and how earthquakes occur
It may cause an earthquake
It will store some form of energy in Earth’s crust
The masses of rock will slip
It may produce seismic waves
Apabila dalang pergelaran wayang kulit tidak datang, Sebagian pemain music tradisional tidak tampil. Kondisi tersebut terjadi apabila panitia tidak mengundang dalang.
Manakah simpulan berikut yang BENAR?
Sebagian pemain musik tradisional tidak tampil apabila panitia tidak mengundang dalang
Sebagian pemain musik tradisional tidak tampil apabila panitia mengundang dalang
Panitia mengundang para pemain musik tradisional apabila tidak mengundang dalang
Panitia tidak mengundang dalang apabila pemain musik tradisional datang
Sebagian pemain musik tradisional tampil apabila panitia tidak mengundang dalang
1. Jika seorang guru menjadi idola para murid, guru tersebut santun dalam bertutur kata, bersedia membantu murid yang kesulitan, dan memberikan materi ajar yang mudah dipahami.
Jika seorang guru berkata kasar, mementingkan dirinya sendiri, dan memberikan penjelasan secara rumit, manakah simpulam yang BENAR?
Guru tersebut bukan guru teladan
Guru tersebut egois
Guru tersebut tidak memahami materi
Guru tersebut belum berpengalaman
Guru tersebut tidak menjadi idola para murid
1. Tabungan Zuhri lebih banyak dari pada tabungan zaky dan Robin. Tabungan Robin lebih sedikit daripada tabungan Zaky. Tabungan Beta lebih banyak dari pada jumlah tabungan Zuhri, Zaky dan Robin.
Pernyataan yang benar adalah…..
Tabungan Beta lebih sedikit dari pada tabungan Zuhri
Jumlah tabungan Beta dan Robin sama dengan jumlah tabungan Zuhri dan Zaky
Tabungan Beta merupakan jumlah tabungan Zuhri, Zaky dan Robin
Zuhri mempunyai tabungan paling banyak
Robin mempunyai tabungan paling sedikit
Seorang peneliti mengamati dua tumpahan minyak berbentuk lingkaran di permukaan sebuah kolam. Jarak antara kedua pusat tumpahan minyak tersebut tetap sebesar 180 cm. Jari-jari tumpahan pertama adalah 27 cm dan bertambah dua kali lipat setiap 10 menit. Jari-jari tumpahan kedua adalah 8 cm dan bertambah tiga kali lipat setiap 10 menit. Volume masing-masing tumpahan tidak pernah berubah. Jari-jari kedua tumpahan akan sama setelah berapa menit?
15
20
25
30
45
Apabila f(x) = 4x + 10 dan g(f(x)) = 3x + 7, maka nilai g(14) adalah (a)
Perubahan arsitektur akan berlangsung secara bertahap. Namun, perubahan suatu kebudayaan tidak terjadi secara spontan dan komprehensif. Bahkan, sebagai bentuk kebudayaan yang paling konkret, arsitektur merupakan bentuk kebudayaan yang paling rentan berubah. Arsitektur suatu daerah akan mengalami perubahan atau terjadi perubahan pada unsur kebudayaan yang lain. Dalam perubahan itu ada bagian yang tetap, tetapi ada pula bagian yang mengalami perubahan dan mengikuti perkembangan sesuai dengan kondisi, baik alam maupun lingkungan.
Kesimpulan bacaan di atas adalah ....
Arsitektur dapat berubah secara menyeluruh
Arsitektur dapat mengalami perubahan
Perubahan unsur kebudayaan yang lain tidak mempengaruhi perubahan arsitektur
Arsitektur adalah bagian dari kebudayaan
Arsitektur berubah sangat cepat
Pada masa revolusi kemerdekaan, ruang-ruang publik di berbagai kota menjadi pertarungan visual pribumi melawan Belanda. Dari mural, graffiti, poster, hingga baliho dalam bentuk yang masih sederhana. Sebagian besar media tersebut dipakai sebagai alat propaganda untuk membakar semangat perjuangan dalam mempertahankan kemerdekaan.
Mikke Susanto, sejarawan seni rupa, mengatakan bahwa seni jalanan sesungguhnya sudah berkembang sejak 1930-an.Namun, kala itu, sebagian besar karya masih jauh dari pesan-pesan revolusioner. Pasca-Proklamasi Kemerdekaan RI, seni jalanan sontak ramai berpartisipasi dalam revolusi. Mikke menyebut bahwa awal seni jalanan (street art) saat itu berupa stensil.Bentuk ini dipakai karena pembuatannya lebih mudah dan murah. Stensil yang dibuat juga masih sederhana, yakni dengan menggunakan negative film dari kertas dan semprotan manual.
Dari stensil, seni jalanan berkembang ke grafiti dan moral yang dibuat di tembok-tembok kota. Di Yogyakarta, misalnya, sebuah tugu yang dulu berada di depan Hotel Garuda Malioboro menjadi titik strategis propaganda revolusi.Selain itu, poster-poster juga ditempel pada tembok dan kaca gedung, papan-papan, hingga pepohonan di pinggir jalan.
Bahkan, seni jalanan juga ditorehkan pada gerbong kereta api. Ini dilakukan untuk menyebarluaskan berita Proklamasi Kemerdekaan RI dan semangat revolusi, hingga ke kota-kota kecil yang dilalui kereta api tersebut. ”Dengan demikian, kita bisa membayangkan bahwa seni jalanan punya pengaruh yang sangat besar pada masa revolusi,” tegas Mikke.
Pernyataan yang tidak sesuai dengan bacaan di atas adalah ….
Seni jalanan mempunyai pengaruh pada masa revolusi
Seni jalanan merupakan salah satu bentuk propaganda
Penyebaran berita Proklamasi Kemerdekaan RI juga disebarkan melalui seni jalanan
Sejak awal, seni jalanan bertujuan untuk menyebarkan semangat revolusi
Mural, graffiti, dan baliho merupakan bentuk-bentuk dari street art
Pada masa revolusi kemerdekaan, ruang-ruang publik di berbagai kota menjadi pertarungan visual pribumi melawan Belanda. Dari mural, graffiti, poster, hingga baliho dalam bentuk yang masih sederhana. Sebagian besar media tersebut dipakai sebagai alat propaganda untuk membakar semangat perjuangan dalam mempertahankan kemerdekaan.
Mikke Susanto, sejarawan seni rupa, mengatakan bahwa seni jalanan sesungguhnya sudah berkembang sejak 1930-an.Namun, kala itu, sebagian besar karya masih jauh dari pesan-pesan revolusioner. Pasca-Proklamasi Kemerdekaan RI, seni jalanan sontak ramai berpartisipasi dalam revolusi. Mikke menyebut bahwa awal seni jalanan (street art) saat itu berupa stensil.Bentuk ini dipakai karena pembuatannya lebih mudah dan murah. Stensil yang dibuat juga masih sederhana, yakni dengan menggunakan negative film dari kertas dan semprotan manual.
Dari stensil, seni jalanan berkembang ke grafiti dan moral yang dibuat di tembok-tembok kota. Di Yogyakarta, misalnya, sebuah tugu yang dulu berada di depan Hotel Garuda Malioboro menjadi titik strategis propaganda revolusi.Selain itu, poster-poster juga ditempel pada tembok dan kaca gedung, papan-papan, hingga pepohonan di pinggir jalan.
Bahkan, seni jalanan juga ditorehkan pada gerbong kereta api. Ini dilakukan untuk menyebarluaskan berita Proklamasi Kemerdekaan RI dan semangat revolusi, hingga ke kota-kota kecil yang dilalui kereta api tersebut. ”Dengan demikian, kita bisa membayangkan bahwa seni jalanan punya pengaruh yang sangat besar pada masa revolusi,” tegas Mikke.
Berdasarkan pernyataan Mikke Susanto pada paragraf kedua, dapat dikatakan bahwa ….
Seni jalanan sejak periode setelah kemerdekaan menggunakan alat stensil
Setelah tahun 1945-an, seni jalanan mengambil peran dalam revolusi kemerdekaan
Pasca-Kemerdekaan RI merupakan titik awal tumbuhnya seni jalanan
Film negatif dan semprotan manual berkembang sejak 1930-an
Sebelum proklamasi kemerdekaan, semua karya seni jalanan membawa pesan revolusi
Pada masa revolusi kemerdekaan, ruang-ruang publik di berbagai kota menjadi pertarungan visual pribumi melawan Belanda. Dari mural, graffiti, poster, hingga baliho dalam bentuk yang masih sederhana. Sebagian besar media tersebut dipakai sebagai alat propaganda untuk membakar semangat perjuangan dalam mempertahankan kemerdekaan.
Mikke Susanto, sejarawan seni rupa, mengatakan bahwa seni jalanan sesungguhnya sudah berkembang sejak 1930-an.Namun, kala itu, sebagian besar karya masih jauh dari pesan-pesan revolusioner. Pasca-Proklamasi Kemerdekaan RI, seni jalanan sontak ramai berpartisipasi dalam revolusi. Mikke menyebut bahwa awal seni jalanan (street art) saat itu berupa stensil.Bentuk ini dipakai karena pembuatannya lebih mudah dan murah. Stensil yang dibuat juga masih sederhana, yakni dengan menggunakan negative film dari kertas dan semprotan manual.
Dari stensil, seni jalanan berkembang ke grafiti dan moral yang dibuat di tembok-tembok kota. Di Yogyakarta, misalnya, sebuah tugu yang dulu berada di depan Hotel Garuda Malioboro menjadi titik strategis propaganda revolusi.Selain itu, poster-poster juga ditempel pada tembok dan kaca gedung, papan-papan, hingga pepohonan di pinggir jalan.
Bahkan, seni jalanan juga ditorehkan pada gerbong kereta api. Ini dilakukan untuk menyebarluaskan berita Proklamasi Kemerdekaan RI dan semangat revolusi, hingga ke kota-kota kecil yang dilalui kereta api tersebut. ”Dengan demikian, kita bisa membayangkan bahwa seni jalanan punya pengaruh yang sangat besar pada masa revolusi,” tegas Mikke.
Berdasarkan informasi pada teks tersebut, pembahasan yang disampaikan secara umum adalah ….
Kegunaan mural dalam merebut kemerdekaan Indonesia
Seni jalanan pada masa revolusi kemerdekaan Indonesia
Pertumbuhan seni jalanan dari masa ke masa
Semangat revolusi kemerdekaan Indonesia yang tercermin dalam kesenian
Jenis-jenis seni pada masa revolusi kemerdekaan Indonesia
